<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#holtikultura Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/holtikultura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/holtikultura/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jan 2020 13:44:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#holtikultura Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/holtikultura/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemerintah Sasar Blitar Jadi Sentra Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor</title>
		<link>https://prokabar.com/tingkatkan-ekonomi-daerah-pemerintah-sasar-blitar-jadi-sentra-pengembangan-holtikultura-berorientasi-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 14:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#blitar]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#holtikultura]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Setelah Kabupaten Jembrana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali melakukan penanaman perdana pisang Cavendish di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Program quick wins...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-ekonomi-daerah-pemerintah-sasar-blitar-jadi-sentra-pengembangan-holtikultura-berorientasi-ekspor/">Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemerintah Sasar Blitar Jadi Sentra Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Setelah Kabupaten Jembrana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali melakukan penanaman perdana pisang Cavendish di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.</p>
<p>Program quick wins Kemenko Perekonomian ini bertujuan menekan defisit neraca perdagangan nasional. Pemerintah pun terus mendorong pengembangan produk-produk yang memiliki daya saing dan potensi ekspor yang tinggi, seperti produk sektor pertanian yang berkontribusi terbesar ketiga dalam Produk Domestik Bruto (PDB), setelah sektor industri dan perdagangan.</p>
<p>Sektor pertanian juga merupakan sektor yang mengalami surplus di saat sektor lain mengalami defisit neraca perdagangan. Pada bulan Agustus 2019, sektor pertanian tercatat mengalami surplus sebesar US$ 0,34 atau tumbuh sebesar 12% dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, dalam konteks ekonomi yang paling utama adalah mendorong ekspor dan investasi untuk menyelesaikan defisit tersebut.</p>
<p>Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Pemerintah melakukan 2 (dua) upaya untuk memitigasi defisit Neraca Perdagangan. Pertama, mendorong agar neraca pembayaran surplus melalui peningkatan investasi dengan mendorong Foreign Direct Investment (FDI) dan mengurangi investasi asing jangka pendek (portfolio).</p>
<p>&#8220;Selain itu, upaya mengurangi defisit transaksi berjalan ditempuh dengan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan produk ekspor dan mengembangkan substitusi impor&#8221;, ujar Sesmenko dalam acara penanaman perdana di Blitar, Selasa (21/1).</p>
<p>Ia menambahkan, beberapa kebijakan jangka pendek yang telah diterapkan oleh pemerintah antara lain perbaikan iklim usaha melalui pelayanan dan perizinan terintegrasi, yang dikenal sebagai Online Single Submission (OSS).</p>
<p>Selain itu juga melalui pemberian insentif fiskal bagi industri berorientasi ekspor, dan pengembangan produk-produk berdaya saing tinggi dan berorientasi ekspor. Bukan hanya produk-produk hasil industri, namun juga produk-produk yang berasal dari sektor lainnya, seperti sektor pertanian.</p>
<p>Pisang Cavendish merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai prospek pengembangan yang baik karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka luas.</p>
<p>Saat ini ekspor pisang Cavendish sudah dilakukan ke beberapa negara yaitu ke Cina, Jepang, Korea, dan Timur Tengah, namun demikian permintaan dari negara tersebut masih belum dapat tercukupi karena keterbatasan lahan produksi pisang Cavendish.</p>
<p>Pengembangan komoditas hortikultura berorientasi ekspor akan terus dilakukan di berbagai daerah dengan tujuan peningkatan ekspor dan investasi serta pemerataan ekonomi melalui kerjasama kemitraan antara pemerintah, swasta dan petani.</p>
<p>“Kita mulai terlebih dahulu dengan demplot di beberapa lokasi dengan luasan sekitar 4 Ha agar para petani dapat melihat secara langsung proses dan keberhasilan dari budidaya tanaman ini. Baru kemudian petani dapat bergabung dalam program ini. Petani akan mendapatkan pendampingan mulai dari proses produksi hingga pemasaran, sehingga petani betul-betul mendapatkan manfaat dan keuntungan yang lebih baik,&#8221; imbuh Sesmenko.</p>
<p>Program pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor tersebut merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah untuk mendorong produk lokal yang berdaya saing global.</p>
<p>Sesuai dengan target, pemerintah akan terus mengembangkan Kawasan hortikultura berorientasi ekspor di kabupaten lainnya, seperti Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bondowoso dan kabupaten lainnya yang telah berkomitmen.</p>
<p>“Untuk ke depan, saya berharap pola seperti ini dapat terus digulirkan di level nasional, sehingga nantinya akan sangat besar kontribusinya terutama untuk menyelesaikan permasalahan utama ekonomi kita terkait defisit neraca perdagangan. Tentunya diawal pengembangan adalah untuk pasar lokal dulu, dan kemudian secara bertahap disiapkan logistiknya agar lebih efisien untuk tujuan utamanya yaitu mendorong ekspor,” pungkas Sesmenko. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-ekonomi-daerah-pemerintah-sasar-blitar-jadi-sentra-pengembangan-holtikultura-berorientasi-ekspor/">Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemerintah Sasar Blitar Jadi Sentra Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Holtikultura Anjlok, Petani Paninjauan Cuma Dapat Lelahnya Saja</title>
		<link>https://prokabar.com/harga-holtikultura-anjlok-petani-paninjauan-cuma-dapat-lelahnya-saja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2019 15:20:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#holtikultura]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51892</guid>

					<description><![CDATA[<p>Paninjauan, Prokabar &#8211; Petani di daerah Padang Panjang dan sekitarnya, mulai terpukul, terkait semakin menurunnya harga produk pertanian mereka. Bahkan, banyak produk holtikultura mereka...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-holtikultura-anjlok-petani-paninjauan-cuma-dapat-lelahnya-saja/">Harga Holtikultura Anjlok, Petani Paninjauan Cuma Dapat Lelahnya Saja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paninjauan, Prokabar &#8211;</strong> Petani di daerah Padang Panjang dan sekitarnya, mulai terpukul, terkait semakin menurunnya harga produk pertanian mereka. Bahkan, banyak produk holtikultura mereka yang tak terjual.</p>
<p>Di Nagari Paninjauan yang merupakan sentra holtikultura di kawasan tersebut, para petani mulai mengeluhkan rendahnya harga jual. Jenis sayuran yang jatuh harga diantaranya sawi dengan berbagai varian-nya, seledri, terong, bawang daun, wortel, tomat, cabe rawit, dan jenis sayuran lainnya.</p>
<p>Yang agak bertahan adalah cabai merah keriting. Sementara, jahe relatif stabil. Bahkan, jahe sat ini berada dalam kisaran harga tertinggi sepanjang sejarah, yakni berkisar antara Rp25-30 ribu/kg.</p>
<p>&#8220;Tapi yang paling memukul adalah anjloknya harga tanaman-tanaman berumur poendek dan cepat panen. Misalnya, Sawi yang biasanya Rp4000-5000/kg, sekarang cuma Rp1000/kg. Bahkan bisa kurang, satu karung yang berisi 50 kg dijual per karung saja seharga Rp20.000,&#8221; ungkap Amrizal, salah seorang petani di Paninjauan.</p>
<p>Petani yang biasanya dalam seminggu bisa meraup pemasukan sampai Rp3 juta/minggu, kini jauh berkurang pendapatannya. Bawang daun yang biasanya Rp15 ribu/kg kini paling mahal Rp10 ribu. Begitupun seldri, biasanya mencapai Rp25 ribu/kg, sekarang dihargai hanya berkisar Rp5-8 ribu.</p>
<p>&#8220;Cuma lelahnya saja yang dapat dengan harga seperti itu, kita tak dapat apa-apa. Karena biaya produksi yang dikeluarkan dan biaya angkut dari ladang ke pasar tak tertutupi.&#8221;ujar Zulkifli, salah seorang petani di Paninjauan.</p>
<p>menurutnya,kondiusi inilah yang dihadapi para petani di Paninjauan dan nagari-nagari sekitarnya, dimana masyarakatnya mayoritas adalah petani. &#8220;Biasanya harga turun seperti ini karena bebebrapa faktor, misalnya serbuan produk pertanian dari daerah lain,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Namun, kali ini petani berumur 45 tahun ini melihat ada permasalahan lain yang menyebabkan harga produk pertanian anjlok tajam. &#8220;Saya dengar di pasar, para pedagang besar atau pengirim ke luar daerah banyak yang tidak jalan, karena langkanya solar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Akibatnya, produk pertanian banyak yang menumpuk karena tak ada pedagang pengumpul atau pedagang pengirim yang membeli. &#8220;Karena tak banyak toke yang jalan, sehingga barang-barang melimpah, Otomatis harga turun, bahkan tak ada yang membeli,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ditambahkan petani lainnya, Zulkifli, dia berharap kondisi ini cepat berakhir dan harga-harga kembali normal. &#8220;Kasihan para petani, mereka bekerja keras agar produk pertanian mereka berkualitas, tetapi pada sisi harga tak memadai. Bahkan ada yang membiarkan begitu saja tanamannya membusuk di ladang,&#8221; tutup Zulkifli.<strong>(mht)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-holtikultura-anjlok-petani-paninjauan-cuma-dapat-lelahnya-saja/">Harga Holtikultura Anjlok, Petani Paninjauan Cuma Dapat Lelahnya Saja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/68 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.022 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:23:28 by W3 Total Cache
-->