<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ibudananak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ibudananak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ibudananak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Aug 2018 09:12:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ibudananak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ibudananak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hati-Hati! Ini Bahayanya Jika Anda Ajak Bayi Nonton di Bioskop</title>
		<link>https://prokabar.com/hati-hati-ini-bahayanya-jika-anda-ajak-bayi-nonton-di-bioskop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2018 09:12:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16979</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar – Tidak sedikit orangtua yang mengajak bayinya untuk ikut nonton di bioskop. Wah kira-kira apakah tidak masalah mengajak bayi ke bioskop?  Apakah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hati-hati-ini-bahayanya-jika-anda-ajak-bayi-nonton-di-bioskop/">Hati-Hati! Ini Bahayanya Jika Anda Ajak Bayi Nonton di Bioskop</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> <strong>–</strong> Tidak sedikit orangtua yang mengajak bayinya untuk ikut nonton di bioskop. Wah kira-kira apakah tidak masalah mengajak bayi ke bioskop?  Apakah benar, asal si bayi kenyang dan tidak rewel, maka bioskop merupakan tempat yang nyaman untuk buah hati Anda.</p>
<p>Sebelum Anda ingin mengajak bayi Anda nonton ke bioskop, ada baiknya Anda berfikir lebih matang, karena ternyata mengajak bayi nonton kedalam bioskop bisa merusak pendengarannya dalam jangka panjang loh!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Voleme Bioskop Pemicu Gangguan Pendengaran si Kecil</strong></p>
<p>Sejatinya, permasalahan mengajak bayi nonton bioskop maka akan membuat pengunjung lain tidak bisa menikmati film dikarenakan si kecil rewel dan menangis bukanlah suatu masalah utama. Namun permasalahan utama kenapa bayi sebaiknya tidak ikut nonton ke dalam bioskop adalah dikarenakan kondisi bayi yang terlalu kecil belum mampu untuk mendengar dan berada ditempat yang bising dalam tempo yang lebih dari satu jam.</p>
<p>Tahukah Anda sistem suara canggih yang ditemukan di semua bioskop  bisa mengeluarkan volume suara hingga mencapai 85 desibel (dB)? Belum lagi saat terjadi kenaikan dB  yang bisa berkali-kali lipat saat sang aktor berteriak, atau dari suara tembakan hingga ledakan.</p>
<p>Ya, batas suara di atas 85 dB itu lah yang membuat bayi sebaiknya tidak boleh diajak ikut nonton di dalam bioskop karena sangat berbahaya bagi telinganya.  Karena bayi memiliki indera pendengaran yang masih sensitive dan  sangat memerhatikan suara-suara yang berada di sekitarnya.</p>
<p>Menurut American Academy of Pediatrics, tingkat kebisingan 45 dB yang didengar oleh bayi perlu menjadi perhatian khusus oleh orangtua.  Suara pada tingkat dB tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada telinga bayi bagian dalam, khususnya koklea. Koklea berfungsi untuk memproses bunyi sehingga bisa terdengar oleh tubuh. Dan bahayanya, suara di atas 100 dB berisiko timbulkan gangguan pendengaran permanen pada anak. Meskipun film yang di tonton adalah film anak-anak, tetapi beberapa film seperti film aksi dapat memiliki tingkat kebisingan 90 dB loh.</p>
<p>Tak ayal jika si kecil berada di bioskop dan mendengar volume suara di atas 100 desibel selama durasi 15 menit non stop dapat memicu gangguan pendengaran permanen pada anak dan dapat membahayakan proses tumbuh kembang anak di masa depan. <strong>(rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hati-hati-ini-bahayanya-jika-anda-ajak-bayi-nonton-di-bioskop/">Hati-Hati! Ini Bahayanya Jika Anda Ajak Bayi Nonton di Bioskop</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tips Cara Melatih Bayi Tengkurap</title>
		<link>https://prokabar.com/5-tips-cara-melatih-bayi-tengkurap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2018 09:15:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<category><![CDATA[#Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#tipsbayitengkurap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Salah satu syarat agar bayi bisa tengkurap adalah ketika ia sudah bisa memiliki otot leher yang kuat. Hal ini ditandai dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/5-tips-cara-melatih-bayi-tengkurap/">5 Tips Cara Melatih Bayi Tengkurap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Salah satu syarat agar bayi bisa tengkurap adalah ketika ia sudah bisa memiliki otot leher yang kuat. Hal ini ditandai dengan bayi yang sudah bisa menegakkan kepala mereka sendiri tanpa mendapatkan bantuan.</p>
<p>Berikut, ada 5 tips cara melatih bayi tengkurap sehingga bayi Anda memiliki perkembangan yang sempurna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1. Perhatikan kemampuan bayi mengangkat kepala.</strong></p>
<p>Pada akhir bulan pertama, bayi kemungkinan bisa mengangkat kepala sebentar dan menggerakkan kakinya sedikit, seperti merangkak.  Awasi, untuk memastikan Anda dapat menyokong kepalanya dengan baik. Pastikan Anda selalu dekat dan mengawasi dengan ketat selama bayi berlatih tengkurap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. Pilihlah waktu yang tepat.</strong></p>
<p>Pilih waktu berlatih ketika bayi terjaga, ceria, dan tidak lapar, dan pertimbangkan untuk membangun rutinitas latihan tengkurap tepat setelah mengganti popok.</p>
<p>Hindari melatih tengkurap ketika bayi lapar, karena bayi akan rewel dan hindari  setelah ia makan, karena bisa menyebabkan muntah.</p>
<p>Jangan pernah melatih tengkurap ketika Anda akan menidurkan bayi. Latihan harus dilakukan pada siang hari, untuk merangsang aktivitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. Mulailah dengan posisi yang nyaman.</strong></p>
<p>Untuk bayi yang baru lahir, bisa dimulai tengkurap di atas tubuh Anda, dimana perut bertemu perut. Bayi akan merasa nyaman dengan kedekatan dan detak jantung Anda.</p>
<p>Ketika bayi sudah lebih besar, Anda pun dapat mulai menggunakan permukaan datar (tempat tidur).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4. Sesuaikan posisi tangan bayi.</strong></p>
<p>Pastikan lengannya menjulur ke depan sehingga dia bisa menopang dirinya sendiri. Bayi yang lengannya tertahan atau memutar kebelakang tidak hanya akan merasa tidak nyaman, tetapi juga tak akan bisa mendapatkan manfaat penuh dari tengkurap.</p>
<p>Bayi harus berusaha lebih keras ketika dia tengkurap, jadi mungkin dia akan rewel ketika pertama kali ditengkurapkan. Pelan-pelan saja dan angkat bayi jika dia mulai menangis atau sangat tidak senang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5. Ubah posisi.</strong></p>
<p>Jika bayi mulai rewel, tengkurapkan  di atas pangkuan Anda. Angkat kaki Anda lebih tinggi dari yang satunya, dan tempatkan kepala dan bahu bayi pada kaki yang lebih tinggi. Anda pun juga bisa sambil  lakukan bonding dengan  bernyanyi, berbicara, dan menggosok punggung si kecil. <strong>(rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/5-tips-cara-melatih-bayi-tengkurap/">5 Tips Cara Melatih Bayi Tengkurap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ragam Finger Food Untuk si Kecil</title>
		<link>https://prokabar.com/ragam-finger-food-untuk-si-kecil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2018 08:36:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#finggerfood]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<category><![CDATA[#tumbyhkembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16564</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Setelah diberikan Air Susu Ibu (ASI) selama enam bulan, si Kecil pun siap diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Nah, tapi kapan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ragam-finger-food-untuk-si-kecil/">Ragam Finger Food Untuk si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Setelah diberikan Air Susu Ibu (ASI) selama enam bulan, si Kecil pun siap diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Nah, tapi kapan ya saat yang tepat untuk memberikan makanan yang bisa si kecil genggam sendiri, atau yang lebih di kenal dengan istilah finger food? Karena ketika si kecil mulai memasuki fase MPASI, finger food merupakan hal baru yang menyenangkan untuknya.  Pasalnya ia sudah mendapat izin  untuk memegang lalu memasukkan benda tersebut ke dalam mulutnya dan mendapat kejutan beragam rasa baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat si kecil memasuki usia delapan bulan merupakan awal yang tepat untuk memberikan finger food, selain beberapa giginya sudah tumbuh, si kecil pun sudah mulai bisa menggapai sendok di tangan Anda. Pada saat itu pula sistem pencernaan anak juga sudah mulai semakin kuat, sehingga ia sudah mampu mengonsumsi makanan yang lebih padat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai catatan, finger food sebaiknya cukup lunak sehingga mudah dikunyah, namun cukup keras agar dapat dipegang oleh si Kecil.  Pastikan juga saat Anda memberikan finger food pada si Kecil, makanan tersebut kaya nutrisi dan aman bagi pencernaannya. Kira-kira  apa saja sih makanan yang tepat untuk bisa digenggam si kecil?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ragam Food Finger yang Tepat untuk si Kecil :</strong></p>
<ol>
<li>Telur</li>
</ol>
<p>Makanan sumber protein ini baik sebagai finger food. Anda dapat menyajikannya dengan merebus dan membelah telur menjadi dua. Atau, Anda dapat membuat telur orak-arik.</p>
<ol start="2">
<li>Buah</li>
</ol>
<p>Anak biasanya menyukai buah karena rasanya manis. Anda dapat memberikan buah seperti pisang, alpukat, mangga, pir, dan semangka. Pastikan buahnya matang dan cukup lunak.</p>
<ol start="3">
<li>Sayur</li>
</ol>
<p>Sayur merupakan sumber makanan yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Salah satu sayur yang kaya nutrisi dan cocok dijadikan finger food adalah brokoli. Brokoli adalah sayuran dengan tekstur yang tepat untuk si Kecil. Agar kandungan nutrisinya tetap terjaga, Anda dapat mengukus brokoli. Selain itu, Anda dapat memberikan wortel, kentang, ubi manis, kembang kol, dan buah bit.</p>
<ol start="4">
<li>Pasta</li>
</ol>
<p>Ada berbagai macam bentuk pasta, sehingga anak-anak biasanya menyukai pasta. Anda hanya perlu merebus sumber karbohidrat ini.</p>
<ol start="5">
<li>Keju</li>
</ol>
<p>Keju juga baik untuk anak. Anda dapat memberikan keju yang sudah Anda potong kecil-kecil, atau memberikan keju lembaran kepada anak.</p>
<ol start="6">
<li>Daging</li>
</ol>
<p>Makanan sumber protein bisa didapatkan dari ayam ataupun daging sapi. Anda sebaiknya merebus daging sampai empuk, kemudian potong kecil-kecil. <strong>(rsk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ragam-finger-food-untuk-si-kecil/">Ragam Finger Food Untuk si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simak! Ada Sejuta Kehebatan ASI untuk si Kecil</title>
		<link>https://prokabar.com/simak-ada-sejuta-kehebatan-asi-untuk-si-kecil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2018 04:53:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#asi]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#manfaatasi]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=16105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; ASI mempunyai sejuta manfaat bagi tumbuh kembang dan kesehatan bayi. Kandungan nutrisinya yang unik menyebabkan ASI memiliki banyak keunggulan yang tidak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simak-ada-sejuta-kehebatan-asi-untuk-si-kecil/">Simak! Ada Sejuta Kehebatan ASI untuk si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> ASI mempunyai sejuta manfaat bagi tumbuh kembang dan kesehatan bayi.</p>
<p>Kandungan nutrisinya yang unik menyebabkan ASI memiliki banyak keunggulan yang tidak akan dimiliki oleh jenis susu formula apapun.</p>
<p>Yuk simak, apa saja kehebatan ASI :</p>
<ul>
<li>Immunoglobulin A (IgA)</li>
</ul>
<p>Terdapat pada kolostrum yakni ASI berwana kekuningan yang keluar pertama dari payudara. Zat ini melindungi bayi dari serangan infeksi. IgA melapisi saluran cerna agar kuman tidak dapat masuk ke dalam aliran darah dan akan melindungi bayi  hingga sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan baik.</p>
<ul>
<li>Ganfliosida (GA)</li>
</ul>
<p>Berperan dalam pembentukan memori dan fungsi otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi. GA sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Ketika lahir, bayi memiliki 100 miliar sel otak yang belum terhubung dan GA diperlukan untuk menghubungkan sel-sel otak tersebut.</p>
<ul>
<li>Protein</li>
</ul>
<p>Biasa disebut protein kasein dan whey. Protein yang terdapat dalam ASI ini bersifat lebih mudah dicerna oleh tubuh bayi, dibandingkan dengan protein yang berasal dari susu mamalia lainnya.</p>
<ul>
<li>Lemak</li>
</ul>
<p>ASI mengandung asam lemak tidak jenuh ganda berantai panjang, yaitu (long-chain polyunsanturated fatty acid atau LC-PUFA) yang terdiri dari DHA (docosahexaneoic acid atau asam dokosaheksaenoat), LA ( linoleic acidatau asam linoleat), ALA (alfa linoleic atau asam alfa linoleat) dan AA (arachidonic acid atau asam arakidonat) yang merupakan komponen dari semua jaringan tubuh dan sangat diperlukan untuk perkembangan jaringan sel, otak, retina dan susunan saraf. Luar biasa bukan kehebatan ASI!<strong> (rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simak-ada-sejuta-kehebatan-asi-untuk-si-kecil/">Simak! Ada Sejuta Kehebatan ASI untuk si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, Bayi Enggan Menyusu dan Selalu Lemah Tertidur Tanda Bayi Terkena Meningitis</title>
		<link>https://prokabar.com/waspada-bayi-enggan-menyusu-dan-selalu-lemah-tertidur-tanda-bayi-terkena-meningitis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2018 02:40:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#cegahmeningitis]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#meningitis]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=15086</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Bakteri bisa datang dari mana saja. Penularan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus)  juga bisa datang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspada-bayi-enggan-menyusu-dan-selalu-lemah-tertidur-tanda-bayi-terkena-meningitis/">Waspada, Bayi Enggan Menyusu dan Selalu Lemah Tertidur Tanda Bayi Terkena Meningitis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211; </strong>Bakteri bisa datang dari mana saja. Penularan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi <em>pneumonia</em>, telinga dan rongga hidung (sinus)  juga bisa datang dari siapa pun, bahkan bisa dari ibu bayi itu sendiri.</p>
<p>Contoh kecil, percikan batuk (droplet) orang-orang di dekat si kecil itu pun merupakan salah satu trigger dari tumbuhnya  bakteri <em>Streptococcus pneumoniae</em> dan <em>Haem influenza</em> yang menyebabkan bayi terkena meningitis, yaitu kondisi yang menyebabkan peradangan pada selaput otak (meninges).</p>
<p>Adapun proses bersarangnya bakteri tersebut pada diri si kecil, adalah dengan masuk melalui saluran pernapasan yang nantinya dimulai dari gejala batuk, pilek. Karena kuman yang masuk amat ganas dan invasine, maka bakteri tersebut pun akhirnya menyebar dengan mudahnya ke darah dan seluruh tubuh termasuk meningen.</p>
<p>Sebenarnya setiap bayi berusia satu tahun, ia sudah mempunyai bakteri <em>pneumokokus</em> yang hidup di tenggorokannya, hanya saja keberadaan bakteri tersebut tidak selalu dapat diartikan kalau akan menderita <em>pneumokokus</em>. Karena dari 90 jenis bakteri <em>pneumokokus</em> hanya sedikit yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya itu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bayi Enggan Menyusu dan Selalu Tertidur Tanda Bayi Terkena Meningitis</strong></p>
<p>Gejala Meningitis pada bayi, masih sulit untuk di ketahui tanpa adanya tindakan medis. Namun umumnya, bayi yang terkena meningitis akan terlihat:</p>
<ul>
<li>Demam</li>
<li>Tangan dan kaki dingin, namun suhu tubuh hangat</li>
<li>Bayi menggigil padahal tidak terlalu dingin</li>
<li>Leher bayi menjadi lebih kaku</li>
<li>Rewel dan menangis terutama saat digendong</li>
<li>Muntah terus menerus</li>
<li>Enggan menyusu, menolak saat diberi makan</li>
<li>Sangat mengantuk, hingga bayi sulit dibangunkan</li>
<li>Ruam merah atau berwarna gelap pada tubuh bayi</li>
<li>Pada bagian ubun-ubun terlihat menonjol</li>
</ul>
<p>Dalam beberapa kasus, untuk mengetahui seseorang menderita meningitis adalah melalui pengambilan sampel cairan otak untuk mendiagnosa meningitis. Dimana pada orang sehat, cairan otak tampak bening. Sedang penderita, pada penderita <em>pneumococcal meningitis</em> warna cairan terlihat keruh dan tes laboratorium akan mengindikasikan banyak bakteri dan jumlah sel darah putih yang berlebih.</p>
<p>Lalu apakah pengambilan sampel cairan otak itu juga dilakukan oleh bayi? Ya, pengambilan cairan otak harus dilakukan untuk mendiagnosa meningitis berapapun usianya. Apalagi mengingat gejala meningitis pada bayi tidak sejelas orang dewasa.</p>
<p>Pengobatan penderita meningitis pada bayi adalah diberikannya antibiotika sesuai hasil kultur cairan otak. Tetapi secara umum dosis antibiotika yang diberikan harus dengan dosis yang tinggi selama 10-14 hari tergantung jenis kumannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Cegah Meningitis Lewat Vaksin</strong></p>
<p>Untuk mencegah meningitis, Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia pun merekomendasikan vaksin <em>konjugat pneumokokus.</em> Vaksin tersebut dianjurkan diberikan kepada bayi dan anak yang berusia 2 bulan hingga 9 tahun. Dan pemberian vaksin paling baik dilakukan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12 – 15 bulan. Adapun vaksinasi pneumokokus bisa diberikan bersamaan dengan vaksin lain, seperti vaksin DTP/HiB, DtaP, Hib, IPV, Hepatitis B, MMR, dan Varicella.<strong> (rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspada-bayi-enggan-menyusu-dan-selalu-lemah-tertidur-tanda-bayi-terkena-meningitis/">Waspada, Bayi Enggan Menyusu dan Selalu Lemah Tertidur Tanda Bayi Terkena Meningitis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali 6 Langkah Atasi Depresi si Kecil</title>
		<link>https://prokabar.com/kenali-6-langkah-atasi-depresi-si-kecil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 05:13:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#depresi]]></category>
		<category><![CDATA[#duniaperempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=14203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Jika si kecil benar mengalami depresi, maka cara untuk mengatasinya akan serupa dengan cara mengatasi depresi pada orang dewasa. Dimana selain...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kenali-6-langkah-atasi-depresi-si-kecil/">Kenali 6 Langkah Atasi Depresi si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar </strong>&#8211; Jika si kecil benar mengalami depresi, maka cara untuk mengatasinya akan serupa dengan cara mengatasi depresi pada orang dewasa. Dimana selain juga dilakukan pendekatan terhadap keluarga dan orang-orang sekelilingnya, juga bisa melakukan psikoterapi (konseling) dan pengobatan sesuai dengan tingkat depresi pada anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Berikut 6 Langkah Atasi Depresi si Kecil:</strong></p>
<p><strong>1.Melakukan pendekatan dan berikan kasih sayang. </strong></p>
<p>Luangkan waktu berdua, puji perilaku anak Anda. Dengan melihat kelebihan dan kelemahannya dapat membangun ikatan antar orangtua dan anak. Dalam keadaan yang kritis ini, anak sangat membutuhkan dukungan emosional dalam bentuk sentuhan dan juga dalam bentuk pelukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2.Meningkatkan pola hidup sehat</strong></p>
<p>Makan yang sehat, tidur yang cukup, olahraga teratur, dan hubungan yang positif dengan orang lain baik di rumah maupun sekolah merupakan dasar dari kesehatan mental yang baik</p>
<p>Batasi waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, gadget, atau bermain video game. Paculah anak untuk melakukan aktivitas fisik untuk membantu mengembangkan hubungan positif dengan orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3.Sediakan rasa nyaman dan aman</strong></p>
<p>Bicaralah dengan anak Anda mengenai perasaannya dan hal-hal apa yang terjadi di rumah dan di sekolah yang tidak membuatnya nyaman.</p>
<p>Bicara dengan anak Anda mengenai<em> bullying</em>. Karena menjadi korban <em>bullying </em>adalah salah satu penyebab utama masalah mental pada anak.</p>
<p>Jika anak sudah mau mulai menceritakan perasaan dan masalah yang dialaminya, hal ini berarti ada suatu sinyal yang baik. Dimana ia sudah ada keinginan yang muncul di dalam hatinya untuk bisa mengatasi masalah yang dialaminya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4.Edukasi lingkungan sekitar</strong></p>
<p>Bicarakan dengan  anak dan keluarga mengenai depresi untuk meningkatkan pemahaman. Seperti cara-cara untuk mengendalikan diri, atau bagaimana melihat masalah dari sudut pandang yang lebih positif.</p>
<p>Jika anak sudah bisa menerima kenyataan yang dialaminya, maka selanjutnya anak harus diajak untuk membantu mengembangkan aktivitas lain, baik itu kegiatan fisik ataupun kegiatan kreatif bersama keluarga atau lingkungannya.</p>
<p>Fokus pada hal-hal positif yang dimiliki anak sangat penting sekali dalam mencegah anak kembali merasakan depresi</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5.Konsultasikan dengan dokter</strong></p>
<p>Jika tekanan depresi Anak semakin tinggi, Dokter mungkin akan merekomendasikan psikoterapi (konseling yang membantu orang-orang dengan masalah emosi dan perilaku), terapis anak Anda, serta tim respons krisis kesehatan mental setempat atau pun memberikan obat-obatan untuk mengatasi depresi.</p>
<p>Dokter akan memeriksa depresi anak Anda dari umur 11 hingga 21, karena tingkat bunuh diri yang tinggi pada masa remaja. Ingat, pemikiran bunuh diri pada anak merupakan keadaan darurat yang harus Anda segera konsultasikan dengan dokter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6.Buat rancangan keamanan</strong></p>
<p>Ikuti dengan teratur rancangan perawatan anak Anda. Pastikan anak Anda mengikuti terapi dan juga mengonsumsi obat yang diresepkan. Pengobatan dapat berhasil, namun mungkin membutuhkanwaktu beberapa waktu. Karena anak yang depresi  tidak segera mengenali perubahan suasana hatinya.</p>
<p>Perhatikan faktor resiko untuk bunuh diri. Hindari dan penyalahgunaan obat-obatan, hindari Anak berbicara tentang bunuh diri secara langsung atau pun lewat curahan hati di media sosial tentang kematian.<strong> (rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://prokabar.com/deteksi-11-tanda-si-kecil-mengalami-depresi/" rel="noopener" target="_blank"></a></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kenali-6-langkah-atasi-depresi-si-kecil/">Kenali 6 Langkah Atasi Depresi si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi</title>
		<link>https://prokabar.com/deteksi-11-tanda-si-kecil-mengalami-depresi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 02:13:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#depresi]]></category>
		<category><![CDATA[#depresisikecil]]></category>
		<category><![CDATA[#duniaperempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=14152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Depresi terbentuk ketika seseorang mengalami tekanan hidup terhadap masalah yang dialaminya. Tapi tahukah Anda, bahwa bayi di usia empat bulan pun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/deteksi-11-tanda-si-kecil-mengalami-depresi/">Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Depresi terbentuk ketika seseorang mengalami tekanan hidup terhadap masalah yang dialaminya. Tapi tahukah Anda, bahwa bayi di usia empat bulan pun bisa mengalami depresi?</p>
<p>Karena depresi bukanlah penyakit fisik yang bisa dengan cepat dilihat secara kasat mata, tak jarang orangtua pun sulit atau bahkan terlambat melihat tekanan depresi yang dialami oleh sang anak.</p>
<p>Ada banyak hal yang bisa memicu si kecil menjadi depresi. Seperti kurangnya perhatian, tumbuh besar di lingkungan keluarga yang <em>broken home</em>,  di<em> bully</em> oleh teman-teman dan lingkungannya, atau mendapat tuntutan orangtua yang memaksakan dirinya agar ia menjadi pintar, sempurna, dan terbaik di sekolahnya, sehingga menyebabkan ia memiliki pandangan negatif mengenai dirinya, orangtuanya dan dunianya.</p>
<p><strong>Depresi pada anak ditandai dengan beberapa fase : </strong></p>
<p>Fase pertama adalah Fase Protes. Dimana anak akan selalu menangis dan mengalami emosi yang naik turun.</p>
<p>Fase kedua adalah D<em>isapears</em> atau putus asa, Dimana tahap ini menjadi awal mula bentuk depresi yang sesungguhnya. Rewel, anak mulai tidak mau makan, dan perkembangan anak terlambat.</p>
<p>Fase ketiga, Detouch. Dimana anak sudah kecewa dan tidak mengharapkan dan tidak mau lagi mengenali sosok figur orangtua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu bagaimana orangtua bisa melihat seorang anak mengalami depresi di usia dini?</p>
<p><strong>KenaliTanda-Tanda Depresi Pada si Kecil<br />
</strong></p>
<ol>
<li>Si kecil mempunyai suasana hati yang marah atau sedih sepanjang hari. Terkadang ia pun mengungkapkan perasaan sedih atau marahnya dengan diam atau dalam bentuk emosi yang meletup-letup.</li>
<li>Tidak menikmati hal-hal yang dulu membuatnya senang.</li>
<li>Perubahan berat badan yang signifikan, dapat meningkat atau turun drastis.</li>
<li>Tidak dapat tidur pada malam hari atau terlalu banyak tidur pada siang hari.</li>
<li>Tidak ingin bersama-sama dengan keluarga atau teman-teman.</li>
<li>Kurang energi atau merasa tidak mampu mengerjakan tugas sederhana.</li>
<li>Perasaan tidak berguna atau perasaan bersalah, serta rendahnya percaya diri dan merasa tidak dianggap, tidak dicintai.</li>
<li>Menurunnya nilai-nilai akademik. Kesulitan untuk konsentrasi atau membuat keputusan.</li>
<li>Tidak peduli akan masa depan, ingin pergi dari rumah dan menghilang</li>
<li>Merasa sakit atau perih padahal tidak ada sesuatu yang terjadi pada tubuh.</li>
<li>Sering berpikir mengenai kematian atau bunuh diri. <strong>(rsk)</strong></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/deteksi-11-tanda-si-kecil-mengalami-depresi/">Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Tips Anti Galau dalam Memilih Preschool yang Tepat si Kecil</title>
		<link>https://prokabar.com/6-tips-anti-galau-dalam-memilih-preschool-yang-tepat-si-kecil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2018 11:16:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#preschool]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<category><![CDATA[#Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#tipsmemilihsekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13913</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berani menyekolahkan dini si kecil agar dapat mengembangkan kemampuan stimulasi dan motoriknya merupakan alasan yang tepat. Untuk itu Anda pun harus memilih preschool  yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/6-tips-anti-galau-dalam-memilih-preschool-yang-tepat-si-kecil/">6 Tips Anti Galau dalam Memilih Preschool yang Tepat si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berani menyekolahkan dini si kecil agar dapat mengembangkan kemampuan stimulasi dan motoriknya merupakan alasan yang tepat. Untuk itu Anda pun harus memilih preschool  yang tepat bagi anak Anda.</p>
<p><strong>Tips Memilih preschool yang Tepat untuk si Kecil </strong></p>
<p><strong>1.Hunting dan Survei Melalui Medsos dan Alumni Preschool Tersebut<br />
</strong></p>
<p>Rajinlah mencari informasi mengenai preschool yang Anda pilih. Bisa melihat melalui social media sekolah tersebut, atau pun bisa melalui wawancara pengalaman dari orangtua yang pernah menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2.Perhatikan Fasilitas, Kurikulum dan Cara Pengajarnya</strong></p>
<p>Pastikan Anda benar-benar mengenali sekolah untuk pendidikan dini tersebut. Seperti apa saja fasilitas yang diberikan kepada si kecil, bagaimana antar jemputnya, bagaimana kurikulum dan juga bagaimana cara pengajaran yang diterapkan di tempat tersebut. Sehingga Anda bisa menilai apakah sesuai dengan perkembangan pendidikan si kecil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3.Perhatikan Masalah Lingkungan Sekolahan</strong></p>
<p>Lingkungan yang baik  dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak Anda untuk bersekolah di pendidikan anak usia dini tersebut. Lihat ruang terbukanya, jarak sekolah dengan jalan utama, perhatikan  gerbang, pagar atau anak tangga yang menyekat sekolah tersebut (keamanannya jika sekolah tersebut tingkat)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4.Hitung Jumlah Guru dan Siswa </strong></p>
<p>Idealnya, satu  guru mengajar lima orang siswa. Namun jika lebih, pertimbangkan masalah kemampuan guru tersebut dalam mengatasi siswanya. Lihat cara mengajarnya, mengingat murid-muridnya masih balita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>5.Pertimbangkan Jarak Tempuhnya </strong></p>
<p>Pilih sekolah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Anda. Karena jarak dan waktu tempuh dapat mempengaruhi mood si kecil untuk melakukan aktivitas, misalnya takut ia mengantuk, kecapaian, atau pun bosan karena macet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6.Pertimbangkan Masalah Biaya</strong></p>
<p>Lakukan perbandingan antara biaya yang harus dikeluarkan dengan fasilitas yang diberikan oleh sekolah tersebut. Apakah sesuai atau sebaliknya.<strong> (rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/6-tips-anti-galau-dalam-memilih-preschool-yang-tepat-si-kecil/">6 Tips Anti Galau dalam Memilih Preschool yang Tepat si Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenali Kelainan Metabolisme Pada Bayi</title>
		<link>https://prokabar.com/mengenali-kelainan-metabolisme-pada-bayi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2018 13:59:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#babynewborn]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13680</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Setiap orangtua menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan sempurna. Pernahkan Anda memikirkan tentang perkembangan metabolisme tubuh pada bayi? Bagaimana sih sebenarnya prosesnya? Lalu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenali-kelainan-metabolisme-pada-bayi/">Mengenali Kelainan Metabolisme Pada Bayi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211; </strong>Setiap orangtua menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan sempurna. Pernahkan Anda memikirkan tentang perkembangan metabolisme tubuh pada bayi? Bagaimana sih sebenarnya prosesnya? Lalu mengapa bisa terjadi kelainan metabolisme pada bayi? Mari kita kupas masalah ini.</p>
<p>Metabolisme tubuh pada bayi, umumnya sama dengan metabolisme tubuh orang dewasa. Metabolisme melibatkan beberapa tahap yang merubah makanan yang kita makan ke dalam bentuk zat makanan dan hasil akhirnya akan terbentuk energy dan produk metabolic lainnya. Demikian pula pada bayi yang hanya mengasup ASI. ASI akan diubah dalam tubuh si kecil untuk menghasilkan energy yang nantinya berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Sedang energy yang terbentuk, akan digunakan antara lain untuk memperbaiki jaringan yang luka, seperti pada keadaan luka atau lecet, mengatasi trauma pada tubuh, kecelakaan, atau mengeluarkan toksin dan racun di dalam tubuhnya.</p>
<p>Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme). Setiap manusia memiliki metabolisme dasar, yang digunakan untuk aktivitas fungsi alat-alat tubuh. Kebutuhan untuk itu pun dapat dihitung menggunakan berat badan bayi.</p>
<p><strong>Anabolisme vs Katabolisme</strong></p>
<p>Anabolisme, adalah kemampuan tubuh untuk menyimpan sari-sari yang dianggap penting dari makanan yang masuk. sedang katabolisme adalah kemampuan tubuh untuk menghancurkannya. Dan kemampuan anabolisme dan katabolisme tubuh masing-masing anak memang berbeda.</p>
<p>Jika tubuhnya mempunyai kemampuan anabolisme yang baik, maka makanan yang masuk dengan sendirinya dapat disimpan dengan baik pula dan akhirnya &#8220;menjadi daging&#8221;. Nah kebalikannya adalah anak yang sistem katabolismenya lebih tinggi. Begitu makanan masuk, sebelum diserap pun sudah banyak yang hancur. Untuk itu sistem dalam tubuh manusia itu berlainan.</p>
<p>Oiya di dalam tubuh ada yang dinamakan irama sirkardian, yang mengatur makan, minum, tidur dan fungsi lainnya. Setiap anak memiliki irama sirkardian masing-masing. Ritme sirkardian berbeda-beda waktunya, ada yang sore hari, siang atau malam hari. Saat yang baik bila kita memberikan asupan nutrisi / makan pada saat puncak waktu irama sirkardian anak, sehingga diharapkan anak dapat makan dengan baik, sehingga metabolisme tubuh berlangsung lancar, dan Anda pun tidak perlu memaksa anak untuk makan. <strong>(rsk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengenali-kelainan-metabolisme-pada-bayi/">Mengenali Kelainan Metabolisme Pada Bayi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Extra Telitikah Anda Saat Memilih Pakaian Bayi?</title>
		<link>https://prokabar.com/sudah-extra-telitikah-anda-saat-memilih-pakaian-bayi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2018 10:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#Baby]]></category>
		<category><![CDATA[#duniaperempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<category><![CDATA[#Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memilih pakaian untuk baby memang harus ekstra teliti. Mengingat bagian kulit lapisan epidermisnya (bagian kulit terluar) 20-30 persen lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Apalagi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-extra-telitikah-anda-saat-memilih-pakaian-bayi/">Sudah Extra Telitikah Anda Saat Memilih Pakaian Bayi?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Memilih pakaian untuk baby memang harus ekstra teliti. Mengingat bagian kulit lapisan epidermisnya (bagian kulit terluar) 20-30 persen lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Apalagi baby yang berbakat atopi/alergi, jika salah memilih bahan atau model pakaian bisa menjadi masalah nantinya. Karena Kulit merupakan  organ tubuh paling luar yang salah satu fungsi utamanya ialah sebagai pelindung dan menjadi bagian dari sistem pertahanan tubuh.</p>
<p>Lalu apa yang harus diperhatikan saat memilih pakaian baby?</p>
<ol>
<li>Perhatikan bahan pakaian</li>
</ol>
<p>Diantara beragam jenis bahan pakaian memang bahan katun dikenal lembut, nyaman, mampu menyerap keringat dengan baik sekaligus takkan menimbulkan iritasi.  Sedangkan bahan lain seperti linen, nilon, jeans apalagi parasut tidak menyerap keringat dengan baik sehingga tentunya tidak nyaman. Untuk cuaca dingin, mengingat pertahanan di permukaan kulitnya belum sempurna. Sebenarnya bahan pakaian wol, baik terutama bila digunakan saat cuaca dingin. Tetapi hati-hati, karena serat bulu-bulu wol ini bisa dapat menyebabkan reaksi alergi khususnya pada bayi yang berbakat atopi.</p>
<ol start="2">
<li>Model Pakaian</li>
</ol>
<p>Hindari gesekan dengan memilih pakaian dari bahan yang lembut dan tidak terlalu sempit. Karena gesekan dapat menyebabkan kerusakan kulit. Untuk model, pilihlah sederhana, praktis dan mudah dikenakan baik bagi bayi, juga untuk si ibu. Perhatikan pilihan jenis pengait baju. Ada banyak pilihan pengait baju, dari kancing, <em>velcro</em>, ristleting, dan sebagainya. Sebaiknya pilih pakaian bayi dengan pengait kancing jepret, tali ikat atau risleting. Karena penggunaan kancing kait, dikhawatirkan dapat tanpa sengaja lepas dan tertelan. Sementara <em>velcro </em>kadang merepotkan karena mudah terbuka. Karena bayi akan lebih sering dalam posisi terlentang, hindari pengait yang terletak di bagian punggung yang hanya akan mengganggunya</p>
<ol start="3">
<li>Pemilihan Warna</li>
</ol>
<p>Pada umumnya warna pakaian bayi sedikit variasinya. Jika pun memilih warna yang terang, hati-hati dengan proses pewarnaan yang kurang tepat. Karena zat pewarna dikhawatirkan bisa saja luntur tanpa disadari ketika bayi berkeringat kemudian diserap melalui kulit.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tips Memilih Baju Bayi yang Tepat</strong></p>
<p>   Kenakan baju-baju yang simple, tidak banyak hiasan, modelnya sederhana dan mudah dikenakan.</p>
<p>   Karena kita tinggal di negara tropis dengan kelembapan yang cukup tinggi, pastikan memilih bahan yang menyerap keringat</p>
<p>   Sesuaikan pakaian dengan kondisi lingkungan, artinya kenakan pakaian hangat saat cuaca dingin dan sebaliknya baju yang tipis pada cuaca panas.</p>
<p>   Beli dalam jumlah cukup, jangan berlebihan karena badan bayi masih bertumbuh,</p>
<p>   Jangan lupa untuk mencuci baju baru sebelum pertama kali dipakai. <strong>(rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-extra-telitikah-anda-saat-memilih-pakaian-bayi/">Sudah Extra Telitikah Anda Saat Memilih Pakaian Bayi?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/180 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.030 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:57:11 by W3 Total Cache
-->