<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ilham bintang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ilham-bintang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ilham-bintang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 May 2022 03:55:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ilham bintang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ilham-bintang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jumpa Nuim Khaiyath, Wartawan Legendaris Radio Australia</title>
		<link>https://prokabar.com/jumpa-nuim-khaiyath-wartawan-legendaris-radio-australia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 May 2022 03:55:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=103948</guid>

					<description><![CDATA[<p>RESTO Ayam Portugis Nando&#8217;s 551 Flinders Street, Senin (23/5) siang. Saya tiba di resto itu, resto ayam dari Afrika Selatan bernuansa Portugis, 10 menit...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumpa-nuim-khaiyath-wartawan-legendaris-radio-australia/">Jumpa Nuim Khaiyath, Wartawan Legendaris Radio Australia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RESTO</strong> Ayam Portugis Nando&#8217;s 551 Flinders Street, Senin (23/5) siang. Saya tiba di resto itu, resto ayam dari Afrika Selatan bernuansa Portugis, 10 menit sebelum jam 1 siang, sesuai waktu yang kami perjanjikan.</p>
<p>Saya harus tiba lebih dahulu, karena saya pihak yang wartawan legendaris radio Australia itu untuk makan siang. Tak elok rasanya jika terlambat. Apalagi dia datang dari rumahnya yang berjarak 32 km dari resto yang lokasinya di pusat kota.</p>
<p>Ternyata Nuim tiba lebih cepat lagi. Baru satu kaki menginjak lantai resto ketika kami dikejutkan sapa &#8220;Assalamu’alaiikum&#8221; dalam nada suara bariton dari dalam resto. Wow! Waalaikumsalam. Saya kalah cepat tapi tidak bisa dibilang terlambat.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103936.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103949" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103936.jpg" alt="" width="640" height="418" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103936.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103936-300x196.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Seperti pembawaan orang Sumatera Utara umumnya, begitulah Nuim. Tidak perlu basa basi. Kami langsung ngobrol seru. Satu porsi terbesar ayam Nando’s Peri-Peri dan tiga mangkok nasi pedas khas Nando&#8217;s (spicy rice) menjadi santapan kami bertiga (saya dengan istri), sambil ngobrol sekitar 90 menit.</p>
<p>Ini yang seru. Mengenai kisah perjalanan kariernya. Juga &#8212; ini yang seru &#8212; heboh kesaksiannya tempo hari soal kasus pengemplang pajak Syamsul Nursalim, hingga Pemilu Australia yang baru saja berlangsung. Hari itu pas hari pelantikan PM yang baru terpilih, Anthony Albanese (59) dari Partai Buruh sebagai Perdana Menteri yang ke-31 menggantikan PM lama Scott Morrison (dari Partai Liberal).</p>
<p>PM baru adalah putra dari ibu tunggal yang dibesarkan di kompleks perumahan rakyat yang dibangun pemerintah (semacam Perumnas). Cita-cita lama Anthony Albanese duda seorang anak, menduduki kursi Perdana Menteri akhirnya terkabul.</p>
<p>Pemilu di Australia kemarin berlangsung tenang-tenang saja. Tidak ada keriuhan yang berarti. Berbanding terbalik dengan keadaan di Tanah Air. Yang jadwal Pemilunya masih 2024, tapi sudah gaduh sejak tahun lalu. Entah seperti apa riuhnya seandainya Presiden RI yang terpilih statusnya seperti PM Australia yang baru : anak dari ibu tunggal.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103630.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103950" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103630.jpg" alt="" width="640" height="374" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103630.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103630-300x175.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Swab Antigen</h4>
<p>Nama lengkap wartawan legendaris ini : Nuim Mahmud Khaiyath. &#8220;Arti hayat adalah “yang hidup&#8221;, sedangkan khaiyath, artinya tukang jahit &#8211; Panjaitan.. Hahaha,&#8221; sergahnya spontan.</p>
<p>Ayah 4 Anak dan kakek 11 cucu, kelahiran Medan, Sumatera Utara, 7 Desember 1938 itu tampak masih sangat bugar.</p>
<p>&#8220;Insya Allah, tahun ini saya menginjak usia 84 tahun,” ujarnya.</p>
<p>Apa resepnya sehingga awet muda dan bugar?</p>
<p>&#8220;Jangan anggap diri sudah tua, terus berkarya dan olahraga. Bukan hanya yang aerobik melainkan juga yang melibatkan resistensi &#8211; angkat beban/besi misalnya,&#8221; sahut pria kelahiran Medan yang dibesarkan di Jalan Masjid Gg Bengkok, Medan.</p>
<p>Sebenarnya kami janji bertemu minggu lalu, namun batal. Sehari sebelum pertemuan, Nuim kirim pesan di WhatsApp. Dia mendadak pilek hari itu. Di Melbourne, dan pada umumnya kota-kota di Australia yang kasus Covid-19-nya masih tinggi riskan berinteraksi dalam kondisi kesehatan seperti itu. Walaupun di Australia kini sudah bebas, tidak ada lagi pembatasan kegiatan masyarakat, namun ada juga masyarakat yang fanatik masih memberlakukan persyaratan rapid Test Antigen sebelum menghadiri pertemuan.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103900.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103951" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103900.jpg" alt="" width="640" height="667" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103900.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103900-288x300.jpg 288w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Berkaca pada alasan itu, saya pun membawa tiga kit Swab Antigen ke resto, siang itu. Tapi Nuim tidak mau menggunakan. Alasannya karena baru semalam dia diswab Antigen.</p>
<p>“Jangan khawatir, saya setiap hari test. Vaksin saya sudah tiga kali, malah bersiap yang keempat,&#8221; jelasnya seperti membaca pikiran saya.</p>
<p>Vaksin ke 4 ?</p>
<p>&#8220;Iya khusus untuk lansia usia 70 tahun ke atas.&#8221;</p>
<p>Saya dan istri tetap lanjutkan test Antigen di resto itu. Hasilnya, syukur, negatif. Makna Test Antigen sekarang sekaligus menunjukkan penghormatan kepada pihak yang diajak pertemuan. Pernyataan komit pada perasaan nyaman dan aman karena kami berikhtiar melindunginya juga. Dampaknya, memang yang panen dan bertambah kaya, tentu perusahaan farmacy di mana pun. Test Antigen di sini mahal. Test PCR nya AUD $ 145 (Rp1,5 juta).</p>
<p>Nuim Khaiyath memulai kariernya di dunia jurnalistik pada 1964 dengan bekerja pertama kali di BBC London. Kontraknya lima tahun tapi waktu itu dia hanya jalani tiga tahun. Kemudian pindah bekerja di Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia (RASI) 1967-1970. Tahun 1970 kembali lagi ke BBC London. Menghabiskan sisa dua tahun kontraknya terdahulu hingga tahun 1972. Lalu kembali lagi ke RASI dan bekerja hingga pensiun di tahun 2014.</p>
<p>Nuim telah bekerja 40 tahun untuk ABC dan ia merasa keberadaannya sebagai warga Indonesia di Australia telah &#8220;memanfaatkan dan dimanfaatkan&#8221;.</p>
<p>Ia menjelaskan salah satu misi RASI adalah untuk saling memperkenalkan dua bangsa dan berharap bisa memberikan rasa saling pengertian.</p>
<p>&#8220;Kami memberikan penjelasan kepada masyarakat di Australia mengenai Indonesia dan dalam kasus tertentu mengenai Islam.<br />
Kemudian kepada para pendengar Radio Australia di Indonesia, kami mencoba memberikan penerangan, keterangan, penjelasan, mengenai keadaan yang sebenarnya di Australia,&#8221; tuturnya panjang lebar dalam sebuah wawancara dengan ABC Indonesia beberapa waktu lalu.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103808.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103952" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103808.jpg" alt="" width="640" height="417" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103808.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220524_103808-300x195.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Salat Jumat di hari Minggu</h4>
<p>Kini, Nuim mengaku sangat gembira, di Melbourne sudah dibangun banyak masjid. Tercatat sekitar 56 Masjid.</p>
<p>&#8220;Waktu tahun-tahun pertama di sini, tidak ada tempat untuk Salat Jumat di Melbourne. Cukup lama warga Muslim melaksanakan Salat Jumat pada hari Minggu di lapangan terbuka (taman). Karena cuma hari itu yang diizinkan, selain jemaahnya juga pada hari Jumat masih bekerja,&#8221; paparnya.</p>
<p>Setelah pensiun Nuim memilih tetap tinggal di Melbourne. Kenapa tak pulang ke Tanah Air? Jawabannya begini, &#8220;Kalau orang Medan mengatakan tempat jauh lagi dikenang, ini kan pula tempat bermain,&#8221; katanya.</p>
<p>Nuim terus terang mengaku dia berat meninggalkan Melbourne.&#8221;Ketika masih kerja di RASI, saya bayar pajak lebih dari AU$ 30.000 per tahun (Rp320 juta). Jadi saya ikut membantu pemerintah [Australia],&#8221; katanya.</p>
<p>Kini setelah tak bekerja lagi, Nuim merasa giliran pemerintah Australia membantunya, karena sebagian pengeluarannya ditanggung oleh pemerintah Australia. Masa awal pandemi Covid-19, Nuim juga mendapat santunan uang dari Pemerintah Australia.</p>
<h4>Heboh Syamsul Nursalim</h4>
<p>Meskipun sudah lama mengenal nama dan kiprahnya, tapi pertemuan saya dengan Nuim secara fisik baru dua kali. Yang pertama, tiga tahun lalu. Waktu Salat Idul Adha 1440 H/2019 di Gedung Konsulat Jenderal RI di Melbourne. Nuim menjadi Imam dan Khatib Salat Ied waktu itu. Saya tertarik mewawancarainya karena kebetulan wartawan senior Marah Sakti baru saja menurunkan tulisan di &#8220;Ceknricek.com&#8221; berjudul &#8220;Kasus SKL-BLBI Dan Kesaksian Yang Menyudutkan Megawati&#8221; (7 September 2018).</p>
<p>Dalam tulisan itu nama Nuim Khaiyath disebut sebagai sosok yang memberi kesaksian mengenai keberadaan buron pengemplang BLBI 37 T Syamsul Nursalim di Melbourne. Padahal, seharusnya yang bersangkutan menghadiri sidang pengadilan di Tanah Air.</p>
<p>Nuim mengetahui Syamsul Nursalim berada di Melbourne untuk bertemu Taufiq Kiemas dan Puan Maharani. Nuim menyoal itu. &#8220;Jarak Singapura (tempat Syamsul Nursalim bersembunyi) dengan Jakarta hanya butuh satu jam penerbangan. Tapi Syamsul yang mengaku sakit bisa terbang ke Australia yang berjarak 8 jam penerbangan,&#8221; kata Nuim.</p>
<p>Apalagi tidak lama setelah pertemuan itu pemerintah RI pun menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) untuk Syamsul Nursalim. Kejadian tahun 2002 itulah yang diungkit kembali dalam tulisan Marah Sakti berdasar kesaksian Nuim.</p>
<p>Bagaimana kelanjutan kisah itu?</p>
<p>&#8220;Tidak ada. Senyap aja. Tidak ada folllow up. Sumber saya yang mengetahui peristiwa pertemuan di Hotel Hyatt Melbourne itu, sangat ketakutan. Dia langsung pindah tempat pekerjaan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Nuim cerita itu ditanyakan juga waktu dia diwawancarai Radio Rasil Jakarta, Senin pagi kemarin.</p>
<p>Nuim sudah lebih setengah abad tinggal di Melbourne. Namun dia mengaku tetap mempertahankan kewarganegaraan RI-nya. Tahun 2020 sebelum pandemi dia pulang ke Medan. Dia berniat tinggal di kampung halamannya untuk masa sebulan. Pandemi Covid-19 kemudian merebak di seluruh dunia. Ia baru menikmati 10 hari liburan di Medan saat dia memutuskan segera kembali ke Melbourne.</p>
<h4>Sabtu Gembira</h4>
<p>Jabatan terakhir Nuim Di ABC adalah Kepala Siaran Bahasa Indonesia di Radio Australia (RASI). Acaranya yang populer adalah Sabtu Gembira (SAMBA), yang dibawakan dalam logat Melayu Medan. Acara tersebut disiarkan pula oleh Radio Delta FM setiap hari Sabtu pagi.</p>
<p>Acara lain yang diasuhnya di RASI adalah PERSPEKTIF, dan Dunia Olahraga. Selain itu dia juga tampil dalam siaran life 105.8 FM Jakarta, setiap Senin pagi dalam acara Postcard from Melbourne. Pengetahuannya yang luas membuatnya sangat populer di kalangan pendengar radio tersebut, sehingga ia mendapat julukan &#8220;Kamus Berjalan&#8221;.</p>
<p>Aktivitas rutin yang dilakukannya di luar siaran radio adalah menulis esai, berenang, dan membaca. Sejak tiga tahun lalu, esainya banyak disiarkan di Ceknricek.com. Nuim telah menerbitkan sebuah buku baru &#8220;Dunia Di Mata Nuim Khaiyath&#8221;.</p>
<p>&#8220;Titip salam buat Bang Nuim, &#8221; pesan Marah Sakti ketika tahu saya bertemu dengan Nuim.</p>
<p>&#8220;Wow. Itu penyiar idola aku. Pernah sama-sama jadi penyiar di Radio Delta,&#8221; timpal Rita Sri Hastuti, pengurus PWI Pusat dan anggota Lembaga Sensor Film di Indonesia, di WAG warga PWI.</p>
<p>Sayang, pesan itu disampaikan tiga jam setelah kami pisah dengan Nuim Khaiyath. Mudah-mudahan dia membalas setelah membaca ini.</p>
<p><strong>Melbourne 24 Mei 2022.</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jumpa-nuim-khaiyath-wartawan-legendaris-radio-australia/">Jumpa Nuim Khaiyath, Wartawan Legendaris Radio Australia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melbourne Kota Ternyaman Dunia, Namun Kejam Bagi Perokok</title>
		<link>https://prokabar.com/melbourne-kota-ternyaman-dunia-namun-kejam-bagi-perokok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2022 06:18:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=103571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap kali menginjakkan kaki di kota Melbourne, Australia, setiap kali itu pula saya langsung teringat mantan Menteri Kelautan &#38; Perikanan RI Susi Pudjiastuti, sejawat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melbourne-kota-ternyaman-dunia-namun-kejam-bagi-perokok/">Melbourne Kota Ternyaman Dunia, Namun Kejam Bagi Perokok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setiap</strong> kali menginjakkan kaki di kota Melbourne, Australia, setiap kali itu pula saya langsung teringat mantan Menteri Kelautan &amp; Perikanan RI Susi Pudjiastuti, sejawat wartawan senior Karni Ilyas, Asro Kamal Rokan, Timbo Siahaan, Rosiana Silalahi, aktor Deddy Mizwar, dan produser film Indonesia, Zairin Zain. Hemat saya kota indah dan bersih ini cocok sekali bagi para smokers, saya dan kawan-kawan itu.</p>
<p>Lembaga pemeringkat kota dunia, Global Liveability Report ( GLR), lima tahun lalu melaporkan, Ibu Kota negara bagian Victoria Australia itu menempati peringkat kedua dari 10 kota dunia dengan skor tertinggi sebagai kota paling nyaman untuk ditinggali. GLR di tahun itu meneliti 140 kota di dunia.</p>
<p>Aspek penilaiannya meliputi stabilitas, layanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, dan infrastruktur. Hanya Kota Wina, Austria di atasnya, yang menempati top rangking.</p>
<p>Sebelumnya, Melbourne malah pernah bertengger dibtop rangking selama 7 tahun berturut-turut.Namun, akhirnya posisinya lima tahun lalu itu, dilampaui oleh Wina.</p>
<p>Melbourne menurut GLR, merepresentasikan Benua Kanguru, baik dari ciri kepribadian warganya, modernitas, dan kebebasan yang dianut.</p>
<p>Melbourne terkenal dengan kopi dan masakan dengan cita rasa dan seni yang unik, hingga tak henti menjadi tujuan wisatawan dari mancanagara, dan dari waktu ke waktu.</p>
<p>Melbourne mendapatkan penilaian sempurna untuk aspek layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.</p>
<p>Sementara untuk stabilitas ada di poin 95, dan budaya juga lingkungan di angka 98,6.</p>
<p>Dengan setting itu, Melbourne yang berpenduduk 5,061,000 jiwa dengan luas wilayah 9,992 km², seperti saya sebut di awal dengan frasa nyaman bagi perokok, mestinya.</p>
<p>Namun, apa hendak dikata, dalam kenyataannya Melbourne adalah kota paling &#8220;kejam&#8221; bagi para perokok.</p>
<p>Ketentuan mengenai rokok itu tercantum dalam deklarasi di kartu embarkasi yang harus ditandatangani sebelum kita mendarat di bandara Tullamarine Melbourne.</p>
<p>Isinya: penumpang pesawat yang membawa rokok lebih dua puluh batang (sebungkus rokok putih) harus dideclare.</p>
<p>Petugas bea cukai di bandara akan memverifikasi faktual sebelum kita diizinkan melenggang masuk kota. Jika naas koper bisa digeladah satu persatu.</p>
<p>Dalam konteks itulah saya teringat Susi Pudjiastuti, Karni Ilyas, Asro Kamal Rokan, Timbo Siahaan dan Rosiana Silalahi, Deddy Mizwar, Zairin Zain. Eh, juga Andre Suyatman, tetangga teman jogging di komplek perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta.</p>
<p>Kepengin sekali trip ke Melbourne bersama para smokers itu. Mau tahu bagaimana reaksi mereka menghadapi &#8220;kekejaman&#8221; itu dan pengen tahu kiat -kiat mereka atasi problem hingga bisa tetap menikmati keindahan dan kenyamanan semua sudut kota Melbourne yang saat ini cuacanya 18 derajat celcius sambil tetap mengisap dan mengembuskan asap rokok. Wiih mewah sekali.</p>
<p>Harga rokok di Melbourne pun termahal di dunia, dan amat sulit mendapatnya. Tidak seperti di Indonesia bisa dibeli di kios rokok yang bertebaran dan berjarak hanya 20 meter satu sama lain.</p>
<p>Di Melbourne, rokok hanya bisa diperoleh di super market tertentu. Itu pun tidak didisplay seperti di Tanah Air. Dikurung dalam rak terutup di belakang kasir.</p>
<p>Merek-merek rokoknya hanya tertulis di lembaran kertas folio yang ditempel di rak itu. No way bagi calon pembeli di bawah usia 18 tahun.</p>
<p>Gambar bungkus rokoknya tak terperi. Kemasannya berbeda dari yang biasa, seperti di Tanah Air.</p>
<p>Mereknya hampir tidak bisa dikenali karena diselimuti dengan gambar-gambar yang amat menyeramkan.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131254.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103572" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131254.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131254.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131254-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Bawa resep dokter</h4>
<p>Bagi pemerintah Australia mereka itu sudah berbaik hati. Rencana semula mau memberlakukan aturan harus membawa resep dokter untuk bisa membeli rokok.</p>
<p>Namun, karena mendapat protes keras dari mana-mana, sampai sekarang kebijakan yang direncanakan sejak 2012 belum diberlakukan.</p>
<p>Gegara ketentuan itu pula sampai sekarang otoritas Melbourne masih berperkara dengan beberapa negara pengekspor rokok dan tembakau, termasuk Indonesia.</p>
<p>Negara pengekspor rokok dan tembakau menentang kebijakan Australia yang semula hendak pula mengimpor rokok dengan kemasan polos. Tanpa merek.</p>
<p>Harga rokok di Melbourne dan seluruh kota di Australia bisa dicatat sebagai termahal di dunia.</p>
<p>Sebagai perbandingan, sebungkus Marlboro dibandrol AUD 35 atau sekitar Rp370 ribu, padahal di Jakarta harganya hanya Rp30 ribu.</p>
<p>Di Paris, rokok sama, harganya 8 Euro atau sekitar Rp130 ribu. Di AS USD 8 atau Rp120 ribu. Di Singapura, Rp70 ribu, Jepang Rp120 ribu.</p>
<p>Tidak heran jika penyelundupan rokok termasuk kegiatan terlarang terbesar di kota itu. Sebagian pelajar mencoba-coba cari peruntungan dengan cara itu.</p>
<p>Di Internet mereka menjual sebungkus Marlboro dengan AUD 15. Ada yang pernah tertangkap menyelundup dan kasusnya masuk pengadilan.</p>
<p>Denda penyelundup terbesar terjadi lima tahun lalu. Seorang pria warga Australia berusia 34 tahun dikenai denda Rp400 juta (AUD 40 ribu) karena berusaha menyeludupkan 36 karton rokok melalui Bandara Internasional Perth, Australia Barat.</p>
<p>Pria tersebut sebelumnya membeli rokok di salah satu supermarket di Kuta (Bali) seharga Rp250 ribu per karton. Dia berharap bisa menjualnya antara Rp1,2 sampai Rp1,5 juta per karton di Australia Barat.</p>
<p>Awal Tahun 2019 Malaysia juga memberlakukan aturan &#8220;kejam&#8221; bagi perokok. Denda merokok di tempat yang dilarang sekitar 300 Ringgit Malaysia (RM) atau Rp1 juta.</p>
<p>Hotel-hotel tertentu memasang tarif denda sampai 2000 RM ( Rp7 juta) jika kedapatan merokok di dalam kamar.</p>
<p>Saya kebetulan berada di Kuala Lumpur, Malaysia, seminggu setelah aturan itu diberlakukan pemerintah. Reaksi masyarakat memprotes cukup gencar.</p>
<p>Terutama karena larangan itu berlaku di rumah-rumah makan tradisional di sama (semacam Warteg di Jakarta).</p>
<p>Mahathir Mohammad baru saja terpilih kembali menjadi PM Malaysia ketika aturan itu diberlakukan.</p>
<p>Maka, sebagian masyarakat perokok utamanya konsumen warung-warung tradisional di sana menyatakan penyesalan memilih Mahathir sewaktu Pilihan Raya (Pemilu Malaysia), dan mengancam tidak akan memilihnya lagi dalam Pemilu berikutnya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131330.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103573" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131330.jpg" alt="" width="640" height="593" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131330.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG_20220512_131330-300x278.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Pandemi di Melbourne</h4>
<p>Trip saya ke Melbourne kali ini setelah lebih dua tahun Melbourne dan kota-kota lainnya di Australia ditutup karena pandemi Covid19.</p>
<p>Pemerintah Australia baru dua bulan lalu membuka Melbourne untuk pelancong walaupun kasus harian Covid19 masih mencatat jumlah rerata 10 ribu setiap hari dalam seminggu.</p>
<p>Syarat kunjungan pelancong harus sudah vaksin ketiga (booster). Namun, tidak ada lagi keharusan swab PCR dan isolasi mandiri.</p>
<p>Pandemi Covid19 termasuk yang memukul ekonomi Melbourne. Lebih dua tahun mereka bolak balik lockdown, menutup perjalanan luar negeri.</p>
<p>Akibat itu pelajar dari seluruh dunia pun stop. Padahal, 40 % sumber dana pemerintah Australia berasal dari kegiatan pendidikan itu.</p>
<p>Beberapa usaha menderita kerugian besar. Seperti penyewaan mobil, resto dan usaha penukaran uang hampir banyak yang tutup. Usaha-usaha itu memang hidup dari turis.</p>
<p>Meski tidak ada kewajiban mengenakan masker, namun beberapa tempat perbelanjaan menolak pembayaran dengan uang kertas.</p>
<p>Membourne mulai ramai dikunjungi turis. Meski ekonomi sempat terpukul, jangan khawatir aspek keamanan dan kenyamanan.</p>
<p>Kota Melbourne yang diresmikan oleh Ratu Victoria pada tahun 1847, dan menjadikan ibu kota koloni baru Victoria tahun 1851, tetap aman dan nyaman seperti semula.</p>
<p>Sebab, itu bagian selling point mengapa kota ini selalu dibanjiri pelancong. Melbourne setara Jepang. Warga leluasa beraktifitas hingga larut malam tanpa khawatir, meski tidak tampak polisi lalu lalang.</p>
<p>Angkutan kota bus dan trem beroperasi hingga malam. Di sebagian wilayah, khususnya di City, angkutan itu gratis.</p>
<p>Sejauh catatan, jarang kalau tak mau menyebut tidak pernah turis menghadapi kejahatan pencurian maupun penodongan.</p>
<p>Hanya saja hati-hati jangan sembarangan meletakkan bungkus rokok Anda. Sekejap bisa disambar smokers lain.</p>
<p>Paling sedikit, tiba-tiba saja ada satu dua orang mendekati pas kita merokok. Sambil mengacungkan jari minta sebatang rokok.</p>
<p>Ya, belasan kali saya trip ke Melbourne 6 tahun terakhir, sesekali hanya mengalami kejadian itu. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/melbourne-kota-ternyaman-dunia-namun-kejam-bagi-perokok/">Melbourne Kota Ternyaman Dunia, Namun Kejam Bagi Perokok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Blak-Blakan Dengan Aktor Anwar Fuady : Urusan Menikah (Lagi) Hingga Kapok Politik</title>
		<link>https://prokabar.com/blak-blakan-dengan-aktor-anwar-fuady-urusan-menikah-lagi-hingga-kapok-politik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2022 09:20:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#anwar fuadi]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=102039</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aktor tekenal Anwar Fuady dua minggu lalu, tepatnya, 14 Maret, menginjak usia 75 tahun. Genap ia berusia tigaperempat abad. Tahun ini, ia tidak merayakan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/blak-blakan-dengan-aktor-anwar-fuady-urusan-menikah-lagi-hingga-kapok-politik/">Blak-Blakan Dengan Aktor Anwar Fuady : Urusan Menikah (Lagi) Hingga Kapok Politik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aktor</strong> tekenal Anwar Fuady dua minggu lalu, tepatnya, 14 Maret, menginjak usia 75 tahun. Genap ia berusia tigaperempat abad.</p>
<p>Tahun ini, ia tidak merayakan ulang tahunnya secara meriah biasanya di kalangan artis Anwar Fuady memang dikenal sosok yang setiap tahun merayakan ulang tahunnya dengan pesta meriah di hotel berbintang. Dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan. Mulai pejabat tinggi negara, sipil maupun militer, politisi, pengusaha serta artis lintas profesi maupun generasi. Aktor Roy Marten pernah menyindirnya, sebagai satu-satunya orangtua yang masih merayakan ulang tahun.</p>
<h4>Masih Berkabung</h4>
<p>Tahun ini pertama kali Anwar Fuady berulang tahun tanpa istri yang mendampingi. Sang istri, Hj Farida Fuady, 18 Juli lalu wafat karena terpapar Covid19. Menyusul kemudian putra sulungnya, Ferry Senapati pada 21 Juli. Juga karena Covid19.</p>
<p>Karena masih dalam suasana berkabung itu menjadi alasan Anwar Fuady hanya memperingati secara sederhana hari kelahiran di kantornya saja. Di tengah para lawyer dari &#8220;Ain Amir Law Firm.&#8221;</p>
<p>Meski tanpa pesta namun kemeriahan yang dia rasakan tetap sama. Puluhan video ucapan selamat dia terima dari banyak kalangan menghiburnya. Antaranya, dari mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan mantan Dubes RI di New Zealand Tantowi Yahya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161108.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102041" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161108.jpg" alt="" width="640" height="452" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161108.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161108-300x212.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4><strong>Menikahi</strong> 4 Artis</h4>
<p>&#8220;Pas di hari ulang tahun itu saya seharian penuh mengenang lebih 50 tahun suka duka perjalanan rumah tangga dengan istri tercinta. Saya berkesimpulan belum ada wanita yang bisa menggantikan dia,&#8221; cerita Ketua Umum Parsi (Persatuan Artis Sinetron Indonesia) itu.</p>
<p>Anwar sekaligus menepis isu yang beredar ia telah menikahi penyanyi senior Iis Sugianto.</p>
<p>&#8220;Malah yang beredar di kampung, saya menikah dengan penyanyi Nourma Yuanita. Siang malam saya terima telpon dari Palembang menanyakan soal perkawinan itu. Padahal, saya sudah bantah. Saya sudah bilang tidak ada pernikahan di tahun 2022 ini. Entah di tahun depan, 2023, kalau ada jodoh,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Yang parah menurut cerita Anwar, tidak satu isu itu saja yang beredar. Sejak akhir tahun sampai bulan Maret ini penyebar kabar burung menyebut wanita berbeda-beda. Seakan saya telah menikah dengan 4 wanita sekaligus dalam empat bulan terakhir.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya, yang santer di urutan pertama, saya menikah dengan Nourma Yunita. Yang kedua; dengan Merriam Bellina; yang ketiga Widyawati; dan yang keempat baru dengan Iis Sugianto. Sinting semua. Kasihan dengan keluarga mereka yang disebut itu,&#8221; cerita politisi Partai Hanura tersebut.</p>
<p>Bagaimana itu semua beredar? &#8220;Mungkin begitulah resiko orang populer,&#8221; ucapnya seraya terbahak-bahak.</p>
<p>Menurut Anwar, keempat artis itu adalah anggotanya di perkumpulan artis senior Arnas (Artis Nasional). Kebetulan baru- baru ini Arnas bikin reuni. Iis dan Nourma datang. Mungkin lihat itu penyebar gossip pun langsung nyocok-nyocokin.</p>
<p>&#8220;Betulkah Anda mengubah status di KTP dari semula &#8220;menikah&#8221; menjadi &#8220;cerai mati&#8221;?</p>
<p>&#8220;Benar. Tapi tidak ada urusan dengan menikah. Perubahan malah dilakukan seminggu setelah istri wafat. Itu ketentuan dinas kependudukan yang kita harus diikuti. Yang urus itu anak saya sendiri, kok,&#8221; papar Anwar.</p>
<p>Dari empat artis yang disebut, mana yang sebenarnya klop dengan Anda? &#8220;Nourma Yuanita!&#8221;</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>&#8220;Dari segi umur dia paling muda, 57 tahun. Masih kuatlah untuk mengurus saya yang sudah berumur begini&#8221;.</p>
<p>Sudah pernah kontak dia?</p>
<p>&#8220;Ah, gila! Nggak dong. Ini kan kita cuma berandai-andai. Nourma Yuanita kalau tahu bisa marah. Apa-apaan ini?&#8221;</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161046.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102042" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161046.jpg" alt="" width="640" height="503" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161046.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220329_161046-300x236.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Capek perang</h4>
<p>Anwar Fuady tidak hanya menggeluti dunia film, tetapi juga dunia politik. Ia pernah mengklaim parpol yang dia menjadi anggota dan pengurus, sebanyak partai yang ada di Indonesia.</p>
<p>Tak heran jika dia menyimpan semua jaket dari parpol yang ada. Yang jelas, Anwar tercatat sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat bersama SBY, serta Roy Marten dan almarhum Sys NS dari kalangan artis.</p>
<p>Pada tahun 2004, saat penyelenggaraan pertama kali Pemilihan Presiden (Pilpres) secara langsung dengan syarat yang masih mudah, ia juga maju berkontestasi untuk jabatan kepala negara.</p>
<p>Anwar waktu itu mengawali dengan mengikuti Konvensi Partai Golkar. Di konvensi itu ia bersaing dengan Jenderal Wiranto, Surya Paloh, dan R Muladi, serta banyak lagi elit politik lainnya. Anwar kalah, namun namanya hingga kini dicatat sebagai satu-satunya artis film Indonesia yang pernah mencalonkan diri sebagai Presiden RI.</p>
<p>Posisinya sekarang di Partai Hanura adalah Wakil Dewan Penasehat. Hanura adalah parpol anggota koaliasi pendukung Presiden Jokowi. Secara pribadi dia dapat digolongkan Jokowers alias pengagum berat Jokowi dunia akherat. Lihat saja profil picture ponselnya. Wajah Anwar dan Jokowi terpampang berdua hanya berjarak kurang 2 inchi.</p>
<p>Maju lagi dong di tahun 2024? &#8220;Nggak lah. Saya sudah tua. Mau istirahat, mau menikmati hari tua. Jalan-jalan keliling dunia. Capek ikut politik dari sejak muda sampai sekarang. Capek berperang. Saya stop ikut politik&#8221;.</p>
<p>Berarti akan mundur dari Partai Hanura?</p>
<p>&#8220;Tidak. Itu lain. Tapi Hanura mungkin penghabisan. Selama Pak OSO (Oesman Sapta Odang) masih di sana, saya tetap. Saya cuma ikut dia kok. Kalau Pak OSO keluar yah saya ikut keluar.&#8221;</p>
<p>Jadi tidak akan membantu Pak Jokowi kampanye untuk Presiden periode ketiga?</p>
<p>&#8220;Tidak. Itu mustahil terjadi. Pak Jokowi tidak mau. Konstitusi juga tidak membolehkan. Pak Jokowi tahu kalau maju, namanya akan jatuh di dunia internasional. Diaggap tidak taat konstitusi. Akan digolongkan diktator. Makanya, saya yakin 1000 % itu tidak akan terjadi.&#8221;</p>
<p>Lha? Dua menteri yang dekat sama Pak Jokowi, tiga ketum Parpol terus mengkondisikan Jokowi lanjut periode ketiga.</p>
<p>&#8220;Lha. Pak Jokowi pernah bilang yang usul begitu serta perpanjangan jabatan tanpa pemilu sama dengan menjerumuskan dia. Saya pegang itu.&#8221;</p>
<p>Yakin tidak akan berubah?</p>
<p>&#8220;Sekali lagi saya yakin 1000% itu mustahil.</p>
<p>Kalau menikah lagi?</p>
<p>&#8220;Hahaha kalau itu tidak mustahil. Insya Allah kalau dikasih jodoh.&#8221; <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/blak-blakan-dengan-aktor-anwar-fuady-urusan-menikah-lagi-hingga-kapok-politik/">Blak-Blakan Dengan Aktor Anwar Fuady : Urusan Menikah (Lagi) Hingga Kapok Politik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menimbang Kemarahan Presiden Jokowi Kepada Empat Menteri</title>
		<link>https://prokabar.com/menimbang-kemarahan-presiden-jokowi-kepada-empat-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2022 05:16:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mengganti menteri yang sering mengimpor barang kebutuhan di dalam lingkup kementeriannya. Presiden menyebut secara eksplisit nama menteri yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menimbang-kemarahan-presiden-jokowi-kepada-empat-menteri/">Menimbang Kemarahan Presiden Jokowi Kepada Empat Menteri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Presiden</strong> Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mengganti menteri yang sering mengimpor barang kebutuhan di dalam lingkup kementeriannya. Presiden menyebut secara eksplisit nama menteri yang gemar impor itu. Yakni, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri BUMN Erick Thohir.</p>
<p>Mendikbud Nadiem Makarim juga kena &#8220;damprat&#8221;. Lantaran baru membelanjakan 2 trilyun rupiah anggaran instansinya untuk barang produksi dalam negeri.</p>
<p>Padahal, menurut ayah Gibran dan Kaesang itu, barang-barang impor yang digunakan untuk kegiatan operasional di kementerian sudah bisa diproduksi di dalam negeri.</p>
<p>&#8220;Tempat tidur untuk rumah sakit, produksinya saya lihat di Yogyakarta ada, Bekasi, Tangerang ada,&#8221; ujar Jokowi saat memberi pengarahan pada acara &#8220;Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia&#8221; di Bali yang disiarkan secara virtual, Jumat (25/3).</p>
<p>Presiden yang sisa kurang dua tahun akan mengakhiri jabatannya melanjutkan alasan kejengkelannya. &#8220;Impor masih mau diterus-teruskan? Saya mau umumkan kalau saya jengkel. Ini RSUD juga impor. Kemenkes impor. Tak baca nanti. Karena sekarang gampang banget detail saya lihat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang baru meraih gelar Professor Kehormatan dari Universitas Hasanuddin, juga bikin Presiden naik pitam.</p>
<p>&#8220;Traktor kayak gitu bukan high tech aja impor. Jengkel saya. Saya kemarin dari Atambua, lihat traktor, alsintan impor. Ini enggak boleh Pak Menteri. Enggak boleh,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menteri BUMN Erick Thohir yang banyak memasang video dan foto dirinya di mesin ATM Bank BUMN, tak luput juga dari &#8220;gigitan&#8221; Jokowi. Lantaran, masih ada perusahaan pelat merah yang menggunakan produk impor. Jokowi pun meminta agar para dirut itu diganti.</p>
<p>&#8220;Saya sampaikan ke Menteri BUMN, sudah ganti dirutnya, ganti. Ngapain kita? (pertahankan). Sedangkan urusan saya, adalah mengganti menterinya, saya,&#8221; tambah Jokowi.</p>
<p>Kita mengenal banyak model atau doktrin dalam kepemimpinan di dunia. Salah satunya di dalam dunia militer, yaitu &#8220;Tidak ada prajurit yang jelek. Hanya ada komandan yang jelek. Segala yang dilakukan, dan tidak dilakukan prajurit adalah karena komandannya&#8221;. Seperti sering dikutip Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.</p>
<p>Kontras model kepemimpinan ini adalah, &#8220;sejauh sukses, itu baru hak pemimpin. Bagian komandan atau bos.&#8221;</p>
<h4>Pak Harto Tak Ada Reshuffle</h4>
<p>Presiden Soeharto adalah Presiden pertama Indonesia dari kalangan militer (1967-1998). Sekian lama berkuasa dengan tangan besi, kejam menurut yang dirasakan kalangan aktifis, toh Pak Harto sangat mengayom dan melindungi para anak buahnya.</p>
<p>Selama periode kepemimpinannya, Pak Harto tidak pernah menurunkan menterinya di tengah jalan. Yang kita tahu, jika menteri salah atau keliru, dipanggil menghadap ke Istana atau ke Cendana, kediamannya. Sebebal-bebal menterinya, Pak Harto akan tetap mempertahankan hingga masa jabatan lima tahun anggota kabinet berakhir baru diganti.</p>
<p>Sikap itu jelas bikin mangkel masyarakat dan lawan politiknya. Menteri yang dilindungi Itu banyak yang &#8220;memanfaatkan &#8221; kelemahan Pak Harto yang over protektif. Kita mencatat hanya terjadi 3 kali penggantian menteri di masa Orde Baru. Itu pun salah satunya karena meninggal dunia, yaitu Mendagri Basuki Rahmat yang wafat pada 8 Januari 1969 dan digantikan oleh Mayjen Amir Mahmud.</p>
<p>Sejak reformasi kerap terjadi reshuffle kabinet. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden yang paling banyak melakukan pergantian menteri, sebanyak 20 kali. Rinciannya, SBY reshuffle kabinet sebanyak 11 kali pada periode pertama (2004-2009). Kemudian, sebanyak 9 kali pada priode kedua (2009-2014).</p>
<p>Urutan kedua, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, meskipun priodenya singkat, tapi melakukan reshuffle kabinet sebanyak 13 kali.</p>
<p>Pemerintahan Presiden BJ Habibie yang singkat, juga tak ada reshuffle. Sejumlah menteri yang mengundurkan diri dijabat secara ad interim oleh menteri lainnya.</p>
<p>Demikian di era presiden Megawati Soekarnoputri. Tiga menteri yang sebelumnya mengundurkan diri dijabat oleh pelaksana tugas kementerian.</p>
<h4>Sudah 5 X Reshuffle</h4>
<p>Presiden Jokowi telah melakukan pergantian kabinet sebanyak 5 kali. Empat kali periode pertama (2014-2019). Lalu, satu kali reshuffle kabinet pada periode kedua (2019-2024).</p>
<p>Pada priode pertama seperti disebut, empat kali Presiden Jokowi melakukan reshuffle beberapa menteri diganti. Sejauh itu Presiden Jokowi tidak pernah mengungkap secara jelas apa kesalahan menteri yang diganti. Rakyat dibuat gregetan pengin tahu alasannya, namun Presiden Jokowi &#8220;keukeuh&#8221; menutupnya. Alasan yang beredar didominasi spekulasi.</p>
<p>Mengangkat dan memberhentikan menteri memang hak prerogatif Presiden.</p>
<p>Ketika saya dan sekitar sepuluh pemimpin redaksi media pers nasional dijamu makan malam di Istana, saya sempat menanyakan masalah konsideran tiap kali reshuffle. Jokowi tidak menjawab. Sejak itu saya tidak pernah menerima undangannya lagi ke Istana.</p>
<p>Saya berkesimpulan, sebagai orang Jawa, mungkin Jokowi menjaga keputusannya tidak melukai hati mantan pembantunya. Berbeda halnya pada priode kedua ini.</p>
<p>Jokowi berulang kali mengkritik kinerja pembantunya di depan publik. Pernyataannya keras, sudah sampai menyatakan &#8220;akan menggigit sendiri&#8221; yang anak buahnya yang main-main.</p>
<p>Jelas itulah yang mendasari mengapa isu reshuffle merebak awal minggu.</p>
<p>Rabu (23/3) saat Presiden menyelenggarakan rapat terbatas yang dihadiri semua anggota kabinet, banyak media yang terkecoh. Menganggap hari itu, Rabu Paing (hari kesukaannya) Jokowi akan mengumumkan reshuffle. Tetapi ternyata tidak. Sampai kemudian muncul nada kejengkelan dan ancamannya di Bali kemarin.</p>
<p>Artinya ini teguran Jokowi kesekian kali disampaikan di depan publik. Sebuah teguran yang dapat digolongkan sebagai nyinyir. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nyinyir merupakan kata yang menjelaskan nomina (Objek Orang) atau pronomina (Benda).</p>
<p>Istilah Nyinyir dalam dunia nyata memiliki arti Cerewet ; Nyenyeh dan Mengulang-ulang perintah atau permintaan. Dia dunia maya lain lagi. Kata nyinyir sering ditemui di berbagai status dan postingan di media sosial.</p>
<p>Contohnya, seperti ini :&#8221; Halah, biasanya nyinyirin orang aja lo, pas ketemu aslinya juga palingan diem doang&#8221;.</p>
<p>Berdasar referensi netizen itu, setelah menimbang kemarahan Presiden kemarin, saya berkesimpulan Presiden Jokowi tidak akan mereshuffle kabinetnya. Fakta obyektif nya: masa pemerintahannya kurang dua tahun sebelum berakhir. Ganti menteri mudah, namun untuk beradaptasi perlu waktu beberapa bulan lagi. Kongkritnya tidak efektif.</p>
<p>Menteri-menteri cukup dinyinyirin saja supaya fokus pada pekerjaannya. Paling yang meradang hanya kader PAN yang tahun lalu bergabung dengan partai koalisi pendukung Jokowi.</p>
<p>Padahal, Ibarat pertandingan sepakbola, Ketum PAN Zulkifli Hasan, tampak di tribun penonton sudah ganti kostum dan sedang pemanasan di pinggir lapangan menunggu bola mati. Ya, memang begitulah risiko teringan dari politik.<strong> (*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menimbang-kemarahan-presiden-jokowi-kepada-empat-menteri/">Menimbang Kemarahan Presiden Jokowi Kepada Empat Menteri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertabur Bintang Jelang Ramadan</title>
		<link>https://prokabar.com/bertabur-bintang-jelang-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2022 09:11:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Puluhan artis film senior Indonesia Selasa (15/3) petang &#8220;ngeriung&#8221; di &#8220;Dapoer Bang Miing&#8221;, di Grand Galaxy City, Bekasi, Jawa Barat. Mudah dibayangkan suasana riuh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bertabur-bintang-jelang-ramadan/">Bertabur Bintang Jelang Ramadan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Puluhan</strong> artis film senior Indonesia Selasa (15/3) petang &#8220;ngeriung&#8221; di &#8220;Dapoer Bang Miing&#8221;, di Grand Galaxy City, Bekasi, Jawa Barat. Mudah dibayangkan suasana riuh sepanjang sore hingga malam malam di resto yang baru dibuka Miing Bagito setahun lalu.</p>
<p>Tamunya para artis yang tergabung di grup WhatsApp ( WAG) &#8220;Artis C&#8217;Nior&#8221;. Member WAG itu mayoritas artis film yang pernah berkilau dengan honor tertinggi di masanya. Sebagian malah ada yang sempat menjadi &#8220;crazy rich&#8221; &#8212; asli&#8211; untuk ukuran masa itu. Sebagian lagi dicatat berperan penting mempengaruhi selera penonton era film Indonesia modern di awal 80 sampai tahun 90 an.</p>
<p>Mereka, antara lain, Yessy Gusman, Jenny Rachman, Deddy Mizwar, Nurul Arifin, Camelia Malik,Paramitha Rusyadi, Eva Arnaz, Debby C Dewi, Ita Mustafa, Baby Zilvia, Hengky Tornando, Zairin Zain, Evie Tamala, Leily Sagita, Niniek L Karim, Boy Tirayoh, Eko Patrio, Ida Leman, Ucy Bing Slamet, Tetty Liz Indriati, Nurul Arifin, Le Roy Osmani dan Harry Capri. Sayang, Yattie Octavia dan Pangky Suwito menit terakhir batal karena terpapar covid19.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155452.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-101587" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155452.jpg" alt="" width="640" height="439" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155452.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155452-300x206.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Baru dua kali</h4>
<p>Selama masa pandemi mereka lebih banyak menjalin komunikasi hanya lewat WAG. Kumpul tatap muka baru dua kali mereka selenggarakan.</p>
<p>Tahun lalu, di &#8220;Waroeng Si Doel&#8221; milik Rano Karno. Awal tahun ini di Villa Poeti, milik Harry Capri di Bogor.</p>
<p>Yang menjadi tuan rumah kali ini Miing Bagito. Semula diagendakan minggu lalu. Seminggu sebelum acara, varian Omicron mengamuk, mengerek angka pasien covid19 di Jakarta. Gathering kemarin pun ganti tema : menjadi acara silaturahim menyongsong Ramadan, 2 April mendatang.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, meriah. Jumlah kawan yang hadir empat puluh orang,&#8221; kata Miing Rabu (16/3) siang.</p>
<p>&#8220;Abang nyesel nggak datang. Sop buntutnya uenak banget,&#8221; ucap Yessy Gusman yang dihubungi terpisah. Pemeran film &#8220;Gita Cinta Dari SMA&#8221; ini berperan sebagai koordinator WAG C&#8217;Nior. Yessy paling gembira karena inisiasinya untuk kumpul itu terlaksana. Menurut cerita dia, di acara kemarin makanan berlimpah. Tuan rumah memberi pula souvenir berupa goodybag yang isinya dompet dan parfum.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155519.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-101588" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155519.jpg" alt="" width="640" height="554" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155519.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_155519-300x260.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Bagaimana dengan Duren?<br />
&#8220;Wow! Melimpah juga. Ada dua macam, makan sepuasnya. Duren itu disponsori pak Dwi,&#8221; ungkapnya. Pak Dwi yang dimaksud adalah Komjen Pol Dwi Priyatno, mantan Kapolda Jateng yang belakangan ini bersama istri selalu hadir dalam acara gathering &#8220;C&#8217;Nior&#8221;.</p>
<p>&#8220;Acara semalam memang asyik, sampai lupa sudah jam sepuluh malam masih ramai,&#8221; cerita Zairin Zain, produser film, Sekjen PPFI ( Persatuan Perusahaan Film Indonesia).</p>
<p>Selain menikmati aneka masakan menu khas Indonesia di &#8220;Dapoer Bang Miing&#8221;, tamu juga juga disuguhi hiburan organ tunggal. Yang mengisi para artis itu, mereka bergantian menyanyi. Momen seperti itulah biasanya Naga Bonar Deddy Mizwar bikin surprise. Ikutan tarik suara merdu memukau audiens. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bertabur-bintang-jelang-ramadan/">Bertabur Bintang Jelang Ramadan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nama &#038; Peristiwa di 5 Benua Dalam Buku &#8220;Granada, Menangislah&#8230;&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/nama-peristiwa-di-5-benua-dalam-buku-granada-menangislah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2022 07:11:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sampai sekarang, wartawan memang masih satu dari hanya empat profesi yang diakui publik. Penghargaan itu tentu terkait peran para wartawan pendahulu yang dalam sejarah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nama-peristiwa-di-5-benua-dalam-buku-granada-menangislah/">Nama &amp; Peristiwa di 5 Benua Dalam Buku &#8220;Granada, Menangislah&#8230;&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sampai</strong> sekarang, wartawan memang masih satu dari hanya empat profesi yang diakui publik. Penghargaan itu tentu terkait peran para wartawan pendahulu yang dalam sejarah Indonesia, boleh dibilang memang banyak hal. Tidak hanya jadi pelapor (reporter). Tapi mereka umumnya seniman, sastrawan, dramawan, politikus, dan tokoh pergerakan nasional yang ikut mendirikan republik ini.</p>
<p>Dalam sejarah perfilman nasional,<br />
Saeroen (1920an–1962) adalah jurnalis dan penulis pertama yang menulis cerita dan skenario film Indonesia.</p>
<p>Pada pertengahan tahun 1930-an Saeroen mendirikan koran harian Pemandangan dengan Raden Haji Djunaedi dan menulis editorial dengan nama Kampret.</p>
<p>Ketika koran tersebut dibubarkan dia masuk ke industri perfilman dan memulai debutnya dengan menulis cerita dan skenario film &#8220;Terang Boelan&#8221; (1937) yang diproduksi Albert Balink.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_135543.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-101579" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_135543.jpg" alt="" width="640" height="511" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_135543.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG_20220316_135543-300x240.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail, juga seorang wartawan, Ketua Umum PWI, yang sangat dhormati.</p>
<p>Di dunia pers dan politik tercatat dalam tinta emas nama-nama harum seperti Haji Agus Salim, Adam Malik, BM Diah, Rosihan Anwar, Mochtar Lubis, Manai Sophiaan, untuk menyebut beberapa nama.</p>
<p>Asro Kamal Rokan tampaknya mendapat &#8220;titisan&#8221; itu. Sebagai wartawan dia sudah pernah sampai di puncak karir dengan menjadi pemimpin redaksi Harian Republika dan Direktur Utama Kantor Berita Antara.</p>
<p>Dalam usia tak bisa dibilang muda ia tetap berkarya mengekspresikan kegelisahannya sebagai wartawan sastrawan.</p>
<p>Ketika mengawali karier sebagai wartawan, Asro memang bekerja di Harian Merdeka milik BM Diah yang kerap dijuluki &#8220;kawah candradimuka&#8221; wartawan Indonesia. Kenyang lah dia ditempa di situ.</p>
<p>Buku terbarunya &#8220;Granada, menangislah&#8221; sebagian merangkum pengalaman dia berkeliling dunia dan pandangannya sebagai wartawan merespons banyak hal.</p>
<p>Saat menyusuri Spanyol, menyusuri sejarah Andalusia, dia keber habis sejarah kejayaan Islam selama 7 abad di Eropah. Dan, menutup kisah itu dengan lirih.</p>
<p>&#8220;Setelah berkeliling di Istana Alhambra, monumen terakhir kejayaan pemerintah Islam selama 781 tahun yang berakhir tragis, diikuti kekejaman dan intoleransi&#8211; saya meninggalkan Granada dengan perasaan sangat pilu. Puncak Gunung Siera Nevada ditutupi salju. Dingin dan beku. Di perjalanan pulang menuju Madrid, terngiang kata-kata Aisyah, ibu Sultan terakhir Granada : menangislah terhadap apa yang tidak bisa kau pertahankan selayaknya lelaki. Dan, pengusiran, penyesalan, keterasingan, penghinaan terjadi karena keserakahan dan hasrat manusia pada kekuasaan yang tidak terbendung. Harga diri dan akal sehat telah hilang, merugi hingga kini,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Pesan itu kuat sekali menghunjam kalbu. Buku &#8220;Granada&#8221; yang diluncurkan bulan lalu, diterbitkan oleh PT Rajagrafindo, berisi 32 tulisan Asro tentang nama dan peristiwa dalam sejarah masa lampau dan kini. Dengan pelbagai problema sosial politik, ekonomi dan hankamrata di Eropah, Amerika, Asia, Afrika, dan Australia. Semua menarik dan perlu dibaca.</p>
<p>Teknik penulisan Asro mengagumkan ketika mendeskripsikan kota -kota dunia yang dikunjungi. Asro kelahiran 24 Desember 1960. Sejak remaja, sudah menuliskan puisi, cerita pendek, dan esay di berbagai surat kabar terbitan Medan, Sumatera Utara. Asro juga menulis naskah drama dan menyutradarai untuk stasiun TVRI Medan. Pantas nafasnya panjang, tidak bergantung penugasan atau &#8220;baju dinas&#8221; &#8212; hanya saat bekerja di media resmi dan terima gaji teratur &#8212; baru berkarya.</p>
<p>Dalam buku itu saya menangkap juga ikhtiarnya, mengedukasi publik dan khususnya kalangan jurnalis agar tidak hanya berlaku turis. Hanya menyentuh permukaan suatu masalah. Hanya mengupload di media sosial foto-foto penanda zaman di negara mana saja mereka berada. &#8221; Tulislah tentang itu&#8221; kira-kira begitu pesannya. Setuju? <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nama-peristiwa-di-5-benua-dalam-buku-granada-menangislah/">Nama &amp; Peristiwa di 5 Benua Dalam Buku &#8220;Granada, Menangislah&#8230;&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ya, Ampun, Presiden</title>
		<link>https://prokabar.com/ya-ampun-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2022 04:18:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#presiden jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#presiden3periode]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101310</guid>

					<description><![CDATA[<p>PRESIDEN Joko Widodo akhirnya menanggapi kegaduhan yang dipicu oleh wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatannya. Kepada Kompas.id Sabtu (5/3), Jokowi menyatakan dirinya bakal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ya-ampun-presiden/">Ya, Ampun, Presiden</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PRESIDEN</strong> Joko Widodo akhirnya menanggapi kegaduhan yang dipicu oleh wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatannya.</p>
<p>Kepada Kompas.id Sabtu (5/3), Jokowi menyatakan dirinya bakal patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945.<br />
&#8220;Kita bukan hanya taat dan tunduk, tetapi juga patuh pada konstitusi,&#8221; katanya tegas di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/3).</p>
<p>Pernyataan Presiden tampaknya khusus untuk Kompas. Tidak ditemukan hari itu di website Istana. Juga di beberapa media konvensional lainnya yang biasa rajin mengutip Presiden Jokowi. Redaksi Kompas.id memang tidak mengimbuhkan kata eksklusif pernyataan itu untuk Kompas. Bahkan berita dimaksud tidak menyebut dalam kesempatan apa Presiden Jokowi bicara seperti itu. Dia bicara ditanya wartawan (langsung atau tertulis). Atau bicara berdasar inisiatif sendiri?</p>
<p>Masyarakat memang sudah dua pekan menunggu respons Jokowi atas pernyataan menteri nya dan pimpinan parpol koalisi pendukungnya yang telah menimbulkan polemik panjang di tengah masyarakat.<br />
Menutup berita Ibu Kota Negara (IKN), isu Azan Menteri Agama. Laporan Gibran dan Kaesang ke KPK pun terlupakan.</p>
<p>Seperti disebut, ada dua pernyataan bermasalah yang mengemuka di publik. Pertama, wacana penundaan Pemilu 2024, yang kedua perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.</p>
<p>Berbagai pihak telah memberi tanggapan bahkan mayoritas pakar hukum tata negara menganggap wacana itu melecehkan dan merupakan percobaan perbuatan makar pada konstitusi.</p>
<h4>Tidak bisa dilarang</h4>
<p>Dalam kesempatan di Istana Bogor, Jokowi selanjutnya menyatakan, wacana penundaan pemilu tidak bisa dilarang. Sebab, hal itu bagian dari demokrasi.</p>
<p>&#8220;Siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, menteri atau partai politik, karena ini kan demokrasi. Bebas aja berpendapat. Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menanggapi itu cendekiawan muslim Azyumardi Azra meminta masyarakat waspada terhadap sikap Presiden Jokowi itu.</p>
<p>Sebab, Jokowi kerap melakukan tindakan yang berlawanan. Meski berkali-kali mantan Wali Kota Solo itu menolak memperpanjang masa jabatan, Azra mewaspadai pernyataan itu akan berubah sebaliknya.</p>
<p>&#8220;Pernyataan Presiden Jokowi bahwa ia &#8220;taat, tunduk dan patuh pd konstitusi&#8221; masih normatif. Tidak cukup tegas menjawab kegaduhan politik 3 pimpinan parpol yg mengusulkan penundaan Pemilu 14 Feb 2024. Presiden Jokowi juga tidak eksplisit dan tegas menyatakan menolak penundaan Pemilu 2024, perpanjangan masa jabatan Presiden dan amandemen UUD 1945,&#8221; papar Profesor Azyumardi Azra, Minggu (6/3) pagi.</p>
<p>&#8220;Saya sudah menyampaikan secara terbuka di berbagai media. Jangan berpendapat begitu [Jokowi menolak], apalagi yakin. Karena melihat gejalanya sering apa yang dikatakan Presiden Jokowi itu selalu berlawanan dengan apa yang dilakukan,&#8221; sambung anggota Dewan Pers yang baru terpilih itu.</p>
<h4>Menggunakan Pasal 37</h4>
<p>Pasal 22 E UUD 1945 menggariskan pemilu presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD, serta DPRD provinsi dan kabupaten/kota dilaksanakan lima tahun sekali. Sedangkan Pasal 7 membatasi jabatan Presiden dan Wakil Presiden hanya boleh dua priode, yang setiap priodenya berdurasi 5 tahun. Berdasar aturan itu, masa jabatan Jokowi akan berakhir tahun 2024 dan tidak bisa dipilih lagi.</p>
<p>Namun, untuk mengubah Pasal 22 E dan Pasal 7, memang ada salurannya, meskipun ditentang Prof Denny Indrayana, pakar hukum tata negara.</p>
<p>Denny tetap menilai tindakan itu melecehkan konstitusionalisme. Ada yang menduga tiga pimpinan parpol akan memanfaatkan pasal 37 UUD sebagai jalan masuk. Maka penundaan Pemilu 2024 atau perpanjangan masa jabatan pun akan menjadi konstitusional. Itulah yang mungkin dimaksud Jokowi taat pada konstitusi.</p>
<p>Pasal 37 UUD 1945 secara umum membahas tentang perubahan UUD. Pasal itu menegaskan UUD dapat diubah jika sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dihadiri minimal 2/3 dari jumlah anggota MPR.</p>
<p>Secara eksplisit jalan itu sudah diterangkan oleh Ketua MPR- RI, Bambang Soesatyo. Apalagi UUD 1945 sudah empat kali diamandemen sejak reformasi. Kolaborasi Presiden Jokowi dengan parlemen yang kursinya dikuasai oleh partai koalisi bisa melapangkan jalan amandemen terbatas pasal 22 E dan pasal 7 konstitusi. Perubahan konstitusi dimungkinkan jika diusulkan 2/3 anggota MPR-RI. Jumlah anggota MPR -RI terdiri 560 anggota DPR-RI ditambah 136 anggota DPD. Ketua DPD boleh saja menolak, namun itu bukanlah suara semua anggota DPD, yang nota bene mayoritas kader partai dengan atribusi lain.</p>
<p>Coba simak tanggapan Jokowi terhadap pihak yang mewacanakan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden RI juga kemarin di Bogor, melunak.</p>
<p>Dulu Jokowi bilang yang mengusulkan itu motifnya tiga. Mencari muka, menampar mukanya, dan hendak menjerumuskannya. Sekarang boleh, katanya. Bebas. Pihak manapun yang mengusulkan karena itu hak demokrasinya.</p>
<h4>Ya, Ampun Presiden!</h4>
<p>Mungkin kita yang berekspektasi berlebihan memahami demokrasi. Rakyat juga keliru. Semua pihak yang memprotes menteri dan petinggi parpol yang dianggap menghianati konstitusi, mungkin tidak pada tempatnya jika berharap Presiden Jokowi bicara tegas.</p>
<p>&#8220;Dalam politik, jika Anda ingin sesuatu dikatakan, tanyakan pada seorang pria; jika Anda ingin sesuatu dilakukan, mintalah pada seorang wanita.&#8221; kata Margaret Thatcher. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ya-ampun-presiden/">Ya, Ampun, Presiden</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suatu Pagi Bersama Menlu Retno Marsudi</title>
		<link>https://prokabar.com/suatu-pagi-bersama-menlu-retno-marsudi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2022 09:18:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#menlu]]></category>
		<category><![CDATA[#SusiPudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101174</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Mbak&#8230; Mbak Retno&#8230; Mbak .. Kirim aku saja ketemu Putin! &#8220;Hai Mbak Susi. Senang yah kita ketemuan lagi pagi ini,&#8221; sahut yang disapa. Yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/suatu-pagi-bersama-menlu-retno-marsudi/">Suatu Pagi Bersama Menlu Retno Marsudi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mbak&#8230; Mbak Retno&#8230; Mbak .. Kirim aku saja ketemu Putin!</p>
<p>&#8220;Hai Mbak Susi. Senang yah kita ketemuan lagi pagi ini,&#8221; sahut yang disapa.</p>
<p>Yang menyapa adalah Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan &amp; Perikanan (KKP) priode 2014-2020. Yang disapa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Putin yang dimaksud adalah Vladimir Putin, Presiden Rusia yang menjadi perbincangan di seluruh dunia karena menginvasi Ukraina sejak Kamis( 24/2) lalu.</p>
<p>Yang bikin menlu harus banyak olahraga, supaya kuat bekerja dan terutama bergerak cepat mengevakuasi warga kita di sana. Sampai Minggu (27/2) Kemenlu sudah berhasil mengevakuasi 25 WNI dari Ukraina.</p>
<p>&#8220;Aku ditunjuk saja sebagai utusan khusus RI untuk Rusia, Mbak&#8221; sambung Susi lagi.<br />
Percakapan dua &#8220;Srikandi&#8221; Indonesia itu berlangsung Senin (28) pagi di sela-sela acara jogging pagi bersama komunitas &#8220;Komengsong&#8221; di Stadion Utama Gelora Bung Karno.</p>
<p>&#8220;Komengsong &#8221; adalah nama WhatsApp Group (WAG) komunitas itu : sejumlah menteri, duta besar, dan pemimpin redaksi media. Sudah lebih dua tahun sebagian besar tidak pernah bertemu sejak pandemi. Maka ketika terlontar ide jogging pagi bersama di GBK, hampir semua merespons ok.</p>
<p>Yang menjadi tuan rumah adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sekalian dengan sarapan Bakso dan Mpek-Mpek Palembang, makanan khas tanah kelahiran Menhub. Jogging diikuti sekitar 30 orang yang datangnya bergelombang, dimulai pukul 6 pagi. Turut mendampingi jogging itu Dirut GBK Rakhmadi Afif Kusumo, Direktur Pengembangan GBK, Muhammad Rofiq, dan Kepala Unit SU GBK, Cucu Bandung.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161145.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-101175" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161145.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161145.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161145-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Saya yang telat tiba beberapa menit di GBK langsung bergabung dengan Budi Karya Sumadi, Menlu Retno Marsudi dan suami Agus Marsudi, Najwa Shihab, Jubir Kemenhub Adita Irawati, mantan Dirut Dirgantara Indonesia Elfien Guntoro, Wakil Pemimpin Umum Kompas Budiman Tanuredjo, dan Ridwan Dalimunthe dari detikcom.</p>
<p>&#8220;Kloter pertama&#8221; itu sudah menyelesaikan beberapa putaran lintasan lari stadion ketika saya dan Najwa Shihab bergabung. Kloter kedua, mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Isteri, Juru Bicara Wapres Jusuf Kalla, Husain Abdullah, Ipang Wahid, politisi Ferry Mursyidan Baldan, Ipang Wahid, Intan Katoppo, Yenny Wahid. Kloter ketiga, Pemred JakTV Timbo Siahaan, mantan Pemred Tempo Wahyu Muryadi dan Susi Pudjiastuti.</p>
<p>Retno Marsudi mencatat rekor jogging 7,9 km dalam waktu 90 menit. Sulit dikejar oleh kebanyakan rombongan. Tampak tubuhnya begitu ringan mengayun langkah. Padahal, menurutnya dia jogging dengan santai, sambil ngobrol.</p>
<p>Saya memang sempat bertanya soal konflik Rusia &#8211; Ukraina. Secara singkat Retno bisa menggambarkan situasi di Ukraina dan prediksinya ke depan, tapi sayang itu hanya untuk background informasi, tidak untuk dikutip media alias off the record.</p>
<p>Terakhir, saya sempat melirik sepatu Menlu. Dia cepat merespons. &#8220;Kali ini kiri kanan sama Pak, Bang IB, tidak belang lagi,&#8221; ujarnya. Di antara menteri kabinet, Retno paling modis. Sepatunya yang beda warna sempat viral di media sosial.</p>
<p>Yang paling cepat klar joggingnya, Menhub. Setengah jam jogging, Budi Karya pamit. Dia harus segera ke bandara untuk terbang ke Solo. Mau mendampingi Presiden Jokowi melayat pamannya yang meninggal dunia. Saya sempat juga melirik dan menanyakan merek sepatunya yang kiri kanan berbeda corak dan warna? Seragam kabinet? &#8220;Ah, nggak lah,&#8221; sahutnya sambil senyum, tahu saya menggoda dia.</p>
<h4>Komengsong Show</h4>
<p>Acara jogging pagi tadi benar-benar suatu pagi yang indah dan mengesankan bagi Komengsong. Ipang Wahid, Timbo Siahaan, Najwa Shihab &#8220;mengcreate&#8221; banyak adegan foto-foto untuk konten media sosial. Menyaksikan menata konten-konten itu saja sudah menghibur. Seperti sebuah pertunjukan &#8220;Komengsong Show &#8220;.</p>
<p>Sebelum tinggalkan GBK, Menlu Retno, Najwa Shihab, Susi Pudjiastuti, Saleh Husin dan Ipang Wahid masih sempat melakoni adegan lomba di trak pelintasan lari stadion. Jangan salah. Itu untuk foto atau video konten bukan benar-benar lari. Najwa memecahkan rekor urusan ini. Membuat banyak konten Tiktok yang disebar saat itu juga di media sosial.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161124.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-101176" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161124.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161124.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220228_161124-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Saya suka Putin</h4>
<p>Keluar dari Stadion Utama, Ferry Mulsyidan Baldan mengajak sebagian rombongan menikmati kopi di GBK Corner. Show berlanjut di sini. Bintangnya: Susi Pudjiastuti. Saya setengah jam duduk bersebelahan dengan dia tidak bisa tenang. Selama setengah jam itu puluhan orang sudah mengerubung. Setiap menit Susi diminta foto bersama oleh para pengunjung. Untung semuanya sadar tetap taat prokes.</p>
<p>Serius mau ketemu Putin?<br />
&#8220;Seriuslah,&#8221; sahut Susi. &#8220;Saya suka dia. Handsome dan kulitnya halus,&#8221; tambah dia. Susi mengaku punya kenangan karena pernah dapat hadiah mengesankan dari Putin. Susi bertemu Presiden Rusia itu tahun 2015 sewaktu menyertai rombongan Presiden RI ke Rusia.</p>
<p>&#8220;Kami dijamu di rumahnya. Saya ingat waktu itu duduk dan ngobrol bersama beberapa pejabat tinggi. Saya mengutarakan impian saya nonton ballet Rusia di Jakarta. Spontan Menlunya berdiri, memegang tangan saya, dan berkata &#8220;deal&#8221;. &#8220;Kita deal yah,&#8221; ungkap Susi.</p>
<p>Tiga bulan kemudian deal itu terealisasi. Putin benar-benar mengirimkan 90 penari ballet Rusia untuk Susi yang dipertunjukkan di Ballroom Hotel Kemphinsky, Jakarta.</p>
<p>Seandainya ditunjuk sebagai utusan pemerintah untuk ke Rusia menemui Putin, apa yang mau disampaikan?</p>
<p>&#8220;Tunggu saja kalau betul-betul ditunjuk. Yang pasti saya senang banget. Dia itu idola saya. Orang yang taat menepati janji. Saya suka banget,&#8221; kata Susi.</p>
<p>Percakapan terhenti. Susi kembali harus melayani pengunjung GBK yang antre mau foto bersama dia. Saya pun pamit. Semoga impian Susi terkabul bisa ketemu Putin. Siapa tahu pula Susi bisa meredakan kemurkaan Putin. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/suatu-pagi-bersama-menlu-retno-marsudi/">Suatu Pagi Bersama Menlu Retno Marsudi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heboh Mesin ATM BNI di Rumah Raffi Ahmad</title>
		<link>https://prokabar.com/heboh-mesin-atm-bni-di-rumah-raffi-ahmad/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2022 16:28:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#atm]]></category>
		<category><![CDATA[#bni]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#raffi ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[#rans]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100832</guid>

					<description><![CDATA[<p>Catatan Ilham Bintang PEMASANGAN mesin ATM (Auto Teller Machine) Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi topik hangat hingga akhir pekan ini. Ramai diperbincangkan publik di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/heboh-mesin-atm-bni-di-rumah-raffi-ahmad/">Heboh Mesin ATM BNI di Rumah Raffi Ahmad</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Catatan Ilham Bintang</h4>
<p><strong>PEMASANGAN</strong> mesin ATM (Auto Teller Machine) Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi topik hangat hingga akhir pekan ini. Ramai diperbincangkan publik di media soal maupun di WAG-WAG komunitas warga.</p>
<p>Ada yang berdecak kagum kepercayaan dan keistimewaan yang diperoleh anak muda itu dari pihak perbankan. Tak sedikit pula yang mencibir. Menganggap kurangnya kepekaan sosial pemerintah (mengingat BNI sebagai bank BUMN) terhadap kebanyakan masyarakat yang masih miskin.</p>
<p>Ada pula yang sampai geram, menganggap peristiwa itu bukti pemerintah melakukan diskriminasi.</p>
<p>Yang berpendapat ini mungkin mengira hadiah mesin ATM BNI i berikut isinya yang tidak akan habis-habis. Mungkin. Juga lupa BNI adalah institusi bisnis biarpun historis dan namanya terkait negara.</p>
<p>Acara penyerahan mesin ATM BNI yang heboh itu menjadi konten kanal RANS Entetertainment yang disiarkan kemarin.</p>
<p>RANS adalah perusahaan yang menggunakan akronim nama pasangan suami istri artis tajir melintir itu : Raffi Ahmad &#8211; Nagita Slavina.</p>
<p>RANS memiliki hampir 60 juta followers. Wajar jika sebentar saja konten itu viral, menyebar ke mana-mana di seluruh Tanah Air maupun di mancanaegara.</p>
<p>RANS memang sudah menjadi kotak dollar pasangan Raffi dan Nagita. Bisnis media itu melontarkannya menjadi trilyuner. Dari RANS pasangan Raffi-Nagita bukan cuma dapat koin (uang) untuk membangun emporium bisnis di berbagai jenis usaha. RANS juga dapat poin. Brandnya semakin kuat. Itu yang mahal tak ternilai, butuh perjuangan panjang untuk meraihnya.</p>
<p>Dalam konteks itulah minggu lalu Majalah Forbes menganugerahinya sampul muka wajah mereka dengan banner wow : Sultan Content!</p>
<p>Berbagai konglomerasi komoditi jasa kreatif level raksasa seperti SCTV Group pun merapat bekerjasama dengan RANS. Semakin mendongkrak level RANS sebagai konglomerat media.</p>
<h4>Reality show</h4>
<p>ATM BNI yang dipasang di rumah Raffi kemarin disebut juga sebagai kado ulang tahun untuk pasangan yang kebetulan jatuh pada hari yang sama : 17 Februari. Dicreate lah acara penyerahan ATM BNI sebagai sebuah surprise. Tapi tanpa Raffi yang masih menjalani isolasi mandiri karena positif Covid19. Hanya Nagita dan krunya yang menerima penyerahan mesin ATM BNI hari itu. Tapi tak mengurangi kehebohannya.</p>
<p>Digambarkan sempat sesaat Nagita tertegun mendapati puluhan karyawan BNI sudah berkerumun di rumahnya. Dalam penggambaran berikutnya digabung dengan adegan sebelumnya : kesibukan perbaikan parabola di bagian lain rumahnya. Tujuannya : untuk mengalihkan perhatian tuan rumah sampai tempat acara siap digunakan. Begitulah proses kreatif konten yang lazim disebut “reality show&#8221;.</p>
<p>Anda juga tahu lah. Sebagian besar adegan konten itu pura-pura. Sudah direncanakan matang tapi proses kreatif mengemasnya seakan itu benar-benar surprise.</p>
<p>Pemasangan mesin ATM perlu waktu. Harus memenuhi banyak persyaratan administratif. Maklum ini mesin uang yang sering diincar pelaku kejahatan. Perlu proses connecting dengan jaringan perbankan.</p>
<p>Mesin ATM umumnya meskipun milik satu bank, tetapi bisa dipakai mengakses untuk menarik uang (tabungan/rekening) dari bank lain.</p>
<p>Selain itu perlu persetujuan pemilik properti sekaligus untuk mengambil tanggung jawab pengoperasian mesin ATM. Belum lagi pemasangan fisik mesin ATM itu yang memerlukan kerja teknis tersendiri. Termasuk mencari posisi yang tepat, aksesnya dengan saluran listrik ke PLN dan internet. Juga harus dipastikan aman dari begal.</p>
<p>Konten reality show semacam acara penyerahan ATM BNI itu bisnis utama RANS. Di Indonesia, memang dia salah satu sultannya, sekarang. Penyebaran konten di RANS tentu ada hitungannya. Asumsinya seluruh 60 juta pengikut RANS di medsos menonton. Kalikan saja dengan &#8220;rate card&#8221; (tarif) yang dibandrol Raffi sekali muncul di kanal itu. Sekali lagi Ini murni bisnis. Kalau BNI hanya meminjamkan mesin ATM sudah pasti bank itu yang beruntung. Menang banyak.</p>
<h4>Tamu kalangan pemerintah</h4>
<p>Bolehkah ATM dipasang di kediaman pribadi ? Parameternya bukan itu. Tetapi berapa banyak orang yang akan menggunakannya. Sebab dari tiap transaksi di ATM bank menarik fee.</p>
<p>Rumah Raffi sudah lama merangkap sebagai studio dan kantor untuk mengoperasikan usahanya. Pusat konsentrasi aktifitas kreatif yang setiap hari melibatkan banyak orang. Mulai kru, artis, sineas, dan mitra kerja dari berbagai kalangan. Belum tamu keluarga, kawan sesama artis, dan fans. Termasuk tamu kalangan pemerintah yang belakangan kelihatan rajin berkunjung setelah Raffi diajak Presiden Jokowi vaksinasi bareng tempo hari. Tapi, saya tidak akan mengulas itu. Aktifitas perkantoran sehari-hari di RANS itulah yang tampaknya menjadi selling point dan dijadikan syarat utama siapa saja yang mengajukan pemasangan ATM.</p>
<p>Buat BNI selain promosi murah lewat RANS, juga seperti disebut di awal, ada iming-iming fee dalam setiap transaksi di ATM nya. Apalagi fungsi teller di berbagai bank sudah mulai dikurangi. Selain karena perkembangan teknologi digital menuntut seperti itu, kebetulan pula pandemi dua tahun terakhir bikin teller menganggur lantaran nasabah malas ke bank. Malah, beberapa kantor cabang pembantu BNI kabarnya banyak yang sudah ditutup. Daripada mesin ATM menganggur dialihkanlah ke tempat-tempat yang lebih menguntungkan tanpa perlu pihak bank keluar biaya lagi. Mungkin juga mesin ATM sejenis itu yang ditaruh di rumah Raffi.</p>
<p>Akses meminta mesin ATM terbuka luas. ATM bank mana saja. Mau bank pemerintah, swasta, maupun bank syariah. Searching saja di internet. Buka link PT. Abadi Tambah Mulia Internasional (ATMi). Perusahaaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan ATM. Yang menyediakan sistem kerjasama pemasangan mesin ATM untuk segala tipe perusahaan.</p>
<p>Jadi tidak ada yang salah dalam pemasangan mesin ATM BNI di rumah Raffi. Mau buat kado ulang tahun dia dan isterinya, kado kelahiran anaknya, atau untuk mendoakan supaya Raffi sembuh, silahkan saja. Itu kan judul belaka. Yang pasti Itu bisnis belaka. Terkonfirmasi dari pernyataan pihak BNI kemarin.</p>
<p>&#8220;ATM di kediaman pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2022. ATM tersebut merupakan relokasi dari ATM Alfamart Limo Cinere,&#8221; begitu disampaikan Corporate Secretary BNI Mucharom kepada detikcom, Sabtu (19/2). Nah! Apa saya bilang? <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/heboh-mesin-atm-bni-di-rumah-raffi-ahmad/">Heboh Mesin ATM BNI di Rumah Raffi Ahmad</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Respons Lonjakan Covid-19 di Tiga Negara Tetangga</title>
		<link>https://prokabar.com/respons-lonjakan-covid-19-di-tiga-negara-tetangga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2022 08:08:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100813</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mulai Sabtu (19/2) ini pemerintah Malaysia akan menunda sehari pengumuman up date kasus harian Covid19. Dari semula setiap hari pukul 3 sore, diundur menjadi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/respons-lonjakan-covid-19-di-tiga-negara-tetangga/">Respons Lonjakan Covid-19 di Tiga Negara Tetangga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mulai</strong> Sabtu (19/2) ini pemerintah Malaysia akan menunda sehari pengumuman up date kasus harian Covid19. Dari semula setiap hari pukul 3 sore, diundur menjadi keesokan harinya pukul 10 pagi.</p>
<p>Perubahan itu merupakan salah satu respons menyusul lonjakan kasus Covid19 itu. Di Malaysia rata-rata sehari 23 ribu kasus seminggu terakhir. Tertinggi Rabu (16/2) lalu yang memecahkan rekor 27 ribu kasus. Angka itu tertinggi selama dua tahun pandemi di Malaysia.</p>
<p>Pemerintah tidak membuat kebijakan lain bersifat spesifik untuk membatasi aktifitas masyarakat terkait lonjakan virus Covid19 yang terjadi.</p>
<p>&#8220;Pengumuman diundur supaya tidak berdampak ketakutan bagi rakyat,&#8221; kata Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy<br />
Jamaluddin, Jumat (18/2).</p>
<h4>Revolusioner</h4>
<p>Pemerintah Singapura lebih revolusioner menghadapi serangan virus covid19 yang melonjak tinggi di negaranya. Tetap keukeh mau hidup berdampingan dengan Covid19, seperti dicita-citakan sejak tahun lalu. Sudah pernah beberapa kali dideklarasikan, namun terganjal karena setiap kali selesai deklarasi, di luar perkiraan serangan Covid19 semakin ugal-ugalan.</p>
<p>Sekarang, Singapura sudah bertekad mulai 25 Februari akan melonggarkan kegiatan di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Bahkan jalur masuk untuk warga asing dibuka lagi dari Hongkong, Arab Saudi, Uni Emirat Arab. Orang asing masuk Singapura tidak lagi pakai PCR tetapi cukup tes antigen. Warga Singapura atau diplomat yang akan kembali ke Singapura tidak perlu lagi mengajukan izin masuk bisa langsung datang,&#8221; kata Dubes RI di Singapura, Suryopratomo, Kamis( 17/2).</p>
<p>Pemerintah Indonesia pun pernah menyatakan tekad sama. Awal minggu, Koordinator Penanganan Covif19 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai virus Covid19 hari itu sudah sampai pada puncaknya.</p>
<p>Hari berikutnya, dia prediksi kurvanya akan menurun. Maka, dia mempersilahkan masyarakat yang sudah vaksin dua kali apalagi sudah booster beraktifitas seperti biasa.</p>
<p>&#8220;Jangan takut,&#8221; kata Menko Maritim dan Investasi itu.</p>
<p>Yang penting taat protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, antara lain. Sehari setelah bicara begitu pelonjakan terjadi lebih masif mencapai 57.049 kasus positif Selasa (15/2). Rabu (16/2) lebih tinggi lagi: 64.718 kasus. Angka itu merupakan rekor tertinggi sepanjang pandemi di Tanah Air.</p>
<p>Seperti yang pernah saya tulis, pertimbangan Luhut Pandjaitan cukup berdasar. Angka kematian tidak terlalu besar selama lonjakan Covid19 sebulan terakhir. Angka tertinggi kematian yang tercatat 313 orang, terjadi satu hari. Data mutakhir, Jumat (18/2) angka penularan sudah menurun menjadi 59.635 hari itu. Dan, angka yang wafat 216 orang. Turun dari dua hari sebelumnya.</p>
<p>Kemarin Presiden Jokowi juga memaparkan data, sekitar 69 persen kematian karena korban belum vaksin dan memiliki komorbid alias penyakit penyerta.</p>
<p>Berbeda dengan Luhut, Jokowi tidak menyarankan masyarakat bebas beraktifitas. Presiden lebih mendorong vaksinasi digencarkan lagi supaya mencapai angka sesuai target vaksinasi Covid-19, sebanyak 208.265.720 jiwa.</p>
<p>Data Jumat (18/2), vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 90,90%. Tetapi vaksinasi dosis kedua baru mencapai 66,81%. Sedangkan vaksinasi ketiga (booster) 3,85%.</p>
<p>Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, yang dikutip detikcom mengatakan langkah pelonggaran pembatasan yang dilakukan pemerintah tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.</p>
<p>Setidaknya, ada dua indikator untuk melakukan pelonggaran yaitu jumlah kasus dalam bentuk positivity rate dan angka kematian.</p>
<p>&#8220;Dengan peningkatan angka kematian, Indonesia seharusnya melakukan pengetatan pembatasan, bukan pelonggaran,&#8221; kata epidemiolog itu.</p>
<p>Minggu ini Luhut telah memangkas masa karantina bagi PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) menjadi tiga hari dari semula 7-10 hari. Aturan itu berlaku bagi orang yang sudah divaksin booster.</p>
<p>Sementara bagi warga negara Indonesia atau warga negara asing/WNA yang sudah divaksin Covid-19 dosis kedua harus menjalani karantina selama lima hari, dan bagi yang baru divaksin dosis pertama tetap wajib karantina tujuh hari.</p>
<p>Maret atau April, Luhut mengancar-ancar, karantina PPLN bakal dihapuskan sama sekali. Padahal, waktu dia bicara itu angka positivity rate masih 18 %, jauh di atas ketentuan WHO 5 %.</p>
<h4>Malaysia</h4>
<p>Metro.com, media Malaysia, yang menyiarkan pernyataan Menkes Malaysia kemarin melaporkan, Pemerintah Malaysia membuat 5 kategori untuk penanganan Covid19. Kategori 1,2&amp; 3 digolongkan gejala ringan dan sedang.</p>
<p>Penanganannya cukup isolasi mandiri di rumah. Kategori 4 dan 5 masuk golongan berat dan kritis, dirujuk di RS.</p>
<p>Berkaca pada lonjakan kasus seminggu terakhir, angka tertungginya &#8220;hanya&#8221; 38 pasien masuk kategori berat dan kritis.</p>
<p>Sebagian masyarakat merespons pengumuman Menkes Malaysia soal perubahan itu sebagai upaya pemerintahnya menyembunyikan angka sebenarnya.</p>
<p>Mereka juga mendesak agar pilihan raya ( Pemilu) di Johor 12 Maret ditunda sampai lonjakan kasus Covid19 reda.</p>
<p>&#8220;Yang mengusulkan penundaan pimpinan Pakatan Harapan yaitu koalisi politisi Anwar Ibrahim&#8221;, kata Johan Jaffar, wartawan senior, kolumnis The Star, Malaysia, yang saya konfirmasi semalam, Jumat (18/2).</p>
<h4>Vaksinasi Singapura 92 %</h4>
<p>Menurut Tommy, panggilan akrab Dubes RI untuk Singapura itu, Singapura punya dasar kuat untuk melonggarkan pembatasan.</p>
<p>Pengalaman dua tahun membuat jumlah kasus di negara tetangga itu tidak lagi hanya dihitung dari tes PCR (Polymerase chain reaction) tetapi juga dari ART (Antigen Rapid Test) individual maupun pemeriksaan di dokter- dokter umum.</p>
<p>Ia menjelaskan dengan vaksinasi mencapai 92%, kasus Omicron tidak terlalu berat dan fatal bagi yang kena. Sebanyak 99% warga yang terinfeksi karena penularan antarwarga di dalam negeri. Kasus impor hanya sekitar 1%.</p>
<p>&#8220;Setelah dua tahun berjalan, semua masyarakat sudah mengetahui bagaimana cara menghadapi covid-19. Masyarakat tidak lagi panik kalau terinfeksi covid-19. Sepanjang sudah divaksinasi penuh dan gejalanya ringan tidak perlu ke rumah sakit. Cukup makan obat dan istirahat di rumah. Kalau ada kesulitan dalam pernafasan baru dirujuk ke rumah sakit,&#8221; kata Tommy, melalui kontak WhatsApp.</p>
<p>Tommy pernah berpengalaman menjadi relawan penanganan pandemi saat di Satgas Covid19 Nasional di Tanah Air.</p>
<p>Di Singapura pemeriksaan covid-19 bisa dilakukan warga sendiri di rumah dengan menggunakan Antigen Rapid Test (ART). Sekarang kit ART bisa dibeli di apotik harganya sekitar 5 Dolar Singapura (Rp. 55-60 ribu).</p>
<p>Setiap rumah tangga yang mau menerima tamu kalau sebelumnya dibatasi hanya lima orang dalam satu hari, mulai tanggal 25 Februari boleh beberapa kali menerima tamu tapi maksimal hanya lima orang sekali datang.</p>
<p>Singapura semakin bersiap untuk menganggap covid-19 sebagai endemi. Namun Pemerintah tetap waspada dan akan memberikan informasi kalau terjadi mutasi covid-19. Multi ministry task force covid-19 tetap bekerja memonitor perkembangan covid-19 di dunia.</p>
<p>Berdamai dengan virus Covid19 menjadi tren di banyak negara di dunia. Dipelopori Amerika dan negara-negara Eropa. Tapi sejauh ini usaha itu belum menampakkan hasil siginifikan.</p>
<p>Data terbaru di AS Kamis (17/2), hari itu kasus positif 104 ribu sedangkan jumlah yang meninggal 3187 jiwa. Artinya, virus itu tetap berbahaya, apapun variannya.</p>
<p>Berkaca pada kejadian itu pemerintah Indonesia sebaiknya berembuk dulu dengan para ahli kesehatan sebelum memutuskan pelonggaran pembatasan. Jangan buru-buru.</p>
<p>Tunggu saja hasil uji coba negara-negara di dunia, terutama dua tetangga, Singapura dan Malaysia. Tidak perlu bersikap &#8220;Loiaseng&#8221; istilah orang Bugis untuk sikap mau menonjol sendiri di tengah pergaulan dunia.</p>
<p>Biarpun varian Omicron &#8212; diklaim Kemenkes 90 % yang melonjak di Tanah Air &#8212; ringan, tetap tidak boleh dianggap enteng. Apalagi dikatakan hanya berbahaya buat orang tua, komorbid, dan anak-anak yang belum divaksin.</p>
<p>Keluarga Indonesia mana yang tidak memiliki semua unsur yang menjadi musuh Omicron itu? Sementara dunia mengakui kecepatan penularan Omicron, satu terpapar, seluruh keluarga kena. Apalagi orang yang tanpa gejala. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/respons-lonjakan-covid-19-di-tiga-negara-tetangga/">Respons Lonjakan Covid-19 di Tiga Negara Tetangga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelangkaan Minyak Goreng Seperti Jalan Tiada Ujung</title>
		<link>https://prokabar.com/kelangkaan-minyak-goreng-seperti-jalan-tiada-ujung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2022 03:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#mendag]]></category>
		<category><![CDATA[#minyak goreng]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100779</guid>

					<description><![CDATA[<p>URUSAN minyak goreng tidak ada habis-habisnya. Mengingatkan judul novel wartawan legend, Mochtar Lubis, &#8220;Jalan Tak Ada Ujung&#8221; (1952). Novel berlatar perang kemerdekaan Indonesia yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kelangkaan-minyak-goreng-seperti-jalan-tiada-ujung/">Kelangkaan Minyak Goreng Seperti Jalan Tiada Ujung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>URUSAN</strong> minyak goreng tidak ada habis-habisnya. Mengingatkan judul novel wartawan legend, Mochtar Lubis, &#8220;Jalan Tak Ada Ujung&#8221; (1952). Novel berlatar perang kemerdekaan Indonesia yang bercerita tentang Guru Isa, guru sekolah yang membantu para gerilyawan namun hidup dalam ketakutan.</p>
<p>&#8220;Ketakutan&#8221; serupa kini dialami kini para suami di seluruh Indonesia sejak kelangkaan minyak goreng terjadi. Para kepala rumah tangga stres tidak bisa tenang hidupnya, menghadapi istri-istri yang &#8220;merepet&#8221; sepanjang hari mengutuki ironi kelangkaan minyak goreng.</p>
<p>Para suami juga khawatir kondisi itu bakal lebih runyam, merembet bikin imunitas ibu-ibu merosot, padahal itu lebih berbahaya di masa pandemi yang juga tiada ujung.</p>
<h4>Ironi Indonesia</h4>
<p>Kelangkaan (mahalnya minyak nabati) memang merupakan ironi di Indonesia. Negara ini produsen sawit terbesar di dunia. Kita tahu pemerintah memang sudah turun tangan mencoba mengatasi. Sudah menggunakan segala jurus namun belum membuahkan hasil. Sudah empat bulan keadaan runyam ini berlangsung.</p>
<h4><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095416.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100780" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095416.jpg" alt="" width="640" height="460" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095416.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095416-300x216.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><br />
Tiada janji Lutfi yang terbukti</h4>
<p>Saya beberapa kali menonton Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bicara di layar televisi, menjanjikan solusi (akan membanjiri pasar minyak goreng dengan harga normal). Meyakinkan. Ibaratnya omong hari ini, esok paling telat keadaan sudah berubah baik.</p>
<p>Namun, hasilnya tiap kali itu hanya bikin ibu- ibu rumah tangga tambah meradang. Hanya memperburuk keadaan. Saya malu pada istri. Tidak ada janji Lutfi yang terbukti.</p>
<p>Pedagang di pasar tradisional maupun warung-warung mengaku tak menjual minyak goreng murah sesuai program pemerintah dan janji Menteri Perdangangan di televisi. &#8220;Beli saja di televisi,&#8221; kata pedagang ketus.</p>
<p>Kalaupun ada stok minyak goreng di pasar tapi harga yang ditawarkan masih dengan harga yang sudah melonjak. Ini bukan kata saya. Tapi begitu berita wartawan di media di seluruh daerah di Tanah Air. Berita sudah terkonfirmasi dengan mudah karena itu tadi: hasil &#8220;berburu&#8221; ibu-ibu di banyak pasar.</p>
<p>Selebihnya, media banyak menyajikan polemik panjang para pakar kebijakan publik dan stakeholder terkait minyak goreng itu.</p>
<p>Para produsen berdalih, kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri menyesuaikan dengan patokan harga minyak sawit (CPO) global.</p>
<p>Di pasaran, harga minyak goreng berada di kisaran Rp 20.000 per liter, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Kementerian Perdagangan sebesar Rp 11.500 per liter.</p>
<p>Subsidi pemerintah triliunan rupiah, seperti cuma mengalir ke laut. Hingga pun kebijakan berubah yang menetapkan &#8220;domestic market obligation&#8221; (DMO) dan &#8220;domestic price obligation&#8221; (DPO) yang efektif 1 Februari. Tetap saja tak memperbaiki keadaan.</p>
<p>DMO adalah kewajiban produsen yang melakukan ekspor CPO untuk memasok 20 persen kuota ekspornya untuk kebutuhan dalam negeri.</p>
<p>Sedangkan DPO aturan yang menerapkan harga jual CPO di dalam negeri sebesar Rp9.300 per kilogram dan Rp10.300 per liter.</p>
<p>Dalam keterangannya, tanggal 6 Februari lalu Muhammad Lutfi, mengatakan aturan DMO dan DPO CPO solusi untuk mengamankan stock minyak goreng di dalam negeri.</p>
<p>Dia menjamin tidak akan mengganggu kegiatan ekspor CPO ke luar negeri. Sudah lebih dua minggu setelah DMO dan DPO CPO tak menghentikan ibu-ibu rumah tangga merepet.</p>
<p>Tidak ada itu minyak goreng murah.<br />
Program minyak murah pemerintah justru menambah kelangkaan.</p>
<p>Di berbagai daerah masyarakat justru mengeluh kesusahan mendapatkan komoditas tersebut. Di ritel modern, rak-rak komoditas lebih sering terlihat kosong. Sejurus dengan keadaan pedagang pasar tradisional maupun warung-warung.</p>
<p>Situasi tetap sama sejak bulan November tahun lalu, awal minyak goreng hilang di pasar. Akhir November, kita catat harga minyak goreng sudah berada di level Rp 17.000 per liter. Harga itu terus melonjak hingga akhir tahun 2021 yang dipatok dengan harga Rp 18.000 sampai Rp 19.000 per liter.</p>
<p>Tren itu berlanjut hingga masuk tahun 2022. Di beberapa daerah, harga minyak goreng bahkan menembus Rp 25.000 per liter. YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) sampai mencurigai ada praktik kartel di balik kelangkaan dan meroketnya harga minyak goreng. Kita pun menduga sama. Banyak pihak yang menduga begitu.</p>
<p>&#8220;Keadaan itulah yang kita pantau dan awasi ketat sekarang. Mulai hari ini, semua pejabat Kemendag turun ke lapangan untuk mengetahui masalah di masing-masing wilayah dan mengambil langkah,&#8221; kata Suhanto, Sekjen Kementerian Perdagangan, Kamis( 17/2) malam.</p>
<p>Suhanto berada di Surabaya untuk tugas itu ketika saya hubungi semalam. Sedangkan Mendag Muhammad Lutfi berada di Makassar untuk tugas sama. Konfirmasi Suhanto mengenai keberadaan Mendag sekaligus menjadi alasan mengapa Muhammad Lutfi berhalangan hadiri rapat gabungan di DPR kemarin.</p>
<p>&#8220;DPR kirim undangan satu hari sebelum rapat, sementara pak Mendag sudah punya agenda yang harus beliau hadiri di Makasar dan di Surabaya. Secara formal. Kami sdh berkirim surat untuk di re schedule,&#8221; tambah Sekjen Kemendag itu.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095439.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100781" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095439.jpg" alt="" width="640" height="398" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095439.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220218_095439-300x187.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4>Mendag tak hadir, DPR kecewa</h4>
<p>Sebetulnya, tidak hanya minyak goreng, tetapi hampir semua kebutuhan sembilan bahan pokok mengalami lonjakan harga belakangan ini.</p>
<p>Mencemaskan banyak kalangan karena solusi belum ditemukan sementara bulan Ramadhan semakin dekat, yang pada bulan puasa itu biasanya konsumsi sembilan bahan pokok justru semakin meningkat.</p>
<p>Rapat gabungan DPR RI Kamis (17/2) kemarin terpaksa ditunda. Padahal, rapat itu melibatkan Komisi IV, Komisi VI, dan Komisi VII. Melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian ESDM.</p>
<p>Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif sudah hadir.</p>
<p>Hadir pula Ketua Komisi IV Sudin, Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung, dan Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto. Para anggota dari tiga komisi dan para pejabat eselon I dari tiga kementerian tersebut juga sudah hadir.</p>
<p>Rapat seyogyanya membahas masalah kelangkaan pangan, harga pangan, dan hal-ihwal tentang pangan secara keseluruhan. Siaran Pers DPR-RI yang diterima redaksi media semalam, menyesalkan dan menyatakan kekecewaan atas ketidakhadiran Mendag.</p>
<p>&#8220;Rapat terpaksa kita undur karena Mendag tidak hadir padahal menteri-menteri yang lain sudah hadir semua. Para menteri itu juga ada acara dan membatalkannya untuk hadir demi rapat yang sangat penting ini. Ini menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia. Sikap menteri perdagangan jelas mengecewakan dan kami sesalkan,” kata Rachmat Gobel, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem yang memimpin rapat tersebut.</p>
<p>Masih kata Rahmat, soal pangan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga tapi harus lintas sektoral.</p>
<p>“Karena itu kita membuat rapat gabungan. Soal kedelai, dulu Indonesia pernah swasembada. Mengapa sekarang 80 persen impor? Mengapa petani bisa kapok menanam kedelai? Pasti ada sebabnya,” katanya.</p>
<p>Soal minyak goreng, hingga kini masih belum selesai, masih langka dan masih mahal padahal sudah ada subsidi. “Ini semua butuh penjelasan dari pemerintah, terutama Menteri Perdagangan. Kita bahas, kita cari solusinya bersama. Tapi ini malah tidak hadir. Tentu saja mengecewakan,” kata Gobel lagi.</p>
<p>Sejauh catatan kita, ada beberapa persoalan yang pernah membebani masyarakat, hanya bisa diatasi oleh Presiden Jokowi. Tidak cukup hanya menteri maupun anggota parlemen. Tetapi entah kenapa kita belum mendengar Jokowi terusik. Tak sepatah kata pun yang pernah kita dengar terlontar dari Presiden merespons kelangkaan minyak goreng dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya. Padahal, urusan begitu Jokowi lah jagonya.</p>
<p>Sudah dibuktikan beberapa kali menurunkan alat-alat kesehatan, seperti tes swab, vaksin, dan lain sebagainya. Bikin pedagangnya yang orang-orang kuat, kabarnya malah ada lingkaran Istana, gigit jari. Ayolah Presiden, &#8220;maturoh&#8221; (bicara) supaya kelangkaan dan lonjakan harga sembilan bahan pokok, khususnya minyak goreng, cepat menemukan ujung. Tidak seperti nasib Isa, guru di dalam novel &#8220;Jalan Tidak Ada Ujung&#8221; Mochtar Lubis. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kelangkaan-minyak-goreng-seperti-jalan-tiada-ujung/">Kelangkaan Minyak Goreng Seperti Jalan Tiada Ujung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beruntung Ada Netizen</title>
		<link>https://prokabar.com/beruntung-ada-netizen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2022 07:54:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100568</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beruntung ada netizen, sehingga negeri itu tidak tenggelam akibat kedzoliman penguasa memperlakukan rakyatnya. Tapi eksistensi netizen dimaksud pun tengah digugat. Dianggap musibah bagi sebagian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/beruntung-ada-netizen/">Beruntung Ada Netizen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beruntung</strong> ada netizen, sehingga negeri itu tidak tenggelam akibat kedzoliman penguasa memperlakukan rakyatnya. Tapi eksistensi netizen dimaksud pun tengah digugat. Dianggap musibah bagi sebagian jurnalis di sebagian belahan dunia. Terutama para wartawan yang mengklaim dari media arus utama. Netizen yang melaksanakan fungsi kontrol dikecam oleh mereka yang justru punya tugas itu. Tragedi kemanusiaan di banyak tempat mustahil dapat cepat tersingkap tanpa peran netizen. Merekalah yang menyebarkan luaskan melalui media sosial. Media sosial masih dikuasai Tuhan. Belum lagi dikuasai oleh juragan media. Sehingga kejadian besar, penyalahgunaan kekuasaan, perampokan uang negara, praktek mafia hukum yang sudah lama tidak diangkat dalam media pers, diarak oleh netizen. Pers baru menyusul kemudian ikut membahas setelah jadi trending topic. Mustahil kepala polisi segera menata aparatnya tanpa kerja netizen. Meski itu baru wacana politik belaka. Buktinya, aparat kepolisian lah yang dominan tertangkap kamera netizen terlibat perbuatan melawan hukum. Memang banyak kasus besar dipicu aparat kepolisian dan tentara mereka di negara itu.</p>
<p>Sudah berlangsung lama penyingkapan kasus- kasus penyalahgunaan kekuasaan merupakan hasil karya netizen. Itu sebabnya netizen dibenci dan dimusuhi oleh pemerintah dan wartawan di negara itu.</p>
<p>Secara filosofis dan universal informasi memang milik publik. Media sosial &#8212; anak kandung tehnologi informasi &#8212; telah menyerahkan kembali hak itu kepada pemiliknya yang sah. Sebanyak 4.66 milyar jiwa (Juni, 2021) penduduk bumi ( baca : rakyat) telah terhubung di mesin ajaib itu. Rakyat bangkit menguasai informasi dan menggunakannya secara sadar untuk mengontrol kekuasaan di seluruh dunia. Kekuatan itu tidak bisa dilawan. Yang berdengung 24 jam di dunia maya itu suara rakyat, suara Tuhan.</p>
<p>Saat satu peristiwa besar terjadi atau berbarengan meledak, bisa jadi wartawan masih asyik dengan kebanggaan semu masa lalunya. Yang lain sedang memperingati kedigdayaan organisasinya. Masih banya masih terlelap tidur, sebagian lain yang terjaga sedang memperingati hari bersejarahnya. Tetapi sambil meratap dalam pelbagai seminar untuk memperjuangkan nasibnya sendiri yang megap-megap beradaptasi di era disrupsi informasi. Seperti orang yang meregang nyawa, lupa doa-doa yang diajarkan orang tua untuk dibaca menjelang ajal. Melupakan keterkaitannya dengan informasi bukanlah sebagai pemilik, melainkan karena keterkaitan profesinya. Yang &#8220;kontraknya&#8221; jelas, tertuang dalam peraturan secara universal dan kode etiknya sendiri. Isinya hanya tiga point, sama semua. Kesatu, kedua, dan ketiga : mengabdi kepentingan bangsa. Wartawan yang menyebut diri dari media arus utama, bermodal legitimasi formal pemberian negara, bangkit melawan netizen. Kini memelas berharap uluran tangan pemerintahnya. Seperti tak menyadari ibarat lahan pertanian, sebenarnya sejak lama dia sudah seperti buruh tani yang hanya bekerja untuk kepentingan pemilik lahan. Tanpa sadar sekian lama profesi mulia wartawan telah ditunggangi oleh kepentingan pemberi gaji. Ini kasar. Tetapi mau bilang apa, faktanya seperti itu. Gaji besar, fasilitas bagus, relasi kekuasaan yang luas dan internasional, adalah sebagian kenikmatan yang telah membuai hingga menghianati professi.</p>
<p>Beruntung dunia punya netizen. Yang membuat penguasa di mana pun terjaga. Mulut, mata, dan telinga rakyat ada di mana- mana. Tak ada lagi peeistiwa yang bisa disembunyikan. Hampir tak ada yang luput dari pengetahuan publik. Praktek ucapan lain dengan perbuatan, menjadi tema sentral netizen menyorot kekuasaan. Rakyat tidak pernah tahu, sumber kerumunan di mana pun di dunia di masa pandemi karena ulah pemimpinnya sendiri, tanpa netizen. Menyingkap kedok yang mau tampak bagai sinterklas membagi-bagi hadiah kepada rakyat. Adegan itu tampil memilukan dalam tangkapan kamera netizen. Seperti gambaran penguasa di abad pertengahan saat bertemu rakyatnya.</p>
<p>Jangan salahkan wartawan zaman now. Itu adalah cacat bawaan sejak dulu.Yang selalu dikecam namun kemudian karena nikmat, dilanjutkan dengan mengganti kemasannya supaya kelihatan baru. Kemajuan tehnologi informasi telah mengembalikan kedaulatan kepada pemiliknya yang sah. Segala upaya menentangnya akan sia-sia belaka seperti mengembalikan jarum jam. Hanya mengulang perjuangan berat Sisyphus<br />
mengusung batu ke gunung. Situasi membalikkan sikap sastrawan Robert Sherwood. Lebih setengah abad lalu pengarang Amerika itu pernah menulis naskah drama (1953), &#8220;Hutan Membatu&#8221; (Petrified Forest) yang merisaukan &#8220;alam telah menyita bumi dari tangan manusia dan menyerahkan kepada monyet &#8211; monyet (teknologi). &#8220;Sekarang yang kita saksikan seakan alam kembali bertindak&#8221; menyita bumi dari tangan petualang ideologi dan pencundang lainnya dan menyerahkannya kembali kepada pemiliknya (nitizen), rakyat, ahli waris dunia dan peradabannya.</p>
<p>Lengkingan suara alarm ponsel menyentak tidur saya. Nraringnya merobek keheningan subuh yang dingin. Masya Allah! Buruk betul mimpi tadi. Ekstrim sekali. Dzolim sekali. Jangan-jangan ada produk tehnologi baru lagi yang bisa mengatur mimpi manusia.<br />
Jelas, tidak semua produk netizen baik seperti dalam mimpi. Malah banyak yang sengaja menyulut dan menikmati keuntungan dari keterbelahan masyarakat. Seperti halnya berita produk wartawan media utama. Tidak semua buruk, seperti yang difitnah dalam mimpi ekstrim. Faktanya, masih banyak media pers yang mengharukan membanggakan karena tetap setia dan konsisten pada ideologi pers sebagai ratu adil. Meskipun nafas terengah- engah karena pengaruh horor sekeliling &#8220;jasad&#8221; media yang bergelimpangan mati.</p>
<p>Saya segera bangun untuk Salat subuh. Lanjut dzikir dan doa. Mendoakan khusus kejayaan pers Nasional kita yang baru dua hari lalu memperingati Hari Pers Nasional. Semoga mimpi itu tidak akan pernah menjadi realita di Tanah Air. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/beruntung-ada-netizen/">Beruntung Ada Netizen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mati Ketawa Ala Netizen</title>
		<link>https://prokabar.com/mati-ketawa-ala-netizen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2022 10:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100503</guid>

					<description><![CDATA[<p>URUSAN pandemi virus Covid19 rasanya akan masih akan panjang, belum tahu kapan berakhir di Tanah Air. Penderitaan rakyat akan semakin lengkap, seperti dialami warga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mati-ketawa-ala-netizen/">Mati Ketawa Ala Netizen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>URUSAN</strong> pandemi virus Covid19 rasanya akan masih akan panjang, belum tahu kapan berakhir di Tanah Air. Penderitaan rakyat akan semakin lengkap, seperti dialami warga seluruh dunia karena otoritas yang menangani pagebluk sering tak menentu, berubah-ubah.</p>
<p>Mungkin lebih tepat dibaca: seringkali tidak satu kata dengan perbuatan. Satu kali &#8220;narsis&#8221; memuji diri berhasil redam Covid19. Klaim penanganannya terbaik di dunia segala. Tapi langsung panik ketika kenyataan berbanding terbalik yang terjadi. Kembali menyalahkan masyarakat yang memang sering lalai patuhi protokol kesehatan.</p>
<p>Di Tanah air juga seperti itu. Entah dapat masukan salah dari pembantunya yang mana, Presiden Jokowi minggu lalu masih terbang ke berbagai daerah padahal lonjakan kasus virus di Indonesia sudah signifikan.</p>
<p>Lupa tiap jengkal tanah di bumi punya mata dan telinga. Maka foto dan video kerumunan massal yang terjadi di mana saja pun Presiden berada, cepat menyebar luas dikonsumsi publik. Memicu kritik dan cibiran. Juga rasa frustrasi.</p>
<p>Contoh, saat kunjungan kerjanya di awal bulan Februari di Sumatera Utara. Masih terngiang selalu pesan Presiden mengingatkan agar masyarakat waspada virus. Tak lupa mengimbau jangan keluar rumah jika tidak terlalu mendesak. Patuhi protokol kesehatan. Hindari kerumunan.</p>
<p>Tapi foto dan video rekaman kunjungannya di beberapa lokasi di Sumut berbeda dengan ucapan. Bukan hanya menciptakan kerumunan yang dahsyat.</p>
<p>Di lokasi mana pun acara Presiden rakyat tumplek blek menyambut. Sekejap lokasi bak lautan manusia. Kemana para “ pembisiknya”?</p>
<p>Kita tak percaya Presiden tidak mengetahui kondisi rentan menciptakan kluster baru.</p>
<p>Respons Presiden pun seperti berada di masa normal saja. “Sampai mobil tidak bisa jalan,” kata Jokowi, seperti belum ngeh bahayanya.</p>
<p>Kita cuma bisa menduga, elu-eluan rakyat yang histeria menyeru namanya menyihir Presiden. Dari dalam mobil Presiden, terus saja mengalir lemparan kaos dan berbagai hadiah untuk rakyat, menambah keriuhan karena desak-desakan. Pejabat di Sekretariat Presiden, menanggapi peristiwa tersebut berkilah. Itu tanggung jawab Pemda setempat.</p>
<p>Kita bersyukur, belakangan Presiden baru menyadari lonjakan penyebaran Covid19 tak terkendali. Presiden pun ambil keputusan. Dua minggu ke depan sejak 6 Februari, semua kegiatan tatap muka dihentikan. Termasuk kehadirannya di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang ditunggu ribuan insan pers untuk memperingati Hari Pers Nasional ( HPN) Rabu, 9 Februari. Keputusan Presiden tepat dan bijaksana. Insan pers berlapang dada mengalah, memaklumi putusan Presiden demi melindungi kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat. Bukankah kita sudah sepakat, keselamatan jiwa rakyat di atas segalanya, kita tempatkan sebagai hukum tertinggi.</p>
<p>Cukuplah jumlah korban yang berjatuhan, 145 ribu saudara kita wafat. Sedangkan yang terpapar virus 4,5 juta jiwa. Jangan bertambah lagi.</p>
<p>Jangan terlena pernyataan siapapun varian Omicron — yang diduga mendominasi lonjakan di Tanah Air — tidak berbahaya.</p>
<p>Minggu lalu saya menulis mengingatkan itu. Belum ada yang bisa memastikan varian apa sesungguhnya yang melonjak penularannya di Tanah Air sekarang.</p>
<p>Pakar mengidentifikasi Omicron karena varian itu yang mendominasi serangan virus di banyak negara di dunia. Tapi, bagaimana kalau bukan? Bagaimana kalau itu ternyata masih lanjutan Delta yang ganas yang telah merenggutkan ratusan ribu jiwa rakyat Indonesia. Yang puncaknya terjadi Juli-Agustus tahun lalu.</p>
<p>Bagaimana cara memastikan virus Covid19 yang menjangkiti rakyat sekarang adalah Omicron. Sedangkan untuk memastikan varian itu perlu penelitian lab lima hari dengan biaya lebih kurang Rp.5 juta perorang, kata ahli.</p>
<p>Menurut sebagian pakar, ciri Omicron bergejala ringan. Yang terjangkit sembuh dalam 3-4 hari. Tidak perlu opname di RS, cukup isolasi mandiri di rumah. Tapi fakta yang ada RS mulai kewalahan menampung pasien bergejala berat. Banyak juga yang meninggal.<br />
Singkatnya : tidak ada yang bisa kita pegang.</p>
<p>Tren di negara maju pun tidak bisa jadi rujukan. Data di AS, Kamis (3/2) mencatat satu hari itu Omicron yang dominan di sana merenggut jiwa 3200 orang dan yang positif lebih 300 ribu. Di Jakarta antrean mengular di seluruh tempat swab di Ibu Kota. Perlu waktu 1-2 jam baru sampai di titik pemeriksaan swab. Perlu satu dua hari untuk mengetahui hasilnya. Saking overloadnya, sempat muncul kasus salah data. Pasien mendaftar saja belum, simsalabim, hasilnya sudah keluar. Positif pula. Streslah. Sebab, hari itu dia mau keluar kota. Gaduh lagi. Kita belum bicara kasus manipulasi kekarantinaan yang sekarang diusut pihak berwajib.</p>
<p>Di masa lonjakan virus, pemerintah malah membuka pula kunjungan internasional di banyak destinasi. Masa karantina dari luar negeri dikorting tinggal 5 hari dari sebelumnya seminggu dan 10 hari. Balapan MotorGP di Mandalika pertengahan bulan ini akan dihadiri 100 ribu penonton.</p>
<p>Syarat penerbangan domestik sekarang cukup mengantongi hasil Swab Antigen. Padahal, penularan Omicron sudah didominasu transmisi lokal. Pendapat banyak ahli, Antigen tidak bisa mendeteksi varian Omicron. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin kemarin mengumumkan, bahkan hasil Swab PCR pun tidak bisa dipercaya 100 persen. Mana yang bisa dipercaya.<br />
Mana yang benar, wallahualam.</p>
<h4><strong>Saat Luhut Turun Tangan</strong></h4>
<p>Yang jelas, mencermati kondisi itu, Senin (7/2), Koordinator Penanganan Covid19 Jawa &#8211; Bali, Luhut Binsar Panjaitan, langsung tanggap. Akhirnya mengumumkan level PPKM 2 ( Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dinaikkan menjadi level 3 di Jabedetabek, Bali, dan Bandung. Wilayah kegiatan pemerintahan dan episentrum ekonomi Indonesia yang perputaran uangnya 70 % secara Nasional. Tapi Luhut tidak lupa menyemangati rakyat. Omicron hanya fatal buat pasien lanjut usia yang belum vaksin dan pasien komorbid (penyakit bawaan), katanya. Di luar itu silahkan beraktifitas seperti biasa. Yang penting taat protokol kesehatan. Sudah pastikah itu Omicron, Opung?</p>
<h4><strong>Al Fakir</strong></h4>
<p>Begini saja. Al Fakir (maaf meminjam istilah Da’i umumnya), saya menasehati diri sendiri dan kita semua. Lebih baik diam di rumah saja. Beraktifitas kantor, sekolah, dan kalau perlu beribadah pun di rumah saja. Biar aman. Satu hal yang memang tidak terbantah : Omicron memiliki kecepatan penularan secepat kilat. Sudah banyak buktinya. Satu terkena, sekeluarga positif.</p>
<p>Tambahan nasehatnya, jangan lupa pelihara imunitas selama di rumah. Jangan sampai drop karena mengikuti banyak silang pendapat di media. Jangan gampang terharu, hatta itu dari otoritas.</p>
<p>Jangan mempercayai siapapun ( ini istilah pinjaman dari Tantowi Yahya, mantan Dubes RI di New Zealand). Tantowi yang terpapar Covid19 minggu lalu mencurigai OTG ( orang tanpa gejala ) berkeliaran di mana-mana, di tengah kita.</p>
<h4><strong>Buah Simalakama</strong></h4>
<p>Dimasa pandemi, dan resesi ekonomi kebanyakan keluarga Indonesia, diminta tinggal di rumah dilematis. Ibarat buah simalakama. Dimakan mati ibu, tak dimakan mati ayah. Bagaimana membiayai hidup sehari-hari keluarganya bagi pekerja harian.</p>
<h4><strong>Suara speaker dari masjid</strong></h4>
<p>Sebentar.<br />
Izin mendengar sebentar pengumuman dari speaker masjid dekat rumah. Sudah seminggu puluhan warga sekitar komplek dan di dalam komplek perumahan kami terpapar virus. Pengeras suara tadi menyampaikan berita duka. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Itu salah satu yang bikin stres. Biarpun sudah mengurung diri di rumah.</p>
<p>Nasehat dari banyak teman, selama nyaman di masa pandemi, benar juga.</p>
<p>Segera cari hiburan. Dia menyebut media sosial dan rumpunnya menyediakan banyak saluran yang bisa bikin gerr. Saya coba praktekkan, ternyata tokcer.</p>
<p>Dengan menyimak suara orsinil netizen, suara rakyat di media sosial. Media sosial memang menjadi wilayah paling demokratis di Indonesia. Biarpun banyak yang ditangkap polisi maupun dihukum penjara karena menyalahgunakan medsos, tetapi tidak mengurangi semangat netizen berselancar di dunia maya. Bayangkan tercatat ada 200 juta orang terhubung di internet sekarang. Angka itu melebihi jumlah pemilih pada waktu Pemilu 2019.</p>
<p>Bagi yang punya jejak digital lihat medsos memang bisa sakit hati. Terus saja kesalahan mereka diungkit-ungkit. Terutama pejabat publik yang suka omong besar dan mencla mencle. Apalagi yang ketahuan cuma pencitraan. Jejak digitalnya tidak pernah terkubur. Semua jejak itu tersimpan sepanjang masa.</p>
<p>Mari coba kita uji. Beberapa berita media mainstream diposting sekarang sering diposting penerbitnya sendiri di Facebook (FB) dan rumpun medsos lainnyya. Artinya beritanya bisa dibaca masyarakat gratis. Saya meniai ini upaya media pers beradaptasi dengan disrupsi digital. Strategi bagian marketing untuk memantau segmentasi pembaca dan respons publik terhadap jenis berita yang diminati. Belakangan saya mengikuti “Tempo” “Republika” dan “Kompas”, serta beberapa lagi. Media memilihkan berita yang trending topic untuk diposting di FB. Saya mencatat beberapa tokoh yang selalu ramai mendapat komentar publik. Yaitu : Presiden Jokowi, Gubernur DKI Anies Baswedan, soal Ibu Kota Negara, soal Formula E, Kritik politisi PSI dan PDI-P, KSAD Jendral Dudung, Menteri Agama. Beragam komentar netizen atas berita-berita itu yang mengundang senyum karena kritis dan lucu. Bisa bikin ketawa guling-guling mengikuti mereka yang bebas, dan dijamin itu tidak ada di media mainstream platform manapun. Ambil contoh ketika media memposting berita “Jendral Dudung akan memimpin pemakaman korban KKB di Papua”.</p>
<p>Kata netizen,&#8221; Yeah, kirain mimpin penyerbuan untuk balas KKB-nya”. Lalu ditimpali netizen yang lain “Pak Dudung kan bersaudara dengan KKB, belum sempat saja diajak ngopi-ngopi&#8221;.</p>
<p>Berita tentang program Anies sering ditimpali netizen dengan pertanyaan “bagaimana dengan janji kampanye rumah 0 persen? Ditimpali netizen lain, dasar media tempe, mentang-mentang sesama kadrun&#8221;.</p>
<p>Adapun Presiden Jokowi masih saja ditagih soal mobil Esemka, ekonomi meroket, dan uang 11 T yang sudah di kantong. Komentar mengenai PSI dan Giring, yang paling kritis tapi lucu. Bikin tawa meledak. “Tempo” memberitakan politikus PDI-P menuntut Anies turun langsung mengawasi pembuatan sirkuit Formula E di Ancol. “Nah, boleh tuh mintain giring pekerjaan untuk tongkrongin sirkuit”. “Lebih tepat Giring giring kambing saja,“ timpal yang lain saja. Ibarat seribu komentar, seribu seratus yang berbalik menyerang Giring.</p>
<p>Netizen juga menciptakan banyak kepanjangan baru PSI. Salah satunya, “Partai Secuil Ibukota, masak cuma ngurusi Anies saja sepanjang hidup. Harun Masiku tidak diurus?”. Beberapa hari ini yang sering dimuat keterangan Gilbert, politisi PDI-P yang mengkritisi Anies. “Kenapa klen tidak urus Mensos nya yah yang ditangkap KPK karena korupsi dana bansos?”. Netizen lain menimpali begini. “Pokoknya kalau politisi PSI dan PDI-P menghujat Anies, berarti Anies sudah bekerja benar”. Yang paling kasihan Menteri Agama, netizen banyak off side mengomentari mantan Ketua Banser NU itu. Tapi begitulah suara rakyat. Suara Tuhan. Di masa pemilu, saat suara mereka dibutuhkan, politisi mengatakan juga begitu. Suara rakyat suara Tuhan. Mau apa lagi?’ <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mati-ketawa-ala-netizen/">Mati Ketawa Ala Netizen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Memoriam Margiono</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-memoriam-margiono/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2022 08:40:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Margiono]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#PWI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100331</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat jalan Mas Margiono, wartawan senior, sejawat, sahabat, sosok hangat, yang berpulang ke Rakhmatullah Selasa (1/2) pagi pukul 09.45 WIB di RSPP Modular, Jakarta....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-memoriam-margiono/">Ini Memoriam Margiono</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selamat</strong> jalan Mas Margiono, wartawan senior, sejawat, sahabat, sosok hangat, yang berpulang ke Rakhmatullah Selasa (1/2) pagi pukul 09.45 WIB di RSPP Modular, Jakarta. Ia mengembuskan nafas terakhir dalam usia 62 tahun. Meninggalkan isteri dan tujuh anak.</p>
<h4><strong>Mulanya, hanya mau kontrol di RS</strong></h4>
<p>Margiono masuk RSPP Modular, Jakarta, Sabtu (22/1) lalu. Ia pasien RS Eka BSD ( Bumi Serpong Damai) yang dirujuk ke RSPP Modular, Jakarta, karena terkonfirmasi Covid19.</p>
<p>Sabtu siang itu, Margiono ke RS Eka hanya untuk check up rutin. Ia memang mengidap sakit ginjal. Setahun terakhir ia rutin sebulan sekali kontrol di RS itu.</p>
<p>&#8220;Terkonfirmasi Covid19 pas siang itu di RS Eka. Papa tiba-tiba sesak nafas ketika tiba di RS. Dokter UGD kemudian melakukan swab PCR yang hasilnya positif,&#8221; cerita Rivo salah satu putra Margiono, Selasa (1/2) pagi, pertelepon.</p>
<p>Rivo mendapat berita duka tentang ayahnya langsung dari dokter di RSPP tadi pagi. Tidak lama setelah Margiono dinyatakan wafat. Rivo mengaku itu tidak ada keluarga yang sempat melepas kepergian Margiono, karena RS melarang pasien Covid19 ditunggui oleh keluarga.</p>
<p>Rivo terakhir ngobrol dengan ayahnya di kantornya, Sabtu (22/1) pagi di gedung Intermark, milik Margiono, di kawasan BSD.</p>
<p>&#8220;Baik saja. Tidak ada tanda menderita sakit. Kami ketemu jam 10 pagi. Sedangkan Papa ke ke RS Eka untuk kontrol pukul 13.30 hari itu. Malamnya baru ketemu lagi di RS, tapi tidak bicara apa-apa lagi,&#8221; cerita Rivo.</p>
<h4><strong>Semalam sempat membaik</strong></h4>
<p>Kondisi Margiono selama diopname di ICU RSPP setelah beberapa kali cuci darah, naik turun. Sempat membaik empat hari lalu. Ini menurut cerita Ratna Susilawati, salah satu direktur di &#8220;Rakyat Merdeka&#8221;, kelompok usaha milik Margiono.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kondisi Pak Margiono makin baik. Laporan dari dokternya saturasi bagus, semua parameter menunjukkan perbaikan. Mohon doa,&#8221; kata Ratna melalui chat di WhatsApp Sabtu (29/1) malam.</p>
<p>&#8220;Tadi malam juga kondisi Papa dilaporkan dokter, membaik. Tensi dan saturasi normal. Tapi kondisi itu tidak bertahan lama. Setelah itu tensinya drop lagi, berkisar 62/47, saturasi 88-90. Kemudian, pagi tadi dikabarkan telah tiada,&#8221; papar Rivo.</p>
<h4><strong>Pimpin PWI 2 Periode </strong></h4>
<p>Margiono adalah mantan Ketua Umum PWI Pusat dua periode.<br />
Dua periode dalam kepengurusan PWI Pusat (2008-2018) itu kami bahu membahu menjalankan roda organisasi wartawan tertua di Indonesia itu. Saya Sekretaris dan Ketua Dewan Kehormatan PWI. Ada masa-masa sulit, tapi kesulitan itu bisa dibuat mudah oleh Margiono. Bahkan pada priode kepemimpinannya iuran anggota yang sulit ditagih, dibebaskan. Free of charge.</p>
<p>Tidak hanya itu. Margiono sering pula membiayai atau sekurangnya menalangin kebutuhan dana organisasi PWI dari kantong pribadinya. Dan, itu sejak awal. Dimulai ketika terpilih sebagai Ketua Umum PWI di Kongres Aceh tahun 2008. Renovasi kantor PWI besar-besaran dibiayainya sendiri.</p>
<p>Sebagai Ketua Umum PWI Pusat, Margiono memang dibekali banyak &#8220;perlengkapan&#8221;. Nama dan reputasinya cukup membanggakan. Dia dikenal sebagai wartawan pemberani. Salah satu media yang dipimpinnya dulu, Majalah &#8220;Detektif Romantika&#8221; pernah bikin geger Indonesia. Sampul depannya menampilkan Presiden Soeharto dalam bingkai kartu King.</p>
<p>Seperti bisa ditebak, dan sudah diperhitungkannya, media itu memang kena breidel penguasa. Margiono juga dapat sanksi dari organisasi PWI.</p>
<p>Margiono adalah wartawan dan direksi group media besar &#8220;Jawa Pos&#8221;. Dua puluh tahun terakhir ia mengembangkan grup media sendiri Rakyat Merdeka. Media ini termasuk berani.</p>
<p>Pernah dalam satu kurun, terutama di awal-awal, Rakyat Merdeka menyajikan isu-isu sensitif yang menyerempet kekuasaan. Salah satu headline nya yang sempat digugat di pengadilan, berjudul &#8220;Megawati Minum Solar&#8221; terbit di masa pemerintahan Megawati sebagai Presiden RI.</p>
<p>Margiono cerita, masa itulah dia kebingungan. Bersamaan di satu hari medianya menghadapi sidang gugatan di banyak pengadilan. Untuk mengatasinya, dia pun memutuskan mengangkat 11 pemimpin redaksi.</p>
<p>&#8220;Supaya semua sidang gugatan bisa dilayani,&#8221; katanya.</p>
<p>Kenapa headline Rakyat Merdeka keras semua? Suatu kali ia ditanya itu.<br />
&#8220;Ini era yang kalau tidak berteriak keras, tidak ada yang mau perduli aspirasi rakyat,&#8221; alasannya.</p>
<p><strong>Kembang HPN</strong></p>
<p>Margiono telah tiada. Ia pergi sepekan sebelum peringatan Hari Pers Nasional 2022 di Kendari, 7-9 Februari mendatang.<br />
Salah satu daya tarik HPN selama masa kepemimpinannnya, adalah dirinya sendiri. Dia adalah &#8220;kembang&#8221; HPN.<br />
Kemampuannya berpidato memukau mulai wartawan muda dari daerah terpencil hingga orang nomer satu di republik ini.</p>
<p>Saya kira pidato itu salah satu yang akan dikenang banyak orang dari Margiono. Ia hanya bisa ditandingi oleh Tarman Azzam, dalam urusan pidato. Tarman adalah Ketua Umum PWI Pusat, juga dua periode, yang digantikan oleh Margiono. Tarman Azzam wafat 2016.</p>
<p>Pidato Margiono selalu dinanti. Tadi pagi saya sempat jogging dengan Marah Sakti Siregar, wartawan senior, mantan Ketua PWI Jaya. &#8220;Masih ada nggak daya tarik HPN sekarang tanpa pidato Margiono,&#8221; tanyanya. Satu jam setelah itu Marah pula orang pertama mengirimi saya kabar duka mengenai Margiono.</p>
<p>Tidak berlebihan mengatakan memang banyak yang menghadiri HPN, di mana pun acaranya diselenggarakan, karena mau dengar pidato Margiono. Ah, saya masih terbayang gesture Margiono tiap kali berpidato. Bagaikan aktor Stand Up Komedi menyihir audience.</p>
<p>Margiono sosok wartawan yang sukses sebagai jurnalis dan pengusaha media. Ia mengawali kariernya dari bawah. Makanya ia dekat dengan bawahan. Sikap egaliter itu terbawa hingga menjadi boss besar di kerajaan medianya.<br />
Kebetulan hobbi makan pula. Seperti ditulis Dahlan Iskan, mantan bossnya di Jawa Pos, Margiono cuma mengenal dua kategori makanan. Enak dan enak sekali. Hobbi makan itu menambah sarananya untuk intens bergaul dan urun rembuk dengan para karyswab dan wartawannya. Ketika memimpin PWI ia berlaku seperti itu juga. Mengutamakan kebersamaan dan mau mendengar curahan hati maupun kritik. Lapang dada menerima koreksi dan kritik terhadapnya. Saya termasuk yang sering melakukannya.<br />
Margiono paham para pengurus PWI datang dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Ia tidak menjadikan itu kendala, tetapi dihadapi sebagai kelebihan. Mendengar masukan dan aspirasi seluruh pengurus, dia anggap memudahkan pekerjaannya. Tak percaya? Faktanya banyak hasil rapat PWI yang digodok dalam diskusi para pengurus, tinggal dibungkus Margiono. Tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.</p>
<p>Dia mendesain ruang rapat yang besar dan nyaman di kantor PWI Pusat untuk tujuan itu. Agar seluruh komponen pengurus membiasakan diri mengambil keputusan dari mendengar banyak masukan. Caranya, ya itu tadi : melibatkan semua komponen ambil peran. Memberi masukan dan pertimbangan. &#8220;Artinya putusan itu adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada yang merasa ditinggal,&#8221; katanya.</p>
<p>Margiono telah pergi. Rasanya cuma sekejap saja. Semoga almarhum mendapat tempat lapang, nyaman, dan indah di sisi Allah SWT. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-memoriam-margiono/">Ini Memoriam Margiono</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sehari Bersama Artis Lagendaris</title>
		<link>https://prokabar.com/sehari-bersama-artis-lagendaris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2022 07:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ilham bintang]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aktor Deddy Mizwar &#8220;mendemonstrasikan&#8221; kebolehannya sebagai seniman lengkap, serba bisa. &#8220;Naga Bonar&#8221; itu ternyata bisa juga menyanyi. Dan, bagus. Aksinya kemarin memukau komunitas artis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sehari-bersama-artis-lagendaris/">Sehari Bersama Artis Lagendaris</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aktor</strong> Deddy Mizwar &#8220;mendemonstrasikan&#8221; kebolehannya sebagai seniman lengkap, serba bisa. &#8220;Naga Bonar&#8221; itu ternyata bisa juga menyanyi. Dan, bagus. Aksinya kemarin memukau komunitas artis lagendaris di Villa Poeti, Bogor, Kamis (13/1). Dia menyanyikan lagu &#8220;Pelangi di Matamu&#8221; ciptaan Zamrud, diiringi Band Freekustik.</p>
<p>Tak heran jika Deddy mendapat applaus panjang.</p>
<p>Momen reuni artis lagendaris itu, pas dalam acara syukuran ulang tahun ke 70 aktor Harry Capri yang jatuh 2 Januari lalu. Harry Capri kelahiran Padang, Sumbar, 2 Januari 1952.</p>
<p>Setamat SMA, ia migran dari kota kelahiran ke Jakarta melanjutkan pendidikan di ABA. Harry mengawali karir sebagai model dan peragawan.<br />
Dari model kemudian masuk film. Film bioskop pertamanya dalam Malu-malu (1980). Menikah dengan ratu dangdut Camelia Malik tahun 1989, dua tahun sesudah main film Segi tiga Emas (1987).</p>
<p>Menyadari bahwa model maupun sebagai aktor membutuhkan fisik (kebugaran dan ketampanan), yang sulit menjadi sandaran hidup, ia pun mulai mencari akternatif membuka usaha restoran pada tahun 1992. Kelanjutan karirnya di dunia film diteruskan menjadi produser, bukan menjadi sutradara. Gebrakan pertamanya mengibarkan bendera Persari Films, warisan ayah Camelia, yaitu Djamaludin Malik (1917-1970). Produksi film dan penyewaan studio milik &#8220;Studio Persari&#8221; pun berkembang pesat. Setelah itu Harry merambah bisnis resort, salah satunya Villa Poeti seluas 6 Ha. Resort seluas 20 Ha di Sukabumi saat ini tengah dalam proses pembangunan.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120714.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-99794 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120714.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120714.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120714-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4><strong>Reuni dua hari</strong></h4>
<p>Acara reuni komunitas artis lagendaris itu berlangsung dua hari, Rabu &#8211; Kamis, 12-13 Januari di resort milik Harry Capri. Reuni pun menjadi acara lepas kangen sebenar-benarnya. Apalagi, sebelumnya, tampil juga menyanyi, Widyawati, yang &#8220;didaulat&#8221; Miing Bagito, MC acara. Widya membawakan lagu &#8221; Kemuning&#8221;. Suaranya merdu.</p>
<p>Rasanya, banyak yang hampir lupa, artis cantik Widyawati justru mengawali debutnya memang sebagai penyanyi dari Trio Visca, grup tenar di tahun 70 an.</p>
<p>&#8220;Aduh, saya sendiri pun lupa kapan terakhir menyanyi. Mungkin puluhan tahun lalu,&#8221; kata istri almarhum aktor dan politisi, Sophan Sophiaan itu.</p>
<p>Hampir semua hadirin ditodong Miing untuk menyanyi. Seperti Evi Tamala, Alika Capri, Camelia Malik, Boy Tirayoh, Firman Bintang, Harry Simon, Ida Leman, Debbie Chintya Dewi, Wieke Widyawati, Pangky Suwito, Hengky Tornando, Yatie Oktavia, Ida Leman, Baby Zilvia, Zairin Zain. Miing sendiri unjuk kebolehan tarik suara, menyanyikan beberapa lagu.</p>
<p>&#8220;Kecelakaan&#8221; baru terjadi ketika Miing menodong saya untuk menyanyi. Padahal, dia tahu persis pekerjaan itu selalu bikin saya mati kutu.</p>
<p>Didaulat begitu, saya &#8220;pede&#8221; naik panggung. Saya menodong Widyawati untuk menemani berduet. Tapi, sudah dibantu penyanyi kawakan pun, tetap saja tak berbakat. Beda sekali kalau lagu &#8221; Jangan Ada Dusta&#8221; itu kita dengar dinyanyikan Broery Pesolima.</p>
<p>Masih mending Ninik L Karim dan Ratna Riantiarno. Meski berusia kepala 7 tetapi energik. Ninik dan Ratna menang tidak menyanyi, hanya membaca puisi sebagai kado ulang tahun. Namun, luar biasa membakar semangat.</p>
<p>Dalam testimoni singkat &#8212; ini juga karena ditodong Miing &#8212; saya memuji pilihan Harry Capri menjadi pengusaha. Hasilnya, terbukti nyata. Sukses. Di dalam usia 70 tahun ia tergolong sebagai pengusaha yang bisa berbahagia di hari tua.</p>
<p>Tidak banyak artis yang berusia lanjut tetapi tetap semangat bekerja dan berkarya seperti Harry. Cita-citanya dikabulkan Tuhan. Dari dulu dia menyatakan ngeri melanjutkan karir sebagai artis yang hanya mengandalkan fisik dan ketampanan.</p>
<p>&#8220;Itu semua ada batasnya. Jika kita sudah loyo, bisa-bisa belanja dapur pun bisa repot,&#8221; katanya, tempo hari.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120744.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99795" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120744.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120744.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/01/IMG_20220114_120744-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h4><strong>Ikut kampanye prokes</strong></h4>
<p>Sehari-hari komunitas artis lagendaris ini menjalin komunikasi lewat &#8220;WAG Artis Senior&#8221; yang terbentuk sebelum pandemi Covid19. Member WAG itu: Roy Marten, Yenny Rahman, Rano Karno, Jajang C Noer, Widyawati, Yatie Oktavia, Pangky Suwito, Lenny Marlina, Lidya Kandou, Debbie Chintya Dewi, Marini, Rico Tampatty, Achmad Nugraha, Tetty Liz Indriati, Leroy Oesmani, Deddy Mizwar, Yessy Gusman, August Melaz, Nurul Arifin, Miing, dan ada banyak lagi.</p>
<p>Sejak awal pandemi, WAG Artis Senior ini aktif menyosialisasikan protokol kesehatan lewat iklan video dan di media sosial di mana mereka sendiri menjadi modelnya. Aktivitas rutin membantu mengumpulkan dana untuk membantu sesama seniman yang sedang mengalami kesulitan.</p>
<p>Sayang, dalam acara reuni kemarin banyak yang berhalangan hadir. Maklum. Banyak yang sudah kembali syuting atau kegiatan lain.</p>
<p>Hanya sebagian hadir kemarin, yang terbagi atas dua kloter. Yang menginap dan hanya hadir di hari kedua, pas syukuran saja. Begitu saja pun ramainya minta ampun. Sudah membahagiakan sebagian warga yang tinggal di sekitar Villa Poeti. Mereka bisa secara langsung menyaksikan artis- artis idola mereka dari dekat. Dan, tetap perduli protokol kesehatan secara ketat. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sehari-bersama-artis-lagendaris/">Sehari Bersama Artis Lagendaris</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 43/268 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/24 queries in 0.043 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:09:16 by W3 Total Cache
-->