<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Internet Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/internet/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2025 14:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Internet Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/internet/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Perlu Buku, Internet Sudah Menjadi Guru</title>
		<link>https://prokabar.com/tak-perlu-buku-internet-sudah-menjadi-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 14:12:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Baca Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=127428</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rian Hadi Putra Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang Tak bisa kita pungkiri, era digital telah mengubah hampir seluruh sektor kehidupan,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-perlu-buku-internet-sudah-menjadi-guru/">Tak Perlu Buku, Internet Sudah Menjadi Guru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rian Hadi Putra<br />
</strong><strong>Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam<br />
</strong><strong>UIN Imam Bonjol Padang</strong></p>
<p>Tak bisa kita pungkiri, era digital telah mengubah hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk di bidang informasi dan komunikasi. Kehadiran teknologi telah menggeser cara seseorang dalam mencari sumber informasi sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah <em>Information-Seeking Behavior Change</em> atau perubahan perilaku dalam mencari informasi.</p>
<p>Namun, pertanyaannya adalah: apakah perubahan ini membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam menyerap dan memilah informasi? Ataukah justru sebaliknya membuat kita semakin terjebak dalam arus informasi yang cepat namun dangkal?</p>
<p>Data dan fakta justru menunjukkan bahwa Indonesia masih tergolong sebagai negara dengan tingkat minat baca yang rendah. Survei bertajuk <em>Most Literate Nations in the World</em> tahun 2016 menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal literasi membaca.</p>
<p>Survei dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tahun 2017 pun menunjukkan hal serupa; frekuensi membaca masyarakat Indonesia rata-rata hanya tiga hingga empat kali per minggu, dengan durasi sekitar 30 hingga 59 menit per sesi. Jumlah buku yang dibaca dalam setahun pun terbilang minim, yakni hanya sekitar lima hingga sembilan buku.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan pendapat Dosen Literasi Media UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Abdullah Khusairi, MA, bahwa membicarakan buku di tengah budaya baca yang rendah ibarat mencoba mengangkat batu besar seorang diri.</p>
<p>Budaya menghabiskan waktu berjam-jam di depan gawai telah menjauhkan masyarakat dari buku kecuali bagi segelintir orang yang memang penggila bacaan dan haus akan pengetahuan.</p>
<p>Siapa yang butuh guru atau buku tebal? Internet tahu segalanya bahkan hal-hal yang belum sempat kita tanyakan. Begitulah gambaran narasi sebagian orang yang sepenuhnya bergantung pada Google atau internet sebagai sumber informasi, tanpa proses verifikasi atau cek ulang.</p>
<p>Terlebih lagi, masyarakat Indonesia kini memiliki kebiasaan mengakses internet rata-rata selama tujuh jam per hari, melampaui angka global yang berkisar antara enam hingga tujuh jam, menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.</p>
<p>Tujuh jam bersama internet—apakah Indonesia sedang menuju negara maju, atau justru negara ‘mager’? Luar biasa, kita bukan sekadar pengguna, tetapi sudah layak disebut sebagai pejuang internet tanpa lelah, dari bangun tidur hingga mata benar-benar letih. <em>Scrolling</em> dianggap seni, <em>stalking</em> sudah seperti riset, dan membaca caption kini dianggap sebagai bentuk baru literasi.</p>
<p>Namun ironisnya, minat baca kita justru semakin merosot. Bukan karena masyarakat tidak membaca, tetapi karena yang dibaca hanyalah judul, potongan tangkapan layar tanpa sumber, atau kutipan motivasi dari akun-akun yang tidak memiliki kredibilitas sebagai literatur.</p>
<p>Dengan hanya menonton dua video singkat tentang “teori komunikasi”, misalnya, seseorang bisa merasa sudah cukup berpengetahuan. Lalu, dengan mudahnya, menganggap buku teori komunikasi setebal 500 halaman tak lebih dari sekadar pajangan di rak perpustakaan.</p>
<p>Memang benar, kita hidup di zaman yang serba cepat—namun pemahaman justru semakin menipis. Jangan sampai hampir seluruh waktu kita, dari 24 jam dalam sehari, dihabiskan hanya untuk berselancar di dunia maya. Akan jauh lebih bermanfaat jika kita mulai meluangkan waktu untuk membaca buku, yang sumber informasinya jelas, mendalam, dan terverifikasi.</p>
<p>Sebab, pada akhirnya, pertanyaan yang patut kita renungkan bukan lagi “berapa lama kita online?”, melainkan “berapa lama kita benar-benar berpikir, merenung, dan membaca—selain dari layar?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-perlu-buku-internet-sudah-menjadi-guru/">Tak Perlu Buku, Internet Sudah Menjadi Guru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Tersentuh Digitalisasi, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Batusangkar Edukasi Generasi muda Pasilihan</title>
		<link>https://prokabar.com/tak-tersentuh-digitalisasi-fakultas-ushuluddin-adab-dan-dakwah-uin-batusangkar-edukasi-generasi-muda-pasilihan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2023 17:01:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Internet]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasilihan]]></category>
		<category><![CDATA[#uinbatusangkar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115397</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasilihan, Prokabar- Nagari Pasilihan berada di Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Nagari ini masih terkategori nagari tertinggal dibandingkan nagari lainnya di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-tersentuh-digitalisasi-fakultas-ushuluddin-adab-dan-dakwah-uin-batusangkar-edukasi-generasi-muda-pasilihan/">Tak Tersentuh Digitalisasi, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Batusangkar Edukasi Generasi muda Pasilihan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasilihan, Prokabar-</strong> Nagari Pasilihan berada di Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Nagari ini masih terkategori nagari tertinggal dibandingkan nagari lainnya di Kabupaten Solok.</p>
<p>Sejak negeri ini merdeka, Nagari Pasilihan sama sekali belum tersentuh moderisasi, khususnya dalam beberapa bidang, seperti pendidikan dan teknologi digital.</p>
<p>Masyarakat Pasilihan masi sulit mendapatkan akses telekomunikasi, baik telepon seluler maupun akses internet.</p>
<p>Akses internet hanya tersedia diarea kantor Walinagari dengan peralatan bantun kominfo kabupaten solok.</p>
<p>&#8221; hanya ada di kantor walinagari ini saja. Ada WIFInya dan itu gratis. Ada juga yang voucher, kita belinya ke salah satu warga,&#8221; ujar Husni Mardiah, warga Pasilihan.</p>
<p>Husni melanjutkan, tidak hanya sulit mendapatkan akses internet, untuk menelepon dan menerima telponpun warga harus datang ke kantor Walinagari.</p>
<p>&#8221; dalam rumah tidak dapat sinyal. Makanya kalau sudah sore, warga beramai ramai ke balai balai ini untuk menikmati internet. Kalau siang kita juga segan pak, kan orang kantor wali juga butuh internet dalam bekerja,&#8221; lanjutnya saat ditemui diareal kantor walinagari Pasilihan.</p>
<p>Kondisi yang sama juga diungkapkan Fathir, salah seorang siswa Sekolah Dasar di nagari Pasilijan. Ia mengatakan jika internet hanya ada disekitar kantor walinagari  dan tempat tempat tertentu saja</p>
<p>&#8221; disini lambat jaringannya pak. Loadingnya lama. Dan juga kalau listriknya mati, internet tidak bisa lagi,&#8221; ujar Fathir.</p>
<p>Baik Husni dan Fathir sangat berharap nagari mereka dapat tersentuh akses telekomunikasi yang cukup luas jangkaunnya.</p>
<p>&#8221; selain untuk belajar, sesekali main game dan liat WA pak,&#8221; tutup Fathir saat ditanyai peruntukan internet bagi dirinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar</strong></p>
<p>Dilatarbelakangi ketertinggalan nagari Pasilihan dalam bidang teknologi digital, Akademisi Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD), Universiras Negeri Islam (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di nagari itu.</p>
<p>Dr. Deswita selaku Ketua PKM menjelaskan jika nagari Pasilihan merupakan sebuah kawasan <em>blankspot.</em> Warga hanya mengandalkan jaringan internet satu satunya yang ada dikawasan kantor walinagari.</p>
<p>&#8221; itu menjadi dasar kami dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk PKM disini, dengan tujuan untuk menciptakan adanya titik titik internet bagi anak anak dalam mengakses berbagai hal yang mereka inginkan,&#8221; sampai Deswita.</p>
<p>Selain itu, sasaran PKM juga untuk mencipatakan taman bacaan digital bagi generasi muda dalam memamfaatkan internet itu secara efektif.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-115399" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230923_235612.jpg" alt="" width="1100" height="716" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230923_235612.jpg 1100w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230923_235612-300x195.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230923_235612-1024x667.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230923_235612-768x500.jpg 768w" sizes="(max-width: 1100px) 100vw, 1100px" /></p>
<p>&#8221; internet harus bisa bermamfaat bagi generasi muda, baik tentang agama maupun pengetahun lainnya. Jadi tidak semata dimamfaatkan untuk bermain game saja,&#8221; ujar Deswita.</p>
<p>Guna mewujudkan hal tersebut, pada PKM kali ini UIN juga membentuk sebuah saung atau balai balai digital yang berada tepat didepan kantor walinagari. Tujuannya, kedepannha generasi muda nagari Pasilihan bisa mendapatkan edukasi yang sehat saat berselancar didunia maya.</p>
<p>&#8221; dengan keterbatasan yang ada (internet) generasi muda kita ini kedepannya dapat membangun nagari mereka dan menjadikan Pasilihan sebagai nagari pintar <em>(smart Village),&#8221;</em> tutup Deswita.</p>
<p>Deswita juga berharap, orang tua nantinya dapat mengawasi anak anak mereka dalam mengakses internet. Hal ini bertujuan agar informasi yang didapatkan tidak informasi yang salah dan beresiko merubah pola pikir dan merusak masa depan anak itu sendiri.</p>
<p>Sementara itu, Dekan FUAD, Dr. AKhyar Hanif, M.Ag dalam sambutanya mengatakan melalui PKM ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menginginkan Pasilihan menjadi kampung pintar.</p>
<p>&#8221; saat ini ada 7 program studi yang kita arahkan untuk Pasilihan. Dengan adanya balai balai digital, nantinya anak anak kita ini tak lagi jauh ke bukit untuk mendapatkan internet,&#8221; ungkap Dr. AKhyar Hanif, M.Ag.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Wabup Usahakan Tower Telekomunikasi Berdiri Sebelum Tutup Tahun</strong></p>
<p>Walinagari Pasilihan Yon Hinofri menyampaikan proposal serta aspirasi warga kepada Wakil Bupati Kabupaten Solok.</p>
<p>Harapannya, Pemerintah Kabupaten Solok bisa menyediakan jaringan telokomunikasi di nagari Pasilihan.</p>
<p>&#8221; sebagai daerah terluar dan berbatasa dengan kabupaten Tanah Datar, kami jangan hanya dilihat lihat saja. Dari sekian banyak usulan masyarakat, kami terkendala dengan sinyal yang belum ada. Di kantor wali ada bantuan bakti kominfo, itu hanya 10 mbps dan ada sistem radio yang dikelola warga. Itulah yang dimamfaatkan oleh warga nagari Pasilihan sampai saat ini,&#8221; ujar Walinagari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-115400" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230924_000119.jpg" alt="" width="1186" height="718" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230924_000119.jpg 1186w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230924_000119-300x182.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230924_000119-1024x620.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230924_000119-768x465.jpg 768w" sizes="(max-width: 1186px) 100vw, 1186px" /></p>
<p>Sementara itu, Jon Fiman Pandu, Wakil Bupati Kabupaten Solok yang hadir dalam peresmian balai balai digital di kenagarian Pasilihan menginginkan sebelum tutup tahun 2023 telah berdiri sebuah tower telokomunikasi di daerah itu.</p>
<p>Sebagai pemangku kebijakan, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan permintaan warga Pasilihan itu.</p>
<p>&#8221; saya menginginkan sebelum 2024, di nagari Pasilihan sudah berdiri sebuah tower,&#8221; ujar Wakil Bupati yang disertai tepuk tangan masyarakat nagari Pasilihan.</p>
<p>Wabup berharap, meski digitalisasi sangat penting bagi generasi muda, namun kondisi Pasilihan yang jauh dari akses digitalisasi diharapkan tidak mematahkan semangat untuk menjadikan Pasilahan sebagai kampung pintar seperti yang telah dicanangkan oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-tersentuh-digitalisasi-fakultas-ushuluddin-adab-dan-dakwah-uin-batusangkar-edukasi-generasi-muda-pasilihan/">Tak Tersentuh Digitalisasi, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Batusangkar Edukasi Generasi muda Pasilihan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN Unand Edukasi Pemanfaatan Internet pada Pelajar Sijunjung</title>
		<link>https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-unand-edukasi-pemanfaatan-internet-pada-pelajar-sijunjung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2021 11:21:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Internet]]></category>
		<category><![CDATA[#kkn]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Masa Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama setahun lebih. Berdampak pelajaran pelajar melalui daring dengan jaringan internet. Aktifitas banyak di rumah dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-unand-edukasi-pemanfaatan-internet-pada-pelajar-sijunjung/">Mahasiswa KKN Unand Edukasi Pemanfaatan Internet pada Pelajar Sijunjung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Masa Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama setahun lebih. Berdampak pelajaran pelajar melalui daring dengan jaringan internet. Aktifitas banyak di rumah dan keluar rumah sangat dibatasi.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat penggunaan internet meningkatan tajam. Mengarahkan masyarakat dan pelajar untuk menyesuaikan kebiasaan baru. Bertujuan menghindari pertemuan tatap muka agar tidak terjadi penyebaran covid-19.</p>
<p>Pemanfaatan teknologi digital, handphone, leptop, komputer berjaringan internet dari rumah dengan menggunakan beragam aplikasi lunak.</p>
<p>Di sektor Pendidikan, pembelajaran sekolah jarak jauh ini memaksa anak-anak dibantu orang tua untuk akrab dengan internet. Namun tidak jarang terkontrol oleh orang tua dan lingkungannya.</p>
<p>Pemanfaatan internet dan belajar di rumah itu telah mengubah pola hidup dan budaya manusia dalam belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja dan aspek lainnya. Hingga mengerucut pada penggunaan internet dengan jejaring atau media sosial, dianggap lebih efektif dan efisien berkomunikasi.</p>
<p>Mereka melakukan semua hal seperti komunikasi, belajar, bekerja, dan berbelanja. Demikian informasi yang didapatkan semakin terbuka baik konten positif maupun negatif.</p>
<p>Kendalanya lagi, akses internet dan teknologi belum merata di semua wilayah seperti yang terjadi di Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Salah satu daerah yang tidak merata terjangkau akses jaringan internet. Tidak jarang, para pelajar harus bersusah payah mencari sejumlah titik yang bisa dijangkau jaringan internet.</p>
<p>Menyikapi demikian, Mahasiswa KKN Universitas Andalas yang berkesempatan di sana, mencoba melakukan edukasi dan sosialisasi penggunaan internet. Terutama pada pelajar siswa SMP yang ada di sekitar Tanjung Gadang.</p>
<p>Runni Afifah salah seorang mahasiswa KKN di Tanjung Gadang. Menurutnya, teknologi komunikasi dan internet yang ikut berperan dalam dunia pendidikan, seperti pembelajaran Daring.</p>
<p>Berfungsi sebagai penghubung antar guru dan siswanya dengan jaringan internet dari jarak jauh. Berbagai macam media aplikasi lunak digunakan sebagai pembelajaran daring sebagai subjek penelitiannya. Seperti WhatsApp, Zoom Meet, Google Classroom dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kami melaksanakan sosialisasi tentang penggunaan internet secara bijak dan baik kepada murid SMP ini. Agar murid itu bisa secara efektif memanfaatkan internet untuk menunjukkan apa pengertian dari internet itu sendiri,&#8221; terangnya.</p>
<p>Senada dengan Heru Dibyo Laksono selaku dosen pembimbing mahasiswa KKN tersebut. &#8220;para siswa harus tahu tentang penggunaan internet yang bijak. Internet adalah jaringan luas yang menghubungkan teknologi informasi dan komunikasi ke seluruh dunia,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Semua orang di berbagai belahan benua lanjutnya, dapat berbagi informasi dan berkomunikasi dengan koneksi internet.</p>
<p>&#8220;Sosialisasi ini bertujuan agar murid SMP yang menggunakan internet digunakan untuk kepentingan sesuai kebutuhan edukasi, pencarian informasi, atau bahkan sekadar bersenang-senang melalui wadah media sosial. Selain banyak manfaat positif, hadirnya internet sering kali disalahgunakan dan dimanfaatkan untuk keperluan yang tidak seharusnya sehingga memberi dampak negatif pada penggunanya,&#8221; ulasnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswa-kkn-unand-edukasi-pemanfaatan-internet-pada-pelajar-sijunjung/">Mahasiswa KKN Unand Edukasi Pemanfaatan Internet pada Pelajar Sijunjung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Agam Juga Dorong Akses Internet Di Nagari Pasia Laweh Terwujud</title>
		<link>https://prokabar.com/bupati-agam-juga-dorong-akses-internet-di-nagari-pasia-laweh-terwujud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2020 15:51:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Internet]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74697</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Bupati Agam, Indra Catri dan jajaran memastikan pemasangan tower jaringan internet di kelok HP, Puncak Bukit Pakan Selasa, Nagari Pasia Laweh,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bupati-agam-juga-dorong-akses-internet-di-nagari-pasia-laweh-terwujud/">Bupati Agam Juga Dorong Akses Internet Di Nagari Pasia Laweh Terwujud</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Bupati Agam, Indra Catri dan jajaran memastikan pemasangan tower jaringan internet di kelok HP, Puncak Bukit Pakan Selasa, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah berjalan lancar dan aman, Selasa (22/9). Setelah mendapat dukungan Anggota DPR RI, Andre Rosiade dan Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abid, akhirnya PT. Telkom bersedia memasangkan tower sebagai akses penangkap dan pemancar jaringan seluler di daerah tersebut.</p>
<p>Ada syarat atau permintaan dari PT. Telkom bisa memperkuat jaringan internet dan pemasangan wifi di sini. Apalagi berada di daerah perbukitan dan terpelosok. Minimal harus ada 60 orang pelanggan. Dengan kolaborasi masing-masing OPD, solusi didapatkan. Mengoptimalkan seluruh sekolah, kantor jorong, kantor nagari, kantor camat, masjid dan rumah penduduk berkemampuan, bersedia berlangganan Indihome Telkomsel.</p>
<p>&#8220;Agar semakin mudah lagi, hingga pelajar tidak harus lagi jauh-jauh ke puncak bukit ini mencari sinyal atau jaringan, saya perintahkan Kepala DPNM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Dinas Kominfo, Bidang Kesra dan Baznas, untuk kolaborasi melakukan terobosan,&#8221; ungkap Bupati Agam, Dr. Indra Catri.</p>
<p>Pusat perkantoran, sarana dan prasarana umum, sarana ibadah (masjid) harus menjadi pusat berjaringan internet. Membantu pelajar dan masyarakat untuk mendapatkan akses jaringan internet.</p>
<p>&#8220;Kita wujudkan Agam terkoneksi internet. hingga sampai ke pelosok perkampungan. Kita targetkan dua bulan kedepan dapat tercapai,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sejak PSBB pandemi Covid-19, pelajaran tatap muka hampir tidak ada di sekolah. Kondisi ini beralih pada proses belajar mengajar sistem during. Membuat ketergantungan pada jaringan internet dan hp android. &#8220;Jaringan sulit, pulsa mahal. Maka harus ada solusi kongkrit dengan dukungan bersama. Alhamdulillah, akhirnya ini dapat tercapai,&#8221; terang Bupati Agam. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bupati-agam-juga-dorong-akses-internet-di-nagari-pasia-laweh-terwujud/">Bupati Agam Juga Dorong Akses Internet Di Nagari Pasia Laweh Terwujud</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinamika Kuliah Daring, Dari Jaringan Internet Buruk sampai Kehabisan Kuota</title>
		<link>https://prokabar.com/dinamika-kuliah-daring-dari-jaringan-internet-buruk-sampai-kehabisan-kuota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2020 09:15:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Internet]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=65298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Panjang, Prokabar &#8211; Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat aktivitas menjadi berubah, semua serba dalam jaringan (daring), tak terkecuali perkuliahan mahasiswa. Semua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dinamika-kuliah-daring-dari-jaringan-internet-buruk-sampai-kehabisan-kuota/">Dinamika Kuliah Daring, Dari Jaringan Internet Buruk sampai Kehabisan Kuota</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Panjang, Prokabar &#8211;</strong> Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat aktivitas menjadi berubah, semua serba dalam jaringan (daring), tak terkecuali perkuliahan mahasiswa. Semua itu dilakukan untuk menjaga Physical Distancing demi mencegah penyebaran Covid-19.</p>
<p>Diliburkannya perkuliahan di kampus, berganti dengan kuliah daring dirasakan banyak mahasiswa kurang optimal. Faulina Adma, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, jurusan Psikologi mengatakan kuliah daring yang selama ini dijalankannya memang kurang efektif.</p>
<p>Namun begitu, dia memaklumi kondisi tersebut, karena kuliah daring adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan pihak kampus dalam kondisi sekarang. “Kalau saya pribadi, pembelajaran secara daring memang kurang optimal. Ada beberapa kendala juga, terkadang kita kehabisan kuota dan deadline tugas juga mepet sekali,” ujarnya kepada prokabar, Jumat (17/4).</p>
<p>Menurut mahasiswi yang akrab disapa Alin ini, sejauh ini belum ada semacam bantuan atau subsidi kuota internet dari kampus untuk mengikuti kuliah daring. Biasanya perkuliahan memakai aplikasi zoom. Tetapi juga ada yang lebih simpel melalui WA Grup saja.</p>
<p>&#8220;Kalau pakai zoom, terkadang juga susah, karena terkendala jaringan sehingga tak bisa masuk dan bergabung. Apalagi kalau materinya presentasi, akan sulit dipahami. Kemudian ada presentasi kelompok yang harus di download juga.&#8221;ujar Alin yang mengaku untuk satu sesi kuliah selama 40 menit bisa menghabiskan kuota 400 mb.</p>
<p>Sejauh ini menurut Alin, dia setiap hari menjalani kuliah daring. Semua mata kuliah yang terjadwal bisa berjalan setiap hari. Dirinya berharap, proses perkuliahan daring bisa lebih efektif dan optimal.</p>
<p>“Semoga ada solusi untuk kami biar bisa belajar dengan efektif meskipun itu daring. Dan untuk kedepannya saya harap tak ada lagi keluhan dari mahasiswa terkait fasilitas kampus,”tukas mahasiswi semester enam tersebut.<strong>(mht)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dinamika-kuliah-daring-dari-jaringan-internet-buruk-sampai-kehabisan-kuota/">Dinamika Kuliah Daring, Dari Jaringan Internet Buruk sampai Kehabisan Kuota</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah Internet di Indonesia Digratiskan Selama Covid-19?</title>
		<link>https://prokabar.com/mungkinkah-internet-di-indonesia-digratiskan-selama-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2020 08:31:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#Internet]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=64586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Ditengah pandemi Covid-19, kebutuhan internet masyarakat tentu bertambah. Apalagi seiring dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang dirancang pemerintah. Berkaca...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mungkinkah-internet-di-indonesia-digratiskan-selama-covid-19/">Mungkinkah Internet di Indonesia Digratiskan Selama Covid-19?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Ditengah pandemi Covid-19, kebutuhan internet masyarakat tentu bertambah. Apalagi seiring dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang dirancang pemerintah.</p>
<p>Berkaca dari negara tetangga, Malaysia yang juga mengalami pandemi Covid-19, memberikan akses internet gratis kepada rakyatnya. Lantas, mungkinkah internet di Indonesia digratiskan?</p>
<p>&#8220;Sepanjang untuk kebutuhan yang benar akan diberikan,&#8221; ujar Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, dikutip Warta Ekonomi.</p>
<p>Menurut Merza, banyak operator yang sudah menggratiskan akses internet untuk pendidikan. Beberapa juga menggratiskan internet untuk akses ke laman pemerintah.</p>
<p>Sementara Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia Danny M Buldansyah mengatakan, &#8220;operator dalam menjalankan operasinya untuk menyediakan layanan membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Selain itu, harga layanan mobile data di Indonesia juga merupakan salah satu yang termurah di dunia,&#8221; katanya.</p>
<p>Di sisi lain, operator pelat merah Telkomsel menolak berkomentar terkait hal ini. Pemerintah Indonesia sendiri memang belum berencana menggratiskan internet.</p>
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate mengatakan ada pertambahan penggunaan internet selama WFH mulai dari 5 hingga 10 persen. Ia juga mencatat ada penggunaan internet besar, yang berasal dari perumahan.</p>
<p>Siasat Kemenkominfo sendiri dalam mengatasi lonjakan penggunaan internet hingga kini adalah mengimbau masyarakat untuk menggunakan internet dengan bijak.</p>
<p>&#8220;Spektrum bandwith terbatas, maka pemanfaatan ruang digital kita harus lebih efisien. Kami menjaga supaya infrastruktur dan bandwith cukup,&#8221; ujar Menkominfo.<strong>(*/mht)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mungkinkah-internet-di-indonesia-digratiskan-selama-covid-19/">Mungkinkah Internet di Indonesia Digratiskan Selama Covid-19?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 43/133 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.026 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:12:59 by W3 Total Cache
-->