<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Jilbab Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/jilbab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/jilbab/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Feb 2021 08:55:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Jilbab Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/jilbab/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sah, Pemerintah Larang Sekolah Mengatur Soal Atribut dan Busana Keagamaan</title>
		<link>https://prokabar.com/sah-pemerintah-larang-sekolah-mengatur-soal-atribut-keagamaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2021 08:40:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[#kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[#nadiemmakarim]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Pemerintah resmi melarang pemaksaan penggunaan atribut keagamaan termasuk jilbab di sekolah. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan 3 Menteri, yaitu Mendikbud, Mendagri...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sah-pemerintah-larang-sekolah-mengatur-soal-atribut-keagamaan/">Sah, Pemerintah Larang Sekolah Mengatur Soal Atribut dan Busana Keagamaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Pemerintah resmi melarang pemaksaan penggunaan atribut keagamaan termasuk jilbab di sekolah. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan 3 Menteri, yaitu Mendikbud, Mendagri dan Menag. Keputusan itu dibacakan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, melalui aplikasi zoom, Rabu (3/2).</p>
<p>&#8220;Pemerintah daerah dan sekolah tidak boleh mewajibkan atau melarang seragam dan atribut kekhususan agama tertentu,&#8221; bunyi salah satu pasal.</p>
<p>Selain itu, sekolah dan pemerintah daerah wajib mencabut aturan terkait seragam dan atribut kekhusuan agama tertentu, paling lambat 30 hari sejak keputusan itu dikeluarkan.</p>
<p>Dalam poin keputusan bersama itu juga diberikan sanksi berjenjang, jika ada yang melanggar. Mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik, bupati/walikota hingga gubernur. Bahkan pemerintah pusat akan menghentikan dana BOS dan bantuan pemerintah lainnya. bagi sekolah yang melanggar.</p>
<p>Keputusan itu berlaku untuk sekolah negeri se Indonesia kecuali Provinsi Aceh.(nrs)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sah-pemerintah-larang-sekolah-mengatur-soal-atribut-keagamaan/">Sah, Pemerintah Larang Sekolah Mengatur Soal Atribut dan Busana Keagamaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKB Sumbar: Aturan Sekolah Merusak Persatuan Nasional Harus Ditindak</title>
		<link>https://prokabar.com/pkb-sumbar-aturan-sekolah-merusak-persatuan-nasional-harus-ditindak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2021 10:33:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[#PKBSumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211;  Viralnya sebuah video tentang dipanggilnya orang tua siswa bernama Elianu Hia karena menolak mengenakan jilbab menggegerkan publik sejak Kamus (21/1). Dalam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pkb-sumbar-aturan-sekolah-merusak-persatuan-nasional-harus-ditindak/">PKB Sumbar: Aturan Sekolah Merusak Persatuan Nasional Harus Ditindak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211;  Viralnya sebuah video tentang dipanggilnya orang tua siswa bernama Elianu Hia karena menolak mengenakan jilbab menggegerkan publik sejak Kamus (21/1).</p>
<p>Dalam video itu terjadi perdebatan antara Elianu dengan pihak SMKN 2 Padang yang menerapkan aturan mewajibkan seluruh siswinya mengenakan jilbab. Padahal putri Elianu Hia adalah seorang non muslim.</p>
<p>Insiden ini menjadi sorotan berbagai pihak, mulai Kemendikbud, KPAI, Komnas HAM dan juga para wakil rakyat di Senayan.</p>
<p>Ketua DPW PKB Sumatera Barat Anggia Erma Rini turut angkat bicara terkait insiden pendidikan yang ia nilai membahayakan generasi pelajar karena sejak sekolah sudah diajarkan tidak berdaulat menjalankan keyakinan agamanya.</p>
<p>Menurut politisi yang saat ini menjadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini, sikap pihak sekolah yang menggunakan argumentasi bahwa hal itu adalah peraturan sekolah yang harus ditaati tidak bisa dibenarkan.</p>
<p>Anggia mengaku, dalam merespons insiden SMKN 2 Padang itu, ia telah mempelajari Permendikbud 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p>Dalam aturan yang berisi 7 pasal dan lampiran penjelasan sebanyak 13 halaman, Perempuan yang Ketua Fatayat NU ini menegaskan, jelas-jelas tidak ada aturan mewajibkan pemeluk agama lain untuk menggunakan jilbab.</p>
<p>&#8220;Dalam pasal 4 ayat 1 aturan seragam muslimah hanya diperuntukkan bagi siswi beragama muslim. Kita mengecam kebijakan SMKN 2 Padang ini yang dapat mengganggu mental para siswa dalam mengamalkan kebhinekaan sebagai warga bangsa,&#8221; demikian penjelasan Anggia Erma Rini, Minggu (25/1).</p>
<p>Meski Kepala Sekolah SMKN 2 Padang sudah meminta maaf dan membebaskan siswi non muslim tidak menggunakan jilbab, Anggia meminta Kemendikbud tidak hanya melakukan penanganan di SMKN 2 Padang saja.</p>
<p>Ia meminta Kemendikbud, tidak menjadi lembaga yang hanya berfungsi seperti pemadam kebakaran. Ia mengaku khawatir dengan masalah yang menimpa Jeni Hia isunya disikapi karena video perdebatannya viral.</p>
<p>Kata Anggia, seharusnya Kemendikbud harus benar-benar bekerja serius mencegah insiden yang akan mengancam nilai persatuan bangsa. Salah satunya menindak tegas sekolah yang menerapkan aturan yang dapat mengoyak persatuan bangsa.</p>
<p>&#8220;Kemendikbud tidak cukup dengan imbauan apalagi hanya di satu sekolah atau satu provinsi. Kalau kita amati belakangan di berbagai tempat lain juga masih banyak terjadi insiden yang mencoreng pendidikan karena faktor SARA (suku, agama, ras dan antargolongan,&#8221; tegas Anggia.</p>
<p>Dalam pandangan Anggia, insiden yang membahayakan tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum di UUD 1945 dan UU 20 tahun 20023 tentang Sisdiknas harus cepat disikapi oleh semua pihak.</p>
<p>Selain mencerdaskan kehidupan bangsa, Anggia mengingatkan bahwa tujuan pendidikan adalah menjadikan manusia yang beriman dan takwa pada tuhan yang esa, beraklah mulia, menjadi warga negara demokratis dan beberapa sifat luhur lainnya.</p>
<p>&#8220;Tidak ada dalam amanah UU yang kemudian memberi mandat lembaga pendidikan menonjolkan simbol agama tertentu untuk pemeluk agama lainnya. Semua pihak untuk bersama-sama memastikan mandat dari pendidikan nasional dijalankan dengan penuh tanggung jawab secara kolektif,&#8221; pungkas Anggia. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pkb-sumbar-aturan-sekolah-merusak-persatuan-nasional-harus-ditindak/">PKB Sumbar: Aturan Sekolah Merusak Persatuan Nasional Harus Ditindak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Sumbar : Tidak Ada Kebijakan Tentang Kewajiban Pelajar Berjilbab</title>
		<link>https://prokabar.com/pemprov-sumbar-tidak-ada-kebijakan-tentang-kewajiban-pelajar-berjilbab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 16:38:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Dikriminatif]]></category>
		<category><![CDATA[#Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#SMK2Padang]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80678</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Menindaklanjuti santernya kabar mengenai pemaksaan penggunaan kerudung bagi siswi non muslim di SMKN 2 Padang, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Adib...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemprov-sumbar-tidak-ada-kebijakan-tentang-kewajiban-pelajar-berjilbab/">Pemprov Sumbar : Tidak Ada Kebijakan Tentang Kewajiban Pelajar Berjilbab</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Menindaklanjuti santernya kabar mengenai pemaksaan penggunaan kerudung bagi siswi non muslim di SMKN 2 Padang, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Adib Alfikri, menggelar jumpa pers, Jumat (22/1) malam.</p>
<p>Dalam jumpa pers yang difasilitasi oleh Dinas Kominfo Sumbar tersebut, Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, Rusmadi, secara resmi menyampaikan permohonan maafnya.</p>
<p>&#8220;Selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran staf bidang kesiswaan dan bimbingan konseling dalam penerapan aturan dan tata cara berpakaian bagi siswi,&#8221; kata Rusmadi.</p>
<p>&#8220;Ananda Jeni Cahyani Hia, kelas X OTKP 1 tetap bersekolah seperti biasa. Kami berharap, kekhilafan dan simpang siur informasi di media sosial dapat kita selesaikan dengan semangat kesamaan dalam keberagaman,&#8221; lanjut Rusmadi.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Adib Alfikri, dalam keterangannya mengaku baru menerima kabar tersebut Jumat pagi. Meski begitu, ia langsung membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi ke SMKN 2.</p>
<p>&#8220;Tim ini diketuai oleh Kabid SMK. Sampai tadi sore, tim masih bekerja dan belum ada laporan tertulis kepada saya. Jika nanti ditemukan ada aturan atau praktek-praktek yang diluar ketentuan, saya akan ambil tindakan tegas,&#8221; ujar Alfikri.</p>
<p>Alfikri juga menambahkan, bahwa tidak ada maksud dari sektor pendidikan memberikan sikap pemaksaan sebab tidak ada aturan yang membolehkan hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya perintahkan, tidak ada diskriminatif, jika ada akan kami proses sesuai atuan yang berlaku,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, menurut Alfikri, agar hal serupa tidak terulang kembali, ia akan membuat edaran resmi. Kemudian mengkaji ulang serta merevisi jika ditemukan aturan-aturan yang tidak seharusnya</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Jasman Kadis Kominfo selaku Jubir Pemprov Sumbar menjelaskan, bahwa tidak ada satupun regulasi atau kebijakan dari Pemprov Sumbar tentang adanya kewajiban dan paksaan bagi non Islam untuk berpakain muslim ataupun muslimah.</p>
<p>&#8220;Pemprov Sumbar tidak ada membuat regulasi ataupun kebijakan agar non muslim berhijab. Tidak ada itu. Itu adalah kebijakan sekolah yang kedepan akan dievaluasi secara menyeluruh. Pemprov Sumbar melalui Dinas Pendidikan akan mengevaluasinya&#8221; ungkap Jasman.</p>
<p>Kadis Kominfo ini melanjutkan &#8220;Sebelum peralihan kewenangan SLTA diurus oleh pemprov, dulunya aturan berpakaian Muslimah setiap hari Jumat itu telah ada dan itu kebijakan Pemko saat itu. Disaat kewenangan mengurus SLTA berpindah ke provinsi, aturan ini belum sempat kita evaluasi, karena tidak ada permasalahan selama ini. Namun dengan adanya kasus ini, pemprov Sumbar melalui Dinas Pendidikan akan segera mengevaluasi seluruh aturan berpakaian dan memastikan bahwa tidak akan terjadi lagi persoalan seperti ini. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemprov-sumbar-tidak-ada-kebijakan-tentang-kewajiban-pelajar-berjilbab/">Pemprov Sumbar : Tidak Ada Kebijakan Tentang Kewajiban Pelajar Berjilbab</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/80 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:04:06 by W3 Total Cache
-->