<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Jantung Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/jantung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/jantung/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Oct 2021 08:46:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Jantung Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/jantung/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Perawatan Kegawatan Jantung dan Pembuluh Darah pada Pasien Covid-19</title>
		<link>https://prokabar.com/mengenal-perawatan-kegawatan-jantung-dan-pembuluh-darah-pada-pasien-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 08:46:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#SPH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95726</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar- Meski kasus Covid 19 mulai melandai, namun menjaga protokol kesehatan adalah hal yang wajib, dan terkhusus bagi pasien yang memiliki riwayat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-perawatan-kegawatan-jantung-dan-pembuluh-darah-pada-pasien-covid-19/">Mengenal Perawatan Kegawatan Jantung dan Pembuluh Darah pada Pasien Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Meski kasus Covid 19 mulai melandai, namun menjaga protokol kesehatan adalah hal yang wajib, dan terkhusus bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung saat terkena Covid-19.</p>
<p>Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Semen Padang Hospital (SPH), dr. Eka Fithra Elfi, Sp. JP (K) mengatakan, Covid-19 bisa saja menyerang siapapun.</p>
<p>&#8220;Jika penyakit pada pembuluh darah pada jantung di masa Covid-19, kasus yang sering terjadi yakni pembekuan darah secara tiba-tiba karena efek samping virus yang meningkatkan pembekuan darah.</p>
<p>&#8220;Efek samping pembekuan darah bagi pasien menimbulkan trombosis akut pada jantung sehingga menyebabkan kematian mendadak. Sedangkan jika terjadi pada kaki akan mengakibatkan iskemia yang akibat fatalnya bisa menyebabkan amputasi pada kaki,&#8221; katanya saat dihubugi.</p>
<p>Untuk pasien yang mengalami kegawatan jantung dan pembuluh darah, maka pertolongan pertama harus dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD).</p>
<p>&#8221; pasien diberi pengencer darah atau jika ada trombosit akut maka akan dilakukan keteteresasi untuk mengembalikan aliran darah ke organ sehingga menghilangkan gumpalan darah. Kateterisasi di jantung dan kaki bertujuan untuk mengetahui seberapa berat penyumbatan pembuluh darah. Kemudian dilakukan tindakan mengevakuasi gumpalan darah yang disebut dengan angioplasti,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Pasien Covid-19 dengan riwayat penyakit jantung dianggap komorbid, maka untuk penyembuhannya akan dilakukan rawat inap dan di kasih obat yang mengurangi kegumpalan darah.</p>
<p>&#8220;Jadi harapannya, resiko yang terjadi bisa berkurang dan serangan akutpun juga berkurang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dari pantauan yang dilakukan, pasien dengan riwayat jantung akan dipantau selama dua minggu hingga swab menyatakan negatif Covid-19.</p>
<p>&#8220;Jika pasien punya riwayat penyakit, maka idealnya memberikan obat pengencer darah sampai 3 bulan pasca-Covid-19, yaitu Antikoagulan yang berfungsi mencegah penggumpalan darah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Namun dari pantauan yang kita lakukan, penggumpalan darah muncul setelah pasien sembuh Covid-19, seperti nyeri dada atau kaki membiru. Hal ini karena tak hanya Virus Covid-19 yang merusak, namun juga komponen virus itu sendiri sehingga menyebabkan peradangan,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ia mengimbau, pasien jantung dan pembuluh darah yang terinfeksi Covid-19 harus segera diobati dengan tindakan optimal atau kateterisasi, maka resiko keburukan akibat jantung tidak buruk.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan, pasien takut di rawat di rumah sakit karena Covid-19. Sehingga kita mengimbau pasien Covid-19 dengan riwayat penyakit jantung jangan takut di rawat karena kita merawat pasien untuk kesembuhan,&#8221; terangnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenal-perawatan-kegawatan-jantung-dan-pembuluh-darah-pada-pasien-covid-19/">Mengenal Perawatan Kegawatan Jantung dan Pembuluh Darah pada Pasien Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gawat! Dokter Spesialis Jantung Kosong, Pasien RSUD M. Zein Sulit Berobat</title>
		<link>https://prokabar.com/gawat-dokter-spesialis-jantung-kosong-pasien-rsud-m-zein-sulit-berobat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2019 15:21:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pessel, Prokabar — Sejumlah pasien penyakit jantung mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).  Pasalnya, awal Februari tahun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gawat-dokter-spesialis-jantung-kosong-pasien-rsud-m-zein-sulit-berobat/">Gawat! Dokter Spesialis Jantung Kosong, Pasien RSUD M. Zein Sulit Berobat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pessel</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Sejumlah pasien penyakit jantung mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pasalnya, awal Februari tahun 2019, dokter spesialis jantung kosong di RSUD M. Zein. Kondisi itu tentu berbanding terbalik dengan upaya manajemen untuk meningkatkan akreditasi rumah sakit.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Salah seorang pasien penyakit jantung, Topik (41) mengatakan, warga yang mengidap penyakit jantung di wilayah Kabupaten Pessel, kini pasien hendak berobat ke RSUD harus berobat ke bagian penyakit dalam.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Kami sangat bingung, masa dokter spesialis jantung tidak ada di RSUD M. Zein. Jadi kami berobat kemana. Apakah pasien menunggu meninggal dunia dulu baru ada dokter spesialis jantung di RSUD M Zein ada,&#8221; ujarnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Dirinya sangat kesal dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah Kabupaten Pessel dan Direktur RSUD M. Zein, akibat belum adanya dokter spesialis. Padahal menurut Topik, idealnya rumah sakit harus memiliki dokter spesialis jantung satu orang.</p>
<p>Baktiar mempertanyakan, apakah Pemkab Pessel tidak memiliki anggaran untuk jasa dokter spesialis jantung. Padahal, pada tahun 2018, RSUD M. Zein masih memiliki dokter spesialis jantung.</p>
<p>Kabid Pelayanan Medis RSUD M. Zein Pessel, Yentis mengaku, khusus dokter spesialis jantung, mengundurkan diri, karena dokter ya lulus CPNS kamera. Namun untuk saat sekarang memang belum ada dokter sefesialis jantung.</p>
<p>&#8220;Dokter spesialis jantung lulus CPNS, untuk saat ini kosong, kalau pasien jantung berobat dipindahkan sementara ke penyakit dalam,&#8221; ujarnya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Kendati demikian, pihaknya akan bekerjasama dengan kedokteran Unand Padang.&#8221; Dan secepatnya kita akan lakukan kerjasama ini dengan pihak kedokteran Unand,&#8221; tutupnya. (<b>Min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gawat-dokter-spesialis-jantung-kosong-pasien-rsud-m-zein-sulit-berobat/">Gawat! Dokter Spesialis Jantung Kosong, Pasien RSUD M. Zein Sulit Berobat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusat Jantung Nasional Untuk Pengembangan Pelayanan Kardiovaskular</title>
		<link>https://prokabar.com/pusat-jantung-nasional-untuk-pengembangan-pelayanan-kardiovaskular/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2018 02:55:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[#Kardiovaskular]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=23582</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa sebesar 1,5 persen atau 15 dari 1000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pusat-jantung-nasional-untuk-pengembangan-pelayanan-kardiovaskular/">Pusat Jantung Nasional Untuk Pengembangan Pelayanan Kardiovaskular</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa sebesar 1,5 persen atau 15 dari 1000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner. Berbagai upaya telah dilakukan dalam pengembangan pelayanan kardiovaskular.</p>
<p>Salah satunya dengan mempermudah akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kardiovaskular dengan cara menetapkan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai Pusat Jantung Nasional (PJN) dengan tugas mengampu jejaring kardiovaskular.</p>
<p>&#8220;PJN Harapan Kita telah memberikan kontribusi besar karena tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat tapi juga menjadi pengampu atas RS Jejaring yang artinya menguatkan pelayanan kardiovaskular yang ada di RS binaan di seluruh Indonesia,&#8221; kata Iwan Dakota Direktur Utama PJN Harapan Kita, Minggu (11/11).</p>
<p>RS Jejaring yang diampu diberikan pelatihan, pengetahuan baik dari sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana hingga hal keuangan untuk dapat menjadikan sebuah pusat pelayanan jantung binan PJN Harapan Kita. Iwan mengatakan RS Jejaring ini benar-benar mengadopsi semua prosedur yang dimiliki PJN Harapan Kita.</p>
<p>&#8220;Tujuannya agar seluruh pelayanan yang ada dapat berstandart, sesuai arahan pemerintah. Jadi mereka belajar dari tim kami yang ditugaskan ke beberapa RS Jejaring, tidak hanya dokter dan perawat tapi juga tenaga kesehatan yang terspesialisasi kardiologi,&#8221; kata Iwan.</p>
<p>Upaya dalam pengembangan Rumah Sakit Jejaring tersebut melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pemantapan. Strategi dalam pembinaan jejaring kardiovaskular antara lain pembinaan sarana dan prasarana, pembinaan alat kesehatan, dan pembinaan.</p>
<p>Untuk pembinaan ini dilakukan perjanjian kerjasama antara RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dengan Rumah Sakit Jejaring. Kelengkapan sarana dan prasarana serta alat, sangat dibutuhkan untuk penunjang penegakan diagnostik yang akurat guna menentukan terapi yang tepat. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pusat-jantung-nasional-untuk-pengembangan-pelayanan-kardiovaskular/">Pusat Jantung Nasional Untuk Pengembangan Pelayanan Kardiovaskular</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uang tak Ada, Anak Jantung Bocor tak Bisa Berobat Lagi</title>
		<link>https://prokabar.com/uang-tak-ada-anak-jantung-bocor-tak-bisa-berobat-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 07:29:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Batusangkar]]></category>
		<category><![CDATA[#Bocor]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Jantung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/uang-tak-ada-anak-jantung-bocor-tak-bisa-berobat-lagi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar &#8211; Linda Rohani terlihat berusaha menahan air matanya. Dia hanya bisa menatap iba ke arah buah hatinya Adrian Bustami. Mengingat bocah lelaki,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/uang-tak-ada-anak-jantung-bocor-tak-bisa-berobat-lagi/">Uang tak Ada, Anak Jantung Bocor tak Bisa Berobat Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Batusangkar, Prokabar &#8211;</b> Linda Rohani terlihat berusaha menahan air matanya. Dia hanya bisa menatap iba ke arah buah hatinya Adrian Bustami.</p>
<p>Mengingat bocah lelaki, anak ketujuh dari delapan anaknya itu sudah 4 bulan tidak mendapatkan obat. Dia tak mampu lagi membawa putranya yang divonis menderita penyakit jantung bocor oleh tim dokter RSUD MA Hanafiah Batusangkar. Vonis itu jatuh beberapa tahun yang lalu.</p>
<p>Perempuan berusia 48 tahun ini tidak punya biaya lagi, guna membawa Adrian berobat ke RS M Djamil Padang. Sementara dia juga tak bisa berharap banyak kepada suaminya, Bustami (60).<br />
Suaminya yang juga menyandang disabilitas itu hanya berprofesi sebagi buruh tani. Kini, Linda Rohani hanya bisa pasrah dengan kondisi penyakit yang diderita oleh sang anak.</p>
<p>Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan penyakit sang anak tercinta. Meski demikian, warga Jorong Kubang Landai Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas,Tanah Datar ini masih bisa tersenyum.</p>
<p>Hanya dengan tersenyum, mereka bisa menghibur lara melihat kondisi sang anak.<br />
“Penyakit yang diderita anaknya berawal dari demam diiringi dengan sesak nafas. Saat mendapat rujukan ke RS M Jamil Padang, sang anak harus berobat ke ibu kota Jakarta,” tutur Linda.</p>
<p>Meski telah memiliki BPJS Kesehatan, namun ketiadaan biaya untuk pergi ke ibu kota. Kini Linda bersama sang suami memutuskan untuk merawat jalan sang anaknya ke RS M Djamil.</p>
<p>“Karena tak punya uang, kami mamutuskan untuk rawat jalan dulu. Setiap 2 bulan sekali kami rutin mengobati Adrian ke Padang. Satu kali berobat dibutuhkan biaya Rp 500 ribu sebagai biaya untuk ongkos dan mendampingi Adrian, “ ujarnya.</p>
<p>Linda mengatakan, kini Adrian telah 4 bulan tidak mendapatkan pasokan obat. “Kami tidak lagi memiliki biaya untuk berangkat ke rumah sakit M Djamil Padang,” ungkap pilu Linda ke <i><b>Prokabar.com</b></i></p>
<figure style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180515-WA0042.jpg" width="1280" height="960" class="wp-image-6586 size-full"><figcaption class="wp-caption-text">Andrian (baju merah) bersama keluarga.</figcaption></figure>
<p>Sementara Adrian sendiri, meski mengalami jantung bocor tetap sekolah. Bocah yang saat ini duduk di bangku kelas IV SD Kubang Landai terlihat sangat bersemangat untuk sembuh.<br />
Harapan besar terpatri dalam diri Adrian bersama ayah dan bundanya untuk kesembuhannya, agar dia dapat hidup normal seperti anak-anak lainnya<b>. (eym)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/uang-tak-ada-anak-jantung-bocor-tak-bisa-berobat-lagi/">Uang tak Ada, Anak Jantung Bocor tak Bisa Berobat Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Sttt, Wartawan Periksalah Jantung Anda !</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bsttt-wartawan-periksalah-jantung-anda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2017 11:47:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Kesehatan jantung seharusnya rutin diperiksa, agar bisa mendeteksi secara dini berbagai penyakit jantung.&#160; Menurut survei Sample Registration System (SRS) pada 2014...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bsttt-wartawan-periksalah-jantung-anda/">​Sttt, Wartawan Periksalah Jantung Anda !</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta, Prokabar &#8211;</b> Kesehatan jantung seharusnya rutin diperiksa, agar bisa mendeteksi secara dini berbagai penyakit jantung.&nbsp;<br />
Menurut survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.</p>
<p>Tidak terkecuali dengan wartawan. Profesi ini membutuhkan fisik dan mental dan berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Apalagi jika wartawan kecanduan merokok, penyakit jantung lebih rentan menghampiri.</p>
<p>Membantu pemeriksaan jantung, panitia Hari Pers Nasional bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan akan menggelar pemeriksaan jantung gratis bagi wartawan dan masyarakat.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kita akan laksanakan 6 sampai 9 Februari 2018, di halaman kantor PWI Sumbar,&#8221; kata Ketua Bhakti Sosial HPN Muhammad Nasir usai rapat di PWI pusat, Jakarta, Selasa (18/12).&nbsp;</p>
<p>Hadir dalam rapat itu, Ketua DKD PWI Sumbar, Basril Basyar dan Penasihat PWI Sumbar, Khairul Jasmi. Juga hadir Beniara, M. kes dari Dinas Kesehatan Sumbar. &nbsp; Kabiro Humas Pemprov Sumbar juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.</p>
<p>Jika dilakukan pemeriksaan secara mandiri di Rumah Sakit, biayanya relatif mahal. Minimal Rp500 ribu. &#8220;Ini deteksi dini jantung dan gratis,&#8221; kata Humas Pemprov Jasman dalam rapat tersebut.</p>
<p>Acara akan dihadiri Menkes dan ditinjau presiden. Lokasinya di halaman PWI jalan Bagindo Aziz Chan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Kemenkes imbau masyarakat agar melakukan cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktifitas fisik, diet yang sehat dan seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres (CERDIK) untuk mengendalikan faktor risiko PJK.</p>
<p>&#8220;Wartawan juga jangan lalai memeriksa kesehatan jantung,&#8221; ajak Beniara<b>.(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bsttt-wartawan-periksalah-jantung-anda/">​Sttt, Wartawan Periksalah Jantung Anda !</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/109 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:54:26 by W3 Total Cache
-->