<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#hijriyah Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/hijriyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/hijriyah/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jul 2023 13:56:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#hijriyah Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/hijriyah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahun Baru Hijriyah</title>
		<link>https://prokabar.com/tahun-baru-hijriyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 13:56:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=114168</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Oleh: Irsyad Syafar Wakil Ketua DPRD Sumbar Rasulullah SAW dan para sahabat serta bangsa Arab yang hidup semasa dengan Beliau waktu itu, belum...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-baru-hijriyah/">Tahun Baru Hijriyah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Oleh: Irsyad Syafar</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Wakil Ketua DPRD Sumbar</em></p>
<p>Rasulullah SAW dan para sahabat serta bangsa Arab yang hidup semasa dengan Beliau waktu itu, belum menggunakan penomoran tahun. Mereka menentukan tahun dengan nama peristiwa besar yang terjadi pada waktu itu.</p>
<p>Sebagai contoh, tahun kelahiran Beliau dinamai dengan tahun Gajah. Karena di tahun itu terjadi peristiwa besar yaitu pasukan bergajah yang datang menyerang Ka&#8217;bah. Tapi pasukan itu dihancurkan Allah SWT dengan burung ababil. Tahun Fijar menjadi nama saat terjadinya perang Fijar. Dan Rasulullah SAW waktu itu masih remaja, ikut serta berperang membantu paman-pamannya.</p>
<p>Ada juga yang menggunakan patokan beberapa tahun sebelum atau sesudah peristiwa tertentu. Maka tersebutlah istilah sekian tahun sebelum kenabian (qabla al bi&#8217;tsah) atau sekian tahun setelah kenabian (ba&#8217;da al bi&#8217;tsah).</p>
<p>Terkadang bangsa Arab juga menggunakan patokan tahun dengan peristiwa kematian seorang tokoh. Maka muncullah istilah 5 tahun setelah kematian Ka&#8217;ab bin Luay, atau istilah-istilah lain semisalnya.</p>
<p>Situasi ini berlangsung sampai masa khilafah Umar bin Khattab. Umat Islam tidak punya nomor tahun dan patokan penanggalan. Sehingga surat-menyurat resmi Khalifah tidak ada tanggal dan tahunnya. Yang ada hanya nama bulannya. Sebab penggunaan standar bulan Qamariyah sudah ada sejak lama.</p>
<p>Suatu kali Abu Musa Al Asy&#8217;ary Gubernur Bashrah di masa Umar, mengeluhkan surat-surat Khalifah yang sampai kepada Beliau. Sebab surat-surat tersebut tidak bertanggal dan tidak bertahun. Hanya ada nama bulan saja. Sehingga sering menimbulkan keraguan. Beliau berkata, &#8220;Kami telah membaca salah satu surat yang dikirim di bulan Sya’ban. Kami tidak tahu apakah Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.&#8221;</p>
<p>Berangkat dari peristiwa inilah Umar bin Khattab mengundang para sahabat untuk bermusyawarah. Tujuannya adalah menyusun dan menetapkan penanggalan (kalender) Islam. Dalam musyawarah tersebut mengemukakan beberapa standar pilihan.</p>
<p>Ada yang mengusulkan hari kelahiran Rasulullah SAW sebagai permulaan tahun. Namun usulan ini kemudian ditolak karena hari kelahiran ini masih diperdebatkan tanggal pastinya. Disamping itu, standar tersebut terkesan menyerupai kaum Nashrani yang menjadikan hari kelahiran Nabi Isa sebagai awal tahun Masehi.</p>
<p>Ada juga yang mengusulkan tahun kematian Beliau. Namun ini juga tertolak karena tidak layak sebagai sebuah momentum untuk kebangkitan Islam. Karena momen kematian tentunya suasana duka.</p>
<p>Opsi yang menguat kemudian adalah peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah. Pertama karena peristiwa itu memang menjadi momen awal dan cikal bakal kebangkitan dan lahirnya Islam sebagai sebuah peradaban yang besar. Kedua, karena peristiwa hijrahnya Nabi adalah peristiwa yang memisahkan antara al Haq dengan Al bathil. Ketiga, karena adanya isyarat hari itu dipahami dari firman Allah dalam surat At Taubah:</p>
<p>لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيه َ</p>
<p>Artinya: &#8220;Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya.&#8221; (QS. At-Taubah:108)</p>
<p>Para sahabat menangkap makna “sejak hari pertama” dalam ayat tersebut adalah hari pertama kedatangan hijrahnya Rasulullah SAW. Sebab pembangunan Masjid Quba pada saat Nabi hijrah. Sehingga moment tersebut sangat layak dijadikan sebagai patokan awal tahun kalender Hijriyah.</p>
<p>Maka akhirnya para sahabat sepakat menetapkan tahun satu pada tahun dimana Rasulullah SAW berhijrah. Adapun dalam penetapan bulan ke satu, maka dari musyawarah tersebut, mereka tidak mengambil bulan hijrahnya Nabi (yaitu awal Rabi&#8217;ul Awwal) sebagai bulan satu. Melainkan mereka menjadikan bulan Muharram sebagai patokan awal bulan. Sebab, bulan Zulhijah adalah bulan dimana berakhirnya orang beribadah haji, maka dianggap sebagai akhir tahun. Disamping itu, hijrah Rasulullah SAW prosesnya juga sudah dipersiapkan semenjak bulan Muharram.</p>
<p>Sehingga keputusan akhir dari musyawarah tersebut adalah: Tahun satu dimulai pada tahun hijrahnya Nabi, dan bulan satu dimulai dari bulan Muharram.</p>
<p>Dari rangkaian peristiwa penetapan tersebut, ada beberapa pelajaran penting yang dapat diambil:</p>
<p>1. Penetapan penanggalan Hijriyah adalah hasil ijma&#8217; para sahabat Rasulullah SAW. Dan ijma&#8217; merupakan salah satu sumber hukum dalam Islam. Sehingga, penanggalan Hijriyah adalah sebuah syari&#8217;at dalam Islam.</p>
<p>2. Penanggalan Hijriyah digunakan oleh para sahabat untuk urusan akhirat dan urusan dunia. Terbukti bahwa Khalifah Umar bin Khattab memakainya dalam surat-surat resmi Beliau.</p>
<p>3. Umat Islam wajib mengetahui, membiasakan dan menggunakan kalender Hijriyah. Sebab, banyak sekali ibadah-ibadah besar mereka terkait dengan kalender Hijriyah, seperti: Puasa Ramadhan, Idul Fitri, Ibadah Haji, Idul Adha, haul pembayaran zakat, patokan masa iddah dalam cerai, dan lain-lain.</p>
<p>4. Umat Islam harus bangga dengan kalender Hijriyah. Karena itu adalah identitas dan jati diri mereka, yang membuat mereka jadi istimewa dari umat agama yang lain.</p>
<p>5. Menganggap penting awal tahun Hijriyah dan selalu mengkampanyekannya kepada kaum muslimin, menyambungkan mereka secara intensif dan masif dengan peristiwa hijrah dan penanggalan Hijriyah, adalah sebuah tindakan yang mulia dan terpuji. Karena hal itu akan membuat umat dekat dengan kalender mereka sendiri.</p>
<p>6. Menjadikan awal tahun baru Hijriyah seperti awal tahun Masehi dengan hura-hura dan sejenisnya, adalah sesuatu yang menyelisihi dan jauh dari ajaran syari&#8217;at Islam, serta bertentangan dengan semangat hijrah itu sendiri. Sebab hijrah itu sejatinya pindah dari keburukan kepada kebaikan.</p>
<p>7. Para sahabat sangat berhati-hati dan menjauhi hal-hal yang menyerupai agama lain. Yaitu dalam hal yang berkaitan dengan ibadah dan identitas/jati diri umat Islam.</p>
<p>Wallahu A&#8217;laa wa A&#8217;lam.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-baru-hijriyah/">Tahun Baru Hijriyah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Pesan Presiden, Sambut Tahun Baru Islam</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-pesan-presiden-sambut-tahun-baru-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 05:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#1443]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#TahunBaruIslam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar —  Presiden Joko Widodo berharap agar momen Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 H yang juga bertepatan dengan bulan kemerdekaan dapat dimanfaatkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-pesan-presiden-sambut-tahun-baru-islam/">Ini Pesan Presiden, Sambut Tahun Baru Islam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Jakarta, Prokabar —</strong>  Presiden Joko Widodo berharap agar momen Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 H yang juga bertepatan dengan bulan kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar baik lahiriah maupun batiniah dalam melawan pandemi COVID-19.</p>
<p class="p1"><span class="s1">“Proklamasi 17 Agustus, 76 tahun yang lalu merupakan wujud hijrah kita melepaskan diri dari kolonialisme untuk menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar lahiriah dan batiniah dalam melawan pandemi,” ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah (H) sebagaimana ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden..</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, masa pandemi juga memberikan pelajaran berharga untuk direnungkan. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari perjuangan Nabi Muhammad saw semasa hijrah dari Makkah ke Madinah yang telah membuat Islam berkembang pesat, menyebar luas, dan menjadi kekuatan yang disegani di jazirah Arab. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk mencapainya, dibutuhkan pengorbanan untuk meninggalkan hal-hal yang menghambat kemajuan, serta kebersamaan, keberanian, dan solidaritas untuk mengatasi ancaman.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Perbedaan latar belakang sosial dan budaya justru menjadi kekuatan. Persaudaraan kaum muhajirin dan anshar dalam menyukseskan perjuangan dakwah nabi merupakan uswah, merupakan contoh,” lanjutnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Presiden menuturkan bahwa kepatuhan umat Islam dalam mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas mencerminkan semangat hijrah dalam perilaku keseharian kita.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Semua itu untuk menghindari terinfeksi virus COVID-19 demi keselamatan dan kesehatan bersama serta membangun pola hidup yang lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan yang merugikan kesehatan,” tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh umat Islam terus meneguhkan </span><span class="s2">ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah,</span><span class="s1"> dan </span><span class="s2">ukhuwah basyariah.</span><span class="s1"> Presiden pun meminta masyarakat untuk meningkatkan sikap moderasi beragama, toleransi, inklusivitas, dan </span><span class="s2">ta’awun</span><span class="s1"> atau tolong menolong antarsesama umat muslim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sebarkan nilai-nilai Islam </span><span class="s2">rahmatan lil alamin</span><span class="s1">. Teladani akhlak nabi dengan mengajarkan kebersamaan dan toleransi serta menghindari syiar kebencian,” tambah Presiden.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di penghujung sambutannya, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada para </span><span class="s2">masyayikh</span><span class="s1">, para ulama, para kiai, dan para habaib, serta seluruh pimpinan umat agama lain yang turut membantu dan bekerja sama dengan pemerintah, serta terus memanjatkan doa dan melakukan ikhtiar batin untuk keselamatan bangsa dan negara.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Mari kita masuki tahun baru dengan penuh harapan, dengan doa, dan keyakinan. Semoga Allah Swt. senantiasa memberkahi dan melindungi bangsa Indonesia, segera dibebaskan dari berbagai wabah dan mara bahaya,” tandasnya. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-pesan-presiden-sambut-tahun-baru-islam/">Ini Pesan Presiden, Sambut Tahun Baru Islam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru Hijriyah, Ini Pesan Wagub untuk Masyarakat</title>
		<link>https://prokabar.com/tahun-baru-hijriyah-ini-pesan-wagub-untuk-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2020 22:59:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[#NasrulAbit]]></category>
		<category><![CDATA[#WagubSumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=72986</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai menghadiri peringatan 1 Muharram Tahun Baru Hijriah di Masjid Al-Munawwarah Pilakuik Kelurahan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-baru-hijriyah-ini-pesan-wagub-untuk-masyarakat/">Tahun Baru Hijriyah, Ini Pesan Wagub untuk Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai menghadiri peringatan 1 Muharram Tahun Baru Hijriah di Masjid Al-Munawwarah Pilakuik Kelurahan Gunung Sariak Kecamatan Kuranji Kota Padang, Minggu (23/8/) malam.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, dirinya memberikan apresiasi kepada para jemaah masjid yang hadir, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah sebagai momentum untuk mengevaluasi diri selama satu tahun menjalankan aktivitas duniawi untuk memperbaiki segala perbuatan yang belum sesuai dengan tuntunan agama.</p>
<p data-reader-unique-id="5">&#8220;Pergantian tahun baru Islam juga dimaknai sebagai momen untuk intropeksi diri atau muhasabah terhadap diri kita. Sekaligus hijrah untuk menjadi lebih baik,&#8221; kata Nasrul Abit.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Lebih lanjut, dirinya menambahkan, meskipun banyak tantangan dan rintangan, sebagai kaum muslimin yang hidup pada masa pandemi Covid-19 ini, seharusnya menjadikan peristiwa hijrah sebagai momentum untuk bangkit dari keterpurukan dalam berbagai bidang. Peristiwa hijrah seyogyanya menjadi cambuk bagi semua.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H dijalani dengan situasi yang berbeda. Karena adanya pandemi corona, umat Muslim tidak bisa merayakan seperti di tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, pergantian waktu Tahun Baru Islam kali ini harus tetap disambut dengan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.</p>
<p data-reader-unique-id="8">&#8220;Rasa syukur tersebut bisa kita lakukan dengan bertafakur. Dengan begitu, umat Muslim bisa merenungi perubahan yang ada pada diri sendiri dan berdoa meminta hidayah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, selain itu kita bisa bersyukur diberikan keselamatan dan kesempatan untuk menjadi lebih beriman pada Allah SWT,&#8221; ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Orang nomor dua di Sumbar itu juga mengajak masyarakat menciptakan ketenangan, baik dalam kehidupan sosial, rumah tangga maupun ketenangan hati diri sendiri dalam menghadapi cobaan seperti virus Corona atau Covid-19.</p>
<p data-reader-unique-id="10">&#8220;Kalau hati kita tenang Insya Allah kita akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita hanyut berlarut-larut akan bencana Covid-19. Kita harus bangkit menghadapinya,&#8221; ujarnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-baru-hijriyah-ini-pesan-wagub-untuk-masyarakat/">Tahun Baru Hijriyah, Ini Pesan Wagub untuk Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/77 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:09:51 by W3 Total Cache
-->