<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#inyiakparabek Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/inyiakparabek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/inyiakparabek/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Sep 2022 16:07:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#inyiakparabek Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/inyiakparabek/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said</title>
		<link>https://prokabar.com/udin-rahmany-guru-agama-dan-politik-hajjah-rasuna-said/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 16:07:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#inyiakparabek]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107011</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Tokoh ini seperti bersembunyi dalam lipatan sejarah, padahal dialah guru politik pertama Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Tokoh itu: Udin Rahmany. Sosok...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/udin-rahmany-guru-agama-dan-politik-hajjah-rasuna-said/">Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar</strong> &#8211; Tokoh ini seperti bersembunyi dalam lipatan sejarah, padahal dialah guru politik pertama Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Tokoh itu: Udin Rahmany.</p>
<p>Sosok ulama, guru dan pejuang asal Maninjau ini, menginspirasi Rasuna, perempuan pertama di Hindia Belanda yang terkena hukum Speek Delict, yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda, 1932.</p>
<p>Udin Rahmany sosok yang nyaris misterius yang sering disebut-sebut banyak tokoh ranah Minang. Tapi, disayangakan, belum ada satu pun tulisan atau keterangan, kecuali namanya menjadi nama Jalan dari Jorong Pasar Maninjau menuju Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Jika Anda membuka Danau Maninjau di google, maka sebagian jalan di tepi danau itu terbaca jelas nama tokoh ini.</p>
<p>Dorongan untuk memecahkan misterius itu semakin kuat setelah Bang Khairul Jasmi (Wartawan Senior), meminta mencari informasi tentang Udin Rahmany sampai dapat. &#8220;Pasalnya, tokoh pahlawan terlupakan ini merupakan guru Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Pahlawan Nasional Wanita bergelar Singa Betina dari Minangkabau,&#8221; ungkap Bang KJ.</p>
<p>Tidak lama kemudian, bertemulah dengan Bunda Hawari Oerdin Rahmany (66), anak kandung dari Udin Rahmany. Ia didampingi Bang Am Sutan Marajo, tetangga dekat Bunda Hawari di Panyinggahan, Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>Pertemuan spontanitas itu menjadi lentera penerang gelapnya cerita salah seorang pejuang kemerdekaan tersebut. Enam lembaran kertas yang telah tersusun rapi diberikan Bang Am Marajo, merupakan milik Bunda Hawari yang telah dititipkan sebelumnya.</p>
<p>Entah gerak hati atau takdir dipertemukan Illahi, untuk dapat mengungkap sejarah yang hampir hilang. Berharap, perjuangan para terdahulu itu tidak hilang ditelan waktu begitu saja.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220921_220141.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107012" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220921_220141.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220921_220141.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220921_220141-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220921_220141-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Lembaran kertas itu berisi riwayat hidup yang ditulis langsung dengan mesin ketik. Tertulis tanggal pembuatan pada 31 Juli 1973.</p>
<p>Haji Udin Rahmany, lahir pada 5 Januari 1901 di Maninjau. Meninggal pada 12 Agustus 1982, dan dimakamkan di halaman rumahnya, Panyinggahan, Nagari Maninjau.<br />
Sosok seorang guru agama dan pemimpin Thawalib School dan Diniyah School Maninjau (1919 -1933). Beliau merupakan guru pertama Hajjah Rangkayo Rasuna Said.</p>
<p>Perjuangannya selain melawan penjajah dengan dunia pendidikan, juga bergabung di kepengurusan organisasi Sumatra Tawalib Cabang Maninjau dan Pusat (1919 &#8211; 1928), hingga menjadi Partai Persatuan Muslim Indonesia (Permi) di Padang.</p>
<p>Tahun 1923 sampai 1925, menjadi Ketua Syarikat Rakyat Cabang Maninjau. Pada tahun 1928 sampai 1933, Haji Udin Rahmany sempat menjadi pemimpin Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) Cabang Maninjau.</p>
<p>Ditangkap Belanda<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Nasib naas dialaminya pada saat Agustus 1933, ditangkap Pemerintah Penjajah Hindia Belanda dan dibui di Payakumbuh. Akhir tahun 1934, putusan pengadilan Belanda berusaha menjatuhi hukuman dengan tuduhan dianggap berbahaya menganut cita-cita merdeka dari Penjajahan Belanda, akhirnya dibuang ke Tanah Merah Boven Digul, Provinsi Papua Selatan sekarang.</p>
<p>Perjalanan dari Payakumbuh menuju Tanah Merah Boven Digul memakan waktu lebih kurang 1 tahun, dari 1934 sampai 1935. Menempuh jalan darat Sumatera menuju Selat Sunda hingga Surabaya, melintasi laut menuju Ambon hingga sampai di Tanah Merah Boven Digul.</p>
<p>Di sana dalam catatannya, ia menceritakan kisah hidup menjadi orang buangan besluit bersama ribuan orang penjuang perintis Kemerdekaan RI di sebuah Constarasi Camp oleh Pemerintah Belanda. Dan kisah perjalanan hidupnya diselimuti pertempuran antara tentara sekutu Australia melawan Jepang. Nasib baik dengan daya tahan dan daya juang, hingga akhirnya kembali ke Tanah Kelahiran Indonesia. Dan berlanjut ikut melawan Agresi Belanda Pertama dan Agresi Belanda Kedua (1948 &#8211; 1949).</p>
<p>Jika gurunya dibuang ke Tanah Merah, maka Rasuna Said dan Rasimah Ismail dikirim ke penjara perempuan di Malang. Dua gadis itu dilepas ribuan orang dengan lambaian yang mendebarkan dj Emma Haven. Guru san murid adalah musuh Belanda. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/udin-rahmany-guru-agama-dan-politik-hajjah-rasuna-said/">Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Segera Dapatkan, Novel Biografi Ulama Inyiak Parabek, Sang Ulama Penggerak</title>
		<link>https://prokabar.com/segera-dapatkan-novel-biografi-ulama-inyiak-parabek-sang-ulama-penggerak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2022 09:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#inyiakparabek]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Syekh Ibrahim Musa bergelar Inyiak Parabek(4 Agustus 1884 – 25 Juli 1963) adalah ulama, politikus, dan pengajar Indonesia. Setelah belajar pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/segera-dapatkan-novel-biografi-ulama-inyiak-parabek-sang-ulama-penggerak/">Segera Dapatkan, Novel Biografi Ulama Inyiak Parabek, Sang Ulama Penggerak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Syekh Ibrahim Musa bergelar Inyiak Parabek(4 Agustus 1884 – 25 Juli 1963) adalah ulama, politikus, dan pengajar Indonesia.</p>
<p>Setelah belajar pada beberapa perguruan, pada umur 18 tahun ia berangkat ke Mekah dan belajar di negeri itu selama 8 tahun.</p>
<p>Ia kembali ke Minangkabau pada tahun 1909 dan mulai mengajar pada tahun 1912. Kemudian ia berangkat lagi ke Mekah pada tahun berikutnya dan kembali pada tahun 1915.</p>
<p>Saat itu ia telah mendapat gelar Syekh Ibrahim Musa atau Inyiak Parabek sebagai pengakuan tentang ilmu agamanya.</p>
<p>Ketika kembali ke Minangkabau, Inyiak Parabek mendirikan Sumatra Thawalib di Parabek.</p>
<p>Berdirinya Madrasah tahun 1910 dimulai dengan halaqah di Parabek. Lama pendidikannya variatif bahkan ada yang mencapai 11 tahun. Namun sejak tahun 1980 sampai sekarang menjadi 6 tahun.</p>
<p>Bedanya, sekarang ada pendidikan Takhashus. Jadi murid Parabek yang telah tamat tetapi merasa belum puas dengan ilmunya bisa menambah pendidikan non formal.</p>
<p>Demikian sedikit kisah Inyiak Parabek. Kisah ulama penggerak ini dikupas secara lebih mendalam dan menarik dalam buku Sang Ulama Penggerak buah karya Khairul Jasmi.</p>
<p>&#8220;Buku ini mengupas biografi Inyiak Parabek, Sang Ulama Penggerak dalam bentuk novel yang menarik dibaca untuk diteladani,&#8221; kata Khairul Jasmi.</p>
<p>Buku yang diterbitkan Penerbit Republika itu merupakan buku ketiga tentang novel biografi Ulama KJ &#8211; sapaan akrab Khairul Jasmi &#8211; yang juga Pemimpin Redaksi Harian Singgalang itu.</p>
<p>Buku ini sudah bisa didapatkan melalui bukurepublika.id, Republika Penerbit Official Shop, ataupun di Tokopedia (Buku Republika) dan melalui pemesana via WA 081285304767. <strong>(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/segera-dapatkan-novel-biografi-ulama-inyiak-parabek-sang-ulama-penggerak/">Segera Dapatkan, Novel Biografi Ulama Inyiak Parabek, Sang Ulama Penggerak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/60 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 19:35:50 by W3 Total Cache
-->