<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ipb Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ipb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ipb/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jul 2024 09:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ipb Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ipb/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Biochar Berpeluang Masuk Sektor Perdagangan Karbon </title>
		<link>https://prokabar.com/biochar-berpeluang-masuk-sektor-perdagangan-karbon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 09:49:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ipb]]></category>
		<category><![CDATA[#sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=121089</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Biochar yang merupakan proses karbonisasi, tidak hanya berpengaruh besar terhadap pengurangan biaya operasional perkebunan sawit. Tetapi juga berpeluang masuk dalam sektor...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/biochar-berpeluang-masuk-sektor-perdagangan-karbon/">Biochar Berpeluang Masuk Sektor Perdagangan Karbon </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Biochar yang merupakan proses karbonisasi, tidak hanya berpengaruh besar terhadap pengurangan biaya operasional perkebunan sawit. Tetapi juga berpeluang masuk dalam sektor perdagangan karbon.</p>
<p>Saat ini infrastruktur perdagangan karbon yang terdiri dari lima sektor untuk skala domestik sudah tersedia. Termasuk sektor pertanian. Bahkan perdagangan karbon juga sudah masuk di bursa saham IDX.</p>
<p>“Dari lima sektor, termasuk sektor pertanian, untuk skala domestik sudah tersedia. Termasuk juga perdagangan karbon di bursa IDX,” ungkap Tenaga Riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanto Rochmayanto usai pembuka Workshop bertajuk “Sosialisasi Karbonisasi Tandan KosongSawit dan Pemanfaatannya sebagai Soil Conditioner untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan dan Kesuburan Tanah pada Perkebunan Sawit,” Jumat (5/7) di Padang.</p>
<p>Yanto mengungkapkan, setelah satu tahun perdagangan karbon berjalan, yang masuk dan sudah ada transaksi baru sebatas sektor energi. Sementara potensi biochar (arang tempurung) proses karbonisasi untuk masuk dalam carbon offside sangat besar.</p>
<p>“Dalam proses biochar masuk pada perdagangan karbon, tinggal menyusun dokumen, daftarkan ke sistem registrasi nasional dan proses validasi dan verifikasi, untuk mendapatkan sertifikat penurunan emisi,” terang Yanto.</p>
<p>Sementara, Kepala Divisi Teknologi Proses, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof. Dr. Erliza Hambali mengungkapkan, salah satu masalah yang dihadapi perusahaan dan petani dalam mengelola kelapa sawit di Provinsi Sumbar terletak di bagian hulunya. Yakni, terkait besarnya biaya operasional perkebunan.</p>
<p>Erliza mengungkapkan, dengan melibatkan petani, pengusaha dan perguruan tinggi, telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengurangi biaya perkebunan ini. Salah satunya dengan melaksanakan karbonisasi terhadap lahan sawit yang kosong, sehingga menjadi jadi biochar atau yang dikenal masyarakat dengan nama arang tempurung.</p>
<p>“Jadi biochar ini diberikan ke pokok tanaman. Ini perlu dilakukan, karena Indonesia tidak punya sumber pupuk yang cukup. Seperti pospor. Sebagian besar impor. Pupuk anorganik KCL, kita impor juga dari Rusia dan Kanada. Kalau terjadi perang Rusia Ukraina, supply change terganggu, harga pupuk naik, yang menderita petani,” ungkap Erliza.</p>
<p>Dengan manfaat biochar hasil karbonisasi ini, perlu disosialisasikan sehingga petani “tidak marah” lagi kepada pemerintah karena harga pupuk naik lagi.</p>
<p>“Apalagi dengan kondisi rupiah yang melemah seperti sekarang, Ini salah satu upaya membantu para petani sawit. Karena sawit sumber devisa terbesar dari Indonesia,” terang Erliza pada kegiatan Workshop yang didukung oleh SBRC IPB University dengan dukungan BPDPKS dan APOLIN itu.</p>
<p>Dekan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Dr. Ir. Indra Dwipa, MS mengatakan, sumbangan perkebunan sawit terhadap devisa Indonesia sangat besar di masa Covid-19, mencapai Rp300 triliun. “Jumlah ini sangat luar biasa karena bisa selamatkan Indonesia di masa Covid-19. Jadi sawit ini yang menyelamatkan perekonomian Indonesia,” ungkapnya.</p>
<p>Indra Dwipa menambahkan, yang menjadi kunci dari budidaya sawit adalah tanaman sawit butuh pemupukan. Kalau tidak dipupuk tidak menghasilkan tandan buah segar (TBS). Menurutnya, prospek antara petani dan pengusaha itu berbeda.</p>
<p>“Petani itu bagaimana TBS itu besar. Nilainya di situ. Dari perusahaan rendemennya tinggi, bisa capai 22 persen. Karena ada ditemukan alat yang menentukan rendemen itu, maka panen bisa meningkatkan rendemen bisa di atas 20 persen,” terangnya.</p>
<p>“Kalau bisa, ke depan petani didorong secara massif sehingga peningkatan petani dapat meningkat. Pengambil kebijakan sangat menentukan, sehingga bukan hanya pengusaha tapi petani terangkat ekonominya,” harapnya.</p>
<p>Sementara Perwakilan PT Bumitama Guna Jaya Agro, Dwi Diar mengungkapkan PT Bumitama Guna Jaya Agro merupakan perusahaan pertama yang sudah produksi biochar dalam skala pabrikasi.</p>
<p>“Setahun belakangan dilakukan penelitian melakukan pembuatan biochar secara konvesional dari tanah kosong. Hasilnya cukup baik, karena berhasil meningkatkan PH tanah,” terangnya.</p>
<p>Dengan kondisi pupuk langka saat ini, perusahaan PT Bumitama Guna Jaya Agro telah mengaplikasikan biochar. Selain menghemat pupuk, sifatnya dapat menahan air dan hara serta meningkatkan organisme.</p>
<p>Apalagi saat ini di Sumbar musim hujan cukup tinggi. Ketika kemarau bisa menahan dan menyimpan air, karena pori-pori tanah menjadi besar.</p>
<p>“Dengan mengunakan biochar, biaya produksi cukup sedikit peruntukannya dengan perluasan lahan yang kurang saat ini. Dengan karbonisasi, dalam lima tahun sekali semua areal akan meningkatkan karbon dan kesuburan tanah,” tambahnya.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/biochar-berpeluang-masuk-sektor-perdagangan-karbon/">Biochar Berpeluang Masuk Sektor Perdagangan Karbon </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bermanfaat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Hilirisasi Minyak Sawit Butuh Pengembangan Tekhnologi</title>
		<link>https://prokabar.com/bermanfaat-tingkatkan-ekonomi-masyarakat-hilirisasi-minyak-sawit-butuh-pengembangan-tekhnologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 04:03:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ipb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=121086</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; diBanyak manfaat yang diperoleh dari kelapa sawit. Selain memberikan devisa bagi negara, juga membuka lapangan kerja yang sangat luas. Bahkan, minyak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bermanfaat-tingkatkan-ekonomi-masyarakat-hilirisasi-minyak-sawit-butuh-pengembangan-tekhnologi/">Bermanfaat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Hilirisasi Minyak Sawit Butuh Pengembangan Tekhnologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; diBanyak manfaat yang diperoleh dari kelapa sawit. Selain memberikan devisa bagi negara, juga membuka lapangan kerja yang sangat luas. Bahkan, minyak sawit bermanfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat, karena banyaknya hilirisasi produk yang bisa dihasilkan.</p>
<p>&#8220;Nilai tambah minyak sawit sangat besar dan banyak. Saya yakin, ada sejuta kebaikan yang bisa dihasilkan dari kelapa sawit ini. Sejauh ini sudah ada 20 perguruan tinggi di Indonesia yang kita ajak bekerja sama pengembangan teknologi hilirisasi minyak sawit,” ucap Prof. Dr. Erliza Hambali, Kepala Divisi Teknologi Proses, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, saat kegiatan Workshop bertajuk “Hilirisasi Minyak Sawit Menjadi Produk Oleopangan, Oleokimia dan Biofuel: Peluang dan Tantangan,” Kamis (4/7) di salah satu hotel di Padang.</p>
<p>Erliza tidak memungkiri, perkebunan sawit masih memiliki banyak masalah. Namun, setiap masalah tentu ada solusinya. “Kalau kita bersama-sama menyelesaikan masalah itu, tentu bisa. Apalagi banyak perguruan tinggi yang bisa dilibatkan untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>Erliza meminta terus kembangkan penelitian-penelitian memperbanyak hilirisasi kelapa sawit. “Ada 26 provinsi penghasil sawit di Indonesia. Karena itu, IPB mengajak banyak universitas mengembangkan penelitian guna memperbanyak hilirisasi sawit,” ajaknya pada workshop yang digelar oleh Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC IPB University) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) itu.</p>
<p>Komoditas kelapa sawit termasuk dalam 10 kelompok komoditas unggulan Indonesia yang didorong oleh pemerintah untuk digiatkan proses hilirisasi dan peningkatan daya saingnya. Hilirisasi industri oleopangan, oleokimia dan bioenergi berbasis sawit upaya strategis meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit melalui proses pengolahan, agar menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.</p>
<p>Berdasarkan data Ditjenbun, luas areal kelapa sawit pada tahun 2022 mencapai 15,38 juta Ha dengan total produksi CPO Indonesia mencapai 48,24 juta ton dan produksi PKO sebesar 9,65 juta ton. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan, pada tahun 2022 industri kelapa sawit berkontribusi sebesar 3,5% terhadap PDB nasional. Hingga saat ini, industri kelapa sawit dari sektor hulu sampai hilir mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 5,2 juta orang dan menghidupi lebih dari 21 juta jiwa.</p>
<p>Pemerintah Indonesia telah menetapkan visi jangka panjang Indonesia Maju 2045, yakni Indonesia menjadi negara maju pada 2045 atau tepat setelah 100 Tahun Kemerdekaan RI. Kelapa sawit, tentunya perlu dikelola dengan baik agar memberikan manfaat besar bagi bangsa Indonesia.</p>
<p>Pengelolaan terbaik yang dapat dilakukan melalui hilirisasi. Manfaat kebijakan hilirisasi industri secara umum. Di antaranya meningkatkan nilai tambah, meningkatkan perekonomian, meningkatkan penerimaan negara, mensubstitusi barang impor, menarik investasi, menghasilkan devisa, hingga menyerap banyak tenaga kerja lokal.</p>
<p>Adanya kebijakan nasional hilirisasi industri kelapa sawit di dalam negeri akan berdampak positif bagi perekonomian nasional. Benefit lainnya dari kebijakan hilirisasi industri kelapa sawit, antara lain optimalisasi penyerapan hasil produksi petani rakyat (smallholder), penyediaan bahan pangan, nonpangan, oleokimia dan bahan bakar terbarukan. Selain itu penyedia bahan baku potesial untuk industri-industri, pemenuhan kebutuhan domestic dan ekspor, hingga membangkitkan ekonomi produktif berbasis industri pengolahan.</p>
<p>Hilirisasi minyak sawit dalam negeri dilakukan dengan mengolah CPO dan PKO menjadi produk-produk bernilai tambah lebih tinggi, baik untuk tujuan ekspor maupun untuk substitusi produk impor. Secara umum, hilirisasi CPO dan PKO dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu oleofood, oleochemical dan biofuel.</p>
<p>Hilirisasi oleofood meliputi berbagai macam produk pangan seperti margarin, shortening, non diary creamer, frying fat, cocoa butter substitute, food emulsifier, dan lainnya. Hilirisasi oleochemical yaitu industri yang mengolah produk industri refinery menjadi produk antara oleokimia/oleokimia dasar hingga produk jadi seperti surfaktan, sabun, deterjen, shampo, biolubricant dan biomaterial dan bioplastik. Sementara hilirisasi minyak sawit menjadi biofuel di antaranya biodiesel, bioavtur, bensin sawit, green gasoline, green diesel.</p>
<p>Kegiatan workshop ini bertujuan untuk mendapatkan informasi produk oleopangan, oleokimia dan biofuel sawit yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia, mendapatkan gambaran market demand dan prospek pasar produk-produk oleopangan, oleokimia dan biofuel sawit di pasar domestik dan dunia.</p>
<p>Selain itu mendapatkan informasi peluang dan tantangan pengembangan industri oleopangan, oleokimia dan biofuel sawit di Indonesia, memberikan edukasi dan pengetahuan pada masyarakat akan pentingnya hilirisasi sawit dan memberikan demonstrasi pengolahan produk hilir sawit yang mudah diproduksi ulang oleh masyarakat.</p>
<p>Erliza yang juga Ketua Panitia Workshop, menyampaikan, workshop ini kegiatan tahun kedua. Tahun pertama, tahun 2023 lalu, SBRC IPB University dengan dukungan BPDPKS dan APOLIN telah sukses menyelenggarakan “Workshop Oleokimia dari Minyak Sawit: Potensi dan Tantangan” di tiga kota yaitu Bogor, Medan dan Balikpapan.</p>
<p>Kegiatan tahun kedua pada tahun 2024 ini rangkaian dari kegiatan workshop yang akan dilaksanakan di lima kota yaitu Pontianak, Samarinda, Palembang, Jambi dan Padang.(fan)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bermanfaat-tingkatkan-ekonomi-masyarakat-hilirisasi-minyak-sawit-butuh-pengembangan-tekhnologi/">Bermanfaat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Hilirisasi Minyak Sawit Butuh Pengembangan Tekhnologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Audy Joinaldy Maju Jadi Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, Ini Visinya</title>
		<link>https://prokabar.com/audy-joinaldy-maju-jadi-ketua-umum-himpunan-alumni-ipb-ini-visinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2021 08:04:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#AudyJoinaldy]]></category>
		<category><![CDATA[#ipb]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98703</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dengan nama-nama beken lainnya untuk menduduki jabatan Ketua Umum Himpunan Alumni...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/audy-joinaldy-maju-jadi-ketua-umum-himpunan-alumni-ipb-ini-visinya/">Audy Joinaldy Maju Jadi Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, Ini Visinya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dengan nama-nama beken lainnya untuk menduduki jabatan Ketua Umum Himpunan Alumni IPB. Adapun nama-nama yang akan menjadi kompetitor Wakil Gubernur Sumbar ini antara lain, Tri Mumpuni, yang saat ini merupakan anggota Dewan Pengarah BRIN, Atep N Subandar, dan Walneg S. Jas.</p>
<p>Pemilihan Ketua Umum Himpunan Alumni IPB ini sendiri akan berlangsung pada Musyawarah Nasional VI HA IPB yang akan berlangsung pada tanggal 17-19 Desember 2021 di IPB International Convention Centre Bogor.</p>
<p>Mengusung tema &#8220;IPB Millenial&#8221; bagi pencalonannya sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB. Audy membawa misi untuk akan memberikan penyegaran identitas yang lebih kepada himpunan alumni IPB.</p>
<p>&#8220;Kita butuh organisasi Himpunan Alumni IPB yang lebih fresh dan memiliki identitas muda. Ikatan Alumni yang terkenal dengan kreatifitasnya, dan memberikan ruang yang luas bagi alumni-alumni IPB untuk berkreasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Akhir-akhir ini Audy Joinaldy memang telah menjelma menjadi sosok yang begitu menonjol dalam mewakili generasi millenial di dunia politik dan pemerintahan. Kondisi ini seolah melengkapi latar belakangnya yang juga seorang pengusaha sukses.</p>
<p>Audy menilai, bahwa semua tanggung jawab yang dipikul saat ini, lebih merupakan sebagai bentuk amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan dipertanggungjawabkan kelak.</p>
<p>&#8220;Ya, sekarang saya memang mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat. Jika kelak terpilih  sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB, maka amanah saya akan bertambah satu lagi. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian dan amal jariyah, Aamiiin&#8230;&#8221; doanya.</p>
<p>Menyikapi rivalitasnya dengan beberapa nama beken yang juga akan mengikuti pemilihan Ketua Alumni IPB, Audy menilai bahwa kompetisi adalah hal yang bagus. Karena bisa memgeluarkan semua kemampuan terbaik dari setiap calon. Namun Audy menegaskan bahwa setiap calon pasti memiliki niat baik untuk IPB, tidak terkecuali dirinya.</p>
<p>&#8220;Semua calon pasti memiliki niat baik untuk IPB dan Ikatan Alumni IPB khususnya. Terlepas dari siapa yang terpilih nantinya, saya meyakini Ikatan Alumni IPB akan selalu menjadi organisasi yang mampu memberikan sumbangsih yang bernas kepada almamater, daerah, bangsa dan negara,&#8221; tukas Wagub yang baru saja menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Sekolah Bisnis IPB ini.</p>
<p>Sejalan dengan yang disampaikan Audy, Ketua DPP HA IPB periode 2017-2021, Fathan Kamil, berharap Munas akan berlangsung guyub, sinergis dan memberikan kontribusi terbaik kepada sesama alumni, almamater, dan bangsa.</p>
<p>&#8220;Selamat bermunas, kita kerahkan semua komitmen dan dedikasi kita untuk menghadirkan Munas dengan sebaik mungkin dan menghasilkan outcome produk yang terbaik,&#8221; tutupnya.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/audy-joinaldy-maju-jadi-ketua-umum-himpunan-alumni-ipb-ini-visinya/">Audy Joinaldy Maju Jadi Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, Ini Visinya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>XL Axiata Jalin Kemitraan dengan IPB dan Polman Astra, Kembangkan IoT di Jaringan 5G</title>
		<link>https://prokabar.com/xl-axiata-jalin-kemitraan-dengan-ipb-dan-polman-astra-kembangkan-iot-di-jaringan-5g/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2021 00:16:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#5g]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#IoT]]></category>
		<category><![CDATA[#ipb]]></category>
		<category><![CDATA[#jaringan5g]]></category>
		<category><![CDATA[#XL]]></category>
		<category><![CDATA[#xlaxiata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93489</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menjalin kemitraan dengan IPB University (IPB) dan Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) untuk mengembangkan ekosistem 5G,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/xl-axiata-jalin-kemitraan-dengan-ipb-dan-polman-astra-kembangkan-iot-di-jaringan-5g/">XL Axiata Jalin Kemitraan dengan IPB dan Polman Astra, Kembangkan IoT di Jaringan 5G</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s3"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menjalin kemitraan dengan IPB University (IPB) dan Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) untuk mengembangkan ekosistem 5G, bersama mengembangkan solusi digital dengan </span><span class="s2">platform</span><span class="s3"> </span><span class="s2">Internet of Things</span><span class="s3"> (IoT) yang dijalankan di jaringan 5G untuk memenuhi kebutuhan kalangan industri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilaksanakan pada Rabu (25/8), yang sekaligus menandai 25 tahun XL Axiata hadir melayani masyarakat Indonesia dalam upaya </span><span class="s1">Membangun Indonesia Digital</span><span class="s3">.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Direktur &amp; Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, Pekan lalu Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah menyatakan bahwa XL Axiata lolos Uji Laik Operasi untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">“Karena itu kami akan mempercepat pengembangan ekosistem 5G, selaras dengan spirit untuk terus berinovasi dan selalu adaptif terhadap setiap perkembangan teknologi telekomunikasi secara global.” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Gede menambahkan, keberadaan jaringan 5G diharapkan dapat membuka jalan bagi para pelaku industri untuk melakukan banyak efesiensi proses melalui transformasi digital dengan memanfaatkan infrastuktur cerdas IoT. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Menurutnya, dengan kemampuan akses internet yang lebih cepat dan stabil, tersedianya jaringan 5G diperkirakan akan menjadi penggerak utama industri berbasis internet.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Kerja sama XL Axiata dengan kedua kampus akan berlangsung selama dua tahun ke depan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">XL Axiata melalui laboratorium pengembangan IoT X-Camp bersama kedua perguruan tinggi tersebut akan bersama-sama berbagi pengetahuan dan keahlian guna meningkatkan kompetensi agar mampu menyediakan </span><span class="s2">platform</span><span class="s3"> berbasis IoT di jaringan 5G guna memenuhi kebutuhan dunia usaha, khususnya sektor pertanian dan manufaktur. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">IPB dikenal luas sebagai </span><span class="s2">center of execelence</span><span class="s3"> di bidang pertanian yang memiliki sumber daya melimpah dalam menjawab tantangan industri pertanian. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Indonesia dengan lahan pertanian dan komoditi sumber daya alam yang melimpah membuka peluang penerapan teknologi guna menjawab kebutuhan atas penyediaan dan pemanfaatan data agrikultur yang presisi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Apalagi IPB juga sudah mulai mengembangkan beberapa alat produksi pertanian berbasis kecerdasan buatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Sementara itu, sejumlah riset menyatakan bahwa digitalisasi infratruktur di Indonesia akan banyak diterapkan di sektor manufaktur. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Polman Astra akan menjadi mitra yang tepat dalam menyediakan solusi dengan industri manufaktur, termasuk </span><span class="s2">smart factory</span><span class="s3">. Ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi institusi pendidikan yang turut mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem 5G di Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">“Karena setiap pelaku industri memiliki kekhasannya masing-masing, maka solusi yang diberikan harus benar-benar menjawab kebutuhan yang terkadang sangat spesifik. Untuk itu kami merasa perlu untuk menggandeng lembaga riset seperti kampus dalam rangka bersama-sama mengeksplorasi problem dan solusi yang tepat guna,” lanjut Gede.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Salah satu IoT </span><span class="s2">service solution</span><span class="s3"> yang sedang dikembangkan bersama IPB dan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) antara lain </span><span class="s2">Melon Harvesting Robot</span><span class="s3">, yaitu solusi untuk penentuan waktu panen secara akurat dengan </span><span class="s2">image processing</span><span class="s3">. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Implementasi 5G XL Axiata untuk mendukung </span><span class="s2">real-time communication</span><span class="s3"> antara </span><span class="s2">robot</span><span class="s3"> dengan </span><span class="s2">cloud/server</span><span class="s3">. Pengembangan selanjutnya adalah pembuatan </span><span class="s2">robot</span><span class="s3"> </span><span class="s2">prototype</span><span class="s3"> kedua untuk </span><span class="s2">pruning</span><span class="s3"> daun melon. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Sementara itu, Polman Astra dan X-Camp akan turut menerapkan 5G pada </span><span class="s2">Quality Auto Inspection</span><span class="s3">, yaitu solusi terkait </span><span class="s2">quality control </span><span class="s3">barang hasil produksi yang berbasis pada </span><span class="s2">image processing,</span><span class="s3"> dilanjutkan dengan </span><span class="s2">part delivery</span><span class="s3"> dengan </span><span class="s2">drone</span><span class="s3"> hingga </span><span class="s2">Auto Transfer</span><span class="s3"> &#8211; AGV </span><span class="s2">(Automated Guided Vehicle).</span><span class="s3"> </span><span class="s2">Use case</span><span class="s3"> tersebut akan diterapkan di PT Akebono Brake Astra Indonesia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Selain itu, turut pula dikembangkan mesin CNC (</span><span class="s2">Computer Numerical Control</span><span class="s3">) yang akan didukung dengan konektivitas 5G sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh secara presisi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Untuk pengembangan solusi digital berbasis IoT, XL Axiata melalui X-Camp telah bekerja sama dengan beberapa kampus guna menyediakan solusi untuk  beberapa industri seperti pertanian, logistik, hingga </span><span class="s2">smart building</span><span class="s3">. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Dengan hadirnya jaringan 5G, diharapkan pengembangan perangkat yang sudah dilakukan akan mengarah kepada solusi yang lebih </span><span class="s2">advance</span><span class="s3"> dan benar-benar menjawab kebutuhan dunia industri yang semakin kompleks karena membutuhkan kecepatan transmisi yang tinggi. (<strong>rel</strong>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/xl-axiata-jalin-kemitraan-dengan-ipb-dan-polman-astra-kembangkan-iot-di-jaringan-5g/">XL Axiata Jalin Kemitraan dengan IPB dan Polman Astra, Kembangkan IoT di Jaringan 5G</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2019 00:37:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokampus]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#ipb]]></category>
		<category><![CDATA[#itb]]></category>
		<category><![CDATA[#kankerservik]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<category><![CDATA[#unair]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40193</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surabaya, Prokabar — Empat universitas, yakni Universitas Airlangga (Uniar), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi merancang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/">Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, Prokabar — </strong>Empat universitas, yakni Universitas Airlangga (Uniar), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi merancang alat scanner kanker servik.</p>
<p>Dalam mengerjakan alat ini, Dosen Uniar, Dr Riries RST MT bersama tim (Winarno SSi, MT Osmalina Nur Rahma ST MSi) tim UGM, ITB, dan IPB melakukan penelitian yang menghasilkan alat berupa hardware dan software scanner kanker servik.</p>
<p>“Tidak hanya untuk membantu mendeteksi pasien, tapi juga untuk alat pembelajaran dokter muda,” ungkap Dr Riries.</p>
<p>Alat ini menurut Dr Riries, dilengkapi mikroskop portable, namun di-improve lebih spesifik untuk kanker servik. Penelitian yang memanfaatkan engineering dan image processing itu, akan menampilkan hasil akhir keseluruhan gambar dengan dapat menampilkan secara detail saat diperbesar.</p>
<p>Adapun penelitian tersebut, tidak hanya sebagai scanning dan identifikasi, tapi juga sebagai data repository. Data repository bisa sebagai digital record riwayat kesehatan pasien dan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pasien.”Nanti juga bisa data repository, selama ini data preparat disimpan saja nanti berjamur sewaktu-waktu data tersebut diminta dinas kesehatan.</p>
<p>Penelitian yang masih berjalan tersebut, menurut bu Riries selaku ketua tim mengharapkan dapat bermanfaat. Terutama pada faskes kesehatan yang rendah untuk bisa mengakses. Dengan itu, faskes rendah seperti puskesmas dapat mengonsultasikannya dengan dokter yang di pusat dengan konsep Internet Of Thinking.</p>
<p>”Faskes-faskes rendah bisa mengakses. Nanti dikirim ke dokter yang di pusat, nanti bisa melalui telepon atau internet,” ungkapnya.</p>
<p>Seperti diketahui, Kanker Servik merupakan penyakit yang banyak penderitanya. Beberapa tahun terakhir penyakit itu menjadi yang sangat diperhatikan. Pemerintah melalui beberapa iklan layanan masyarakat menganjurkan untuk rajin melakukan tes pap smear pada semua perempuan Indonesia.</p>
<p>Sebagai informasi, Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) adalah program dikti yang bertujuan mendorong para dosen di seluruh Indonesia melakukan publikasi demi mencapai World Class University. Penelitian tersebut merupakan gelombang pertama yang diikuti dari empat universitas yakni, UNAIR, ITB, IPB dan UGM. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/">Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/117 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.075 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 11:11:33 by W3 Total Cache
-->