<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#hiuterdampar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/hiuterdampar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/hiuterdampar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Oct 2019 10:27:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#hiuterdampar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/hiuterdampar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ikan Paus Terdampar di Pinggir Pantai, Ini Kata Akademisi</title>
		<link>https://prokabar.com/ikan-paus-terdampar-di-pinggir-pantai-ini-kata-akademisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2019 10:27:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hiuterdampar]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49448</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ketua Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan Pasca Sarjana Universitas Bung Hatta Padang Dr Harfiandri Damanhuri mengungkapkan fenomena ikan paus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ikan-paus-terdampar-di-pinggir-pantai-ini-kata-akademisi/">Ikan Paus Terdampar di Pinggir Pantai, Ini Kata Akademisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Ketua Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan Pasca Sarjana Universitas Bung Hatta Padang Dr Harfiandri Damanhuri mengungkapkan fenomena ikan paus terdampar di pinggiran pantai disebabkan karena pembuangan limbah domestik dari daratan masuk ke laut terbawa oleh arus permukaan sehingga merubah pola migrasi ikan paus.</p>
<p>&#8220;Pembuangan sampah, terutama sampah domestik dapat meningkatkan kadar Nitrogen dan Posforus dalam air laut yang dapat menyuburkan kondisi perairan, sehingga sumber makanan ikan paus menjadi banyak,&#8221; kata dia, Senin (21/10).</p>
<p>Selain itu, perubahan iklim seperti perubahan arus dan pergerakan massa air laut menjadi rendah, sehingga tingkat kesuburan perairan dan kadar oksigen yang tinggi juga dapat meningkatkan ketersediaan sumber makanan bagi ikan paus.</p>
<p>Tingkat kesuburan perairan tersebut juga disebabkan karena pemanasan global dan pengaruh asap yang menghalangi cahaya matahari masuk ke dasar laut.</p>
<p>&#8220;Akibatnya densitas air menjadi lebih lambat bergerak, sehingga terjadi penumpukan sumber makanan paus di lapisan permukaan perairan laut,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Seharusnya daerah tropis atau idealnya laut, mesti berputar dengan baik sehingga tidak membuat siklus air laut melambat dan menyebabkan sumber makanan paus seperti fitoplankton termasuk ubur naik ke permukaan.</p>
<p>&#8220;Ikan paus merupakan hewan yang bermigrasi pada beberapa musim tertentu,&#8221; sambung dia.</p>
<p>Selain itu, paus yang tersesat ke pantai disebabkan karena perubahan iklim, sistem navigasinya yang terganggu, atau tertinggal dari rombongannya saat memburu makanan.</p>
<p>Selain itu, menurutnya jika dilihat dari jumlah biota paus yang terdampar, maka sudah sering terjadi sejak lama.</p>
<p>&#8220;Di sebuah desa di Pantai Punggasan terdapat kuburan raja ikan, ikan itu merupakan ikan paus yang juga pernah terdampar sekitar tahun 80an,&#8221; kata dia.</p>
<p>Bahkan di Pasaman juga pernah terdampar paus besar pada 1970 dan tulangnya disimpan di Taman Kinantan Bukittinggi.</p>
<p>&#8220;Seperti yang kita lihat pantai barat merupakan salah satu jalur migrasi ikan paus yang kaya akan sumber pakan, selain itu ada juga hubungannya dengan banyaknya jumlah ubur-ubur yang juga merupakan sumber pakan paus,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Biasanya hiu yang sering terdampar ke pinggir pantai disebut hiu tutul atau Rhincodon Typus yaitu hiu pemakan plankton.</p>
<p>&#8220;Seperti jenis hiu yang terdampar di Pesisir Selatan beberapa waktu lalu yang sempat menggemparkan masyarakat pinggiran pantai Pesisir Selatan,&#8221; sambung dia.</p>
<p>Sebelumnya, seekor Hiu Tutul terdampar di Pantai Tan Sridano, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Pada Sabtu (19/10), setelah sebelumnya ikan yang memiliki panjang 6,3 meter tersebut terjerat pukat tepi milik nelayan tradisional setempat.</p>
<p>&#8220;Ikan malang itu terjerat pukat tepi sekitar jam 06.00 WIB, dan nelayan berupaya melepaskannya dengan menyobek alat tangkap tersebut,&#8221; kata warga setempat, Indra (28) di lokasi, beberapa waktu lalu.<strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ikan-paus-terdampar-di-pinggir-pantai-ini-kata-akademisi/">Ikan Paus Terdampar di Pinggir Pantai, Ini Kata Akademisi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tersangkut Jaring Nelayan, Hiu Tutul Kembali Mati di Pesisir Selatan</title>
		<link>https://prokabar.com/tersangkut-jaring-nelayan-hiu-tutul-kembali-mati-di-pesisir-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2019 12:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hiuterdampar]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Ikan hiu tutul dengan panjang 6,3 meter dengan berat 1 ton kembali mati di perairan Pantai Transidano Taluak, Kecamatan Batangkapas,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tersangkut-jaring-nelayan-hiu-tutul-kembali-mati-di-pesisir-selatan/">Tersangkut Jaring Nelayan, Hiu Tutul Kembali Mati di Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar — </strong>Ikan hiu tutul dengan panjang 6,3 meter dengan berat 1 ton kembali mati di perairan Pantai Transidano Taluak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, Sabtu (19/10).</p>
<p>&#8220;Sebelum mati, ikan hiu tutul ini tersangkut dijaring nelayan tradisional pagi tadi, setelah dilepaskan dari jaring, ikan hiu tersebut tetap menepi ke pantai,&#8221; kata salah seorang nelayan setempat Beni (28) pada Prokabar.com.</p>
<p>Ia bersama nelayan, telah berupaya untuk kembali mendorong hiu ke tengah, namun hiu tetap menepi.</p>
<p>&#8220;Sudah kami dorong ke tengah, tapi ikan tetap kembali ke tepi pantai. Padahal tadi ikan masih dalam keadaan hidup, sekarang sudah mati, &#8220;ujarnya lagi.</p>
<p>Sementara Sawalludin dari pemerintah Kecamatan Batangkapas mengatakan, dirinya, telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Perikanan Pessel. Langkah apa setelah ini yang akan diambil.</p>
<p>&#8220;Kita sekarang masih menunggu petunjuk orang Dinas, apakah dikuburkan disini atau tetap dikembalikan ketengah, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Hiu tersebut diperkirakan memiliki panjang 6,3 meter dan berat 1 to, saat ini kondisi sudah mati.</p>
<p>Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal mengatakan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa tewasnya hiu yang panjang 6,3 meter, dengan berat badan 1 ton ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Padang.</p>
<p>&#8220;Sudah kita koordinasikan dengan BPSPL di Padang. Kalau tidak ada aral melintang hari ini Sabtu (19/10) mereka turun sekaligus melakukan penyebab matinya, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Dikatakan Andi, hiu tutul dinamakan dengan bahasa latin Rhincodon typus, biasanya hidup di laut dalam.</p>
<p>Dugaan sementara atas matinya hiu itu, tersangkut oleh jaring nelayan, setelah lepas dari jaring nelayan hui tersebut dalam kondisi lemah menuju perjalanan jauh.</p>
<p>&#8220;Dugaan sementara ya karena lemah ditambah tersangkut dijaring nelayan, &#8220;ujarnya lagi.</p>
<p>Dugaan lain, hiu yang tewas itu, karena sedang berupaya pindah tempat. Sebab, kebiasaan ikan besar tersebut selalu bermigrasi dari habitatnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya akan menyediakan ekskavator untuk dikuburkan diwilayah setempat, tutupnya. (<b>min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tersangkut-jaring-nelayan-hiu-tutul-kembali-mati-di-pesisir-selatan/">Tersangkut Jaring Nelayan, Hiu Tutul Kembali Mati di Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Perikanan Pelajari Penyebab Matinya Hiu di Pantai Pesisir Selatan</title>
		<link>https://prokabar.com/dinas-perikanan-pelajari-penyebab-matinya-hiu-di-pantai-pesisir-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2019 11:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hiuterdampar]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar, bakal mengkaji penyebab hiu tutul yang ditemukan tewas di Pantai Taluak Batuang, Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dinas-perikanan-pelajari-penyebab-matinya-hiu-di-pantai-pesisir-selatan/">Dinas Perikanan Pelajari Penyebab Matinya Hiu di Pantai Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar —</strong> Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar, bakal mengkaji penyebab hiu tutul yang ditemukan tewas di Pantai Taluak Batuang, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas, Senin (7/10) kemaren.</p>
<p>Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal mengatakan, pihaknya bakal melakukan pengkajian penyebab matinya satwa yang dilindungi itu.</p>
<p>&#8220;Kami bakal melakukan pengkajian penyebab matinya hui terlebih dahulu, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Disamping itu, pihaknya sudah melaporkan peristiwa tewasnya hiu yang panjang 7 meter, lebar 1 meter dengan berat badan 1,5 ton ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Padang.</p>
<p>&#8220;Sudah kita koordinasikan dengan BPSPL di Padang. Kalau tidak ada aral melintang hari ini Selasa (8/10) mereka turun sekaligus melakukan penyebab matinya, &#8220;ujarnya pada Prokabar.com.</p>
<p>Mantan Kabag Ketua Pemkab Pessel menjelaskan, hiu tutul dinamakan dengan bahasa latin Rhincodon typus, biasanya hidup di laut dalam.</p>
<p>Dugaan sementara atas tegasnya hiu itu, tersangkut oleh jaring nelayan, setelah lepas dari jaring nelayan hui tersebut juga dihantam oleh gelombang pasang cukup tinggi lalu terdampar ke bibir pantai.</p>
<p>&#8220;Dugaan sementara ya karena tersangkut oleh jaring nelayan dan ditambah oleh gelombang pasang cukup tinggi lalu terdampar di Pantai dan mengalami dehidrasi, &#8220;ujarnya lagi.</p>
<p>Dugaan lain, hiu yang tewas itu, karena sedang berupaya pindah tempat. Sebab, kebiasaan ikan besar tersebut selalu bermigrasi dari habitatnya.</p>
<p>&#8220;Karena, lari dari habitatnya, maka akan kami lakukan pengkajian terlebih dahulu,” tutupnya. (<b>min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dinas-perikanan-pelajari-penyebab-matinya-hiu-di-pantai-pesisir-selatan/">Dinas Perikanan Pelajari Penyebab Matinya Hiu di Pantai Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terdampar, Hiu Tutul Tewas di Pantai Pesisir Selatan</title>
		<link>https://prokabar.com/terdampar-hiu-tutul-tewas-di-pantai-pesisir-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2019 10:10:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hiuterdampar]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Seekor ikan hiu tutul dengan panjang 7 meter dan lebar 1 meter ditemukan tewas di Pantai Taluak Batuang, Nagari IV...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terdampar-hiu-tutul-tewas-di-pantai-pesisir-selatan/">Terdampar, Hiu Tutul Tewas di Pantai Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar —</strong> Seekor ikan hiu tutul dengan panjang 7 meter dan lebar 1 meter ditemukan tewas di Pantai Taluak Batuang, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.</p>
<p>Hiu tersebut ditemukan salah seorang warga setempat pada Senin (7/10). Siang. Hingga kini hiu tersebut masih belum di evakuasi oleh pihak terkait.</p>
<p>Informasi dihimpun Prokabar.com Selasa (8/10), hiu yang tewas di Pantai Taluak Batuang dengan panjang 7 meter dan lebar 1 meter tersebut miliki berat badan diperkirakan 1,5 ton.</p>
<p>Salah seorang warga setempat Akral (34) mengatakan, kejadian ini terjadi pada Senin (7/10) siang. Kemarin, namun hingga kini Selasa (8/10) hiu tersebut belum juga kunjung dievakuasi oleh pihak terkait.</p>
<p>&#8220;Peristiwa tewasnya hiu di Pantai ini adalah yang pertama kali saya temukan, saat saya melihat memang agak terkasima saya melihatnya, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, atas peristiwa ini dirinya langsung bergegas memanggil warga untuk melihat hiu ini secara seksama.</p>
<p>Hingga saat ini, ungkapnya, hewan raksasa tersebut masih dalam kondisi terdampar dan belum dievakuasi, kabarnya masih menunggu kedatangan dan arahan pihak karantina hewan.</p>
<p>“Hiu tersebut diduga terseret gelombang air pasang yang cukup besar, sehingga terdampar di Pantai dan mengalami dehidrasi (kekeringan) cukup lama lalu mati,” tutupnya. (<b>min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/terdampar-hiu-tutul-tewas-di-pantai-pesisir-selatan/">Terdampar, Hiu Tutul Tewas di Pantai Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 55/57 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 5/7 queries in 0.007 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 13:09:02 by W3 Total Cache
-->