<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#jenderal Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/jenderal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/jenderal/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2021 04:08:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#jenderal Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/jenderal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ganip Warsito Resmi Dilantik Jadi Kepala BNPB</title>
		<link>https://prokabar.com/ganip-warsito-resmi-dilantik-jadi-kepala-bnpb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 May 2021 04:08:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Doni Monardo]]></category>
		<category><![CDATA[Ganip Warsito]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87893</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar.com &#8211; Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito mejadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ganip-warsito-resmi-dilantik-jadi-kepala-bnpb/">Ganip Warsito Resmi Dilantik Jadi Kepala BNPB</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a></strong> &#8211; Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito mejadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).</p>
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Ganip Warsito di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/5/2021).</p>
<p>Pelantikan Ganip Warsito ini untuk menggantikan Doni Monardo yang sudah memasuki usia pensiun.</p>
<p>Ganip Warsito merupakan lulusan Akademi Militer pada tahun 1986.</p>
<p><strong>Baca Juga;</strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/badan-publik-jangan-pelit-dengan-informasi-publik/"><strong>Badan Publik Jangan Pelit dengan Informasi Publik</strong></a></p>
<p><a href="https://prokabar.com/amanat-uu-kip-publik-berhak-tahu-apa-saja-informasi-di-pemkab-dharmasraya/"><strong>Amanat UU KIP, Publik Berhak Tahu Apa Saja Informasi di Pemkab Dharmasraya</strong></a></p>
<p><a href="https://prokabar.com/km-wjs-tenggelam-diduga-langgar-aturan-pelayaran/"><strong>KM Wicly Jaya Sakti Tenggelam Akibat Langgar Aturan Pelayaran</strong></a></p>
<p>Jenderal kelahiran Magelang 23 November 1963 ini pernah menjalani kursus dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif), Sekolah Lanjutan Perwira (Salapa) I, Salapa II dan Sekolah Staf Komando Angkatan Darat.</p>
<p>Ganip juga lulusan dari Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia, Lembaga Ketahanan Nasional, Sussar Para, Sus Opsgab, dan Sus Danbrigif.</p>
<p>Selain pendidikan, Ganip juga pernah menjabat di Danton Kipan D, Danton 2 Kipan B, Kasi 2/Ops yonif, Dankipan C, Dankima Yonif 527/Baladibya Yudha.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/bola-2/debut-shin-tae-young-timnas-indonesia-vs-afghanistan/"><strong>Shin Tae-young Jalani Debut, Timnas Indonesia Vs Afghanistan</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/berita/temuan-korban-bertambah-km-wicly-diduga-langgar-aturan/"><strong>Temuan Korban Bertambah, KM Wicly Diduga Langgar Aturan</strong></a></p>
<p><a href="https://milenialisme.com/milenia/komunikasi-siber-untuk-layanan-prima-perpustakaan/"><strong>Komunikasi Siber untuk Layanan Prima Perpustakaan</strong></a></p>
<p>Setelah itu Ganip juga pernah menjabat Dankima Yonif 516/Caraka yudha, Pama Rindam V/Barawijaya, Kumara Rindam V/Barawijaya, Dankijar Rindam V/Barawijaya, dan Kasidikpa Pers Pussenif.</p>
<p>Saat berpangkat Mayor, Ganip menempati posisi di Pamen Pussenif, Pabandyaops Sops Kodam IX/Udayana, Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama.</p>
<p>Naik ke pangkat Letnan Jenderal, Ganip mendapat kepercayaan sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III dan Kepala Staf Umum TNI sampai sebelum menjadi Kepala BNPB.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ganip-warsito-resmi-dilantik-jadi-kepala-bnpb/">Ganip Warsito Resmi Dilantik Jadi Kepala BNPB</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Historia: Ternyata Jenderal Soedirman Bintang Lapangan Hijau;  Bek Tangguh, Cedera Kaki, dan Mata Cacat Akibat Sepakbola</title>
		<link>https://prokabar.com/historia-ternyata-jenderal-soedirman-bintang-lapangan-hijau-bek-tangguh-cedera-kaki-dan-mata-cacat-akibat-sepakbola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 13:15:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#SepakBola]]></category>
		<category><![CDATA[#soedirman]]></category>
		<category><![CDATA[cedera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69748</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Suatu hari menjelang tengah malam pada 1944. Soedirman menyampaikan rencana bergabung dengan pasukan Pembela Tanah Air (Peta) yang dibentuk Jepang. Dia meminta...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/historia-ternyata-jenderal-soedirman-bintang-lapangan-hijau-bek-tangguh-cedera-kaki-dan-mata-cacat-akibat-sepakbola/">Historia: Ternyata Jenderal Soedirman Bintang Lapangan Hijau;  Bek Tangguh, Cedera Kaki, dan Mata Cacat Akibat Sepakbola</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar</strong> &#8211; Suatu hari menjelang tengah malam pada 1944. Soedirman menyampaikan rencana bergabung dengan pasukan Pembela Tanah Air (Peta) yang dibentuk Jepang. Dia meminta pengertian istrinya, Siti Alfiah.</p>
<p>Namun, Alfiah mengkhawatirkannya karena mata sebelah kiri suaminya itu kurang terang. “Lalu, kaki mas yang terkilir waktu main bola itu…”</p>
<p>“Tidak apa-apa, Bu, semua pengalaman ada gunanya. Saya harap ibu berhati mantap,” kata Soedirman.</p>
<p>Dialog itu termuat dalam biografi Perjalanan Bersahaja Jenderal Sudirman karya Soekanto S.A. seperti dicuplik buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir garapan tim majalah Tempo.</p>
<p>Sepakbola merupakan olahraga kesukaan Soedirman ketika muda. Saat dia aktif di organisasi Hizbul Wathan, kepanduan Muhammadiyah, kemudian Pemuda Muhammadiyah. “Soedirman biasanya main sebagai back. Permainannya cukup baik, akan tetapi kasar,” tulis Solichin Salam dalam Djenderal Soedirman Pahlawan Kemerdekaan.</p>
<p>Karena permainan Soedirman cukup baik, catat buku Sudirman Prajurit TNI Teladan, lebih-lebih kalau sebagai back, maka dia temasuk pemain kelas A. Pada masa itu, istilahnya bukan yunior dan senior, tetapi kelas A dan kelas B.</p>
<p>Pemuda pendiam dan terlihat lemah itu, ternyata ketika main bola cukup tangkas dan agak keras dalam mengamankan pertahanan. Sebagai back, nampak sekali ketangkasannya jika musuh telah mengurung bentengnya. Jika barisan depan musuh mulai menyerangnya, dia pun mengeluarkan segala taktik dan teknik untuk memberesihkan semua gerak serangan.</p>
<p>“Di sanalah para penonton akan kagum dan tidak menyangka bahwa back yang cekatan itu adalah pemuda yang bernama Soedirman yang biasa digelari kajine (si haji) dalam pergaulan sehari-hari karena alimnya,” demikian tercatat dalam buku terbitan Dinas Sejarah TNI AD itu.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-69750" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/generale-sudirman-300x168.jpg" alt="" width="527" height="295" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/generale-sudirman-300x168.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/06/generale-sudirman.jpg 700w" sizes="(max-width: 527px) 100vw, 527px" /></p>
<p>Soedirman memimpin kesebelasan Banteng Muda di Cilacap. Klubnya selalu ikut bertanding ketika jambore Hizbul Wathan atau konferensi Pemuda Muhammadiyah di berbagai kota di Karesidenan Banyumas. Sebagai back kuat Banteng Muda, dia pun menjadi pemain bond (perkumpulan, red.) sepakbola Banyumas. Bahkan, dia kemudian dipilih menjadi Ketua Pesatuan Sepakbola Banyumas.</p>
<p>Mokhammad Samingan, adik Soedirman, menceritakan karena dia pemain back yang tangguh, maka sering diancam lawannya. Dalam salah satu pertandingan, dia pernah disikat pemain lawan sehingga kakinya cedera –ada sumber yang menyebut sambungan tulang lutut kirinya bergeser. Cedera itu masih ada sampai dia wafat. Sepakbola juga membuat mata sebelah kanan sedikit cacat.</p>
<p>Kendati kaki dan matanya cedera, Soedirman tetap dapat menjadi anggota Peta. Dia mengikuti latihan Peta angkatan kedua sebagai daidancho (komandan batalion) di Bogor. Setelah itu, dia ditempatkan sebagai daidancho Daidan III di Kroya, Banyumas.</p>
<p>Setelah Indonesia merdeka, Kolonel Soedirman menjabat komandan Divisi V TKR Purwokerto. Saat itulah, dia mengatur strategi melawan Sekutu di Ambarawa. Karier militernya mencapai puncak setelah dia terpilih menjadi panglima besar tentara Indonesia.</p>
<p>Ketika Belanda melancarkan agresi militer kedua, dia dalam keadaan sakit melawan dengan bergerilya dari 19 Desember 1948 sampai 10 Juli 1949. Panglima Besar Jenderal Soedirman meninggal dunia pada 29 Januari 1950.(*)</p>
<p><em>Sumber: Hendri F. Isnaeni (historia.id)</em></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/historia-ternyata-jenderal-soedirman-bintang-lapangan-hijau-bek-tangguh-cedera-kaki-dan-mata-cacat-akibat-sepakbola/">Historia: Ternyata Jenderal Soedirman Bintang Lapangan Hijau;  Bek Tangguh, Cedera Kaki, dan Mata Cacat Akibat Sepakbola</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenderal Gadungan Mengaku Bisa Loloskan Masuk Polisi Ditangkap di Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/jenderal-gadungan-mengaku-bisa-loloskan-masuk-polisi-ditangkap-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2020 09:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kepolisian Sektor Koto Tangah, Padang, membekuk pelaku penipuan yang mengaku sebagai polisi berpangkat jenderal serta berdinas di Propam Mabes Polri pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jenderal-gadungan-mengaku-bisa-loloskan-masuk-polisi-ditangkap-di-padang/">Jenderal Gadungan Mengaku Bisa Loloskan Masuk Polisi Ditangkap di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Kepolisian Sektor Koto Tangah, Padang, membekuk pelaku penipuan yang mengaku sebagai polisi berpangkat jenderal serta berdinas di Propam Mabes Polri pada Rabu.</p>
<p>&#8220;Pelaku kami amankan sekitar pukul 04.30 WIB, setelah itu dilakukan pemeriksaan. Sekarang statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka,&#8221; kata Kepala Polsek Koto Tangah AKP Rico Fernanda, Rabu (22/1).</p>
<p>Penangkapan tersangka, Wendri Harefa (39), dilakukan di sebuah rumah kontrakan Perumahan Lubuk Intan, Blok N6, RT 005, Kelurahan Lubuk Buaya, Koto Tangah. Ia dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan.</p>
<p>Dengan pangkat palsunya, tersangka berhasil menipu Ema Suryani (51), yang merupakan warga Kompleks Pratama, Lubuak Buaya, daerah setempat.</p>
<p>Penipuan itu berawal saat tersangka bertemu dengan korban pada September 2019 di Kedai Grosir Simpang Brimob Kelurahan Lubuk Buaya.</p>
<p>Saat itulah tersangka mengenalkan dirinya sebagai polisi berpangkat Jenderal dan berdinas di Mabes Polri, sambil meninggalkan nomor telepon.</p>
<p>Sekitar dua minggu kemudian, korban yang sudah terperdaya menghubungi tersangka bermaksud minta tolong. Namun tidak dipenuhi tersangka dengan alasan tengah berada di Jakarta.</p>
<p>Beberapa hari kemudian barulah tersangka datang ke kedai grosir korban, pada saat itu korban sedang bersama anak laki-lakinya.</p>
<p>Lalu tersangka menawarkan agar anak laki-lakinya dimasukkan polisi dan menjamin kelulusannya, dengan syarat ada uang Rp300 juta.</p>
<p>Korban yang sudah terlanjur percaya akhirnya memberikan uang itu secara bertahap sebanyak lima kali, lalu pada Desember 2019 meminta uang terakhir sebesar Rp100 juta.</p>
<p>Kemudian korban menyampaikan ke tersangka kalau uang yang diserahkan merupakan uang hasil pinjaman. Lalu tersangka berjanji akan membantu membayarnya.</p>
<p>Hingga Januari 2020, tersangka tidak diketahui kabarnya sehingga korban mulai curiga sudah ditipu.</p>
<p>Korban bersama suami, anak, serta beberapa orang akhirnya mendatangi tersangka dan menanyainya.</p>
<p>Karena jawaban tersangka yang berbelit-belit, akhirnya warga menghubungi Polsek Koto Tangah karena curiga pelaku telah melakukan penipuan.</p>
<p>Di hadapan polisi pelaku tidak bisa mengelak kalau dia adalah polisi gadungan.</p>
<p>Dari tangan tersangka petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit motor, dua unit mobil, tanda pengenal palsu dengan pangkat Brigjen, satu kaos dalam Brimob, dan lainnya.<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jenderal-gadungan-mengaku-bisa-loloskan-masuk-polisi-ditangkap-di-padang/">Jenderal Gadungan Mengaku Bisa Loloskan Masuk Polisi Ditangkap di Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/95 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.033 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 08:18:17 by W3 Total Cache
-->