<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#harimausumatera Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/harimausumatera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/harimausumatera/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jan 2020 09:54:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#harimausumatera Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/harimausumatera/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BKSDA: Lokasi Sapi Warga Diserang Harimau Itu Berada di Kawasan Hutan Cagar Alam</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-lokasi-sapi-warga-diserang-harimau-itu-berada-di-kawasan-hutan-cagar-alam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 09:54:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57594</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumatra Barat melakukan identifikasi lapangan terkait laporan masyarakat adanya Harimau Sumatra menyerang hewan ternak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-lokasi-sapi-warga-diserang-harimau-itu-berada-di-kawasan-hutan-cagar-alam/">BKSDA: Lokasi Sapi Warga Diserang Harimau Itu Berada di Kawasan Hutan Cagar Alam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumatra Barat melakukan identifikasi lapangan terkait laporan masyarakat adanya Harimau Sumatra menyerang hewan ternak warga di Kampuang Melayu, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuak Basuang, Kecamatan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Selasa (21/1). Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan langsung ke lokasi dan melihat langsung mencari fakta-faktanya.</p>
<p>&#8220;Setelah kita lakukan identifikasi, informasi penyerangan seekor Harimau Sumatra terhadap seekor sapi benar adanya. Kami menemukan banyak jejak kaki satwa liar itu disertai hewan ternaknya. Berkeliaran untuk mengincar gerombolan ternak warga itu,&#8221; Ungkap Khairi Ramadhan, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sumatra Barat kepada Prokabar.com di lokasi, Selasa (21/1).</p>
<p>Akan tetapi lanjutnya, lokasi penyerangan sudah berada di lahan Hutan Cagar Alam Maninjau. &#8220;Artinya, lokasi ini seharusnya tidak boleh ditempati manusia. Apalagi hewan ternak dan perkebunan. Kita bisa melihat secara langsung saat ini, ada kandang ternak dan perkebunan sawit secara luas. Dan ini harus segera kita hentikan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Untuk tahap awal, BKSDA akan melakukan sosialisasi terlebih dulu dan tindakan persuasif.</p>
<p>Ade Putra, Pengedali Ekosistem Hutan atau (P-E-H) BKSDA Resor Agam menambahkan berdasarkan identifikasi lapangan bahwa lokasi tersebut berada di Hutan Cagar Alam Maninjau, yang merupakan habitan Harimau Sumatra itu sendiri. Dan dapat dipastikan jumlah individu satwa dilindungi itu hanya satu ekor.</p>
<p>Untuk lebih lanjut, BKSDA akan lakukan sosialisasi ke tengah masyatakat untuk segera meninggalkan aktifitas di Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau ini. Agar tidak kembali berkonflik dengan satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>
<p>&#8220;Kami menghimbau masyarakat untuk tidak lagi mengganggu kawasan ini. Karena akan berdampak buruk juga pada masyarakat itu sendiri nantinya,&#8221; pungkas Ade. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-lokasi-sapi-warga-diserang-harimau-itu-berada-di-kawasan-hutan-cagar-alam/">BKSDA: Lokasi Sapi Warga Diserang Harimau Itu Berada di Kawasan Hutan Cagar Alam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Si Belang Kembali Muncul di Lubuk Basung, Kerbau Milik Warga Diterkam</title>
		<link>https://prokabar.com/si-belang-kembali-muncul-di-lubuk-basung-kerbau-milik-warga-diterkam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2020 17:16:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#LubukBasung]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar —Harimau Sumatra kembali muncul dan menerkam hewan ternak milik warga di Kampung Melayu, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/si-belang-kembali-muncul-di-lubuk-basung-kerbau-milik-warga-diterkam/">Si Belang Kembali Muncul di Lubuk Basung, Kerbau Milik Warga Diterkam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong>Harimau Sumatra kembali muncul dan menerkam hewan ternak milik warga di Kampung Melayu, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Senin (20/1). Laporan kejadian baru Tim BKSDA Resor Agam didapat sekitar pukul 18.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Informasi didapat bahwa pagi tadi memang ada temuan seekor induk sapi diserang hewan buas, diduga kuat seekor Harimau Sumatra. Hal tersebut berdasarkan adanya cidera berupa gigitan dan cakaran pada leher, punggung, bagian perut dan kaki,&#8221; ungkap Ade Putra, Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, Senin Malam (20/1).</p>
<p>Pemilik ternak diketahui bernama Maswir. Berawal hendak ke kandang ternak untuk melihat hewan ternaknya. &#8220;Sesampai di lokasi, pemilik melihat seekor induk sapi terpisah dari kelompoknya. Dalam keadaan sekarat penuh luka, namun masih hidup,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Selanjutnya, pemilik menghubungi petugas Dinas Peternakan Kabupaten Agam. Hewan itu kemudian disembelih Maswir.</p>
<p>&#8220;Hewan tersebut telah disemblih, baru dilaporkan ke BKSDA. Dan kami pun belum bisa dipastikan apakah Harimau tersebut sama dengan temuan anak sapi dicagar dan dimakan hewan buas di lokasi dekat tpa beberapa waktu lalu. Karena kami belum sempat melakukan pengecekan ke lapangan. Laporan masih baru berdasarkan foto-foto dari masyarakat. Dan besok kami ke lokasi, melakukan pengecekan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/si-belang-kembali-muncul-di-lubuk-basung-kerbau-milik-warga-diterkam/">Si Belang Kembali Muncul di Lubuk Basung, Kerbau Milik Warga Diterkam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatera Diduga Memangsa Hewan Ternak Warga di Sungai Jariang</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-sumatera-diduga-memangsa-hewan-ternak-warga-di-sungai-jariang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 14:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Teror satwa liar berlangsung di Jorong Cumateh, Nagari Lubuk Basung,  Kabupaten Agam, Kamis siang (26/12). Informasi berawal laporan masyarakat ke Satreskrim...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-diduga-memangsa-hewan-ternak-warga-di-sungai-jariang/">Harimau Sumatera Diduga Memangsa Hewan Ternak Warga di Sungai Jariang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar —</strong> Teror satwa liar berlangsung di Jorong Cumateh, Nagari Lubuk Basung,<span class="Apple-converted-space">  </span>Kabupaten Agam, Kamis siang (26/12). Informasi berawal laporan masyarakat ke Satreskrim Polres Agam, sekira pukul 14.30 WIB terhadap matinya seekor anak sapi, diduga diserang satwa Harimau Sumatra. Pasalnya, disekitar lokasi ditemukan jejak kaki diduha kuat Harimau Sumatra. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Petugas Resor Konservasi Wilayah atau RKW Agam bersama personil Polres Agam melaksanakan pengecekan bersama anggota polres agam ke lokasi kejadian. Di lokasi ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa jejak kaki dan diduga satwa adalah jenis Harimau Sumatera,&#8221; ungkap Pengelola Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, saat dikonfirmasi Prokabar.com, Kamis malam (26/12).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pemilik diketahui bernama Wismardi (54) warga Titisan Tunggang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kejadian berawal Selasa, (24/12) malam hari. Ternak pemilik ada 10 ekor dan biasanya lepas liar karena aman. Sebelum pulang ke rumah biasanya pemilik ternak mengumpulkan jawi, akan tetapi waktu itu hujan terlalu lebat dan tidak sempat untuk mengumpulkannya,&#8221; ungkapnya menirukan kesaksian Wismardi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada Rabu (25/12), pemilik ke kebun untuk melihat dan memberi makan ternaknya. Akan tetapi pemilik melihat seekor anak kerbau berumur kurang lebih 6 bulan, tidur dan tidak bergerak. Setelah diselidiki, ternyata terdapat luka terkam bagian belakang dan punggung anak sapi tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Setelah dicek oleh pemilik, Jawi itu diduga dimangsa harimau sumatera. Dan pada hari kamis pagi ternak dikuburkan. Lokasi kejadian berada dekat di TPA sampah, Cumateh, Jorong V Sungai Jariang, Kacamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam,&#8221; pungkas Ade. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-diduga-memangsa-hewan-ternak-warga-di-sungai-jariang/">Harimau Sumatera Diduga Memangsa Hewan Ternak Warga di Sungai Jariang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatera Kembali Beraksi, Empat Ekor Kambing Jadi Korban di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-sumatera-kembali-beraksi-empat-ekor-kambing-jadi-korban-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2019 13:03:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Harimau Sumatera kembali berulah di Pasaman. Empat ekor kambing milik warga di Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-kembali-beraksi-empat-ekor-kambing-jadi-korban-di-pasaman/">Harimau Sumatera Kembali Beraksi, Empat Ekor Kambing Jadi Korban di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Harimau Sumatera kembali berulah di Pasaman. Empat ekor kambing milik warga di Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping mati dimangsa.</p>
<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Resor Pasaman, Ade Putra menjelaskan, serangan yang menewaskan empat ekor kambing ini, terjadi sepekan terakhir.</p>
<p>&#8220;Hewan ternak warga itu dimangsa secara berkala oleh satwa liar itu dalam sepekan ini. Terakhir serangan satwa itu terjadi hari Sabtu (9/11) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Satu ekor kambing milik Anton warga Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, mati akibat diterkam satwa tersebut,&#8221; kata Ade, Selasa (12/11).</p>
<p>Saat serangan terakhir ini terjadi, pemilik kambing mengetahuinya, dan sekejap, harimau kabur meninggalkan kambing yang penuh luka.</p>
<p>&#8220;Meski tidak dibawa kabur harimau, kambing tersebut sudah luka parah dan akhirnya mati,&#8221; jelas Ade.</p>
<p>Sebelumnya kata Ade, pada bulan Juli 2019 lalu, didekat lokasi yang sama juga terjadi konflik antara manusia dan satwa liar.</p>
<p>&#8220;Saat itu tercatat 14 ekor ternak warga dimangsa oleh satwa liar yang diduga jenis Harimau Sumatera. Pada saat itu BKSDA melaksanakan pemasangan kamera penjebak (camera trap) sebanyak empt unit untuk memantau keberadaan dan pergeralan satwa. Selain itu pengusiran juga dilakukan dengan menggunakan bunyi-bunyian selama hampir satu minggu,&#8221; kata Ade.</p>
<p>Dari hasil pengamatan pada saat itu, satwa diketahui telah kembali le habitatnya di hutan lindung Tonang Talu.</p>
<p>&#8220;Setelah kami dalami, salah satu penyebab terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar adalah disebabkan menyempitnya habitat satwa akibat alih fungsi lahan menjadi kebun. Sehingga satwa tersebut merasa mulai terancam dan masuk pemukiman warga. Kami meminta warga untuk mengurangi dulu aktifitas di sekitar hutan, supaya tidak ada korban jiwa,&#8221; tukas Ade. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-kembali-beraksi-empat-ekor-kambing-jadi-korban-di-pasaman/">Harimau Sumatera Kembali Beraksi, Empat Ekor Kambing Jadi Korban di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Besok, Dua Harimau Sumatera Dilepasliarkan</title>
		<link>https://prokabar.com/besok-dua-harimau-sumatera-dilepasliarkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jul 2019 07:34:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#InternationalTigerDay]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#tigerday]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42913</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melepasliarkan Dua ekor Harimau Sumatra pada Senin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/besok-dua-harimau-sumatera-dilepasliarkan/">Besok, Dua Harimau Sumatera Dilepasliarkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melepasliarkan Dua ekor Harimau Sumatra pada Senin 29 Juli 2019. Kedua harimau sumatera itu bernama Bonita dan Atan Bintang.</p>
<p>Pelepasliaran harimau direncanakan akan dihadiri Hashim Djojohadikusumo dan Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumbar, Bupati Dharmasraya dan KemenLHK. Bonita dan Atan Bintang dilepasliarkan bertepatan dengan 2 tahun usia PR-HSD yaitu 29 Juli 2019 dan Hari Harimau Internasional (International Tiger Day)</p>
<p>Berdasarkan informasi dari PR-HSD &#8211; YAD, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada media, kedua satwa dilindungi yang memiliki nama latin Panthera Tigris Sumatrae itu, sejak satu tahun belakangan menjalani masa rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD), Yayasan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo, Sumatera Barat.</p>
<p>Pada tahun 2018, Kedua &#8220;raja rimba&#8221; itu, merupakan satwa yang cukup mencuri perhatian publik. Seluruh media massa banyak mengangkat cerita mulai dari konflik hingga penanganan kedua harimau Sumatra itu. Kedua nya sama-sama memiliki cerita yang tak kalah menarik.</p>
<p>Bonita adalah Harimau Sumatra dewasa berjenis kelamin betina yang berhasil dievakuasi tim gabungan dari area perkebunan sawit blok 79 Afdiling IV kebun Eboni PT THIP, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau pada 20 April 2018.</p>
<p>Bonita terpaksa diburu dan ditembak bius tim gabungan untuk mengantisipasi agar konflik antara kucing besar itu dengan manusia tidak meluas. Pasalnya sejak konflik muncul pada awal 2016, diduga kuat, Bonita sudah menewaskan 2 orang warga di Kabupaten Indragiri Hilir tepatnya di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran Riau.</p>
<p>Usai berhasil ditangkap, Bonita lalu dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD). Selama menjalani masa rehabilitasi, Bonita menunjukkan kondisi kesehatan yang terus membaik. Pun dengan prilakunya yang juga baik. Saat ini Bonita dipastika dalam keadaan sehat. Bahkan, berdasarkan pemeriksaan sampel darah telah dinyatakan bebas dari penyakit hewan menular sehinga<br />
siap untuk dilepasliarkan.</p>
<p>Hasil pemeriksaan kondisi fisik terhadap Bonita oleh tim Dokter hewan, memastikan tidak menemukan adanya kelainan anatomis, sementara perilaku menunjukkan sikap agresif dan menghindar dari interaksi terhadap manusia. Hasil pemeriksaan kimia<br />
darah bernilai normal, walau terdapat peningkatan pada kadar kreatinin<br />
dan globulin namun tidak menunjukan peningkatan yang signifikan.</p>
<p>Meski kesehatannya secara umum dalam kondisi baik, namun ada permasalahan dari hasil pemeriksaan gigi dan mulut dimana terdapat gigi yang hilang yaitu gigi taring kiri bawah, patah pada gigi taring kiri atas dan gigi taring kanan bawah.</p>
<p>Bagi seekor Harimau, gigi taring merupakan alat pertahanan diri yang sangat penting, namun dalam proses rehabilitasi<br />
Bonita telah beradaptasi untuk bisa memangsa pakan hidup melalui<br />
enrichment pakan yang diberikan.</p>
<p>Lain hal dengan Bonita, Atan Bintang merupakan harimau Sumatra berjenis kelamin jantan dengan usia 4 tahun. Sebelum dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD), Atan Bintang terjebak beberapa hari di bawah kolong rumah toko (ruko) di Pasar Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Inhil, pada 15 November 2018.</p>
<p>Proses evakuasi terhadap Atan Bintang ini, cukup sulit karena kolong ruko semakin ke dalam semakin sempit dan terdapat<br />
sebuah lorong kecil memanjang. Atan Bintang berhasil dibius di dalam<br />
lorong tersebut dan dikeluarkan dari dalam lorong dengan membobol dinding pembatas lorong tersebut. kemudian ditandu untuk dimasukkan ke dalam kandang transport yang sudah disiapkan di luar ruko.</p>
<p>Pada 17 November 2018 sekira pukul 06.00 WIB Atan Bintang diangkut melalui jalur air dengan speed boat yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam dan dilanjutkan dengan jalur darat dari Tembilahan menuju Dharmasraya selama lebih dari 20 jam. Tiba di PR- HSD pada tanggal 18 November 2018 pukul 08.00 WIB.</p>
<p>Di PR-HSD, Atan Bintang menjalani serangkaian tes kesehatan yang meliputi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium (darah, kimia darah dan feses), CDV Test kit, USG organ vital, gigi, jenis kelamin,<br />
morfometri, dan berat badan.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan saat itu, Atan Bintang mengalami Anemia Non-regeneratif yang diakibatkan ketidakseimbangan<br />
nutrisi. Sebelum Atan Bintang menjalani program rehabilitasi, dilakukan<br />
masa karantina selama 14 hari.</p>
<p>Pada masa karantina, Atan Bintang<br />
menunjukkan kondisi kesehatan baik, nafsu makan bagus, dan perilaku agresif. Program rehabilitasi yang dilakukan untuk Atan Bintang terfokus pada observasi kesehatan, perilaku, dan perbaikan nutrisi. Pada masa<br />
rehabilitasi Atan Bintang sempat mengalami penurunan kesehatan berupa<br />
gangguan pernafasan bagian atas.</p>
<p>Namun Setelah dilakukan treatment Atan<br />
Bintang dinyatakan sembuh dan di lepas kembali ke enklosur. Kondisi harimau Atan Bintang secara umum sangat bagus dengan nafsu makan sangat baik dan memiliki perilaku yang sangat aktif di dalam enklosur. Atan Bintang siap untuk dilepas liarkan kembali ke alam. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/besok-dua-harimau-sumatera-dilepasliarkan/">Besok, Dua Harimau Sumatera Dilepasliarkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pastikan Keberadaan Harimau Pemangsa Ternak Warga, BKSDA Pasang Kamera Penjebak</title>
		<link>https://prokabar.com/pastikan-keberadaan-harimau-pemangsa-ternak-warga-bksda-pasang-kamera-penjebak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2019 07:09:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42529</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Serangan harimau terjadi di Pasaman. Langkah cepat langsung diambil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. Satu tim langsung diterjunkan ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pastikan-keberadaan-harimau-pemangsa-ternak-warga-bksda-pasang-kamera-penjebak/">Pastikan Keberadaan Harimau Pemangsa Ternak Warga, BKSDA Pasang Kamera Penjebak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Serangan harimau terjadi di Pasaman. Langkah cepat langsung diambil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. Satu tim langsung diterjunkan ke lokasi serangan di Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping.</p>
<p>“Iya, tim kita sudah ke lokasi, kemarin,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumatera Barat, Khairi Ramadhan, Selasa (23/7).</p>
<p>Diakui Khairi Ramadhan, untuk sementara, tim yang telah memeriksa sekitar lokasi serangan ini, memasang kamera penjebak. Pemasangannya di empat titik lokasi berbeda. “Gunanya, kita ingin mendapat gambar pasti hewan buas ini. Kalau laporan dan pemeriksaan sementara, kasus ini memang dilakukan harimau Sumatera. Hanya saja kita perlu gambar pasti melalui kamera penjebak ini. Bila sudah dapat gambaran di kamera penjebak, tentu jelas pula daya dan upaya yang kita lakukan,” kata Kahiri.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra menjelaskan, bila ada dua opsi yang bakal dilakukan bila lokasi harimau ini ditemukan. Pertama, tim bakal mencoba mengusir harimau ini untuk kembali ke tengah-tengah hutan yang jauh dari pemukiman warga. Bila tidak terwujud, tim terpaksa menangkapnya dan melakukan evakuasi, supaya tidak jatuh korban lagi. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pastikan-keberadaan-harimau-pemangsa-ternak-warga-bksda-pasang-kamera-penjebak/">Pastikan Keberadaan Harimau Pemangsa Ternak Warga, BKSDA Pasang Kamera Penjebak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Liar Mengganas, 14 Ekor Hewan Jadi Korban di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-liar-mengganas-14-ekor-hewan-jadi-korban-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2019 06:49:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42527</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Serangan harimau terjadi di Pasaman. Tepatnya di Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping. Sampai-sampai belasan ekor ternak milik warga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-liar-mengganas-14-ekor-hewan-jadi-korban-di-pasaman/">Harimau Liar Mengganas, 14 Ekor Hewan Jadi Korban di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Serangan harimau terjadi di Pasaman. Tepatnya di Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping. Sampai-sampai belasan ekor ternak milik warga menjadi korbannya. Kejadian naas ini sudah terjadi sebulan terakhir. Serangan terakhir yang dilaporkan warga terjadi, Jumat (19/7) kemarin.</p>
<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman, Ade Putra menjelaskan, sebulan terakhir ini, hewan buas yang diduga kuat harimau Sumatera ini telah menyerang 14 ekor ternak warga. Dimana dari 14 ekor itu, sebanyak 13 ekor hewan kambing dan satu ekor anjing jaga kebun warga.<br />
“Pemilik kambing-kambing ini Alirman dan Erlis. Alirman kambingnya jadi korban sembilan ekor, sementara Erlis empat ekor. Untuk anjing, lain pula, hewan jaga ini milik Eri. Serangannya sudah sebulan terakhir,” kata Ade, Selasa (23/7).</p>
<p>Diakui Ade, dugaan kuat binatang buas ini adalah harimau Sumatera, karena salah satu pemilik menyaksikan hewan buas itu memakan ternaknya. “Salah seorang pemilik kambing, Erlis melihat harimau yang sedang memangsa kambingnya. Saat kelihatan itu Erlis terkejut, dan langsung berteriak. Seketika, harimau kabur ke dalam hutan dan membawa mangsanya,” kata Ade.</p>
<p>Tidak sampai di situ saja, dari pelacakan tim BKSDA, di lokasi kejadian juga ditemukan tanda-tanda, hewan buas ini adalah Harimau Sumatera. “Untuk sementara waktu, kami meminta warga agar lebih waspada bila beraktifitas ke kebun. Terutama di wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping hingga Panti,” tukas Ade. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-liar-mengganas-14-ekor-hewan-jadi-korban-di-pasaman/">Harimau Liar Mengganas, 14 Ekor Hewan Jadi Korban di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polda Sumbar Amankan Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatera</title>
		<link>https://prokabar.com/polda-sumbar-amankan-pelaku-perdagangan-kulit-harimau-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2019 09:48:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#harimausumatera]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#poldasumbar #prokabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Petugas dari Subdit IV  Tipidter  Ditreskrimsus Polda Sumbar mengamankan dua orang pelaku yang diduga memperniagakan tubuh dari satwa yang dilindungi, yakni...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/polda-sumbar-amankan-pelaku-perdagangan-kulit-harimau-sumatera/">Polda Sumbar Amankan Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Petugas dari Subdit IV<span class="Apple-converted-space">  </span>Tipidter<span class="Apple-converted-space">  </span>Ditreskrimsus Polda Sumbar mengamankan dua orang pelaku yang diduga memperniagakan tubuh dari satwa yang dilindungi, yakni harimau.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedua pelaku berinisial<span class="Apple-converted-space">  </span>S, yang merupakan pemilik toko barang antik di Jalan Ahmad Yani Kota Bukittinggi, yang merupakan lokasi ditemukannya barang bukti. Satu lagi tersangka A yang merupakan seorang wiraswasta merupakan orang yang menitipkan sejumlah barang bukti berupa offset kulit harimau dan tulang belulang harimau untuk dijualbelikan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bekerjasama dengan team dari BKSDA Prov. Jambi dan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup wilayah Sumatera, team gabungan itu juga mengamankan barang bukti berupa, satu lembar kulit harimau utuh, 14 buah tulang punggung harimau, dua buah tukang panggul harimau, 10 buah tulang<span class="Apple-converted-space">  </span>bagian kaki harimau, dan satu offset kulit harimau.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami tim gabungan dari Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar bekerja sama dengan BKSDA Sumbar menangkap tersangka terkait penjualan kulit dan tulang berlulang harimau Sumatera yang dilindungi,&#8221; kata Kasubdit IV Dirtesrkrimsus AKBP Rokhmad Hari Purnomo di Markas Polda Sumbar, Selasa (23/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Penangkapan tersebut terjadi di Toko Barang Antik di Kota Bukittinggi, Jumat (19/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kronologis penangkapan berdasarkan informasi akurat dari masyarakat tentang adanya praktik jual beli kulit Sumatera beserta tulang belulangnya.<span class="Apple-converted-space">  </span>Mendapat laporan itu, team gabungan tersebut langsung menindak lanjuti dengan menandatangi toko tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Modus penangkapan itu sendiri<span class="Apple-converted-space">  </span>yakni memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Satu kulit harimau ditemukan masih dalam kondisi basah. Polda memperediksi harimau Sumatera tersebut baru dikuliti dalam satu bulan terakhir. Begitu juga dengan tulang belulang harimau yang masih ada tempelan daging yang masih basah. Rencananya S akan menjual kulit dan tulang harimau ini seharga Rp 32 juta. Tapi penjualan tidak jadi karena sudah lebih dulu diamankan polisi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rokhmad menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan kasus ini untuk mendapatkan pihak yang memburu harimau tersebut. Hingga saat ini polisi belum diketahui dari mana harimau Sumatera tersebut ditangkap. Dan perdagangan ini pun kata dia memang dilakukan secara sembunyi-sembunyi sehingga kepolisian harus mengumpulkan informasi lebih banyak. (<b>gas</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/polda-sumbar-amankan-pelaku-perdagangan-kulit-harimau-sumatera/">Polda Sumbar Amankan Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/136 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.021 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:39:55 by W3 Total Cache
-->