<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#hikasba Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/hikasba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/hikasba/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2020 05:48:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#hikasba Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/hikasba/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hikasba Dan Pertemuan Dengan Pemuda Se-Sungai Batang. (Episode II)</title>
		<link>https://prokabar.com/hikasba-dan-pertemuan-dengan-pemuda-se-sungai-batang-episode-ii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2020 05:48:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hikasba]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=77476</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Pagi, Jumat (6/11), dengan cerah mentari pagi. Mengobati perjalanan jauh Hikasba dengan kerinduan hati di tanah air tercinta. Sempat menikmati panaroma indah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hikasba-dan-pertemuan-dengan-pemuda-se-sungai-batang-episode-ii/">Hikasba Dan Pertemuan Dengan Pemuda Se-Sungai Batang. (Episode II)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Pagi, Jumat (6/11), dengan cerah mentari pagi. Mengobati perjalanan jauh Hikasba dengan kerinduan hati di tanah air tercinta. Sempat menikmati panaroma indah Danau Maninjau di Puncak Lawang disertai sejuknya udara negeri di atas awan. Hati senang penuh ceria, dengan hamparan langit biru dan hamparan danau disertai pantulan cahaya.</p>
<p>Malam datang dengan pertemuan pemuda Se-Sungai Batang. Meski belum terhimpun secara menyeluruh, setidaknya sekitar 30 orang pemuda sudah hadir mengikuti pertemuan. Walinagari Sungai Batang, Jhon Hendra bersama Tokoh Masyarakat seperti Ustad Dasri, Effendi (Uo Marah), Irfan Caniago (Walijorong Batung Panjang) dan Ferry Mustafa turut hadir dalam disksi malam itu. Pertemuan berlangsung di Tanah Sirah, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.</p>
<p>Pemuda yang hadir berasal dari KPGH (Komunitas Pemuda Generasi Hamka) Tanjung Raya, Pemuda Jorong Batung Panjang, Jorong Nagari, Jorong Kubu, Jorong Labuah dan Pemuda Jorong Tanjung Sani.</p>
<p>Pertemuan elok tidak selancar harapan, namun setidaknya telah terjalinnya silahturahmi antara generasi tua dan muda. Sebagai langkah awal memulai langkah kemajuan.</p>
<p>Diskusi dan tampung harapan, sedikit terbias cerita lama. Suasana reda berkat ditenggarai pemuda penggerak, sebagai pelopor Generasi Hamka. Pertamuan dalam akhir beralih komitmen prioritas Rumah Tahfis yang haru segera diwujudkan. Rencana pemuda tetap jadi perhatian penting dari Hikasba. Berharap pergerakan Membangkit Batang Tarandam, mewujudkan Kampung Ulama dengan kejayaannya.</p>
<p>&#8220;Kita tentu memprioritaskan program yang telah digagas perantau dan masyarakat di kampung halaman. Meski demikian, semua harapan pemuda yang telah hadir juga menjadi catatan penting bagi Hikasba,&#8221; tegas Zulprayitno. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hikasba-dan-pertemuan-dengan-pemuda-se-sungai-batang-episode-ii/">Hikasba Dan Pertemuan Dengan Pemuda Se-Sungai Batang. (Episode II)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksistensi HIKASBA dan Sebuah Aksi Perjalanan Ke Kampung Halaman. (Episode I)</title>
		<link>https://prokabar.com/eksistensi-hikasba-dan-sebuah-aksi-perjalanan-ke-kampung-halaman-episode-i/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2020 01:44:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hikasba]]></category>
		<category><![CDATA[#Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=77461</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Rindu adalah ungkapan terdalam seorang insan manusia, terhadap masalalu dan kenangan yang pernah dilalui. Ingatan itu mengantarkannya ke dalam sebuah pengalaman,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eksistensi-hikasba-dan-sebuah-aksi-perjalanan-ke-kampung-halaman-episode-i/">Eksistensi HIKASBA dan Sebuah Aksi Perjalanan Ke Kampung Halaman. (Episode I)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Rindu adalah ungkapan terdalam seorang insan manusia, terhadap masalalu dan kenangan yang pernah dilalui. Ingatan itu mengantarkannya ke dalam sebuah pengalaman, sebagai proses perjalanan hidup yang pernah ditempuh.</p>
<p>Ingatan itu hadir di saat ada sesuatu hal mengantarkan diri kembali pada kampung kelahiran. Dan hal itu pula yang selalu terjadi pada Perantau Minang yang telah lama hidup dan berkehidupan di daerah perantauannya.</p>
<p>Mereka sebagian besar merantau dengan harapan, dapat merubah kehidupan lebih baik dari berbagai sisi. Secara Ekonomi, Ilmu, Pengalaman, sosial maupun memahami budaya di luar dalam diri Keminangkabauannya sendiri.</p>
<p>Setelah lama di rantau, baik telah sukses maupun belum beruntung, insan manusia Minang itu akan kembali ke kampung halaman. Dan itu tetaplah sebuah pilihan, jika memang ingin kembali dikenal keluarga di kampung. Pulang dengan sejuta kerinduan yang selama di rantau dipendamnya. Menahan diri dan bertahan berbagai rintangan, agar dapat meraih kesuksesan secara lahir dan batinnya.</p>
<p>Perantau itu untuk mengembalikan jati diri dan latar belakang dirinya. Dan pengharapan kembali ke kampung, dengan tujuan membangun kampung halaman. Sesuai pituahnya:</p>
<p>&#8220;Karatau madang di hulu,<br />
Babuah babungo balun.<br />
Marantau bujang dahulu,<br />
Di rumah baguno balun.&#8221;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-77463" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/11/4E937B64-F4A9-4EC3-AE98-FF52CDA8BAE8-576x1024.jpeg" alt="" width="576" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/11/4E937B64-F4A9-4EC3-AE98-FF52CDA8BAE8-576x1024.jpeg 576w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/11/4E937B64-F4A9-4EC3-AE98-FF52CDA8BAE8-169x300.jpeg 169w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/11/4E937B64-F4A9-4EC3-AE98-FF52CDA8BAE8.jpeg 720w" sizes="(max-width: 576px) 100vw, 576px" /></p>
<p><strong>Perantau Hikasbas Pulang Kampung.</strong></p>
<p>Hikasba (Himpunan Keluarga Sungai Batang), salah satu persatuan atau perkumpulan keluarga perantau Minang yang ada di perantauan. Akan tetapi ruang lingkupnya cukup menghimpun Perantau asal Nagari Sungai Batang yang berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>Hikasba saat ini, dipimpin Zulprayitno (60) yang tinggal di DKI Jakarta. Bersama beberapa tokoh perantau lainnya, telah berhasil membantu masyarakat di kampung halamannya dengan mendirikan Balairuang atau Gedung Pertemuan Ninik Mamak Sungai Batang. Berbagai program juga telah banyak pula di realisasikan, termasuk membantu alek nagari pasukuan atau Kenagarian.</p>
<p>Kamis, 5 November 2020, Hikasba pulang basamo. Menyewa Bus Pariwisata dari Jakarta, agar bisa bersama melalui perjalanan ke Sungai Batang. Dengan biaya semampunya di masa Pandemi Covid-19, tetap eksis berbuat aksi untuk Tanah Kelahiran.</p>
<p>Semua umat manusia, merasakan dampak buruk dari berbagai sektor, termasuk perekonomian para perantau. Perantau yang pulang rata-rata usia senja berjumlah 30 orang, namun tetap semangat dan dorongan kuat dalam diri pulang ke kampung halaman.</p>
<p>&#8220;Kepulangan kami ini pengganti di saat Lebaran Idul Fitri 2020 lalu. Karena wabah Covid-19 dan kebijakan Pemerintah terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua akses dibatasi. Perantau diminta untuk sementara tidak boleh pulang kampung,&#8221; terang Zulprayitno, Ketua Hikasba.</p>
<p>Pulang dengan menempuh jalan darat, menjadi tantangan tersendiri dari orangtua lanjut usia tersebut. Elok negri sepanjang jalan Sumatra dinikmati dengan penuh rasa syukur. Sambil mengingat-ingat masa lalu, perjalanan itu pernah ditempuh berulang kali untuk menyeberang ke pulau tetangga.</p>
<p>Rasa bangga dan bahagia terasa kuat saat mulai memasuki pintu gerbang Provinsi Sumatra Barat, yang mayoritas dan penduduk asli bersuku Minangkabau itu. Rindu mulai terobati dengan beragam nostagia masa muda.</p>
<p>Akan tetapi, kendala menghadang. Di saat perjalanan terhambat akibat minimnya Pasokan Solar sebagai bahan bakar utama Bus Pariwisata yang ditumpangi. Kota Padang minim pasokan solar, dan itu di hampir seluruh daerah Sumatra Barat merata tidak ada solar di Pombensin. Hanya beberapa titik di Kota Padang, pombensinya yang memiliki solar.</p>
<p>&#8220;Kami sempat bermalam di Pombensin daerah Padang Pariaman. Karena Bus Pariwisata yang kami tumpangi kehabisan bahan bakar minyak solar. Dan selama perjalanan, memang hampir merata pombensin di Sumatera Barat tidak tersedia solar ataupun biosolar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Beruntung salah seorang menantu (suami dari anak perempuan) dari perantau di Sungai Batang itu, memiliki stok solar. Usai diantar langsung ke Padang Pariaman, perjalanan akhirnya dapat dilanjutkan kembali dengan raut wajah sedikit lelah. (<strong>rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eksistensi-hikasba-dan-sebuah-aksi-perjalanan-ke-kampung-halaman-episode-i/">Eksistensi HIKASBA dan Sebuah Aksi Perjalanan Ke Kampung Halaman. (Episode I)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/62 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:48:48 by W3 Total Cache
-->