<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ikanmati Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ikanmati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ikanmati/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Dec 2021 10:23:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ikanmati Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ikanmati/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>250 Ton Ikan KJA Kembali Mengapung di Danau Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/250-ton-ikan-kja-kembali-mengapung-di-danau-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2021 10:23:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanmati]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Kematian ikan akibat tubo belerang yang bermunculan kepermukaan kembali terjadi di Danau Maninjau, Jum&#8217;at (31/12). Bencana untuk sektor perikanan ini melanda...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/250-ton-ikan-kja-kembali-mengapung-di-danau-maninjau/">250 Ton Ikan KJA Kembali Mengapung di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar</strong> &#8211; Kematian ikan akibat tubo belerang yang bermunculan kepermukaan kembali terjadi di Danau Maninjau, Jum&#8217;at (31/12). Bencana untuk sektor perikanan ini melanda Nagari Maninjau dan Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan, berdasarkan data dari Penyuluh Perikanan DKP Kabupaten Agam, 250 ton kematian ikan budidaya jenis nila dan mas, sejak Kamis (30/12) kemaren.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan data informasi dari Penyuluh Perikanan, 250 ton ikan KJA mengalami mati mendadak. Secara rinci 200 ton di Nagari Bayua dan 50 ton di Nagari Maninjau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kematian ikan ini terjadi lanjutnya, akibat berkurangnya oksigen di dalam danau. Dipengaruhi faktor cuaca ekstrim dan naiknya tubo belerang dari dasar ke permukaan danau. Kondisi itu membuat fenomena <em>upweeling</em> mengakibatkan pembalikan massa air di dalam danau.</p>
<p>&#8220;Kami menghimbau kepada petani KJA yang mengalami kematian ikan untuk tidak membuang bangkai ke danau. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya penambahan pencemaran lingkungan,&#8221; ajaknya.</p>
<p>&#8220;Kami melihat petani KJA masih sengaja membuang bangkai ikan ke danau sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal itu sangat tidak dibenarkan dan telah diatur dalam undang-undang,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/250-ton-ikan-kja-kembali-mengapung-di-danau-maninjau/">250 Ton Ikan KJA Kembali Mengapung di Danau Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerugian Petani KJA Capai Rp1,5 Miliar, Ratusan Ton Kematian Ikan</title>
		<link>https://prokabar.com/kerugian-petani-kja-capai-rp15-miliar-ratusan-ton-kematian-ikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2021 16:45:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanmati]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Agus (40) Petani Keramba Jaring Apung di Tampuniak, Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyebutkan, kematian ikan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kerugian-petani-kja-capai-rp15-miliar-ratusan-ton-kematian-ikan/">Kerugian Petani KJA Capai Rp1,5 Miliar, Ratusan Ton Kematian Ikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Agus (40) Petani Keramba Jaring Apung di Tampuniak, Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyebutkan, kematian ikan secara mendadak itu mencapai ratusan ton ikan siap panen.</p>
<p>Kejadian berlangsung sejak Sabtu sore (24/4) sampai dengan Senin (26/4) malam. Hal itu disampaikan kepada Prokabar.com, Rabu (28/4).</p>
<p>Ia menjelaskan, sebelum di Tampuniak ini, di Galapuang juga sempat terjadi kematian ikan pada Kamis (22/4) lalu. Namun tidak terlalu banyak. Tapi kali ini 80 persen petani KJA di Tampuniak dengan jumlah ratusan petak KJA mengalami kematian ikan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-86518" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210428-WA0036-1024x576.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210428-WA0036-1024x576.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210428-WA0036-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210428-WA0036-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210428-WA0036.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&#8220;Kondisi air beberapa bulan ini mengalami kondisi buruk. Menyebabkan kadar oksigen dalam air sangat buruk. Dan memicu kematian ikan dalam keramba jaring apung,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Adek (50) Pengelola Keramba Jaring Apung (KJA) membenarkan keterangan Agus. Untuk KJA yang dikelola Kevin kurang 20 petak, mengalami kematian ikan mencapai 30 ton. &#8220;Kerugian petani di sini secara keseluruhan ditafsirkan mencapai 1,5 miliar rupiah. Kami hanya bisa pasrah dan sabar. Karena musibah kematian ikan sebuah resiko,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Meski demikian lanjut Adek, bangkai ikan tidak kami buang sembarangan. &#8220;Khusus daerah ini, kami jaga lingkungan. Agar tidak terjadi pencemaran udara dan air. Bangkai ikan kami kuburkan atau kami celamkan ke dalam air danau,&#8221; pungkasnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kerugian-petani-kja-capai-rp15-miliar-ratusan-ton-kematian-ikan/">Kerugian Petani KJA Capai Rp1,5 Miliar, Ratusan Ton Kematian Ikan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Ton Ikan Keramba Di Agam Mati Diserang Tubo Belerang</title>
		<link>https://prokabar.com/ratusan-ton-ikan-keramba-di-agam-mati-diserang-tubo-belerang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2020 05:10:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#belerang]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanmati]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58888</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Raya, Prokabar — Puluhan Ton Ikan Petani Keramba di Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Rabu (5/1). Bencana...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ratusan-ton-ikan-keramba-di-agam-mati-diserang-tubo-belerang/">Puluhan Ton Ikan Keramba Di Agam Mati Diserang Tubo Belerang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung Raya, Prokabar</strong> — Puluhan Ton Ikan Petani Keramba di Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Rabu (5/1). Bencana terhadap puluhan petani keramba tersebut disebabkan naiknya tubo belerang dari dasar Danau Maninjau sehingga meracuni ikan yang berada di atas permukaan.</p>
<p>&#8220;Benar, telah terjadi bencana ratusan ton ikan keramba jaring apung mati di Linggai, Nagari Duo Koto. Kejadian sesungguhnya sudah mulai sejak dua hari lalu. Namun puncak ikan merambah mati, hari ini,&#8221; ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi kepada Prokabar.com yang melihat langsung kelapangan, Rabu (5/1).</p>
<p>Menurutnya, pemicu bencana tersebut adalah angin kencang dari arah timur ke arah barat. &#8220;Masyarakat Danau Maninjau biasa menyebutnya angin darek. Salah satu angin paling ditakuti petani keramba, karena menggoncang riak air danau dan membuat tubo belerang naik ke permukaan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Itra Sanjaya (46), Petani Keramba menyebutkan 7 petak keramba yang dikelolannya menjadi korban bencana alam tersebut. Dan dari 7 petak itu terdapat 12 ton ikan yang mati karena tubo belerang. &#8220;Kami mengalami kerugian mencapai Rp400 juta rupiah,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ratusan-ton-ikan-keramba-di-agam-mati-diserang-tubo-belerang/">Puluhan Ton Ikan Keramba Di Agam Mati Diserang Tubo Belerang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/75 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:13:59 by W3 Total Cache
-->