<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#HutanMagrove Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/hutanmagrove/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/hutanmagrove/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Nov 2019 16:37:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#HutanMagrove Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/hutanmagrove/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sidang Mangrove, Saksi: Tidak Ada Terumbu Karang yang Rusak di Sekitar Olo</title>
		<link>https://prokabar.com/sidang-mangrove-saksi-tidak-ada-terumbu-karang-yang-rusak-di-sekitar-olo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 16:37:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#HutanMagrove]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Saksi sidang kerusakkan mangrove di Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, menegaskan tidak ada mangrove yang rusak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sidang-mangrove-saksi-tidak-ada-terumbu-karang-yang-rusak-di-sekitar-olo/">Sidang Mangrove, Saksi: Tidak Ada Terumbu Karang yang Rusak di Sekitar Olo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Saksi sidang kerusakkan mangrove di Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, menegaskan tidak ada mangrove yang rusak di sekitar olo.</p>
<p>Dalam persidangan, Saksi Madi berkata, sebelum olo dibuat, tumbuhan mangrove di sekitarnya tidak rapat. Sebab, olo tak hanya teraliri air laut, namun juga dialiri air bukit dan air bah setiap kali hujan.</p>
<p>&#8220;Ini memengaruhi kerapatan mangrove di sekitra olo,&#8221; ujarnya pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri 1 A Padang, Kamis (14/11).</p>
<p>Sidang dipimpin Hakim Ketua Gustiarso. Menurut Madi, sebelum terdakwa membuat olo mangrove tidak banyak yang tumbuh, sehingga terdakwa merasa perlu untuk memerhatikan hutan magrove.</p>
<p>Sebab, karna di sana banyak habitat yang hidup. Akhirnya terdakwa menanam pohon-lohon palem dan pohon sejenisnya. Bahkan,<br />
terdakwa berniat memperbaiki mangrove yang rusak.</p>
<p>&#8220;Namun ia mengaku bibit itu tidak pernah datang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saksi lainnya, Jasril RW, mengungkapkan hasil galian olo tidak ada yang ditimbun ke mangrove, hanya ditaroh di samping bibir olo yang tidak ada mangrovenya.</p>
<p>Bahkan, terdakwa semakin berupaya memperbaiki mangrove yang telah rusak yang ada di sekitar bibir pantai. Sedangkan terkait dengan karang yang mati, ia menegaskan karang itu telah mati.</p>
<p>&#8220;Sudah mati. Jauh sebelum terdakwa membuat olo itu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara saksi Aswir menjelaskan, jauh sebelum olo dibuat, jalan menuju olo tersebut sulit dilalui masyarakat. Perahu kecil juga sulit untuk masuk.</p>
<p>Semenjak olo dibangun, jalan tersebut sudah bisa dilalui sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Ketika ditanya soal apakah ada mangrove yang rusak di sisi kanan dan kiri olo, saksi kembali menegaskan tidak ada yang rusak. (<b>min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sidang-mangrove-saksi-tidak-ada-terumbu-karang-yang-rusak-di-sekitar-olo/">Sidang Mangrove, Saksi: Tidak Ada Terumbu Karang yang Rusak di Sekitar Olo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hut ke 74, TNI Tanam Mangrove dari Sabang sampai Merauke</title>
		<link>https://prokabar.com/hut-ke-74-tni-tanam-mangrove-dari-sabang-sampai-merauke/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2019 17:49:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#HutanMagrove]]></category>
		<category><![CDATA[#huttni74]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#tni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48407</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan penanaman 300.074 Mangrove secara serentak di 74 titik satuan TNI dari Sabang sampai Merauke. Penanaman Mangrove ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hut-ke-74-tni-tanam-mangrove-dari-sabang-sampai-merauke/">Hut ke 74, TNI Tanam Mangrove dari Sabang sampai Merauke</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong><span class="s1">Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan penanaman 300.074 Mangrove secara serentak di 74 titik satuan TNI dari Sabang sampai Merauke.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penanaman Mangrove ini dalam Dalam rangka memperingati HUT Ke-74, dengan tema “Selamatkan Bumi Untuk Anak Cucu Kita”. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa hutan Mangrove merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir pantai yang menjadi habitat bagi berbagai biota laut dan menurunkan emisi gas rumah kaca, Mangrove juga melindungi garis pantai dari abrasi. “Hutan Mangrove selain mampu melindungi kawasan pantai juga mampu menghidupi ekosistem di sekitarnya,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hadi menerangkan, mangrove memiliki filosofi yaitu tumbuhan yang memiliki akar kuat dan saling terhubung antara tumbuhan induk satu dengan tumbuhan induk lainnya, membentuk jalinan dan rumpun akar yang mampu menahan ombak sehingga kawasan pesisir terhindar dari bahaya erosi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Mangrove menunjukkan simbolisasi bahwa bila kita bersatu padu antar komponen bangsa, saling bahu membahu dan bergandengan tangan, akan membentuk ketahanan nasional yang tangguh dalam membangun bangsa dan melindungi segenap bangsa dari berbagai macam ancaman dan tantangan,” ujar Panglima TNI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengapresiasi dan menghargai kepedulian TNI AL terhadap lingkungan maritime karena telah  menunjukkan bahwa pembinaan potensi maritim dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan laut semakin kuat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Saya selaku Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kasal beserta jajarannya serta instansi lain seperti Polri, Pemda dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan penanaman Mangrove dapat terlaksana dengan baik. Inilah bentuk persatuan dan kesatuan bangsa serta sinergi seluruh komponen masyarakat,” ungkapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penanaman 300.074 Mangrove mendapat penghargaan langsung dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena telah memecahkan rekor penanaman Mangrove terbanyak secara serentak di 74 titik wilayah Indonesia, dan TNI dinilai sebagai institusi yang peduli terhadap lingkungan. Penerimaan penghargaan dari MURI diserahkan secara langsung oleh Senior Manager MURI Yusuf Ngadri secara simbolis kepada Panglima TNI. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hut-ke-74-tni-tanam-mangrove-dari-sabang-sampai-merauke/">Hut ke 74, TNI Tanam Mangrove dari Sabang sampai Merauke</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</title>
		<link>https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2018 09:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#AngsoDuo]]></category>
		<category><![CDATA[#HutanMagrove]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Tabuik]]></category>
		<category><![CDATA[#UluAmbek]]></category>
		<category><![CDATA[#Unik]]></category>
		<category><![CDATA[#Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=5005</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar &#8211; Pariaman salah satu kota kecil yang terletak di Pantai Barat Provinsi Sumatera Barat. Salah satu wilayah yang hanya berjarak 25 km...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/">7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar &#8211; </strong>Pariaman salah satu kota kecil yang terletak di Pantai Barat Provinsi Sumatera Barat. Salah satu wilayah yang hanya berjarak 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau dan 56 km dari Kota Padang. Kota Tabuik nama lain dari kota kecil ini memiliki 7 fakta unik dan legenda di tengah masyarakat. Dan bagi pengunjung berwisata ke Pariaman, wajib mengetahui cerita legenda tersebut. Apa saja itu? Mari kita urai satu persatu:</p>
<h4>1. Pulau Angso Duo</h4>
<figure id="attachment_5006" aria-describedby="caption-attachment-5006" style="width: 701px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-5006 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97.jpeg" alt="" width="701" height="392" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97.jpeg 701w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/97-300x168.jpeg 300w" sizes="(max-width: 701px) 100vw, 701px" /><figcaption id="caption-attachment-5006" class="wp-caption-text">Foto : Pulau Angso Duo</figcaption></figure>
<p>Pulau Angso Duo adalah salah satu Objek wisata pertama paling menarik dan unik untuk dikunjungi. Pasalnya, di pulau dengan luas sekitar 1 hektar ini terdapat sejarah yang belum terungkap sepenuhnya dari pakar sejarah. Di pulau itu terdapat sebuah Sumur Tua, beserta beberapa Pemakaman kecil disertai satu kuburan dengan panjang 7 meter. Masyarakat mengenal kuburan tersebut mendiang Ulama Katik Sangko.</p>
<figure id="attachment_5015" aria-describedby="caption-attachment-5015" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-5015" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93.jpeg" alt="" width="720" height="483" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93-300x201.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/93-768x515.jpeg 768w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-5015" class="wp-caption-text">Makam Ulama Katik Sangko</figcaption></figure>
<p>Menurut catatan naskah aksara jawi hasil transliterasi dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Addriyetti Amir dan disunting oleh Sudarmoko di buku PUITIKA Edisi Khusus Agustus 2001, Katik Sangko merupakan pengawal perjalanan Syekh Burhanuddin yang diperintah Syekh Abdulrauf as Singkili (guru dari Syekh Burhanuddin) dari Aceh kembali ke Ranah Minang. Bertujuan menyiarkan Agama Islam pada tahun 1070 Hijriah atau 1689 Masehi.</p>
<p>Singkat cerita, mereka bersama-sama kembali ke kampung halaman dalam waktu dua kali periode dengan jumlah rombongan hulu balang (pendekar) yang berbeda pula. Kepulangan pertama gagal hingga yang kedua kali berhasil, melawan kelompok jahat ahli sihir. Seperti Pasukan Basa Nan Ampek (masyhur 4 orang) yaitu Kilik-kilik Jantan, Gaga Tangah Padang, Jin Paneh dan Wama. Sebelum mendarat ke pesisir Pariaman, Syekh Burhanuddin dan Katik Sangkob terlebih dahulu berlabuh di Pulau Angso duo. Mitosnya, Angso Duo dari nama Pulau itu merupakan lambang atau simbol dari dua tokoh Ulama berseragam jubah putih tersebut. Konon mereka memiliki kemampuan terbang dan berjalan di atas air, seperti Burung Angsa. Masyarakat Pariaman mengabadikan pulau bertuah tersebut sebagai pulau kiramat nan sati dengan sebutan Pulau Angso Duo.</p>
<h4>2. Konservasi Penyu</h4>
<figure id="attachment_5007" aria-describedby="caption-attachment-5007" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-5007 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95.jpeg" alt="" width="510" height="383" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95.jpeg 510w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/95-300x225.jpeg 300w" sizes="(max-width: 510px) 100vw, 510px" /><figcaption id="caption-attachment-5007" class="wp-caption-text">Konservasi Penyu</figcaption></figure>
<p>Kota Pariaman terletak dengan garis pantai sepanjang 12,73 km. Di samping itu juga terdapat 4 (empat) pulau kecil seperti Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak. Pulau itu disekeliling ekosistem terumbu karang. Kawasan yang merupakan kawasan penyu bertelur setiap tahun. Jenis penyu yang banyak ditemukan adalah penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Berdasarkan potensi yang terdapat pada kawasan tersebut maka dijadikan kawasan konservasi perairan daerah Kota Pariaman oleh Walikota Pariaman pada tanggal 20 Oktober berdasarkan SK No. 334/523/2010. Kemudian berpindah ke wewenang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera barat sesuai adanya Undang-Undang 23 Tahun 2014.</p>
<figure id="attachment_5016" aria-describedby="caption-attachment-5016" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5016" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90.jpeg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90.jpeg 1280w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/90-1024x576.jpeg 1024w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-5016" class="wp-caption-text">Konservasi Penyu</figcaption></figure>
<p>Penyu merupakan hewan yang dilindungi Indonesia sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pangawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. “Bahwa penyu berikut bagian-bagiannya termasuk telurnya merupakan satwa yang dilindungi oleh negara.” Dan peluang pemanfaatannya melalui penangkaran yang diatur PP No. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.</p>
<h4>3. Taman Hutan Mangrove</h4>
<figure id="attachment_5009" aria-describedby="caption-attachment-5009" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5009 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102.jpeg" alt="" width="500" height="375" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102.jpeg 500w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/102-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-5009" class="wp-caption-text">Taman Hutan Mangrove</figcaption></figure>
<p>Hutan Mangrove di Kota Pariaman terletak antara Desa Apar dan Desa Mangguang. Awalnya Hutan Mangrove atau Bakau cukup luas dan terdapat habitan udang dan kepiting, menjadi santapan masyarakat setempat. Akibat minimnya kesadaran masyarakat, Hutan Bakau tersebut hanya tersisa 1 hektar, dan terancam musnah akibat seringnya penebangan dan perusakan secara liar. Hampir semua jenis mangrove ada di sini. Namun yang sudah ditanami ribuan bibit di sana adalah jenis Rhizophora.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5018 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101.jpeg" alt="" width="500" height="375" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101.jpeg 500w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/101-300x225.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<p>Melalui penggiat atau komunitas TDC (Tabuik Diving Club) bersama Pemerintah Kota Pariaman dan PT. Pertamina (DPPU) Minangkabau, Hutan Tersebut kemudian disulap menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi di Sumatra Barat. Taman Hutan Mangrove saat ini memiliki jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 1,5 meter (nantinya pembangunan dilanjutkan hingga tuntas), disertai papan informasi tentang Mangrove. Pengunjung dapat menikmati suasana asri Hutan Mangrove beserta seluk beluk manfaat Bakau bagi kehidupan Manusia.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/2/">Lanjut Halaman 2 &#8211;&gt;&gt;</a></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/7-fakta-unik-wisata-di-kota-pariaman/">7 Fakta Unik Wisata di Kota Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/111 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:23:32 by W3 Total Cache
-->