<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#infokesehatan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/infokesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/infokesehatan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Apr 2021 06:39:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#infokesehatan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/infokesehatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pasien Cuci Darah Tidak Dianjurkan Berpuasa, Namun Boleh Dengan Syarat</title>
		<link>https://prokabar.com/pasien-cuci-darah-tidak-dianjurkan-berpuasa-namun-boleh-dengan-syarat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2021 06:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#SPH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86640</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar &#8211; Secara medis, pasien penyakit ginjal dan rutin melakukan cuci darah tidak dianjurkan untuk berpuasa. Akan tetapi, sangat banyak temui dilapangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasien-cuci-darah-tidak-dianjurkan-berpuasa-namun-boleh-dengan-syarat/">Pasien Cuci Darah Tidak Dianjurkan Berpuasa, Namun Boleh Dengan Syarat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Secara medis, pasien penyakit ginjal dan rutin melakukan cuci darah tidak dianjurkan untuk berpuasa. Akan tetapi, sangat banyak temui dilapangan pasien yang rutin cuci darah tetap melaksanakan puasa di bulan ramadan.</p>
<p>Kepala Ruangan Hemodialisa Semen Padang Hospital, Ns. Y Doni Permana, S. Kep, mengatakan jika puasa tidak disarankan bagi pasien yang cuci darah sering mengalami komplikasi saat dialisis/cuci darah, seperti tekanan darah yang tidak stabil, tiba-tiba drop dan penurunan kesadaran, gula darah yang tidak stabil, sering kram otot, nyeri dada, nyeri kepala dan keringat dingin.</p>
<p>&#8220;Pasien cuci darah yang menahun biasanya sudah paham dengan kondisi tubuhnya, seberapa ketahanan tubuhnya serta apa yang membuat tubuhnya melemah. Beda hal dengan pasien yang baru menjalani dialisis, pasien tersebut tidak begitu paham dengan kondisi tubuhnya saat itu. Karena itu penting untuk konsultasi terlebih dahulu apabila ingin berpuasa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, ia menjelaskan, untuk pasien cuci darah yang berpuasa memang dapat izin berpuasa, dan diharuskan memperhatikan berbagai hal terkait kondisi kesehatannya. Kondisi itu seperti HB pasien yang sebaiknya di atas 9, tekanan darah yang stabil, tidak memiliki masalah dengan komplikasi bawaanya seperti Hipertensi atau Diabetes Mellitus pasien tersebut.</p>
<p>Kemudian, pasien juga tidak boleh melakukan aktivitas berat dan berlebihan bagi tubuh, jika memang harus melakukan aktifitas rutin, jangan dipaksakan jika rasanya tidak mampu lagi. Sebaiknya ada pengurangan frekuensi, durasi aktivitas dari biasanya, dan saat berbuka hindari makanan yang mengandung kalium tinggi, seperti kolak dan es buah, serta hindari minuman yang sangat manis.</p>
<p>Selain itu, hal yang harus diperhatikan dan membuat pasien harus membatalkan puasa yakni jika tubuh merasakan keluhan seperti keringat dingin, pandangan mulai berputar atau bergoyang, nyeri kepala, dada berdebar, mual dan kram otot.</p>
<p>&#8220;Biasanya kondisi tersebut terjadi karena tubuh pasien berada dalam keadaan hipotensi(tensi di bawah batas normal) atau hipoglikemi (gula di bawah batas normal) atau tubuh kekurangan elektrolit. Jangan menyebabkan resiko yang berbahaya dengan memaksakan tubuh untuk melanjutkan puasa jika gejala di atas dirasakan,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski tidak begitu dianjurkan untuk melakukan puasa bagi pasien cuci darah, Doni menjelaskan bahwa puasa memiliki dampak positif bagi pasien yang mampu untuk melakukannya. Dengan berpuasa, pasien cuci darah secara tidak langsung dapat mengontrol diet cairan yang masuk dalam tubuh.</p>
<p>Bahkan banyak pasien yang mengakui, karena puasa ia bisa mengontrol minumnya sehingga cairan tidak banyak menumpuk di dalam tubuhnya.</p>
<p>&#8220;Kita tahu bahwa pasien cuci darah itu harus diet cairan yang ekstrim karena kondisi ginjalnya yang tidak lagi berfungsi secara optimal untuk mengeluarkan sisa cairan dari tubuh. Jadi jika berpuasa, pasien lebih dapat mengontrol asupan cairan ke tubuh agar tidak terjadi penumpukan cairan dalam tubuh pasien yang berlebih,&#8221; jelasnya. Namun ia menekankan, sebelum berpuasa pasien cuci darah tetap diminta untuk berkonsultasi dulu dengan dokter.</p>
<p>Doni juga menjelaskan, jika pun bisa berpuasa setelah mendapat izin dari dokter, tapi pasien tidak dapat berpuasa jika saat itu memiliki jadwal cuci darah. Karena menurutnya, saat cuci darah, tubuh membutuhkan kondisi yang fit dan kuat dan stabil. Sementara hemodinamik pasien sangat cepat berubah-ubah saat melakukan hemodialisis.</p>
<p>Selain itu, akan banyak ditemukan komplikasi lainnya saat dialisis. Dari segi agama pun, lanjutnya, cuci darah sudah termasuk membatalkan puasa, karena saat itu pasien disuntik hormon, vitamin dan dalam tubuhnya juga memasukan larutan NaCl. NaCl merupakan cairan untuk penyeimbang elektrolit, fungsinya untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan menjaga tubuh agar terhidrasi dengan baik.</p>
<p>Di sisi lain, ia juga memperingatkan tentang cara menjaga kesehatan ginjal selama ramadan bagi orang-orang yang belum mengalami penyakit ginjal. Ia berpesan, secara umum tidak ada perbedaan menjaga kesehatan ginjal selama bulan Ramadan ataupun tidak Ramadan dari segi diet makanan. hanya saja, pola kebiasaan saat berbuka puasa biasanya membuat orang yang sudah menahan haus seharian berbuka dengan minuman yang dicampur es, padahal ini sangat tidak direkomendasikan.</p>
<p>&#8220;Usahakan untuk minum dengan air putih hangat atau air putih biasa (room temp) terlebih dahulu saat berbuka puasa. Kalau langsung dengan minuman dingin yang dicampur es, organ dalam tubuh akan &#8216;terkejut&#8217; dan berdampak buruk pada kesehatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, di masa saat sekarang ini, banyak ditemui masakan/minuman instan yang mengandung pengawet, pewarna buatan dan bahan kimia lainnya yang dapat membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaringnya keluar tubuh. Maka ia menyarankan sebaiknya untuk menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi makanan instan dan selalu makan makanan dengan olahan alami.</p>
<p>&#8220;Jauhi juga makanan yang memicu Hipertensi dan Diabetes, karena penyakit ginjal 70 persen disebabkan dari komplikasi penyakit tersebut,&#8221; tutupnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasien-cuci-darah-tidak-dianjurkan-berpuasa-namun-boleh-dengan-syarat/">Pasien Cuci Darah Tidak Dianjurkan Berpuasa, Namun Boleh Dengan Syarat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada Penyakit Pasca Banjir</title>
		<link>https://prokabar.com/waspada-penyakit-pasca-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 13:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#banjir]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Penyakit pasca banjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir dan musim penghujan. Secara umum peningkatan kasus penyakit...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspada-penyakit-pasca-banjir/">Waspada Penyakit Pasca Banjir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Penyakit pasca banjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir dan musim penghujan. Secara umum peningkatan kasus penyakit ini didasarkan pada penyebaran 3 kelompok panyakit tersebut yaitu penyebaran melalui makanan dan minuman, penyebaran melalui nyamuk dan penyebaran melalui tikus. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Anak-anak merupakan kelompok rentan yang mudah terkena penyakit pasca banjir. Coba saja diidentifikasi pada lingkungan kita terutama yang masih mempunyai anak-anak berapa kali mereka mengalami gangguan kesehatan dalam musim penghujan dan banjir saat ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Berbagai penyakit dapat ditimbulkan oleh 3 kelompok penyakit tersebut antara lain :</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penyakit yang ditularkan makanan dan minuman penyebaran secara Fecal Oral: infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus. Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mules saat BAB dan BAB ada darah. Diare juga menjadi KLB pada banjir Jakarta beberapa tahun yang lalu,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (penyakit disebarkan melalui vektor penyakit): penyakit yang dibawa oleh vektor penyakit, misalnya  <b><i>Dengue Hemorrhagic Fever </i></b>(DHF) yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penyakit yang ditularkan melalui tikus. Penyakit yang ditularkan melalui hewan dari ordo Rodentia, yaitu tikus merupakan penyakit yang juga sering didapat saat pasca banjir. Salah satu jenis rodent borne disease yang dapat timbul pada bencana banjir adalah  <b><i>leptospirosis </i></b>yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan banjir. Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita. Pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan timbul kuning pada mata dan kulit. BAK berubah seperti air teh. Sekilas pasien ini seperti pasien dengan infeksi hepatitis virus. Penyakit leptospirosis sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanya gangguan pada 3 faktor penting penyakit, yaitu faktor host, lingkungan, dan agen.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Faktor Daya tahan Tubuh</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ketika terjadi pengungsian akibat banjir, kondisi kebersihan lingkungan, makanan dan minuman yang dikonsumsi pengungsi sangat tidak memadai sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh para pengungsi. Selain itu, para pengungsi tidur dengan alas yang tidak memadai. Kondisi ini meningkatkan kerentanan para pengungsi terhadap penyakit-penyakit pascabanjir. Cuaca yang tidak mendukung saat ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang walaupun tidak terkena langsung dampak banjir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Faktor Lingkungan</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Faktor lingkungan yang dapat memperburuk kondisi masyarakat adalah faktor cuaca, di mana hujan dan angin kencang yang masih melanda DKI Jakarta. Dampak buruk ini terutama dialami oleh bayi, anak-anak, dan orang tua. Belum lagi lingkungan sekitar banjir yang kotor dengan sampah bertebaran di mana-mana. Genangan air akan mengundang lalat dan kecoa dan hal ini berpotensi mencemari makanan dan minuman kita.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Faktor Bakteri</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Faktor agen pembawa penyakit yang banyak dijumpai akibat bencana banjir adalah lalat, tikus, bakteri dan kotoran yang menyebabkan tercemarnya air bersih. Tikus merupakan agen pembawa penyakit leptospirosis yang ditularkan melalui kotoran dan kencing tikus yang bercampur dengan genangan banjir seperti yang sudah saya sebutkan di atas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b>Beberapa hal yang harus diantisipasi untuk mengatasi penyakit pasca banjir ini adalah :</b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1">1.Harus dipastikan bahwa kita selalu menkonsumsi makanan dan minuman yang higienis. Perhatikan kadaluarsa dari makanan yang dikonsumsi baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">2.Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptic, untuk menghindari infeksi usus. Anak-anak harus diajari untuk selalu cuci tangan pakai sabun, tentu orang dewasa harus memberi contoh kapan dan bagaimana mencuci tangan dengan baik,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">3.Kebersihan lingkungan harus selalu terjaga dan segera bersihkan lokasi pasca banjir dengan menggunakan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri bagi orang yang bertugas membersihkan kotoran khususnya lumpur pasca banjir tersebut. Pelindung diri meliputi masker, sarung tangan dan memakai sepatu boot. Hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">4.Untuk anak-anak dan orang tua diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral apabila terjadi keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari akibat rumah dan lingkungan terkena banjir,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">5.Perlu stok obat-obat sederhana, obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala dan oralit,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">6.Anak-anak harus dicegah untuk tidak bermain-main di air banjir baik karena potensi gangguan kesehatan maupun risiko terbawa arus atau tenggelam pada air banjir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pasca banjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja terutama anak-anak kita.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="p1"><span class="s1">Salam sehat,</span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b><i>Ari Fahrial Syam</i></b></span></p>
<p class="p1"><span class="s1"><b><i>Akademisi dan Praktisi Klin</i></b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspada-penyakit-pasca-banjir/">Waspada Penyakit Pasca Banjir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Rumah Sakit Ini Ciptakan Alat Penyembuh Luka dengan Mesin GAMA</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-rumah-sakit-ini-ciptakan-alat-penyembuh-luka-dengan-mesin-gama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 03:48:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46603</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Prokabar — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito menciptakan mesin GAMA Vacuum Assisted Closure (VAC) yang mampu melakukan penyembuhan pasien luka akut sampai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-rumah-sakit-ini-ciptakan-alat-penyembuh-luka-dengan-mesin-gama/">Keren, Rumah Sakit Ini Ciptakan Alat Penyembuh Luka dengan Mesin GAMA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta, Prokabar — </strong>Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito menciptakan mesin GAMA Vacuum Assisted Closure (VAC) yang mampu melakukan penyembuhan pasien luka akut sampai kronik dengan waktu cepat dengan harga lebih terjangkau.</p>
<p>&#8220;Kita mempunyai suatu inovasi yaitu perawatan luka yang bisa menekan harga, salah satunya pasien tidak usah dirawat di RS terlalu lama,&#8221; ujar Direktur Utama RS Sardjito Darwinto melalui siaran pers yang diterima, Minggu (15/9).</p>
<p>Adanya inovasi ini akan membuat proses pengobatan yang menggunakan metode VAC menjadi lebih murah. karena dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang memiliki harga cukup terjangkau.</p>
<p>&#8220;Jika dulu habis sekitar 5 sampai 6 juta, sekarang hanya 300 ribu. Inilah bagaimana inovasi ini kita jalankan,&#8221; katanya.</p>
<p>Efektivitas penggunaan VAC pada penanganan luka sudah diakui oleh banyak klinis. Namun selama ini penggunaan VAC memakan biaya yang tinggi dibandingkan dengan rawat luka biasa. Harga satu mesin VAC cukup mahal. Selain itu, pemasangan alat ini akan memaksa pasien untuk tinggal lebih lama di rumah sakit.</p>
<p>Dengan alat ini, pasien hanya perlu datang untuk mengganti vacuum dressing setiap tiga hingga empat hari sesuai dengan keadaan lukanya. Darwinto mengatakan sebelum Gama VAC ditemukan, penyembuhan luka memakan waktu sampai 90 hari. &#8220;Tapi setelah alat ini kita temukan, hanya kisaran tiga hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Saat ini, mesin GAMA VAC telah dipergunakan secara luas oleh pasien rawat inap di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dan memberikan hasil yang baik pada kesembuhan luka pasien. Selain itu, karena bentuknya yang tidak terlalu besar, mesin ini juga sudah dipergunakan pada pasien poli klinik. (<b>rel/hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-rumah-sakit-ini-ciptakan-alat-penyembuh-luka-dengan-mesin-gama/">Keren, Rumah Sakit Ini Ciptakan Alat Penyembuh Luka dengan Mesin GAMA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang Terus Tekan Penyebaran Penyakit TBC</title>
		<link>https://prokabar.com/pemko-padang-terus-tekan-penyebaran-penyakit-tbc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2019 13:45:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46164</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) terus melakukan upaya dalam pengendalian dan penanggulangan Penyakit TBC (tuberculosis) di Kota Padang. Kepala DKK Padang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-terus-tekan-penyebaran-penyakit-tbc/">Pemko Padang Terus Tekan Penyebaran Penyakit TBC</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) terus melakukan upaya dalam pengendalian dan penanggulangan Penyakit TBC (tuberculosis) di Kota Padang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala DKK Padang melalui Kabid P2H Gentina menjelaskan penyakit menular tersebut bisa mengenai semua orang melalui udara dengan cara kontak erat dengan penderita TBC baik itu di rumah, lingkungan sekolah, institusi pendidikan, perkantoran dan tempat lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut ia mengatakan untuk gambaran kasus TBC di Kota Padang sejak 2015 hingga 2019 terbilang beragam. Pada 2015 didapati sebanyak 1541 kasus dengan 28 orang penderita penyakit itu meninggal. Begitu juga di 2016 terdapat 1679 kasus dan menyebabkan kematian 40 penderitanya. Selanjutnya di 2017 didapati 2.182 kasus dengan 57 orang meninggal dan di 2018 sebanyak 2.358 kasus dengan yang meninggal yakni 45 orang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sementara di 2019 sampai terhitung per Juni telah didapati sebanyak 1.117 kasus dengan data untuk penderita yang meninggal belum bisa dipastikan,&#8221; terangnya, dilansir dari Humas Padang, Senin (9/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Disebutkannya, terkait penemuan kasus TBC berdasarkan kecamatan di Kota Padang untuk di 2018 yaitu untuk kasus terbanyak didominasi Kecamatan Koto Tangah dengan mendapati 367 kasus disusul Kecamatan Kuranji sebanyak 331 kasus dan Kecamatan Lubuk Begalung 265 kasus. Selanjutnya Kecamatan Padang Timur juga terdapat 246 kasus, Padang Selatan 244 kasus dan Pauh 155 kasus. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara kecamatan lainnya hampir merata kasus yang ditemukan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam upaya penjaringan kasus TBC di Padang, kata Gentina, telah diambil kebijakan sesuai Surat Edaran Wali Kota Padang per-29 Maret 2019 lalu. Antara lain seperti menjaring semua kasus yang dicurigai TBC dengan gejala batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih dengan cara menyampaikan dan melaporkan ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selanjutnya menggerakkan semua lapisan masyarakat dalam penjaringan kasus terduga TBC mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat, kader PKK serta tenaga kesehatan dan unsur terkait lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Selain itu juga menyampaikan penyuluhan tentang TBC di unit kerja masing-masing, melakukan pemantauan bagi anggota yang sudah terdiagnosa TBC terhadap keteraturan dan kepatuhan minum obat. Kemudian jika ada penderita TBC yang putus minum obat agar melibatkan semua pihak untuk memberikan dukungan dan motivasi demi kesembuhan penderita,&#8221; jelasnya. (<b>rel/hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-padang-terus-tekan-penyebaran-penyakit-tbc/">Pemko Padang Terus Tekan Penyebaran Penyakit TBC</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Puskesmas Di Padang Terima Bantuan Mobil Pusling</title>
		<link>https://prokabar.com/tiga-puskesmas-di-padang-terima-bantuan-mobil-pusling/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2019 00:58:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#puskesmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Padang menerima bantuan Tiga mobil Puskesma Keliling (Pusling) berjenis Toyota Gasoline G M/T yang juga dilengkapi peralatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-puskesmas-di-padang-terima-bantuan-mobil-pusling/">Tiga Puskesmas Di Padang Terima Bantuan Mobil Pusling</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong><span class="s1">Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Padang menerima bantuan Tiga mobil Puskesma Keliling (Pusling) berjenis Toyota Gasoline G M/T yang juga dilengkapi peralatan eksterior dan interior, bantuan ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI tahun 2019.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala DKK Padang Feri Mulyani menyebutkan, tiga mobil tersebut diperuntukan kepada Puskesmas Rawang, Puskesmas Lubuk Kilangan dan Puskesmas Anak Aie.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Untuk tiga Puskesmas tersebut diperuntukkan sebagai operasional bagi masing-masing Puskesmas. Selain itu bisa juga difungsikan sebagai ambulance yang membawa pasien untuk rujukan ke rumah sakit.” ungkapnya, Kemarin (2/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut dirinya berharap mobil Pusling ini dioperasionalkan Puskesmas untuk kegiatan kelapangan bagi petugas Puskesmas, kegiatan Pos yandu, penyuluhan keliling serta kegiatan pendataan dan kunjungan rumah Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS PK) dan lainnya. “”</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Bantuan ini kita dapat pada saat desk dengan Kementrian Kesehatan kita siapkan data yang mendukung, agar usulan anggaran kita disetujui. Alhamdulillah disetujui dan telah kita terima. Semoga dapat difungsikan dan dirawat sebagaimana mestinya,&#8221; imbuhnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu Walikota Padang Mahyeldi berharap, dengan dilengkapi tiga mobil Pusling yang memiliki standar cukup baik ini, maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih baik lagi, lebih cepat, tepat dan diharapkan sebagaimana mestinya. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-puskesmas-di-padang-terima-bantuan-mobil-pusling/">Tiga Puskesmas Di Padang Terima Bantuan Mobil Pusling</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gawat, Jangan Sepelekan Cuci Tangan dan Pakai Masker Bila Berkativitas ke Rumah Sakit</title>
		<link>https://prokabar.com/gawat-jangan-sepelekan-cuci-tangan-dan-pakai-masker-bila-berkativitas-ke-rumah-sakit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2019 14:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Bila masuk ke rumah sakit, terutama di RSUD Lubuk Sikaping, jangan lengahkan, apalagi marah, bila ada petugas yang menegur untuk menyuruh memasang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gawat-jangan-sepelekan-cuci-tangan-dan-pakai-masker-bila-berkativitas-ke-rumah-sakit/">Gawat, Jangan Sepelekan Cuci Tangan dan Pakai Masker Bila Berkativitas ke Rumah Sakit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Bila masuk ke rumah sakit, terutama di RSUD Lubuk Sikaping, jangan lengahkan, apalagi marah, bila ada petugas yang menegur untuk menyuruh memasang masker. Bisa juga menyuruh cuci tangan sebelum meninggalkan rumah sakit.</p>
<p>Mereka adalah petugas Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) dan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Petugas yang menjadi garda terdepan dalam pengendalian infeksi di rumah sakit.</p>
<p>Mereka ialah dokter Andi Rosa Irawan, Yenni Nawawi, dan Ihda Rahimi. Ketiganya sudah dilatih dan disumpah untuk terus mengupayakan dan menekan angka infeksi nosocomial di rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Jangan segan-segan memperingati pengunjung untuk pencegahan atau pengendalian infeksi. Orang berkunjung ke rumah sakit dengan tujuan mendapat kesembuhan bukan menambah penderitaan karena tertularnya infeksi. Baik bagi penderita, pengunjung ataupun petugas,&#8221; kata praktisi pengendalian dan pencegahan infeksi, Costy Panjaitan saat memberikan pelatihan pengendalian infeksi kepada seluruh jajaran RDUD Lubuk Sikaping.</p>
<p>Diakui Costy, pemutusan mata rantai infeksi ini sebenarnya masalah budaya, budaya yang harus dipupuk dan terus dijaga, budaya sehat untuk menghindari penularan dan tertularnya penyakit.</p>
<p>&#8220;Kini kita harus sepakat, rumah sakit adalah tempatnya orang merawat orang sakit. Dalam hal ini, hindari menularkan penyakit dari pasien satu ke lainnya, dari pasien ke petugas, dari pasien ke pengunjung, atau bahkan dari pengunjung ke pasien atau petugas. Salah satu yang sederhana adalah budaya cuci tangan dengan cairan aseptic sebelum memegang atau setelah memegang pasien bagi petugas, baik pengunjung yang mebesuk harus cuci tangan sebelum membesuk dan meninggalkan rumah sakit,&#8221; jelas Costy.</p>
<p>Diakui Cisty, cuci tangan baru mencegah penularan yang melalui sentuhan tangan. Untuk penularan yang melalui pernafasan disediakan masker, dan diajarkan cara batuk yang benar agar tidak menularkan pada yang lain.</p>
<p>Ada lagi anjuran untuk selalu memakai alas kaki ketika masuk tempat perawatan. &#8220;Kebanyakan, masyarakat salah kaprah selalu melepas alas kaki ketika masuk tempat perawatan. Hal inipun juga tidak salah karena dulu kalau tidak melepas akan dimaki oleh petugas, sementara si petugas tetap memakai alas kaki Sebagai solusi untuk tempat yang bersih disediakan alas kaki khusus dalam sehingga orang luar tetap menggunakan alas kaki dengan menukar alas kaki dengan alas kaki yang disediakan. Budaya tersebut harus dirubah semua setara dari sudut pandang kesehatan,&#8221; tegas Costy.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Lubuk Sikaping mengaku, bakal menerapkan kritik dan saran praktisi Costy. Sebab, ini merupakan kewajiban untuk rumah sakit sebagai pemutus mata rantai penyebaran infeksi. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gawat-jangan-sepelekan-cuci-tangan-dan-pakai-masker-bila-berkativitas-ke-rumah-sakit/">Gawat, Jangan Sepelekan Cuci Tangan dan Pakai Masker Bila Berkativitas ke Rumah Sakit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Dinas Kesehatan Gelar Simulasi</title>
		<link>https://prokabar.com/tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-dinas-kesehatan-gelar-simulasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 07:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, Dinas Kesehatan Kota Padang menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dalam bencana, Rabu (17/7). &#8220;Simulasi ini dilakukan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-dinas-kesehatan-gelar-simulasi/">Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Dinas Kesehatan Gelar Simulasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, Dinas Kesehatan Kota Padang menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dalam bencana, Rabu (17/7).</p>
<p>&#8220;Simulasi ini dilakukan agar perangkat dan petugas kesehatan di lapangan siap melakukan evakuasi dan penanganan medis bagi korban, jika terjadi bencana,&#8221; kata Ferimulyani di sela kegiatan simulasi di Lapangan Cangkeh, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid</p>
<p>Dikatakan, selain meningkatkan Kesiapsiagaan terhadap bencana, namun juga siap untuk tindakan medis terhadap para korban,mulai dari luka ringan,luka berat hingga penanganan terhadap ibu hamil.</p>
<p>Seperti diketahui, Kota padang termasuk daerah rawan bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran,gempa bumi hingga tsunami yang potensial terjadi di daerah ini.</p>
<p>Lebih lanjut, tujuan digelarnya simulasi untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dinas kesehatan dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini akan digelar setiap tahun untuk melatih kemampuan petugas Dinas Kesehatan di lapangan jika bencana terjadi.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan simulasi agar petugas siap dan tidak salah dalam memgambil tindakan,&#8221; imbuhnya. <b>(*/gas)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-dinas-kesehatan-gelar-simulasi/">Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Dinas Kesehatan Gelar Simulasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Empat Faktor Penyebab Masalah Kesehatan Jemaah Haji Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-empat-faktor-penyebab-masalah-kesehatan-jemaah-haji-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2019 02:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Haji]]></category>
		<category><![CDATA[#haji2019]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=41881</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mekkah, Prokabar — Kasus kesakitan, kematian, dan juga semua jenis penyakit yang terjadi pada jemaah haji Indonesia setiap tahun umumnya disebabkan oleh empat faktor utama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-empat-faktor-penyebab-masalah-kesehatan-jemaah-haji-indonesia/">Ini Empat Faktor Penyebab Masalah Kesehatan Jemaah Haji Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mekkah, Prokabar — </strong>Kasus kesakitan, kematian, dan juga semua jenis penyakit yang terjadi pada jemaah haji Indonesia setiap tahun umumnya disebabkan oleh empat faktor utama yaitu air, suhu, kelelahan, dan adaptasi.</p>
<p>Hal ini diungkapkan oleh Eka Jusup Singka Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, saat memberi arahan pada para Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) pada Jumat (12/7) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.</p>
<p>“Seluruh petugas kelompok terbang (kloter), ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), dan jemaah harus berkolaborasi untuk mengendalikan faktor-faktor tersebut salah satunya dengan program minum air bersama,” kata Eka melalui keterangan resmi yang diterima Minggu (14/7).</p>
<p>Untuk bidang kesehatan atau kedokteran haji itu secara prinsip ada empat faktor utama yang harus diperhatikan oleh petugas kesehatan haji yaitu kekurangan cairan atau dehidrasi, suhu atau cuaca yang panas, kelelahan fisik jemaah, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang baru.</p>
<p>Penanganannya bagaimanapun itu harus melakukan rehidrasi untuk mengembalikan kecukupan cairan. Bagi jemaah yang sehat, dianjurkan untuk sesering mungkin minum air mineral atau air zam-zam tanpa menunggu haus. Sementara bagi yang sedang sakit atau terlihat lemas, segera diberikan infus yang adekuat.</p>
<p>Menghadapi suhu yang tinggi di Arab Saudi, sengatan panasnya harus dikendalikan atau dihindari. Caranya adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang benar dan lengkap. Jemaah juga harus bisa mengendalikan aktivitasnya, jangan terlalu memaksakan diri.</p>
<p>Masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi selama sekitar 40 hari tentu harus diatur dengan baik. Jemaah harus mengatur waktu istirahat yang cukup, agar pada saat puncak haji punya stamina prima.</p>
<p>Keempat ialah kemampuan beradaptasi. Sejauh mana jemaah bisa menyesuaikan diri dengan kondisinya saat di tanah suci. Karena kalau kita tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, maka salah satunya dapat terjadi stres atau bahkan gangguan kejiwaan berat.</p>
<p>“Jadi ini adalah kunci di mana saya sampaikan kepada seluruh TKHI dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memperhatikan empat faktor ini,” kata Eka. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-empat-faktor-penyebab-masalah-kesehatan-jemaah-haji-indonesia/">Ini Empat Faktor Penyebab Masalah Kesehatan Jemaah Haji Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes Tingkatkan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis</title>
		<link>https://prokabar.com/menkes-tingkatkan-pencegahan-dan-pengendalian-zoonosis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2019 09:29:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenkes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=41530</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian zoonosis (infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menkes-tingkatkan-pencegahan-dan-pengendalian-zoonosis/">Menkes Tingkatkan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian zoonosis (infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya), resistensi antimikroba, dan  keamanan pangan.</p>
<p>Instruksi itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia, yang ditandatangani pada 17 Juni 2019.</p>
<p>Dalam Inpres tersebut, Presiden juga menginstruksikan kepada Menkes untuk mengkaji dan menyempurnakan peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang kesehatan terkait peningkatan ketahanan kesehatan global serta dukungn pembiayaan.</p>
<p>“Tingkatkan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespon wabah penyakit, pendemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan kimia,” bunyi diktum Pertama poin No. 9 Inpres Nomor 4 Tahun 2019 itu.</p>
<p>Presiden juga menginstruksikan Menkes untuk meningkatan kapasitas surveilans kesehatan yang mampu mengindentifikasi kejadian yang berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, termasuk situasi di pintu keluar masuk negara, resistensi antimikroba, dan keamanan pangan.</p>
<p>Selain itu, Presiden juga menginstruksikan Menkes untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelaksanaan imunisasi, serta meningkatkan kapasitas dan memperkuat jejaring laboratorium yang mendukung identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Melalui Inpres tersebut, Presiden juga menginstruksikan kepada Menteri Perindustrian untuk meningkatkan surveilans kewaspadaan, deteksi potensi risiko, dan respons cepat penanggulangan keadaan darurat bahan kimia berbahaya yang bersumber dari berbagai industri kimia.</p>
<p>Dalam Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Pertanian (Mentan) untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian zoonosis, penyakit infeksi baru, dan resistensi antimikroba, terutama yang berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Adapun caranya adalah: 1. Memperkuat sistem pengawasan dalam peredaran obat hewan dan penggunaan antimikroba yang digunakan oleh peternakan dan hewan peliharaan; 2. Meningkatkan surveilans, penelitian, dan pengembangan terutama untuk zoonosis dan keamanan bahan asal hewan; 3. Melakukan pengawasan penggunaan pupuk, pestisida, dan zat kimia lainnya yang berpotensi mengancam keamanan produk asal hewan (pangan dan non pangan); dan 4. Melakukan pengawasan dan pengendalian lalu lintas hewan dan bahan asal hewan antarwilayah dan antarnegara.</p>
<p>Khusus kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Presiden menginstruksikan untuk meningkatkan ketersediaan dan kapasitas dokter hewan dan paramedik veteriner untuk penanganan kesehatan satwa liar, meningkatkan sarana dan prasarana untuk penanganan kesehatan satwa liar, dan melakukan pengawasan dan pengendalian lalu lintas satwa liar dan bahan asal satwa liar antarwilayah dan antarnegara.</p>
<p>Pendanaan pelaksanaan Instruksi Presiden ini dibebankan pada APBN, APBD, dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>“Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan,” bunyi akhir Inpres Nomor 4 Tahun 2019, yang dikeluarkan di Jakarta pada 17 Juni 2019. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menkes-tingkatkan-pencegahan-dan-pengendalian-zoonosis/">Menkes Tingkatkan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2019 00:37:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokampus]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#ipb]]></category>
		<category><![CDATA[#itb]]></category>
		<category><![CDATA[#kankerservik]]></category>
		<category><![CDATA[#ugm]]></category>
		<category><![CDATA[#unair]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40193</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surabaya, Prokabar — Empat universitas, yakni Universitas Airlangga (Uniar), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi merancang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/">Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya, Prokabar — </strong>Empat universitas, yakni Universitas Airlangga (Uniar), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi merancang alat scanner kanker servik.</p>
<p>Dalam mengerjakan alat ini, Dosen Uniar, Dr Riries RST MT bersama tim (Winarno SSi, MT Osmalina Nur Rahma ST MSi) tim UGM, ITB, dan IPB melakukan penelitian yang menghasilkan alat berupa hardware dan software scanner kanker servik.</p>
<p>“Tidak hanya untuk membantu mendeteksi pasien, tapi juga untuk alat pembelajaran dokter muda,” ungkap Dr Riries.</p>
<p>Alat ini menurut Dr Riries, dilengkapi mikroskop portable, namun di-improve lebih spesifik untuk kanker servik. Penelitian yang memanfaatkan engineering dan image processing itu, akan menampilkan hasil akhir keseluruhan gambar dengan dapat menampilkan secara detail saat diperbesar.</p>
<p>Adapun penelitian tersebut, tidak hanya sebagai scanning dan identifikasi, tapi juga sebagai data repository. Data repository bisa sebagai digital record riwayat kesehatan pasien dan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pasien.”Nanti juga bisa data repository, selama ini data preparat disimpan saja nanti berjamur sewaktu-waktu data tersebut diminta dinas kesehatan.</p>
<p>Penelitian yang masih berjalan tersebut, menurut bu Riries selaku ketua tim mengharapkan dapat bermanfaat. Terutama pada faskes kesehatan yang rendah untuk bisa mengakses. Dengan itu, faskes rendah seperti puskesmas dapat mengonsultasikannya dengan dokter yang di pusat dengan konsep Internet Of Thinking.</p>
<p>”Faskes-faskes rendah bisa mengakses. Nanti dikirim ke dokter yang di pusat, nanti bisa melalui telepon atau internet,” ungkapnya.</p>
<p>Seperti diketahui, Kanker Servik merupakan penyakit yang banyak penderitanya. Beberapa tahun terakhir penyakit itu menjadi yang sangat diperhatikan. Pemerintah melalui beberapa iklan layanan masyarakat menganjurkan untuk rajin melakukan tes pap smear pada semua perempuan Indonesia.</p>
<p>Sebagai informasi, Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) adalah program dikti yang bertujuan mendorong para dosen di seluruh Indonesia melakukan publikasi demi mencapai World Class University. Penelitian tersebut merupakan gelombang pertama yang diikuti dari empat universitas yakni, UNAIR, ITB, IPB dan UGM. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-kolaborasi-empat-kampus-ciptakan-alat-scanner-kanker-servik/">Keren, Kolaborasi Empat Kampus Ciptakan Alat Scanner Kanker Servik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Terobosan Puskesmas Andalas Cegah Kematian Oleh Penyakit Tidak Menular</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-terobosan-puskesmas-andalas-cegah-kematian-oleh-penyakit-tidak-menular/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2019 12:31:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#penyakittidakmenular]]></category>
		<category><![CDATA[#puskesmasandalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40056</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kecamatan Padang Timur bersama Puskesmas Andalas meluncurkan Program Perhatikan Usia Uda (Hati Uda), sebuah program yang mendorong masyarakat usia produktif untuk peduli...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-terobosan-puskesmas-andalas-cegah-kematian-oleh-penyakit-tidak-menular/">Ini Terobosan Puskesmas Andalas Cegah Kematian Oleh Penyakit Tidak Menular</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong><span class="s1">Kecamatan Padang Timur bersama Puskesmas Andalas meluncurkan Program Perhatikan Usia Uda (Hati Uda), sebuah program yang mendorong masyarakat usia produktif untuk peduli dan perhatian terhadap kesehatan pasa penyakit tidak menular.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Puskesmas Andalas, dr Mela Aryati yang dihubungi Kamis (20/6) mengatakan bahwa program ini diluncurkan karena saat ini angka kematian yang disebabkan penyakit tidak menular semakin tinggi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Program ini akan mendorong masyarakat usia produktif atau di atas 15 tahun untuk menskiring (pemeriksaan) kesehatan, seperti berat badan, tinggi badan, gula darah dan lingkar pinggang. Karena akhir-akhir ini kematian oleh penyakit tidak menulat seperti Kanker, Hipertensi, dan Jantung.” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut ia menjelaskan, nantinya masyarakat Padang Timur diberi kartu dimana akan ditanya saat setiap berurusan di kantor camat dan lurah. “Jadi nanti masyarkat yang tidak memiliki kartu akan ke kita (puskesmas) untuk pemeriksaan kesehatan atau untuk konsultasi. Kita harapkan tahun depan ini sudah jadi regulasi dan kita targetkan 100 persen usia produktif sudah di skrining,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tahun lalu, Hipertensi dan Diabetes menjadi penyebab kematian tertinggi oleh penyakit tidak menular. “Dua penyakit tersebut masuk laporan tiap bulan, dan tiga tertinggi penyebab kematian,” ujarnya. (<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-terobosan-puskesmas-andalas-cegah-kematian-oleh-penyakit-tidak-menular/">Ini Terobosan Puskesmas Andalas Cegah Kematian Oleh Penyakit Tidak Menular</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Enam Jenis Penyakit yang Diderita Pemudik</title>
		<link>https://prokabar.com/ada-enam-jenis-penyakit-yang-diderita-pemudik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2019 03:47:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik 2019]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#ISPA]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[#mudik2019]]></category>
		<category><![CDATA[#mudikprokabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=38873</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerima laporan penyakit dari 923 pos kesehatan mudik 2019 di 34 provinsi. Laporan tersebut diterima dan diakumulasikan oleh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-enam-jenis-penyakit-yang-diderita-pemudik/">Ada Enam Jenis Penyakit yang Diderita Pemudik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerima laporan penyakit dari 923 pos kesehatan mudik 2019 di 34 provinsi. Laporan tersebut diterima dan diakumulasikan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Minggu (2/6) kemarin, ada enam jenis penyakit yang diderita pemudik.</p>
<div class="post-excerpt-detail">
<p class="p1"><span class="s1">Dari laporan itu, diketahui jumlah infeksi saluran pernapasan (ISPA) sebanyak 456 orang, lima penyakit lainnya berupa diare 82 orang, gangguan pencernaan 275 orang, hipertensi 287 orang, kardiovaskular 51 orang, dan keracunan tiga orang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jumlah penderita penyakit tersebut didasarkan pada kunjungan pemudik ke pos kesehatan. Pemudik langsung diberikan penanganan medis dan obat-obatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengimbau kepada masyarakat jangan memaksakan diri untuk cepat sampai ke kampung halaman. Kondisi kesehatan fisik dan psikis harus tetap dijaga agar mudik selamat sampai tujuan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Manfaatkan pos kesehatan di rest area dan di tempat lain di jalur mudik. Pastikan kondisi tubuh sehat sebelum menlanjutkan perjalanan,” kata Menteri Nila melalui keterangan tertulis, Senin (3/6).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, ada pula kejadian kecelakaan, berdasarkan data Korlantas Polri hingga hari ini tercatat sebanyak 45 meninggal, 27 luka berat / rawat inap, dan 207 luka ringan / rawat jalan. <b>(*/hdp)</b></span></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-enam-jenis-penyakit-yang-diderita-pemudik/">Ada Enam Jenis Penyakit yang Diderita Pemudik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Gejala dan Tanda Jika Terkena Monkeypox</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-gelaja-dan-tanda-jika-terkena-monkeypox/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 00:12:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#monkeypox]]></category>
		<category><![CDATA[#virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=37345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya enam hingga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-gelaja-dan-tanda-jika-terkena-monkeypox/">Ini Dia Gejala dan Tanda Jika Terkena Monkeypox</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya enam hingga 16 hari, tetapi dapat berkisar dari lima hingga 21 hari.</p>
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono melalui keterangan resmi  yang diterima Sabtu (18/5), menegaskan Monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” kata Anung.</p>
<p>Gejala yang timbul berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas serta ruam pada kulit muncul pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.</p>
<p>Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang.</p>
<p>Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.</p>
<p>Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.</p>
<p>Anung berpesan kepada pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit Monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala dan tanda Monkeypox. Juga menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.</p>
<p>Kepada petugas kesehatan, Anung mengingatkan agar menggunakan alat pelindung, minimal sarung tangan dan masker saat menangani pasien atau binatang yang sakit.</p>
<p>Wilayah terjangkit Monkeypox secara global yaitu Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-gelaja-dan-tanda-jika-terkena-monkeypox/">Ini Dia Gejala dan Tanda Jika Terkena Monkeypox</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Stunting Cukup Tinggi, Ini Trik Bappeda Pasaman Menanganinya</title>
		<link>https://prokabar.com/kasus-stunting-cukup-tinggi-ini-trik-bappeda-pasaman-menanganinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2019 14:25:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infokesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Berulang kali, koordinasi penanggulangan stunting atau keterlambatan pertumbuhan Balita sudah dilakukan Pemkab Pasaman. Pada umumnya bersama pemerintah pusat dan provinsi. Kini giliran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kasus-stunting-cukup-tinggi-ini-trik-bappeda-pasaman-menanganinya/">Kasus Stunting Cukup Tinggi, Ini Trik Bappeda Pasaman Menanganinya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Pasaman</strong>, <strong>Prokabar — </strong></span><span class="s1">Berulang kali, koordinasi penanggulangan stunting atau keterlambatan pertumbuhan Balita sudah dilakukan Pemkab Pasaman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada umumnya bersama pemerintah pusat dan provinsi. Kini giliran Badan Perencanaa Pembangunan Daerah Kabupaten Pasaman (Bappeda) turun tangan. Menyasar ke tengah masyarakat atas kasus stunting yang menjadi momok menakutkan di Pasaman saat ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dimulai dari pelaksanaan rapat koordinasi bersama instansi terkait. Membahas penanggulangan kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Pasaman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kita yakin, kemiskinan adalah kendala utama terjadi stunting. Makanya kita habisi dulu kemiskinan ini. Bagaimana caranya, itu yang kita fokuskan dalam rapat koordinasi ini,&#8221; kata Bupati Pasaman Yusuf Lubis didampingi wakilnya, Atos Pratama usai koordinasi, Rabu (24/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Diakui Bupati Yusuf, perihal himbauan dan segala macamnya untuk pencegahan stunting telah dilakukan. Meski begitu, tidak langsung berdampak progresnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kini kita ubah pola pikir untuk sebentar. Kita atasi kemiskinan ini dulu, melalui program yang dipusatkan bersama OPD yang terkait. Itu jalan satu-satunya. Analisa kita, Balita stunting kuat kaitannya dengan kekurangan gizi. Ini berhubungan langsung dengan asupan si anak. Bagaimana asupan akan lengkap, sementara ekonomi keluarganya kocar-kacir. Itulah makanya kita juga fokuskan penanganan kemiskinan sembari penekanan kasus stunting di Pasaman,&#8221; tegas Bupati Yusuf.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di siai lain, menurut Badan Kesehatan Dunia (BKD), Indonesia menempati urutan ke-5 tentang masalah stunting. Sementara Pasaman, menjadi salah satu daerah cukup banyak kasus stunting. Dimana Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman mencatat, angka Balita yang mengalami stunting di daerah itu mencapai lebih kurang 1.253 anak. (<b>Ola</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kasus-stunting-cukup-tinggi-ini-trik-bappeda-pasaman-menanganinya/">Kasus Stunting Cukup Tinggi, Ini Trik Bappeda Pasaman Menanganinya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 44/226 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.027 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:17:22 by W3 Total Cache
-->