<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#JamGadang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/jamgadang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/jamgadang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 11:57:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#JamGadang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/jamgadang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dirkeu PT Semen Padang Kemukakan Fakta Ilmiah Konstruksi Jam Gadang di Seminar Internasional</title>
		<link>https://prokabar.com/dirkeu-pt-semen-padang-kemukakan-fakta-ilmiah-konstruksi-jam-gadang-di-seminar-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 11:57:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bukitinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#seminarinternational]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar- Narasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan putih telur sebagai perekat utama kembali mendapat perhatian dalam Seminar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dirkeu-pt-semen-padang-kemukakan-fakta-ilmiah-konstruksi-jam-gadang-di-seminar-internasional/">Dirkeu PT Semen Padang Kemukakan Fakta Ilmiah Konstruksi Jam Gadang di Seminar Internasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar-</strong> Narasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan putih telur sebagai perekat utama kembali mendapat perhatian dalam Seminar Internasional bertajuk &#8220;Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam&#8221;. Seminar internasional tersebut digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p>Seminar yang menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai keynote speaker itu, juga menghadirkan diskusi panel dengan narasumber Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal, Diplomat Kementerian Luar Negeri Albert Abdi, dan Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas Muhammad Yusra bertindak sebagai moderator.</p>
<p>Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki posisi historis yang kuat dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran berharga sekaligus modal dalam membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara, termasuk Belanda.</p>
<p>Ia juga menawarkan sejumlah agenda kerja sama internasional, di antaranya pengembangan arsip digital sejarah Bukittinggi dan Indonesia–Belanda, jejaring penelitian internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, pengembangan museum digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, wisata sejarah, serta forum tahunan kota bersejarah dunia di Bukittinggi.</p>
<p>Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen melalui video yang diputar dalam seminar tersebut, menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk sebagai bagian dari perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).</p>
<p>Hubungan Belanda dan Indonesia, khususnya Minangkabau, terus terjalin melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi. Sementara itu, Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad.</p>
<p>Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Ia menilai peringatan ini tidak hanya memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta berbagai dampak positif lainnya bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia. Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Karena itu, identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan perlu terus dikedepankan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis yang menghadiri seminar tersebut menyampaikan pandangan menarik terkait sejarah pembangunan ikon Kota Bukittinggi itu.</p>
<p>Menurut Iskandar, kehebatan Jam Gadang sesungguhnya terletak pada kemampuannya bertahan hampir satu abad di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Ketahanan tersebut, menurutnya, jauh lebih menarik untuk dikaji dibanding berbagai mitos yang selama ini berkembang, termasuk cerita penggunaan putih telur maupun penyebutan Jam Gadang sebagai kembaran Big Ben.</p>
<p>Sebagai salah satu wilayah yang berada di jalur patahan aktif dan kerap mengalami gempa bumi besar, Sumatera Barat menghadirkan tantangan tersendiri bagi bangunan-bangunan bersejarah. Namun hingga kini, Jam Gadang tetap menjadi ikon Kota Bukittinggi sekaligus bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang diterapkan pada masanya.</p>
<p>&#8220;Kehebatan Jam Gadang bukan pada mitos putih telur, bukan pula karena disebut kembaran Big Ben. Kehebatan sesungguhnya adalah kemampuannya bertahan 100 tahun di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Itu merupakan bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang luar biasa,&#8221; ujar Iskandar.</p>
<p>Menurutnya, ketahanan struktur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jam Gadang telah menerapkan pendekatan teknik konstruksi yang maju. Karena itu, sejarah bangunan tersebut perlu dipahami berdasarkan hasil kajian ilmiah dan penelitian, bukan semata-mata cerita yang berkembang secara turun-temurun.</p>
<p>Dalam sesi diskusi, Iskandar kemudian menyinggung salah satu narasi yang selama ini populer di masyarakat, yaitu penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang.</p>
<p>Menurutnya, terdapat hasil penelitian yang justru menunjukkan fakta berbeda. Ia merujuk pada kajian The Construction and Structural Reliability of Jam Gadang yang dilakukan oleh Khadavi dan Yulcherlina dari Universitas Bung Hatta pada Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol. 1 No. 1 yang terbit pada Maret 2018.</p>
<p>Penelitian tersebut dilakukan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009. Meski sejumlah bangunan tua di sekitar Jam Gadang mengalami kerusakan berat, menara bersejarah itu tetap mampu mempertahankan integritas strukturnya. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dirkeu-pt-semen-padang-kemukakan-fakta-ilmiah-konstruksi-jam-gadang-di-seminar-internasional/">Dirkeu PT Semen Padang Kemukakan Fakta Ilmiah Konstruksi Jam Gadang di Seminar Internasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Bukittinggi Miliki Wisata Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/menparekraf-sandiaga-uno-sebut-bukittinggi-miliki-wisata-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 06:52:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#audyjoinaldi #lubangjapang]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[#sandiagauno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85927</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar.com &#8211; Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebut Bukittinggi memiliki destinasi dunia dan tulang punggung wisata Sumatra Barat. Cuaca pagi di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menparekraf-sandiaga-uno-sebut-bukittinggi-miliki-wisata-dunia/">Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Bukittinggi Miliki Wisata Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi,<a href="https://prokabar.com/"> Prokabar.com</a></strong> &#8211; Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebut Bukittinggi memiliki destinasi dunia dan tulang punggung wisata Sumatra Barat.</p>
<p>Cuaca pagi di Bukittinggi begitu cerah dan sejuk saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengunjungi Jam Gadang, Kamis (22/4/2021).</p>
<p>Turut mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, Walikota Bukittinggi Erman Safar, Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi dan para pejabat lainnya.</p>
<p>Sandiaga Uno beserta rombongan berjalan kaki menuju Jam Gadang, Monumen Kebanggaan Kota Bukittinggi.</p>
<p>&#8220;Tidak salah rasanya Jam Gadang menjadi simbol kota ini. Bangunan peninggalan era Hindia-Belanda tersebut daya tarik bagi para wisatawan untuk ingin melihat Jam Gadang yang sangat eksotik,&#8221; kata Sandiaga Uno.</p>
<p><strong>Baca Juga;</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/padang-bukittinggi-mantap-lewat-malalak/"><strong>Padang – Bukittinggi, Mantap Lewat Malalak</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/setelah-sebulan-nihil-kasus-positif-covid-19-di-bukittinggi-bertambah-4-orang/"><strong>Setelah Sebulan Nihil, Kasus Positif Covid-19 di Bukittinggi Bertambah 4 Orang</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/polres-bukittinggi-bagikan-800-botol-hand-sanitizer-ke-pengendara/"><strong>Polres Bukittinggi Bagikan 800 Botol Hand Sanitizer Ke Pengendara</strong></a></li>
</ul>
<p>Tanpa meninggalkan momen, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu langsung mengabadikan melalui kamera HP untuk berfoto selfi di atas Jam Gadang.</p>
<p>&#8220;Dari atas Jam Gadang terlihat pemandangan yang sangat cantik membawa perasaan tenang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada suatu kemegahan tersendiri melihat gunung Merapi dan Singgalang,&#8221; ucapnya.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/ramadhan/menjaga-komitmen-moral-selama-ramadhan/"><strong>Menjaga Komitmen Moral Selama Ramadhan</strong></a></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/soeharto-bangun-999-masjid-dari-sedekah-umat-islam/">Soeharto Bangun 999 Masjid dari Sedekah Umat Islam</a></strong></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/sastra/lantunan-indah-para-gadis-di-malam-pertama-ramadhan/"><strong>Lantunan Indah Para Gadis di Malam Pertama Ramadhan</strong></a></li>
</ul>
<p>Selanjutnya rombongan juga mengunjungi Taman Panorama Ngarai Sianok dan Gua Jepang yang merupakan destinasi unggulan dari kota Bukittinggi.</p>
<p>Di hadapan awak media Sandiaga Uno menyebutkan Kota Bukittinggi memiliki destinasi dunia dan tulang punggung wisata di Sumbar.</p>
<figure id="attachment_85928" aria-describedby="caption-attachment-85928" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210422_134235.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-85928" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210422_134235.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210422_134235.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210422_134235-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><figcaption id="caption-attachment-85928" class="wp-caption-text">Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Wagub Sumbar Audy Joinaldi saat mengunjungi Lubang Japang.</figcaption></figure>
<h3><strong>Geopark Nasional dan Sandiaga Uno</strong></h3>
<p>Kemudian, Wagub Sumbar Audy Joinaldy menambahkan, selain Bukittinggi kota wisata, Sumbar juga merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak geopark dan tiga sudah masuk nasional dan empatnya sedang proses.</p>
<p>Sumbar memiliki tujuh geopark dan ini bisa menjadi geopark series. Dengan adanya geopark series ini tentu banyak iven yang bisa kita lakukan seperti iven sport.</p>
<p>“Semoga dengan semangat pak menteri ini, dapat menggairahkan kembali pariwisata di Sumbar,” harap Audy. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menparekraf-sandiaga-uno-sebut-bukittinggi-miliki-wisata-dunia/">Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Bukittinggi Miliki Wisata Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak ada Perayaan Tahun Baru, Pedestrian Dipagar, Jam Gadang Ditutup Kain Putih</title>
		<link>https://prokabar.com/tak-ada-perayaan-tahun-baru-pedestrian-dipagar-jam-gadang-ditutup-kain-putih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2020 11:30:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#TahunBaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan tidak ada perayaan tahun baru di Kota Wisata, apalagi masih dalam pandemi covid-19. Komitmen itu dibuktikan dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-ada-perayaan-tahun-baru-pedestrian-dipagar-jam-gadang-ditutup-kain-putih/">Tak ada Perayaan Tahun Baru, Pedestrian Dipagar, Jam Gadang Ditutup Kain Putih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar &#8211;</strong> Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan tidak ada perayaan tahun baru di Kota Wisata, apalagi masih dalam pandemi covid-19.</p>
<p>Komitmen itu dibuktikan dengan ditutupnya empat sisi Jam Gadang dengan kain putih dan kawasan pedestrian sekeliling pusat kota itu dibatasi pagar pembatas, Kamis (31/12).</p>
<p>Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, sesuai edaran Kapolri dan edaran Gubernur Sumatra Barat, sejak 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, Pemko Bukittinggi juga menutup semua objek wisata berbayar. Bahkan, “jantung” kota Jam Gadang, diselimuti kain putih dan kawasan pedestrian disetrilkan dari pengunjung.</p>
<p>“Pagi ini kita sudah tutup Jam Gadang, sekeliling pedestrian juga sudah dipasang pagar pembatas. Kami harap masyarakat memaklumi ini, sebagai bentuk antisipasi penyebaran covid-19 dan penegasan juga bahwa kita di Bukittinggi tidak menyelengarakan perayaan tahun baru,” jelas Ramlan didampingi Kapolres Bukittinggi, Dandim 0304 Agam dan Sekda.</p>
<p>Selain itu, arus lalu lintas masuk Kota Bukittinggi pada hari ini (Kamis -red) mulai pukul 16.00 WIB akan ditutup hingga pukul 01.00 WIB. Selanjutnya, petugas akan melihat situasi untuk tetap mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di Bukittinggi.</p>
<p>“Kami pun di pemerintah kota, mendukung penuh operasi yustisi. Sehingga kami terus himbau masyarakat dan pengunjung untuk tetap menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Bagi yang kedapatan melanggar, akan diberi peringatan hingga ditindak tegas sesuai perda AKB No 06 tahun 2020,” jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-ada-perayaan-tahun-baru-pedestrian-dipagar-jam-gadang-ditutup-kain-putih/">Tak ada Perayaan Tahun Baru, Pedestrian Dipagar, Jam Gadang Ditutup Kain Putih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran, Taman-taman di Bukittinggi Dipadati Pengunjung</title>
		<link>https://prokabar.com/lebaran-taman-taman-di-bukittinggi-dipadati-pengunjung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2019 00:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran 2019]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#lebaran2019]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=39123</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Wisatawan dari berbagai daerah memadati taman-taman di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mengisi waktu libur Lebaran 1440 Hijriah. Pantauan di Taman Monumen...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lebaran-taman-taman-di-bukittinggi-dipadati-pengunjung/">Lebaran, Taman-taman di Bukittinggi Dipadati Pengunjung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar &#8211; </strong>Wisatawan dari berbagai daerah memadati taman-taman di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mengisi waktu libur Lebaran 1440 Hijriah.</p>
<p>Pantauan di Taman Monumen Bung Hatta, taman Tugu Pahlawan Tak dikenal dan taman Jam Gadang tampak padat oleh pengunjung.</p>
<p>Salah seorang warga Sumbar yang merantau di Pekanbaru Yusni (41) di Bukittinggi, mengatakan berwisata ke taman di Bukittinggi membawa keluarga mengisi waktu libur.</p>
<p>Menurutnya masa libur setelah hari pertama dan ke dua Lebaran cocok diisi dengan berkunjung ke objek wisata di kampung halamannya tersebut.</p>
<p>&#8220;Sambil menikmati kuliner yang sudah lama tidak dicicipi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Wisatawan lainnya dari Jakarta Ario (31) mengatakan Bukittinggi menjadi tujuan liburannya kali ini untuk menikmati kuliner dan wisata daerah tersebut.</p>
<p>Ia mengatakan sudah pernah ke Bukittinggi beberapa tahun lalu dan kali ini berkunjung kembali untuk bisa menikmati langsung pembenahan yang telah dilakukan pemerintah setempat di objek wisata-objek wisata daerah itu.</p>
<p>Di taman-taman tersebut tampak pengunjung ramai berswafoto dengan latar Jam Gadang, patung Bung Hatta dan objek lainnya yang ada di lokasi tersebut.</p>
<p>Sementara di jalan utama yang mengarah ke pusat kota Bukittinggi kondisi lalu lintas juga padat oleh kendaraan namun arus lalu lintas tetap bergerak meski dengan perlahan.</p>
<p>Beberapa jalan yang menuju pusat kota yang terpantau padat yaitu Jalan Sutan Syahrir, Jalan Sudirman, Jalan Laras Datuk Bandaro dan Jalan Istana.</p>
<p>Di titik-titik persimpangan personel kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat sudah berjaga untuk mengatur arus lalu lintas dan memberi arahan pada pengendara mengenai rekayasa lalu lintas yang diterapkan<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lebaran-taman-taman-di-bukittinggi-dipadati-pengunjung/">Lebaran, Taman-taman di Bukittinggi Dipadati Pengunjung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ingin Ibadah warga Terganggu, Air Mancur Menari Jam Gadang Dimatikan Selama Ramadan</title>
		<link>https://prokabar.com/tak-ingin-ibadah-warga-terganggu-air-mancur-menari-jam-gadang-dimatikan-selama-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2019 04:13:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadan 1440 H]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadan1440H]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=36515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Agar masyarakat fokus beribadah, Pemerintah Kota Bukittinggi, mematikan sementara Air Mancur Menari yang berada di kawasan Jam Gadang selama bulan Ramadan....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-ingin-ibadah-warga-terganggu-air-mancur-menari-jam-gadang-dimatikan-selama-ramadan/">Tak Ingin Ibadah warga Terganggu, Air Mancur Menari Jam Gadang Dimatikan Selama Ramadan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar &#8211;</strong> Agar masyarakat fokus beribadah, Pemerintah Kota Bukittinggi, mematikan sementara Air Mancur Menari yang berada di kawasan Jam Gadang selama bulan Ramadan.</p>
<p>&#8220;Kami telah mengambil kebijakan selama Ramadan air mancur itu tidak dihidupkan agar konsentrasi masyarakat tidak terganggu,&#8221; kata Wakil Wali Kota Bukittiggi Irwandi, Kamis (9/5).</p>
<p>Ia menjelaskan pada hari biasa air mancur menari itu dihidupkan pada rentang waktu pukul 19.00 hingga 21.30 Wibagar menjadi daya tarik pada malam hari di jantung Ibu Kota Bukittinggi.</p>
<p>N0amun pada Ramadhan ini rentang waktu itu umat Islam sedang melaksanakan ibadah tarwihmaka dimatikan dulu agar tidak mengganggu masyarakat yang sedang beribadah.</p>
<p>Ia meyakinikeputusan mematikan air mancur menari itu selama Ramadhan tidak akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke kota itu.</p>
<p>&#8220;Air mancur menari itu hanya salah satu penambah kecantikan kawasan Jam Gadang, jadi saya yakin tidak akan berdampak pada kunjungan wisata kita,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Sesuai pertimbangan pemerintah kota, nantinya seminggu jelang Lebaran air mancur menari itu akan kembali dihidupkan, karena pada saat itu kunjungan wisatawan juga akan lebih banyak, karena menjadi daya tarik wisatawan saat malam hari.</p>
<p>Sementara Wakil Gubernur SumbarNasrul Abit menyambut baik kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Bukittinggikarena selama Ramadhan masyarakat memang harus fokus kepada ibadah.</p>
<p>Dengan adanya daya tarik baru di kawasan Jam Gadang, ia berpesan agar Pemkot Bukittinggi dapat mengantisipasi kepadatan lalu lintas di kawasan itu, terutama jelang, saat dan sesudah Lebaran.</p>
<p>&#8220;Pasti banyak masyarakat yang berkunjung ke kota itu, terutama setelah direnovasi. Jadi harus ada langkah antisipasi,&#8221; kata dia. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-ingin-ibadah-warga-terganggu-air-mancur-menari-jam-gadang-dimatikan-selama-ramadan/">Tak Ingin Ibadah warga Terganggu, Air Mancur Menari Jam Gadang Dimatikan Selama Ramadan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jam Gadang Dengan Air Mancur Menari Ikon Baru Bukittinggi</title>
		<link>https://prokabar.com/jam-gadang-dengan-air-mancur-menari-ikon-baru-bukittinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2019 11:25:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Masyarakat kini bisa menyaksikan wajah baru Jam Gadang yang bermandikan cahaya warna warni dengan air mancur yang menari. Hal itu seiring...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jam-gadang-dengan-air-mancur-menari-ikon-baru-bukittinggi/">Jam Gadang Dengan Air Mancur Menari Ikon Baru Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Bukittinggi, Prokabar &#8211;</strong> Masyarakat kini bisa menyaksikan wajah baru Jam Gadang yang bermandikan cahaya warna warni dengan air mancur yang menari.</p>
<p dir="ltr">Hal itu seiring diresmikannya pedestrian Jam Gadang oleh Pemko Bukittinggi, Sabtu (16/2) malam. Menariknya, saat diresmikan kawasan Jam Gadang jadi lautan manusia, yang tak ditemui saat malam minggu biasanya.</p>
<p dir="ltr">Kepadatan manusia tidak hanya terjadi di kawasan Jam Gadang saja, tapi mengular hingga ke kawasan Tugu Pahlawan Tak Dikenal. Dari arah lain, kepadatan itu juga terjadi hingga ke depan Hotel Novotel.</p>
</div>
<figure id="attachment_30706" aria-describedby="caption-attachment-30706" style="width: 670px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/420e3adbdf18976e0e959744e501493a6276e2fd.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-30706" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/420e3adbdf18976e0e959744e501493a6276e2fd.jpg" alt="Lautan manusia saat menyaksikan peresmian pedestrian Jam Gadang." width="670" height="370" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/420e3adbdf18976e0e959744e501493a6276e2fd.jpg 670w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/02/420e3adbdf18976e0e959744e501493a6276e2fd-300x166.jpg 300w" sizes="(max-width: 670px) 100vw, 670px" /></a><figcaption id="caption-attachment-30706" class="wp-caption-text">Lautan manusia saat menyaksikan peresmian pedestrian Jam Gadang.</figcaption></figure>
<p dir="ltr">
Sementara itu, tumpukan kendaraan roda dua dan roda empat terjadi di sebagian besar jalan yang mengarah ke jalan Jam Gadang. Kondisi ini membuat kawasan Jam Gadang dikepung macet.</p>
<p dir="ltr">Kemacetan terparah terjadi di Jalan Sudirman. Antrean kendaraan sudah terjadi di kawasan lampu merah Lapangan Kantin hingga ke depan Kantor DPRD Bukittinggi. Bahkan untuk melancarkan arus lalu lintas, petugas memblokir jalan menuju Jam Gadang dan mengalihkannya ke Jalan Panorama.</p>
<p dir="ltr">Dari kawasan Pasar Banto,Pasar Bawah hingga ke Jalan Proklamasi juga terpantau padat kendaraan. Bahkan ada beberapa titik di kawasan Pasar Bawah dijadikan lokasi parkir mobil, karena kendaraan roda empat tak bisa bergerak menuju kawasan Jam Gadang.</p>
<p dir="ltr">Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyebut, Pemko Bukittinggi sengaja melakukan acara peresmian pada malam hari, karena ada dua spot yang menjadi unggulan dan tampak indah jika dilihat pada malam hari.</p>
<p dir="ltr">Dua spot yang dimaksud adalah Dancing Fountain atau yang lebih populer disebut air mancur menari. Air mancur ini akan terlihat berwarna-warni pada malam hari dan menari seperti mengikuti irama musik. Kemudian spot yang satu lagi adalah air terjun bertingkat berukuran mini. Spot ini akan tampak cantik pada malam hari, karena penuh warna-warni.<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jam-gadang-dengan-air-mancur-menari-ikon-baru-bukittinggi/">Jam Gadang Dengan Air Mancur Menari Ikon Baru Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lomba Foto Untuk Promosikan Tampilan Baru Jam Gadang</title>
		<link>https://prokabar.com/lomba-foto-untuk-promosikan-tampilan-baru-jam-gadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2019 08:02:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=30596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Untuk mempromosikan tampilan baru pedestrian Jam Gadang yang telah selesai direvitalisasi, Pemerintah Kota Bukittinggi, mengadakan lomba foto. &#8220;Pedestrian Jam Gadang diresmikan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lomba-foto-untuk-promosikan-tampilan-baru-jam-gadang/">Lomba Foto Untuk Promosikan Tampilan Baru Jam Gadang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar &#8211;</strong> Untuk mempromosikan tampilan baru pedestrian Jam Gadang yang telah selesai direvitalisasi, Pemerintah Kota Bukittinggi, mengadakan lomba foto.</p>
<p>&#8220;Pedestrian Jam Gadang diresmikan 16 Februari 2019 malam. Nanti ada lomba foto untuk membantu mempromosikan,&#8221; kata Walikota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias di Bukittinggi, Jumat (15/2).</p>
<p>Peresmian dilakukan malam hari untuk menunjukkan objek baru yang tersedia di pedestrian usai revitalisasi yang hanya dapat dinikmati pada malam hari yaitu lampu-lampu taman dan &#8220;dancing fountain&#8221;.</p>
<p>Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi, Linda Faroza menambahkan lomba foto dilaksanakan bekerja sama dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPi) setempat.</p>
<p>Pengambilan foto dilakukan mulai 15 sampai 17 Februari 2019 dengan tema New Face of Jam Gadang berupa karya asli dan tanpa editan.</p>
<p>Sementara pengumpulan foto dilakukan melalui Disparpora Bukittinggi pada 17 dan 18 Februari 2019.</p>
<p>&#8220;Lomba bisa diikuti siapa saja baik pelajar maupun umum dan foto yang diambil hanya di area pedestrian saja. Foto harus karya asli dari peserta yang mengirimkan foto,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, pedestrian Jam Gadang ditutup untuk umum sejak Juli 2018 untuk perbaikan lantai, taman dan pembangunan fasilitas baru.</p>
<p>Usai renovasi pedestrian Jam Gadang diperkirakan dapat menampung hingga seribu pengunjung, lebih ramah bagi warga disabilitas dan anak serta memiliki sejumlah fasilitas baru.</p>
<p>Area pedestrian Jam Gadang selanjutnya juga akan menyatu dengan halaman Pertokoan Pasar Atas yang saat ini sedang dalam pembangunan usai terbakar pada penghujung Oktober 2017.<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lomba-foto-untuk-promosikan-tampilan-baru-jam-gadang/">Lomba Foto Untuk Promosikan Tampilan Baru Jam Gadang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua Asita Sumbar Imbau Seluruh Daerah Benahi Objek Wisata</title>
		<link>https://prokabar.com/ketua-asita-sumbar-imbau-seluruh-daerah-benahi-objek-wisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2019 13:38:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=28248</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar Ian Hanafiah mengimbau seluruh daerah di Sumbar untuk segera membenahi objek wisata yang ada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketua-asita-sumbar-imbau-seluruh-daerah-benahi-objek-wisata/">Ketua Asita Sumbar Imbau Seluruh Daerah Benahi Objek Wisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar Ian Hanafiah mengimbau seluruh daerah di Sumbar untuk segera membenahi objek wisata yang ada di daerah masing-masing.</p>
<p>Dia mengatakan, seperti yang dilakukan Pemko Bukittinggi dengan membenahi Jam Gadang harus diikuti oleh objek wisata lain yang ada di Sumbar.</p>
<p>Seperti diketahui, Pemko Bukittinggi terus membenahi objek wisata Jam Gadang, walaupun belum rampung 100 persen keindahan destinasi unggulan Kota Bukittinggi itu sudah membuat ramai pengguna media sosial dengan video keindahan jam peninggalan Belanda itu.</p>
<p>Mereka tak sabar ingin menikmati Jam Gadang dikelilingi air mancur dengan kelap kelip lampu.</p>
<p>Keindahannya bisa menarik pengunjung dan memikat pengunjung objek wisata lain di Sumatera Barat (Sumbar). Dalam artian Jam Gadang bisa saja merebut pengunjung objek wisata lain di Sumbar.</p>
<p>Walaupun dalam satu kesatuan pariwisata Sumbar, namun objek wisata lain juga harus berbenah jika tidak mau ketinggalan.</p>
<p>&#8220;Mandeh juga sudah bagus jalannya, objek wisata lain yang ada di Sumbar harus berbenah jika tidak ingin ketinggalan dari Bukittinggi,&#8221; ujarnya, Kamis (10/1) di Padang.</p>
<p>Menurutnya, masing-masing daerah yang melakukan pembenahan terhadap objek wisata akan memberikan dampak positif terhadap pariwisata secara keseluruhan (Sumbar).</p>
<p>Sebab rata-rata wisata tidak hanya menikmati satu objek wisata saat melakukan kunjungan. Sebaliknya jika objek wisata buruk maka akan berdampak kepada yang lain.</p>
<p>&#8220;Objek wisata yang berbenah tentu saja berpengaruh kepada kenaikan pengunjung sebab pengunjung ingin tahu apasih yang baru dari objek wisata yang dibenahi. Tapi wisatawan luar mereka tidak hanya ingin menikmati satu objek saja, rata-rata kunjungan mereka tiga hari dengan objek berbeda,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Berbenahnya Jam Gadang akan memberikan dampak positif terhadap pariwisata Sumbar. &#8220;Pariwisata itu sifat memperngaruhi yang lain, jika ada satu objek wisata saja yang bermasalah seperti parkir liar, preman, main pakuak maka akan berdampak kepada yang lain. Sumbar secara keseluruhan akan cacat dimata wisatawan,&#8221; ulas Ian.</p>
<p>Untuk itu, dia berharap setiap daerah berpacu memperbaiki dan membenahi objek wisata yang ada. Tidak hanya fisik namun juga pelayanan yang melibatkan masyarakat dilokasi pariwisata<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketua-asita-sumbar-imbau-seluruh-daerah-benahi-objek-wisata/">Ketua Asita Sumbar Imbau Seluruh Daerah Benahi Objek Wisata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Minta Jam Gadang Ditutup Saat Pergantian Tahun</title>
		<link>https://prokabar.com/dprd-minta-jam-gadang-ditutup-saat-pergantian-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2018 10:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bukittinggi meminta Pemko Bukittinggi tak membuka kawasan Pedestrian Jam Gadang saat momen pergantian tahun pada 31...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dprd-minta-jam-gadang-ditutup-saat-pergantian-tahun/">DPRD Minta Jam Gadang Ditutup Saat Pergantian Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar &#8211;</strong> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bukittinggi meminta Pemko Bukittinggi tak membuka kawasan Pedestrian Jam Gadang saat momen pergantian tahun pada 31 Desember 2018 mendatang.</p>
<p>Hal itu diungkapkan oleh Komisi III DPRD Bukittinggi, Rusdi Nurman. Ia mengatakan, langkah tersebut layak diambil untuk menyelematkan aset berharga kota wisata itu.</p>
<p>&#8220;Secara riil Pedestrian kan belum selesai 100 persen, baiknya ya ditutup hingga betul-betul selesai, nanti bisa rusak kalau berbondong-bondong yang ke sana,&#8221; katanya, Rabu (26/12).</p>
<p>Rusdi mengharapkan, kondisi ini bisa dipahami secara menyeluruh agar aset Pedestrian itu tak rusak.</p>
<p>&#8220;Ini tentang menjaga aset yang ada, kan lebih optimal dibuka saat sudah betul-betul selesai dan tidak dipaksakan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Saat ini, pengerjaan Pedestrian Jam Gadang yang menghabiskan dana sebesar 16,4 rupiah itu memang belum selesai sepenuhnya. Pemko Bukittinggi menargetkan hal ini selesai sebelum pergantian tahun.</p>
<p>Saat ini terlihat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di kawasan tersebut dan belum ada jawaban resmi dari Wali Kota apakah Jam Gadang akan dibuka atau tidak.</p>
<p>Selama ini, setiap pergantian tahun, Jam Gadang merupakan pusat titik kumpul di Bukittinggi yang bisa dikunjungi ribuan orang saat momen itu.<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dprd-minta-jam-gadang-ditutup-saat-pergantian-tahun/">DPRD Minta Jam Gadang Ditutup Saat Pergantian Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wajah Baru Jam Gadang Segera Dibuka Untuk Umum</title>
		<link>https://prokabar.com/wajah-baru-jam-gadang-segera-dibuka-untuk-umum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2018 03:50:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27026</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Pemko Bukittinggi memastikan kawasan Jam Gadang akan dibuka untuk umum pada awal tahun 2019 mendatang. Meski demikian, Pemko Bukittinggi juga masih mempertimbangkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wajah-baru-jam-gadang-segera-dibuka-untuk-umum/">Wajah Baru Jam Gadang Segera Dibuka Untuk Umum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Bukittinggi, Prokabar</strong> &#8211; Pemko Bukittinggi memastikan kawasan Jam Gadang akan dibuka untuk umum pada awal tahun 2019 mendatang. Meski demikian, Pemko Bukittinggi juga masih mempertimbangkan untuk membuka kawasan Jam Gadang lebih awal.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Lagi kita berfikir,&#8221; ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias kompilasi yang disetujui oleh kawasan Gadang akan dibuka saat malam tahun baru.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Menurut Ramlan, saat ini proses revitalisasi pejalan kaki Jam Gadang itu baru mencapai 90 persen, dan sesuai kontrak kerja ditarget selesai pada 29 Desember 2018 mendatang.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">
&#8220;Masalah lampu, akan dipasang dalam beberapa hari lagi. Nanti juga akan ada air terjun yang akan diujicoba sekitar 4 hari lagi,&#8221; ulas Ramlan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ia memenangkan, Pemko Bukittinggi tidak akan mengadakan acara tahun baru, karena menurutnya hal itu melanggar budaya Minangkabau. Ia mengimbau masyarakat Bukittinggi untuk meramaikan tempat ibadah pada saat malam tahun baru.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Meskipun pemerintah tidak mendukung tahun baru, namun Ramlan juga memutuskan bahwa Pemko Bukittinggi juga tidak mungkin meminta pengunjung untuk datang ke Kota Bukittinggi.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Malam tahun baru Bukittinggi diserbu orang. Itu tidak mungkin kita halang. Namun untuk antisipasinya kami akan persiapkan petugas agar aman dan kondusif,&#8221; jelas Ramlan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Meski kawasan Jam Gadang belum dibuka, tetapi wajah baru Jam Gadang yang dibuka air mancur warna-warni menjadi viral di media sosial.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Namun, pengunjung tidak dapat memulai setiap hari, namun hanya dapat menonton disaat uji coba, yang diaktifkan tidak dapat ditebak. Ini semakin membuat banyak orang jadi penasaran, seperti apa mau wajah baru kawasan Jam Gadang. <strong>(*/mbb)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wajah-baru-jam-gadang-segera-dibuka-untuk-umum/">Wajah Baru Jam Gadang Segera Dibuka Untuk Umum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Polemik, Pemko Bukittinggi Ubah Desain Pedestrian Jam Gadang</title>
		<link>https://prokabar.com/cegah-polemik-pemko-bukittinggi-ubah-desain-pedestrian-jam-gadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2018 07:48:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=20707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Meski telah dibantah berbentuk mata dajjal, Pemerintah Kota Bukittinggi akhirnya menyerah setelah dibully banyak pihak terkait desain Pedestrian Jam Gadang. Desain...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-polemik-pemko-bukittinggi-ubah-desain-pedestrian-jam-gadang/">Cegah Polemik, Pemko Bukittinggi Ubah Desain Pedestrian Jam Gadang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar</strong> &#8211; Meski telah dibantah berbentuk mata dajjal, Pemerintah Kota Bukittinggi akhirnya menyerah setelah dibully banyak pihak terkait desain Pedestrian Jam Gadang. Desain itu pun akhirnya sepakat diubah.</p>
<p>Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi Rusdi Nurman menyebut, keputusan itu disepakati setelah ada pertemuan dengan pihak Pemko.</p>
<p>&#8220;Desainnya sedikit diubah, terutama di bagian yang menghebohkan itu,&#8221; sebut Rusdi Nurman saat, Selasa (9/10).</p>
<p>Politisi Partai Demokrat itu menyebut, perubahan desain diharapkan mengakhiri polemik di tengah masyarakat dan tak ada lagi yang mengaitkan dengan mata dajjal maupun simbol iluminati.</p>
<p>&#8220;Walau diubah, tak berarti itu pembenaran. Tak ada simbol itu, ini untuk mencegah polemik berkepanjangan di tengah masyarakat dan kita tak menyalahkan siapapun,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kota Bukittinggi dihebohkan setelah muncul foto desain pedestrian Jam Gadang di media sosial. Desain Jam Gadang pada bagian tengah, dianggap netizen mengadopsi simbol Dajjal. Pemerintah Kota Bukittinggi lewat Kepala Bagian Humas Bukittinggi Yulman membantah keras hal ini.</p>
<p>Menurutnya, desain berbentuk elips yang beredar di media sosial adalah sesuatu yang salah sebab desain asli berbentuk lingkaran.</p>
<p>&#8220;Itu bukan elips, tapi berbentuk lingkaran. Yang beredar itu kan foto dari maket atau kertas yang diambil, bukan desain aslinya. Kami tak mungkin mendesain seperti itu, kami juga takut dosa,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Saat ini Taman Pedestrian Jam Gadang tengah direvitalisasi Pemerintah Kota Bukittinggi dengan menghabiskan anggaran sekitara 16,4 miliar rupiah dan ditargetkan selesai sebelum pergantian tahun ini<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-polemik-pemko-bukittinggi-ubah-desain-pedestrian-jam-gadang/">Cegah Polemik, Pemko Bukittinggi Ubah Desain Pedestrian Jam Gadang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desain Taman Jam Gadang Disebut Menyerupai Mata Dajjal, Ini Kata Pemko Bukittinggi</title>
		<link>https://prokabar.com/desain-taman-jam-gadang-disebut-menyerupai-mata-dajjal-ini-kata-pemko-bukittinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2018 15:10:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=20237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Beberapa waktu belakangan jagat netizen dihebohkan dengan beredarnya desain taman Jam Gadang yang disebut mirip mata Dajjal. Namun Pemerintah Kota Bukittinggi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/desain-taman-jam-gadang-disebut-menyerupai-mata-dajjal-ini-kata-pemko-bukittinggi/">Desain Taman Jam Gadang Disebut Menyerupai Mata Dajjal, Ini Kata Pemko Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar</strong> &#8211; Beberapa waktu belakangan jagat netizen dihebohkan dengan beredarnya desain taman Jam Gadang yang disebut mirip mata Dajjal.</p>
<p>Namun Pemerintah Kota Bukittinggi membantah keras tudingan sejumlah netizen di media sosial terkait adanya sketsa Taman Pedestrian Jam Gadang yang mirip dengan simbol Illuminati maupun mata Dajjal itu.</p>
<p>Kepala Bagian Humas Pemko Bukittinggi Yulman menyebut, hal ini sama sekali tak bisa dibenarkan.</p>
<p>&#8220;Tak benar itu, tak mungkin ada simbol seperti itu, tak mungkin pula disengajakan,&#8221; ucap Yulman, Rabu (3/10).</p>
<p>Yulman menyebut, desain asli Jam Gadang, berbentuk bulat, bukan elips seperti kata netizen.</p>
<p>&#8220;Desain yang mengelilingi Jam Gadang itu berbentuk bulat, yang beredar itu kan gambar dari kertas yang difoto, makanya berbentuk elips karena cara pengambilannya seperti itu,&#8221; sebut Yulman.</p>
<p>Ia mengharapkan, warga tak latah bermedia sosial dan bijak menyikapi setiap persoalan</p>
<p>&#8220;Pokoknya tak benar itu, hati-hati, jangan asal berkomentar,&#8221; ucap Yulman mengingatkan.</p>
<p>Menurutnya, Pemko Bukittinggi tidak punya niat yang tidak baik dalam merancang dan membangun kawasan Jam Gadang.</p>
<p>&#8220;Kami juga takut dosa dan saya yakin tidak ada yang begitu nekat untuk merancang mata dajjal di tempat itu. Jadi tolong ditanggapi dengan cerdas dan tidak memancing gesekan dalam kehidupan masyarakat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya netizen di Bukittinggi dihebohkan dengan sketsa desain Taman Pedestrian Jam Gadang yang beredar luas di media sosial.</p>
<p>Seperti pantauan di akun instagram @bukittinggiku yang ikut mengunggah sketsa tersebut pada Rabu pagi 3 Oktober 2018, banyak netizen menyebut jika gambar elips di bagian desain identik simbol illuminati ataupun mata dajjal.</p>
<p>&#8220;Menyerupai Illuminati (dajjal)&#8221; tulis akun @rbagusapriandi20 dalam kolom komentar.</p>
<p>&#8220;Maaf sebelumnya damin, kalo menurut saya, kenapa harus dilonjongkan seperti mata, apa salah nya dibikin bulat aja damin, atau gak mengikuti bentuk jam gadang yang kakinya persegi, dri pada kayak mata dajjal itu damin, setidaknya kita menghindari hal itu&#8221; tanya akun @azizah 9412.</p>
<p>Kendati demikian, banyak juga netizen mengaku tak mempersoalkan masalah itu.</p>
<p>&#8220;Bentuk lonjong dibilang dajjal?prihatin saya&#8221; tulis akun @farizariansyah<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/desain-taman-jam-gadang-disebut-menyerupai-mata-dajjal-ini-kata-pemko-bukittinggi/">Desain Taman Jam Gadang Disebut Menyerupai Mata Dajjal, Ini Kata Pemko Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>H+4 Jam Gadang dan Kebun Binatang Bukittinggi, Luar Biasa Ramai</title>
		<link>https://prokabar.com/h4-jam-gadang-dan-kebun-binatang-bukittinggi-luar-biasa-ramai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2018 10:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#KebunBinatang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=10584</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Libur lebaran hari Ke empat di Bukittinggi masih ramai dipadati wisatawan. Selain perantau, pengunjung didominasi dari asal Sumatera Utara, Riau dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/h4-jam-gadang-dan-kebun-binatang-bukittinggi-luar-biasa-ramai/">H+4 Jam Gadang dan Kebun Binatang Bukittinggi, Luar Biasa Ramai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukittinggi, Prokabar &#8211;</strong> Libur lebaran hari Ke empat di Bukittinggi masih ramai dipadati wisatawan. Selain perantau, pengunjung didominasi dari asal Sumatera Utara, Riau dan Jakarta.</p>
<figure id="attachment_10592" aria-describedby="caption-attachment-10592" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-10592 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/1-12.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/1-12.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/1-12-300x225.jpeg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10592" class="wp-caption-text">Palang dan Jam Gadang Bukitinggi (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<figure id="attachment_10593" aria-describedby="caption-attachment-10593" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10593 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/2-8.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/2-8.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/2-8-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10593" class="wp-caption-text">Suasana pengunjung memadati objek wisata Jam Gadang Bukittinggi, Senin Siang (18/06/2018). (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>Anton berserta istri dan dua anaknya, wisatawan asal Riau contohnya, mengaku di Prokabar kebetulan makan di kedai Sate Jam Gadang, sengaja berlibur ke Bukittinggi karena memang strategis menikmati ragam sajian wisatanya. Selain pemandangan dan udaranya sangat sejuk, objek wisata kebun binatang, Museum peninggalan bersejarah sebagai edukasi serta berbagai buah tangan yang memuaskan hati.</p>
<figure id="attachment_10594" aria-describedby="caption-attachment-10594" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10594 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/3-7.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/3-7.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/3-7-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10594" class="wp-caption-text">Pengunjung memadati dan melintasi Jam Gadang. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<figure id="attachment_10595" aria-describedby="caption-attachment-10595" style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10595 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/4-4.jpeg" alt="" width="480" height="640" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/4-4.jpeg 480w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/4-4-225x300.jpeg 225w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-10595" class="wp-caption-text">Jam Gadang dan Suasana pengunjung di Sekitar Taman. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kami sangat menikmati wisata di Bukittinggi. Penginapan yang bagus, serta lengkapnya berbagai objek wisata edukasi. Mulai sejarah, pengetahuan umum, kebun binatang serta kuliner dan buah tangan yang dapat kami bawa pulang ke rumah,&#8221; lanjut Anton.</p>
<figure id="attachment_10596" aria-describedby="caption-attachment-10596" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10596 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/5-2.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/5-2.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/5-2-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10596" class="wp-caption-text">Suasana di Kebun Binatang, Seekor Gajah menghibur pengunjung bersama petugas. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<figure id="attachment_10597" aria-describedby="caption-attachment-10597" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10597 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/6-2.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/6-2.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/6-2-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10597" class="wp-caption-text">Suasana Jembatan Limpapeh, penghubung Benteng fort De Kock menuju Kebun Binatang dipadati. pengunjung. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>Hal sama dirasakan Nindie. Ibu satu anak sengaja berlibur untuk membawa anak berumur 4 tahun menikmati ragam permainan dan wisata edukasi kebun binatang. &#8220;Anak saya dapat puas melihat, mendengar, mempelajari dan memahami banyak binatang. Kami pun dapat menikmati kuliner khas minang dengan beragam unik,&#8221; kata Nindie.</p>
<figure id="attachment_10598" aria-describedby="caption-attachment-10598" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10598 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/7.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/7.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/7-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10598" class="wp-caption-text">Beberapa pengunjung berfoto ria di Palang Nama Benteng Fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<figure id="attachment_10599" aria-describedby="caption-attachment-10599" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10599 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/8.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/8.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/8-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10599" class="wp-caption-text">Palang Benteng Fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kulinernya lezat-lezat. Sate Padang, Nasi Kapau, Rendang, Ikan Bakar serta beragam makanan yang sangat jarang kami nikmati di kampung halaman kami,&#8221; kata ibu muda asal Medan ini.</p>
<figure id="attachment_10600" aria-describedby="caption-attachment-10600" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10600 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/9.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/9.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/9-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10600" class="wp-caption-text">Seorang Anak menikmati hiburan menunggangi kuda di di sekitat Benteng fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<figure id="attachment_10601" aria-describedby="caption-attachment-10601" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-10601 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/10.jpeg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/10.jpeg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/10-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-10601" class="wp-caption-text">Hiburan Sepeda bertali di Sekitar Benteng Fort De Kock. (Foto : RUD/PROKABAR)</figcaption></figure>
<p>Dari pantauan <a href="http://Prokabar.com"><strong><em>Prokabar.com</em></strong></a> kunjungan di sepanjang jalan Padang Luar dan persimpangan di Bukittinggi mengalami padat lancar. Dan diperkirakan puluhan ribu memadati objek wisata di Kota Bersejarah Sumbar tersebut. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/h4-jam-gadang-dan-kebun-binatang-bukittinggi-luar-biasa-ramai/">H+4 Jam Gadang dan Kebun Binatang Bukittinggi, Luar Biasa Ramai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata di Bukittinggi, Ini Tarif Masuknya</title>
		<link>https://prokabar.com/wisata-di-bukittinggi-ini-tarif-masuknya-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2018 01:21:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#JamGadang]]></category>
		<category><![CDATA[#lebaran2018]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=10311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukittinggi, Prokabar &#8211; Magnet wisata ke Bukittinggi tidak pernah berkurang. Setiap lebaran, kota ini penuh sesak pengunjung. Wajar saja, kota wisata ini banyak pilihan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wisata-di-bukittinggi-ini-tarif-masuknya-2/">Wisata di Bukittinggi, Ini Tarif Masuknya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Bukittinggi, Prokabar</b> &#8211; Magnet wisata ke Bukittinggi tidak pernah berkurang. Setiap lebaran, kota ini penuh sesak pengunjung. Wajar saja, kota wisata ini banyak pilihan destinasi untuk dikunjungi.</p>
<p>Jam gadang, Ngarai Sianok, Lubang Jepang, Kebun Binatang dan sejumlah obyek lainnya, selalu mengimbau untuk dikunjungi.</p>
<p>Ada juga berbagai atraksi yang menghibur pengunjung. Salah satunya adalah keliling kota dengan bendi.</p>
<p>Lebaran tahun ini, manajemen pariwisata mulai membaik. Semuanya mulai diatur, termasuk soal harga. Tak jarang, kenyamanan pengunjung terganggu hanya karena harga kuliner hingga parkir yang tidak logis. Berikut tarif wisata libur lebaran di Bukittinggi :</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180616-WA0000.jpg" class="alignnone wp-image-10309 size-full" width="1080" height="1080" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180616-WA0000.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180616-WA0000-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180616-WA0000-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180616-WA0000-768x768.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180616-WA0000-1024x1024.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG-20180616-WA0000-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wisata-di-bukittinggi-ini-tarif-masuknya-2/">Wisata di Bukittinggi, Ini Tarif Masuknya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/262 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.054 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:48:33 by W3 Total Cache
-->