<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#investor Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/investor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/investor/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Dec 2023 00:47:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#investor Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/investor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sumatra Barat Butuh Sinergi Pemerintah, Niniak Mamak, dan Masyarakat untuk Menarik Investor</title>
		<link>https://prokabar.com/sumatra-barat-butuh-sinergi-pemerintah-niniak-mamak-dan-masyarakat-untuk-menarik-investor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 16:33:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#geothermal]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#investor]]></category>
		<category><![CDATA[#PanasBumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=116703</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Sumatra Barat termasuk provinsi yang tertiggal dibandingkan provinsi lain dalam hal investasi dan pembangunan. Penyebabnya adalah karena rata-rata tanah yang ada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sumatra-barat-butuh-sinergi-pemerintah-niniak-mamak-dan-masyarakat-untuk-menarik-investor/">Sumatra Barat Butuh Sinergi Pemerintah, Niniak Mamak, dan Masyarakat untuk Menarik Investor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Sumatra Barat termasuk provinsi yang tertiggal dibandingkan provinsi lain dalam hal investasi dan pembangunan.</p>
<p>Penyebabnya adalah karena rata-rata tanah yang ada di Sumatra Barat adalah tanah ulayat yang dikuasai oleh niniak mamak dan diperuntukkan untuk kaum, adat, suku, dan nagari.</p>
<p>Sehingga setiap ada investor yang ingin masuk, selalu mengalami hambatan dan proses yang berlarut-larut.</p>
<p>Ketua Harian Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Amril Amin, mengakui fakta tersebut. Amril menyebut saat investor susah masuk, yang disalahkan adalah pemerintah.</p>
<p>Padahal menurut Amril, kesalahan juga berada di tataran niniak mamak.</p>
<p>&#8220;Ini kadang-kadang kita tidak menyalahkan satu pihak. Pemerintah kadang-kadang sudah membuat perjanjian dengan investor, tapi belum duduk dengan pemilik ulayat. Ketika pemilik ulayat atau niniak mamak sudah diajak bermusyawarah, sosialisasi dari niniak mamak ke masyarakat juga tidak komunikatif kepada kaumnya sehingga kemudian keributan terjadi di masyarakat,&#8221; kata Amril, saat Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemanfaatan Energi Panas Bumi Sumatra Barat yang diadakan Forum Wartawan Peduli Panas Bumi di Hotel Pangeran Beach, Padang, Kamis (30/11/2023).</p>
<p>Amril kemudian menggambarkan persoalan lain yang juga membuat investor kesulitan masuk ke Sumbar.</p>
<p>Misalkan ada dua orang niniak mamak yang menguasai tanah di kaki pegunungan.</p>
<p>Tanah tersebut bila digunakan untuk ladang, tidak membuahkan hasil karena dijarah oleh binatang liar. Sehingga tanah tersebut dibiarkan begitu saja karena dianggap tidak produktif.</p>
<p>Lalu kedua niniak mamak tersebut berinisiatif untuk memberikan Hak Guna Usaha (HGU) kepada pihak swasta dengan mekanisme bagi hasil.</p>
<p>Tapi ketika sudah menjadi HGU dan dikelola oleh swasta, terjadi konflik antara kedua niniak mamak tersebut karena pembagian tidak rata. Yang ujung-ujungnya eksplorasi yang dilakukan pihak swasta terhambat.</p>
<p>&#8220;Kerap terjadi perpecahan karena masalah bagi-bagi hasil. Saling tidak percaya antara kedua niniak mamak ini tadi,&#8221; ucap Amril.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Harif Amali Rivai, menilai perlunya pemahaman yang sama antara pemerintah, niniak mamak, dan juga masyarakat tentang dampak positif masuknya investor ke Sumatra Barat.</p>
<p>Ia menilai sinergi dan gotong royong akan dapat mengurai persoalan sehingga investor tidak takut lagi menanamkan modalnya di Sumbar.</p>
<p>Ia menyarankan kepada pemerintah, sebelum membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor untuk memberikan HGU, terlebih dahulu menyelesaikan persoalan sosial di tengah-tengah masyarakat dengan melibatkan niniak mamak.</p>
<p>Sehingga ketika investor mulai melakukan aktivitas eksploitasi Sumber Daya Alam, tidak ada lagi persoalan.</p>
<p>&#8220;Kadang ongkos untuk menyelesaikan persoalan sosial itu sangat mahal dan proses yang panjang. Sehingga investor takut rugi,&#8221; ujar Harif.</p>
<p>FGD bertema Pemanfaatan Energi Panas Bumi Sumatra Barat yang diadakan Forum Wartawan Peduli Panas Bumi ini dihadiri oleh niniak mamak dan penghulu dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) di seluruh kabupaten kota di Sumbar, niniak mamak dari LKAAM, dan juga sejumlah jurnalis di Padang. <strong>(rel)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sumatra-barat-butuh-sinergi-pemerintah-niniak-mamak-dan-masyarakat-untuk-menarik-investor/">Sumatra Barat Butuh Sinergi Pemerintah, Niniak Mamak, dan Masyarakat untuk Menarik Investor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah, BUMN, dan Swasta Dukung Start-up Seri Pendanaan Awal Lewat World Business Angel Investors Week 2021</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-bumn-dan-swasta-dukung-start-up-seri-pendanaan-awal-lewat-world-business-angel-investors-week-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 10:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#investor]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=96349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar – Pemerintah, BUMN, dan swasta mendukung usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) seri pendanaan awal lewat World Business Angel Investors Week 2021. Kegiatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-bumn-dan-swasta-dukung-start-up-seri-pendanaan-awal-lewat-world-business-angel-investors-week-2021/">Pemerintah, BUMN, dan Swasta Dukung Start-up Seri Pendanaan Awal Lewat World Business Angel Investors Week 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> – Pemerintah, BUMN, dan swasta mendukung usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) seri pendanaan awal lewat World Business Angel Investors Week 2021. Kegiatan ini diharapkan bisa menyadarkan pentingnya pendanaan awal bagi start-up agar tetap berkembang dan bertumbuh.</p>
<p>Minat investor untuk mendanai start-up seri pendanaan awal diketahui terus menurun sejak tahun 2016. Tech in Asia melaporkan bahwa pada 2016 terdapat 54 pendanaan, kemudian, menurun menjadi 44 tahun 2017, dan pada kuartal II-2018 pun baru mencapai 27 pendanaan.</p>
<p>Karena itu, World Business Angel Investors Week (WBAW) 2021 bekerja sama dengan jajaran menteri Pemerintah Indonesia, pejabat BUMN, perusahaan swasta, dan entrepreneur milenial untuk mengangkat permasalahan tersebut ke muka dunia.</p>
<p>WBAW 2021 sendiri adalah acara yang dikoordinir oleh World Business Angel Investors Forum, partner terafiliasi GPFI G20. Forum ini akan mengangkat diskusi berkualitas yang berisi pandangan dan solusi terhadap permasalahan start-up di Indonesia. Acara juga diharapkan bisa menumbuhkan optimisme investor terhadap iklim investasi di Indonesia.</p>
<p>Muhammad Reza, Chairman dari World Business Angel Investors Week 2021, mengatakan, dengan bangga pihaknya mempersembahkan acara konferensi internasional World Business Angel Investors Week 2021 sebagai bagian dari kontribusi dan dukungan untuk Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah G20 sejak pertama kali didirikan pada 1999.</p>
<p>“<em>Recover Together, Recover Stronger</em> merupakan tema yang sangat sesuai sebagai penyemangat bagi Indonesia dan dunia untuk dapat bangkit dari kondisi pandemi global ini,” ujar Reza, dalam keterangan persnya, Rabu (20/10).</p>
<p>Muliandy Nasution, Indonesia Country Chairman mewakili World Business Angel Investor Forum, sebagai bagian dari G2 Forum, pun mengucapkan terima kasih atas partisipasi berbagai pihak yang telah mendukung, terutama Pemerintah RI, BUMN, dan korporasi dalam World Business Angel Investors Week 2021.</p>
<p>“Kami berharap, acara ini dapat meningkatkan minat para Investor dalam negeri maupun luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia dan meningkatkan perekonomian nasional dan global. Acara ini juga sebagai awal dari rangkaian kegiatan kami mendukung Indonesia sebagai tuan rumah G20 Forum tahun depan,” tutur Muliandy.</p>
<p>Dukungan Tokoh Terkemuka<br />
Beberapa tokoh terkemuka dari pemerintahan, korporasi, dan modal ventura, dipastikan akan menyampaikan perspektif masing-masing dalam acara World Business Angel Investors Week pertama di Indonesia pada Kamis (21/10) pekan ini.</p>
<p>Beberapa di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Founding CEO dari BRI Ventures Nicko Widjaja, dan pemimpin komunitas kewirausahaan berdampak tinggi Indonesia Arif P Rachmat yang saat ini menjabat sebagai Ketua Endeavour Indonesia dan Direktur Triputra Group.</p>
<p>Acara tersebut juga didukung penuh oleh Menteri BUMN Erick Thohir beserta jajaran BUMN, antara lain BNI, BRI, dan Telkomsel (anak perusahaan BUMN). Acara akan dipandu oleh moderator dari enteprenuer milenial yang memahami isu start-up seri pendanaan awal di Indonesia, yakni Deputi CEO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono, Mentor Start-up Senior Andrisyah Tauladan, dan Associate Venture Builder Enviu Aninda Annisa.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-bumn-dan-swasta-dukung-start-up-seri-pendanaan-awal-lewat-world-business-angel-investors-week-2021/">Pemerintah, BUMN, dan Swasta Dukung Start-up Seri Pendanaan Awal Lewat World Business Angel Investors Week 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Investasi Triliunan Rupiah Siap Mengalir ke KEK Palu, Ini Dia Para Investor</title>
		<link>https://prokabar.com/investasi-triliunan-rupiah-siap-mengalir-ke-kek-palu-ini-dia-para-investor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2019 03:33:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanapalu]]></category>
		<category><![CDATA[#gempapalu]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[#investor]]></category>
		<category><![CDATA[#kekpalu]]></category>
		<category><![CDATA[#Palu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=44895</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Rangkaian bencana alam yang menimpa Palu di Sulawesi Tengah rupanya tidak hanya mendatangkan sengsara. Ada pula manfaat yang bisa dipetik, misalnya oleh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/investasi-triliunan-rupiah-siap-mengalir-ke-kek-palu-ini-dia-para-investor/">Investasi Triliunan Rupiah Siap Mengalir ke KEK Palu, Ini Dia Para Investor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Rangkaian bencana alam yang menimpa Palu di Sulawesi Tengah rupanya tidak hanya mendatangkan sengsara. Ada pula manfaat yang bisa dipetik, misalnya oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Setelah bencana, justru banyak calon investor yang datang ke KEK Palu.</p>
<p>”Setelah gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang mendera Palu, seluruh dunia tahu Palu. Banyak tenant yang datang ingin berinvestasi di KEK Palu,” kata Komisaris Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), Iwan Yunus, dilansir Sabtu (24/8).</p>
<p>BPST ditetapkan Pemerintah Kota Palu sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Palu.</p>
<p>Iwan Yunus menjelaskan, banyaknya investor yang tertarik menanamkan modal di KEK Palu pasca terjadinya bencana sungguh di luar perkiraan.</p>
<p>”Setelah bencana alam itu ternyata banyak sekali investor yang tertarik. Kami tanya kenapa. Pertama, mereka baru tahu Palu itu di mana. Begitu mereka melihat Palu, ternyata berada di pusat Indoensia. Dekat dengan ALKI II yang setiap tahun ada 10.000 vessel (kapal) yang lewat di situ,” tutur Iwan Yunus.</p>
<p>KEK Palu juga didukung keberadaan Pelabuhan Pantoloan yang merupakan salah satu pelabuhan alam terbaik di dunia, dengan kedalaman sekarang ini 18 meter tanpa pengerukan. Sehingga mother vessel dengan kapasitas di atas 50.000 MT pun bisa sandar.</p>
<p>”Salah satu investor yang datang setelah gempa Palu itu adalah Hashimoto. Mereka bilang, kami ini dari Jepang yang merupakan negara bencana. Jadi tahu bahwa tidak akan ada bencana yang sama pada titik yang sama dalam kurun waktu cepat. Minimal 50 tahun baru terjadi lagi. Itu pun titiknya akan bergeser tidak di situ lagi,” kata Iwan Yunus.</p>
<p>Dia yakin KEK Palu ini cukup aman karena berada di sebelah timur teluk. Jarak antara teluk itu 9,5 kilometer. ”Tidak mungkin hempasan ombak besar datang dari teluk, tapi dari laut lepas. Sehingga KEK Palu ini relative aman,” sambungnya.</p>
<p>Hingga saat ini, kata Iwan Yunus, ada beberapa perusahaan dengan nilai investasi cukup besar yang sudah dalam proses konstruksi di KEK Palu. Salah satunya adalah PT Wanhong yang berinvestasi Rp 800 miliar untuk membangun pabrik pengolahan tembaga.</p>
<p>”Wanhong ini produksinya akan diekspor ke China. Karena memang perusahaan asal China. Mereka pilih Palu karena lokasinya strategis. Secara geografis dekat dengan China,” kata Iwan Yunus.</p>
<p>Ada juga PT Indomangan Industri yang membangun smelter mangan dengan nilai investasi sebesar Rp 1,2 triliun. Perusahaan ini merupakan joint venture antara Inggris dan Indonesia. Perusahaan ini akan mendatangkan bahan baku dari tambang batu mangan di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat untuk diolah di pabrik yang sedang dibangun di KEK Palu. Targetnya, pabrik itu bisa beroperasi tahun 2020.</p>
<p>Selain itu terdapat beberapa investor yang sedang melaksanakan konstruksi diantaranya adalah PT Alfa Industri Mandiri yang akan membangun Pabrik Pengolahan Karbon Aktif, Coco Feat, dan Coco Fiber yang berbahan baku kelapa. PT Sarana Dwima Jaya yang akan membangun pabrik baja ringan dengan nilai investasi sebesar Rp 10 Miliar. Serta ada PT Sulawesi Global Komoditi yang bergerak dibidang pengolahan kakao dan gudang pengeringan dengan nilai investasi Rp 510 juta.</p>
<p>PT. Sula Kor Energi yang akan membangun pembangkit listrik 33 MW senilai Rp 1,5 triliun. dan PT Hashimoto yang akan membangun industri wood pelet dengan nilai investasi Rp 2,4 triliun.</p>
<p>Sedangkan investor yang sudah produksi di KEK Palu adalah PT Asbuton Jaya Abadi yang bergerak di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas dengan nilai investasi Rp 100 miliar. PT Hong Thai International yang bergerak di bisnis pengolahan getah pinus dengan nilai investasi Rp 13,7 miliar dan telah melakukan ekspor sejak akhir 2018. Nilai ekspor pada tahun 2019 adalah sebesar USD 2.1 juta untuk Gumrosin dan USD 3.3 juta untuk Turpentin.</p>
<p>PT. Kaili Rotan Industri yang bergerak di pengolahan barang jadi maupun setengah jadi dari bahan rotan, bambu dan kayu dengan investasi Rp 25,5 miliar. Dan PT. Tata Kokoh Abadi yang memproduksi batu bata dari tanah liat/keramik, perdagangan besar genteng, batu bata, ubin dan sejenisnya dari tanah liat, kapur semen atau kaca dengan nilai investasi Rp 20 miliar.</p>
<p>”Kami bersyukur calon investor terus berdatangan ke KEK Palu. Wilayah kami memang relatif aman dari bencana. Pada saat bencana alam tahun lalu itu hanya kantor pengelola KEK saja yang rusak. Semua pabrik milik investor tidak rusak,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, KEK Pariwisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten terus berbenah pasca bencana tsunami tahun lalu. Fasilitas yang mengalami kerusakan pasca tsunami adalah Beach Club, Tanjung Lesung Beach Hotel, komplek Villa Kalicaa dan Golf Course. Total kerugian mencapai Rp 150 miliar.</p>
<p>”Kami perbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak itu,” kata Poernomo Siswoprasetijo, Direktur Utama PT. Banten West Java. Pihaknya juga bersama BNPB dan BMKG melakukan mitigasi bencana. Misalnya dengan mengembangkan berbagai peralatan dan radar untuk deteksi dini tsunami.</p>
<p>”Bagaimana kami juga mengamankan pengunjung dan investor, misalnya dengan pengembangan shelter atau tempat berkumpul wisatawan ketika ada peringatan dini tsunami. Sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para pengunjung,” kata Poernomo. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/investasi-triliunan-rupiah-siap-mengalir-ke-kek-palu-ini-dia-para-investor/">Investasi Triliunan Rupiah Siap Mengalir ke KEK Palu, Ini Dia Para Investor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/81 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:12:56 by W3 Total Cache
-->