<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#janssen Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/janssen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/janssen/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2021 23:13:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#janssen Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/janssen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Janssen dan Covidecia</title>
		<link>https://prokabar.com/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-janssen-dan-covidecia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2021 23:13:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#convedecia]]></category>
		<category><![CDATA[#covid]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#janssen]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar —Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) bagi vaksin COVID-19 yang mendapat EUA, yaitu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-janssen-dan-covidecia/">BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Janssen dan Covidecia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau </span><span class="s2">emergency use authorization</span><span class="s1"> (EUA) bagi vaksin COVID-19 yang mendapat EUA, yaitu Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> dan Vaksin Convidecia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Indikasi penggunaan kedua jenis vaksin ini adalah sama-sama untuk pencegahan COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 pada orang berusia 18 tahun ke atas, dengan pemberian sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 ml secara intramuscular.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala BPOM Penny K. Lukito menegaskan bahwa penerbitan EUA untuk kedua jenis vaksin ini juga telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat, dan juga mutunya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Badan POM selalu berkolaborasi bersama para pakar dalam memastikan pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin. Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin </span><span class="s2">Corona Virus Disease</span><span class="s1"> 2019 (COVID-19), Indonesia </span><span class="s2">Technical Advisory Group on Immunization </span><span class="s1">(ITAGI), serta asosiasi klinisi terkait,” terang Penny dilansir Rabu (8/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dari hasil kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari sisi keamanan, secara umum pemberian kedua vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Reaksi lokal maupun sistemik dari pemberian Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> menunjukkan tingkat keparahan </span><span class="s2">grade </span><span class="s1">1 dan 2. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Demikian pula dengan Vaksin Convidecia. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari pemberian Vaksin Convidecia menunjukkan reaksi ringan hingga sedang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">KIPI lokal yang umum terjadi, antara lain nyeri, kemerahan, dan pembengkakan, serta KIPI sistemik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah (</span><span class="s2">fatique</span><span class="s1">), nyeri otot (</span><span class="s2">myalgia</span><span class="s1">), mengantuk, mual (</span><span class="s2">nausea</span><span class="s1">), muntah, demam (</span><span class="s2">pyrexia</span><span class="s1">), dan diare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam hal efikasi, berdasarkan data interim studi klinik fase 3 pada 28 hari setelah pelaksanaan vaksinasi, efikasi Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> untuk mencegah semua gejala (</span><span class="s2">any symptom</span><span class="s1">) COVID-19 adalah sebesar 67,2 persen dan efikasi untuk mencegah gejala COVID-19 sedang hingga berat (</span><span class="s2">moderate to severe/critical)</span><span class="s1"> pada subjek di atas 18 tahun adalah sebesar 66,1 persen. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara untuk Vaksin Convidecia, efikasi vaksin untuk perlindungan pada semua gejala COVID-19 adalah sebesar 65,3 persen dan untuk perlindungan terhadap kasus COVID-19 berat adalah 90,1 persen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dari sisi mutu vaksin, Badan POM juga telah melakukan penilaian terhadap mutu kedua vaksin tersebut dengan mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara Internasional dan juga hasil evaluasi terhadap aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terhadap sarana produksi di Negara asal. Hasilnya, kedua vaksin tersebut telah memenuhi standar persyaratan mutu,” jelas Penny.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> adalah vaksin yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies dengan </span><span class="s2">platform Non-Replicating</span><span class="s1"> </span><span class="s2">Viral Vector</span><span class="s1"> menggunakan </span><span class="s2">vector</span><span class="s1"> Adenovirus (Ad26). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Vaksin ini diproduksi di beberapa fasilitas produksi, antara lain di Grand River USA, Aspen South Africa, dan Catalent Indiana, USA. Di Indonesia, vaksin ini didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara, Vaksin Convidecia merupakan vaksin yang dikembangkan oleh CanSino Biological Inc. dan Beijing </span><span class="s2">Institute of Biotechnology</span><span class="s1"> juga dengan </span><span class="s2">platform Non-Replicating</span><span class="s1"> </span><span class="s2">Viral Vector</span><span class="s1"> namun menggunakan </span><span class="s2">vector</span><span class="s1"> Adenovirus (Ad5). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Vaksin ini diproduksi oleh CanSino Biological Inc, China dan didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang izin EUA yang akan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin ini di Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedua vaksin ini juga sama-sama memerlukan kondisi penyimpanan pada suhu khusus, yaitu 2-8 derajat celcius. Khusus Janssen COVID-19 </span><span class="s2">Vaccine</span><span class="s1"> dapat juga disimpan pada suhu minus 20 derajat celcius.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Badan POM telah mengeluarkan EUA terhadap tujuh produk vaksin COVID-19, yaitu Vaksin CoronaVac (Sinovac), Vaksin COVID-19 Bio Farma, Vaksin AstraZeneca, Vaksin Sinopharm, Vaksin Moderna, Vaksin Comirnaty (Pfizer and BioNTech), dan Vaksin Sputnik-V. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-janssen-dan-covidecia/">BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Janssen dan Covidecia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/49 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:47:57 by W3 Total Cache
-->