<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#InyiakCanduang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/inyiakcanduang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/inyiakcanduang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Aug 2023 05:50:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#InyiakCanduang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/inyiakcanduang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buku Inyiak Canduang Sampai ke Tangan Jokowi</title>
		<link>https://prokabar.com/buku-inyiak-canduang-sampai-ke-tangan-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 05:48:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#InyiakCanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#KhairulJasmi]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=114518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Buku novel biografi Syekh Sulaiman Arrasuli diterima oleh Presiden Jokowi, di Jakarta, Rabu (9/8). Buku tersebut diserahkan oleh cucu Inyiak Canduang,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buku-inyiak-canduang-sampai-ke-tangan-jokowi/">Buku Inyiak Canduang Sampai ke Tangan Jokowi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Buku novel biografi Syekh Sulaiman Arrasuli diterima oleh Presiden Jokowi, di Jakarta, Rabu (9/8).</p>
<p>Buku tersebut diserahkan oleh cucu Inyiak Canduang, Rita Noor Arrasuli pada satu momen dalam acara pembukaan Munas REI.</p>
<p>“Alhamdulillah sudah diterima Bapak Presiden, semoga tahun ini, Inyiak bisa jadi pahlawan nasional, “kata Rita.</p>
<p>Inyiak Canduang adalah ulama kharismatik pendiri Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang. Juga pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah.</p>
<p>Buya Canduang selain ulama besar juga budayawan dan tokoh adat.</p>
<p>Pengaruh ulama ini dimulai awal abad lalu, sebelum madrasahnya berdiri.<br />
Lahir 1871 dan meninggal dunia 1970 di Canduang. Kisah hidupnya telah diurai oleh murid-muridnya.</p>
<p>Buku novel biografi Inyiak ditulis Khairul Jasmi beberapa tahun silam dan diterbitkan Republika. Buku itu salah satu dari sekian banyak dokumen sebagai syarat pengusulan ulama ini jadi pahlawan nasional. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buku-inyiak-canduang-sampai-ke-tangan-jokowi/">Buku Inyiak Canduang Sampai ke Tangan Jokowi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengusulan Gelar Pahlawan Syekh Sulaiman Arrasuli Telah Diverifikasi TP2GP Kemensos RI</title>
		<link>https://prokabar.com/pengusulan-gelar-pahlawan-syekh-sulaiman-arrasuli-telah-diverifikasi-tp2gp-kemensos-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2022 13:43:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#InyiakCanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar -Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) melakukan verifikasi lapangan ke po exndok pasantren Madrasah Tarbiyah Iskamiyah (MTI) Candung terkait pengusulan pendiri...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengusulan-gelar-pahlawan-syekh-sulaiman-arrasuli-telah-diverifikasi-tp2gp-kemensos-ri/">Pengusulan Gelar Pahlawan Syekh Sulaiman Arrasuli Telah Diverifikasi TP2GP Kemensos RI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agam, Prokabar -Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) melakukan verifikasi lapangan ke po exndok pasantren Madrasah Tarbiyah Iskamiyah (MTI) Candung terkait pengusulan pendiri MTI Candung Syekh Sulaiman Arrasuli sebagai pahlawan nasional, Minggu (07/08/2022).</p>
<p>Tim yang dipimpin Muklis Paene itu disambut langsung kepala Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial dan TP2GD Provinsi dan Kepala Sosial dan TP2GD Kabupaten Agam, kepala  Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, ketua Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli bersama pembina dan ketua DPD Persatuan Tarbiyah Islamiah Sumbar<br />
Ketua Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli.</p>
<p>Dr Sukri Iska dalam sambutannya menyampaikan rasa sukurnya, karena sudah ada progres dalam pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli sebagai pahlawan nasional itu yang ditandai dengan turunya tim vetifikator dari pusat untuk melakukan penelitian tentang kesesuaian data data yang dituangkan dalam dokomen dengan dengan fakta fakta dan kondisi di lapangan.</p>
<p>&#8220;Kita berdoa dan berharap setelah verifikasi ini tim dapat merekomendasikan ke dewan gelar sehingga syekh sulaiman arrasuli dapat diakui secara formal sebagai pahlawan nasional&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Ketua TP2GP Muklis Paene saat berkunjungke MTI Candung itu mengatakan bahwa pengusulan seseorang menjadi pahlawan nasional itu tidak mudah tapi membutuhkan perjalanan yang panjang.</p>
<p>&#8220;Ada tiga tahap yang harus dilalui dalam  pengusulan seorang menjadi pahlawan masional itu&#8217;, Ujarnya.</p>
<p>Ketiga yang dimaksud itu antara lain, kelengkapan administrasi.</p>
<p>Menurut Muklis, kelengkapan administrasi itu diawali dari pengusulan ke pemerintah kabupaten, kemudian ke  Provinsi dan diteruskan ke pusat.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya kelayakan secara akademis, Kelayakan admistrasi itu merupakan  penopang layak tidaknya seseorang itu diusulkan sebagai pahlawan nasional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk memenuhi kelayakan akademis itu harus ada kisi kisi yang jelas terhadap tokoh yang diusulkan itu seperti pemikiran serta idiologi yang dianutnya.</p>
<p>Tentang pemikiran dan idiologi itu tidak  hanya  untuk masyarakat sekitar tapi melampaui batas wilayah dan pemikiran itu juga  masih dirasakan hingga sekarang.</p>
<p>&#8220;Untuk itulah kita dari tim verifikasi datang untuk mencoba membenarkan dan mengamati apa yang diusulkan dalam surat dan naskah naskah  tertulis itu dengan rialitasnya dilapangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sedangkan tahap ketiga adalah keputusan politik. Menurut Muklis, Penetapan seseorang sebagai pahlawan nasional itu tidak  berdasarkan kelayakan akandemis tapi rekomendasi kelayakan akademisi dan keputusanya adalah keputusan politik yang berada ditangan presiden.</p>
<p>&#8220;Tugas kita sebagai TP2GP adalah menverifikasi untuk melihat kesesuaian data yang disampaikan dengan fakta fakta dilapangan, kemudian hasilmya diteruskan ke dewan gelar dan presiden,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pada acara itu juga dilakukan diskusi dan testimoni dari beberapa tokoh masyarakat terkait peran,  pengaruh perjuangan dan pemikiran dari syekh Sulaiman Arrasulli itu.  Diatara testimoni itu disampaikan oleh ketua Persatuan Tarbiayah Islamiyah (Perti) Sumatera Barat. Prof Dr Syafiarma Marsidin, Dewan Pembina Yayasan Prof H.Makmur Syarif dan  sejumlah ahli sejarah, walinagari dan tokoh masyarakat lainya.</p>
<p>Salah satu testimoni yang disampaikan itu adalah tentang  seruan jihad kepada Umat Islam terhadap agresi meliter pertama yang dilakukan oleh belanda tahun 1947.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan bukti nyata dari peran Syekh Sulaiman Arasulli dalam mempertahankan kemerdekaan RI, karena itu ia sangat layak untuk diakui sebagai pahlawan nasional,&#8221; ujar  Prof Safiyarma Mursidin.</p>
<p>Dalam kunjungan ke MTI Candung itu. Tim juga melihat secara langsung makan dan prasasti Syekh Sulaiman Arrasuli yang berada persis di halaman pondok pasantren MTI Candung itu, kemudian melihat perpustakaan dan dokomen serta koleksi di perpusataan. Terakhir tim berkunjung ke Museum Syekh Sulaiman Arrasuli yang berlokasi di di Simpang Gadung Jln Syekh Sulaiman Arasuli.</p>
<p>Setelah melihat berbagai peninggalan dari Syekh Sulaiman Arrasuli itu baik itu dokumen dan kitab-kitab karangannya. Ketua Tim Verifikasi. Muklis Paene menyarankan agar peninggalan dari Syekh Sulaiman Arrasuli itu dapat dimasukan dalam ingatan kolektif nasional (IKON) sehingga semua peninggalan itu dapat dicatat sebagai warisan dokumenter.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengusulan-gelar-pahlawan-syekh-sulaiman-arrasuli-telah-diverifikasi-tp2gp-kemensos-ri/">Pengusulan Gelar Pahlawan Syekh Sulaiman Arrasuli Telah Diverifikasi TP2GP Kemensos RI</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Verifikator Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Syekh Sulaiman Arrasuli Segera ke Canduang</title>
		<link>https://prokabar.com/verifikator-pengusulan-gelar-pahlawan-nasional-bagi-syekh-sulaiman-arrasuli-segera-ke-canduang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2022 13:43:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#InyiakCanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105568</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Verifikator lapangan terkait pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli sebagai Pahlawan Nasional direncanakan melakukan verifikasi lapangan ke Canduang, Kabupaten Agam, pada Minggu 7...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/verifikator-pengusulan-gelar-pahlawan-nasional-bagi-syekh-sulaiman-arrasuli-segera-ke-canduang/">Verifikator Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Syekh Sulaiman Arrasuli Segera ke Canduang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Verifikator lapangan terkait pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli sebagai Pahlawan Nasional direncanakan melakukan verifikasi lapangan ke Canduang, Kabupaten Agam, pada Minggu 7 Agustus 2022 mendatang. Rencana itu dimatangkan saat digelarnya pertemuan di kantor Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Dinsos Sumbar), Selasa (2/8).</p>
<p>Ketua Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli, Dr. Syukri Iska menjelaskan, dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa poin terkait penyambutan dan pendampingan terhadap tim verifikasi saat bertolak ke Canduang, Kabupaten Agam pada Sabtu mendatang.</p>
<p>&#8220;Tim dari Jakarta direncanakan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 6 Agustus nanti. Langsung menuju Bukittinggi, dan sehari setelahnya, pada 7 Agustus, tim bertolak ke Canduang,&#8221; ucap Syukri Iska.</p>
<p>Setidaknya, sambung Syukri, tim yang akan datang berjumlah lima orang, yaitu Dr. Muchlis Paeni dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Nasional (TP2GN), Linda Nara, S. Kesos dan Ita Robita dari Kementerian Sosial (Kemensos), serta Yoda dan Arief dari Perpusnas.</p>
<p>&#8220;Nanti juga akan didahului dengan pertemuan di Kantor Dinsos Sumbar, rencananya bersama Gubernur Sumbar, pihak Dinas Sosial Provinsi, TP2GD Sumbar, Dinsos Kabupaten Agam, TP2GD Kabupaten, dan tim pengusul,&#8221; ujar Syukri lagi.</p>
<p>Syukri berharap, agar segenap masyarakat ikut memberikan dukungan dan doa, agar proses verifikasi lapangan terkait pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli sebagai Pahlawan Nasional menuai hasil yang diharapkan. Sebab, segala persiapan dan persyaratan dalam pengusulan gelar tersebut telah dilakukan dengan maksimal.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyatakan, Gubernur bersama segenap jajaran di Pemprov Sumbar memberi dukungan penuh atas pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli sebagai pahlawan nasional. &#8220;Semoga hasilnya sesuai dengan harapan kita bersama, yaitu gelar Pahlawan Nasional untuak Inyiak Canduang,&#8221; ucapnya. *(TPT/Ishaq)*</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/verifikator-pengusulan-gelar-pahlawan-nasional-bagi-syekh-sulaiman-arrasuli-segera-ke-canduang/">Verifikator Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Syekh Sulaiman Arrasuli Segera ke Canduang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka, Dua Novel Tentang Ulama Diterbitkan</title>
		<link>https://prokabar.com/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dua-novel-tentang-ulama-diterbitkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 08:19:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#InyiakCanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#KhairulJasmi]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang &#8211; Ini berita baik bagi pencinta buku dan penikmat novel. Kali ini dua sastrawan, Khairul Jasmi dan Akmal Nasery Basral menerbitkan karya terbarunya....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dua-novel-tentang-ulama-diterbitkan/">Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka, Dua Novel Tentang Ulama Diterbitkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong> &#8211; Ini berita baik bagi pencinta buku dan penikmat novel. Kali ini dua sastrawan, Khairul Jasmi dan Akmal Nasery Basral menerbitkan karya terbarunya. Khairul Jasmi menulis tentang jejak rekam kehidupan Syeikh Sulaiman Arrasuly yang dikenal dengan Inyiak Canduang. Sedangkan Akmal Nasery Basral menulis tentang sisi lain Buya Hamka. Dua novel ini diterbitkan oleh Republika Penerbit.</p>
<p>Inyiak Canduang dikenal seorang ulama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah, yang lahir dan besar di lereng gunung. Belajar mengaji ke Batu Hampar di waktu kecil. Lalu seterusnya belajar hingga ke Mekkah.</p>
<p>Sulaiman kecil memang disiapkan menjadi orang besar. Menantang zaman, menjemput asa. Begitulah kisah dimulai oleh Khairul Jasmi dalam novel yang diberi judul &#8220;Inyiak Sang Pejuang.&#8221; Kisah-kisah jenaka Sulaiman kecil dipungut dan diceritakan menjadi enak dibaca.</p>
<p>Melalui riset yang panjang, Khairul Jasmi menulis kisah-kisah kecil Inyiak Canduang dan diterbitkan RepublikaPenerbit di awal tahun ini. Menurut Khairul Jasmi, nama Inyiak Canduang sangat harum di seluruh penjuru negeri ini.</p>
<p>&#8220;Banyak cerita yang segera hilang jika tidak dituliskan. Basis novel ini adalah sejarah lisan para murid-muridnya,&#8221; ungkap pemimpin Harian Umum Independen <em>Singgalang</em> ini.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-58794" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634.jpg" alt="" width="800" height="1202" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634-200x300.jpg 200w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634-768x1154.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634-682x1024.jpg 682w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Ketika diberi kesempatan membaca naskah awal, sudah terasa bahwa novel ini rangkuman kisah heroik yang pernah ada di tengah masyarakat. Sebagaimana cerita kehidupan kebanyakan, berangkat dari suka dan duka perjalanan seseorang. Seseorang itu kini dikenang karena sikap dan integritas perjuangannya serta ilmu pengetahuan agama, yang telah diberikan kepada para murid-muridnya. Murid-murid itu kini sudah banyak pula yang jadi profesor.</p>
<p>&#8220;Kiprah di sidang konstituante, hingga bagaimana ia mengajar para murid, menjadi landasan penting agar generasi berikutnya bisa memakna perjalanan seorang pejuang,&#8221; tutur Khairul Jasmi, suatu waktu.</p>
<p>Menurut pengakuan Khairul Jasmi, ibunya belajar langsung dengan Inyak Canduang. Nama yang ia sandang kinipun adalah diberikan oleh Inyiak Canduang. Makanya, ia banyak bertanya kepada ummi dan teman-temannya yang pernah belajar ke Inyiak Canduang. Besar harapan, perjuangan para muridnya menjadikan Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional segera terwujud.</p>
<p>Apa hebatnya novel ini bagi pembaca? Salah satu bocorannya, bagaimana kehidupan keluarga pada masa itu dan bagaimana Syeikh Sulaiman Arrasuli berkonflik dengan pemerintah hindia belanda dalam perjuangan Syiar Islam yang dijalaninya. Begitu pula dengan para dukun dan tokoh adat yang sempat berhadapan dengannya. Cerita kian menarik karena klimaknya Inyiak Canduang harus dibunuh.</p>
<p>Taman Pujangga<br />
Sementara itu, menyambut hari kelahiran Buya Hamka ke-112 yang jatuh pada 17 Februari 2020, Republika Penerbit meluncurkan novel sejarah berjudul Setangkai Pena di Taman Pujangga.</p>
<p>“Ini tentang Buya Hamka masa kanak-kanak sampai usia 30 tahun,” ujar sastrawan Akmal Nasery Basral yang menulis kisah ini.</p>
<p>“Untuk kisah Buya usia 31 tahun sampai wafat akan ditulis dalam buku kedua Serangkai Makna di Mihrab Ulama yang in syaa Allah akan terbit<br />
tahun ini juga,” lanjutnya.</p>
<p>Syahruddin El Fikri, Pemimpin Redaksi Republika Penerbit yang juga Ketua Islamic Book Fair 2020 yang akan dihelat pada 26 Februari – 1 Maret di Jakarta Convention Center mengatakan kisah hidup Buya Hamka tetap menarik minat baca umat Islam.</p>
<p>“Oleh karena itu kami akan meluncurkan novel ini secara resmi melalui Grand Launching di JCC pada 1 Maret 2020, selain akan mengadakan bedah novel di Sumatra Barat sebagai kampung halaman Buya Hamka, mungkin di Padang atau kota-kota lain yang berminat. Apalagi Uda Akmal, penulis<br />
novel sejarah ini juga berdarah Minang.”</p>
<p>Akmal Nasery Basral berdarah Bukittinggi (ibu) dan Lubukbasung (ayah) yang kini tinggal di Cibubur, Jawa Barat, sudah menghasilkan beberapa novel sejarah seperti Sang Pencerah (2010, kisah KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhamadiyah), Presiden Prawiranegara (2011, kisah Mr. Sjafruddin Prawiranegara memimpin Indonesia pada era PDRI 1948-1949), Napoleon dari Tanah Rencong (2013, kisah Hasan Saleh sebagai Panglima Militer DI/TII Aceh).</p>
<p>Desember 2019 lalu pada Peringatan 15 Tahun Tsunami di Sigli, Aceh, Akmal meluncurkan novel berjudul Te o Toriatte (Genggam Cinta), kisah seorang gadis penyintas tsunami yang kini menjadi calon doktor ilmu komputer di Jepang. Novel ini sedang diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang oleh Hanako Ikeda dari Kyodo News Service<strong>.(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dua-novel-tentang-ulama-diterbitkan/">Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka, Dua Novel Tentang Ulama Diterbitkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Inyiak Canduang Diusulkan Jadi Pahlawan</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8binyiak-canduang-diusulkan-jadi-pahlawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2018 14:05:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#InyiakCanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4013</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Syekh Sulaiaman ar Rasuli terkenal dengan sapaan Inyiak Canduang, segera diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Hal ini, pada Selasa (16/1)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8binyiak-canduang-diusulkan-jadi-pahlawan/">​Inyiak Canduang Diusulkan Jadi Pahlawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;</b> Syekh Sulaiaman ar Rasuli terkenal dengan sapaan Inyiak Canduang, segera diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Hal ini, pada Selasa (16/1) dilaporkan ke DPRD dan dalam waktu dekat ke gubernur Sumbar.</p>
<p>&#8220;Ini dia yang kita tunggu-tunggu, beliau tokoh dan ulama pejuang,&#8221; kata Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim.</p>
<p>Yang datang  Ketua Yayasan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Inyiak Canduang, Dr. Syukri, Penanggung jawab yayasan MTI, Prof. Syufyarma Marsyidin</p>
<p>Kepada DPRD disebutkan, dokumen-dokumen pendukung sudah banyak terkumpul, termasuk buku. Inyiak yang wafat 1970 itu, memang dikenal luas di Minangkabau dan menjadi buah bibir sampai sekarang.</p>
<p>Dalam waktu dekat akan diadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendudukkan aspek akademik. Setelah itu, seminar. Pergerakan panitia ini, sudah disetujui secara resmi oleh Bupati Agam, Indra Catri.</p>
<p><b>Sejarah Inyiak</b></p>
<p>Syekh Sulaiman Ar Rasuli punya catatan penting dalam sejarah Sumatera Barat dan Indonesia. Beliau adalah salah satu ulama kharismatik asal Minangkabau. Sejak kecil Syekh Sulaiman Ar Rasuli belajar pada banyak guru di Sumatera Barat.</p>
<p>Bekal itu membawa Syekh yang dikenal dengan Inyiak Canduang ini belajar agama ke Mekkah dan berguru langsung pada Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Disitu juga Syekh Ar Rasuli berkawan akrab dengan KH Hasyim Ashari, pendiri NU.</p>
<p>Tahun 1907, Inyiak Canduang kembali ke kampung halaman. Ulama ini mengajar dengan sistim pondok. Tahun 1928 Syekh Ar Tasuli merubah pola pendidikan dengan sistim kelas tanpa meninggalkan hakikat pelajaran akidah, tasawuf dan fikh.</p>
<p>Dalam pendidikan islam di Minangkabau, Syekh Ar Tasuli membentuk Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, yang hingga kini masih tetap eksis. MTI Canduang menghasilkan lulusan yang tersebar luas di Indonesia hingga ke luar negeri. Uniknya, MTI tetap mempertahankan pelajaran dengan kitab yang diwariskan oleh Syekh Arrasuli.</p>
<p>Sedangkan dalam pergerakan, Inyiak Canduang dan sejumlah ulama Sumbar lainnya membentuk Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Gerakan ini sempat menjadi partai politik hingga tahun 1969.</p>
<p>MTI dan Perti ini, menjadi tempat membentuk karakter masyarakat, termasuk inspirasi para tokoh untuk melawan penjajah.</p>
<p>Secara ketokohan Syekh Sulaiman Ar Rasuli, menjadi tempat menimba ilmu dan guru banyak tokoh bangsa, termasuk Soekarno yang seringkali meminta nasihat kepada Inyiak Canduang.</p>
<p>Ar Rasuli juga pernah dipercaya sebagai anggota Konstituante RI, dan kepala Mahkamah Syariah Provinsi Sumatera Bagian Tengah.</p>
<p>Penulis belasan buku ini wafat tahun 1970. Puluhan ribu masyarakat mengantar ulama besar Sumbar ini ke tempat peristirahatan terakhir. <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8binyiak-canduang-diusulkan-jadi-pahlawan/">​Inyiak Canduang Diusulkan Jadi Pahlawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 36/99 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.037 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:37:27 by W3 Total Cache
-->