<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#iklan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/iklan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/iklan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Aug 2017 15:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#iklan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/iklan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>​Iklan Rokok Dilarang, Ribuan Orang Kehilangan Lapangan Kerja  </title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8biklan-rokok-dilarang-ribuan-orang-kehilangan-lapangan-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2017 15:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#iklan]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Rokok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=2907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Rencana Pemko Padang dan DPRD merevisi Perda Kawasan Tanpa Rokok, sepertinya akan lancar lancar saja, saat bersamaan ribuan orang was-was. Banyak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8biklan-rokok-dilarang-ribuan-orang-kehilangan-lapangan-kerja/">​Iklan Rokok Dilarang, Ribuan Orang Kehilangan Lapangan Kerja  </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Rencana Pemko Padang dan DPRD merevisi Perda Kawasan Tanpa Rokok, sepertinya akan lancar lancar saja, saat bersamaan ribuan orang was-was.<br />
Banyak yang suka, karena dianggap melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Dalam revisi itu ada tambahan tiga larangan, yaitu Pelarangan seluruh iklan rokok di Kota Padang, pelarangan kegiatan SPG rokok, dan pelarangan acara atau iven dengan sponsor rokok. Perda ini direncanakan akan berlaku 1 Januari 2018. DPRD akan mensahkan Perda ini Jumat (18/7/2017) mendatang.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG-20170816-WA0026.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG-20170816-WA0026.jpg" alt="" class="wp-image-2906 alignnone size-full" width="898" height="1280" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG-20170816-WA0026.jpg 898w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG-20170816-WA0026-210x300.jpg 210w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG-20170816-WA0026-768x1095.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG-20170816-WA0026-718x1024.jpg 718w" sizes="(max-width: 898px) 100vw, 898px" /></a></p>
<p>Tapi ada ancaman serius dibalik itu semua. Hantu itu bernama Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) mencatat, saat ini ribuan orang bergantung dari iklan rokok ini di Kota Padang. Jika usaha tidak jalan, perusahaan gulung tikar, karyawan di PHK dan pengangguran bertambah. P3I menyebutkan usaha yang pasti kena dampak adalah usaha advertising, percetakan digital, Event Organizer (EO), usaha konstruksi, SPG dan distributor rokok. belum lagi dampak tidak langsung yang akan dirasakan oleh sektor lain.</p>
<p>Terhadap kondisi ini, P3I menulis surat terbuka yang ditujukan kepada gubernur, walikota dan bupati se Sumatera Barat. &#8220;Mohon bapak walikota dan bapak bupati jangan dibunuh (matikan) usaha kami, ribuan warga akan kehilangan kerja,&#8221; tulis P3I dalam surat terbuka itu. Surat ditandatangani oleh perintis periklanan dan pembina P3I Sumbar, Erismon Doice.</p>
<p>Iklan luar ruang selama ini memang didominasi oleh iklan rokok. P3I mencatat 70 % keuntungan yang didapat usaha advertising didapatkan dari iklan rokok. keuntungan itulah yang dinikmati karyawan dan keluarga mereka di rumah.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami dari P3I setuju dengan KTR di Kota Padang, tapi Perda itu jangan direvisi, tetap sajalah pakai Perda lama yang mengacu pada Kepres 109/2012. kami akan bantu membuat baliho tentang bahaya rokok bagi anak anak di kawasan yang dilarang,&#8221; ujar Krismon Doice.</p>
<p>P3I juga berharap, Pemerintah Kota Padang tidak melakukan pelarangan secara total terhadap iklan rokok ini, karena ini berkaitan dengan nasib banyak orang. &#8220;Tegakah bapak melihat nasib kami nantinya? kami yakin bapak walikota dan bupati memahami aspirasi kami,&#8221; tutup Krismon dalam surat terbukanya.<b> (laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8biklan-rokok-dilarang-ribuan-orang-kehilangan-lapangan-kerja/">​Iklan Rokok Dilarang, Ribuan Orang Kehilangan Lapangan Kerja  </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belanja Iklan TV Kuartal I/2017 Walls Juara, RCTI Raup 3,37 Triliun</title>
		<link>https://prokabar.com/belanja-iklan-tv-kuartal-i2017-walls-juara-rcti-raup-337-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2017 14:22:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Makro]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#iklan]]></category>
		<category><![CDATA[#makro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=1027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta-ProKabar— Sepanjang kuartal 1/2007, kue iklan monitoring Adstensity di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp22,78 triliun. Trennya nyaris tak berubah dibanding tahun sebelumnya, aliran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/belanja-iklan-tv-kuartal-i2017-walls-juara-rcti-raup-337-triliun/">Belanja Iklan TV Kuartal I/2017 Walls Juara, RCTI Raup 3,37 Triliun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta-ProKabar— Sepanjang kuartal 1/2007, kue iklan <em>monitoring</em> Adstensity di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp22,78 triliun. Trennya nyaris tak berubah dibanding tahun sebelumnya, aliran uang tetap besarke televisi.</p>
<p>Hasil <em>monitoring</em> iklan televisi (TV) Adstensity menunjukkan <em>brand </em>dari industri <em>personal care</em> memiliki 4 <em>brand</em><em>s</em> yang berada di Top 10 <em>Brand</em><em>s </em>dengan pengeluaran iklan televisi tertinggi<em>, </em>yakni Garnier, Dove, Ponds, dan Pantene. Di sisi lain, industri rokok yang pada kuartal I-2016 memiliki 4<em> brands</em> di Top 10, justru saat ini hanya menempatkan 2 <em>brands</em> dengan pengeluaran iklan televisi tertinggi, yakni Sampoerna dan Djarum. Pada kuartal ini, <em>brand </em>Dunhill Mild dan Gudang Garam tidak termasuk dalam Top 10.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-1028 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1.png" alt="" width="905" height="351" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1.png 905w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1-300x116.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1-768x298.png 768w" sizes="(max-width: 905px) 100vw, 905px" /></p>
<p>Adstensity mencatat, Walls merupakan <em>brand</em> yang paling banyak mengeluarkan dana belanja iklan televisi. Pada kuartal I 2017, total <em>ad spending </em>Walls mencapai Rp403,7 miliar. Ditempat kedua ada Sampoerna dari industri rokok yang mengeluarkan dana belanja iklan sebsesar Rp331,5 miliar. Selanjut berturut-turut diduduki industri <em>Personal Care</em>, yaitu <em>brand</em> Garnier, Dove, Ponds, dan Pantene. Garnier dengan belanja iklan sebesar Rp283,8 milliar, Dove sebesar Rp282,1 miliar, Ponds sebesar Rp279,1 miliar dan Pantene sebesar 270,2 miliar. Djarum berada di tempat ke-7 dengan mengeluarkan dana untuk beriklan sebesar Rp265,9 milliar. Selanjutnya ada dari industri makanan olahan dengan <em>brand</em> Indomie dan Sarimi yang masing-masing mengeluarkan dana belanja iklan sebesar Rp265,8 miliar dan Rp261,1 miliar . Di posisi kesepuluh <em>brand </em>Frisian Flag dengan dana belanja iklan sebesar Rp253,1 miliar.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/belanja-iklan-tv-kuartal-i2017-walls-juara-rcti-raup-337-triliun/">Belanja Iklan TV Kuartal I/2017 Walls Juara, RCTI Raup 3,37 Triliun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/66 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.028 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 14:47:35 by W3 Total Cache
-->