<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#kabinetkerja Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/kabinetkerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/kabinetkerja/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2019 00:44:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#kabinetkerja Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/kabinetkerja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala Bappenas ‘Pamer’ Pencapain Kabinet Kerja Periode 2014-2019</title>
		<link>https://prokabar.com/kepala-bappenas-pamer-kabinet-kerja-periode-2014-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2019 00:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bappenas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kabinetkerja]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memamerkan beberapa keberhasilan Kabinet Kerja Periode 2014-2019 dalam melaksanakan Rencana Pembangunan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kepala-bappenas-pamer-kabinet-kerja-periode-2014-2019/">Kepala Bappenas ‘Pamer’ Pencapain Kabinet Kerja Periode 2014-2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memamerkan beberapa keberhasilan Kabinet Kerja Periode 2014-2019 dalam melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Ia menunjuk dua yang paling penting, yaitu pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi.</p>
<p>Untuk pertumbuhan ekonomi, menurut Bambang,  rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun ini di seputaran 5%, lebih rendah dibandingkan RPJMN 5 tahun sebelumnya yang rata-ratanya itu mendekati 5,5%-6%. Namun demikian, ia mengingatkan ada unsur harga komoditas atau bumi harga komoditas di periode RPJMN 2010-2014 yang membuat perekonomian tumbuh tinggi.</p>
<p>“Nah ketika Kabinet Kerja ini dimulai kita tahu bahwa <em>booming </em>harga komoditas itu sudah berakhir dan akibatnya kita tumbuh di seputaran 5%, yang muncul dianggap lebih rendah tetapi paling tidak ini termasuk yang relatif tinggi untuk ekonomi sebesar Indonesia. Di bawah negara seperti China dan India tapi di atas masih banyak negara lainnya,” kata Bambang kepada wartawan usai mengikuti sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Kemarin (3/10) sore.</p>
<p>Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, inflasi mungkin salah satu pencapaian yang cukup berhasil, karena selama 5 tahun ini boleh dikatakan selalu pada kondisi di seputaran 3 sampai 4%.</p>
<p>“Jadi ini salah satu prestasi yang terbaik karena kita bisa menjaga stabilitas inflasi pada tingkat rendah yang berarti bisa memperkuat atau mempertahankan daya beli masyarakat,” ucap Bambang.</p>
<p>Demikian juga tingkat kemiskinan, lanjut Bambang, yang berhasil diturunkan sampai <em>single digit</em> mulai tahun 2018, setelah sebelumnya selalu 2 digit dan bahkan agak jauh di atas 10%. Dan data terakhir menunjukkan tahun ini kemungkinan kita bisa menurunkan kembali tingkat kemiskinan ke seputaran 9,2% pada akhir tahun.</p>
<p>Untuk indeks pembangunan manusia (IPM), Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan,  demikian juga, sebelum 2016 itu dibawah 70 artinya Indonesia terkategori manusia yang menengah. Nah mulai tahun 2016 ketika IPM kita menyentuh angka 70 maka IPM sudah masuk kategori tinggi atau <em>high human development index</em>. Dan perkiraan 2019 indeks pembangunan manusia bisa mencapai angka 72.</p>
<p>Karena tadi datanya belum bisa didapatkan untuk 2019, Menteri PPN/Kepala Bappenas mengaku belum bisa membuat kesimpulan mengenai keseluruhan mengenai pencapaian RPJMN, meskipun secara makro.</p>
<p>“Secara implisit bisa saya sampaikan bahwa kalau dibandingkan antara yang tercapai dengan yang katakan sulit tercapai, karena data akhirnya masih belum ada paling tidak yang tercapai lebih besar daripada yang kategori sulit atau yang nantinya tidak tercapai,” jelas Bambang seraya menambahkan, angkanya saya belum bisa dikeluarkan karena masih banyak data 2019 yang tbelum dikeluarkan.</p>
<p>Dari pencapaian tersebut, dari setiap dimensi, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, dimensi ekonomi mungkin yang paling berat ya karena pencapaiannya 50:50 antara tercapai dengan yang sulit tercapai.</p>
<p>Salah satu yang tercapai sebut Bambang, misalkan terkait dengan inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan penyedia lapangan kerja. Yang tentunya sulit tercapai terkait pertumbuhan ekonomi misalkan, atau <em>tax ratio</em>yang masih di bawah sasaran atau target.</p>
<p>Untuk dimensi kedua yaitu pembangunan manusia dan masyarakat, menurut Bambang, mayoritas lebih banyak yang tercapai daripada yang sulit tercapai. Termasuk yang diperkirakan tercapai selain indeks pembangunan manusia, itu adalah <em>stunting.</em></p>
<p>Menurut Bambang, stunting meskipun barang kali masih tinggi untuk ukuran dunia, tapi selama 5 tahun ini bisa tercapai, demikian juga prevelensin untuk Tuberkulosis, serta untuk pendidikan rata-rata lama sekolah penduduk di atas 15 tahun targetnya juga sudah tercapai.</p>
<p>Berikutnya untuk dimensi pembangunan sektor unggulan, mayoritas juga tercapai lebih banyak daripada yang sulit atau tidak tercapai. Yang tercapai misalkan adalah <em>dwelling time</em> di pelabuhan yang ternyata dalam 5 tahun ini kita berhasil mencapai target, perkiraan 2019 dwelling time itu 3.32 hari, itu masih dibatas target 3-4 hari.</p>
<p>Yang lain adalah rasio elektrifikasi yang targetnya 96,6 sudah tercapai hampir 100%. Demikian juga konsumsi per kapita yang sudah mencapai 1200 kilowatt hour per orang. Itu untuk sektor unggulan. Yang katakan sulit tercapai saya yakin juga rekan media tahu, misalnya wisatawan mancanegara yang target 2019 20 juta perkiraannya 2019 ini mungkin di seputaran 17-18 juta.</p>
<p>Kemudian dimensi berikutnya pemerataan dan kewilayahan, indeks gini meskipun menurun, menurun cukup baik dari sebelumnya di atas 0,4 menjadi sekarang di seputaran 0,382. Tetapi memang targetnya waktu itu terlalu tinggi 0,36, sehingga belum mencapai. Tetapi yang paling penting trendnya sudah kita bangun, yaitu trend menjauh atau lebih rendah jauh dari 0,4.</p>
<p>Terakhir untuk dimensi pembangunan politik hukum dan ketahanan keamanan, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, mayoritas tercapai termasuk pemenuhan minimum <em>essential force</em>, alutsista tercapai untuk RPJMN 2015-2019 ini. Demikian juga partisipasi politik target partisipasi politik 77,5% ternyata tercapainya 81,7%.</p>
<p>“Yang sulit tercapai misalnya terkait penegakan hukum, demikian juga belanja di daerah, pemerintah daerah, APBD, dimana rata-rata belanja modal provinsi maupun data persentase belanja pegawai kabupaten/kota itu ternyata masih terlalu tinggi, atau terlalu rendah sedangkan banyak pegawainya masih relatif tinggi dibandingkan yang kita harapkan,” pungkas Bambang. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kepala-bappenas-pamer-kabinet-kerja-periode-2014-2019/">Kepala Bappenas ‘Pamer’ Pencapain Kabinet Kerja Periode 2014-2019</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden Sampaikan Terima Kasih pada Wapres dan Semua Menteri</title>
		<link>https://prokabar.com/presiden-sampaikan-terima-kasih-pada-wapres-dan-semua-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2019 12:12:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#kabinetkerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48135</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan isyarat akan berakhirnya masa tugas kabinet kerja periode 2014-2019, yang memang masa tugasnya akan berakhir 19 Oktober...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/presiden-sampaikan-terima-kasih-pada-wapres-dan-semua-menteri/">Presiden Sampaikan Terima Kasih pada Wapres dan Semua Menteri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan isyarat akan berakhirnya masa tugas kabinet kerja periode 2014-2019, yang memang masa tugasnya akan berakhir 19 Oktober mendatang. Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP), yang kemungkinan menjadi SKP terakhir bagi para menteri dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras mereka selama 5 (lima) tahun ini.</p>
<p>“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua Menteri, semua Kepala Lembaga atas kerja kerasnya selama 5 tahun ini dalam membantu saya dan Bapak Jusuf Kalla dalam menjalankan visi dan program-program prioritas kita bersama,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10).</p>
<p>Mengingat kembali pada awal pembentukan Kabinet Kerja, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tidak ada visi misi menteri yang ada adalah visi misi presiden dan wakil presiden, agar semuanya  betul-betul berada dalam satu visi, satu tujuan, dan satu jalur.</p>
<p>“Alhamdulillah dalam 5 tahun ini telah banyak yang kita kerjakan dengan berbagai keterbatasan-keterbatasan yang ada, dan juga masih banyak saya lihat masih ada pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum bisa kita selesaikan,” ucap Presiden.</p>
<p>Menurut Presiden, selama 5 tahun ini pemerintah telah menyusun sebuah pondasi bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh, lebih produktif, lebih merata. Selain itu, pemerintah juga telah melakukan reformasi di bidang fiskal, sehingga APBN menjadi semakin sehat dan semakin mandiri. Dan juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris bukan Jawa sentris, dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur.</p>
<p>Pemerintah, lanjut Presiden Jokowi, juga telah memulai reformasi struktural tetapi belum besar-besaran. Sehingga diharapkan nanti di 5 tahun ke depan, pemerintah akan melakukan reformasi struktural ini secara besar-besaran dalam rangka meningkatkan daya saing, memangkas banyak aturan/prosedur yang menghambat, yang berbelit-belit yang kita punyai saat ini.</p>
<p>“Juga reformasi di program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, terutama pada masyarakat 40% terbawah juga telah kita lakukan,” sambung Presiden.</p>
<p>Presiden menilai, dalam 5 tahun ini penguatan di bidang monitoring, di bidang pengendalian eksekusinya di lapangan juga dilakukan dengan baik dalam perencanaan, dalam implementasi, dalam eksekusi.</p>
<p>“Saya melihat banyak hal yang telah berjalan. Karena itu keandalan proses eksekusi, efektivitas proses delivery harus menjadi penekanan dalam perancangan Rancangan Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024,” tutur Presiden Jokowi. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/presiden-sampaikan-terima-kasih-pada-wapres-dan-semua-menteri/">Presiden Sampaikan Terima Kasih pada Wapres dan Semua Menteri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/61 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.024 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:24:18 by W3 Total Cache
-->