<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Harimau Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/harimau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/harimau/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2021 04:20:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Harimau Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/harimau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harimau Sumatera Ditemukan Dehidrasi di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-sumatera-ditemukan-dehidrasi-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 04:20:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Ardi Andono]]></category>
		<category><![CDATA[Lubuk Sikaping]]></category>
		<category><![CDATA[Panthera tigris sumatrae]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Lubuk Sikaping &#8211; Harimau Sumatera dalam kondisi tidak sehat ditemukan warga Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8). Balai Konservasi Sumber...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-ditemukan-dehidrasi-di-pasaman/">Harimau Sumatera Ditemukan Dehidrasi di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a>, Lubuk Sikaping &#8211;</strong> Harimau Sumatera dalam kondisi tidak sehat ditemukan warga Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8).</p>
<p>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dalam siaran persnya mengaku sudah menerima laporan penemuan Harimau dalam kodisi tidak sehat di Bendungan Sontang, Nagari Sontang Cubadak.</p>
<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ardi Andono mengaku sudah menerima laporan tentang harimau tersebut.</p>
<p>Pihaknya juga sudah melanjutkan laporan ini ke pihak kepolisian dan koramil Rao untuk mengevakuasi penemuan harimau tersebut.</p>

<a href='https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/235860342_363902515358188_7695424850113222643_n.mp4'>Warga berkerumun di sekitar Harimau Sumatera yang sakit di Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8).</a>

<p>BKSDA juga menurunkan kandang serta dokter hewan untuk memeriksa hewan langka itu.</p>
<p>Sayangnya, harimau dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu tak bisa terselamatkan.</p>
<p>Pada pukul 11.00 WIB, pada hari penemuan, harimau itu sudah mati. Meskipun, kata Ardi Andono, harimau sempat mendapatkan perawatan dari petugas medis dan Puskeswan Duokoto.</p>
<p>Masyarakat setempat meminta agar penguburan harimau itu di kampung tersebut.</p>
<p>&#8220;Pada saat bersamaan massa di lokasi meminta penguburan harimau itu di kampung tersebut dengan anggapan leluhur mereka,&#8221; kata Ardi.</p>
<p>Sudah ada upaya negosiasi untuk membawa harimau ke Padang untuk Nekropsi. Sayangnya upaya negosiasi buntu karena permintaan warga untuk mengubur harimau di kampung mereka.</p>
<p>Masyarakat memaksa penguburan harimau tersebut di depan rumah Alinurdin selaku Ninik Mamak.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-ditemukan-dehidrasi-di-pasaman/">Harimau Sumatera Ditemukan Dehidrasi di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Harimau, Cakar dan Jejak Ditemukan di Kebun Warga</title>
		<link>https://prokabar.com/diduga-harimau-cakar-dan-jejak-ditemukan-di-kebun-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 11:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Alamsyah]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Tanjung Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Macan Dahan]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Duo Koto]]></category>
		<category><![CDATA[Resor Konservasi Sumber Daya Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Agam &#8211; Jejak cakar satwa liar diduga Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan di pohon kulit manis kebun warga jalan lingkar Situpo, Jorong...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-harimau-cakar-dan-jejak-ditemukan-di-kebun-warga/">Diduga Harimau, Cakar dan Jejak Ditemukan di Kebun Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a>, Agam</b> &#8211; Jejak cakar satwa liar diduga Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan di pohon kulit manis kebun warga jalan lingkar Situpo, Jorong Mudiak, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra menceritakan seorang warga, Alamsyah (55), menemukan jejak dan cakar Harimau Sumatera  itu saat mencari durian, Selasa (10/8).</p>
<figure id="attachment_92728" aria-describedby="caption-attachment-92728" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/satwa-berkeliaran-di-kebun-warga-jejak-dan-cakar-ditemukan-di-tanjung-raya/jejak/" rel="attachment wp-att-92728"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-92728" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak.jpg" alt="Bekas jejak satwa liar yang memasuki kawasan perkebunan warga Jorong Mudiak agari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Selasa (10/8)" width="1080" height="810" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption id="caption-attachment-92728" class="wp-caption-text">Bekas jejak satwa liar yang memasuki kawasan perkebunan warga Jorong Mudiak agari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Selasa (10/8)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Pada Senin (9/8) malam, Alamsyah mendengar bunyi satwa di kebun saat ia sedang berada di dalam pondok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ia langsung mengatakan ambillah durian itu dan jangan ganggu saya,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Melalui keterangan Walinagari Duo Koto lanjut Ade Putra, Pada Selasa (10/8) pagi  Alamsyah menemukan jejak satwa di pohon kulit manis.</p>
<p>Walinagari langsung melaporkan temuan jejak satwa itu ke Bhabinkamtibmas Duo Koto dan Pemerintahan Kenagarian Duo Koto.</p>
<p>Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam akan memastikan jejak dan cakaran tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau semua warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun, terutama saat memanen durian.&#8221;</p>
<p>&#8220;Segera menghindar ke lokasi lebih aman agar tidak mendapatkanserangan satwa itu dengan pergi ke kebun sendirian,&#8221; tegasnya.</p>
<h4>Penelusuran ke Lokasi</h4>
<p>Petugas Resor KSDA Agam telah ke lokasi untuk memastikan laporan dari Wali Jorong Mudik Pindi Eka Hadi Nata dan warga sekitar pada Kamis (12/8)</p>
<p>&#8220;Hasil identifikasi dan wawancara saksi mata, petugas menemukan bekas cakaran Macan Dahan dan Beruang Madu (Helarctos Malayanus) di lokasi.</p>
<figure id="attachment_92706" aria-describedby="caption-attachment-92706" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/satwa-berkeliaran-di-kebun-warga-jejak-dan-cakar-ditemukan-di-tanjung-raya/save_20210813_185038/" rel="attachment wp-att-92706"><img decoding="async" class="size-full wp-image-92706" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038.jpg" alt="Proses identifikasi jejak " width="1080" height="810" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption id="caption-attachment-92706" class="wp-caption-text">Proses identifikasi jejak</figcaption></figure>
<p>&#8220;Selain itu menemukan bekas buah durian bekas gigitan Beruang Madu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Perkiraan sementara bekas jejak itu sekitar satu sampai dua hari lalu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menindaklanjuti temuan itu, Resor KSDA Agam akan memasang kamera jebak untuk mendapatkan kepastian melalui gambar visual, Jumat (13/8).</p>
<p>&#8220;Apabila terekam Beruang Madu atau Macan Dahan, kami akan melakukan pengusiran satwa tersebut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebab jarak dari lokasi ke hutan lindung hanya 150 meter dan dari pemukiman hanya 500 meter,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Resor KSDA Agam juga sedang menangani konflik antara manusia dengan satwa berupa Beruang Madu di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya.</p>
<p>&#8220;Kita memasang satu unit kandang jebak dan tiga unit kamera jebak pada Jumat (6/8),&#8221; tutup Ade. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-harimau-cakar-dan-jejak-ditemukan-di-kebun-warga/">Diduga Harimau, Cakar dan Jejak Ditemukan di Kebun Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Selamatkan Harimau di Perkebunan Kelapa Sawit Pasbar</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-selamatkan-harimau-di-perkebunan-kelapa-sawit-pasbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 14:08:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=91236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Lima hari melakukan penanganan konflik di area Perkebunan Kelapa Sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), akhirnya Tim BKSDA Sumatera Barat berhasil menyelamatkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-selamatkan-harimau-di-perkebunan-kelapa-sawit-pasbar/">BKSDA Selamatkan Harimau di Perkebunan Kelapa Sawit Pasbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Lima hari melakukan penanganan konflik di area Perkebunan Kelapa Sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS), akhirnya Tim BKSDA Sumatera Barat berhasil menyelamatkan satwa Harimau Sumatera (panthera tigris sumaterae), Senin (19/7).</p>
<p>Harimau tersebut diberi nama Kanti Marama yang sebelumnya telah memasang sejumlah boxtrap, dan masuk perangkap sekitar pukul 09.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Sesuai Standar Operasional Pelaksana, kami akan mengevakuasi satwa dari lokasi menuju ke Taman Marga Satwa Budaya Kinantan atau TMSBK di Bukittinggi, untuk dilakukan observasi,&#8221; Kepala KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono, Senin malam (19/7).</p>
<p>Ia melanjutkan, seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) itu muncul di area perkebunan kelapa sawit di daerag Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/07). Video kemunculan satwa itu sempat terekam gawai dari pekerja dilokasi dan beredar dimedia sosial.</p>
<p>&#8220;Satwa terlihat mengikuti kendaraan yang digunakan pekerja dari arah belakang dan kemudian tidak lama menghilang dalam semak-semak kebun kelapa sawit,&#8221; tuturnya.</p>
<p>BKSDA Sumatera Barat kemudian mendapatkan laporan itu dan menurunkan tim untuk melakukan penanganan. Bersama manajemen perusahaan dan di backup personil satuan Brimob, melaksanakan identifikasi lapangan di lokasi kemunculan satwa.</p>
<p>Menurut keterangan Frenzy Marwan pimpinan perusahaan PT. PMS, dalam sebulan ini satwa Harimau sudah terlihat beberapa kali di dalam area perkebunan tersebut. Hal ini cukup mengkhawatirkan para pekerjanya.</p>
<p>&#8220;Kami akhirnya melakukan pemasangan kamera jebak sebanyak 3 unit, bertujuan memantau pergerakan dan mendapatkan gambaran visual satwa itu. Hasilnya, salah satu camera trap berhasil mendapatkan gambaran visual satwa itu ketika sedang melintas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>BKSDA memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit kandang jebak mengingat pengusiran dan penggiringan ke dalam hutan tidak mungkin dapat dilakukan. Kepada pihak manajemen, tim BKSDA meminta agar pekerja tidak beraktivitas dulu di sekitar lokasi kemunculan satwa.</p>
<p>&#8220;Kami dari Balai KSDA Sumatera Barat, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasaman Barat, Pihak Manajemen PT. PMS, Kepolisian, TNI, tokoh adat dan masyarakat sekitar yang telah membantu upaya penanganan ini,&#8221; tutup Kepala KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-selamatkan-harimau-di-perkebunan-kelapa-sawit-pasbar/">BKSDA Selamatkan Harimau di Perkebunan Kelapa Sawit Pasbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Kambing Jadi Umpan, Perangkap Harimau Di Cubadak Lilin</title>
		<link>https://prokabar.com/anak-kambing-jadi-umpan-perangkap-harimau-di-cubadak-lilin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 15:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agaam, Prokabar  &#8211; Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam mulai memasang perangkap malam ini, di Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anak-kambing-jadi-umpan-perangkap-harimau-di-cubadak-lilin/">Anak Kambing Jadi Umpan, Perangkap Harimau Di Cubadak Lilin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agaam, Prokabar</strong>  &#8211; Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam mulai memasang perangkap malam ini, di Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Minggu (18/4).</p>
<p>Setelah memperoleh anak kambing dari salah seorang peternak di Sungai Batang, langsung dijadikan umpan dengan perangkap yang telah disediakan.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan monitoring, maka diputuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit perangkap. Sejak penanganan hari pertama, kami menginap di lokasi. Sesuai Standar Operasi Prosedur perangkap dipasang sampai tujuh hari ke depan,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala Resor KSDA Agam kepada Prokabar.com, Minggu malam (18/4).</p>
<p>Inyiak Belang kini entah dimana, setelah sempat menyerang dua ekor kerbau milik warga. Satu ekor kerbau mati, satu lagi luka cakar Si Inyiak.</p>
<figure id="attachment_85706" aria-describedby="caption-attachment-85706" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-85706" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0018-1024x579.jpg" alt="" width="1000" height="565" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0018-1024x579.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0018-300x170.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0018-768x434.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0018.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-85706" class="wp-caption-text">Ket : Tim Resor KSDA Agam mulai memasukan Umpan dalam Perangkap, Minggu Malam (18/4) di Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kec. Matur, Kab. Agam, Prov. Sumbar.</figcaption></figure>
<p>Gelap malam di hutan rimba, namun irama bacaan sholat Imam terdengar kuat. Di sejumlah masjid dan mushalla terdekat. Lantunan ayat suci Al Quran menyejukan hati, memberi semangat untuk beraksi mengemban amanah.</p>
<p>Tim Polisi Hutan penjaga Satwa sudah bersiap pasang perangkap. Berharap si Belang dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Tidak lagi mengganggu masyarakat Nagari Tigo Balai, atau Masyarakat Matur secara umumnya.</p>
<p>Bulan Puasa, Ramadan 1442 Hijriah, masyarakat tiap malam tarawih dan mendengar ceramah Agama. Malang nian Tim KSDA Agam, masih berjibaku siang dan malam dalam Hutan Cubadak Lilin. Namun abdi tugas negara yang telah di ikrar, tetap tulus ikhlas bekerja membantu masyarakat.</p>
<p>&#8220;Perangkap kita pasang di dua titik di lokasi agak berjauhan. Satu perangkap digunakan seekor anak kambing di beli dari warga di Sungai Batang. Sementara satu lagi menggunakan anak wawau. Kita akan siaga dan menginap Di lokasi. Dan berdoa membuahkan hasil,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/anak-kambing-jadi-umpan-perangkap-harimau-di-cubadak-lilin/">Anak Kambing Jadi Umpan, Perangkap Harimau Di Cubadak Lilin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 11:53:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#inyiak]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#nrs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85690</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR &#8211; Harimau sapaan hormatnya Inyiak Balang, merupakan binatang buas. Oleh urang awak ditakuti, sekaligus dikagumi. Inyiak kembali muncul di Matur, beberapa waktu sebelumnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/">Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>PROKABAR</strong> &#8211; Harimau sapaan hormatnya <em>Inyiak Balang,</em> merupakan binatang buas. Oleh urang awak ditakuti, sekaligus dikagumi.</p>
<p dir="ltr"><em>Inyiak</em> kembali muncul di Matur, beberapa waktu sebelumnya muncul di kawasan Tandikek, Sumbar.</p>
<p dir="ltr">IlKemunculan <strong>Inyiak</strong> karena satu atau beberapa sebab. Pertama, doeloe untuk mengingatkan bahwa ada &#8220;harimau rantau&#8221; akan masuk.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, <em>Inyiak</em> mengingatkan warga sekitar, agar jangan ke  hutan dulu.</p>
<p dir="ltr">Caranya? Membuat marka dengan menggores dalam-dalam jalan ke rimba.</p>
<p dir="ltr">Muncul karena lapar. Ini sebagaimana yang diduga orang-orang sekarang.</p>
<p dir="ltr">Sebenarnya <em>Inyiak</em> muncul bukan karena lapar saja tapi mungkin minta bantuan. Ini karena sarang atau habitat terganggu.</p>
<p dir="ltr">Harimau yang ada sekarang sedang terkepung di rumahnya sendiri.</p>
<p dir="ltr">Manusia sekarang bukan kawannya tapi musuh. Begitu mancogok langsung dicarikan akal, agar bisa ditangkap.</p>
<p dir="ltr">Dalam kisah lain ada harimau yang jadi guru silat. Itulah silek harimau.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ada juga <i>Inyiak</i> dalam keseharian masyarakat Minang lamo, adalah awan, disebut <i>“akuan”</i>.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr"><i>Akuan</i> adalah kawan pria-pria Minang. Kemana saja ia berjalan bersama I<i>nyiak</i> balang. <i>Inyiak</i> juga bisa diracak seperti kuda.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Seseorang bisa memanggil <i>Inyiak</i> ketika ia perlu bahkan untuk menjaga rumahnya.</p>
<p dir="ltr">Begitulah <em>Inyiak</em> di Minang. <strong>(nrs)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-inyiak-dalam-kisah-kisah-urang-awak/">Harimau, Inyiak dalam Kisah-kisah Urang Awak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatera kembali Muncul di Matur</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-sumatera-kembali-muncul-di-matur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 02:36:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Harimau Sumatera kembali menyerang ternak warga di Jorong Cubadak Lilin dan di Jorong Sari Balance, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-kembali-muncul-di-matur/">Harimau Sumatera kembali Muncul di Matur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Harimau Sumatera kembali menyerang ternak warga di Jorong Cubadak Lilin dan di Jorong Sari Balance, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Jumat (16/4).</p>
<p>Sebanyak dua ekor hewan ternak warga mendapatkan serangan Harimau Sumatra.</p>
<p>Satu di antaranya mati karena luka cakar, sementara sisanya masih hidup dengan luka yang sama.</p>
<p>Kejadian sekitar pukul 10.25 WIB berdasarkan Kepala Jorong Cubadak Lilin kepada Resor KSDA Agam.</p>
<p>&#8220;Sekira pukul 16.00 WIB, kami Tim Resor Agam sampai di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Kepala Jorong Cubadak Lilin.&#8221;</p>
<h3><strong>Baca Juga: </strong></h3>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/70910-2/"><strong>Seekor Harimau Sumatera Masuk Perangkap BKSDA</strong></a></li>
<li><strong><a href="https://prokabar.com/penelusuran-bksda-dua-ekor-harimau-masuk-pemukiman-di-koto-nopan-merupakan-induk-dan-anak/">Penelusuran BKSDA, Dua Ekor Harimau Masuk Pemukiman di Koto Nopan Merupakan Induk dan Anak</a></strong></li>
<li><a href="https://prokabar.com/dua-ekor-harimau-diduga-masuk-kampung-warga-kota-nopan-rao-resah/"><strong>Dua Ekor Harimau Diduga Masuk Kampung, Warga Kota Nopan Rao Resah</strong></a></li>
</ul>
<p>&#8220;Kami pun melakukan wawancara dengan pemilik ternak dan identifikasi lapangan di lokasi kejadian,&#8221; ungkap Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra.</p>
<p>Dari hasil wawancara dan identifikasi, ternak kerbau milik Dt. Bagindo (60) warga Jorong Sari Bulang sudah mati dengan luka cakaran dan gigitan pada tubuh bagian belakang.</p>
<p>Pemilik sudah menguburkan hewan ternak tersebut.</p>
<p>Sementara itu, ternak kerbau milik Rajo Bentan (55) warga Jorong Cubadak Lilin, masih dalam kondisi terluka pada bagian kaki belakang.</p>
<p>Kini Kerbau tersebut sudah berada di dekat rumah pemiliknya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85680" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0003-1024x579.jpg" alt="" width="1000" height="565" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0003-1024x579.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0003-300x170.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0003-768x434.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210418-WA0003.jpg 1040w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>&#8221; Di dua lokasi kejadian ditemukan jejak kaki satwa liar jenis Harimau Sumatera dengan ukuran tapak kaki 11 cm.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lokasi berada di APL dengan jarak dari pemukiman kurang lebih 100 meter,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Ade melanjutkan mengingat pada bulan Maret dan September 2020 serta terakhir tanggal 8 Maret 2021 lalu, juga terjadi konflik yang sama.</p>
<h3><strong>Baca Juga Milenialisme.com</strong></h3>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/ramadhan/menjaga-komitmen-moral-selama-ramadhan/"><strong>Menjaga Komitmen Moral Selama Ramadhan</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/soeharto-bangun-999-masjid-dari-sedekah-umat-islam/"><strong>Soeharto Bangun 999 Masjid dari Sedekah Umat Islam</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/sastra/lantunan-indah-para-gadis-di-malam-pertama-ramadhan/"><strong>Lantunan Indah Para Gadis di Malam Pertama Ramadhan</strong></a></li>
</ul>
<p>Dengan total korban ternak 5 ekor ternak kerbau dan 3 ekor ternak kambing milik warga setempat, maka akan ada upaya pengusiran.</p>
<p>&#8220;Kami telah melakukan beberapa teknik pengusiran satwa liar itu. &#8221;</p>
<p>&#8220;Dan akan terus melakukan patroli sekitar lokasi kejadian secara berkelanjutan, penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, melakukan evakuasi dengan menggunakan perangkap,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-kembali-muncul-di-matur/">Harimau Sumatera kembali Muncul di Matur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Mangsa Seekor Kerbau di Cubadak Lilin Matur</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-mangsa-seekor-kerbau-di-cubadak-lilin-matur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2021 09:35:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=83062</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Seekor kerbau ternak warga Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam dimangsa Harimau Sumatera, Senin sore (8/3). Mendapat informasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-mangsa-seekor-kerbau-di-cubadak-lilin-matur/">Harimau Mangsa Seekor Kerbau di Cubadak Lilin Matur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Seekor kerbau ternak warga Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam dimangsa Harimau Sumatera, Senin sore (8/3). Mendapat informasi tersebut Tim BKSDA Resor Agam langsung melakukan penusuran.</p>
<p>&#8220;Kejadian didapat berdasarkan informasi masyarakat sore kemaren. Menanggapi itu, kita pagi ini ke lokasi. Melihat dan mengidentifikasi kejadian tersebut,&#8221; ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra kepada Prokabar.com, (9/3).</p>
<p>Berdasarkan hasil identifikasi Tim BKSDA, terdapat lebih dari sepuluh tapak jejak Harimau Sumatera. &#8220;Lebar tapak jejak satwa dilindungi itu rata-rata sebelas centimeter,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil identifikasi, jejak satwa itu beriringan dengan jejak Babi Hutan. &#8220;Sepertinya Harimau ini sedang mengejar Babi Hutan. Saat dalam pencarian, satwa itu kebetulan bertemu ternak warga. Mendapati itu, satu ekor induk dari dua puluh ekor ternak diterkam dan dimangsanya,&#8221; tutur Ade.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Jorong Cubadak Lilin, Taufik menambahkan daerah bernama Sawah Liek Aia Rangek itu memang sudah rutin menjadi lokasi ternak kerbau mencari makan. Warga biasa meletakan ternaknya di sana hingga mencapai 15 hari di sana. Kondisi itu menjadi rawan diintai hewan buas atau pencurian.</p>
<p>&#8220;Kita bersama warga lainnya sudah sering melarang pemilik ternak untuk tidak membiarkan hewan ternanknya berkeliaran, bahkan berhari-hari di sana. Namun belum mengindahkan himbauan atau peringatan itu,&#8221; jelas Kepala Jorong, Taufik.</p>
<p>Dari kejadian itu, Kepala Jorong kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak lagi membiarkan ternaknya berkeliaran bebas. &#8220;Kami akan meminta dan menegaskan agar warga mengkandangkan hewan ternaknya. Agar tidak kembali terjadi pada hal serupa,&#8221; tutupnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-mangsa-seekor-kerbau-di-cubadak-lilin-matur/">Harimau Mangsa Seekor Kerbau di Cubadak Lilin Matur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penelusuran BKSDA, Dua Ekor Harimau Masuk Pemukiman di Koto Nopan Merupakan Induk dan Anak</title>
		<link>https://prokabar.com/penelusuran-bksda-dua-ekor-harimau-masuk-pemukiman-di-koto-nopan-merupakan-induk-dan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 16:15:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81967</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, bersama BKSDA Resor Pasaman, anggota Polsek, Bhabinkamtibmas, Koramil, dan masyarakat, turun ke Kampung...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penelusuran-bksda-dua-ekor-harimau-masuk-pemukiman-di-koto-nopan-merupakan-induk-dan-anak/">Penelusuran BKSDA, Dua Ekor Harimau Masuk Pemukiman di Koto Nopan Merupakan Induk dan Anak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, bersama BKSDA Resor Pasaman, anggota Polsek, Bhabinkamtibmas, Koramil, dan masyarakat, turun ke Kampung Batang Lubu, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara untuk melakukan validasi laporan harimau masuk kampung.</p>
<p>Hasilnya, setelah menyisir lokasi yang dikabarkan menjadi rute penampakan jejak harimau, tim menemukan jejak dua ekor harimau yang memang ada di sekitar lokasi yang dilaporkan. Jejak ini diduga harimau dewasa dan satu ekor anak.</p>
<p>“Tim BKSDA Sumbar tadi sudah turun kelapangan melakukan pengecekan, mulai di pemukiman warga hingga pinggir sungai yang dekat dengan pemukiman warga sekitar. Dari pengecekan itu, kita menemukan tanda keberadaan berupa jejak kaki yang diduga merupakan telapak kaki satwa harimau Sumatera,” kata Kepala Seksi Konservasi wilayah I BKSDA Sumbar Khairi Ramadhan.</p>
<p>Dari jejak yang ditemukan di lapangan, dua harimau Sumatera itu diperkirakan anak dan induknya. Selain menemukan jejaknya, warga sekitar juga sempat mendengarkan auman suara harimau tersebut sejak dua hari kemarin.</p>
<p>“Dari laporan masyarakat, kita juga memdapat informasi harimau itu juga sudah memakan satu ekor anjing milik warga yang berada dipinggir pemukiman setempat,” terangnya.</p>
<p>Menurut Khairi, secara geografis pemukiman warga di Kampung Batang Lubu Kecamatan Rao Utara itu memang dekat sekali dengan kawasan hutan tempat habitat Harimau Sumatera itu.</p>
<p>Pemukiman warga daerah Batang Lubu, Koto Nopan, Rao Utara ini letaknya juga paling ujung di daerah itu. Jumlah penduduknya hanya sekitar 14 Kepala Keluarga (KK).</p>
<p>Setelah Tim BKSDA melakukan pengecekan di lapangan, pihaknya juga mengedukasi masyarakat setempat. Mengajarkan masyarakat cara mengusir harimau jika kembali lagi ke pemukiman warga yakni dengan meninggalkan beberapa meriam karbit.</p>
<p>Dia juga mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktifitas harian sementara di sekitar ditemukannya Harimau Sumatera tersebut.</p>
<p>“Untuk mewaspadai adanya korban jiwa. Kepada masyarakat setempat, kami meminta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaannya dalam beraktivitas sampai satwa ini aman dan kembali ke habitatnya,” ucapnya.</p>
<p>Kemudian, jika ada warga melihat harimau Sumatera itu kembali berkeliaran di sekitar permukiman masyarakat, sebaiknya tidak diburu atau dibunuh. Sebab, kata Khairi, harimau merupakan satwa yang dilindungi.<br />
“Cukup informasikan saja kepada kami. Agar petugas kami bisa mengambil langkah dan tindakan,” pungkasnya. (<strong>Ola</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penelusuran-bksda-dua-ekor-harimau-masuk-pemukiman-di-koto-nopan-merupakan-induk-dan-anak/">Penelusuran BKSDA, Dua Ekor Harimau Masuk Pemukiman di Koto Nopan Merupakan Induk dan Anak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Ekor Harimau Diduga Masuk Kampung, Warga Kota Nopan Rao Resah</title>
		<link>https://prokabar.com/dua-ekor-harimau-diduga-masuk-kampung-warga-kota-nopan-rao-resah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2021 05:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Warga Kampung Batang Lubu, Nagari Kota Nopan, Kecamatan Rao Utara resah karena diduga ada harimau memasuki pemukiman. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-ekor-harimau-diduga-masuk-kampung-warga-kota-nopan-rao-resah/">Dua Ekor Harimau Diduga Masuk Kampung, Warga Kota Nopan Rao Resah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Warga Kampung Batang Lubu, Nagari Kota Nopan, Kecamatan Rao Utara resah karena diduga ada harimau memasuki pemukiman. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) itu kemungkinan ada dua ekor dan dilaporkan sudah memakan seekor anjing piaraan penduduk.</p>
<p>Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Kahiri Ramadhan didampingi BKSDA Resor Pasaman, Rusdian R, mengakui pihaknya mendapatkan laporan itu dari masyarakat setempat.</p>
<p>“Benar ada laporan masyarakat bahwa diduga dua ekor harimau Sumatera berkeliaran di kawasan pemukiman penduduk. Bahkan dilaporkan sudah memangsa seekor anjing peliharaan warga di pinggir pemukiman,” katanya, Kamis (18/2).</p>
<p>Dia menerangkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan Koramil setempat bersama masyarakat untuk meninjau keberadaan harimau tersebut.<br />
Menurutnya, secara geografis, Kampung Batang Lubu memang dekat dengan kawasan hutan yang menjadi habitat harimau Sumatera.</p>
<p>Sesuai prosedur, upaya yang akan dilakukan adalah, pertama akan dilakukan penghalauan, agar harimau tersebut kembali ke dalam hutan.</p>
<p>“Kalau memang harimau tersebut berkeliaran di pemukiman, akan dilakukan penghalauan agar masuk kembali ke habitatnya di dalam hutan,” sebutnya.</p>
<p>Namun, jika masih tetap terlihat di kawasan pemukiman, tidak mau masuk hutan maka akan dilakukan penangkapan. Pihaknya sudah menyiapkan kandang untuk menangkap harimau tersebut untuk dilepasliarkan kembali ke dalam hutan.</p>
<p>“Langkah-langkah tersebut disiapkan agar jangan sampai menimbulkan korban, sekaligus menyelamatkan harimau yang merupakan satwa langka dan dilindungi itu,” jelasnya.</p>
<p>Dia mengimbau, untuk sementara masyarakat tidak beraktivitas di sekitar hutan dan di lokasi di mana harimau itu pernah terpantau. Masyarakat diminta untuk tetap waspada sampai harimau tersebut dipastikan sudah kembali ke habitatnya. (<strong>Ola)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-ekor-harimau-diduga-masuk-kampung-warga-kota-nopan-rao-resah/">Dua Ekor Harimau Diduga Masuk Kampung, Warga Kota Nopan Rao Resah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Agam Telusuri Jejak Satwa Liar Selama Tiga hari, Ini Hasilnya</title>
		<link>https://prokabar.com/70181-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 13:16:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Pua, Prokabar — Setelah sempat dikejutkan kemunculan satwa liar dan sempat menerkam beberapa ekor hewan ternak warga Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, petugas Balai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/70181-2/">BKSDA Agam Telusuri Jejak Satwa Liar Selama Tiga hari, Ini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Pua, Prokabar —</strong> Setelah sempat dikejutkan kemunculan satwa liar dan sempat menerkam beberapa ekor hewan ternak warga Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor Agam langsung melaksanakan penanganan konflik tersebut. Selama tiga hari penuh menelusuri, menginap dan menjejaki satwa diduga kuat Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).</p>
<p>Selama tiga hari itu, petugas BKSDA bersama masyarakat sudah tidak menemukan lagi tanda-tanda keberadaan satwa liar disekitar pemukiman dan areal sawah warga setempat.</p>
<p>Sejumlah aksi berupa menggunakan bunyi-bunyian yang dilakukan. Bertujuan upaya pengusiran sehingga tidak kembali ke pemukiman warga. Petugas BKSDA di setiap waktu terus melakukan pendekatan. Namun menunjukan hasil dengan tidak ditemukan lagi jejak satwa dilindungi tersebut.</p>
<p>&#8220;Pemantauan dibantu dengan menggunakan kamera penjebak atau camera trap. Dipasang sebanyak tiga unit. Dan hasil pun tidak mendapatkan lagi gambaran visual pergerakan satwa disekitar pemukiman dan sawah warga,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam, kepada Prokabar.com, Minggu (28/6).</p>
<p>Penelusuran yang dilakukan pada hari terakhir menunjukan satwa bergerak kembali ke dalam kawasan hutan lindung dan cagar alam. Berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.</p>
<p>Sebelumnya, pada Selasa (23/06), BKSDA Resor Agam menerima laporan ada 2 ekor ternak kerbau peliharaan masyarakat nagari Sungai Puar terluka akibat diserang oleh satwa liar. Diduga kuat Harimau Sumatera karena ada bekas luka cakar dan jejaknya.</p>
<p>Tim BKSDA Resor Agam yang mendapatkan laporan langsung melakukan penanganan dengan melaksanakan identifikasi lapangan untuk memastikan jenis satwa itu, sekaligus melakukan pemantauan dan pengusiran.</p>
<p>Ternak kerbau dewasa merupakan milik Pak Con dan anak kerbau milik ibu Ratini terluka pada bagian kaki, pundak dan leher. Untuk ternak kerbau dewasa akibat terluka parah oleh pemiliknya telah dijual kepada toke ternak.</p>
<p>BKSDA memasang tiga unit kamera penjebak atau camera trap di beberapa titik untuk mendapatkan gambaran visual dan memantau pergerakan satwa. Selain itu patroli pada pagi, sore dan malam hari sembil melakukan pengusiran juga dengan menggunakan bunyi-bunyian.</p>
<p>&#8220;Kami telah menghimbau dan meminta warga setempat untuk waspada dan hati-hati dalam beraktivitas ke ladang dan ke sawah. Serta mengkandang dan mengamankan ternaknya untuk mencegah interaksi negatif dengan satwa liar. Himbauan itu jelas mecegah kembali terjadi konflik tersebut,&#8221; pungkas Kepala Resor BKSDA Agam. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/70181-2/">BKSDA Agam Telusuri Jejak Satwa Liar Selama Tiga hari, Ini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Terkam Dua Ekor Kerbau Di Nagari Sungai Pua, Palembayan</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-terkam-dua-ekor-kerbau-di-nagari-sungai-pua-palembayan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 02:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69985</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam. Prokabar — Satwa liar dilindungi kembali berulah di Kabupaten Agam. Kali ini terjadi di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pukul 18.00...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-terkam-dua-ekor-kerbau-di-nagari-sungai-pua-palembayan/">Harimau Terkam Dua Ekor Kerbau Di Nagari Sungai Pua, Palembayan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam. Prokabar —</strong> Satwa liar dilindungi kembali berulah di Kabupaten Agam. Kali ini terjadi di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pukul 18.00 WIB, Selasa (23/6) lalu.</p>
<p>Mendapat informasi tersebut BKSDA Resor Agam, dipimpin Kepala Resor Konservasi Wilayah Agam, Ade Putra dan tim langsung ke lokasi pada Rabu, (24/6).</p>
<p>Sekitar pukul 09.00 WIB, Petugas Pelestari dan Penjaga Hutan Cagar Alam beserta satwa liar dilindungi itu sampai di lokasi. &#8220;Sesampai di TKP, kami langsung melaksanakan wawancara dengan pemilik ternak dan saksi kejadian. Serta melakukan identifikasi ke lapangan,&#8221; ungkap Kepala Resor Konservasi Wilayah Kabupaten Agam, Ade Putra.</p>
<p>Berdasarkan hasil identifikasi ternyata benar telah terjadi serangan terhadap ternak kerbau sebanyak 2 ekor. Satu ekor kerbau besar milik Pak Con, dan satu lagi kerbau kecil milik ibu Ratini. &#8220;Terlihat ada luka cakar dan gigitan pada bagian kaki belakang. Pada bagian leher atau pundak, juga terlihat luka yang sama,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Mengingat kerbau dewasa mengalami luka parah, maka telah dijual kepada toke kerbau. Sedangkan pada anak kerbau telah diobati oleh Mantri atau petugas kesehatan hewan setempat.</p>
<p>Hasil identifikasi lapangan Tim BKSDA Resor Agam, ditemukan tanda-tanda keberadaan berupa jejak dengan ukuran 11 cm. Juga terdapat jejak yang masih sangat baru, diperkirakan baru 1 jam dilalui. Lokasi kejadian berada di APL atau 2 km dari cagar alam.</p>
<p>&#8220;Upaya penanganan yang kami lakukan dengan pemasangan camera trap sebanyak 3 unit, dan pengusiran dengan menggunakan bunyi-bunyian dan pemantauan selama tiga hari. Kami telah dan akan terus melakukan sosialisasi kepada penduduk sekitar lokasi. Dan menghimbau seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati. Selain menjaga aman dari hutan sekitar, juga mengamankan ternak pemiliharaannya,&#8221; pungkas Kepala RKW Resor Agam tersebut. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-terkam-dua-ekor-kerbau-di-nagari-sungai-pua-palembayan/">Harimau Terkam Dua Ekor Kerbau Di Nagari Sungai Pua, Palembayan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Inyiak Balang&#8221; Terkam Ternak Warga di Lubuk Aluang</title>
		<link>https://prokabar.com/inyiak-balang-terkam-ternak-warga-di-lubuk-aluang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2020 12:20:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#syh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69129</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar &#8211; Warga Korong Padang Baru, Nagari Lubuak Aluang, Kecamatan Lubuak Aluang, Kabupaten  Padang Pariaman digegerkan dengan penemuan sisa ternak milik warga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inyiak-balang-terkam-ternak-warga-di-lubuk-aluang/">&#8220;Inyiak Balang&#8221; Terkam Ternak Warga di Lubuk Aluang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang Pariaman, Prokabar</strong> &#8211; Warga Korong Padang Baru, Nagari Lubuak Aluang, Kecamatan Lubuak Aluang, Kabupaten  Padang Pariaman digegerkan dengan penemuan sisa ternak milik warga yang habis diduga dimangsa &#8220;inyiak balang&#8221; atau harimau, Selasa (9/6).</p>
<p>Apuak (37) pemilik ternak menyebut bahwa kambing peliharaannya itu ditemukan di dekat kandang dengan kondisi mengerikan dan hanya tersisa kepala, sementara bagian lainya sudah habis dimangsa.</p>
<p>&#8220;Kambing saya ini saya temukan saat saya hendak mengeluarkannya dari kandang untuk diberi makan, eh ternyata sudah saya temukan dengan kondisi seperti ini,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Harimau itu diduga menerkam ternak miliknya, sambung Apuak, dengan merusak kandang kemudian menerkam kambing itu yang dilepas saat didalam kandangnya. Melihat kondisi ternaknya yang sudah habis, Apuak pun langsung memberitahukan kejadian itu kepada warga. Apuak dan warga yang datang kelokasi itu pun menduga kuat bahwa yang menerkam ternak itu adalah harimau, terlihat dari jejak kaki yang ditemukan warga dilokasi itu.</p>
<p>&#8220;Saya dan warga menduga kuat bahwa yang menerkam kambing itu adalah harimau, terlihat dari jejak kaki yang tertinggal di lokasi hingga kesemek-semak,&#8221; sambunya.</p>
<p>Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris Nagari Lubuak Aluang Ladin (35), ia menyebut bahwa sudah ada tiga ekor ternak warga jenis kambing yang diduga diterkam harimau. Sebelumnya Sabtu (6/6) lalu juga ada ternak warga yang ditemukan diduga diterkam harimau.</p>
<p>&#8220;Diduga yang menerkam ternak milik warga itu adalah harimau yang sama, meski sampai kini warga belum melihat langsung,&#8221; sebut Ladin.</p>
<p>Melihat kondisi itu, sambung Ladin, warga sekitar kini ketakutan dan berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menangkap harimau itu. Pemerintah Nagari Lubuak Alung pun sudah melaporkan penemuan itu kepihak BKSDA dan berharap segera dipasang kamera pengintai dan memasang jerat harimau. (Syh)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inyiak-balang-terkam-ternak-warga-di-lubuk-aluang/">&#8220;Inyiak Balang&#8221; Terkam Ternak Warga di Lubuk Aluang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dihadang Tiga Harimau Sumatera, 6 Warga Gantung Ciri Berhasil Dievakuasi</title>
		<link>https://prokabar.com/dihadang-tiga-harimau-sumatera-6-warga-gantung-ciri-berhasil-dievakuasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2020 12:34:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#dievakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=67777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arosuka, prokabar &#8211; Enam warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang terjebak di hutan ladang masyarakat rimbo Singo-Singo, Jorong Baringin,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dihadang-tiga-harimau-sumatera-6-warga-gantung-ciri-berhasil-dievakuasi/">Dihadang Tiga Harimau Sumatera, 6 Warga Gantung Ciri Berhasil Dievakuasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Arosuka, prokabar</strong> &#8211; Enam warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang terjebak di hutan ladang masyarakat rimbo Singo-Singo, Jorong Baringin, Nagari Gantung Ciri karena terhadang tiga Harimau Sumatera, akhirnya berhasil dievakuasi.</p>
<p>&#8220;Ada sekitar tiga Harimau Sumatera berkeliaran di sekitar ladang warga di Nagari Gantung Ciri. Akibatnya, empat orang petani terjebak di pohon dan dua lainnya terjebak di dalam pondok, Kamis sore (14/5) dan akhirnya bisa dievakuasi menjelang malam,&#8221; kata Kepala Satpol PP dan damkar Kabupaten Solok Efriadi di Arosuka, Jumat pagi.</p>
<p>Diwartakan antara sumbar, kejadian berawal saat enam orang petani akan pulang ke rumah, kemudian dikarenakan ada tiga ekor Harimau yang menghadang mereka memanjat pohon dan bersembunyi di pondok.</p>
<p>Efriadi menyebutkan keenam warga tersebut adalah Cimul (35), Alex (35), Yuh (37), Rulek atau Celuk (25), Hanif atau Dukun (30) dan Aipda Riko Saputra yang juga Kanit Buser Polres Solok.</p>
<p>Sebelumnya, empat warga masing-masing Alex, Rulek, Yuh, dan Cimul seperti biasa pergi ke ladang milik Aipda Riko Saputra setiap pagi. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, Alex menelpon orang tuanya dan mengatakan bahwa mereka terkurung dan berada di pohon.</p>
<p>&#8220;Mereka tidak bisa pulang karena dihadang tiga ekor harimau. Dua ekor harimau dewasa dan satu ekor anaknya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mendapat informasi tersebut, Aipda Riko Saputra yang juga pemilik ladang berangkat ke lokasi ladang ditemani Hanif Dukun, dengan tujuan untuk menjemput keempat warga tersebut. Sebelum sampai ke lokasi Riko Saputra mencoba melepaskan mercon untuk mengusir kawanan harimau tersebut.</p>
<p>Kemudian dibantu tim gabungan yang terdiri dari Kasatpol PP Damkar, personel Polsek Kubung, Sabhara Polres Solok, Danramil Kubung dan masyarakat akhirnya keenam warga berhasil dievakuasi.</p>
<p>Pihaknya juga sudah menghubungi pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar untuk mengamankan Harimau Sumatera tersebut.&#8221;Harimau tersebut akan dihalau ke dalam hutan kembali oleh tim BKSDA Provinsi yang direncanakan Jumat ini dimulai sampai harimau masuk kembali ke hutan mungkin sampai tiga hari ke depan,&#8221; ujarnya.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dihadang-tiga-harimau-sumatera-6-warga-gantung-ciri-berhasil-dievakuasi/">Dihadang Tiga Harimau Sumatera, 6 Warga Gantung Ciri Berhasil Dievakuasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau dan Silek Harimau di Minang</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-dan-silek-harimau-di-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 10:02:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#silatharimau]]></category>
		<category><![CDATA[#Silek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60675</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR &#8211; Harimau di Minangkabau adalah Inyiak, raja rimba raya yang ditakuti sekaligus dikagumi. Inyiak dalam keseharian masyarakat Minang lamo, adalah awan, disebut &#8220;akuan&#8221;....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-dan-silek-harimau-di-minang/">Harimau dan Silek Harimau di Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR</strong> &#8211; Harimau di Minangkabau adalah <em>Inyiak</em>, raja rimba raya yang ditakuti sekaligus dikagumi.</p>
<p><em>Inyiak</em> dalam keseharian masyarakat Minang lamo, adalah awan, disebut <em>&#8220;akuan&#8221;</em>.</p>
<p><em>Akuan</em> adalah kawan pria-pria Minang. Kemana saja ia berjalan bersama <em>Inyiak</em> balang. <em>Inyiak</em> juga bisa diracak seperti kuda.</p>
<p>Seseorang bisa memanggil <em>Inyiak</em> ketika ia perlu bahkan untuk menjaga rumahnya.</p>
<p><em>Inyiak</em> juga mengajari orang Minang bersileweran, namanya Silek Harimau. Silek yang ligat dan mengagumkan.</p>
<p>Intisari silat Harimau terinspirasi dari gerak-gerakan Harimau. Kuda-kuda dan sikap waspada persis menyerupai Harimau.</p>
<p>Maka tak heran, jika mitos yang berkembang mengatakan jika pesilat yang menguasai silat Harimau maka dirinya kelak akan dapat berubah wujud menjadi Harimau.</p>
<p>Meski mitos yang berkembang seputar silat Harimau begitu kental. Seperti pencak silat lain, nuansa Islami juga dominan dalam filosofi yang terkandung didalamnya.</p>
<p>Untuk belajar silat, guru memperkenalkan nilai-nilai agama lebih dulu kepada murid. Seperti pada tradisi Minang, silat zahir bertujuan mencari silaturahmi, batin silat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan jika ingin berniat jahat maka terlebih dahulu telah disingkirkan.</p>
<p>Filosofi tersebut tertuang dalam ungkapan,<em>&#8220;Awas rasa jangan hilang, berlantai sebelum roboh, bersiang menebas sebelum tumbuh.&#8221;</em></p>
<p>Ungkapan lantas terimplementasi melalui gerakan kuda-kuda yang berdiri dengan huruf alif yang bermakna pesilat berdiri beserta Allah, berdiri dua kali menyerupai huruf lam dan berdiri dengan menyerupai huruf hijaiyah &#8216;Kha&#8217;. Karakter keras, bukan basa-basi dan tegas menjadi ciri utama ajaran silat harimau.</p>
<p>Karena memang didesain untuk mematikan lawan dengan jurus-jurus berbahaya dengan menyerang langsung daerah vital musuh, baik dengan gaya lenting atau terkam Harimau. Oleh karena itu, silat Harimau kemudian dikenal dengan silat beraliran keras. Demikian keras, hingga potensi penyalahgunaan ilmu begitu besar.</p>
<p>Di Minang juga pernah dikenal cindaku, yaitu manusia harimau jadi-jadian. Semua itu bukan dongeng dan isapan jempol, namun kenyataan pada suatu masa di zaman lampau.<strong>(mbb/berbagai sumber)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-dan-silek-harimau-di-minang/">Harimau dan Silek Harimau di Minang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inyiak, Penjaga Tanah Melayu</title>
		<link>https://prokabar.com/inyiak-penjaga-tanah-melayu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 08:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Harimau yang di sini disapa Inyiak, adalah raja rimba yang diyakini menjaga tanah Melayu dan Melayu Minangkabau. Inyiak kalau muncul ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inyiak-penjaga-tanah-melayu/">Inyiak, Penjaga Tanah Melayu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Harimau yang di sini disapa Inyiak, adalah raja rimba yang diyakini menjaga tanah Melayu dan Melayu Minangkabau.</p>
<p>Inyiak kalau muncul ke permukaan, kata nenek moyang selalu maksudnya memberi tanda-tanda. Terakir inyiak muncul di proyek jalan tol di Riau, sebagaimana diberitakan prokabar kemarin.</p>
<p>Kemunculan inyiak antara lain untuk hal-hal berikut. Pertama memberi tanda jangan ke rimba dulu, karena ada harimau wilayah lain sedang menjadi tamu di teritorial sang inyiak.</p>
<p>Untuk memberi tahu manusia, inyiak biasanya menggores jalan ke rimba dengan kuku-kukunya. Jika jalan ke rimba sudah digores-gores inyiak, maka petani takkan ke rimba lagi.</p>
<p>Kedua, inyiak memberi tanda jika wilayah dan daerah perlintasannya terganggu. Itulah yang terjadi di proyek jalan tol.<br />
Pemilik proyek jalan tol harus membuat jembatan perlintasan harimau.</p>
<p>Jembatan itu harus tertutup, kuat dan aman dari manusia. Jika tidak dilakukan, maka harimau akan menganggu. Itulah yang disebut Inyiak Berang.<strong>(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inyiak-penjaga-tanah-melayu/">Inyiak, Penjaga Tanah Melayu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 45/268 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/21 queries in 0.122 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 14:03:44 by W3 Total Cache
-->