<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#infobencana Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/infobencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/infobencana/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2020 03:08:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#infobencana Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/infobencana/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Riset Kebencanaan Bukan Dimaksudkan Membuat Takut Masyarakat</title>
		<link>https://prokabar.com/riset-kebencanaan-bukan-dimaksudkan-membuat-takut-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2020 03:08:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infobencana]]></category>
		<category><![CDATA[#riset]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=75097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menritek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, riset kebencanaan bukan dimaksudkan membuat ketakutan di kalangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/riset-kebencanaan-bukan-dimaksudkan-membuat-takut-masyarakat/">Riset Kebencanaan Bukan Dimaksudkan Membuat Takut Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menritek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, riset kebencanaan bukan dimaksudkan membuat ketakutan di kalangan masyarakat.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Tapi dengan mengetahui ancaman dan potensi, protocol kebencanaan harus ditingkatkan guna meminimalkan risiko. Apalagi  Indonesia berada di cincin api (<em data-reader-unique-id="4">ring of fire</em>) yang rawan gempa bumi, tsunami, bahkan bencana hidrometeorologi.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Masyarakat harus lebih memahami lokasi yang ditinggalinya,  apakah terdapat ancaman bencana tertentu. “Riset tersebut harus membuat kita lebih waspada dan antisipatif terhadap potensi tersebut,” kata Menteri Bambang dilansir Kamis (1/10)</p>
<p data-reader-unique-id="6">Menteri Bambang menegaskan, sampai saat ini belum ada metodologi  yang bisa memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi. Untuk itu, mitigasi terhadap dampak bencana perlu terus diperkuat.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Untuk memperkuat mitigasi, para ahli pun melakukan riset, dan kajian yang mendalam potensi bencana,  seperti yang baru saja dipublikasikan oleh tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah institut terkait gempa megathrust diikuti tsunami maksimal setinggi  20 meter di Selatan Jawa.</p>
<p data-reader-unique-id="8">“Oleh karena itu, riset kebencanaan menjadi salah satu focus  Kemenristek/BRIN. Salah satunya riset sesar gempa yang aktif di Pulau Jawa bagian barat, tengah dan timur. Penelitian kebencanaan di luar Pulau Jawa juga perlu diperhatikan,” paparnya.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Disebutkan, sebagai mitigasi, teknologi system peringatan dini tsunami sudah dilakukan  oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan menghasilkan buoy dan system kabel bawah laut.</p>
<p data-reader-unique-id="10">“Penduduk yang terekspos  bencana juga perlu lebih berhati-hati. Pembangunan di daerah rawan bencna juga perlu dibangun lebih hati-hati,” ungkapnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/riset-kebencanaan-bukan-dimaksudkan-membuat-takut-masyarakat/">Riset Kebencanaan Bukan Dimaksudkan Membuat Takut Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ektrim, BPBD Agam Imbau Warga Waspada Beraktifitas Di Rawan Bencana</title>
		<link>https://prokabar.com/cuaca-ektrim-bpbd-agam-imbau-warga-waspada-beraktifitas-di-rawan-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 15:18:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bpbdagam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infobencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=71765</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada cuaca ektrim yang melanda. Pasalnya, hujan lebat dengan intensitas...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cuaca-ektrim-bpbd-agam-imbau-warga-waspada-beraktifitas-di-rawan-bencana/">Cuaca Ektrim, BPBD Agam Imbau Warga Waspada Beraktifitas Di Rawan Bencana</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada cuaca ektrim yang melanda. Pasalnya, hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan petir sering terjadi.</p>
<p>&#8220;Bahkan sejumlah daerah rawan banjir dan longsor sudah mulai terjadi di saat hujan lebat. Kondisi terparah saat ini, jalan amblas di Kelok 10, jalan Kelok 44 jalur Manggopoh menuju Padang Lua,&#8221; ungkap Kalaksa BPBD Agam, Muhammad Lutfi kepada Prokabar.com, Rabu (29/7).</p>
<p>Sebelumnya, banjir melanda hampir daerah biasa langganan banjir. Seperti di daerah Tiku Selatan, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Lubuk Basung. Sementara, longsor dan jalan amblas marak terjadi di Palupuah, Malalak, Tanjung Raya dan Matur.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Baik saat berkendaraan maupun beraktifitas di tepian Danau Maninjau dan Pantai Tiku. Kejadian yang sempat memakan korban sudah berlangsung di tiga kejadian. Kejadian pertama orang tenggelam di Batang Gasan, kedua orang tenggelam di Danau Maninjau. Dan terakhir di Tiku Selatan,&#8221; pungkasnya. (<b>Rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cuaca-ektrim-bpbd-agam-imbau-warga-waspada-beraktifitas-di-rawan-bencana/">Cuaca Ektrim, BPBD Agam Imbau Warga Waspada Beraktifitas Di Rawan Bencana</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Sejak Sabtu, Pasaman Barat Dikepung Bencana</title>
		<link>https://prokabar.com/hujan-sejak-sabtu-pasaman-barat-dikepung-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 14:56:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infobencana]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#PasamanBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=71225</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman Barat, Prokabar — Hujan deras yang melanda Pasaman Barat sepanjang Sabtu (18/7) mengakibatkan sejumlah titik di daerah itu dilanda bencana. Mulai dari banjir,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hujan-sejak-sabtu-pasaman-barat-dikepung-bencana/">Hujan Sejak Sabtu, Pasaman Barat Dikepung Bencana</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman Barat, Prokabar — </strong>Hujan deras yang melanda Pasaman Barat sepanjang Sabtu (18/7) mengakibatkan sejumlah titik di daerah itu dilanda bencana. Mulai dari banjir, pohon tumbang hingga tebing jalan longsor dan amblas.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H. Saputra mengatakan, daerah yang terparah terdampak bencana terjadi di Siligawen, Kecamatan Gunung Tuleh.</p>
<p>&#8220;Pada umumnya banyak daerah yang terkena banjir. Seperti di Nagari Persiapan Lubuk Landur, Kecamatan Pasaman. Banjir itu disebabkan oleh tingginya debit air Sungai Batang Lubuak Landur. Air sungai itu meluap dengan ketinggian sekitar 50 centimeter ke pemukiman warga dan merendam dua unit rumah warga,&#8221; kata Decky.</p>
<p>Selain itu, banjir juga melanda daerah pemukiman warga di Nagari Persiapan Suka Menanti. Banjir ini disebabkan meluapnya anak air Batang Puai yang mengakibatkan tiga rumah dan satu mushala terendam. Kemudian, banjir juga melanda pemukiman warga di Nagari Aur Kuning, Pasaman Barat. Banjir di daerah ini diakibatkan luapan anak air Batang Puai yang mengakibatkan tiga unit rumah terendam air.</p>
<p>Dititik lain pohon tumbang melanda daerah jalan lintas Padang-Simpang Empat di Aia Rau, Kecamatan Kinali. Sehingga mengganggu arus lalu lintas pengendara. Ada juga Tanah longsor di Jalan Talang Kuning, Kampung Guo. Hingga Minggu pagi akses jalan yang ada di lokaso belum bisa dilalui.</p>
<p>&#8220;Pastinya, tidak ada korban jiwa dalam bencana yang mengepung Pasaman Barat ini,&#8221; pungkas Decky. (<strong>Ola</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hujan-sejak-sabtu-pasaman-barat-dikepung-bencana/">Hujan Sejak Sabtu, Pasaman Barat Dikepung Bencana</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Debit Air Sungai di Sitalang Meninggi, Jembatan Darurat Putus</title>
		<link>https://prokabar.com/debit-air-sungai-di-sitalang-meninggi-jembatan-darurat-putus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2020 12:36:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#banjir]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infobencana]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Hujan lebat yang mendera Kabupaten Agam, membuat luapan air sungai dan memutus jembatan darurat di Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/debit-air-sungai-di-sitalang-meninggi-jembatan-darurat-putus/">Debit Air Sungai di Sitalang Meninggi, Jembatan Darurat Putus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Hujan lebat yang mendera Kabupaten Agam, membuat luapan air sungai dan memutus jembatan darurat di Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Minggu sore (21/6). Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB tersebut membuat empat orang terjebak dan terkepung luapan air sungai Batang Bawan itu.</p>
<p>&#8220;Benar, kejadian itu lokasi yang sama pada bencana Banjir Bandang beberapa waktu lalu. Tepatnya di Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari,&#8221; ungkap Kalaksa BPBD Agam, Muhammad Lutfi melalui via whatsapp, Minggu malam (21/6).</p>
<p>Hujan lebat dengan intensitas lebat mengakibatkan terjadinya luapan air sungai Batang Bawan. Memutus jembatan darurat yang dibangun masyarakat, pemerintah daerah beserta TNI dan Polri beberapa waktu lalu.</p>
<p>Luapan air sungai itu juga berdampak banjir dan mengancam ratusan rumah yang berada di sepanjang tepian sungai itu.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya itu, kami juga mendapat laporan dari masyarakat. Terdapat 4 orang warga terjebak di Pulau Kampung Baru. Petani yang berladang di antara dua sungai yang mengelilingi sebuah perkebunan warga,&#8221; terangnya lagi.</p>
<p>Sementara itu, Kabid KL BPBD Agam, Syafrizal menambahkan, berdasarkan data didapat dari relawan di lapangan, empat warga tersebut bernama Irdawati (40), Yonal (45), Mursal (30) dan Yoga (13). &#8220;Banjir menghanyutkan satu unit jemabatan darurat dan kondisi saat ini debit air masih tinggi. Dikawatirkan air akan meluap ke kawasan pemukiman masyarakat serta kondisi saat ini di lokasi hujan sudah mulai reda,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Tim membutuhkan perlengkapan lengkap resque untuk penyelamatan empat orang warga tersebut. &#8220;Saat ini, kami telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan nagari terkait penanganan evakuasi masyarakat. Serta semua data awal yang kami butuhkan. Dan saat ini, tim telah berada di lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan, serta penanganan bencana tersebut,&#8221; pungkas Syafrizal. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/debit-air-sungai-di-sitalang-meninggi-jembatan-darurat-putus/">Debit Air Sungai di Sitalang Meninggi, Jembatan Darurat Putus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB Prediksi Potensi Bencana Faktor Cuaca Masih Mendominasi Tahun Depan</title>
		<link>https://prokabar.com/bnpb-prediksi-potensi-bencana-faktor-cuaca-masih-mendominasi-tahun-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 03:13:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infobencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan tren bencana yang terjadi sepanjang tahun 2019 berdasarkan laporan yang dicatat BNPB bahwa...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bnpb-prediksi-potensi-bencana-faktor-cuaca-masih-mendominasi-tahun-depan/">BNPB Prediksi Potensi Bencana Faktor Cuaca Masih Mendominasi Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><span class="s1">Jakarta, Prokabar — </span></strong><span class="s1">Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan tren bencana yang terjadi sepanjang tahun 2019 berdasarkan laporan yang dicatat BNPB bahwa 98 persen adalah bencana hidrometeorologi yang mana dari prosentase tersebut sedikitnya ada 3.622 peristiwa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam kurun waktu tersebut, banjir dan longsor menjadi bencana yang serius mengingat besaran korban jiwa dan kerugian material dari dampak yang diakibatkan. Kendati demikian, angin puting beliung masih mendominasi sebagai bencana yang paling banyak terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Melihat berbagai ancaman tersebut, Kepala BNPB mengingatkan agar pemerintah daerah dan seluruh komponen yang terkait segera melakukan upaya pencegahan dengan menyusuri sungai untuk memeriksa berbagai potensi yang dapat menjadi ancaman dan membahayakan masyarakat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu juga menghimbau agar masyarakat tidak menyalahkan pohon saat puting beliung melanda. Doni mencontohkan langkah yang tepat untuk mengantisipasi ancaman puting beliung dengan cara memangkas ranting dan cabang yang dapat memberi beban pohon sehingga dapat dirobohkan angin.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jangan salahkan pohon kalau ada puting beliung. Manusia yang ada di sekitarnya lah yang harus melakukan upaya pencegahan dengan mengurangi beban pohon, pangkas ranting dan cabangnya, jangan tebang pohonnya,&#8221; kata Doni dilansir Kamis (19/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Potensi ancaman bencana yang diprediksi terjadi pada penghujung tahun 2019 hingga pertengahan 2020 akan lebih banyak diakibatkan oleh faktor cuaca yang diikuti oleh jenis bencana hidrometeorologi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam hal ini meminta masyarakat agar meningkatkan kapasitas untuk menghadapi ancaman bencana banjir, longsor, gelombang tinggi pada bulan Desember, Januari dan Feburari. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada kurun waktu bulan-bulan tersebut curah hujan diprediksi tinggi di sejumlah wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua. Namun, BMKG mengatakan bahwa tiap-tiap daerah tidak semua akan mengalami hal yang sama dengan wilayah lain.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Memasuki bulan Maret, April dan Mei 2020, BMKG meminta masyarakat agar waspada dalam menghadapi potensi ancaman bencana seperti puting beliung dan hujan es, sebagai tanda dari masa peralihan musim atau pancaroba. Sedangkan untuk bulan Juni, Juli hingga Agustus sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau dengan ancaman bencana kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bnpb-prediksi-potensi-bencana-faktor-cuaca-masih-mendominasi-tahun-depan/">BNPB Prediksi Potensi Bencana Faktor Cuaca Masih Mendominasi Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/100 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:54:14 by W3 Total Cache
-->