<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Inspiratif Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/inspiratif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/inspiratif/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Apr 2021 04:11:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Inspiratif Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/inspiratif/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Wanita Inspiratif dari Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-wanita-inspiratif-dari-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 04:11:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sosok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Delsy, sosok wanita inspiratif asal Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pelaku usaha rumah tangga nan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-wanita-inspiratif-dari-sungai-batang/">Kisah Wanita Inspiratif dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Delsy, sosok wanita inspiratif asal Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pelaku usaha rumah tangga nan gigih dan penuh sangat berinovasi.</p>
<p>Berawal pada 2005, ia memiliki sebuah warung minuman kopi dan membuat berbagai macam sarapan pagi. Seperti lontong, nasi goreng dan aneka kue lainnya. Waktu terus berjalan.</p>
<p>Ingin meningkatkan inovasi usaha, Delsy kembali berfikir, apa yang lebih bagus untuk menarik dijual selain sarapan pagi yang bisa meningkatkan pendapatan. Hingga malam, aktifitas kembali berlanjut seiring membuatkan minuman kopi untuk orang yang duduk di kedai. Santai sambil ngobrol.</p>
<p>Sang suami, seorang supir harian angkutan Tanjung Sani ke Bukittinggi. Mobil milik saudara laki-lakinya. Walau suaminya seorang supir, ia tetap bangga dan bahagia. Kehidupan cukup, untuk menghidupi kedua anak gadisnya. Anak pertama masih Kelas 1 SMPN 1 Maninjau, anak kedua kelas 3 SD Islam Rasuna Said di Maninjau.</p>
<p>Kemudian tercetus ide, Bagaimana bisa membuat kue donat yang empuk dan enak. Hingga suatu ketika, ide itu terwujud. Kue donat nan empuk dan lembut berhasil dibuat, berkat bantuan orang yang datang dari Padang.</p>
<p>Kisahnya bisa ketika ada pengerjaan jalan pengaspalan di depan rumah. Karena berjualan, para sebagian pekerja berhenti dan istirahat di warung. Salah seorang supir pekerja itu kebetulan membawa istrinya dari Padang.</p>
<p>&#8220;Kebetulan banget ibu ini bisa bikin kue. Saya bisa bantu mengajarkan membuat donat yang empuk dan lembut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Beliaulah yang mengajarkan saya bagaimana membuat donat yang lembut,&#8221; terangnya. Walau sudah jam sebelas malam menyediakan bahan untuk membuat kue donat empuk dan lembut itu, Alhamdullillah Allah masih memberiku kesehatan untuk belajar. Esok harinya, Delsy langsung mempraktekannya.</p>
<p>Sejak saat itu, selain tetap berjualan lontong dan nasi goreng, usaha kue donat dimulai dengan jumlah satu kilogram. Secara bertahap mulai naik dua kilo hingga tiga kilogram perhari.</p>
<p>Karena memiliki hobi masak-memasak, usaha donat hingga berkembang catering, meski masih skala kecil. Pesanan berkembang melalui berbagai kegiatan di tingkat jorong hingga Pemerintahan Kenagarian Sungai Batang. Berfikir, kue yang telah dibuat tidak hanya dinikmati masyarakat Tanjung Sani saja, juga bisa sampai ke luar Kenagarian Sungai Batang.</p>
<p>Pelanggan dan pembeli terus meningkat, berbelanja di warung. Dalam sehari berhasil habis mencapai 100 buah perhari.</p>
<p>Karena konsumen meningkat, Desy pun kembali meningkatkan jumlah pembuatan. Dari sekitar satu hingga tiga kilogram, menjadi 10 kilogram bahan tepung dan lainnya.</p>
<p>Donat yang dibuat mulai dititipkan ke setiap warung dan hampir ke kedai sekeliling Danau Maninjau. Harga penjualan satu buah senilai 2000 rupiah. Dengan modal motor mio untuk bisa mengantar dan menjemput sisa kue terjual. Hingga motor sempat dimodifikasi agar bisa ada keranjang mengangkut kue donat.</p>
<p>Usaha semakin meningkat, dan kue donat mulai dijual setiap hari balai di pasar tradisional. Terutama di hari rabu dan hari jumat. Namun terjadi kendala, seiring usaha meningkat, menuntut kebutuhan produksi harus ditambah. Apa daya menggunakan alat seadanya tentu produksi tidak bisa ditingkatkan lebih dari 15 kilogram bahan baku. Sementara, untuk membeli mesin pengaduk belum mampu karena harganya cukup mahal.</p>
<p>Kebutuhan terus bertambah, seiring tingkat pendidikan anak pun bertambah. Warung lontong mulai sepi. Usaha dan ide mulai buntu.</p>
<p>Berjalannya waktu, Delsy mendapat kesempatan bergabung dengan kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebagai anggota aktif berbagai ilmu, pengalaman dan kesempatan bertambah lebar.</p>
<p>Kaena sudah memiliki usaha donat, pengolahan masih manual, ia tetap optimis ikut berbagai pameran atau bazar yang diadakan pihak Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Kabupaten Agam. Kondisi ini berhasil meningkatkan kemampuan dan memiliki surat perizinan usaha seperti P-IRT, IUMK dan Sertifikat Halal dari MUI.</p>
<p>Wabah pandemi covid 19 datang secara mendadak mengganggu stabilitas perekonomian dan kesehatan. Dan ibu dua anak gadis ini harus terdiam kaku, sambil memungut 150 kotak donat tersimpan di warung. Hingga saat ini belum maksimal memproduksinya.</p>
<p>&#8220;Aku berharap bisa mendapatkan mesin pengolah roti atau donat, untuk kualitas yang lebih baik. Sampai sekarang belum juga dapat. Sementara kebutuhan dan biaya terus meningkat ke tingkat universitas. Adeknya pun akan menyusul,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk usaha donat aku istirahat dulu, tuturnya. &#8220;Aku berharap suatu saat aku bisa memiliki mesin pengaduk dan pencetak donat yang sampai bisa menghasilkan ribuan donat, dengan hasil maksimal.<br />
Karena prospeknya sangat bagus.<br />
Dan banyak disukai semua kalangan masyarakat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurut banyak pembeli, donat buatannya berbeda dengan buatan yang sering beredar di pasaran. Hanya saja keterbatasan alat produksi, ditambah pandemi Covid-19, salah satu wanita Inovatif dari Sungai Batang ini istirahat memproduksi donat. Untuk sementara waktu beralih ke bidang kuliner pengolahan ikan, karena banyak permintaan dan bergabung dengan sejumlah penggiat pengolahan ikan di tingkat Kabupaten Agam.</p>
<p>&#8220;Aku pun berfikir lagi, kenapa tidak mencoba untuk mengembangkan hasil pengolahan ikan yang berserakan di Danau Maninjau?<br />
Sementara aku hidup di pinggir Danau Maninjau yang banyak potensi dan bisa di ambil hasilnya,&#8221; Kata Delsy.</p>
<p>Ibu itu mencoba mengolah Ikan Bada, menjadi Bada Goreng Garing. Juga Rinyuak (Ikan Bada dan Rinuak merupakan ikan endemik khas Danau Maninjau) yang selalu banyak dijual orang setiap pagi. Mencoba untuk mempelajari Lagi cara mengolah Rinyuak menjadi pelengkap menu yan digemari masyarakat.</p>
<p>Sejumlah olahan terutama Dendeng Rinyuak, Rendang Rinyuak, Rinyuak Krispy Orei, Bada Goreng dan Bada Salai atau Bada Masiak. &#8220;Aku coba pasarkan melalui online ke grup yang ada di dalam kontak hp. Dan kebetulan aku bergabung dengan organisasi Aisyiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Agam yang pernah mengorbitkan aku ikut lomba ketahanan pangan untuk olahan ikan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Saat mengikuti perlombaan, berhasil lolos di Tingkat Kabupaten Agam, kemudian berlanjut ke Tingkat Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Alhamdullillah, hasil olahan ini diorbitkan ke Tingkat Nasional yang diadakan ke Kota Gudeg, Yogyakarta. Bersama rombongan penggerak UMKM Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Agam, menuju Kota Budaya dan Kota lahirnya Muhammadiyah,&#8221; ulasnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85917" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-767x1024.jpg" alt="" width="767" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-767x1024.jpg 767w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-225x300.jpg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009-768x1025.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210422-WA0009.jpg 959w" sizes="(max-width: 767px) 100vw, 767px" /></p>
<p>Maaf aku lupa berapa yang ikut lanjutnya. Kami mewakili Sumatera Barat, Alhamdullillah mendapatkan nominasi terbaik, Peringkat 10 besar untuk seluruh Provinsi Se-Indonesia. Walau tidak juara satu, tapi kami bangga bisa mengikuti kompetisi.</p>
<p>Ia senang mendapat kesempatan yang tak ternilai harganya. Juga pengalaman yang kami dapatkan, sekaligus kunjungan istimewa salah seorang Profesor UGM dan Brigjen Pol Hery saat itu menjabat sebagai Waka Polda Yogjakarta. Kebetulan beliau orang Minang. Dan beliau sangat tertarik dari segala olahan ikan Danau Maninjau.</p>
<p>&#8220;Alhamdullillah jualan kami di hari pertama laris manis. Selanjutnya, aku sering datang ke kantor Dinas Perikanan dan Dinas Koperindag untuk mendekatkan diri dan produk yang aku buat. Terutama dari olahan ikan. Dengan dorongan dari dinas terkait, aku mulai mengajukan permohonan bantuan alat produksi. Tapi sampai saat ini belum ada yang berhasil,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yang sangat menarik dan sangat bermanfaat imbuhnya, usaha yang sudah dilakoni sudah mendapatkan sertifikat halal yang tak ternilai harganya. Dan begitu sulit untuk mengurusnya jika secara pribadi.</p>
<p>Dengan pemasaran hanya melalui online, disebarkan ke semua grup yang ada di ponselnya. Orderan lumayan bisa dikumpulkan untuk tambahan uang semester anak yang kuliah jauh darinya di Jakarta, kos pula sendiri.</p>
<p>Untuk menambah wawasan, ia mengikuti segala pelatihan-pelatihan yang diadakan dari dinas terkait. Cukup bermanfaat terutama dilaksanakan melalui dana Pokir Anggota Dewan untuk UMKM. Ilmu yang sangat berharga didapatkan.</p>
<p>Untuk saat ini, pesanan hanya bisa melalui online karena masih pandemi covid 19. Penjualan jauh merosot. &#8220;Tapi aku tak putus asa. Aku tetap mempromosikan semua produk yang aku olah. Baik melalui sosial media WhatsApp, Instagram, Facebook dan lainnya. Bahkan membuat video lagu sambil promosi produk,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Untuk menjalani kehidupan dari mulai bangkit dan berjalan, jatuh, bangkit lagi. Jatuh lagi dan bangkit lagi. Kita butuh hidup.<br />
Tak mungkin hanya diam saja. Semangat akan tetap tumbuh, dengan dukungan suami juga anak anak,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-wanita-inspiratif-dari-sungai-batang/">Kisah Wanita Inspiratif dari Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif Dari Kampar, Provinsi Riau. &#8220;Gadis Tangguh Itu Bernama Sari Santika&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-inspiratif-dari-kampar-provinsi-riau-gadis-tangguh-itu-bernama-sari-santika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 02:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#guru]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[#kampar]]></category>
		<category><![CDATA[#kisah]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Riau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=29204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kampar, Prokabar —  Jauh dari pedalaman Desa Balung, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terdapat kisah tangguh seorang gadis manis berhijab. Kisah perjuangannya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-inspiratif-dari-kampar-provinsi-riau-gadis-tangguh-itu-bernama-sari-santika/">Kisah Inspiratif Dari Kampar, Provinsi Riau. &#8220;Gadis Tangguh Itu Bernama Sari Santika&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kampar</strong>, <strong>Prokabar</strong> —  Jauh dari pedalaman Desa Balung, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terdapat kisah tangguh seorang gadis manis berhijab. Kisah perjuangannya hampir seperti manusia setengah malaikat.</p>
<p>Bagaimana tidak, meski sebagai guru hononer yang dinilai hanya Rp350 ribu perbulan, harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan medan jalan dan jembatan rusak parah. Meski pahit, namun senyum gadis manis itu, masih terpancar indah dan menawan. Ketabahan menjalani hidup, memberi makna mendalam setiap insan.</p>
<p>Kepedihan cukup ia pendam dalam dalam hati. Teringat perjuangan kedua orang tuannya, yang telah membesarkannya, hingga mengantarkan ia menjadi seorang sarjana pendidikan.</p>
<p>&#8220;Nama saya Sari Santika, putri sulung dari tiga bersaudara. Saya terlahir dari rahim seorang Ibu bernama Desmawati dan ayah bernama Yan Elvi. Pekerjaan orang tua saya, pedagang sayur dan dimulai semenjak tahun 2016 lalu. Sebelum menjadi pedagang, orang tua saya adalah petani karet,&#8221; ungkap Sari kepada Prokabar.com melalui pesan Whatshapp.</p>
<p>Ia melanjutkan, saya lahir di Desa Balung, 19 Oktober 1994. Dan mendapatkan ilmu sekolah di SDN 028 Balung selama 6 tahun tamat tahun 2006/2007. Sekarang namanya sudah SDN 016 Balung. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Balung selama 3 tahun tamat pada tahun 2010. Seterusnya, masuk ke Madrasah Aliyah Negeri Kuok (MAN KUOK), jurusan IPA 1 di kelas XI, sekarang namanya sudah berganti MAN 1 KAMPAR Akreditasi A. Dan saya berhasil tamat pada tahun 2013.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29205" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/9DBC50CE-5200-426F-A26C-867389D5DABB.jpeg 960w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /><br />
Nasip baik terus berlanjut hingga ia masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Ia berhasil kuliah di Kampus 2 Air Pacah, Universitas Bung Hatta. &#8220;Saya berhasil masuk di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Alhamdulillah, lulus tepat waktu, pada 16 Juni 2017 lalu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Setelah wisuda lanjutnya, saya berkeinginan untuk melanjutkan S2 di UNP. Akan tetapi dikarenakan biaya dan raut lelah di wajah kedua orang tua, saya merasa tidak sanggup untuk melanjutkannya. Keinginan tersebut terpaksa saya urung karena melihat kedua orang tua saya sudah terlalu lelah untuk mencari biaya.</p>
<p>&#8220;Saya ingin mencari beasiswa namun apalah daya keadaan jaringan di Desa Balung tidaklah mengizinkan untuk mendapatkan informasi. Lalu, pupuslah sudah mencapai keinginan untuk mendapatkan S2,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Gagal mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2, gadis periang ini pun mengajar di MTs Balung dan dimulai pada Agustus 2017. Sejalan dengan waktu, saya memasukkan lamaran ke SMP SATU ATAP XIII KOTO KAMPAR pada 28 Januari 2018.</p>
<p>Ia langsung diterima karena kondisi jalan menuju sekolah sangat mengkhawatirkan dan mengerikan untuk dilewati masyarakat. Maka tidak jarang guru yang pernah mengajar di sana tidak akan ada yg bertahan sampai 1 tahun.</p>
<p>Lokasi sekolah SD-SMP Satu Atap XIII Koto Kampar terletak di Dusun V  Siasam. Tepatnya jalan Lipat Kain &#8211; Balung KM.12, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar,  Provinsi Riau.</p>
<p>&#8220;Saya tidak berkecil hati untuk tidak dapat mencapai keinginan melanjutkan S2 di UNP. Namun saya sangat merasa sedih dengan nasib yang kami jalani sekeluarga. Ayah dan Ibu setiap minggu melewati jalan Balung-Siasam. Sebagai pedagang sayuran dan saya sebagai guru honor, harus menempuh jalan puluh kilometer dengan lumpur yang sangat tebal. Belum lagi melalui pendakian terjal serta beberapa jembatan yang rusak parah. Bahkan ada melalui sungai, dengan dalam mencapai ketiak orang dewasa&#8221; tutur Sari.</p>
<p>Anak Sulung dari tiga bersaudara tersebut kembali menceritakan, Ia mengajar setiap hari Senin hingga Rabu. Sekali seminggu, ibunya juga melewati jalan tersebut. &#8220;Ibu saya berangkat Rabu siang ke Siasam. Dan Jumat siang, baru bisa pulang ke rumah di Balung,&#8221; kisahnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29206" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/F27A3949-6116-4396-8143-0A9D995C97C2.jpeg 960w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /><br />
Situasi yang saya hadapi selama 1 tahun mengajar di SMP SATU ATAP XIII KOTO KAMPAR ini bercampur suka dan duka. Namun cerita duka, selalu menjadi bagian tidak terlupakan. Dimulai dari guru yang mengajar sampai terhadap siswa dan siswi yang menuntut ilmu di sekolah ini.</p>
<p>&#8220;Jalan menuju sekolah terdapat satu perlintasan melewati sungai. Apabila memasuki musim hujan, airnya akan naik dan tidak akan bisa menyeberang. Air sungai sangat deras dan mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Bahkan sampai setinggi ketiak orang dewasa,&#8221; ungkap gadis manis berhijab tersebut.</p>
<p>Selain sungai, ada pula beberapa jembatan maut. &#8220;Jalan menuju sekolah jika musim hujan, akan sangat licin. Hanya Allah Mahakuasa yang tahu penderitaan kami selaku guru yang berjuang dengan maut menuju sekolah ini. Kondisi jalan yang masih bertanah kuning belum pernah ada pengerasan selama saya ketahui. Sangat licin dan lumpurnya tidak jarang mencapai setinggi lutut. Dengan susah payah saya selalu turun dari sepeda motor butut yang saya miliki supaya sepeda motornya bisa naik ke puncak pendakian.</p>
<p>&#8220;Walaupun sudah turun dari sepeda motor dan kaki bertumpu pada tanah yang berlumpur, serta tangan yang memegang stang gas sepeda motor, tetap saja tidak bisa naik. Dan pada akhirnya saya duduk berjam-jam untuk menunggu orang lewat supaya bisa minta tolong untuk mendorong sepeda motor saya,&#8221; urainya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29207" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/4E254727-7C13-4AD4-8D86-FF43C7A2A31E.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /></p>
<p>Sepanjang perjalanan menuju sekolah SD-SMP SATU ATAP XIII KOTO KAMPAR, ada empat titik yang membuat detak jantung berdetak kencang tidak beraturan gadis teguh dan berwatak keras ini. Pertama pendakian Batang Samir. Kedua, Jembatan Kotua Kociak, ketiga Jembatan Kotua Godang, dan keempat Pendakian Sungai Merbau.</p>
<p>Pendakian Batang Samir sangat licin ketika musim hujan. &#8220;Untuk menurun pun kendaraan harus digas, kalau nggak digas nggak akan turun karena jalannya berlumpur tanah napa. Air selalu mengalir dan menggenangi jalur di sepanjang jalan. Bayangkan saja bagaimana lumpurnya. Tentu saja kita tidak mau melewati jalan yang seperti itu, bila ada jalan alternatif lain. Namun apa boleh buat, itu jalan satu-satunya,&#8221; terangnya lagi.</p>
<p>Setelah Batang Samir, sekitar 5 KM perjalanan akan melewati Jembatan Kotua Kociak. &#8220;Dengan memperbanyak istighfar, berulang-ulang saya coba untuk melanjutkan perjalanan. Setelah melewati jalan licin dan berlumpur saya harus melewati jembatan yang saya beri nama jembatan Siratal Mustaqim,&#8221; Ungkap Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra UBH Padang ini.</p>
<p>Walaupun tidak ada persamaan dengan jembatan yang dijelaskan dalam Al Qur&#8217;an terangnya, namun karena rasa takut dan cemas yang saya alami disepanjang jalan, maka saya beranggapan bahwa saya sudah mencapai penderitaan selanjutnya, yaitu jembatan Siratal Mustaqim. Dan ada dua jembatan yangg sangat parah kondisinya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-29208" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C-225x300.jpeg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C-768x1024.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/01/62819A04-5493-44DD-B97E-0194F0BB2E9C.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px" /><br />
Walaupun jalan ini hak paten dari pihak pemerintah, namun sedikit pun belum pernah ada tindakan dari desa. Semisalnya, mengajak masyarakat gotongroyong atau mendatangkan alat berat untuk memperbaiki jalan.</p>
<p>&#8220;Kondisi lantai jembatan di tengahnya sudah 90 derajat miring, bayangkan saja jika telapak tangan dimiringkan. Nah seperti itulah kondisi jembatan Kotua Kociak ini,&#8221; paparnya lagi.</p>
<p>Papan untuk ditengahnya itu untuk jalan sepeda motor. Sisi kiri dan sisi kanan dibuat titian untuk ban mobil. Yang lebih menakutkan lagi, jarak papan tengah yang miring dengan setinggi paha orang dewasa. Jika kita mengendarai sepeda motor dan melewati papan ditengah yang miring tersebut, separoh badan kita tidak akan kelihatan diantara titian mobil yang posisinya di kiri dan kanan.</p>
<p>Pernah saya sekali mencoba mencari jalan pintas karena saking sudah parahnya kondisi jembatan tersebut. Namun sia-sia, meski sudah berusaha mencari dan bertanya kepada masyarakat setempat, tidak ada ditemukan jalan pintas. &#8220;Dengan memperbanyak Istigfar dan bertasbih kepada Allah, saya kembali memberanikan diri melewati jembatan tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ada suatu ketika, gadis berhijab ini pernah mencoba mengikuti tes CPNS. Dengan hati yang penuh kecemasan dan bercampur ketakutan, ia melewati jembatan yang panjang lebih kurang 3 meter tersebut. Ia agar bisa lulus menjadi seorang PNS. &#8220;Saya selalu berdoa, ya Allah jika doa orang teraniaya benar-benar dikabulkan, sekarang hamba dalam keadaan teraniaya, mohon luluskan hamba CPNS, Ya Allah. lalu mulailah saya mengucapkan Basmallah sambil berujar lulus PNS ya Allah, Lulus PNS Ya Allah, sepanjang meniti jembatan Siratal Mustaqim,&#8221; terang Sari.</p>
<p>Jika diingat-ingat sepanjang jalan lanjutnya, saya tersenyum-senyum terhadap apa yang saya lakukan disepanjang jembatan. Betis dan telapak kaki yang sering hijau berminggu-minggu terkena sepeda motor, dan bertumpu ke tanah. Serta terkena kayu yang melintang di badan jalan.</p>
<p>&#8220;Saya berdoa semoga saya panjang umur dan setiap gerak-gerik yang saya lakukan ini bernilai ibadah yang berlipat ganda. Serta menjadi penyelamat saya di akhirat nantinya. Aamiin,&#8221; ungkapnya lagi.</p>
<p>Tangan kecil kurus ini terasa sangat lelah dan memerah bahkan sampai melepuh karena meng-gas sepeda motor menuju sekolah SMP SATAP XIII KOTO KAMPAR. Terkadang saya ingin menangis, akan tetapi saya teringat wajah kedua orang tua saya. Sudah puluhan tahun mereka merasakan yang saya rasakan hari ini. Dengan begitu saya mendapatkan kembali rasa berjuang untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah.</p>
<p>Bukannya tidak bersyukur, akan tetapi saya ini juga manusia biasa. Dengan gaji 350 ribu sebulan dan keluar sekali dalam delapan bulan. Saya mewakili teman-teman seperjuangan &#8220;merasa tidak adil&#8221; karena diluar sana diberikan insentif khusus, dan segala macamnya, walaupun daerah mereka tidak terisolir. Sekolah kami sudah melebihi 3 T nya. Namun tidak ada upaya pemerintah untuk mensejahterakan guru-guru yang mengabdi di sini.</p>
<p>&#8220;Walaupun kami tidak mempunya NUPTK Dan lain sebagainya atau guru-gurunya tamat SMA, bukankah ini daerah pengecualian, tidak bisa disamakan dengan sekolah diluar sana,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sari kembali mengungkapkan ini adalah segelintir cerita pahit, menakutkan, dan menyedihkan disepanjang hidup saya yang harus saya lewati. Berharap adanya tindakan dari pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan daerah telisolir tersebut.</p>
<p>&#8220;Terkadang saya merasa kecewa dengan keadaan. Tidak ada satupun tindakan baik dari masyarakat, desa maupun kabupaten untuk memperbaiki jalan Balung- Siasam ini. Pada hal ini adalah jalan lintas yang tembus ke Lipat Kain, dan bisa tembus ke Payakumbuh melewati kampar kiri,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-inspiratif-dari-kampar-provinsi-riau-gadis-tangguh-itu-bernama-sari-santika/">Kisah Inspiratif Dari Kampar, Provinsi Riau. &#8220;Gadis Tangguh Itu Bernama Sari Santika&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumbar Juga Punya Perempuan Inspiratif Loh &#8230; Ini Sosok Mereka</title>
		<link>https://prokabar.com/sumbar-juga-punya-perempuan-inspriratif-loh-ini-sosok-mereka-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2017 10:42:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[#Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=2628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Emansipasi perempuan di Sumatera Barat tidak hanya dilakukan pada masa kini. Sejak dahulu, perempuan-perempuan ranah minang, diberikan tempat yang setara di tengah masyarakat. Tidak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sumbar-juga-punya-perempuan-inspriratif-loh-ini-sosok-mereka-2/">Sumbar Juga Punya Perempuan Inspiratif Loh &#8230; Ini Sosok Mereka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Emansipasi perempuan di Sumatera Barat tidak hanya dilakukan pada masa kini. Sejak dahulu, perempuan-perempuan ranah minang, diberikan tempat yang setara di tengah masyarakat. Tidak heran, muncul tokoh tokoh perempuan asal Sumatera Barat yang namanya melegenda. Seperti Rohanna Kudus, Rangkayo Rasuna Said, Rahmah El Yunusiah, Siti Manggopoh, dan nama nama hebat lainnya. Lalu sekarang seperti apa kiprah srikandi muda Sumatera Barat? berikut perempuan perempuan hebat asal Sumatera Barat yang diolah dari berbagai sumber :<br />
<b><br />
1. Kapten Penerbang Fariana Dewi Djakaria Putri</b></p>
<figure style="width: 663px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/37772-penerbang-wara.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="663" height="382" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/37772-penerbang-wara.jpg" title="" class="size-full wp-image-2620"></a><figcaption class="wp-caption-text">Foto Fariana Dewi Djakaria Putri</figcaption></figure>
<p>Fariana lahir di Pariaman 1 April 1982. Dia adalah perwira pertama TNI Angkatan Udara dan seorang Pilot Helikopter pertama Wanita Angkatan Udara.&nbsp;<br />
Keputusan Fariana, untuk berhenti dari kuliah yang sudah dua tahun ia tempuh dan &#8216;berbelok&#8217; ke dunia militer cukup mengejutkan kedua orang tuanya. Namun, ayah dan ibunya akhirnya memberi restu.&nbsp;</p>
<p>Karier gemilangnya dimulai pada tahun 2003, saat ia dilantik menjadi Wanita Angkatan Udara (Wara TNI-AU). tahun 2005, karier Fariana mulai menanjak naik. Pada tahun itu, TNI-AU untuk membuka kesempatan pelatihan penerbang bagi Wara.</p>
<p>Dari 14 personel yang diikutsertakan, hanya Fariana dan rekannya, Ambar, yang lolos seleksi pendidikan penerbang untuk Wara pada tahun 2005.</p>
<p>Setelah mengikuti pendidikan selama dua tahun, pada 2007, Fariana dilantik menjadi Letnan 2 Penerbang dan dijuruskan menjadi seorang pilot helikopter berdasarkan hasil penilaian dan pelatihan.</p>
<p>Kala itu adalah momentum untuk kali pertamanya seorang perempuan anggota TNI-AU ditugaskan menerbangkan helikopter. Saat ini, Fariana menjadi Pilot helikopter TNI AU, dan tercatat sebagai perempuan pertama yang menerbangkan helikopter di Indonesia.</p>
<p><b>2. Anita Dona Asri</b></p>
<figure style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/DByVbZPXYAAifFd.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/DByVbZPXYAAifFd.jpg" title="" class="size-full wp-image-2621"></a><figcaption class="wp-caption-text">Foto Anita Dona Asri</figcaption></figure>
<p>Belum banyak yang mengenal nama Anita Dona Asri. Tetapi di bidang fashion nama Dona cukup tersohor. Perempuan yang lahir di Sawahlunto, 13 Mei 1986, mampu menduniakan songket Silungkang.</p>
<p>Dona adalah satu satunya pengusaha Indonesia, yang diundang dalam European Development Day (EDD), 7 – 8 Juni lalu di Brussel Belgia.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;Europe Development Day &nbsp;atau Hari Pembangunan Eropa adalah forum kerjasama pembangunan Internasional yang terkemuka di eropa. Forum internasional ini bertujuan untuk mendorong &nbsp;terjadinya strategi global dalam &nbsp;mengatasi &nbsp;masalah kemiskinan dunia. Pada forum tersebut diundang tokoh-tokoh yang terlibat dalam sector swasta yang memiliki komitmen dalam penanggulangan kemiskinan dari seluruh dunia.</p>
<p>Kesempatan Dona diundang dalam forum EDD ini tak terlepas dari kerja kerasnya mengembangkan songket Silungkang. &nbsp;Perempuan mandiri ini telah akrab dengan songket sejak kecil. Ia mengaku sejak kelas 3 SD sudah mulai belajar bertenun dan &nbsp;membantu kedua orangtuanya Almarhum Syamsamir Rajo Alam dan Nuryati yang merupakan pengusaha tenun songket Silungkang.</p>
<p>Dona menyimpan mimpi untuk mengangkat songket Silungkang di dunia Fashion nasional &nbsp;dengan bekerjasama dengan desainer-desainer terkenal.</p>
<p><b>3. Sari Lenggogeni</b></p>
<figure style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/Sri-Lenggogeni.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="600" height="400" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/Sri-Lenggogeni.jpg" title="" class="size-full wp-image-2622"></a><figcaption class="wp-caption-text">Foto Sari Lenggogeni</figcaption></figure>
<p>Cantik, cerdas, punya kepedulian sosial dan berpendidikan tinggi. Kata tersebut pantas disematkan kepada Sari Lenggogeni. Doktor lulusan Queensland University, Australia ini, kini gencar mempromosikan pariwsata di Sumatera Barat. Riri, begitu panggilan akrabnya, dipercaya sebagai Direktur Pusat Studi Pariwisata Unand dan Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Saat ini Riri tercatat sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.<br />
Alumni SMA 1 Padang ini, juga aktif sebagai konsultan pariwisata pemerintah daerah. Seperti Pemprov Sumbar, Pemkab Pessel dan Pemko Padang.&nbsp;</p>
<p>Dibidang sosial, Mantan Uni Sumbar ini juga aktif dalam berbagai organisasi dan pemberdayaan kepada generasi muda. Sari Lenggogeni tidak segan memberikan ilmu baik dalam forum formal maupun informal kepada generasi muda.&nbsp;</p>
<p><b>4. Vinna Melwanti</b></p>
<figure style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170710-WA0023.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1039" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170710-WA0023.jpg" title="" class="size-full wp-image-2627" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170710-WA0023.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170710-WA0023-300x289.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170710-WA0023-768x739.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/IMG-20170710-WA0023-1024x985.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Foto Vinna Melwanti</figcaption></figure>
<p>Dunia wartawan bagi perempuan mungkin sudah menjadi hal biasa. Tetapi tidak banyak yang mampu mencapai pucuk pimpinan wartawan, atau pemimpin redaksi. Apalagi di usia muda.<br />
Salah satunya adalah Vinna Melwanti. Dia lahir di Jakarta 16 Mei 1982. Vinna sebenarnya asli Sumatera Barat, tepatnya dari Kubang, Kabupaten 50 Kota.&nbsp;</p>
<p>Dunia wartawan dilakoninya sejak tahun 2002, dengan bergabung di Harian Padang Ekspres. Berbagai bidang digelutinya termasuk memiliki jaringan yang kuat di dunia peradilan dan kejaksaan. Lulusan Fakultas Hukum Unand ini menjadi wartawan adalah panggilan jiwanya.&nbsp;</p>
<p>Tahun 2009, Vinna dipercaya sebagai Pemimpin Redaksi di Padang TV. &nbsp;Saat itu umurnya belum genap 30 tahun, tapi sudah menduduki puncak tertinggi karirnya sebagai wartawan.</p>
<p>Selama menjadi Pemred, berbagai inovasi dan kreativitas dilakukan. Vinna membuat berbagai program yang memiliki pengaruh di Sumatera Barat. Program tersebut diantaranya Debat Kandidat Kepala Daerah, Dialog Forum Editor bersama Pemred pemred di Sumbar, Talkshow live dari berbagai tempat dan program program lainnya.</p>
<p>Salah satu lekat tangannya adalah Program Ngobrol Politik atau Ngopi. Dalam prohram tersebut, Vinna sekaligus menjadi host acara. Berbagai kalangan dan tokoh dihadirkan di program ini. Banyak tokoh yang ingin tampil dalam program mingguannya.</p>
<p>Tahun 2016, Vinna melepas jabatan Pemred nya, dan hijrah ke Jakarta. Di Ibu Kota Vinna dipercaya menjadi penanggung jawab online Tabloid Nyata dibawah bendera Jawa Pos Grup.</p>
<p><b>5. Fahira Idris</b></p>
<figure style="width: 690px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/Fahira-Idris-novel.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="690" height="390" alt="" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/07/Fahira-Idris-novel.jpg" title="" class="size-full wp-image-2623"></a><figcaption class="wp-caption-text">Foto Fahira Idris</figcaption></figure>
<p>adalah seorang pengusaha dan aktivis Indonesia. Walaupun memimpin beberapa perusahaan lainnya, namun ia lebih dikenal sebagai pengusaha parsel dan bunga.Fahira Idris melenggang ke Senayan sebagai Anggota DPD RI periode tahun 2014 – 2019. Sebagai anggota DPD terpilih, Fahira berusaha untuk menyerap aspirasi masyarakat, hal itu dibuktikannya dengan mendirikan Rumah Aspirasi Fahira Idris ( RAFI ), aspirasi &nbsp;tersebut akan diperjuangkan demi kepentingan masyarakat luas.&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Fahira juga aktif melawan Minuman keras, dengan membentuk Gerakan Masyarakat Anti Miras (Genam Miras). di DPD RI, Fahira Idris juga dikenal kritis dalam memperjuangkan suara masyarakat.</p>
<p>Fahira lahir di Jakarta, 20 Maret 1968. Ia merupakan putri sulung dari Fahmi Idris yang berdarah Minangkabau, seorang konglomerat dan politisi senior Partai Golkar yang pernah menjabat Menteri Tenaga Kerja Indonesia pada pemerintahan Presiden Habibie dan sebagai Menteri Perindustrian Indonesia pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&nbsp;</p>
<p>Fahira juga dikenal pemberani dalam jagad perbincangan twitter. Ia terpilih sebagai pengicau terinspiratif sejagad pada tahun 2010. Dalam polling yang bertajuk The Most Inspiring Twitter tahun 2010, Fahira Idris (@fahiraidris) dinyatakan sebagai juara.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sumbar-juga-punya-perempuan-inspriratif-loh-ini-sosok-mereka-2/">Sumbar Juga Punya Perempuan Inspiratif Loh &#8230; Ini Sosok Mereka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/118 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.026 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:24:39 by W3 Total Cache
-->