<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#IlhamBintang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ilhambintang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ilhambintang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Aug 2023 15:02:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#IlhamBintang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ilhambintang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hanya Nafas yang Tidak Bisa Dibeli Di Sini</title>
		<link>https://prokabar.com/hanya-nafas-yang-tidak-bisa-dibeli-di-sini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Aug 2023 15:02:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=114959</guid>

					<description><![CDATA[<p>Catatan Ilham Bintang Masih ingat Thaksin Shinawatra? Thaksin adalah mantan Perdana Menteri Thailand (2001-2006) yang di masanya menjadi episentrum politik di negeri Gajah Putih...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hanya-nafas-yang-tidak-bisa-dibeli-di-sini/">Hanya Nafas yang Tidak Bisa Dibeli Di Sini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Catatan Ilham Bintang</strong></em></p>
<p>Masih ingat Thaksin Shinawatra? Thaksin adalah mantan Perdana Menteri Thailand (2001-2006) yang di masanya menjadi episentrum politik di negeri Gajah Putih itu.</p>
<p>Menurut BBC, Thaksin PM pertama dan hingga kini satu-satunya dalam sejarah Thailand yang memimpin pemerintahan terpilih dengan masa jabatan penuh.</p>
<p>Tetapi dia juga satu-satunya PM Thailand pertama dan satu-satunya yang 17 tahun terpaksa harus hidup di luar negeri setelah menghadapi kudeta militer di bulan September 2006.</p>
<p>Thaksin adalah politisi yang merangkak dari bawah sukses mencapai puncak karier berkat pencitraan. Ia selalu digambarkan dekat dengan rakyat miskin. Peduli terhadap kesulitan mereka, bantuan negara selalu dialirkan kepada kaum papa itu. Namun legasi yang dia tinggalkan berbanding terbalik dengan pencitraan itu. Ia kini dianggap pemecah belah bangsa.Ia hiposentrum, sumber bencana politik di Thailand.</p>
<p>Rekam jejak penyimpangannya masih tersimpan kuat di benak rakyat Thailand. Tamak dan rakus mengorupsi kekayaan negara selama berkuasa. Itulah yang menjelaskan mengapa dia dihukum in absentia dalam banyak perkara selama dia dalam pengasingan.</p>
<p>Minggu lalu, Selasa (22/8) Thaksin kembali ke Thailand dari pengasingannya. Saya beruntung tiba di Bangkok Selasa (22/8) siang, persis di hari Thaksin pulang. Di hari yang sama pula taipan real estate Thailand, Srettha Thavisin, terpilih menjadi PM Thailand baru. Srettha adalah PM kesepuluh Thailand. Tapi berita terpilihnya Srettha kalah viral dibandingkan dengan berita kepulangan Thaksin.</p>
<p>Thaksin punya kontribusi besar dalam kekacauan politik yang panjang di tanah airnya. Bayangkan dalam rentang &#8220;hanya&#8221; 17 tahun Thailand sampai bergonta ganti PM hingga sepuluh kali.</p>
<p>// Masih Cawe &#8211; Cawe //</p>
<p>Sejak jatuh dan selama pengasingan Thaksin masih cawe-cawe dalam percaturan elit politik Thailand. Thaksin tetap dengan skenario busuknya yang lama dan &#8220;baku&#8221; hendak melanggengkan kekuasaan lewat kroni-kroninya di partai politik.</p>
<p>Seakan sebelum dan selama menjadi PM Thaksin sudah mengatur kekuasaan akan dipergilirkan dengan para loyalisnya. Tujuannya, salah satunya tentu untuk mengamankan diri dan keluarganya &#8211;yang telah berlumur kasus korupsi &#8211;dari jerat hukum.</p>
<p>Thaksin mengatur saudara perempuannya menduduki kursi PM, dan kelak giliran berikutnya dia merencanakan putra bungsunya di kursi kekuasaan sebagai PM.</p>
<p>Beruntung junta militer tak kehilangan kewaspadaan. Ia menyimpan rekam jejak Thaksin.<br />
Pada tahun 2008, Thai Rak Thai, partai Thaksin dibubarkan oleh pengadilan dan pada tahun itu juga dua perdana menterinya didiskualifikasi.</p>
<p>Petualangan Partai Rak Thai dilanjutkan oleh Partai Pheu Thai. Yingluck, saudara perempuan Thaksin, berhasil menang telak pada pemilu 2011, namun dia didiskualifikasi oleh pengadilan, dan pemerintahannya digulingkan melalui kudeta kedua. Yingluck kini juga tinggal di pengasingan.</p>
<p>Thaksin punya banyak perkara korupsi yang sudah inkracht di negerinya. Maka, di hari kepulangannya, ia pun langsung dieksekusi ke penjara untuk jalani hukuman. Tapi cuma sehari. Besoknya, Netizen di Thailand geger di sosmed.<br />
Dengan alasan sakit, Thaksin dipindah ke RS dan menempati ruang perawatan Super VVIP di lantai paling atas RS.</p>
<p>Netizen membayangkan dari atas situ Thaksin bisa melepas kerinduan melihat suasana kota Bangkok.&#8221; Hanya nafas yang tidak bisa dibeli di Thailand,&#8221; umpat Netizen.</p>
<p>Thaksin adalah drama tentang kekuasaan yang tidak dijalankan sesuai kompetensi dan amanah. Semuanya tertipu oleh pencitraan yang dibuat konsultan politik dan lembaga survei, yang berujung pada amburadulnya tata kelola pemerintahan di Thailand.<br />
Bagaimana dengan kita?*</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hanya-nafas-yang-tidak-bisa-dibeli-di-sini/">Hanya Nafas yang Tidak Bisa Dibeli Di Sini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membesoek Pelukis Terkenal Hardi yang Mengidap Penyakit Radang Meningitis</title>
		<link>https://prokabar.com/membesoek-pelukis-terkenal-hardi-yang-mengidap-penyakit-radang-meningitis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2023 09:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelukis Hardi tengah berjemur badan di halaman depan rumahnya ketika saya besoek, Minggu (2/7) pagi. Tubuhnya bersandar di kursi, sedangkan kedua kakinya dibiarkan berselonjor....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/membesoek-pelukis-terkenal-hardi-yang-mengidap-penyakit-radang-meningitis/">Membesoek Pelukis Terkenal Hardi yang Mengidap Penyakit Radang Meningitis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pelukis</strong> Hardi tengah berjemur badan di halaman depan rumahnya ketika saya besoek, Minggu (2/7) pagi. Tubuhnya bersandar di kursi, sedangkan kedua kakinya dibiarkan berselonjor. Sinar matahari pagi yang cukup terik menjilati tubuhnya.</p>
<p>Pagi itu, ia ditemani putri sulungnya Oriana Titisari dan Munadi, sahabatnya, mantan karikaturis Harian Terbit. Belakangan saya baru tahu, lokasi rumah Hardi di Kav DKI Kedoya hanya berjarak 10 menit dari rumah saya. Bahkan hanya 5 menit dari Kantor Tabloid Cek &amp; Ricek. Yang mengirimi peta rumahnya, produser film Firman Bintang. Sabtu pagi Firman ke rumah Hardi, namun rumah itu tertutup rapat. Dia sempat mengetuk- ngetuk pagarnya tapi tidak ada respons.</p>
<h4><strong>Informasi Facebook</strong></h4>
<p>Lebih dua tahun kami putus kontak, tetiba dikejutkan dengan kabar Hardi menderita sakit yang kritis. Informasi itu disampaikan penyair Jose Rizal Manua di laman Facebooknya minggu lalu. Foto dan narasi di FB itu memperlihatkan kondisi Hardi yang sangat mengenaskan. Tubuhnya kurus, wajahnya nyaris tidak bisa dikenali karena saking kurusnya.</p>
<p>Di foto itu posisi tubuh Hardi tampak amat lemah tidak berdaya saat dibesoek oleh teman-temannya sesama pelukis. Berbanding terbalik dengan aslinya, yang kita kenal selama ini. Hardi bertubuh gempal dan energik berkat latihan silat rutin perguruannya, Bangau Putih.</p>
<p>Di awal awal masa pandemi Hardi rajin mengirimi saya video sedang berolahraga di depan rumahnya dengan jurus- jurus silat perguruan Bangau Putih.</p>
<p>Begitu tiba di rumahnya, saya menjabat tangannya. Hardi menyambut. Namun saat saya menyapa dengan menyebut nama ia nampak kesulitan mengenali. Oriana membantu, mengulang menyebutkan nama saya. Munadi juga ikut menjelaskan, namun tak berhasil. Hardi hanya merespons dengan senyum. Munadi sendiri pun tidak dia kenali.</p>
<p>&#8220;Ingatannya memang masih on and off, Om,&#8221; kata Oriana.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154532.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113901" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154532.jpg" alt="" width="800" height="585" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154532.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154532-300x219.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154532-768x562.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Menurut Oriana, Papanya mengalami problem pada daya ingat akibat radang meningitis yang menjangkiti empat bulan lalu. Radang meningitis itu diketahui dari hasil diagnosa dokter di RS PON (Pusat Otak Nasional). Di RS itu Hardi sempat dirawat sepuluh hari akibat terjatuh di tangga rumahnya.</p>
<p>&#8220;Sekarang sudah ada kemajuan. Sudah mau makan. Sudah bisa berjalan ke kamar mandi,&#8221; cerita Oriana.</p>
<p>Secara rutin keluarganya pun rajin memeriksakan Hardi ke dokter. Jadwal kontrol dokter sekali dua minggu. Dokter yang datang ke rumah karena Hardi sering tak kuat menempuh perjalanan ke RS lantaran kemacetan lalulintas. Belum lagi jika harus antre di RS.</p>
<p>Gangguan kesehatan Hardi mulai muncul sepeninggal Susan, istrinya, yang wafat bulan Oktober tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Dia tidak punya nafsu makan. Itu yang membuat berat badan Papa langsung drop,&#8221; ujar Ori. Putrinya memperkirakan berat badan Hardi turun sekitar 10 kg.</p>
<p>Saya mengenal Hardi pertengahan 1970-an di Taman Ismail Marzuki dan bersahabat sejak itu hingga sekarang. Dua tahu lalu ia menghadiahi saya lukisan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Meski jarang bertemu secara fisik, namun komunikasi kami terus terjalin melalui media sosial. Selain WhatsApp, Hardi juga rajin meng upload aktivitasnya di laman FB dan Instagram. Di media sosial itu ia sering menjajakan karya-karyanya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154653.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113902" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154653.jpg" alt="" width="800" height="561" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154653.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154653-300x210.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_154653-768x539.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>&#8220;Papa suka berhubungan dengan netizen yang berminat membeli lukisannya. Dia tahu umumnya netizen itu menganggap harga lukisannya mahal. Nah! Papa sering menawarkan harga berdasar kemampuan netizen,&#8221; cerita Oriana.</p>
<p>Hardi merupakan tokoh seni rupa penting Indonesia. Pelopor Gerakan Seni Rupa Indonesia yang mewarnai dinamika kesenian di Tanah Air masa itu. Gerakan Seni Rupa Barunya terdiri FX Harsono, Bonyong Munni Ardhi, Siti Adiyati, Jim Supangkat, dan Nanik Mirna.</p>
<p>Karyanya dikoleksi Keluarga Cendana, menteri-menteri kabinet Orde Baru dan Orde Reformasi, tokoh-tokoh nasional, kalangan pengusaha dan rekan-rekan seniman. Selain lembaga-lembaga bergengsi seperti Museum Purna Bhakti Pertiwi, Balai Senirupa DKI, Dinas Kebudayaan DKI, TIM, LBH, Wisma Seni Nasional, Bentara Budaya, PT. Coca Cola Museum Neka Ubud &#8211; Bali, Yayasan Pengembangan Bisnis Indonesia, dll.</p>
<p>Ketika saya besoek keadaan Hardi memang relatif sudah membaik. Sekurangnya, dibandingkan dengan foto yang diupload di FB oleh Jose Rizal Manua. Meski belum mengenali tamunya, tetapi dia selalu merespon dengan senyum.</p>
<p>&#8220;Kita ngobrol begini Papa juga dengar. Mengerti. Nanti malam dia akan mengulasnya,&#8221; ujar Oriana. Itu kebiasaan terakhir Hardi yang dinilai putrinya sebagai tanda perbaikan memorinya. Dia sering nonton TV dan mengikuti berita dan talkshow di layar kaca. Hanya saja, responsnya baru belakangan.</p>
<p>Nama Oriana untuk putri sulungnya diambil Hardi dari nama wartawan Italia terkenal di tahun 1960-80 an, Oriana Fallaci. Kelak, Oriana memang menjadi wartawan di group Kompas.</p>
<p>Hardi dianugerahi tiga anak dan empat cucu. Putri keduanya,bernama Mahachakri, diambil dari Princess Maha Chakri Sirindhorn Thailand. Sedangkan anak bungsunya, dia beri nama Jibril. Nama itu diambil dari nama Malaikat.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_155918.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113903" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_155918.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_155918.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_155918-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230702_155918-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Terlahir dengan nama R. Soehardi pada 26 Mei 1951, Ia salah satu pelukis aliran ekspresionis yang terkenal dengan berbagai aktivis lintas seni dan kebudayaan di Indonesia.</p>
<p>Dia mengawali kariernya tahun 1970 di Ubud, Bali. Ia melukis bersama W. Hardja, Anton Huang, kemudian kuliah di Akademi Seni Rupa Surabaya.</p>
<p>Tahun 1971 &#8211; 1974 Hardi kuliah di STSRI ASRI Yogyakarta, berlanjut tahun 1975 &#8211; 1977 kuliah di De Jan Van EYC Academie di Maastricht, Belanda. Dalam bidang senirupa Hardi berguru kepada Daryono, Fadjar Sidik, Widayat, Prof. Hans Seur, Prof. Pieter De Fesche, Nyoman Gunarsa, dan Drs. Sudarmadji.</p>
<p>Pada tahun 1979 namanya melejit diulas banyak media. Dalam pameran Seni Rupa Baru tahun itu sebuah lukisan bertuliskan &#8220;Presiden RI th 2001 Suhardi&#8221;, menampilkan potret dirinya berseragam tentara, menarik perhatian banyak kalangan.</p>
<p>Tahun 1980, Karya itu kembali ditampilkan dalam pameran seni Forum Pelukis Muda Indonesia di Taman Ismail Marzuki. Karena lukisan itu, Hardi ditangkap penguasa militer dengan tuduhan makar. Lukisan itu dianggap menantang hegemoni Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Beruntung tidak sampai dipendam lama dalam tahanan. Hardi kemudian dibebaskan atas permintaan Wakil Presiden Adam Malik, tiga hari setelah ditangkap.</p>
<p>Hardi berpembawaan terbuka dan blak-blakan, kadang meledak-ledak. Seorang kolektor dan pengamat karyanya menandai perubahan karya lukis Hardi di era 1970 &#8211; 1980-an yang banyak mengekspos masalah sosial dan menjadi pencetus Gerakan Seni Rupa Baru yang fenomenal, melahirkan karya-karya yang teduh, meski tetap dengan sapuan yang galak.<br />
Sebelum pamit, saya mendoakan semoga Hardi segera sembuh, pulih seperti sediakala dengan ide-ide brilian yang dituangkan dalam lukisan-lukisannya. Hardi kembali merespons dengan senyum.</p>
<p>Indonesia akan kesepian tanpa Hardi, kata saya lagi. Semoga itu tertanam dalam memori Hardi yang akan diulas belakangan, mungkin sebentar malam, seperti kata Oriana. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/membesoek-pelukis-terkenal-hardi-yang-mengidap-penyakit-radang-meningitis/">Membesoek Pelukis Terkenal Hardi yang Mengidap Penyakit Radang Meningitis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bamed Medan, Jamuan Masakan Tokoh Melayu, dan Sosok Ideal Ketum PWI Pusat</title>
		<link>https://prokabar.com/bamed-medan-jamuan-masakan-tokoh-melayu-dan-sosok-ideal-ketum-pwi-pusat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2023 03:13:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jarak Desa Tongging, Karo, Sumatera Utara dengan Kota Medan sekitar 100 km. Biasa ditempuh dengan perjalanan mobil 2,5 jam. Kami tinggalkan Resort Simalem di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bamed-medan-jamuan-masakan-tokoh-melayu-dan-sosok-ideal-ketum-pwi-pusat/">Bamed Medan, Jamuan Masakan Tokoh Melayu, dan Sosok Ideal Ketum PWI Pusat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jarak</strong> Desa Tongging, Karo, Sumatera Utara dengan Kota Medan sekitar 100 km. Biasa ditempuh dengan perjalanan mobil 2,5 jam.</p>
<p>Kami tinggalkan Resort Simalem di Tongging, Kamis (22/6) pukul 9 pagi menuju Medan. Perjalanan ke Medan dimajukan dari rencana semula siang, karena saya ada janji pukul 1 siang menghadiri La Beauty Expo di Sun Plaza, Medan. Putra saya dr Yassin dan istrinya dr Abigail Audity terbang khusus dari Jakarta sehari sebelumnya untuk menghadiri expo yang dibuka siang itu. Pada momen hampir bersamaan, nun jauh di benua Amerika, Klinik Kesehatan Bamed yang dipimpinnya, juga mengikuti pameran di Florida International Medical Expo 2023. Begitu pentingnya datang ke Medan, Dr Yassin dan dr Audy lebih memilih menugaskan direksi Bamed yang lain untuk menghadiri acara itu di Kota Miami, Florida, AS.<br />
Klinik kesehatan keluarga Bamed merupakan salah satu anak perusahaan Bintang Group &#8212;<br />
perusahaan media &#8212; yang pernah memproduksi antara lain, Tabloid dan Infotainment &#8220;Cek &amp; Ricek&#8221;<br />
Klinik Bamed di Medan adalah Cabang Bamed pertama di luar Jawa. Dibuka di Ibu Kota Sumatera Utara itu, tiga tahun lalu. Pas baru buka, pandemi Covid19 mendera dan baru berakhir resmi bulan ini. Maka La Beauty Expo di Medan momentum pasca pandemi yang harus dimanfaatkan untuk promosi atau mengenalkan produk Bamed ke masyarakat Medan secara luas. Dr Yassin mengajak dua anaknya, Rania dan Raihan sekalian berlibur.<br />
Bertemu dengan dua cucu itu buat saya juga penting. Niscaya keduanya pun punya perasaan sama. Apalagi lokasi expo di mall besar Medan. Saya sudah membayangkan mereka akan bergelendot manja minta dibeliin mainan begitu ketemu Opanya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092044.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113781" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092044.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092044.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092044-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092044-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4><strong>Banyak jalan berlubang </strong></h4>
<p>Faris Bashel yang mengemudikan mobilnya yakin bisa tiba di Medan pas waktunya. Namun, sebagaimana karakter jalan provinsi umumnya, banyak ruas jalannya berlubang yang dihindari pengguna jalan. Akibatnya laju kendaraan pun melambat. Pikiran spontan: apa yah kerja Gubernur, Walikota, atau Bupati punya jalan di wilayahnya seperti itu? Apakah Presiden Jokowi yang harus turun tangan juga membenahi baru beres? Sudah begitu ( Gubernur) maunya hanya ikut kebiasaan Presiden Jokowi yang lain, yaitu keinginan menambah masa jabatan.</p>
<p>Perjalanan Tongging &#8211; Medan bukan hanya terkendala soal jalan berlubang. Juga : kurangnya rambu atau papan petunjuk jalan. Akibat itu rombongan kami dua kali tersasar. Itu yang menyumbang durasi perjalanan semakin lama. Belum lagi waktu yang dipergunakan untuk mampir makan siang. Singkat cerita, tiba di Medan baru pukul 5 sore. Kami langsung ke Sun Plaza mengunjungi stand pameran Bamed. Melihat suasana, ngobrol sebentar dengan petugasnya, lalu foto bersama. Dr Yassin &#8211; dr Audy beserta dua anaknya, sudah meninggalkan tempat itu menuju bandara Kuala Namu, dua jam lalu. Mereka mengejar penerbangan sore kembali ke Jakarta.</p>
<p>Rombongan kami untuk &#8220;Trip Danau Toba&#8221; dari Jakarta : saya, wartawan senior Asro Kamal Rokan dan Syamsuddin Ch Haesy. Hostnya atau pengundang adalah kawan pengusaha Medan Faris Bashel dan Prof OK Saidin, Tokoh Melayu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara ( USU). Tentang ini sudah diulas dalam dua tulisan terdahulu. (Baca : Catatan Ilham Bintang : &#8220;Salam dari Danau Toba&#8221; 21 Juni &amp; &#8220;Puncak Tongging, Legenda Danau Toba, dan Lampu Pocong Kota Medan&#8221; 23 Juni 2023)</p>
<p>Yang belum diulas soal kemahiran Prof Saidin, Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum USU dan Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Hak Kekayaan Intelektual Indonesia memenej waktu. Sambil berlibur tetap dapat melaksanakan tugasnya, menjalankan sidang ujian mahasiswanya secara daring ( dalam jaringan). Saya lupa menghitung berapa kali sidang berlangsung selama trip ini.Yang di hari pertama saja saat kami tiba di Sumatera Utara, Selasa (20/6) Prof Saidin sudah menguji mahasiswa. Dalam perjalanan Kuala Namu &#8211; Prapat, sidang berlangsung melalui laptop. Prof Saidin duduk di kursi depan di samping Faris yang mengemudi kendaraan. Pergi pulang begitu.<br />
Saya yang duduk persis di belakangnya sesekali mengintip layar laptopnya yang dipenuhi peserta uji di layarnya.<br />
Sidang hanya terhenti saat blankspot alias tidak ada signal.<br />
Di kamar hotel Niagara di Prapat pun berlanjut lagi beberapa kali sidang daring. Demikian di Hotel Simalem, Tongging.</p>
<p>Esoknya, Jumat (23/6) pagi saat dalam perjalanan ke Kuala Namu untuk terbang balik ke Jakarta siang itu, Prof Saidin kirim foto dia sudah beraktifitas di ruang kerjanya di USU.<br />
Luar biasa energi prof ini. Padahal, semalam, baru tengah malam kami tinggalkan kediamannya yang asri di Kompleks Kedokteran/Kejaksaan Blok A Kecamatan Medan Tuntungan.<br />
Malam itu, dia menjamu kami khusus hidangan masakan Melayu. Ada juga Nasi Mandi dan Kari Kambing<br />
masakan Timur Tengah sebagai pelengkap. Menu utamanya serba ikan dari gulai kepala ikan, ikan goreng, dan segala macam penunjangnya. Dan, surprise : semua hidangan yang lezat itu ternyata dimasak sendiri oleh Prof Saidin.<br />
Tokoh Melayu ini memang dikenal ahli masak. Setiap bepergian ke luar daerah secara khusus akan berburu bumbu masak di daerah setempat. Sewaktu menghadiri peringatan Hari Wartawan Nasional ( Hawana) di Malaysia akhir Mei lalu, dia memboyong lebih seratus kilo bumbu masak. Hahh?! &#8221; Mau dijual lagi?,&#8221; saya takjub.<br />
&#8220;Jumlah itu hanya persediaan paling lama sebulan untuk kebutuhan sendiri, , &#8221; sahutnya.</p>
<p>Rupanya, selain hobi masak, Prof Sudian juga hobi menjamu makan relasi dan kawan-kawannya. Tak salah kalau mendapat julukan &#8220;profesor gaul&#8221;z Rumahnya sangat luas, berderetan dengan rumah perpustakaannya yang juga luas serta rumah putranya.<br />
Di rumah yang dia tinggali, ruang ditata sedemikian rupa untuk banyak tamu. Termasuk ruang makan yang juga ada beberapa. Malam itu kami dijamu di dua ruangan. Di ruang makan resmi dan di gazebo untuk diskusi sambil makan durian. Ruang itu nyaman, setengah terbuka, dan bebas untuk merokok, meski Prof Saidin sendiri tidak merokok.</p>
<p>Jamuan selain dihadiri rombongan Trip Toba&#8221; : Saya Faris, Asro, juga beberapa wartawan senior Sumatera Utara. Seperti Ronny Simon, Sulben Siagian, M Syahrir. Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik yang baru tiba dari Jakarta, menyusul bergabung belakangan. Farianda membawa satu karung Durian Ucok Medan yang terkenal itu. Dilihat dari jumlah durian yang dibawanya, kemungkinan Farianda salah hitung. Dia lupa, yang hadir dalam jamuan kebanyakan sudah berusia lanjut. Sehingga lebih separuh jumlah durian yang tersisa belum dibuka hingga acara berakhir.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092155.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113782" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092155.jpg" alt="" width="1200" height="983" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092155.jpg 1200w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092155-300x246.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092155-1024x839.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230625_092155-768x629.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></a></p>
<h4><strong>Dua Golongan Tak Boleh Dipilih Jadi Pemimpin</strong></h4>
<p>Anda bisa menebak sendiri, forum bincang -bincang yang diikuti mayoritas wartawan, pasti seru. Topik perbincangan aneka rupa. Membahas mulai dari urusan Lampu Pocong Kota Medan seharga 25 M yang sudah sebulan ini jadi olok-olokan Netizen; kisah- kisah humor orang Medan; dan soal kandidasi di Kongres PWI yang akan berlangsung akhir September ini di Bandung. Sulben dan Ronny yang memantik topik perbincangan itu. Direspons Asro Kamal Rokan, yang sepuluh tahun memang telah menjadi anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat.<br />
Diskusi semakin seru, saat masuk urusan parameter sosok ideal untuk memimpin PWI Pusat. Kandidasi Ketum PWI priode baru memang sudah tiga tahun terakhir menjadi perdebatan sengit. Priode yang berjalan ini (2018-2023) yang termasuk saya di dalamnya, dinilai banyak angggota, gagal menjaga marwah PWI. Paling banyak masalah.<br />
Karena itu sangat sulit mendapatkan calon yang cocok dan ideal menjadi Ketum PWI Pusat. Apalagi dengan amanah mengembalikan marwah organisasi.</p>
<p>Mirip dengan kesulitan bangsa Indonesia memilih Presiden dalam Pilpres 2024. Selain persoalan politik uang yang terang benderang dan menjadi halal mewarnai setiap Pemilu, juga yang mencemaskan tren saling mengenyahkan atau menyingkirkan lawan bahkan kawan dalam politik. Turut memperparah soal &#8220;attitude&#8221; kandidat yang pukul rata &#8220;beyond help&#8221; atau &#8220;kagak ketulungan&#8221; dalam jejak digitalnya masing- masing.<br />
Ketika Farianda mendesak saya mengelaborasi kandidasi Ketum PWI Pusat, saya memilih menghindar. Saya buat alasan simpel : waktunya masih cukup lama, kandidat yang ada masih sangat mudah untuk berubah. Saya menjanjikan akan menerangkan dalam forum khusus dan terbatas.<br />
Malam itu saya hanya menyampaikan pesan normatif. Sebenarnya, pesan normatif itu semua kita sudah tahu. Pesan yang diturunkan leluhur kita sejak dulu kala yang dalilnya dari hadist Nabi. Yaitu : ada dua golongan yang tidak boleh dipilih sebagai pemimpin. Yang pertama, orang yang tidak mau. Yang kedua, orang yang terlalu mau. Kedua golongan itu niscaya hanya akan menimbulkan kerusakan. Orang yang tidak mau, pasti tidak akan bisa dimintai mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan. Golongan kedua, akan menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuan dan kepentingannya semata.<br />
Dengan mengemukakan itu, saya pun bisa segera membebaskan diri dari serangan provokasi dua wartawan senior Medan, Ronny Simon dan Sulben Siagian.<br />
Farianda tampak puas. Dia menjabat tangan saya. Sekaligus menagih forum terbatas segara direalisasi. Sebagai Ketua PWI Sumatera Utara Farianda sangat berkepentingan. Perannya memang cukup penting dalam Kongres PWI nanti. Punya kontribusi suara sekitar 7 % untuk Ketum PWI terpilih. Salah memilih, turut pula memikul resiko bagi upaya menjaga marwah organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia. Juga dosanya, tentu saja. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bamed-medan-jamuan-masakan-tokoh-melayu-dan-sosok-ideal-ketum-pwi-pusat/">Bamed Medan, Jamuan Masakan Tokoh Melayu, dan Sosok Ideal Ketum PWI Pusat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktor Anwar Fuady : Dulu Capres, Sekarang Relawan Capres</title>
		<link>https://prokabar.com/aktor-anwar-fuady-dulu-capres-sekarang-relawan-capres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 12:39:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#anwarfuady]]></category>
		<category><![CDATA[#ganjarpranowo]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113516</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aktor terkenal Anwar Fuady (76) tampak terlibat dalam kerumunan Relawan Ganjar Pranowo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (10/6) siang. Hari itu,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aktor-anwar-fuady-dulu-capres-sekarang-relawan-capres/">Aktor Anwar Fuady : Dulu Capres, Sekarang Relawan Capres</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aktor</strong> terkenal Anwar Fuady (76) tampak terlibat dalam kerumunan Relawan Ganjar Pranowo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (10/6) siang.</p>
<p>Hari itu, ia bersama massa puluhan organisasi relawan mendeklarasikan dukungan kepada bakal capres PDI-P, Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024. Mengenakan jaket Versace &#8212; brand fashion favoritnya &#8211;Anwar merupakan bagian dari Relawan Gabungan Seniman Indonesia (GSI) bersama Roy Marten dan sejumlah artis.</p>
<p>Anwar duduk di barisan depan di tribun bersama Ganjar Pranowo diapit aktor Roy Marten. Sesekali mereka berdiri mengayunkan bendera merah putih kecil sambil bernyanyi gembira.</p>
<p>Sekedar mengingatkan, Anwar Fuady pernah maju sebagal bakal calon Presiden versi Konvensi Partai Golkar untuk Pilpres pertama secara langsung di tahun 2004. Bersama Surya Paloh, Jusuf Kalla, Wiranto, R Muladi, untuk menyebut beberapa nama. Tapi ia kalah. Sejak itu kapok. Dengarlah pengakuannya.</p>
<p>&#8220;Rupanya tidak cuma bekal popularitas, dan visi misi yang baik. Untuk kontestasi Pilpres, malah yang utama bekal gizi yang tak berseri,&#8221; paparnya. Gizi yang dimaksud adalah uang. Soal gizi itu bukan rahasia umum sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192528.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113518" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192528.jpg" alt="" width="800" height="538" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192528.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192528-300x202.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192528-768x516.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4><strong>Anggota semua partai politik</strong></h4>
<p>Anwar Fuady memang tidak hanya menggeluti dunia film, tetapi juga dunia politik. Ia mengklaim pernah menjadi anggota maupun pengurus banyak partai politik &#8211; sebanyak partai yang ada di Indonesia.</p>
<p>Tak heran jika dia menyimpan semua jaket dari parpol yang ada. Anwar bahkan tercatat sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat bersama SBY, serta Roy Marten dan almarhum Sys NS dari kalangan artis.</p>
<p>&#8220;Sekarang saya tinggal satu Partai. Partai Hanura. Saya pengurus di sana. Selama Oesman Sapta Odang yang memimpin, saya tidak akan tinggalkan Hanura sampai mati,&#8221; klaimnya.</p>
<p>Anwar merupakan aktor pertama Indonesia dan satu-satunya hingga kini yang pernah berkompetisi mengincar kursi Istana.</p>
<p>Sekarang kenapa turun derajat, menjadi hanya relawan bakal calon presiden? Padahal, dulu dengan hanya berbekal ijazah SMA -yang nyaris menjegalnya maju- dia berani mencalonkan diri? Sekarang, Anwar telah mengantongi gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Kenapa tidak maju sekalian?</p>
<p>&#8220;Tadi saya sudah bilang, kapok. Sudah tua pula. Sekarang saya tidak punya ambisi apa-apa, kecuali menjadi aktor hingga akhir hayat. Cita-cita saya pun kelak kalau dipanggil pulang oleh Allah SWT, saat sedang berakting. Sekarang saya mau hidup tenang bersama anak- anak, 17 cucu dan dua cicit,&#8221; ungkap Anwar.</p>
<p>Istrinya, Hj Farida Fuady telah wafat terpapar Covid-19 pada 18 Juli 2021. Tahun itu, putra sulungnya, Ferry Senapati, juga menyusul wafat pada 21 Juli lantaran terpapar Covid-19.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192456.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113519" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192456.jpg" alt="" width="800" height="502" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192456.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192456-300x188.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192456-768x482.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4><strong>Takut dikeroyok orang</strong></h4>
<p>Anwar mengenang waktu dia maju sebagai bakal capres dalam Konvensi Partai Golkar tahun 2004.</p>
<p>&#8220;Capeknya minta ampun. Semua urusan berantakan. Belum lagi, seperti selalu saya bilang, persoalan gizi yang harus tak punya seri. Aktifitas itu hanya cocok buat yang fisiknya kuat, masih muda dan punya modal besar. Dari segi usia saja, saya tidak bisa membayangkan kalau dilakoni sekarang. Mungkin perlu selalu dikawal ambulance,&#8221; ujarnya sambil terkekeh.</p>
<p>Masih melekat dalam ingatan Anwar setiap kali sosialisasi di daerah. Dia menawarkan ribuan jabatan untuk mendukung pemerintahannya kepada banyak pihak.</p>
<p>&#8220;Untuk jabatan menteri saja saya janjikan kepada hampir 500 tokoh. Belum jabatan lain, di berbagai pos. Jabatan komisaris di BUMN sudah sangat panjang daftarnya. Kalau ditotal mungkin sampai 8000 orang. Makanya, saya bersyukur waktu kalah. Kenapa? Bisa mati saya dikeroyok 8000 orang itu sebelum pelantikan sebagai presiden,&#8221; tuturnya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192349.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113517" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192349.jpg" alt="" width="800" height="635" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192349.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192349-300x238.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230612_192349-768x610.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4><strong>Soal Relawan Ganjar</strong></h4>
<p>Anwar menjelaskan ia menjadi relawan Ganjar Pranowo atas dasar kecocokan saja. Ia cocok dengan Ganjar. Sebenarnya, dia menilai, selain Ganjar bakal calon presiden yang akan bertarung di Pilpres 2024 semua bagus.</p>
<p>&#8220;Jadi, saya menjadi relawan Ganjar bukan karena dia terbaik, tetapi karena saya cocok saja,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Apalagi Presiden Jokowi mendukung Ganjar, sedangkan Anwar pada Pilpres 2014 dan 2019 menjadi pendukung teras Jokowi.</p>
<p>&#8220;Nah! Lihat saja sekarang. Ada nggak saya menduduki jabatan di pemerintahan Jokowi selama dua periode ini? Ada nggak saya dapat uang dari aktivitas itu? Tidak ada. Saya tulus. Lillahi Taala&#8221;, paparnya.</p>
<p>Padahal, tawaran banyak. &#8220;Saya ini orang bebas. Menjadi orang pemerintah repot. Serba diatur. Harus pakai kemeja putih, sedangkan saya suka berpakaian corak Versace. Keluar negeri disorot. Dibully. Dituduh habiskan uang negara,&#8221; katanya.</p>
<p>Salah satu jabatan yang pernah ditawarkan untuknya adalah duta besar, tapi ia tolak. Dia mencintai profesinya sebagai aktor. Dia menyebut profesi aktor itu membahagiakannya. Menghibur banyak orang.</p>
<p>Sampai sekarang pun ia masih terlibat syuting sinetron striping. Syuting bisa dari pagi ketemu pagi. Waktunya sudah habis untuk memikirkan dan mengerjakan yang lain.</p>
<p>Sinetron &#8220;Tajwid Cinta&#8221; yang ia bintang sekarang sudah tayang lebih 200 episode di SCTV.</p>
<p>&#8220;Saya berperan sebagai Bapak di sinetron itu. Sekarang aktor yang bisa berperan sebagai Bapak sudah langka. Banyak yang sudah meninggal,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Bagaimana dengan rencana menikah lagi?<br />
&#8220;Insya Allah. Sebentar lagi. Saya akan umumkan pada waktunya,&#8221; ujarnya.<br />
Dengan artis ?<br />
&#8220;Bukan dengan artis. Itu sama saja cari penyakit. Maunya tenang, malah sebaliknya. Orang biasa. Yang penting dia cocok sebagai pendamping hidup di masa tua,&#8221; aku Anwar mengunci percakapan, Senin (12/6) pagi.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aktor-anwar-fuady-dulu-capres-sekarang-relawan-capres/">Aktor Anwar Fuady : Dulu Capres, Sekarang Relawan Capres</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumpa Farhan Faris, TikToker Tampan Yang Dapat Berkah dari Pandemi Covid19</title>
		<link>https://prokabar.com/jumpa-farhan-faris-tiktoker-tampan-yang-dapat-berkah-dari-pandemi-covid19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 01:11:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113456</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada berkah pandemi Covid19 bagi Farhan Faris Bashel. Waktu pulang dari studi S2 di London, Pandemi Covid merebak di seluruh dunia. Di hari kepulangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumpa-farhan-faris-tiktoker-tampan-yang-dapat-berkah-dari-pandemi-covid19/">Jumpa Farhan Faris, TikToker Tampan Yang Dapat Berkah dari Pandemi Covid19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ada</strong> berkah pandemi Covid19 bagi Farhan Faris Bashel. Waktu pulang dari studi S2 di London, Pandemi Covid merebak di seluruh dunia. Di hari kepulangan ke Indonesia, 20 Februari 2020 merupakan hari terakhir penerbangan London-Jakarta. Setelah itu bandara ditutup untuk penerbangan internasional.</p>
<p>Farhan waktu itu baru saja menyelesaikan kuliahnya dan berhasil meraih gelar Master Jurusan International Fashion Marketing Coventry University di London. Wisuda yang rencananya dilaksanakan 27 Februari tahun itu, pun dibatalkan. Ijazahnya hanya diserahkan dari balik pintu gerbang kampus, seminggu sebelum kembali ke Tanah Air.</p>
<p>Sampai di Medan, dia menjalani isolasi mandiri dua minggu. Itu masa awal pandemi Covid19 di Tanah Air. Belum satu pihak pun yang tahu apa sebenarnya yang terjadi. Informasi Covid19 yang berseliweran di media sosial seluruhnya menyeramkan. Dalam masa isolasi itu, Farhan tidak tahu mau berbuat apa. Lalu, adiknya, Helwa Faris Bashel menganjurkan agar dia main TikTok saja untuk mengatasi jemu. Apa pula itu TikTok, pikirnya.</p>
<p>Helwa yang sudah setahun membuat konten TikTok, pun mengajarinya. Tapi Farhan masih merasa jengah ketika melihat konten TikTok adiknya. &#8220;Aduh, masak sih jauh-jauh sekolah master di London, pulang menggarap acara joget-joget?&#8221; kenang dia saat berkunjung ke rumah, Kamis (8/6) petang.</p>
<p>Farhan kelahiran Medan 15 Juni 1995 adalah sulung dari empat bersaudara pasangan pengusaha Faris Saleh Bashel &#8211; Isti Amirah Lubis.</p>
<p>Saya berkenalan dengan ayahnya, Faris Bashel, tahun lalu di Malaysia. Dikenalkan oleh Asro Kamal Rokan, wartawan senior, Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia -Indonesia (Iswami). Tahun lalu kami sama-sama menghadiri undangan peringatan Hari Wartawan Nasional di Melaka, Malaysia. Pada peringatan Hawana 2023, akhir Mei baru lalu di Ipoh, Malaysia, kami bertemu lagi dan selalu bersama selama di Malaysia.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074628.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113457" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074628.jpg" alt="" width="800" height="642" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074628.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074628-300x241.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074628-768x616.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Sesuai janji, Kamis sore itu Faris ke rumah diantar Asro Kamal Rokan. Ia disertai juga anaknya, Farhan dan Yasmin. Ia datang mengantarkan 10 kodi sarung sumbangannya untuk Masjid At Tabayyun, di komplek perumahan kami. Sarung itu bermerek Bin Faris, produk perusahaannya sendiri, yang pabriknya berlokasi di Tegal, Jawa Tengah.</p>
<h4><strong>Konten pertama ditonton 1 juta</strong></h4>
<p>Kembali ke Farhan. Setelah dibujuk Helwa, Farhan pun menurut. Ia mencoba membuat konten. Konten pertamanya tentang fashion sesuai ilmu yang dia kuasai. Ia bersama Helwa tampil ganti-ganti baju. Tak dinyana, dalam 4 jam penayangan, konten direspons satu juta penonton (viewers). Itu yang memotivasi Farhan untuk membuat konten setiap hari. Enam bulan pertama kontennya campursari : ada fashion, lagu, komedi, kuliner, dan macam-macam.</p>
<p>Suatu hari, pihak TikTok Indonesia menghubungi dia. Mengapresiasi konten dan pencapaiannya, atas konten-konten yang direspon jutaan penonton itu. TikTok sekalian memberi saran agar Farhan fokus membuat konten fashion dan lifestyle. Farhan mengikuti saran itu. Maka ia pun mengemas konten TikToknya lebih spesifik. Ada muatan edukasi di bidang fashion dan lifestyle. Misalnya, konten mengenai cara berpakaian yang disesuaikan dengan bangun tubuh seseorang. Juga mengulas model rambut yang cocok untuk wajah dan tubuh tertentu.</p>
<p>Pihak TikTok, benar. Konten kreatif seperti itu terbukti sangat dibutuhkan viewers TikTok di Tanah Air. Konten itulah yang membuat TikTok Farhan menjadi bisnis utamanya sekarang.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074522.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113458" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074522.jpg" alt="" width="800" height="546" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074522.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074522-300x205.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074522-768x524.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Dari penghasilan di TikTok, Farhan bercerita sudah membeli rumah, mobil, apartemen, dan kantor. Ia juga sekarang didukung tim kreatif yang handal untuk memproduksi konten setiap hari.<br />
Followersnya di TikTok sudah lebih sejuta.</p>
<p>Jumlah followers seperti itu memang mudah mendapatkan tawaran kerja sama dari berbagai brand yang butuh diendorse. Brand-brand fashion sudah mengisi TikToknya tiap hari.</p>
<p>Anak muda tampan, berkulit putih dengan tinggi badan 175 cm ini tipikal anak muda zaman now. Haus belajar dan sangat mandiri. Lulus SMA tahun (2013) dia sudah menentukan sendiri &#8220;road map&#8221; untuk perjalanan hidupnya ke depan.</p>
<p>Apalagi di usia remaja Farhan sudah punya pengalaman membuka toko busana Muslim grosiran di Medan. Dia juga membuat parfum &#8220;Farbash&#8221; yang brandnya lumayan dikenal sekarang.</p>
<p>Setamat dari SMA di Medan, Farhan melanjutkan kuliah di Universitas Utara Malaysia (UUM).<br />
&#8220;Dia urus sendiri sekolahnya waktu itu. Padahal, semula saya mengira dia akan kuliah di USU (Universitas Sumatera Utara) seperti adik-adiknya, Helwa dan Yasmin F Bashel yang kini jadi notaris. Saya mau membantu karena di sana banyak kawan, eh ternyata dia memilih kuliah di luar negeri,&#8221; cerita Faris.</p>
<p>Farhan lulus di UUM tahun 2016. Ia berhasil menggondol gelar sarjana dengan pujian dari Jurusan Manajemen Bisnis Internasional, UUM.</p>
<p>Setahun kemudian, 2017, dia magang di KBRI New Zealand. Tahun 2019 melanjutkan kuliah di London, dan berhasil meraih gelar Master dari Jurusan International Fashion Marketing Coventry University di London.</p>
<p>Tidak berhenti di situ. Farhan sudah berencana melanjutkan pendidikan doktoral jurusan Cyber Law. &#8220;Insya Allah, rencananya di Universitas Indonesia,&#8221; sebut Farhan.</p>
<p>Perjalanan hidup TikToker ini seperti mewujudkan ajaran dalam kitab suci Alquran, bahwa dalam setiap kesulitan ada kemudahan.</p>
<p>Adzan Maghrib dari Masjid At Tabayyun telah berkumandang di tengah kami ngobrol. Kami langsung berangkat ke Masjid At Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya untuk salat berjamaah. Pada kesempatan itulah Faris sekalian menyerahkan sumbangannya secara simbolis yang diterima Andrie Suyatman, salah satu pengurus DKM masjid itu. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumpa-farhan-faris-tiktoker-tampan-yang-dapat-berkah-dari-pandemi-covid19/">Jumpa Farhan Faris, TikToker Tampan Yang Dapat Berkah dari Pandemi Covid19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Henry Yosodiningrat, Anak Gaul yang Raih Gelar Profesor Unissula</title>
		<link>https://prokabar.com/henry-yosodiningrat-anak-gaul-yang-raih-gelar-profesor-unissula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jun 2023 04:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#hendriyosodiningrat]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113358</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Alhamdulillah. Tuhan benar-benar turun tangan langsung menolong sehingga saya bisa jadi orang,&#8221; ucap pengacara kondang Henry Yosodiningrat. Anggota DPR-RI 2014-2019 PDI -P mengucapkan itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/henry-yosodiningrat-anak-gaul-yang-raih-gelar-profesor-unissula/">Henry Yosodiningrat, Anak Gaul yang Raih Gelar Profesor Unissula</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Alhamdulillah.</strong> Tuhan benar-benar turun tangan langsung menolong sehingga saya bisa jadi orang,&#8221; ucap pengacara kondang Henry Yosodiningrat. Anggota DPR-RI 2014-2019 PDI -P mengucapkan itu menjelang penganugerahan gelar Profesor untuknya dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Jumat (2/6) siang.</p>
<p>Kami bertemu dan sempat berbincang bertiga dengan wartawan senior Timbo Siahaan menjelang acara, sembari merokok di smoking room. Dengan Henry kami bersahabat lebih 40 tahun. Makanya, ketika ketemu siang itu dia sempat tersipu saat saya sapa &#8220;Prof&#8221;. Dia melirik saya. &#8220;Nanti aja ah nyapa Profnya. Saya masih gamang nih,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pernyataan Henry di awal adalah ungkapan rasa syukurnya atas gelar guru besar. &#8220;Saya dulu sampai menyelesaikan SMA di tujuh sekolah. Makanya saya bilang Tuhan menyelamatkan saya langsung. Sebab, berkah setelah lulus SMA itu membulatkan tekad saya melanjutkan sekolah hingga mentok Strata 3 dan sekarang Guru Besar. Dan, Tuhan kabulkan,&#8221; kenangnya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_110933.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113359" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_110933.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_110933.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_110933-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_110933-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4><strong>Sejarah Unissula</strong></h4>
<p>Upacara penganugerahan gelar Profesor Henry Yosodiningrat berlangsung di Kampus Unissula Jl.Kaligawe Raya No.Km.4, Terboyo Kulon, Kec. Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dihadiri sekitar 300 undangan, tampak diantaranya, Ketua Mahkamah Agung Prof Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H. Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar, Komjen Pol (Purn) Ahwil Loetan, Prof Otto Hasibuan, Prof Henry Subiakto, serta pengurus lembaga anti narkoba Granat, seperti, Hanna Wijaya, Fryda Lucyana dan tamu lainnya.</p>
<p>Unissula merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta yang memiliki kluster studi lengkap dengan 11 fakultas unggulan yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Psikologi, Fakultas Bahasa dan Fakultas Ilmu Komunikasi.</p>
<p>Unissula didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) pada tanggal 16 Dzulhijjah 1381 H atau 20 Mei 1962 M. Nama Sultan Agung diambil dari nama Sultan Agung yang merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia.</p>
<p>Sultan Agung mempunyai nama lengkap Adi Prabu Hanyokrokusumo. Ia lahir di Kotagede, Kesultanan Mataram pada tahun 1593. Sultan Agung merupakan sultan ketiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645. Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada masanya.</p>
<p>Adapun pemilihan nama Sultan Agung sebagai nama universitas juga tak lepas dari berbagai pemikiran antara lain ia merupakan pemimpin besar yang sangat mencintai bangsa dan negaranya serta sangat gigih melawan berbagai penjajahan.</p>
<p>Sultan Agung raja yang religius dan berkarakter unggul yang mampu mengimplementasikan kehidupan beragama melalui akulturasi budaya yang bisa diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika jasa-jasanya sebagai pejuang dan budayawan mengantarkan nama besar Sultan Agung sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.</p>
<p>Dasar pemikiran tersebut menjadi sebuah hal yang logis menjadikan nama Sultan Agung sebagai nama universitas dan melalui nama tersebut diharapkan akan terus mengobarkan semangat perjuangan membangun bangsa melalui dunia pendidikan dengan nilai-nilai keislaman.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_111002.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-113360" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_111002.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_111002.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_111002-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230603_111002-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4><strong>Professor anak gaul</strong></h4>
<p>Acara siang itu diawali pengantar Prof DR Hj Anis Mashdurohatun sebagai Ketua Tim Ahli Usulan Profesor Unissula. Ia menguraikan kronologi pengajuan gelar Profesor untuk Henry Yosodiningrat yang didukung oleh banyak akademisi dari berbagai lembaga perguruan tinggi. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor Unissula, Prof Dr H Gunarto, SH, MH. Rektor yang menyebutkan pengukuhan gelar Guru Besar untuk Henry Yosodiningrat telah dituangkan dalam SK pada akhir Mei.</p>
<p>Dalam orasinya berjudul : &#8220;Politik Hukum Pencegahan Korupsi : Optimalisasi Legislasi Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia&#8221;, Henry menguraikan upaya pemberantasan korupsi dari masa ke masa di Indonesia yang belum optimal. Oleh karena itu Henry menganggap perlu dilakukan revisi undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan kajian akademis yang lebih komprehensif. Dengan penguatan norma pencegahan yang berbasis pengurangan risiko korupsi.</p>
<p>&#8220;Hal ini relatif baik jika indikator-indikator risiko terjadinya korupsi dipahami oleh masyarakat dan mewajibkan institusi negara melakukan kajian risiko terjadinya korupsi instansi pemerintahan dan korporasi serta kewajiban menyampaikan jenis dan risiko tersebut kepada masyarakat,&#8221; kata ayah empat anak itu yang disambut tepuk tangan meriah hadirin. Keempat putranya juga hadir dalam kesempatan itu.</p>
<p>Henry tetap konsisten menganggap pemberantasan korupsi harus berbasis pencegahan. Pokok pikiran itu diutarakan dalam disertasinya empat tahun lalu ketika meraih gelar Doktor dari Universitas Trisakti,10 Oktober 2019.</p>
<p>Di depan para penguji dan promotornya, waktu itu, antaranya, Prof DR Eriyantouw Wahid, DR Anas Yusuf, DR Endyk M Asror, Henry berhasil mempertahankan disertasinya “Politik Hukum Pencegahan Korupsi : Optimalisasi Legislasi Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia”. Saya juga menghadiri acara penganugerahan Doktornya waktu itu.</p>
<p>DR Henry Yosodiningrat lahir di Krui Pesisir Barat 1 April 1954. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sedangkan gelar S2 dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Sejak 1978 Henry menekuni profesi sebagai Advokat/ Penasehat Hukum.</p>
<p>Di tahun 1980 an ia juga sempat bermain dalam beberapa film produksi Nasional. Henry tercatat sebagai inisiator dan pendiri &#8220;Granat&#8221; lembaga swadaya masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Henry tergolong &#8220;anak gaul&#8221; menurut istilah anak sekarang, yaitu memiliki pergaulan luas dengan berbagai kalangan. Tidak heran ia terpilih sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019. Akan maju lagi kah dalam kontestasi Pemilu 2024?</p>
<p>&#8220;Tidak lagi. Saya tidak maju. Saya memilih mengabdi di jalur lain saja,&#8221; katanya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/henry-yosodiningrat-anak-gaul-yang-raih-gelar-profesor-unissula/">Henry Yosodiningrat, Anak Gaul yang Raih Gelar Profesor Unissula</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ya, Ampun, Presiden ! (2)</title>
		<link>https://prokabar.com/ya-ampun-presiden-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 May 2023 04:10:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=112952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengawali pemerintahan periode kedua tahun 2019 Presiden Jokowi pernah mengatakan ia tidak punya beban lagi selain bertekad bekerja sebaik- baiknya. Jika masyarakat riuh dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ya-ampun-presiden-2/">Ya, Ampun, Presiden ! (2)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengawali</strong> pemerintahan periode kedua tahun 2019 Presiden Jokowi pernah mengatakan ia tidak punya beban lagi selain bertekad bekerja sebaik- baiknya.</p>
<p>Jika masyarakat riuh dan gaduh belakangan ini menyorot manuver Presiden Jokowi, itu semata lantaran pernyataannya berbanding terbalik dengan kenyataan.</p>
<p>Paling terbaru yang memantik suhu politik memanas di Tanah Air karena tampak terlibat cawe-cawe di dalam kesibukan parpol mengusung calon penggantinya. Persis seperti yang pernah dikatakan Charles de Gaulle, &#8220;Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat mempercayainya.&#8221;</p>
<h4><strong>Judul sama karena obyek sama</strong></h4>
<p>Tulisan ini memang berjudul sama dengan yang pernah saya pergunakan untuk menulis obyek sama, terkait manuver Presiden Jokowi soal isu perpanjangan masa jabatannya dan penundaan Pemilu 2024 serta perubahan konstitusi menjadikan masa jabatan tiga priode. (&#8220;Ya, Ampun Presiden !&#8221; Catatan Ilham Bintang, 6 Maret 2022).</p>
<p>Awalnya ayah Gibran dan Mertua Bobby Nasution ini menunjukkan sikap tersinggung. Dia menganggap pihak yang berwacana itu cuma &#8221; mau cari muka; mau menampar mukanya; atau menjerumuskannya.&#8221; Tetapi kemarahan itu kemudian surut dan pada fase berikutnya malah ikut &#8221; segendang sepenarian&#8221; dengan wacana yang membentur konstitusi. Tak heran jika mengamat asing menjulukinya &#8220;Man of Contradictions&#8221;.</p>
<p>Wacana sesat itu digelindingkan justru oleh anak buahnya sendiri. Menteri Bahlil Lahadalia dan Airlangga Hartarto, serta dua ketum parpol koalisi, Muhaimin Iskandar (PKB) dan Zulkifli Hasan (PAN). Nama terakhir, malah diangkat sebagai Menteri Perdagangan setelah itu. Entah masuk golongan mana Zulkifli Hasan dari tiga kategori yang disebut Jokowi.</p>
<p>Setelah wacana itu menghadapi perlawanan keras masyarakat, lalu reda. Tapi belum mati. Ada pihak yang beranggapan usaha itu masih terus dilakukan secara terselubung.</p>
<p>Saat ini topik yang viral dibahas dimana- mana adalah keterlibatan Presiden Jokowi mengatur siapa bakal penggantinya. Seakan mau mengambil peran Tuhan mengatur nasib bangsa Indonesia agar yang menjadi presiden RI setelah dia, sebaik dia.</p>
<p>Lain situasi terkesan seakan Republik Indonesia perseroan terbatas. Dia CEO sekaligus pemilik perusahaan yang mau memastikan siapa bakal menggantinya. Maka, tak pelak suhu politik memanas dan gaduh mengamati manuvernya bersama para pemimpin parpol koalisi yang dia ikut terlibat di dalamnya. Para pemimpin parpol itu sibuk saling beranjangsana memanfaatkan silaturahim Lebaran. Berpelukan, bersalaman, seperti parade boneka Teletubbies mempertaruhkan nasib 270 juta rakyat Indonesia. Mantan Wapres Jusuf Kalla sampai mengingatkan cawe- cawe Presiden Jokowi itu tak seharusnya terjadi.</p>
<p>&#8220;Menurut saya, Presiden seharusnya seperti Ibu Mega, SBY, saat akan mengakhiri jabatannya tidak terlalu jauh melibatkan diri dalam suka atau tidak suka dalam perpolitikan. Supaya lebih demokratis lah,&#8221; kata JK kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (6/5) malam.</p>
<p>JK menyampaikan saran tersebut setelah menerima curhat Muhaimin Iskandar, Ketum PKB, yang kabarnya salah satu yang nyaris menjadi korban (dikorbankan) manuver cawe-cawe itu. Luhut Binsar Panjaitan pun yang dikenal orang dalam Jokowi sendiri turut menyayangkan cawe-cawe tersebut. Itu dinyatakan LBP sewaktu bertemu Ketum Partai Nasdem Surya Paloh. Namun. seperti biasa Presiden Jokowi menanggapi ringan saja semua kritik itu.</p>
<p>&#8221; Apa yang salah? Saya pejabat publik sekaligus politisi,&#8221; katanya.</p>
<p>Masalah yang memantik gaduh adalah pertemuannya dengan hanya 6 parpol koalisi di Istana. Minus Ketum Partai Nasdem. Jokowi mengatakan pertemuan membicarakan kebijakan negara dan sekalian menyinggung tentang peta koalisi parpol menghadapi Pilpres 2024.</p>
<p>&#8221; Ada yang sifatnya membahas strategi koalisi parpol untuk Pilpres. Partai Nasdem sudah punya koalisi sendiri, sehingga tak patut untuk ikut diundang,&#8221;katanya.</p>
<p>Tampaknya Presiden alpa. Terutama pada posisinys sebagai presiden yang harus netral. Ibarat seorang bapak, harus adil terhadap anak- anaknya. Sebagai kepala negara tentu saja wajib melindungi dan bersikap adil terhadap seluruh warga negara. Yang sepaham maupun tidak. Itu pesan utama masyarakat merespons cawe-cawe Presiden Jokowi.</p>
<p>Dengan mengakui sengaja tidak mengundang Ketum Nasdem, disitulah titik bisulnya. Berbicara tentang kebijakan negara bukan hanya Nasdem wajib diundang, tetapi seluruh pimpinan parpol. Berbicara tentang kompetisi parpol untuk pemilu, kepala negara berada di atas semua kompetitor. Mau koalisi pemerintah atau tidak. Apalagi Nasdem masih tercatat parpol koalisi pemerintah. Wajar jika Surya Paloh meradang.</p>
<p>&#8221; Apakah karena kami mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres, sehingga Nasdem tidak dihitung lagi? Apa salahnya mengusung Anies? Dia salah satu putra bangsa terbaik kita. Memangnya setelah tidak jadi Presiden, Jokowi tidak butuh kawan lagi?&#8221; ucap Surya Paloh tidak bisa menyembunyikan kekesalan.</p>
<p>&#8221; Presiden Jokowi harus sadar, bahwa salah satu faktor kepresidenannya bisa lahir adalah berkat sikap netral presiden sebelumnya. Ketika memberikan pesan “Salam Dua Jari” untuk paslon Jokowi-JK, dengan bekas tinta di hari pencoblosan Pilpres 2014, saya mendapatkan teguran tertulis dari Presiden Keenam SBY. Presiden SBY meminta saya, sebagai Wamenkumham dan bagian dari kabinet, untuk bersikap netral, serta tidak menunjukkan dukungan partisan kepada paslon capres manapun, &#8221; ungkap Prof Denny Indrayana dalam tulisan &#8220;Menggugat Etika Politik dan Netralitas Presiden Jokowi&#8221; (6 Mei 2023).</p>
<p>Izinkan untuk menutup tulisan ini saya menggunakan penutup tulisan tahun lalu yang memang berjudul sama. Ya, ampun, Presiden !</p>
<p>Mungkin kita yang berekspektasi berlebihan memahami demokrasi. Rakyat juga keliru. Semua pihak yang memprotes presiden, menteri dan petinggi parpol yang dianggap menghianati konstitusi, mungkin tidak pada tempatnya jika berharap Presiden Jokowi etis dalam berdemokrasi dan menjunjung tinggi netralitas.</p>
<p>&#8221; Dalam politik, jika Anda ingin sesuatu dikatakan, tanyakan pada seorang pria; jika Anda ingin sesuatu dilakukan, mintalah pada seorang wanita.&#8221; kata Margaret Thatcher. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ya-ampun-presiden-2/">Ya, Ampun, Presiden ! (2)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bersama Para Legend Dunia Hiburan Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/buka-puasa-bersama-para-legend-dunia-hiburan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Apr 2023 03:28:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Selebritis]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=112560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya terlambat tiba di Studio Persari, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (16/4) malam. Undangan pukul 17.00 WIB, sedangkan saya tiba di lokasi tiga jam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buka-puasa-bersama-para-legend-dunia-hiburan-indonesia/">Buka Puasa Bersama Para Legend Dunia Hiburan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saya</strong> terlambat tiba di Studio Persari, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (16/4) malam. Undangan pukul 17.00 WIB, sedangkan saya tiba di lokasi tiga jam kemudian. Bahkan Salat Tarawih pun sudah selesai. Keterlambatan, biasa ada sumbangan kemacetan jalan tetapi tidak dominan. Itu terjadi karena saya memang lebih dulu memenuhi undangan buka bersama dengan tim dokter Klinik Kesehatan Bamed di The Aria Ballroom &amp; Terrace &#8211; The Tribata Darmawangsa, Jakarta Selatan.</p>
<p>Seperti saya duga, tepatnya yang saya harapkan, kemeriahan belum berakhir. Malah sajian hiburan orkes gambus, baru mulai. Alunan musiknya sudah terdengar sampai jauh di parkiran mobil studio Persari yang luasnya 4 HA.</p>
<p>Eittt, jangan salah. Meski musik gambus, tetapi para penyanyinya para legend dunia hiburan Indonesia. Sebut, beberapa : Ahmad Albar, Elvy Sukaesih, Camelia Malik, Merriam Bellina, Nia Daniaty, Fitria Sukaesih, dan beberapa lagi. Sayang tidak ketemu Rano Karno, legend Si Doel yang sudah balik kanan. Begitu juga dengan Jajang C Noer. Tetapi teman ngobrol saya sambil mendengar alunan musik, legend juga : Deddy Mizwar, Yessy Gusman, Eko Patrio dan Viona, Miing Bagito, Leroy Oesmani, MT Risyaf, Ida Leman, Ninik L Karim, Harry Capri, Hengky Tornando. Ada juga Uci Bing Slamet yang menyodorkan satu botol air mineral saat saya bersantap. Sedangkan Tetty Liz Indriaty mengambilkan satu piring asinan. Luar biasa kawan &#8211; kawan ini merawat pertemanan.</p>
<p>Tetapi yang menarik perhatian seluruh tamu adalah Ahmad Albar. Saya menjuluki pria berambut kribo musisi paling sehat, di usianya 77 tahun. &#8220;Dia masih merokok loh, Bang,&#8221; ujar Camelia Malik. Kita pun berfoto bersama.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230417_100550.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112561" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230417_100550.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230417_100550.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230417_100550-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/04/IMG_20230417_100550-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Dengan foto itu saya biasa &#8220;mengukur&#8221; tingkat kesehatan Ahmad Albar. Hal sama ketika Iyek, begitu panggilannya, mendapatkan bayi perempuan dari perkawinannya di usia dia yang sudah lanjut. Kami juga buat foto untuk dijadikan contoh. Untuk dipamer-pamerkan sebagai ikon pria sehat. Ketika putrinya baru lahir, beritanya sempat viral, banyak netizen takjub atas ketangguhan rocker sejati itu.</p>
<p>Elvy Sukaesih kami ajak juga foto bareng tadi. Ada kisah menarik tempo hari, puluhan tahun lalu. Di masa puncak keemasan karier Elvy sebagai penyanyi dangdut ternama. Mau tahu kisahnya? Di masa itu, ada pengusaha dari Sulawesi yang gila Elvy.</p>
<p>Kepada wartawan kami, dia mengumumkan akan membayar Rp.10 juta untuk bisa menepuk sekali saja pinggul Elvy. Kisah itu dimuat dalam sebuah berita. Elvy sempat menanggapi, tapi saya lupa isinya. Saya memang belum mendengar tanggapan langsung Elvy soal kegilaan pengusaha itu meski sering ketemu dulu. Rp. 10 juta kalau dikonversikan dengan nilai sekarang mungkin setara dengan Rp. 1 Milyar.</p>
<p>Tadi, mendengar kisah usang itu spontan Elvy bereaksi. Simak reaksinya yang disampaikan sambil bergurau :&#8221; Mana orang itu sekarang? Hehehe &#8221;<br />
&#8220;Mungkin sudah meninggal,&#8221; Leroy langsung menimpali.<br />
Acara bukber di Persari dengan host Camelia Malik dan Harry boleh diklaim sebagai acara bukber artis termeriah bulan Ramadhan tahun ini. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buka-puasa-bersama-para-legend-dunia-hiburan-indonesia/">Buka Puasa Bersama Para Legend Dunia Hiburan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur</title>
		<link>https://prokabar.com/new-york-kota-dunia-yang-tak-pernah-tidur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 11:04:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=111317</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tiba di New York pukul 23.30 malam (waktu setempat) dari Pocono, disambut kemacetan lalu lintas. Ada apa, padahal ini tengah malam? Perlu waktu extra...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/new-york-kota-dunia-yang-tak-pernah-tidur/">New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tiba</strong> di New York pukul 23.30 malam (waktu setempat) dari Pocono, disambut kemacetan lalu lintas. Ada apa, padahal ini tengah malam?</p>
<p>Perlu waktu extra untuk sampai di tujuan, di Manhattan, 44th street. &#8221; Inilah New York yang never sleep,&#8221; ucap Ade Ilyas, diaspora asal Medan yang sudah lebih 30 tahun menetap di New York. Iya, kami semobil dengan Ade malam itu dari Pocono, rumah Ernasari Glickman diaspora Indonesia, juga asal Medan.</p>
<h4>Seperti juga di Jakarta</h4>
<p>Sebelum sampai di hotel kami menyaksikan terjadi beberapa kali cekcok mulut dan perang klakson antar pengendara mobil yang berebut jalan. Persis juga seperti di Jakarta.</p>
<p>&#8221; Shitt,&#8221; serapah JJ yang mengemudikan mobil sembari menginjak rem secara mendadak. Membuat mobil berguncang dan mengeluarkan bunyi akibat pengereman itu.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175434.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-111318" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175434.jpg" alt="" width="800" height="587" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175434.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175434-300x220.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175434-768x564.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a><br />
Kejadiannya dipicu pengemudi sedan di depannya yang tetiba memutar balik kendaraannya yang semula sudah berbelok ke kiri. Sekejap saja memicu riuh lengkingan bunyi klakson malam itu.</p>
<p>&#8220;Biasa ini, pulang kerja di hari weekend, merasa sudah bebas dari tekanan pekerjaan,&#8221; sambung Ade lagi. Kejadian tersebut syukurlah tidak berbuntut panjang Jumat (10/2) malam itu.</p>
<p>Sebentar. Kita cerita dulu mengenai Pocono, daerah pegunungan dengan pemandangan lereng bukit &#8211; bukitnya yang indah. Pegunungan Pocono berada di Pennsylvania. Sudah lama menjadi tujuan para wisatawan yang ingin bersantai.</p>
<p>Resor paling awal dibuka di sana pada awal 1900-an. Terkenal dengan teater dan ski—dan kini menawarkan resor mulai dari yang terjangkau hingga eksklusif.</p>
<p>Pocono sudah terkenal sebagai tempat berlibur sejak tahun 1920-an.<br />
Di kawasan ini bertebaran villa &#8211; villa pribadi dengan ukuran luas. Pocono berjarak 1,5 jam naik mobil dari New York. Karena di daerah pegunungan salju pun cepat turun di sini. Dinginnya minta ampun, ditambah embusan angin yang kencang membuat badan terasa menggigil. Tapi JJ sempat main Snowboard di sana.</p>
<p>Ernasari dan suaminya, Glickman, programmer komputer, sedang membangun rumah baru di atas tanah seluas 5000 m2. Villa tiga lantai, sekitar 8 ruangan, termasuk empat kamar tidur. Glickman dan Ernasari menahan kami menginap di rumah barunya malam itu. Namun, kami sudah dua malam meninggalkan New York, anak menantu sudah menunggu. Padahal, suami istri bahagia itu sudah sempat menghibur kami dengan memainkan grand piano menyanyikan lagu &#8211; lagu klasik &#8220;My Way&#8221; dan &#8221; Let It Be Me&#8221; dari The Bee Gees.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175455.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-111319" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175455.jpg" alt="" width="800" height="569" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175455.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175455-300x213.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175455-768x546.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4>Dibangun dengan tenaga sendiri</h4>
<p>Ruang kerja Glickman terletak di basement yang sementara menjadi akses masuk rumahnya. Banyak layar komputer di ruangan itu serta alat alat kerjanya masih bertebaran, belum ditata.</p>
<p>&#8220;Masih berfungsi sebagai bunker, &#8221; kata Glickman sambil tertawa kecil.</p>
<p>Saat ini rumah atau villa itu dalam tahap finishing. Yang menarik, pembangunan detil &#8211; detilnya dikerjakan berdua oleh Ernasari dan Glickman.Dengan begitu, alasannya, hasilnya semua detailnya bisa teliti.</p>
<p>Ernasari memperlihatkan plafon dan dinding rumahnya yang dicat dengan tenaga dia sendiri. Memang rapi. Menurut ceritanya, mereka memang selalu begitu. Selalu membeli rumah tua lalu direnovasi. Rumahnya di Baltimore dimana kami menginap dua malam (9-10 Februari), juga asalnya dari rumah tua yang dia bangun kembali, dan ditukangi oleh mereka berdua.</p>
<p>Ernasari datang ke Amerika tahun 1991, ikut suami, Bobby, blasteran Indonesia &#8211; Filipina. Namun, baru setahun tinggal di New York, Bobby meninggal di usia muda, 30 tahun, karena kanker. Meninggalkan Ernasari dan dua anak, Jonathan dan Jasen yang masih kecil- kecil.</p>
<p>&#8221; Waktu itu hidup seperti menghadapi kiamat. Saya ditinggal suami dengan dua anak di kota yang baru saja kami datang,&#8221; kenang Ernasari.</p>
<p>Dua tahun kemudian, dia menikah dengan Joshua Glickman. Dari perkawinan itu mereka mendapatkan seorang anak bernama Denny (23 tahun). Karena semua anak-anaknya telah hidup mandiri, membuat mereka leluasa dan punya waktu banyak untuk diisi dengan berbagai aktivitas.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175600.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-111320" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175600.jpg" alt="" width="800" height="547" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175600.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175600-300x205.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230212_175600-768x525.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4>22 juta penduduk</h4>
<p>Kembali ke New York kota yang dijuluki tidak pernah tidur. Seperti itu yang digambarkan dalam lirik lagu &#8220;New York, New York &#8221; yang sangat terkenal lewat suara merdu Frank Sinatra.</p>
<p><em>&#8220;&#8230; Saya ingin menjadi bagian dari itu&#8230;</em><br />
<em>New York, New York</em><br />
<em>Sepatu gelandangan ini</em><br />
<em>Mereka rindu untuk tersesat</em><br />
<em>Tepat di jantungnya</em><br />
<em>New York, New York</em><br />
<em>Saya ingin bangun di kota</em><br />
<em>yang tidak pernah tidur</em><br />
<em>Terserah kamu</em><br />
<em>New York, New York</em><br />
<em>New York, New York</em><br />
<em>Saya ingin bangun di kota</em><br />
<em>Itu tidak tidur&#8230; &#8220;</em></p>
<p>Wikipedia menulis, New York City adalah kota terpadat di Amerika Serikat. Juga pusat wilayah metropolitan New York yang merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia. Sebagai kota global terdepan, New York memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan dunia. Markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) juga berada di kota ini. Menjadikan New York sebagai pusat hubungan internasional yang penting.</p>
<p>New York terletak di pelabuhan alami besar di pantai Atlantik Amerika Serikat Timur Laut. Kota ini terdiri dari lima wilayah : The Bronx, Brooklyn, Manhattan, Queens, dan Staten Island. Jumlah penduduknya terbesar di Amerika Serikat, sekitar 19.1 juta jiwa memadati wilayah seluas 6.720 mil persegi (17.400 km2). Kalau Wilayah Statistik Gabungan yang mencakup wilayah metropolitan New York raya berisi 22.2 juta jiwa pada perhitungan sensus 2009.</p>
<p>New York awalnya didirikan sebagai sebuah pos dagang komersial oleh Belanda pada tahun 1624. Permukiman ini dinamai &#8220;Amsterdam Baru&#8221; hingga 1664 ketika koloni ini sudah beralih di bawah kekuasaan Inggris. New York berperan sebagai ibu kota Amerika Serikat pada tahun 1785 hingga 1790. Banyak ikon New York yang dikenal seluruh dunia. Seperti Patung Liberty yang menyambut jutaan imigran ketika mereka datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke 20.</p>
<p>Lalu Times Square yang dijuluki sebagai &#8220;The Crossroads of the World&#8221; (Perlintasan Dunia). Paling banyak dikunjungi turis dan warga New York sendiri. Barusan saja kami ke sana ambil foto. Sangat meriah dengan pelbagai atraksi pengunjung.<br />
Tidak sah Anda ke New York jika tak ke Times Square. Times Square adalah nama persimpangan jalan utama di Manhattan, New York City. Persimpangan tempat bertemunya jalan Broadway dan Seventh Avenue, dan mencakup kawasan antara West 42nd hingga West 47th Street.</p>
<p>Kawasan di sekeliling Times Square yang disebut Theatre District mencakup blok-blok dari timur ke barat antara Sixth Avenue dan Eighth Avenue, serta antara West 40th dan West 53rd Street dari utara ke selatan. Kawasan ini merupakan bagian sebelah barat dari distrik bisnis dan perdagangan yang disebut Midtown Manhattan.</p>
<p>Sedangkan Teater Broadway yang penuh cahaya, salah satu perlintasan pejalan kaki tersibuk di dunia, dan sebuah pusat industri hiburan besar dunia. Dilengkapi Wall Street di Lower Manhattan, New York City bersaing dengan London sebagai ibu kota keuangan dunia yang merupakan rumah bagi Bursa Saham New York, bursa saham terbesar di dunia menurut kapitalisasi pasar perusahaan yang terdaftar di sana.</p>
<p>Pecinan asli di Manhattan menarik banyak wisatawan ke pinggiran jalan dan pertokoannya yang sibuk. Sekolah dan universitas kelas dunia seperti Universitas Columbia dan Universitas New York juga terdapat di New York City.</p>
<p>Di New York diaspora kita banyak.<br />
Terutama di Queens. Beberapa masjid di sana dibangun oleh komunitas Indonesia, seperti Masjid Al Hikmah dan Masjid Amir Mumin, milik Amir Samaila pengusaha konstruksi asal Sulawesi Selatan.</p>
<p>JJ (Joerce Junior) adalah putra sulung pasangan Joerce Ilyas asal Sumatera Barat dan Heryani Ilyas yang akrab disapa Ade Ilyas, asal Sumatera Utara. Joerce Ilyas dan Ade migran di New York 35 tahun lalu. Ade dan JJ inilah yang berbaik hati menemani kami kemana &#8211; mana selama di Amerika.</p>
<p>Kami sudah seperti keluarga. Sepuluh tahun lalu ketika berkunjung ke New York, keluarga Ilyas ini juga yang mengantar kami selama di New York. Saya menaruh hormat pada keluarga Ilyas dan para diaspora lainnya. Mereka telah menunjukkan kecintaan kepada kehidupan, dan atas nama itu mereka bertarung &#8220;merebutnya&#8221; sampai jauh ke Amerika Serikat yang kehidupannya sangat keras. Setelah mendrop kami di hotel, JJ dan Ade pamit kembali ke rumahnya di Queens tengah malam itu. Good night fighter.<br />
Selamat tidur pejuang. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/new-york-kota-dunia-yang-tak-pernah-tidur/">New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertandang di Rumah Baru Eko Patrio Senilai 150 M </title>
		<link>https://prokabar.com/bertandang-di-rumah-baru-eko-patrio-senilai-150-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2023 10:23:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesampaian juga melihat rumah baru artis Eko Patrio senilai Rp.150 miliar, Minggu (22/1) siang. Eko Hendro Purnomo &#8212; begitu nama lengkapnya &#8211;adalah pelawak, pembawa...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bertandang-di-rumah-baru-eko-patrio-senilai-150-m/">Bertandang di Rumah Baru Eko Patrio Senilai 150 M </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kesampaian juga melihat rumah baru artis Eko Patrio senilai Rp.150 miliar, Minggu (22/1) siang. Eko Hendro Purnomo &#8212; begitu nama lengkapnya &#8211;adalah pelawak, pembawa acara, produser dan politikus Indonesia. Ia merupakan satu dari tiga anggota grup komedi terkenal Indonesia, &#8220;Patrio&#8221;, bersama Eddy Soepono dan Muhammad Akri.</p>
<p>Bulan lalu saya menonton konten Atta Halilintar di channel Youtubenya yang mengulas rumah baru Eko. Nilai rumah itu disebut Atta Rp 150 miliar dan Eko tak membantahnya di tayangan itu.</p>
<p><strong>Man Jadda Wajada</strong></p>
<p>Eko dan Viona layak punya rumah semewah dan semahal itu. Saya mengenal lama pasangan artis ini. Sejak muda pasangan ini bekerja keras, ulet, dan bersungguh-sungguh. Eko memulai dari bawah, sebagai penyiar radio, pendiri grup lawak Patrio, kemudian mulai dikenal luas publik melalui penampilan lawaknya di televisi.</p>
<p>Lalu ia mendirikan rumah produksi dan memproduksi konten sendiri untuk dipasok ke televisi. Sementara itu berjalan ia juga memulai usaha kuliner dengan &#8221; latihan&#8221; berjualan di cafe tenda bergabung dengan para artis di SCBD Senayan, selanjutnya mengembangksn usaha catering dan buka restoran.</p>
<p>Di masa itu Eko terjun ke politik dan berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR-RI dan sekarang untuk periode ketiga. Berbagai usaha dia rambah termasuk membangun stasiun televisi lokal. Di awal -awal Tabloid C&amp;R terbit Eko menulis kolom secara teratur seminggu sekali. Di hari deadline Eko rutin ke kantor untuk mengetik sendiri naskahnya.</p>
<p>Man Jadda Wajadda, kata yang tepat mengulas Eko.Man Jadda Wajada merupakan ungkapan bahasa Arab yang memiliki arti “Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil ”. Begitulah Eko.</p>
<p><strong>Dari Widyawati sampai Fahri Hamzah</strong></p>
<p>Eko dan istrinya, Viona Rosalina, menyambut ramah tamu yang mulai berdatangan sejak jam 11 siang, sesuai jam undangan. Senynya tak pernah lepas. Pasangan ini tetap rendah hari seperti dulu. Tak segan mencium tangan kepada tamu yang lebih tua dan sepuh.</p>
<p>Kebetulan hari itu rumah Eko ketempatan silaturahmi member WAG ( Whatsapp Group) Artis Senior. Momen itu sekalian perayaan ulang tahun beberapa artis anggota WAG. Mereka : Ninik L Karim, Ray Sahetapy, Renny Djayusman, Rieke Diah Pitaloka, Harry Capri dan Eko Patrio sendiri ( kelahiran 30 Desember 1970).</p>
<p>Acara silaturahmi dihadiri sekitar 50 artis. Ada artis legendaris Widyawati yang datang tepat waktu.Maka itu, ia merasa berhak pula pulang lebih cepat. Tentu setelah makan siang. Eko menghidangkan pelbagai kuliner khas. Ada Soto Betawi &#8220;Sudi Mampir&#8221; Roxy yang dilangganinya sejak masa remaja.</p>
<p>Viona juga menyuguhkan Gudeg khas yang puluhan tahun jadi favoritnya. Eko tidak lupa menghidangkan buah kesukaan &#8220;sejuta umat&#8221; : Durian Musangking. Tampak juga hadir artis Desy Ratnasari, Nurul Arifin, Lenny Marlina dan suami, Bambang Soeharto, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Tio Pakusadewo, Ita Mustafa, Baby Zelvia, Chintami Atmanegara, dan Fahri Hamzah, antaranya. Akri dan Parto yang bersama Eko di tahun 1994 membentuk grup lawak &#8220;Patrio&#8221;, juga hadir. Akri memimpin doa perayaan ulang tahun.</p>
<p>Acara silaturahmi itu berlangsung di function room di lantai 3 atau &#8220;rooftop&#8221; rumah anggota DPR-RI dari fraksi PAN tersebut. Satu lantai dengan kolam renang dan area duduk- duduk terbuka.</p>
<p>Cukup beruntung saya datang lebih awal, sehingga Eko bisa bergantian dengan Viona memandu saya tur tipis-tipis di rumahnya. Bangunan rumah Eko bergaya mediterania seluas 2000 m2. Dibangun di atas tanah seluas 900 m2 yang terletak di hook jalan di jantung kawasan segitiga emas Kuningan, Jakarta Selatan.</p>
<p>Bangunan rumah 4 lantai, termasuk basement ( ruang bawah tanah). Memiliki 5 kamar tidur, ruang tamu yang luas menyatu dengan ruang makan. Rumah itu dilengkapi juga dengan ruang keluarga yang berisi perangkat alat musik. Selain tangga, Eko melengkapi rumahnya dengan &#8220;lift&#8221; untuk akses menghubungkan seluruh lantai di rumah itu. Di lantai dasar, ada juga musolah kecil di samping ruang tamu.</p>
<p>// Sering lewat saat jogging //</p>
<p>Eko menceritakan ihwal dia membeli tanah itu. Setiap jogging pagi dia melewati daerah tersebut.,Ada satu rumah yang membetot perhatiannya. Rumahnya tua ( istilah Eko, busuk), tidak terurus, hanya digunakan untuk parkir mobil. Sampai satu kali dia melihat di pagarnya terpasang papan pengumuman akan dijual. Nah.</p>
<p>Eko tertarik karena ia memang sedang mencari-cari tanah untuk membangun rumah. &#8221; Anak-anak sudah besar, sudah bosan tinggal di apartemen,&#8221; ujarnya. Eko dan Viona dianugerahi tiga anak hasil perkawinannya tahun 2001. &#8221; Si Sulung tahun ini selesai kuliahnya,&#8221; terang Eko.</p>
<p>Ketiga anak itu : Nayla Ayu, Cannavaro Adrevi Putra Purnomo dan Syawal Adrevi Putra Purnomo.<br />
Eko pun mengontak agent yang kemudian mempertemukannya dengan pemilik rumah. Surprise! Ternyata pemiliknya kawannya sendiri. Dealnya pun cepat jadi. Eko memerlukan waktu dua tahun membangun rumah itu sampai rampung. Desainnya sesuai rembukan Eko dan Viona yang diterjemahkan oleh arsitek. Perangkat furnishnya pun demikian.</p>
<p>Meski Eko tak menyebut, masuk akal jika Atta menyebut &#8221; valuasinya&#8221; Rp. 150 M. Tanah saja di daerah elit itu mencapai Rp.100 juta m2. Rumah itu baru lima bulan lalu ditinggalinya Maka, selain selamat ulang tahun, ucapan yang mengalir untuknya adalah selamat menempati rumah baru. Semoga seperti diidamkan banyak orang, menjadi &#8220;rumahku surgaku.&#8221;(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bertandang-di-rumah-baru-eko-patrio-senilai-150-m/">Bertandang di Rumah Baru Eko Patrio Senilai 150 M </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Secangkir Kopi Susu Terakhir Remy Sylado</title>
		<link>https://prokabar.com/secangkir-kopi-susu-terakhir-remy-sylado/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2022 09:28:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=109974</guid>

					<description><![CDATA[<p>Remy Sylado berpulang Senin (12/12) pagi. Indonesia kehilangan lagi salah satu seniman terbaiknya. Seniman yang juga dikenal sebagai Polyglot karena penguasaan dan kemahirannya berbicara,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/secangkir-kopi-susu-terakhir-remy-sylado/">Secangkir Kopi Susu Terakhir Remy Sylado</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Remy</strong> Sylado berpulang Senin (12/12) pagi. Indonesia kehilangan lagi salah satu seniman terbaiknya. Seniman yang juga dikenal sebagai Polyglot karena penguasaan dan kemahirannya berbicara, menulis, atau membaca dalam banyak bahasa asing. Yang paling mengagumkan, mendiang juga pembelajar yang cepat. Setelah novel Ca Bau Kan, karyanya yang berlatar etnik Tionghoa difilmkan, ia hanya perlu waktu tiga bulan belajar bahasa Mandarin untuk menguasai bahasa paling sulit di dunia itu.</p>
<p>&#8220;Banyak undangan diskusi soal Ca Bau Kan yang diselenggarakan masyarakat Tionghoa di dalam dan di luar negeri. Malu saya kalau tidak menguasai bahasa itu,&#8221; katanya suatu hari memberi alasan.</p>
<p>Polyglot itu mengembuskan nafas terakhir Senin (12/12) pagi di rumahnya, meninggalkan seorang istri, Emmy Tambayong, dua anak dan satu cucu. Saat diminta memberi sambutan mewakili rekan wartawan dan insan perfilman di acara pemakamannya, saya menyinggung soal &#8220;kekayaan&#8221; dan warisan berharga Remy yaitu mahir berbicara, menulis, atau membaca dalam banyak bahasa asing.</p>
<h4><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162102.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-109975" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162102.jpg" alt="" width="800" height="448" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162102.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162102-300x168.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162102-768x430.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></h4>
<h4>Serre Battang</h4>
<p>Kami berkenalan sekitar setengah abad lalu. Saya masih penyiar radio amatir di Jakarta dan Remy Sylado sudah menyihir anak-anak muda se Indonesia dengan puisi-puisi mbelingnya dari Bandung. Sejak perkenalan itu, kami langsung akrab. Ada kedekatan &#8220;emosional&#8221; sesama perantau dari satu pulau, Sulawesi, lebih dari sekedar sesama wartawan dan sama-sama berkecimpung di dunia kesenian.</p>
<p>Remy besar di lingkungan keluarga Tambayong di Malino, daerah pegunungan (60 km dari Makassar). Tak heran jika fasih berbahasa Makassar. Maka itu, setiap kali bertemu Remy lebih tertarik bercakap dengan bahasa Makassar. Pengetahuannya mengenai bahasa Bugis Makassar sangat mendalam. Ia bahkan pernah mengoreksi saya karena menyebut kata Sari Battang untuk kata bersaudara dalam bahasa Makassar. Yang benar, kata Remy adalah Serre Battang (satu rahim) untuk saudara kandung. Remy meyakinkan itu bukan kesalahan saya saja. Sejauh pengamatannya sebagian besar orang Bugis-Makassar terutama yang tinggal di kota-kota besar Indonesia mengacaukan arti sari battang yang mestinya serre battang</p>
<p>Jejak digital hidup Remy adalah jejak perjalanan pelurusan atau koreksi pada banyak hal terutama soal yang berkait agama dengan kesenian. Temuannya yang tak terbantahkan pada praktek plagiarism dalam karya musisi besar yang menggubah beberapa lagu kebangsaan kita. Satu lagi cerita soal itu. Dia pernah diminta seorang pejabat tinggi negara yang punya hobby membuat lagu menjadi supervisornya. Namun, tugas itu tidak berlanjut lantaran Remy bersikukuh pada pendapat lagu-lagu sang pencipta adalah plagiarism.</p>
<p>Remy ekstrim dalam meletakkan orisinalitas dan kejujuran sebagai parameter menilai sebuah karya seni. Lihat saja ketika dia menulis dan mementaskan drama musikal &#8220;Jesus Christ&#8221; di Istora. Jesus dicreatenya berkulit hitam dan mengayuh becak di atas pentas. Jelas, ia ingin menegaskan tafsirnya, sejurus dengan keliaran imajinasinya, Jesus dibuatnya sebagai manusia biasa dari sumber kehidupan masyarakat marginal. Itu sekaligus manifesto prinsip Remy sendiri, dia ada di posisi orang banyak, dekat di nadi rakyat. Tidak mengikuti kegandrungan sebagian seniman terkenal kita yang memilih berumah di &#8220;menara gading&#8221;. Berbeda dengan casing sehari-harinya Remy selalu tampil parlente, necis, kemeja warna menyala, pantalon dan sepatu warna senada, putih. Tapi saya harus stop uraiannya mengenai itu karena ruang seluas apapun tak cukup untuk menampung telaahnya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162041.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-109976" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162041.jpg" alt="" width="800" height="468" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162041.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162041-300x176.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162041-768x449.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4>Japi Tambayong</h4>
<p>Remy Sylado terlahir dengan nama Japi Panda Abdiel Tambajong (EYD: Yapi Panda Abdiel Tambayong) pada 12 Juli 1945. Ia manusia banyak hal : sastrawan, dosen, novelis, penulis, pelukis, penyanyi, aktor dan wartawan. Saya ingat pernah menulis bahwa mungkin hanya menari yang tidak dilakoni. Itu juga dikoreksi Remy : ia bisa menari.</p>
<p>Di Wikipedia karirnya dicatat berlangsung lebih dari lima dekade, sebagai aktor yang muncul di belasan film layar lebar dan merupakan salah satu aktor paling disegani di generasinya. Ia juga seorang penulis aktif yang beberapa karyanya telah diadaptasi ke layar lebar. Salah satu film populer yang pernah dibuat berdasarkan tulisannya adalah Ca-bau-kan (2002) dari novel berjudul sama Ca-bau-kan: Hanya Sebuah Dosa (1999).</p>
<p>Penampilannya dalam drama romantis dalam film Tinggal Sesaat Lagi (1986), drama keluarga Akibat Kanker Payudara (1987) dan drama keluarga 2 dari 3 Laki-Laki (1989) mendapatkan apresiasi dan pujian yang kesemuanya itu membuatnya mendapatkan nominasi untuk Piala Citra di Festival Film Indonesia, ketiganya sebagai Aktor Pendukung Terbaik.</p>
<p>Di dunia jurnalistik Remy memulai karier sebagai wartawan majalah Tempo (Semarang, 1965), redaktur majalah Aktuil (sejak 1970). Satu kali ia menunjukkan kartu anggota PWI nya yang sudah lusuh atau usang, sudah lama habis masa berlakunya. Ia berharap bisa dihidupkan lagi. Saya sanggupi. Lalu dia minta saya mengutarakan alasannya. Saya sampaikan alasannya.</p>
<p>&#8220;Karena seluruh Indonesia tahu Anda memang jurnalis. Anda terus berkarya secara riil sebagai wartawan hingga kini. Asal tahu saja, masyarakat hanya memberi pengakuan pada karya jurnalistik, bukan pada orang yang mengantongi kartu anggota organisasi wartawan,&#8221; saya jelaskan begitu dan Remy merespons memberi hormat. Kami pun terlibat diskusi mengenai fenomena banyak kartu anggota organisasi wartawan yang dikantongi orang yang tidak berhak.Bahkan juga beberapa pengurus organisasinya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162021.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-109977" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162021.jpg" alt="" width="800" height="551" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162021.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162021-300x207.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_162021-768x529.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4>Berkunjung ke kantor PWI</h4>
<p>Remy datang ke kantor PWI Pusat menjemput kartu anggotanya sambil bersantap siang dengan masakan gulai kepala ikan kesukaannya. Argumentasi serupa itu saya sampaikan juga kepada almarhum Prof Azyumardi Azra sewaktu beliau mengingatkan pernah menjadi anggota PWI saat menjadi wartawan Majalah Panji Masyarakat yang dipimpin Buya Hamka. Kartu PWI baru kedua tokoh itu diproses dengan cepat oleh pengurus PWI Pusat, sehingga dapat dicatat Remy dan Prof Azyumardi Azra adalah anggota PWI hingga akhir hayat.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_161942.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-109978" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_161942.jpg" alt="" width="800" height="565" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_161942.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_161942-300x212.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG_20221214_161942-768x542.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<h4>Berkarya Sejak Remaja</h4>
<p>Remy mengawali debut menulis kritik, puisi, cerpen, novel, drama, kolom, esai, sajak, roman populer, juga buku-buku musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi sejak usia remaja (18 tahun). Remy terkenal karena keliaran imajinasinya dalam karya dan sikap beraninya menghadapi pandangan umum melalui pertunjukan-pertunjukan drama yang dipimpinnya.</p>
<p>Remy salah satu pelopor penulisan Puisi mBeling bersama pelukis Jeihan dan Abdul Hadi WM.</p>
<p>Selain menulis banyak novel, ia juga dikenal piawai melukis, berdrama, dan tahu banyak tentang film. Remy pernah dianugerahi hadiah Kusala Sastra Khatulistiwa 2002 untuk novelnya Kerudung Merah Kirmizi.</p>
<p>Dalam karya fiksinya, ia gemar mengenalkan kata-kata Indonesia lama yang sudah jarang dipakai. Ini yang membuat karya sastranya unik dan istimewa, selain kualitas tulisannya yang tidak diragukan lagi. Penulisan novelnya didukung dengan riset yang tidak tanggung-tanggung. Ia rajin ke Perpustakaan Nasional untuk membongkar arsip tua dan menelusuri pasar buku tua. Sebagai pengarang yang masih menulis karyanya dengan mesin ketik ini juga banyak melahirkan karya berlatar budaya di luar budayanya. Di luar kegiatan penulisan kreatif, ia kerap diundang berceramah teologi.<br />
Remy Sylado pernah dan masih mengajar di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan Jakarta, seperti Akademi Sinematografi, Institut Teater dan Film, dan Sekolah Tinggi Teologi.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221214-WA0016.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-109979" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221214-WA0016.jpg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221214-WA0016.jpg 1600w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221214-WA0016-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221214-WA0016-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221214-WA0016-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20221214-WA0016-1536x1152.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></a></p>
<h4>Tena Ruwangna</h4>
<p>Di hari pemakamannya, selain keluarga dan kerabat dekat tampak puluhan wartawan dan insan film mengantar Remy Sylado (77) ke tempat peristirahatan terakhirnya, Selasa (13/12) siang di TPU Menteng Pulo, Jakarta Pusat dengan perasaan berkabung.</p>
<p>Nampak diantaranya, Renny Djayusman, Niniek L Karim, Widyawati, Efix Mulyadi, Firman Bintang, Yan Widjaya, Herman Wijaya, Frans Sartono,dan Benny Benke. Saat diminta keluarganya memberi sambutan atas nama wartawan dan insan teater dan film sahabatnya, saya mengungkapkan rasa berkabung yang mendalam karena kepergian mentor dan guru dalam dunia jurnalistik dan kesenian kami itu. Saya menyinggung juga keistimewaan Polyglot Remy serta beragam karya monumentalnya yang menjadi legacy yang tak ternilai.</p>
<p>Saya menyesal tidak sempat melihat wajahnya terakhir kali. Di hari wafatnya sampai Selasa pagi saya suspect Covid 19. Setelah mengikuti serangkaian acara pernikahan putra putri kami &#8212; Nona &amp; Jack Omar &#8212; hingga puncaknya Minggu (11/12) malam, saya Swab Antigen sendiri di rumah Senin (12/12). Hasilnya : positif ! Dua garis tegas terlihat di wadah penampang Test Antigen.Ya, ampun. Istri terkejut. Menantu bertanya merasakan gejala apa? Terus terang, gejala itu justru muncul karena shock melihat hasil swab. Merasakan tiba-tiba tidak enak badan.</p>
<p>Setelah menunggu beberapa saat, saya mengulang test Swab Antigen kembali. Istri pun test seraya mulai membahas bagaimana menjalani isolasi mandiri hari itu. Hasil test yang kedua, Allahu Akbar, ternyata negatif. Hanya ada satu garis di wadah penampang. Istri juga. Namun untuk lebih memastikan, kami lanjutkan test Swab PCR malam itu juga. Diikuti seluruh keluarga. Termasuk sang pengantin.</p>
<p>Selasa pukul 8 pagi dapat kabar baik. Hasil Swab PCR semalam, NEGATIF. Alhamdulillah. Ini agaknya fenomena terbaru pandemi. Test- test Covid-19 apapun harus selalu dobel cek. Segera saya rekan wartawan senior Marah Sakti Siregar yang juga sahabat mendiang untuk bersama-sama mengantarkan jenazah Remy Sylado ke tempat peristirahatannya yang terakhir.</p>
<p>Seorang wartawan mencegat saya seusai pemakaman. Ia bertanya tentang kelebihan Remy. Saya jawab singkat dalam bahasa Makassar, yang slangnya disukai mendiang. Yaitu : Tena Ruwangna! Tidak ada duanya. Sulit dicari tandingannya, dan mestinya memang tidak usah &#8220;dibanding-bandingke&#8221;.</p>
<p>Matinya pun gagah. Detik-detik menjelang wafat Remy minta dibuatkan secangkir kopi susu. Selesai menyeruput secangkir minuman kegemarannya itu, Remy pun &#8220;pamit&#8221; : ia menutup mata selamanya.</p>
<h4>Selamat jalan Serre Battang!</h4>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/secangkir-kopi-susu-terakhir-remy-sylado/">Secangkir Kopi Susu Terakhir Remy Sylado</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tokoh Bioskop Indonesia Johan Tjasmadi Meninggal Dunia</title>
		<link>https://prokabar.com/tokoh-bioskop-indonesia-johan-tjasmadi-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2022 13:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107591</guid>

					<description><![CDATA[<p>Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Telah berpulang, HM Johan Tjasmadi, Tokoh Film dan Bioskop Indonesia. Ia wafat Jumat (7/10) pukul 09.00 WIB di rumahnya, Jalan Kebon...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tokoh-bioskop-indonesia-johan-tjasmadi-meninggal-dunia/">Tokoh Bioskop Indonesia Johan Tjasmadi Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Innalillahi Wainnailaihi Rojiun.</em></p>
<p>Telah berpulang,<br />
HM Johan Tjasmadi, Tokoh Film dan Bioskop Indonesia. Ia wafat Jumat (7/10) pukul 09.00 WIB di rumahnya, Jalan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Almarhum meninggal dalam usia 85 tahun. Meninggalkan seorang istri, anak dan cucu.</p>
<p>Berita duka itu disampaikan oleh Ibu Hj Nurhayati, isteri almarhum. Menurut Hj Nurhayati, Pak Johan wafat akibat sakit parkinson yang dideritanya tiga tahun terakhir.</p>
<p>HM Johan Tjasmadi lahir 1 Juni 1937 di Pekalongan. Semasa hidup, lebih separuh usianya diabdikan di dunia film, memimpin organisasi film dan bioskop. Ia juga memproduksi film dan beberapa kali menjadi penulis skenario dan sutradara film.</p>
<p>Almarhum salah satu tokoh penting perfilman khususnya perbioskopan di Tanah Air. Pak John &#8212; begitu akrab dipanggil puluhan tahun memimpin GPBSI ( organisasi bioskop) dan beberapa kali menjadi Ketua Panitia Festival Film Indonesia. Selain itu ia juga aktif menulis kolom di berbagai media pers, dan menerbitkan Majalah Film.</p>
<p>Ia mengawali karir di film dari bawah sekali. Lalu meningkat menjadi menejer bioskop Orion (1954). Daya tarik film membuat ia meninggalkan pekerjaannya di bidang transportasi dan EMKL (1957-1959) dan perdagangan umum (1960-1965).</p>
<p>Terpilih pertama kali sebagai Ketua GPBSI perwakilan Jakarta tahun 1967 merangkap sebagai sekjen GPBSI Pusat 4 periode berturut (1970-1974 sampai 1987-1992) dan Ketua Umum GPBSI Pusat 1992-1997. Ia menjadi anggota Dewan Film Nasional (1979-1992) dan sebagai ketua Umum Panitia Tetap (Pantap) Festival Film Indonesia (1988-1992).</p>
<p>Selanjutnya, ia terpilih sebagai Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N), pengganti/pelanjut Dewan Film. Pak John pernah juga menjadi anggota MPR-DPR RI 3 masa bhakti, 1987-1992, 1992-1997 dan 1997-2002.</p>
<p>Mantan Pemimpin Umum Majalah FILM itu adalah penerima Hadiah &#8220;Jamaluddin Malik pada 1993”Terakhir ia menjadi produser pelaksana film kolosal Fatahillah (1996-1997). Jenasah almarhum akan dimakamkan ba’da Salat Jumat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tokoh-bioskop-indonesia-johan-tjasmadi-meninggal-dunia/">Tokoh Bioskop Indonesia Johan Tjasmadi Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenang Wartawan Senior Hermansyah</title>
		<link>https://prokabar.com/mengenang-wartawan-senior-hermansyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 10:39:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ya, Allah! Herman pergi pula. Gumam saya spontan, ujarannya tertahan dalam mulut. Jumat (30/9) pagi, saat kaki baru melangkah meninggalkan rumah duka almarhum Irsyad...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenang-wartawan-senior-hermansyah/">Mengenang Wartawan Senior Hermansyah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ya, Allah!</strong> Herman pergi pula. Gumam saya spontan, ujarannya tertahan dalam mulut. Jumat (30/9) pagi, saat kaki baru melangkah meninggalkan rumah duka almarhum Irsyad Sudiro (mantan Redaktur Pelaksana Harian Angkatan Bersenjata) yang wafat Kamis (29/9) malam, di ponsel muncul notifikasi berita duka baru : tentang wafatnya Herman atau Hermansyah. Wartawan senior Medan yang saya kenal amat baik. Ia meninggal dunia pagi itu.</p>
<p>Belakangan ini Tuhan seperti menyasar banyak wartawan untuk dipanggil pulang. Sekurangnya, tercatat lima kawan seprofesi berpulang dalam dua pekan ini.</p>
<p>Sebelumnya, Tuhan telah memanggil Ketua Dewan Pers, Professor Azyumardi Azra (67). Ia wafat 18 September lalu di Malaysia. Prof Eddy &#8212; begitu panggilan akrab Cendekiawan Muslim itu&#8211; adalah mantan wartawan Majalah Panji Masyarakat. Ia pemegang  kartu anggota PWI semenjak 1984.</p>
<p>Hari Minggu (25/9) lalu menyusul wartawan senior Darmasyah Darwis berpulang dalam usia 79 tahun. Almarhum mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Angkatan Bersenjata (HAB). Seperti Irsyad Sudiro yang wafat dalam usia 80 tahun Kamis (29/9), keduanya pimpinan di HAB dan menjadi mentor saya selama bekerja di media itu, 1976-1998.</p>
<p>Semalam, saat melihat foto-foto pemakaman Hermansyah, masuk berita duka baru lagi. Wartawan senior Venty Supangat, yang lama bertugas di istana, wafat Jumat ( 30/9) pukul 18.46 WIB. Venty adalah wartawan senior HAB, putra N Supangat mantan Pemred HAB dan Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Pusat di tahun 80-an.</p>
<h4>Hermansyah yang Periang</h4>
<p>Hermansyah wafat Jumat (30/9) pagi pukul 09.31 di Rumah Sakit Royal Prima, Medan. Sehari sebelumnya Ia dilarikan ke RS itu karena mendapat serangan sesak nafas. Ia hanya sempat dirawat satu hari karena komplikasi penyakit.</p>
<p>&#8220;Sakit jantung, asam lambung dan asam urat,&#8221; kata Ronny Simon, wartawan senior, Ahli Dewan Pers di Medan.</p>
<p>Herman meninggal dunia dalam usia 58 tahun, meninggalkan istri dan empat anak, yang dua di antaranya sudah berumah tangga.</p>
<p>Hermansyah bertubuh kekar dan energik, sepintas seperti tak menyimpan penyakit apapun. Masih segar dalam ingatan saya penampakannya yang selalu riang, dengan senyum selalu menghias wajah dan pengucapan-pengucapan humor khas Medan yang penuh optimisme.</p>
<p>Tidak ada hal yang sulit buat Herman. Suatu kali saya terlambat check in di bandara Kualanamo ketika mau kembali ke Jakarta. Penumpang sudah boarding, koper tidak bisa diangkut. Entah bagaimana cara Herman, koper saya bisa disusulkan. Digotong seorang petugas langsung masuk di pesawat.</p>
<p>Begitupun dalam urusan makan, Hermansyah tidak mengenal pantangan. Waktu di Medan, dia seharian menjamu saya dengan kuliner khas di sana : Gulai Kepala Ikan, Duren Ucok, dan Sup Kepala Kambing. Meski dag dig dug juga, tapi saya layani.</p>
<p>Pembawaan easy going begitu mengantar Hermansyah mudah bergaul dengan siapapun dan  punya relasi luas dengan berbagai kalangan. Kelengkapannya lebih dari cukup itu menjadi bekal menopang profesinya sebagai wartawan dan menjadi Ketua PWI Sumatera Utara satu periode (2015-2021).</p>
<p>Saya lupa kapan mulai mengenal dia. Namun sepengetahuan sejak bertemu pertama kali seperti itulah pembawaan Hermansyah.  Sebelum pandemi, kami sering bertemu dalam acara-acara resmi PWI. Seperti dalam acara Hari Pers Nasional, ketika Kongres PWI Solo (2018) dan saat ia mengundang saya khusus untuk memberi “Pembekalan kepada Anggota PWI Sumatera Utara” di Medan (2019).</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221001_173122.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107298" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221001_173122.jpg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221001_173122.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221001_173122-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/IMG_20221001_173122-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Di luar itu, tiap ke Jakarta, dia sempatkan mengunjungi saya untuk bersilaturahmi. Saya sedih tidak dapat menghadiri resepsi pernikahan anaknya di Medan dua tahun lalu karena waktu itu saya berada di luar negeri. Terakhir Herman bertandang ke kantor pada bulan Januari 2020, sebelum pandemi Covid-19. Kami ngobrol sambil ngopi di Kula Coffee Meruya.</p>
<p>Selama pandemi kami tidak pernah ketemu, namun kontak tidak pernah putus lewat telepon maupun saluran WhatsApp. Chat terakhirnya 9 September lalu. Ia meminta saya memberi perhatian kepada terpilihnya Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumut menjadi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah  (KPID) Sumut 11 Agustus lalu. Hermansyah menyitir isi pasal 26 ayat 3 PD/ PRT PWI yang melarang pengurus merangkap jabatan di institusi yang terafiliasi dengan pemerintah.</p>
<p>Rupanya Hermansyah tetap memberikan perhatian serius kepada upaya pentaatan anggota kepada organisasi, meski tak duduk lagi sebagai pengurus PWI. Mengacu pada catatan, konsen Hermansyah sewaktu menjadi Ketua PWI Sumut memang pada kepatuhan anggota terhadap aturan organisasi, kode etik profesi, dan kode perilaku wartawan.</p>
<p>&#8220;Hanya itu yang bisa menjadi faktor pembeda wartawan dengan aktivitas netizen di media sosial,&#8221; katanya.</p>
<p>Demi mencapai tujuan itu, selama memimpin PWI Sumut Herman banyak menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan. Seperti acara pembekalan yang mengundang saya berbicara di depan 72 calon anggota PWI tingkatan calon anggota sampai anggota biasa (penuh). Acara itu semacam hari “Wisuda”. Tampil juga berbicara waktu itu Wakil Gubernur Sumut terpilih H. Musa Rajekshah.</p>
<p><em><strong>Tiada lagi Hermansyah. Semoga tentram di sisi Allah SWT.</strong></em></p>
<h4>Jakarta, 1 Oktober 2022.</h4>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenang-wartawan-senior-hermansyah/">Mengenang Wartawan Senior Hermansyah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Menangis, Tiada lagi Prof Azyumardi Azra</title>
		<link>https://prokabar.com/indonesia-menangis-tiada-lagi-prof-azyumardi-azra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2022 06:58:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Telah berpulang ke pangkuan Ilahi Rabbi : Cendekiawan Muslim, Professor Azyumardi Azra. Almahum mengembuskan nafa terakhir Minggu (18/9) pukul 12.30 waktu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indonesia-menangis-tiada-lagi-prof-azyumardi-azra/">Indonesia Menangis, Tiada lagi Prof Azyumardi Azra</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Innalillahi Wainnailaihi Rojiun.</strong></em> Telah berpulang ke pangkuan Ilahi Rabbi : Cendekiawan Muslim, Professor Azyumardi Azra. Almahum mengembuskan nafa terakhir Minggu (18/9) pukul 12.30 waktu setempat di RS Serdang, Selangor, Malaysia. Ia meninggalkan seorang istri Ibu Ipah Farihah dan empat anak.</p>
<p>Prof Azyumardi Azra sempat dua hari dirawat di RS akibat terpapar Covid19. Virus itu baru diketahui bersarang di tubuhnya saat ditangani di RS Serdang, Malaysia, Jumat (16/9) petang.</p>
<p>Diawali di atas di atas pesawat dalam penerbangan ke Malaysia, sore itu Prof<br />
Azyumardi mendadak terserang batuk keras, panjang, disertai sesak nafas. Dari Bandara Azyumardi langsung dilarikan ke RS yang berjarak 35 km dari Kualalumpur.</p>
<p>&#8220;Semalam sudah dalam penanganan intensif tim medis RS Serdang &#8221; kata Datuk Zakaria A. Wahab, wartawan senior, mantan Pemred Kantor Berita Bernama Malaysia dan Penasihat/Pendiri ISWAMI (Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia -Indonesia). Tidak lama setelah pecah kabar Prof Azyumardi terserang sakit di seluruh grup WhatsApp wartawan Indonesia dan Malaysia, kami meminta bantuan rekan wartawan di Malaysia untuk ikut memantau. Zakaria wartawan pertama yang merapat di Di RS Serdang. Zakaria bertemu Dubes RI untuk Malaysia. &#8220;Saya sendiri ada bertanya doktor di ruang terbuka, mengesahkan Prof AA dijangkiti covid dan tidak boleh diziarahi, &#8221; tambah Zack, panggilan akrab Zakaria.</p>
<p>Sejak semalam Prof Azyumardi sudah dalam pemantauan KBRI di sana.</p>
<h4>Kunjungan dinas di Sumbar</h4>
<p>Ketua Dewan Pers itu awal minggu ini mengadakan kunjungan kerja di Sumatera Barat. Ia sempat ke Bukittinggi dan mengunjungi keluarganya di Batusangkar sebelum bertolak ke Malaysia melalui Jakarta. Hari Sabtu ini, sedianya mantan Rektor UIN tersebut jadi salah satu pembicara dalam seminar internasional di Selangor bersama tokoh penting Malaysia, Anwar Ibrahim.</p>
<p>Saksi mata dalam penerbangan adalah Guru Besar Universitas Sumatera, Professor Budi Agustono. Ia dan istri sama-sama berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dengan Azyumardi. Mereka sempat ngobrol sejak di bandara hingga di dalam pesawat. Semalam Budi membagi kisah yang dilihatnya dalam pesawat di grup WhatsApp wartawan.</p>
<p>&#8220;Dua puluh menit sebelum pesawat mendarat, saat saya, istri dan pak Azra sedang bercakap tiba tiba pak Azra batuk tanpa henti, tubuhnya berkeringat dingin. Saya minta dia minum air mineral. Saya memijat tubuhnya yang keringat dingin lalu meminta pramugari memasang selang oksigen di hidung dan mulut. Meski selang terpasang sesak nafasnya tak berhenti, malah tubuhnya begerak ke kiri ke kanan di atas kursi pesawat.<br />
Ketika pesawat parkir dan pintu pesawat dibuka menurunkan penumpang, saya dan istri mengurus kesehatan pak Azra yang diminta turun belakangan. Saya dan istri gelisah dan cemas melihat kesehatan pak Azra. Tidak lama sesudah itu kamu bertiga turun dengan selang oksigen dan dibawa segera ke bed panjang perawatan lalu dilarikan ambulans ke rumah sakit. Saya sempat merogoh tas tenteng Pak Azra mencari telpon, tapi karena bingung dan panik lambat ketemunya. Akhirnya istri saya menelpon temannya staf khusus Menteri Sosial meminta bantuan mengabarkan ke istri atau keluarga pak Azra.<br />
Saya sampaikan ke istri antar dan temani Pak Azra demi keselamatan dan keamanan. Kita bantu sekuat kita ke RS di Kuala Lumpur.<br />
Istri saya, Reni Sitawari Siregar, mengantarkan hingga ke dalam ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit, sedangkan saya urus imigrasi di Bandara,&#8221; kisah Prof Budi Agustono.</p>
<h4>Tanpa Swab</h4>
<p>Indonesia, seperti halnya Malaysia telah menghapus keharusan Swab Antigen/ PCR untuk perjalanan luar negeri. Kondisi itu membuat penumpang pesawat yang terpapar Covid19 dalam kategori orang tanpa gejala ( OTG) sulit terdeteksi. Baru seminggu lalu, Pemerintah Malaysia menghapuskan larangan memakai masker di dalam ruangan.<br />
Saya mengenal Prof Azyumardi cukup lama. Ia pernah menjadi Wartawan Panji Masyarakat (1979-1985). Kesamaan isu atau topik yang kami bahas dalam tulisan masing- masing semakin mengeratkan hubungan.</p>
<p>Semasa pandemi Covid19 kami intens berkomunikasi. Usia kami sama-rentan terpapar Covid19, sehingga mengatur sebaiknya beraktifitas dari rumah saha. Suatu hari di tahun lalu, anak cucunya tertular Covid19. Ia mengontak saya meminta dicarikan Ivemertin, obat cacing yang terkenal itu. Yang dipercaya sebagian masyarakat bisa melawan virus Covid19. Masa itu, obat tersebut sangat sulit mencarinya, harganya di pasaran ikut dimainkan karena diburu banyak orang, meski dilarang pemerintah untuk digunakan menyembuhkan Covid19. Kebetulan saya memiliki stock, maka saya kirimlah ke beliau.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, anak cucu berangsur baik, sudah keluar keringat. Terima kasih Pak Ilham,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Komunikasi semakin intens sejak pria kelahiran 67 tahun lalu itu ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pers. Begitu menjabat kasus di dunia pers terus meningkat, membuatnya praktis sejak itu siang malam beraktifitas. Masalah yang paling menyedot perhatiannya adalah RUU KUHP yang mengancam kemerdekaan pers. Ia terjun langsung menghadiri Rapat Dengar Pendapat ( RDP) dengan Komisi I DPR-RI.</p>
<p>Kolumnis yang sangat produktif itu sering mengirimi saya link tulisannya membahas pelabagai topik di berbagai media kemudian kita bahas bersama. Demikian sebaliknya.<br />
Rabu ( 14/9) lalu kami masih bertegur sapa. Hari itu beliau sedang berada di Padang, Sumatera Barat. Saya ketahui dari fotonya ketika bersama wartawan Sumbar menghadiri jamuan makan siang Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi Ansharullah.</p>
<p>Foto saya peroleh dari rekan Zulnadi, wartawan senior Pemred Semangat.com di Padang yang hadir dalam jamuan itu. Foto itu kemudian saya forward ke beliau. Seperti biasa dia pun merespons cepat di WA. &#8220;Terima kasih pak Ilham. Kolomnya ditunggu,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dalam kunjungannya di Sumatera Barat, Azyumardi sempat ke Bukit Tinggi dan mengunjungi keluarganya di Batu Sangkar. Kuat dugaan lantaran kecapean melakukan perjalanan dinas yang membuat kondisinya drop dan dengan mudah diserang virus Covid19 yang secara obyektif sebenarnya penyebarannya sudah menurun di Indonesia dan di berbagai belahan dunia.</p>
<h4>Intelektual segudang prestasi</h4>
<p>Bukan hanya kalangan pers yang kehilangan Prof Azyumardi Azra, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia.<br />
Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE CBE kelahiran 4 Maret 1955 adalah akademisi Muslim asal Indonesia. Ia dikenal luas sebagai cendekiawan muslim.<br />
Azyumardi terpilih sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 dan mengakhirinya pada 2006. Pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire, sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi &#8216;Sir&#8217; pertama dari Indonesia. Pada 2022, Azyumardi terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.[5][6]</p>
<p>Riwayat pendidikan tinggginya sendiri dimulai sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982, kemudian atas bantuan beasiswa Fullbright, ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University tahun 1988. Ia memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi kali ini Azyumardi pindah ke Departemen Sejarah, dan memperoleh gelar MA pada 1989.</p>
<p>Saya dikirimi foto sewaktu almarhum mengenakan selang oksigen di dalam pesawat hingga di ketika di rawat di RS hari Jumat itu. Dalam tulisan kemarin &#8221; Kisah Prof Azyumardi Azra yang Terpapar Virus Covid-19&#8243; (Sabtu,17/9) saya memanjatkan doa kesembuhannya segera. Semoga Allah SWT menjabahnya dengan memberi kesembuhan kepada cendekiawan penting Indonesia itu, yang berpembaan humble namun sangat kritis. Tetapi Allah SWT berkehendak lain. Dia lebih menyanginya, maka Tuhan pemilik alam semesta beserta seluruh isinya, memanggilnya pulang. Insya Allah Tuhan menyediakan tempat lapang, nyaman, dan indah di sisiNya.<br />
Amin, YRA.</p>
<h4>Jakarta, 18 September 2022.</h4>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indonesia-menangis-tiada-lagi-prof-azyumardi-azra/">Indonesia Menangis, Tiada lagi Prof Azyumardi Azra</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221; Wakili Indonesia ke Piala Oscar 2023</title>
		<link>https://prokabar.com/film-ngeri-ngeri-sedap-wakili-indonesia-ke-piala-oscar-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2022 03:18:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[#IlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#ngeri-ngerisedap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Film &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221; terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti kompetisi film ke ajang Piala Oscar ke-95 untuk kategori Penghargaan Film Fitur Internasional (The International Feature...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/film-ngeri-ngeri-sedap-wakili-indonesia-ke-piala-oscar-2023/">Film &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221; Wakili Indonesia ke Piala Oscar 2023</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Film</strong> &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221; terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti kompetisi film ke ajang Piala Oscar ke-95 untuk kategori Penghargaan Film Fitur Internasional (The International Feature Film Award).</p>
<p>Film drama komedi itu ditulis dan disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk. Kisahnya berlatar belakang kehidupan keluarga Suku Batak yang mengalami disrupsi dalam kehidupan modern.</p>
<p>Film dibintangi antara lain oleh Arswendy Beningswara Nasution, Tika Panggabean, Boris Bokir Manullang, Gita Bhebhita Butar-butar, Lolox, dan Indra Jegel.</p>
<p>Pada penyangannya pertengahan tahun ini film itu berhasil membetot perhatian penonton, masuk kategori box office dengan jumlah lebih 3 juta penonton.</p>
<h4>Setelah Nagabonar</h4>
<p>Setiap tahun Academy of Motion Picture Arts and Sciences memberikan Awards untuk film panjang yang diproduksi di luar Amerika Serikat yang sebagian besar berisi non-Dialog bahasa Inggris.</p>
<p>Indonesia telah mengikuti ajang Piala Oscar untuk kategori Film Fitur Internasional Terbaik sejak 1987. Film &#8220;Nagabonar&#8221; yang disutradarai MT Risyaf dengan pemain utama Deddy Mizwar dan Nurul Arifin ini menjadi film Indonesia pertama yang dikirim ke Academy Awards.</p>
<p>Namun, sejauh ini belum pernah berhasil memboyong pulang Award dari kompetisi yang diikuti film di seluruh dunia.</p>
<p>Film &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221; yang dipilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia 2022 untuk mewakili Indonesia berlaga di Piala Oscar, adalah film kedua genre komedi Indonesia setelah &#8220;Nagabonar&#8221;.</p>
<p>Tahun ini puncak The 95th Academy Awards atau penyerahan piala Oscar ke-95,<br />
akan dilangsungkan pada 12 Maret 2023.</p>
<p>Komite Seleksi Oscar Indonesia 2022 beranggotakan 9 tokoh perfilman berbagai bidang dan wartawan/kritikus film. Komite diketuai oleh sineas kondang Deddy Mizwar, sekretaris Zairin Zain, dengan anggota : Armantono, Cesa David Luckmansyah, Garin Nugroho, Ilham Bintang, Niniek L Karim, Slamet Rahardjo, dan Yadi Sugandi.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_100946.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106745" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_100946.jpg" alt="" width="800" height="566" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_100946.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_100946-300x212.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220913_100946-768x543.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Menurut Deddy Mizwar, ada pelbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebuah film untuk dapat mengikuti Piala Oscar. Antara lain, film sudah pernah dipertunjukkan di bioskop selama seminggu secara berturut-turut, dan belasan item lagi persyaratan tehnis lainnya. Komite yang dipimpinnya bekerja dalam tenggat waktu sebulan, termasuk untuk penetapan film Pilihan komite.</p>
<p>Untuk menentukan film pilihan yang akan mengikuti Oscar, Komite mempertunjukkan film-film hasil seleksi secara khusus di Studio XXI di Plaza Senayan, dimulai Senin (12/9) pagi hingga petang. Dilanjutkan dengan diskusi anggota juri. Yang absen hanya Garin Nugroho dan Yadi Sugandi. Tujuh dari 9 anggota juri akhirnya secara aklamasi memutuskan memilih film &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221; mewakili Indonesia di ajang Piala Oscar.</p>
<p>&#8220;Inilah maksimal yang dihasilkan komite seleksi oscars Indonesia, selebihnya mari kita mendoakan bersama semoga tahun ini film itu bisa berjaya di ajang oscar&#8221; ujar Deddy Mizwar menutup rapat Senin (12/9) petang. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/film-ngeri-ngeri-sedap-wakili-indonesia-ke-piala-oscar-2023/">Film &#8220;Ngeri-Ngeri Sedap&#8221; Wakili Indonesia ke Piala Oscar 2023</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 36/296 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/31 queries in 0.044 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:21:23 by W3 Total Cache
-->