<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ibu Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ibu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ibu/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Oct 2022 14:39:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>ibu Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ibu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yang Tersisa dari Tragedi Kanjuruhan: Seorang Ibu yang Kehilangan Suami dan Anak Balita 3,5 Tahun</title>
		<link>https://prokabar.com/yang-tersisa-dari-tragedi-kanjuruhan-seorang-ibu-yang-kehilangan-suami-dan-anak-balita-35-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 14:39:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[#tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107486</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malang, prokabar &#8211; Tragedi Kanjuruhan sudah tiga hari berlalu. Namun peristiwa memilukan yang menelan ratusan korban jiwa itu, masih menyisakan duka mendalam, terutama bagi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yang-tersisa-dari-tragedi-kanjuruhan-seorang-ibu-yang-kehilangan-suami-dan-anak-balita-35-tahun/">Yang Tersisa dari Tragedi Kanjuruhan: Seorang Ibu yang Kehilangan Suami dan Anak Balita 3,5 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Malang, prokabar</strong> &#8211; Tragedi Kanjuruhan sudah tiga hari berlalu. Namun peristiwa memilukan yang menelan ratusan korban jiwa itu, masih menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga para korban.</p>
<p>1 Oktober 2022 akan selalu dicatat sebagai malam paling memilukan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Sedikitnya 125 korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan di pertandingan Arema FC vs Persebaya pada lanjutan Liga 1 2022.</p>
<p>Kesaksian dan ungkapan kepiluan dari tragedi itu satu persatu mulai bermunculan. Dua saksi tragedi Kanjuruhan menceritakan bagaimana situasi chaos yang terjadi di markas Arema FC pada malam mencekam itu.</p>
<p>Seperti kisah mengiris hati dialami oleh Evi Elmiati, seorang ibu yang kehilangan anak dan suaminya saat tragedi Kanjuruhan terjadi. Ia mengaku terpisah dari rombongan saat kisruh mulai terjadi selepas laga Arema FC versus Persebaya Surabaya.</p>
<p>&#8220;Saya bersama keluarga dari suami dan keluarga saya. Saya berangkat dari rumah sama anak dan suami saya. Suami dan anak saya meninggal, anak saya usia 3,5 tahun,&#8221; kata Evi.</p>
<p>&#8220;Waktu kejadian, suami saya gandeng anak saya, saat mau keluar, Pintu 13 ditahan, alasannya harus keluar satu-satu, sementara yang dari atas sudah ditembak gas air mata.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada yang meluk saya, perempuan, mungkin dikira saya saudaranya, saya diajaknya ke atas tribune, saya terpisah dari suami dan anak saya. Sangat banyak orang berdesak-desakan.&#8221;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-107489" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6-300x140.png" alt="" width="403" height="188" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6-300x140.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6-768x359.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2022/10/Capture6.png 958w" sizes="(max-width: 403px) 100vw, 403px" /></p>
<p>Saksi hidup lainnya, dalam wawancara bersama Kompas TV, Rifqi Aziz Azhari, satu Aremania yang berada di tribune VIP Stadion Kanjuruhan bercerita betapa asap dari gas air mata terasa di seluruh penjuru stadion.</p>
<p>&#8220;Enggak langsung sesak napas, berapa menit setelah tembakan asapnya terbawa angin, harus tutup hidung. Posisi penembak itu di Tribune 14, asapnya terbawa sampai VIP,&#8221; kata Rifqi.</p>
<p>&#8220;Orang-orang berhamburan ke VIP karena ada pintu yang dekat dengan ruangan medis, jadi semua larinya ke akses VIP. Ada yang kejang-kejang, ada yang mukanya biru. Yang saya lihat lima korban, satu polisi, sudah meninggal,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Evi dan Rifqi lalu melanjutkan, situasi yang tak terkendali menyebabkan banyak orang terjatuh dan terinjak-injak. Ditambah dengan gas air mata yang membuat semua orang saling dorong demi menyelamatkan nyawa.</p>
<p>&#8220;Sangat susah karena gas air mata, banyak yang jatuh, terinjak-injak, sementara pintu keluar hanya muat dua orang saja,&#8221; kata Evi melanjutkan.</p>
<p>&#8220;Gas air mata yang ditembakkan seingat saya ada satu, tapi yang keluar ada empat. Kemudian ada yang ditembakkan ke lapangan, yang kedua langsung ke tribune timur,&#8221; kata Rifqi menambahkan.</p>
<p>&#8220;Yang paling parah itu yang ada di tribune 13 dan 14, karena polisi yang menembakkan itu posisinya ada di tribune 14. Rusuh kan di lapangan, yang di tribune tidak, tapi kenapa yang ditembak yang di tribune? Padahal ada anak-anak, perempuan juga.&#8221;katanya.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yang-tersisa-dari-tragedi-kanjuruhan-seorang-ibu-yang-kehilangan-suami-dan-anak-balita-35-tahun/">Yang Tersisa dari Tragedi Kanjuruhan: Seorang Ibu yang Kehilangan Suami dan Anak Balita 3,5 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Supermom&#8217; Berikan Solusi Bagi Ibu Cerdas</title>
		<link>https://prokabar.com/supermom-berikan-solusi-bagi-ibu-cerdas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2022 17:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Anak]]></category>
		<category><![CDATA[#aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#supermom]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=102883</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Ibu jadi segalanya saat berada di rumah. Keperluan anak dan suami secara keseluruhan ibu lah yang menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk urusan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/supermom-berikan-solusi-bagi-ibu-cerdas/">&#8216;Supermom&#8217; Berikan Solusi Bagi Ibu Cerdas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Ibu jadi segalanya saat berada di rumah. Keperluan anak dan suami secara keseluruhan ibu lah yang menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk urusan memilih produk yang diperlukan dalam rumah tangga.</p>
<p>Kabar baiknya kini &#8216;Supermom&#8217;, platform pemberi rekomendasi produk keluarga dan pembanding harga terbesar se-Asia Tenggara, siap menjadi super friend untuk super family dan memberdayakan para ibu serta anggota keluarga melalui peluncuran SuperApp Keluarga di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Supermom menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mengumpulkan kearifan dan mendukung para ibu di 3 bidang utama guna mengatasi masalah mereka, untuk meraih dan mendapatkan dukungan dari komunitas orang tua,&#8221; kata Luke Lim, Executive Chairman and Co-Founder Supermom.</p>
<p>Tren besar dan masalah pertama. Selama masa pandemi, sebagian besar konsumen melakukan sebagian besar pembelian mereka secara daring. Serta merta membuat pilihan pada waktu ini, para ibu yang malang bisa menjadi sangat kewalahan untuk menemukan produk yang tepat dengan nilai terbaik. Ini adalah masalah umum yang dialami sebagian besar ibu-ibu.</p>
<p>“Penelitian kami kepada Key Opinion Mothers Supermom sebagai responden menunjukkan bahwa 98% ibu-ibu menghabiskan banyak waktu untuk mencari produk yang akan dibeli secara daring dan 96% ibu membandingkan harga sebelum membeli. Juga 1 dari 2 ibu, menghabiskan waktu sekitar 30 sampai 60 menit untuk berbelanja online,” kata Bunga Mega, CMO Supermom Indonesia .</p>
<p>Solusi Supermom seperti teman super bagi komunitas ibu dan seperti penasihat ibu digital untuk merekomendasikan para orang tua tentang apa yang harus dibeli dan di mana membelinya. Supermom melakukan ini dengan bermitra dengan marketplace seperti Tokopedia, Lazada (Indonesia), Shopee (Indonesia) dan banyak lagi yang akan datang, menggunakan teknologi AI untuk merekomendasikan produkapa yang paling populer, paling dicari dan paling banyak dibeli.</p>
<p>Selain itu, membantu ibu untuk membandingkan harga produk yang akan dibeli, sehingga ibu dapat yakin bahwa mereka mendapatkan produk dengan nilai terbaik. Supermom telah mengumpulkan 30 juta produk dengan 20 juta ulasan menjadikan kami platform e-niaga terbesar untuk keluarga di Asia Tenggara.</p>
<p>Sedangkan tren besar dan masalah kedua, lanjut dia, para ibu di Asia Tenggara dibebani dengan tanggung jawab mengasuh anak tetapi mereka juga Ingin mencari sumber penghasilan tambahan untuk meningkatkan kualitas hidup.</p>
<p>Riset dari InMobi, penyedia konten, monetisasi dan teknologi pemasaran, pada tahun 2021 menunjukkan rata-rata ibu membelanjakan Rp 500.000 setiap berbelanja daring. Sementara riset kami menunjukkan. 86% ibu berbelanja daring untuk kebutuhan anak-anak mereka dan 79% ibu berbelanja daring untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.</p>
<p>“Para ibu ingin mencari penghasilan tambahan untuk meningkatkan kualitas hidup, guna memberi mereka fleksibilitas untuk memikul tanggung jawab membesarkan anak dan mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya.</p>
<p>Supermom, kata dia, memiliki solusi khusus untuk itu, para ibu juga bisa bergabung dengan Supermom Voices App untuk ikut serta mengulas produk-produk kesayangan mereka dan mendapatkan penghasilan dari itu.</p>
<p>“Serta mereka juga dapat berbagi wawasan dan penghasilan, selain itu mereka dapat menjadi pengecer untuk merek yang mereka sukai. Hal ini sesuai dengan hasil riset kami di mana 53% ibu mencari tahu mengenai produk yang ingin mereka beli melalui media sosial, terutama dari ulasan jujur para ibu lainnya,” imbuhnya. <strong>(beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/supermom-berikan-solusi-bagi-ibu-cerdas/">&#8216;Supermom&#8217; Berikan Solusi Bagi Ibu Cerdas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampaikan Pesan Eyang BJ Habibie, Melanie Subono Garap Film ‘Tentang Ibu’</title>
		<link>https://prokabar.com/sampaikan-pesan-eyang-bj-habibie-melanie-subono-garap-film-tentang-ibu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 22:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Selebritis]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#melaniesubono]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95771</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Dikenal sebagai aktivis perempuan dan juga musisi, Melanie Subono mencoba terjun ke dunia perfilman. ‘Tentang Ibu’ jadi judul debut film Melanie,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sampaikan-pesan-eyang-bj-habibie-melanie-subono-garap-film-tentang-ibu/">Sampaikan Pesan Eyang BJ Habibie, Melanie Subono Garap Film ‘Tentang Ibu’</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Dikenal sebagai aktivis perempuan dan juga musisi, Melanie Subono mencoba terjun ke dunia perfilman. ‘Tentang Ibu’ jadi judul debut film Melanie, sebagai penerus pesan untuk putra putri Ibu Pertiwi</p>
<p>“Eyang pernah berpesan untuk mencintai Tiga Ibu. Ibu, Ibu Bumi dan Ibu Pertiwi melalui apa yang kita mengerti. Eyang mencintai Ibu Pertiwi dengan cara berjuang melalui teknologi. Saya berfikir dengan cara apa berjuang. Ternyata melalui seni lah, akhirnya saya mencoba mengikuti pesan Eyang,” jelas Melanie kepada awak media.</p>
<p>Istimewanya, film ini bisa disaksikan melalui tayangan vidio.com mulai 1 Desember mendatang. “Semua bisa menyaksikan tanpa ke bioskop karena film ini memang ditujukan untuk siapa saja. Bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember, ‘Tentang Ibu’ bisa disaksikan di SCTV,” sebut Melanie.</p>
<p>Bertindak sekaligus sebagai Executive Producer (Bersama Agung Rahadian ), Produser, Pengarang Ide Cerita, sampai membantu co direct Reza Nangin sebagai sutradara, Melanie juga melibatkan Dennis Nussy sebagai music director.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-95772" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211009_054934-776x1024.jpg" alt="" width="776" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211009_054934-776x1024.jpg 776w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211009_054934-227x300.jpg 227w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211009_054934-768x1013.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/10/SAVE_20211009_054934.jpg 970w" sizes="(max-width: 776px) 100vw, 776px" /><br />
Film dengan akar musikal ini dimainkan oleh dua pemeran utama, yakni Jajang C Noer (sebagai Ibu) dan Khiva Iskak (berperan sebagai Faiz). Ceritanya sangat sederhana namun syarat akan pesan moral. Yaitu perjalanan panjang Faiz dalam mencari siapa ayahnya.</p>
<p>”Faiz ini mencari siapa ayahnya dengan modal foto pernikahan orangtuanya dan selembar kain. Singkat cerita kain inilah yang membawa Faiz menjelajahi lima pulau yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Irian Jaya,” jelas Melanie.</p>
<p>Selain kisahnya yang menarik, film ini mengangkat tentang kearifan lokal termasuk mengenalkan kembali lagu-lagu daerah. Seperti, ‘Ampar Ampar Pisang’ (Banjarmasin), ‘Kampuang Nunjauh Di Mato’ (Padang), ‘Lir Ilir’ (Yogyakarta), ‘Yamko Rambe Yamko’ (Sorong) dan ‘Sio Mama’ (Ambon).</p>
<p>Sebelum tayang di Indonesia, ‘Tentang Ibu’ sudah memenangi berbagai festival film Indie di dunia, seperti Bali 4th Dimension Independent Film (Best Narrative Feature) dan Independent Awards (Best Trailler &amp; Best Film), Netherland Pure Magic International Film Festival  (feature film).</p>
<p>Kemudian, Rusia Halo International Film Festival (Best Feature Film), India Rameshwaram International Film Festival (Best International Feature Film) dan Singapore World Film Carnival (Narrative Features above 40 min &amp; Debut Film Maker).</p>
<p>‘Tentang Ibu’ sudah diputar di Rusia pada 2 Oktober silam dan sedang berjuang di Toronto Women Film fest dan Hongkong Youth Film Fest. <strong>(beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sampaikan-pesan-eyang-bj-habibie-melanie-subono-garap-film-tentang-ibu/">Sampaikan Pesan Eyang BJ Habibie, Melanie Subono Garap Film ‘Tentang Ibu’</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Derita Abdul Hafiz yang Lumpuh dan Berhenti Sekolah; Ayah Pergi, Ibu Cuma Buruh Tani</title>
		<link>https://prokabar.com/derita-abdul-hafiz-yang-lumpuh-dan-berhenti-sekolah-ayah-pergi-ibu-cuma-buruh-tani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2021 13:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Ayah]]></category>
		<category><![CDATA[#hafiz]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo Namanya Abdul Hafiz, belum genap 10 tahun. Usia yang seharusnya sangat menikmati hari-hari ceria masa anak-anak. Ibarat anak kucing, yang sedang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/derita-abdul-hafiz-yang-lumpuh-dan-berhenti-sekolah-ayah-pergi-ibu-cuma-buruh-tani/">Derita Abdul Hafiz yang Lumpuh dan Berhenti Sekolah; Ayah Pergi, Ibu Cuma Buruh Tani</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p>Namanya Abdul Hafiz, belum genap 10 tahun. Usia yang seharusnya sangat menikmati hari-hari ceria masa anak-anak. Ibarat anak kucing, yang sedang lasak-lasaknya bermain dan bergelut dengan teman sebaya.</p>
<p>Tapi bocah ini hanya terbaring lemah, lumpuh tak berdaya. Entah penyakit apa yang diderita bocah yang sesungguhnya berwajah rupawan ini. Bahkan untuk sekedar mengangkat gelas air minumnya dia harus dibantu ibu dan dua saudarinya.</p>
<p>Apalagi untuk bergerak atau pindah tempat, Hafiz harus digendong ibunya. Misalnya bangun tidur atau ke kamar mandi. &#8220;Sejak kecil kondisinya memang sudah lemah, tapi sejak enam bulan terakhir dia memang tidak bisa apa-apa lagi.&#8221;ujar sang ibu, Deswita, kepada <em>Prokabar</em>, Selasa sore.</p>
<p>Bahkan Hafiz yang sebelumnya masih bisa sekolah, sekarang sedang kelas dua SD, karena kondisinya yang makin lemah, membuat kepala sekolah menyarankan Hafiz untuk istirahat saja dirumah dan tak usah sekolah dulu.</p>
<p>Perjuangan hidup sang ibu, perempuan 38 tahun itu memang mengundang rasa iba. Sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani. Ita begitu dia dipanggil, perempuan tirus itu tetap tegar jadi orang tua tunggal bagi tiga anaknya, karena suaminya meninggalkannya saat Hafiz berumur 4 tahun dan tak pernah pulang sampai sekarang.</p>
<p>Menurut Ita, sang suami yang diharapkan tempat bergantung, ternyata pergi untuk beristri lagi. Namun Ita tak hendak menyesali, yang dia pikirkan bagaimana anak-anaknya bisa makan, bersekolah, dan si bungsu Hafiz bisa sembuh dari penyakitnya.</p>
<figure id="attachment_84395" aria-describedby="caption-attachment-84395" style="width: 228px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-84395" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/ita-0-169x300.jpg" alt="" width="228" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/ita-0-169x300.jpg 169w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/ita-0-576x1024.jpg 576w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/ita-0.jpg 720w" sizes="(max-width: 228px) 100vw, 228px" /><figcaption id="caption-attachment-84395" class="wp-caption-text">Abdul Hafiz, dia benar-benar rupawan, penyakit pun tak sanggup merampas, keelokan wajahnya.. (foto:ist)</figcaption></figure>
<p>Apa daya, dunia yang keras ini harus dihadang seorang diri. Dengan tubuh tipisnya itu, Ita pergi berkuli ke ladang orang.</p>
<p>Dari Jorong Haru, Nagari Bungo Tanjung, Kec.Batipuh, dia pergi berkuli tani ke Paninjauan, X Koto. Beruntung masih ada motor tua yang bisa didacaknya pergi bekerja dengan jarak sejauh itu. Dengan upah hanya Rp80 Ribu sehari, Ita menghidupi anak-anaknya.</p>
<p>&#8220;Tapi kalau kakak-kakak Hafiz sekolah, saya juga tidak bisa bekerja. Dengan siapa Hafiz ditinggalkan. Kakaknya sekolah tiga hari seminggu, tiga hari pula saya tak bisa bekerja.&#8221;lirih Ita, yang kini tinggal di rumah tua peninggalan neneknya yang terpencil di Nagari Bungo Tanjuang.</p>
<p>Kalau usaha Ita untuk mengobati Hafiz, memang sudah sebatas usahanya sebagai seorang ibu. Untuk pengobatan tradisional sudah tak terhitung tempat yang didatanginya.</p>
<p>Jika mendengar ada tempat yang bagus berobat, dengan segala cara dan upaya dia pergi. Tapi sang anak tetap belum ada tanda-tanda membaik. &#8220;Malah sekarang, punggungnya menjadi bungkuk, duduk pun tak bisa lagi dengan pantatnya, tapi pakai pinggul.&#8221;</p>
<p>Pernah pula Hafiz dibawa sekali ke RSUD Padang Panjang, tapi oleh pihak RS dirujuk ke RS M. Jamil Padang. Dia hanya terperangah, sang dokter mengatakan biaya sekali berobat ke RS M. Jamil sekurangnya Rp1,5 juta. Dengan apa akan dihadang uang sebanyak itu.</p>
<p>&#8220;Sejak itu saya tak pernah lagi membawa ke rumah sakit. Kartu KIS yang saya punya menurut dokter di RSUD Padang Panjang tidak bisa digunakan.&#8221;ujarnya lirih,  dan sampai sekarang dia tak tahu apa sebenarnya jenis penyakit anaknya.</p>
<p>&#8220;Sekarang Hafiz saya bawa berobat ke Nagari Jaho, diberi obat berupa minyak dan sereh yang ditumbuk. Tapi belum ada perangsuran.&#8221;lanjutnya.</p>
<p>Ita, sekarang hanya bisa pasrah. Hanya bisa berharap dan berdoa, anak bujang satu-satunya yang diharapkan menjadi tumpuan keluarga di masa depan itu bisa sehat kembali. &#8220;Setidaknya untuk dirinya sendiri,&#8221;gumam Ita, menahan butiran bening di pelupuk matanya.</p>
<p>Semoga tergeraklah hati tuan-tuan untuk membantunya, semoga.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/derita-abdul-hafiz-yang-lumpuh-dan-berhenti-sekolah-ayah-pergi-ibu-cuma-buruh-tani/">Derita Abdul Hafiz yang Lumpuh dan Berhenti Sekolah; Ayah Pergi, Ibu Cuma Buruh Tani</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/110 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.053 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 16:18:14 by W3 Total Cache
-->