<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#hamka Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/hamka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/hamka/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Apr 2023 07:20:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#hamka Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/hamka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FDB Ziarah Sebelum Urang Awak Nonton Bareng Film Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/fdb-ziarah-sebelum-urang-awak-nonton-bareng-film-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Apr 2023 07:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=112260</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Febby Datuak Bangso melakukan ziarah ke makam Hamka sebelum nonton bareng urang awak dan pemutaran perdana film Hamka di Epicentrum Jakarta...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fdb-ziarah-sebelum-urang-awak-nonton-bareng-film-hamka/">FDB Ziarah Sebelum Urang Awak Nonton Bareng Film Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Febby Datuak Bangso melakukan ziarah ke makam Hamka sebelum nonton bareng urang awak dan pemutaran perdana film Hamka di Epicentrum Jakarta tanggal 9 April 2023 yang akan datang</p>
<p>FDB yang juga Ketua Umum PERDOSPARIN ini menjelaskan bahwa film hamka ini tidak hanya sarat ilmu dan pesan tapi juga nilai nilai kebaikan dan juga memperlihatkan Keindahan Minangkabau, Sumatera Barat.</p>
<p>Praktisi dan Konsultan Pariwisata ini sangat menapresiasi dan menyambut baik film film nusantara, yang berlatar belakang keindahan sumatera barat dan seperti film Hamka ini.</p>
<p>&#8220;Semoga pemutaran perdana film ini akan memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke sumatera barat,&#8221; harap FDB.</p>
<p>Film yang disutradarai Fajar Butomi ini melengkapi film lainnya seperti  Di Bawah Lindungan Kabah, Tenggelamnya Kapal Vanderwick, Siti Nurbaya, Sengsara Membawa Nikmat, Surau dan Silek.</p>
<p>&#8220;Sekarang bagaimana kita selaku orang minang jangan hanya berbangga hati dengan adanya film Hamka ini tapi juga bagaimana kita ikut membantu menyebar luaskan atau menjadikan viral TVC ini agar banyak yang menonton film ini , sebab makin banyak yang menonton tentu akan banyak penonton yang ingin tahu sumatera barat dan mudah mudahan tertarik berkunjung ke  Sumatera Barat,&#8221; jelas Dt Febby.</p>
<p>Momentum ini juga harus dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pariwisata untuk mempromosikan paket paket tournya baik itu secara direct atau pemasaran online. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fdb-ziarah-sebelum-urang-awak-nonton-bareng-film-hamka/">FDB Ziarah Sebelum Urang Awak Nonton Bareng Film Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manajemen KPGH Diperkuat, Keterampilan Wirausaha Ditingkatkan</title>
		<link>https://prokabar.com/manajemen-kpgh-diperkuat-keterampilan-wirausaha-ditingkatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2021 13:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kpgh]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=98250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Tim Pengabdian Universitas Andalas (Unand) melanjutkan pemberdayaan dan pembinaan terhadap Komunitas Pemuda Generasi Hamka di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/manajemen-kpgh-diperkuat-keterampilan-wirausaha-ditingkatkan/">Manajemen KPGH Diperkuat, Keterampilan Wirausaha Ditingkatkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Tim Pengabdian Universitas Andalas (Unand) melanjutkan pemberdayaan dan pembinaan terhadap Komunitas Pemuda Generasi Hamka di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Sesuai dengan divisi yang ada, akan ditingkatkan inovasi dan kreatif di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.</p>
<p>&#8220;Dalam bidang ekonomi, komunitas ini memiliki misi, meningkatkan dan membangun perekonomian masyarakat. Dan ini merupakan tugas mulia dari KPGH. Untuk membantu usaha ini, kami dari Tim Pengabdian Unand telah mengadakan workshop Kewirausahaan, Manajemen dan Kepemimpinan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Bertujuan KPGH dan anggotanya dapat meningkatkan perekonomiannya dan masyarakat,&#8221; ungkap Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unand, Yulnafatmawita, Jumat (3/12).</p>
<p>Workshop Kewirausahaan, Manajemen dan Kepemimpinan ini telah dilaksanakan beberapa minggu lalu. Diikuti sejumlah anggota aktif dan memberi dampak positif pada semangat dan ilmu pengetahuannya.</p>
<p>&#8220;Wirausaha merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu hal baru dan berbeda. Baik cara tampilan, penjualan, membayar, proses produk, dan teknologi. Bisa dilakukan secara individu atau private, ataupun sosial atau kelompok. Dua kunci dari kewirausahaan itu adalah kreatif mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Dan Inovatif meningkatkan nilai tambah dari yang sudah ada,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Pertanian Unand itu melanjutkan, membangun kewirausahaan harus sesuai kondisi setempat, seperti usaha yang sudah ada, SDA yang dimiliki, serta SDM baik pendidikan, keahlian, atau bakatnya. Program wisata religius yang dirintis oleh KPGH bisa digabung dengan usaha Kuliner, jasa penitipan, toko pusat oleh-oleh, penyewaan kendaraan, penginapan, event organizer, meeting, festival, pernikahan, jasa tour guide, outbond, fotografi, lomba, pelatihan dan agrowisata.</p>
<p>Dari ide-ide yang muncul dalam diskusi, maka diturunkan ke dalam wilayah Manajemen, melalui tahapan perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan evaluasi.</p>
<p>&#8220;Perencanaan dimulai apa yang akan dilaksanakan terkait dengan usaha yang dipilih dalam bentuk kelayakan usaha dan proposal usaha. Pengorganisasian berupa siapa berperan apa atau pembahagian tugas. Ketiga, pelaksanaan atau aksi, dan terakhir Evaluasi kegiatan. Tingkat keberhasilan KPGH juga sangat ditentukan oleh Kepemimpinan yang ada. Semangat pantang menyerah Buya Hamka merupakan contoh kepemimpinan yang patut diwarisi,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/manajemen-kpgh-diperkuat-keterampilan-wirausaha-ditingkatkan/">Manajemen KPGH Diperkuat, Keterampilan Wirausaha Ditingkatkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim PM Unand Lanjutkan Pendampingan KPGH, Edukasi Penataan Lahan Berlereng</title>
		<link>https://prokabar.com/tim-pm-unand-lanjutkan-pendampingan-kpgh-edukasi-penataan-lahan-berlereng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2021 23:24:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#desawisata]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kpgh]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=96841</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar &#8211; Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (Unand) terus melanjutkan pendampingan terhadap Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH), salah satu komunitas pemerhati Wisata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-pm-unand-lanjutkan-pendampingan-kpgh-edukasi-penataan-lahan-berlereng/">Tim PM Unand Lanjutkan Pendampingan KPGH, Edukasi Penataan Lahan Berlereng</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai</strong> <strong>Batang</strong>, <strong>Prokabar</strong> &#8211; Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (Unand) terus melanjutkan pendampingan terhadap Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH), salah satu komunitas pemerhati Wisata Reliqius Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, akhir pekan ini. Lima orang dosen tersebut yaitu Yulnafatmawita, Refdinal, Armansyah, Zainal A. Haris.</p>
<p>Yulnafatmawati, Ketua Tim PM Unand tersebut dalam pemaparannya menyebutkan, lahan berlereng di Nagari Sungai Batang sangat riskan terjadinya degradasi lahan, erosi bahkan longsor.</p>
<p>Terutama jika diolah menjadi lahan pertanian terutama untuk budidaya tanaman semusim seperti jagung, kentang, bawang, cabai, kacang tanah.</p>
<p>&#8220;Hal ini disebabkan karena lahan di daerah ini mempunyai lereng yang curam dan curah hujan yang tinggi, lebih kurang 3000 mm setiap tahunnya. Oleh sebab itu, pembukaan lahan harus dilakukan sesuai dengan kaidah konservasi tanah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diantara metode yang bisa dilakukan di Sungai Batang, lanjut salah satu guru besar Fakultas Pertanian Unand itu, yaitu terasering atau pembuatan teras atau tangga, kemudian strip cropping, pengolahan tanah menurut contour, dan melakukan budidaya dengan metoda alley cropping.</p>
<p>&#8220;Teras berperan untuk mengurangi panjang lereng sehingga mengurangi laju kecepatan air di permukaan tanah yang bisa mengikis tanah. Akan tetapi metode ini membutuhkan biaya besar karena menggunakan alat berat berupa excavator untuk membuatnya. Strip cropping merupakan metoda alternatif dalam mencegah erosi tanah, yaitu menanami tanaman penyangga dalam barisan secara berselang-seling dengan tanaman utama,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Metode ini cukup efektif, namun memakan 50 persen lahan pertanian. Petani tidak mau kehilangan lahan budidayanya cukup luas.</p>
<p>&#8220;Alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu pengolahan tanah sejajar contour, yaitu tegak lurus dengan lereng. Metoda ini efektif untuk lahan dengan lereng yang landai dari 0-8 persen. Kemudian metoda yang bisa dilakukan yaitu metoda Alley Cropping atau budidaya lorong,&#8221; lanjut Prof. Dr. Yulnafatmawati.</p>
<p>Metoda Alley Cropping yaitu metoda penanaman tanaman di dalam lorong yang terletak diantara dua barisan pagar lorong. Lorong boleh diolah intensif untuk ditanami tanaman hortikultura seperti bawang, cabai, tomat, dan strawberry ataupun tanaman pangan seperti jagung, padi ladang dan kacang tanah.</p>
<p>&#8220;Panjang lorong sesuai panjang lahan atau keinginan petani. Akan tetapi, lebar lorong sangat tergantung pada persentase lereng. Lorong akan semakin sempit dengan semakin curamnya lereng. Lereng &gt;45 persen, tidak boleh lagi ditanami tanaman semusim,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia mengatakan, pagar lorong merupakan tanaman tahunan yang tetap tumbuh sepanjang tahun berperan sebagai penahan aliran air permukaan atau runoff dan hanyutan tanah atau erosi dari bagian atas lereng.</p>
<p>Diantara tanaman tahunan sebagai pagar lereng yang disarankan untuk daerah Sungai Batang yaitu pala, cacao, alpukat, sirsak atau tanaman yang menghasilkan atau bisa dipanen setiap tahunnya.</p>
<p>Tanaman lorong juga bisa dari tanaman pupuk hijau berupa sumber hara tanaman yang berbentuk pohon seperti Gliricidia atau daun hujan-hujan dan Leucaena atau petai cina.</p>
<p>Tanaman ini dipangkas secara reguler dan dibenamkan ke dalam tanah di dalam lorong. &#8220;Di samping itu, diantara tanaman pohon kita tanam tanaman pupuk hijau berbentuk semak seperti tithonia atau pahitan, sereh wangi, cromolaena atau krinyu dan juga tanaman hias yang berbunga,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Tanaman pagar lorong di samping menahan erosi, ada juga sebagai sumber hara atau pupuk tanaman dan juga sumber pestisida nabati seperti tithonia, sereh wangi dan daun sirsak. Sedangkan tanaman hias yang berbunga bisa menarik perhatian hama yang akan menyerang tanaman. Mereka tertarik untuk mengisap madu dari bunga.</p>
<p>&#8220;Alley cropping cocok diaplikasikan untuk budidaya tanaman semusim di Sungai Batang karena mempunyai banyak manfaat. Diantaranya alley cropping mampu mengendalikan erosi, mencegah kehilangan hara, mengembalikan hara yang tercuci atau hilang, meningkatkan kesuburan tanah, melindungi tanaman dari angin kencang, serta mampu membentuk teras secara alami,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-pm-unand-lanjutkan-pendampingan-kpgh-edukasi-penataan-lahan-berlereng/">Tim PM Unand Lanjutkan Pendampingan KPGH, Edukasi Penataan Lahan Berlereng</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Filolog Unand: Hamka Adalah Mata Air Yang Tidak Pernah Habis</title>
		<link>https://prokabar.com/filolog-unand-hamka-adalah-mata-air-yang-tidak-pernah-habis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 00:33:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#filolog]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Sebanyak 20 orang Penggiat Penulis dari kalangan Guru dan Pengawas Sekolah mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan ahli filologi sekaligus dosen Fakultas...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/filolog-unand-hamka-adalah-mata-air-yang-tidak-pernah-habis/">Filolog Unand: Hamka Adalah Mata Air Yang Tidak Pernah Habis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Sebanyak 20 orang Penggiat Penulis dari kalangan Guru dan Pengawas Sekolah mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan ahli filologi sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Dr. Pramono, di Ambun Pagi, Kamis (16/9).</p>
<p>Pertemuan difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Bidang Kebudayaan terkait pengembangan dan pemanfaatan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, terutama penambahan koleksinya.</p>
<p>Dr. Pramono menyebutkan, untuk menulis tentang Buya Hamka ibarat &#8220;Bumi Disinari Bawah Matahari&#8221;, artinya kajian dan penelitian yang dilakukan terus berulang namun tidak akan pernah habis seiring data dan referensi terus digali dan banyak.</p>
<p>&#8220;Dan Hamka adalah Mata Air yang tidak pernah habis. Karena akan selalu banyak sudut pandang, cerita, narasi dan pembahasan tentang Hamka. Sosok ulama multitalen dan selalu saja ada yang menarik dan unik tentang beliau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Hamka lanjutnya, bibliografinya terus beranotasi, karena ternyata masih banyak karyanya yang masih belum terbit malah, dan terus berlangsung hingga saat ini.</p>
<p>Dan terpenting itu adalah mencari sumber data dan referensi. Sekarang goggle dan negara Belanda atau Eropa sudah sangat baik menyerahkan informasi yang selama ini tersimpat saja di negaranya. Termasuk segala data manuskrip, foto-foto lama atau dokumen-dokumen lama tentang negara Indonesia selama mereka menduduki dan menjajah.</p>
<p>&#8220;Sebut Saja Digital Collection Laiden University, Core.uc.uk, Badan Pengembangan Bahan Bahasa literasi. Koleksi Wiki Media Commos Padang Panjang, PDKM, Khastara Perpusnas atau Indonesia Onesearch. Di situs itu, akan ditemukan berbagai bahan tulisan untuk memperkaya referensi. Berbagai naskah, buku, foto-foto atau dokumentasi terbanyak. Bisa di Download sepuas-puasnya untuk bahan tulisan, terutama tentang Buya Hamka atau pun Minangkabau,&#8221; terang Dr. Pramono.</p>
<p>Khusus untuk Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya, yang intens membantu pengembangan dan pemanfaatan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka hendaknya bisa melakukan berbagai aksi dan pergerakan lainnya.</p>
<p>&#8220;Menggelar loka karya koleksi museum dengan agenda pameran berkala dengan berbeda tema, salah satu inovasi dan kreatifitas yang dikembangkan. Dan tidak hanya museum, juga ada Kutub Chanah peninggalan Haji Abdul Karim Amrullah dengan manuskrip terlengkap dan tersimpan di Sungai Batang,&#8221; ajaknya.</p>
<p>Media baru tentang Hamka untuk generasi penerus berupa komik, film pendek di tayangan media sosial dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Pengembangan cerita khusus bergambar dan menarik seperti komik Buya Hamka, juga akan memperkuat daya tarik pelajar untuk membaca dan menulis. Terutama mendalami sosok ulama dan pahlawan nasional itu,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/filolog-unand-hamka-adalah-mata-air-yang-tidak-pernah-habis/">Filolog Unand: Hamka Adalah Mata Air Yang Tidak Pernah Habis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Buya Hamka Masuk 10 Besar Nominasi Situs Sejarah API 2021</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-buya-hamka-masuk-10-besar-nominasi-situs-sejarah-api-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2021 22:42:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#API2021]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi 10 besar jadi Situs Sejarah Terpopuler tingkat Nasional. Pengumuman itu ditandai launching dari Pemerintah Kabupaten...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-buya-hamka-masuk-10-besar-nominasi-situs-sejarah-api-2021/">Museum Buya Hamka Masuk 10 Besar Nominasi Situs Sejarah API 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi 10 besar jadi Situs Sejarah Terpopuler tingkat Nasional.</p>
<p>Pengumuman itu ditandai launching dari Pemerintah Kabupaten Agam, di Tanah Sirah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/7).</p>
<p>Bupati Agam, Andri Warman didamping Plt. Kadis Kominfo Agam, Isman Imran, Syatria, Kepala Dinas Pariwisata dan Isra Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam. Pengagas ini sendiri melalui Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Bukittinggi, Muhammad Abdi.</p>
<p>&#8220;Berkat kerja sama ini, kami bersama Bapak Syatria, Kepala Dinas Pariwisata Agam membuahkan hasil. Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka berhasil masuk Nominasi 10 besar dalam katagori Situs Sejarah Terpopuler,&#8221; ungkap Muhammad Abdi dalam kata sambutannya.</p>
<p>Tugas berikutnya lanjut Abdi, mengirimkan SMS ketik API 2021 12F ke nomor 99386. Juga Like dan Subchribe di Instagram, Facebook dan youtube yang akan disebarkan nantinya.</p>
<p>Bupati Agam, Andri Warman merasa bangga dan senang atas Kabupaten Agam berhasil ini. Berhasil dan satu-satunya lolos mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam kompetisi bergengsi tingkat nasional di API atau Anugerah Pesona Indonesia 2021 Kementerian Pariwisata.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili Pemerintahan Kabupaten Agam sangat berterimakasih kepada UMSB melalui Muhammad Abdi, yang menggagas kompetisi ini. Untuk itu mari kita dukung Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini masuk ke peringkat pertama,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, sekaligus mendorong masyarakat dan generasi muda peduli dengan ketokohan Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Siapa yang tidak mengenal Buya Hamka? Pahlawan Nasional yang mengharumkan Negara dan Bangsa Minangkabau,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka sudah menjadi objek wisata dan Cagar Budaya langganan pelancong Malaysia. Hal ini salah satu menjadi perhatian khusus karena memiliki potensi besar yang harus diperjuangakan.</p>
<p>Sementara itu, Angku Bandaro Bodi (Angku Yus Datuk Parpatih) Tokoh Budayawan Minangkabau ikut senang dan bangga atas masuknya Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi 10 besar API 2021 di Katagori Situs Sejarah Terpopuler.</p>
<p>Buya Hamka Pahlawan Nasional Multitalenta. Selain Ilana dan Penulis, juga sosok sastrawan yang sangat produktif melahirkan karya tulis.</p>
<p>&#8220;Sosok Buya Hamka menjadi suri tauladan bagi kita masyarakat Minangkabau, umumnya di Asia dan Timur Tengah. Subtasinya, banyak pelajaran dan hikmah yang dipetik melalui ketokohan Ulama ini,&#8221; terang Angku Yus Datuk Parpatih.</p>
<p>&#8220;Buya Hamka lahir pada 17 Februari 1908 di Tanah Sirah ini. Meninggal pada 24 Juli 1981 di Jakarta. Buya Hamka lahir dan besar dari Surau ke Surau. Secara otodidak, berhasil menjadi manusia paling bermanfaat banyak umat. Hal itu tidak lepas kegigihan dan kesungguhannya dalam menuntut ilmu. Hal itu juga yang membuat ia mampu menjadi sosok ulama yang memiliki jiwa sastrawan, wartawan, dan budayawan,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Angku juga menerangkan, pentingnya surau sebagai alasan pondasi mencetak generasi muda Minang yang siap pakai.</p>
<p>&#8220;Berbeda dengan Pesantren, hanya memperkuat ilmu dan hubungan dengan Sang Kaliq, sementara Hablumminanas kurang didapatkan. Sementara melalui pola atau sistem Surau, ikut mengajarkan menjadi seorang Ninik Mamak dan Cadiak Pandai yang lihai berdiplomasi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Kami mewakili putra daerah Nagari Sungai Batang, khususnya masyarakat Tanjung Raya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak. Yang telah membantu penguatan ketokohan Buya Hamka dengan memperhatikan lebih Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Rasa syukur yang mendalam, semoga subtansi dan hikmah keteladan Buya Hamka ini, dapat diperoleh generasi penerus,&#8221; tutup Angku Yus Datuk Parpatih. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-buya-hamka-masuk-10-besar-nominasi-situs-sejarah-api-2021/">Museum Buya Hamka Masuk 10 Besar Nominasi Situs Sejarah API 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Surau dan Konsistensi Orang Minangkabau terhadap Eksistensi Budaya</title>
		<link>https://prokabar.com/pendidikan-surau-dan-konsistensi-orang-minangkabau-terhadap-eksistensi-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 02:05:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#surau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79053</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rudi Yudistira, S.S. &#160; Agam, Prokabar — Lahirnya tokoh-tokoh Minangkabau hingga menjadi The Founding Fathers (https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/), berakar kehidupan budaya nan elok. Mereka lahir...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendidikan-surau-dan-konsistensi-orang-minangkabau-terhadap-eksistensi-budaya/">Pendidikan Surau dan Konsistensi Orang Minangkabau terhadap Eksistensi Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Rudi Yudistira, S.S.</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Lahirnya tokoh-tokoh Minangkabau hingga menjadi The Founding Fathers (<a href="https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/">https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/</a>), berakar kehidupan budaya nan elok. Mereka lahir dari pola didikan yang unik dan berkarakter. Mohammad Hatta, Sutan Sjahril dan Tan Malaka. Disusul Buya Hamka, Rasuna Said, Rohana Kudus dan lainnya. Mereka terlahir dari sejarah nenek moyang berupa Pendidikan Surau.</p>
<p>Tentu zaman tempo dulu itu, hampir tidak mungkin persis diadopsi kecuali melakukan transformasi dengan pola zaman ke kinian. Buya Mas&#8217;oed Abidin menjelaskan Pendidikan Surau masih sangat relevan dengan zaman modren saat ini. (<a href="https://prokabar.com/surau-masih-relevankah-buat-anak-milenial-ini-jawaban-buya-masoed-abidin/">https://prokabar.com/surau-masih-relevankah-buat-anak-milenial-ini-jawaban-buya-masoed-abidin/</a>).</p>
<p>&#8220;Surau adalah Pusat Pendidikan Formal dan Informal. Ketika kita sudah masuk ke dalam klasikal (klasik) modren, maka terbagilah pendidikan kita formal dan informal,&#8221; terangnya. Formal masuk ke bangku sekolah. Informal disuruh dalam halaqah, lanjutnya.</p>
<p>Ia menerangkan, Ini kesalahan pendidikan budaya. Padahal pendidikan surau itu adalah pendidikan kolektif. &#8220;Yang diajarkan di sana ilmu, sikap, watak dan pergaulan,&#8221; terang Ulama Kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam tersebut.</p>
<p>Dibangku sekolah yang dipelajari hanya pelajaran ilmu. Soal pelajaran berakhlak sangatlah sedikit sekali.</p>
<p>Orang minang ini terlalu naif mencampakan pendidikan komunitasnya. Pendidikan formal menjadi informal, akhirnya lahir orang berilmu tidak berakhlak atau orang berakhlak tidak berilmu. Keduanya salah.</p>
<p>&#8220;Itukan saisuak buya? Io, nan saisuaik itu masih bisa dipakai kini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dalam pendidikan surau yang dipakai bahasa-bahasa yang dimengerti oleh orang banyak. Karena itu berada di Minangkabau, maka sub pengantarnya digunakan Bahasa Minangkabau. Akan tetapi mereka bukan berarti mereka tidak bisa menggunakan Bahasa Belanda. Mereka pandai juga berbahasa holand meski sedikit-sedikit.</p>
<p>Di surau itu ada lapangan tempat bermain Rago. Itulah asal kata Olahraga diserap dari kata &#8220;Rago&#8221;, sejenis permainan anak nagari seperti sepak takraw melingkar.</p>
<p>&#8220;Surau itu juga diajarkan segala sikap. Bagaimana bersikap nan baik dan bagaimana bersikap nan indak baik. Bagaimana anak kecil berbicara dengan orang lebih tua, bagaimana anak kecil berbicara kepada anak yang lebih kecil. Bagaimana kita anak kecil, berbicara kepada guru. Sekarangkan tidak, agak keras guru sedikit bertinju. Tidak dapat ditinju dalam kelas di lua kelas. Itu karena pendidikan komunitas hilang. Ini persoalan kita sekarang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Bisakah pendidikan komunitas (Surau) ini masuk ke pendidikan sekarang? Bisa!,&#8221; tegas Ulama kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam ini. Universitas Negeri Padang sudah memulainnya.</p>
<p>Dari landasan itulah Pemuda Sungai Batang mencoba merintis pergerakannya, mengadosi pendidikan surau. Sekelompok pemuda menamakan dirinya Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya, menggagas Program Pendidikan Surau di Masjid Inyiak DR.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-79054" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-1024x1024.jpeg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-1024x1024.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-300x300.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-150x150.jpeg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-768x768.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-80x80.jpeg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Berkat dukungan penuh Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan Jajaran beserta Pemerintahan Nagari Sungai Batang, Walijorong Batung Panjang dan Ketua Nagari Madaninya, program tersebut berjalan sukses sebagai pelopor &#8220;Mambangkik Batang Tarandam&#8221; pendidikan tersebut.</p>
<p>Hebatnya, seluruh masyarakat seperti ibu-ibu (Bundo Kandung) setempat bersemangat membantu dengan membungkuskan nasi sebagai konsumsi kebutuhan setiap kegiatan itu. Menunjukan partisipasi serius dalam semangat gotong royongnya masyarakat Minangkabau.</p>
<p>Mungkin masih terlaksana secara sederhana, terbatas ruang dan waktu. Berhubungan juga dengan pandemi covid-19 yang masih berlangsung. Tahap awal ini dimulai dari 30 orang Pelajar MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, kebetulan berada di Kampung Kelahiran Buya Hamka Ini.</p>
<p><strong>Angku Yus Bandaro Bodi dan Sosok Buya Hamka.</strong></p>
<p>Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam memiliki latar belakang sejarah lahirnya para ulama Pembaharuan di Ranah Minang. Di awali sosok Tuanku Piaman kemudian lahir Syekh Muhammad Amrullah atau Tuanku Kisai. Generasi berlanjut melahirkan DR. Abdul Karim Amrullah atau lebih dikenal Inyiak Rasul (Inyiak DR). Hingga regenerasi berlanjut dengan kehadiran sosok Buya Hamka.</p>
<p>Di sini juga Angku Yus Bandaro Bodi (Angku Yus Datuak Parpatih Guguak) Budayawan yang terkenal dengan &#8220;Pitaruah Ayah&#8221;. Berkarya melalui gurindam memberikan nasihat kepada generasi muda melalui media kaset dan video. Memanfatkan media publikasi, agar pembinaan karekter muda dapat tercapai, meski tidak berjumpa langsung dengan Anak muda-mudi.</p>
<p>&#8220;Pada 12 Desember 2020 ini, saya sudah bisa menyebutnya hari Kebangkitan Pemuda Sungai Batang. Beragam pergerakan telah dicetus dan membanggakan. Saya kagum dengan pergerakan ini,&#8221; Angku Yus Bandaro Bodi).</p>
<p>Dulunya, tepat saya berada di sini. Di depan halaman ini, Komplek Masjid Syekh Muhammad Amrullah ini terdapat Surau dan pemondokan murid-murid Syekh Muhammad Amrullah dan DR. H. Abdul Karim Amrullah.</p>
<p>Terbayangkan, dulunya di sini terdapat sebuah pemukiman atau pemondokan berupa Surau. Namun sangat disayangkan kini, hampir tidak ada lagi jejak sejarah kecuali menyisakan Makam Ulama, Kutubchanah dan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.</p>
<p>Tikam jejak hanya bisa dikupas dari Buku &#8220;Ayahku&#8221; karangan Buya Hamka serta beberapa catatan sejarah lainnya, serta sedikit peninggalan manuskrip yang masih tersisa di sana.</p>
<p>Buya Hamka besar di luar sana. Di kampung halamannya sendiri, tidak terlalu aktif karena banyak persoalan dulunya. Sekarang sekelompok pemuda ingin membangkitkan sosok beliau agar dapat menyerap keteladanan yang dimiliki Buya Hamka dan Inyiak Rasul.</p>
<p>Kelompok pemuda itu memulai dari catatan itu, dibantu sejumlah tokoh alim ulama dan ninik mamak yang masih memiliki ingatan tentang adanya Surau beserta Sejarah Ulama Pembaharuan dari Sungai Batang tersebut.</p>
<p>Artinya, masih ada kesempatan untuk kembali memulainya. Membangkitkan nilai kultur budaya yang hampir punah terkikis globalisasi. Generasi saat ini hanya sibuk dengan android dengan beragam dampak negatif. Menjauhkan mereka dari karakter dan jati diri budayanya sendiri.</p>
<p>Kondisi buruk itu akan semakin parah pada 10 tahun mendatang. Seorang Bapak yang sudah banyak tidak memahami Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Termasuk Kato Nan Ampek dan Adat Nan Ampek. Nilai-nilai kesopanan dan etika bermasyarakat, hanya didapat melalui pendidikan Surau sejatinya dipelajari secara stuktur pendidikan non formal.</p>
<p>Pendidikan Surau masih bisa dibangun dengan kesepakatan dan keseriusan Pemerintah Daerah, Pemerintah Nagari duduk semeja dengan Alim Ulama, Ninik Mamak, Bundo Kanduang bersama Pemuda-pemudi yang memiliki inovasi dan kreatifitas berkemajuan berbudaya Minangkabau. (***)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendidikan-surau-dan-konsistensi-orang-minangkabau-terhadap-eksistensi-budaya/">Pendidikan Surau dan Konsistensi Orang Minangkabau terhadap Eksistensi Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda ini Bertanam Buah, Rencanakan Agrowisata Kampung Buya Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/pemuda-ini-bertanam-buah-rencanakan-agrowisata-kampung-buya-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2020 08:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kpgh]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Sekelompok Pemuda Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam bertanam buah-buahan di sejumlah lahan kosong. Memiliki...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemuda-ini-bertanam-buah-rencanakan-agrowisata-kampung-buya-hamka/">Pemuda ini Bertanam Buah, Rencanakan Agrowisata Kampung Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar —</strong> Sekelompok Pemuda Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam bertanam buah-buahan di sejumlah lahan kosong. Memiliki misi menciptakan peluang baru dari destinasi wisata reliqius Kampung Kelahiran Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Di sini sudah ada Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang sudah sangat terkenal di Mancanegara. Oleh sebab itu, butuh pengembangan lebih baik lagi dari berbagai aspek potensi yang ada,&#8221; ungkap Fajril Datuak Mangkuto Basa, salah seorang pemuda setempat.</p>
<p>Fajri melanjutkan, saat ini sangat banyak lahan kosong yang tidak tergarap oleh pemiliknya. &#8220;Mungkin disebabkan minimnya semangat masyarakat atau juga penyediaan bibit unggul,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebanyak 200 batang bibit buah dari Binjai Sumatra Utara, dengan empat jenis tanaman. Seperti Durian, Mangga, Alpukat dan Jambu Madu. &#8220;Kita dapat bantuan dari Kementerian Kehutanan Provinsi Sumatra Barat, melalui BKSDA Resort Agam. Alhamdulillah, akan kita manfaatkan sebaik-baik mungkin,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Ia menambahkan terdapat ratusan hektar lahan yang belum termanfaatkan. Dan butuh semangat dan motivasi untuk menggerakan masyarakat. Agar memanfaatkan lahan menjadi produktif. &#8220;Jelas bagi kami, ketika lahan ini jadi produktif, kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat nantinya,&#8221; tutur F. Datuk Mangkuto Basa.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-74480" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/09/D589CBEC-770B-4D6C-9DE7-C19B827F5689-1024x576.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/09/D589CBEC-770B-4D6C-9DE7-C19B827F5689-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/09/D589CBEC-770B-4D6C-9DE7-C19B827F5689-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/09/D589CBEC-770B-4D6C-9DE7-C19B827F5689-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/09/D589CBEC-770B-4D6C-9DE7-C19B827F5689.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Sementara itu, Fauzi dan Amri menambahkan kegiatan ini berkat kerjasama tim sekelompok komunitas binaan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi. Yakni Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya. Tidak lepas pula dukungan Walijorong, Ninik Mamak beserta tokoh masyarakat Sungai Batang lainnya.</p>
<p>&#8220;Kita akan terus bersama-sama untuk menggerakan aksi sosial reliqius dan bertanam ini. Daerah kita memiliki potensi yang sangat hebat. Hanya butuh konsisten dan komitmen terus untuk menggerakannya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Jorong Batung Panjang Kenagarian Sungai Batang, merupakan Kampung Kelahiran Buya Hamka dan ayahnya Syekh Abdul Karim Amrullah atau lebih dikenal Inyiak Rasul. Berbagai peninggalan sejarah menjadi aset terbaik untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Di sini lahirnya Ulama besar dan Muhammadiyah pertama di Sumatra Barat. Bahkan pertama di pulau Sumatera. Kondisi ini didukung dengan alam nan indah dan kaya lahan perkebunan. Atau Danau Maninjau dengan segala keunikannya. Kami bertekat membangkitkan potensi ini jadi bermanfaat untuk kami dan anak cucu nanti,&#8221; pungkasnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemuda-ini-bertanam-buah-rencanakan-agrowisata-kampung-buya-hamka/">Pemuda ini Bertanam Buah, Rencanakan Agrowisata Kampung Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pribadi Hebat&#8221; Buya Hamka (Bagian II)</title>
		<link>https://prokabar.com/pribadi-hebat-buya-hamka-bagian-ii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2020 00:30:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pribadihebat]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=72901</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kisah inspiratif dan motivasi Buya Hamka kita lanjutkan dari Buku Pribadi. Setelah mengupas pendahuluan, sekarang kita masuk pembahasan satu tentang arti...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pribadi-hebat-buya-hamka-bagian-ii/">&#8220;Pribadi Hebat&#8221; Buya Hamka (Bagian II)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Kisah inspiratif dan motivasi Buya Hamka kita lanjutkan dari Buku Pribadi. Setelah mengupas pendahuluan, sekarang kita masuk pembahasan satu tentang arti dari &#8220;Pribadi&#8221;. Buya Hamka mengupas habis tentang &#8220;Orang Budiman&#8221;, &#8220;Orang Cerdas&#8221;, &#8220;Orang Masyarakat&#8221;, &#8220;Orang Sehat&#8221;, dan &#8220;Orang Cerdik Pandai&#8221;.</p>
<p>Sering kali kita membicarakan orang yang kita cintai atau hormati atau yang telah berpisah dengan kita. Kita ingat segala kebaikannya dan tidak ketinggalan juga kita membicarakan kelemahannya.</p>
<p>Perangainya halus, hatinya suci, sikapnya jujur, perkataannya teratur, dan budinya mulia. Kelakuannya baik, mukanya jernih karena ia memandang hidup dengan penuh pengharapan dan tidak pernah putus asa. Apa yang diyakini, itulah yang dikatakannya dan apa yang dikatakannya, itu yang diyakininya. Karena itu, kita memgambil kesimpulan bahwa dia seorang &#8221; budiman&#8221;.</p>
<p>Dia cerdas, akalnya tajam, buah pikirannya baik, dan ia pun cepat mengambil keputusan, terang otaknya, luas pandangannya, Dan jauh tiliknya. Karena itu, kita katakan Bahwa ia &#8220;cerdas&#8221;.</p>
<p>Dia suka bergaul, suka menolong, tidak menyisih dari masyarakat, tidak memikirkan kepentingan diri sendiri atau keluarganya saja, tidak gila pangkat, mengerti kedudukan orang lain, dan merasa dirinya ikut dalam kedudukan itu. Hormat pada orang tua, kasih kepada yang muda, pandai bergaul, pandai berkawan. Kita gelarilah dia gelar &#8220;orang masyarakat&#8221;.</p>
<p>Tubuhnya sehat, mukanya berseri-seri karena kesehatan tubuh dan jiwanya. Pakaiannya bersih karena bersih hatinya. Dia gemar olahraga untuk kesehatan tubuh dan suka untuk kesehatan batin. Kita namai dia orang &#8220;sehat&#8221;.</p>
<p>Pemahamannya luas, penyelidikannya dalam, bacaannya banyak. Karena itu, banyak yang diketahuinya sehingga Dia tidak merasa canggung dalam pergaulan dengan segala lapisan. Oleh karena ada pengetahuannya dalam suatu hal, dia bertanggung jawab. Kita namai dia orang yang &#8220;cerdik pandai&#8221;.</p>
<p>Semuanya, yaitu budi, akal, pergaulan, kesehatan dan pengetahuan, berkumpul menjadi satu pada satu orang. Kumpulan itulah yang membantuk suatu &#8220;pribadi&#8221;. Lemah atau kuat, berlebih atau berkurang dari yang disebutkan itu menyebabkan lemah atau kuat, lebih atau kurangnya pribadi. Dialah yang menentukan mutu seseorang.</p>
<p>A. Nilai Seseorang adalah Pribadinya.</p>
<p>Dua ekor kerbau yang sama gemuknya, sama kuat dan sama pula kepandaiannya menarik pedati, tentu harganya tidak jauh berbeda. Akan tetapi, dua puluh manusia yang sama tinggi dan sama kuat, belum tentu sama &#8220;harganya&#8221;. Sebab bagi kerbau tubuhnya saja yang berharga. Bagi manusia adalah pribadinya.</p>
<p>Orang yang berilmu saja, walau ia sangat ahli dalam satu bidang, belum tentu berharga dan belum tentu memperoleh kekayaan dalam hidup apabila sekiranya bahan pribadinya yang lain tidak lengkap atau tidak kuat terutama budi dan akhlak.</p>
<p>Banyak guru, dokter, hakim, insinyur, dan orang yang memiliki banyak koleksi buku serta diplomanya segulung besar dalam masyarakat dia menjadi mati sebab dia bukan &#8220;orang masyarakat&#8221;. Hidupnya hanya mementingkan diri sendiri dan diplomanya, hanya untuk mencari harta. Hatinya sudah seperti batu, tidak mempunyai cita-cita selain kesenangan dirinya. Pribadinya tidak kuat, karena ia bergerak bukan karena dorongan jiwa dan akal. Dan kepandaiannya yang banyak sering menimbulkan ketakutan, bukan menimbulkan keberanian untuk memasuki dan menjalani hidup.</p>
<p>Jangan disangka bahwa pribadi yang besar dan kuat hanya semata-mata memakai sifat yang terpuji saja. Tidak! Bahkan sebaliknya, bertambah besar pribadi seseorang, bertambah jelas letak kelemahan dan kekurangannya. Orang Arab berkata, &#8220;Idzaa Tamma syai&#8217;un Badar naqshuhu,&#8221; yang artinya apabila sesuatu telah sempurna, jelaslah kekurangannya.</p>
<p>Hal itu sangat penting! Jika kita berkawan atau bersahabat dengan orang, harus kita ketahui bahwa sebagai manusia dia harus mempunyai suatu sisi yang dipenuhi perasaan semata. Hanya orang bodoh yang dipenuhi perasaan dan sentimen. Apabila ia sayang, ia lupa segala kesalahan dan apabila ia berani, ia pun lupa segala kebajikan.</p>
<p>B. Arti Pribadi<br />
Bukan pula hal yang mudah mengupas dan menunjukan arti pribadi. Hal itu termasuk perkara gaib yang hanya dapat ditunjukan bekasnya, tetapi tidak dapat diraba barangnya. Tidak ada bedanya dengan listrik, aether dan radio. Pribadi seseorang dapat diketahui setelah melihat perjalanan hidupnya dan rekam jejak usahanya.</p>
<p>Sudah ringkas namanya, jika kita katakan bahwa pribadi itu sebagai berikut.<br />
1). Kumpulan sifat dan kelebihan diri yang menunjukan kelebihan seseorang daripada orang lain sehingga ada manusia besar dan manusia kecil. Ada manusia yang sangat berarti hidupnya dan ada yang tidak berarti sama sekali. Kedatangannya tidak menggenapkan dan kepergiannya tidak pula mengganjilkan.</p>
<p>2). Kumpulan sifat akal budi, kemauan, cita-cita dan bentuk tubuh. Hal itu menyebabkan harga kemanusiaan seseorang berbeda dari yang lain.</p>
<p>Tinggi rendahnya pribadi seseorang adalah karena usaha hidupnya, caranya berfikir, tepatnya berhitung, jauhnya memandang dan kuatnya semangat diri sendiri. Meneropong suatu pribadi tidak boleh terpengaruh oleh rasa sayang dan benci. Sering kali terjadi, baru saja kita bertemu dengan seseorang, lantas kita menyayanginya atau kebalikannya. Padahal, belum patut ada hubungan sayang dan benci dalam perkara itu. Memang, terkadang kita sayang kepadanya karena keikhlasannya, kemuliaan hatinya, kesetiaan dan keberaniannya. Kita benci karena dia curang, tidak mengenal kejujuran dan kejujurannya pun tidak pernah pula berkenaan dengan dia, bakhil, benalu, penohok kawan, dan penggunting dalam lipatan. Akan tetapi, terkadang juga kita menyayangi seseorang karena orang itu mau kita perkuda untuk kepentingan kita sendiri. Atau, kita membenci bukan karena ia bersalah hanya karena kita sendiri orang pendengki.</p>
<p>Sangat perlulah kita mempelajari pribadi manusia. Akan tetapi, lebih penting lagi seperti kata Socrates yang terkenal, &#8220;Kenalilah siapa dirimu, kenalilah pribadimu sendiri!&#8221;.</p>
<p>Namun, haruslah kita sadar pula bahwa mengenal diri sendiri seribu kali lebih sukar dari pada keinginan mengetahui pribadi orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda, &#8220;Berbahagialah orang yang mementingkan memperhatikan cela diri sendiri sehingga tidak sempat memperhatikan cela orang lain.&#8221; (HR. Al-Bazzar).</p>
<p>&#8220;Jelaskanlah siapa engkau dan tentukanlah maksut ujudmu,&#8221; kata Fichte.</p>
<p>Apakah karakter suatu pribadi merupakan bawaan lahir atau dapat diusahakan? Sudah jelas bahwa bentuk kehidupan manusia telah ada sejak dalam rahim ibu. Dahulu hal itu masih diragukan dan dipandang sebagai dongeng saja. Akan tetapi, menurut majalah Woman bahwa di Universitas Antioche di Ohio (Amerika) perkumpulan dokter yang meneliti ibu hamil telah mendapatkan beberapa bukti bahwa kegembiraan atau kesedihan seorang ibu yang sedang mengandung berpengaruh juga kepada berat atau ringannya timbangan bayi setelah ia dilahirkan. Penjagaan kesehatan dan perasaan ibu saat mengandung sangat mempengaruhi perkembangan pribadi kandungannya kelak. Setelah anak lahir, dunia telah menunggu lingkungan tempat dia diasuh dan dibesarkan. Setelah dewasa menunggu pula pergaulan yang lebih luas yaitu masyarakat.</p>
<p>Sangat penting juga pendidikan di Delilah. Apabila suatu masyarakat telah merdeka, berdemokrasi, berbudi tinggi, sangguplah masyarakat itu menimbulkan pribadi yang kuat.</p>
<p>C. Pribadi Tidak Berkembang karena Tekanan.<br />
Kerasnya didikan orang tua merampas kemerdekaan anaknya. Kurangnya tanggung jawab seorang guru saat mengajar, masyarakat yang masih kolot, bodoh dan belum pandai menghargai pertumbuhan seseorang serta penjajahan bangsa atas bangsa. Semuanya itu dan beberapa sebab yang lain menghalangi tumbuhnya pribadi.</p>
<p>Bersyukurlah kita tidak terjajah lagi. Satu penyakit yang menjadi pangkal dari banyak penyakit yang lain telah terhindar. Akan tetapi, sisa penjajahan jiwa masih melekat dan sukar mengikisnya. Misalnya dua perkara yang besar. Pertama, kebelanda-belandaan dan kedua, pergaulan kolot. Dua hal itu masih mempengaruhi sebagian besar masyarakat. Bagaimana seorang ayah atau seorang guru akan cepat melepaskan diri dari ikatan itu? Padahal ayah dan gurulah yang wajib terlebih dahulu menuntun kemerdekaan tumbuhnya pribadi anak. Ayah dan guru belum berani menentang pendapat umum dan sulit melepaskan diri dari pengaruh didikan sendiri. Sebab itu, &#8220;plat&#8221; pikiran dan pandangan hidupnyalah yang hanya dapat dialihkan kepada putra dan muridnya. Didikan selama ini hanya menurut, berpikir dengan pikiran orang lain, dan tidak berani atau tidak sanggup menyatakan pendirian sendiri.</p>
<p>Selama masa penjajahan, bangsa yang menjajah berusaha menekan pribadi kita supaya tidak tumbuh. Diberinya kita ilmu, tetapi keberanian kita dihambat. Sampai kepada hal terkecil menimbulkan kesan semakin lama semakin masuk ke dalam pikiran kita bahwa kita tidak sanggup dan tidak mampu mendapatkan sesuatu. Meskipun bangsa kita telah diberi banyak gelar Arts, Mr, Dr, It dan lain-lain dalam pemberian pangkat yang bertanggung Kawan, bangsa kita tidak mendapat kepercayaan. Setinggi-tingginya pangkat bangsa Indonesian adalah regent atau demang. Walaupun tua dan banyak pengalamannya, dia tidak dapat membatasi kedudukan seorang kontelir. Kelihatanlah di kantor-kantor, orang-orang yang telah kehilangan pribadi dan kehilangan cita-cita. Suburlah jiwa budak yang cita-citanya hanyalah pensiun di hari tua. Untuk itu, dia bersedia menerima kehinaan dan tekanan.</p>
<p>Jiwa rakyat yang telah sangat menderita itu, niscaya akan muncul pribadi-pribadi besar yang sanggup mencabik dan merobek segala dinding yang mengurungnya. Pribadi yang besarlah yang dapat menimbulkan kebangsaan dan keteguhan bangsalah yang dapat memupuk pribadi.</p>
<p>Negara dan bangsa yang merdeka juga dapat menumbuhkan kemerdekaan pribadi. Orang menerima pembagian pekerjaannya dengan rela. Biarpun dia menjadi supir, tukang becak, penjual sayur, tidak dirasakan ada manusia yang menekannya. Segala kewajiban itu akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dia yakin bahwa pekerjaan yang lain tidak akan selesai, sekiranya pekerjaannya tidak selesai pula. Dia adalah anggota dari satu bangsa besar dan kumpulan segenap pribadi, itulah yang menjelmakan pribadi bangsa. (**)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pribadi-hebat-buya-hamka-bagian-ii/">&#8220;Pribadi Hebat&#8221; Buya Hamka (Bagian II)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musliar Kasim: Ciptakan Kenangan Terindah di Kampung Buya Hamka Ini!</title>
		<link>https://prokabar.com/musliar-kasim-ciptakan-kenangan-terindah-di-kampung-buya-hamka-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2020 23:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kkn]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#unbrah]]></category>
		<category><![CDATA[#universitasbaiturrahmah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=60541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Rektor Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Musliar Kasim mendapat kesan tersendiri saat membawa Program USR Baiturrahmah ke 4 tahun 2020, di Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musliar-kasim-ciptakan-kenangan-terindah-di-kampung-buya-hamka-ini/">Musliar Kasim: Ciptakan Kenangan Terindah di Kampung Buya Hamka Ini!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar —</strong> Rektor Universitas Baiturrahmah (Unbrah), Musliar Kasim mendapat kesan tersendiri saat membawa Program USR Baiturrahmah ke 4 tahun 2020, di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pasalnya, banyak pengalaman dan catatan terbaik saat mengikuti kegiatan di Kampung Kelahiran Buya Hamka tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya sengaja memilih Sungai Batang, karena merupakan Kampung Kelahiran Buya Hamka. Kita sama-sama tau, Buya Hamka Pahlawan Nasional bergelar Profesor tanpa mengikuti pendidikan formal. Kegigihannya menuntut ilmu, yang membuat beliau besar dan diteladani hingga saat ini.</p>
<p>Dan kami meminta seluruh mahasiswa, menggalilah lebih jauh sejarah dan nilai-nilai ketauladanan Buya Hamka tersebut,&#8221; ungkap Mantan Wamen Pendidikan dan Kebudayaan RI, di acara puncak sekaligus penutupan USR Baiturrahmah di Medan Nan Bapaneh, Pasar Sungai Batang, Sabtu Malam (22/2).</p>
<p>Mantan Rektor Unand itu melanjutkan, di sini banyak catatan sekaligus peninggalan sejarah berkenaan ulama besar tersebut. Dengan demikian, mahasiswa yang mengikuti bakti sosial, tentu akan banyak mendapat pengalaman dan pelajaran berharga.</p>
<p>Terutama nilai-nilai membentuk kepribadian berbudi dan beriman. &#8220;Jadilah sarjana yang bertaqwa kepada Allah SWT,&#8221; himbauannya kepada seluruh mahasiswa yang hadir malam itu.</p>
<p>Rektor Unbrah ini juga menekankan, agar semua mahasiswa memantapkan kenangan dengan orang tua angkat, di rumah yang telah ditempati. &#8220;Mohon maaf kepada seluruh masyarakat Sungai Batang, jika ada salah dan janggal selama kami berada di sini. Maklum Umua baru satahun jaguang, darah baru satampuak pinang. Tata krama yang kurang baik, anggap saja ini proses pembelajaran kami di sini,&#8221; pintaknya kepada Masyarakat Sungai Batang.</p>
<p>&#8220;Mari kita jadi kenangan indah Di Kampung Kelahiran Buya Hamka ini,&#8221; harapnya lagi kepada seluruh mahasiswa, dosen, tenaga teknis dan masyarakat.</p>
<p>Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, mewakili Pemerintah Kabupaten Agam dan masyarakat, mengucapkan terimakasih atas pengabdian dan kontribusi Universitas Baiturrahmah tersebut. Pelayanan Kesehatan gratis kepada 600 orang masyarakat, ditambah penyuluhan dan goro massal memberi dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Di Sungai Batang ini sangat berbeda. Nilai-nilai tradisional budaya Minang, masih kental di sini. Jadi setiap pelaksanaan pentas seni, diperkuat kesenian tradisional,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Berbagai program yang telah terlaksana, menambah semangat kekeluargaan, silahturahmi dan gotong royong masyarakat Sungai Batang. &#8220;Harapan kita bersama, tali silahturahmi ini hendaknya terus terjalin,&#8221; harap Handria.</p>
<p>Oleh sebab itu lanjutnya, agar kehangatan kebersamaan terjalin kuat, maka berbagai penampilan kesenian tradisional, digelar saat malam Alegoris ini. &#8220;Meski silahturahmi dan pertemuan dalam waktu singkat. Yakni hanya empat hari tiga malam. Bahkan mungkin hanya sekali atau dua kali tatap muka, diharapkan tetap kita jadikan kenangan dan rasa syukur. Terutama kepada calon-calon orang sukses asal Universitas Baiturrahmah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Camat Tanjung Raya tamatan IPDN Baso ini juga berpesan kepada ratusan mahasiswa itu, agar tetap rendah hati dan teladan untuk masyarakat banyak.</p>
<p>&#8220;Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya, namun tetaplah rendah hati. Tuntutlah ilmu setinggi langit, tapi tetaplah memiliki kerendahan hati dan keteladan kepada masyarakat luas,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/musliar-kasim-ciptakan-kenangan-terindah-di-kampung-buya-hamka-ini/">Musliar Kasim: Ciptakan Kenangan Terindah di Kampung Buya Hamka Ini!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka, Dua Novel Tentang Ulama Diterbitkan</title>
		<link>https://prokabar.com/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dua-novel-tentang-ulama-diterbitkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 08:19:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#InyiakCanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#KhairulJasmi]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang &#8211; Ini berita baik bagi pencinta buku dan penikmat novel. Kali ini dua sastrawan, Khairul Jasmi dan Akmal Nasery Basral menerbitkan karya terbarunya....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dua-novel-tentang-ulama-diterbitkan/">Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka, Dua Novel Tentang Ulama Diterbitkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong> &#8211; Ini berita baik bagi pencinta buku dan penikmat novel. Kali ini dua sastrawan, Khairul Jasmi dan Akmal Nasery Basral menerbitkan karya terbarunya. Khairul Jasmi menulis tentang jejak rekam kehidupan Syeikh Sulaiman Arrasuly yang dikenal dengan Inyiak Canduang. Sedangkan Akmal Nasery Basral menulis tentang sisi lain Buya Hamka. Dua novel ini diterbitkan oleh Republika Penerbit.</p>
<p>Inyiak Canduang dikenal seorang ulama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah, yang lahir dan besar di lereng gunung. Belajar mengaji ke Batu Hampar di waktu kecil. Lalu seterusnya belajar hingga ke Mekkah.</p>
<p>Sulaiman kecil memang disiapkan menjadi orang besar. Menantang zaman, menjemput asa. Begitulah kisah dimulai oleh Khairul Jasmi dalam novel yang diberi judul &#8220;Inyiak Sang Pejuang.&#8221; Kisah-kisah jenaka Sulaiman kecil dipungut dan diceritakan menjadi enak dibaca.</p>
<p>Melalui riset yang panjang, Khairul Jasmi menulis kisah-kisah kecil Inyiak Canduang dan diterbitkan RepublikaPenerbit di awal tahun ini. Menurut Khairul Jasmi, nama Inyiak Canduang sangat harum di seluruh penjuru negeri ini.</p>
<p>&#8220;Banyak cerita yang segera hilang jika tidak dituliskan. Basis novel ini adalah sejarah lisan para murid-muridnya,&#8221; ungkap pemimpin Harian Umum Independen <em>Singgalang</em> ini.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-58794" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634.jpg" alt="" width="800" height="1202" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634-200x300.jpg 200w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634-768x1154.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG_20200204_151634-682x1024.jpg 682w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Ketika diberi kesempatan membaca naskah awal, sudah terasa bahwa novel ini rangkuman kisah heroik yang pernah ada di tengah masyarakat. Sebagaimana cerita kehidupan kebanyakan, berangkat dari suka dan duka perjalanan seseorang. Seseorang itu kini dikenang karena sikap dan integritas perjuangannya serta ilmu pengetahuan agama, yang telah diberikan kepada para murid-muridnya. Murid-murid itu kini sudah banyak pula yang jadi profesor.</p>
<p>&#8220;Kiprah di sidang konstituante, hingga bagaimana ia mengajar para murid, menjadi landasan penting agar generasi berikutnya bisa memakna perjalanan seorang pejuang,&#8221; tutur Khairul Jasmi, suatu waktu.</p>
<p>Menurut pengakuan Khairul Jasmi, ibunya belajar langsung dengan Inyak Canduang. Nama yang ia sandang kinipun adalah diberikan oleh Inyiak Canduang. Makanya, ia banyak bertanya kepada ummi dan teman-temannya yang pernah belajar ke Inyiak Canduang. Besar harapan, perjuangan para muridnya menjadikan Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional segera terwujud.</p>
<p>Apa hebatnya novel ini bagi pembaca? Salah satu bocorannya, bagaimana kehidupan keluarga pada masa itu dan bagaimana Syeikh Sulaiman Arrasuli berkonflik dengan pemerintah hindia belanda dalam perjuangan Syiar Islam yang dijalaninya. Begitu pula dengan para dukun dan tokoh adat yang sempat berhadapan dengannya. Cerita kian menarik karena klimaknya Inyiak Canduang harus dibunuh.</p>
<p>Taman Pujangga<br />
Sementara itu, menyambut hari kelahiran Buya Hamka ke-112 yang jatuh pada 17 Februari 2020, Republika Penerbit meluncurkan novel sejarah berjudul Setangkai Pena di Taman Pujangga.</p>
<p>“Ini tentang Buya Hamka masa kanak-kanak sampai usia 30 tahun,” ujar sastrawan Akmal Nasery Basral yang menulis kisah ini.</p>
<p>“Untuk kisah Buya usia 31 tahun sampai wafat akan ditulis dalam buku kedua Serangkai Makna di Mihrab Ulama yang in syaa Allah akan terbit<br />
tahun ini juga,” lanjutnya.</p>
<p>Syahruddin El Fikri, Pemimpin Redaksi Republika Penerbit yang juga Ketua Islamic Book Fair 2020 yang akan dihelat pada 26 Februari – 1 Maret di Jakarta Convention Center mengatakan kisah hidup Buya Hamka tetap menarik minat baca umat Islam.</p>
<p>“Oleh karena itu kami akan meluncurkan novel ini secara resmi melalui Grand Launching di JCC pada 1 Maret 2020, selain akan mengadakan bedah novel di Sumatra Barat sebagai kampung halaman Buya Hamka, mungkin di Padang atau kota-kota lain yang berminat. Apalagi Uda Akmal, penulis<br />
novel sejarah ini juga berdarah Minang.”</p>
<p>Akmal Nasery Basral berdarah Bukittinggi (ibu) dan Lubukbasung (ayah) yang kini tinggal di Cibubur, Jawa Barat, sudah menghasilkan beberapa novel sejarah seperti Sang Pencerah (2010, kisah KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhamadiyah), Presiden Prawiranegara (2011, kisah Mr. Sjafruddin Prawiranegara memimpin Indonesia pada era PDRI 1948-1949), Napoleon dari Tanah Rencong (2013, kisah Hasan Saleh sebagai Panglima Militer DI/TII Aceh).</p>
<p>Desember 2019 lalu pada Peringatan 15 Tahun Tsunami di Sigli, Aceh, Akmal meluncurkan novel berjudul Te o Toriatte (Genggam Cinta), kisah seorang gadis penyintas tsunami yang kini menjadi calon doktor ilmu komputer di Jepang. Novel ini sedang diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang oleh Hanako Ikeda dari Kyodo News Service<strong>.(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dua-novel-tentang-ulama-diterbitkan/">Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka, Dua Novel Tentang Ulama Diterbitkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tanggapan Camat Tanjung Raya Terhadap Peran Aktif KPGH</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-tanggapan-camat-tanjung-raya-terhadap-peran-aktif-kpgh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2019 14:51:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kpgh]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tanjungraya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Keberhasilan Tim gabungan BPBD, Damkar, Satpol PP, PMI Agam dan Basarnas Padang menemukan orang hilang di hutan rimba Malalak-Sungai Batang,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tanggapan-camat-tanjung-raya-terhadap-peran-aktif-kpgh/">Ini Tanggapan Camat Tanjung Raya Terhadap Peran Aktif KPGH</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Sungai Batang, Prokabar —</strong> Keberhasilan Tim gabungan BPBD, Damkar, Satpol PP, PMI Agam dan Basarnas Padang menemukan orang hilang di hutan rimba Malalak-Sungai Batang, tidak lepas dari peran serta masyarakat Malalak dan masyarakat Tanjung Raya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Di hari ke 4, survivor berhasil diselamatkan dan pertama kali ditemukan Efendi alias Uo Marah (60) bersama kemenakannya Dayat (35). Berkat petunjuk masyarakat Malalak yang telah 3 hari intens dan menemukan baju di dekat sebuah pohon sandaran, Kamis (24/10). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kedua warga Jorong Batung Panjang tersebut mewakili Komunitas Pemuda Generasi Hamka atau KPGH Tanjung Raya, binaan Camat Handria Asmi. Keberhasilan tersebut adalah ridho Yang Maha Kuasa melalui peran serta komunitas yang baru saja lahir 6 bulan lalu. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Nagari punya batas daerah, baik batas administrasi atau ulayat. Namun kita tidak punya batas untuk rasa kemanusiaan. Bangga rasanya saya sebagai bagian dari masyarakat Tanjung Raya. Dan bangga juga ikut dalam komunitas ini,&#8221; ungkap Handria Asmi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Usai mengevakuasi Kalidun Datuak Malaka (88) ke Puskesmas Maninjau, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Camat Malalak, Ricky Eka Putra disaksikan Tim BPBD, Damkar, Satpol PP, PMI dan KSB Balingka beserta Masyarakat Malalak melakukan serah terima. Orang tua itu langsung dirujuk ke Rumah Sakit Yarsi (Ibnu Sina Bukittinggi). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Camat terbaik 2018 tersebut mengungkapkan semakin yakinnya peran serta komunitas binaannya tersebut sangat tinggi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Bukan komunitas atau organisasi pemuda yang tidak bisa dianggap remeh lagi. Seperti komunitas yang kebanyakan, usai dilantik tidak ada lagi pergerakan atau kreatif dan inovatif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">KPGH Tanjung Raya saat ini memiliki program humanis dan Agamais. Selain melaksanakan peningkatan ilmu agama Islam berupa tausiah dan halaqah setiap Jumat malam, juga fokus pada pengelolaan dan pembangunan maupun rehap peninggalan ulama besar di sana. Seperti Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Makam Inyiak Rasul dan Kutub Chanah serta Jenjang Batu Karak merupakan beberapa situs yang sedang serius digarap KPGH Tanjung Raya. Sehingga semakin memiliki daya tarik untuk dikunjungi pelajar dan wisatawan mancanegara. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Terimakasih atas sumbangsih kawan-kawan semua. Baik komunitas, tokoh masyarakat, ninik mamak maupun masyarakat luas yang telah bahu membahu berpartisipasi pencarian Abo kita,&#8221; ujarnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Camat Tanjung Raya itu pun meminta maaf, selama dua hari pencarian tidak bisa ikut mendampingi. Karena ada tugas yang lebih berat yang tidak dapat ditinggalkannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Semoga Allah membalas semua kebaikan kita dengan imbalan amal berlimpat ganda. Tetaplah semangat dan terus berbuat yang terbaik. Untuk masyarakat dan Kecamatan Tanjung Raya,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-tanggapan-camat-tanjung-raya-terhadap-peran-aktif-kpgh/">Ini Tanggapan Camat Tanjung Raya Terhadap Peran Aktif KPGH</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMAN 1 Tanjung Raya Segera Miliki Pustaka Digital Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/sman-1-tanjung-raya-segera-miliki-pustaka-digital-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2019 06:15:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sma1tanjungraya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=44812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar — Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Raya Maninjau, Burmal bersama Wakilnya, Surya Candra melakukan kunjungan ke rumah Akram (Abdul Kadir Rusdi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sman-1-tanjung-raya-segera-miliki-pustaka-digital-hamka/">SMAN 1 Tanjung Raya Segera Miliki Pustaka Digital Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar — Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Raya Maninjau, Burmal bersama Wakilnya, Surya Candra melakukan kunjungan ke rumah Akram (Abdul Kadir Rusdi Abdul Malik) salah satu cucu Buya Hamka di Lubuk Bonta, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Kamis (22/8).</p>
<p>Kunjungan tersebut selain untuk bersilahturahmi, juga untuk meminta izin keluarga terkait akan menggunakan Perpustakaan Digital Hamka di sekolah menengah atas tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami mendapat dukungan yang sangat kuat dari alumni, untuk membuat perpustakaan digital dan disampingnya ada sudut pustaka lengkap karya Hamka. Kami ingin anak-anak Danau Maninjau se-Kecamatan Tanjung Raya paham betul tentang Buya Hamka dan melahirkan Hamka berikutnya,&#8221; ungkap Burmal kepada Prokabar.com, Jumat (23/8).</p>
<p>Mantan Kepala Sekolah di Baso ini pun menuturkan, baru 6 bulan menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Tanjung Raya. &#8220;Ada dua potensi besar yang tertanam dalam pikiran, setelah saya berada di Maninjau ini. Pertama, Sejarah Tokoh Nasional dan salah satunya Buya Hamka. Yang kedua turis dengan bekal penguasaan bahasa asing dari generasi penerus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Untuk itu, pelajar harus memiliki pengetahuan lengkap tentang sejarah pahlawan nasional seperti Buya Hamka. Kedua, dengan memiliki bahasa asing, generasi muda dapat berkomunikasi dan bertutur kata yang baik. &#8220;Secara rohani, nilai-nilai keteladanan Buya Hamka akan menyerap dalam jiwa anak-anak. Sementara, dengan mampu berbahasa Asing, pelajar kita akan mampu berkomunikasi dan menyerap ilmu pengetahuan yang lebih luas,&#8221; paparannya.</p>
<p>Surya Candra menambahkan penggarapan Perpustakaan Digital Hamka SMA Negeri 1 Tanjung Raya, digarap secara serius. &#8220;Kami tidak main-main jika sudah menggagas sebuah perencanaan. Kami akan totalitas kerahkan segala kemampuan, sehingga perpustakaan ini dapat terwujud,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, dukungan alumni dengan berbagai jabatan besar di rantau sana, sangat kuat dan hebat. &#8220;Kami akan menunjukan dengan kesungguhan, sehingga alumni itu bisa yakin dan percaya kami di sini tidak main-main. Dan kami sangat mengharapkan dukungan pihak keluarga Hamka, terkait penggunaan nama Hamka ini,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara itu, Akram menjawab menyambut baik dan sangat senang akan rencana SMA Negeri 1 Tanjung Raya tersebut. &#8220;Saya secara pribadi sangat senang pihak sekolah membuat sebuah perpustakaan digital dan pustaka lengkap karya Abo Saya. Saya sangat mendukung positif niat baik tersebut,&#8221; terangnya.</p>
<p>Meski demikian lanjutnya, untuk legalitas secara hukum tentu ahli waris yang lebih tepat. &#8220;Saya sebagai cucu Hamka secara pribadi sangat mendukung, namun jika ingin secara legalitas tentu Ahli Waris seperti anak-anak beliau yang ada di Jakarta,&#8221; kata Akram.</p>
<p>Cucu Buya Hamka yang juga pemilik Pesantren Al-Hidayah di Lubuk Bonta tersebut tetap akan koordinasikan lebih lanjut. &#8220;Mudah-mudahan niat baik ini, dapat berjalan sukses dan lancar nantinya,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sman-1-tanjung-raya-segera-miliki-pustaka-digital-hamka/">SMAN 1 Tanjung Raya Segera Miliki Pustaka Digital Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantap, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Semakin ‘Tacilak’</title>
		<link>https://prokabar.com/mantap-museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-semakin-tacilak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Aug 2019 05:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumhamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#rumahbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarahislam]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=43521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat bekerjasama melakukan rehap penataan Museum Rumah Kelahiran Buya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mantap-museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-semakin-tacilak/">Mantap, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Semakin ‘Tacilak’</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar –</strong> Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat bekerjasama melakukan rehap penataan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang beberapa waktu lalu. Museum ulama besar sekaligus Pahlawan Nasional tersebut ditata sedemikian rupa, sehingga semakin indah dan ‘tacilak’. Foto-foto yang terpajang yang awalnya tidak beraturan, kini telah tersusun rapi sesuai alur cerita zaman foto ulama tersebut. Buku-buku dalam lemari pajangan, juga telah tersusun dibantu penyanggah putih yang dibuat Tim Ahli Museum Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat.</p>
<p>Menurut Noviyanti, Ketua Tim Ahli Museum dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat mengatakan upaya tersebut salah satu langkah peningkatan penataan dan okservasi, sehingga tampilan museum semakin menarik dan indah. Hal tersebut akan membuat kunjungan wisatawan semakin lebih baik. “Kami telah melakukan sebaik dan semaksimal usaha kami. Kini, semoga masyarakat setempat menjaganya dan memelihara dengan baik,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Agam, Yelidar menjelaskan kegiatan berkat bantuan DAK tahun 2019, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat. “Sejumlah penataan dan pengadaan tambahan koleksi atau sarana maupun prasarana akan kita tingkatkan. Tahun ini, pemandu yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas tentang Buya Hamka telah kita dapatkan. Kita harapkan bersama masyarakat, kita bisa memajukan museum ini,” harapnya.</p>
<p>Muhammad Jasir, selaku Kasi Cagar Budaya dan Pemusiuman Kabupaten Agam menambahkan selain pemandu, sekelompok pemuda dengan pergerakann yang telah dilakukannya, sangat membantu perkembangan museum. “Komunitas Generasi Buya Hamka atau KPGH Tanjung Raya baru saja dilanting Camat Tanjung Raya. Dan pemuda ini bahkan telah melakukan sejumlah pergerakan dengan Pemerintah Kecamatan. Kami sangat terbantu karnannya,” terang Jasir.</p>
<p>Ia melanjutkan kita akan meningkatkan program lebih lanjut dengan KPGH dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya. Dengan kondisi museum semakin baik, akan berdampak kunjungan semakin baik pula. Selain penataan dalam museum, lahan parkir dan pengembangan destinasi wisata lainnya, juga akan dikembangkan. “Pimpinan kami berencana akan membuat dermaga di bawah tepian danau yang masih di sekitar museum. Pembangunan tersebut jelas perencanaan destinasi wisata akan semakin maju nantinya,” ungkapnya.</p>
<p>Dasri, pemandu di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka sekaligus mubaliq setempat mengungkapkan, Museum tersebut memiliki nilai-nilai keteladanan yang terdapat dalam diri Buya Hamka. Sangat besar harapan masyarakat, museum tersebut selalu dikunjungi masyarakat, terutama generasi muda. “Satu perubahan yang ada pada museum kiat, sejak dari dinas ini. Pengunjung pada saat ini akan mengajukan pertanyaan perubahan terkait sudut-sudut penataan menjadi penerjemah kehidupan Buya. Ada sudut keluarga, ada sudut pribadi buya dan ada lagi kebudayaan-kebudayaan lama yang dilalui Buya terdahulu,” terang Dasri.</p>
<p>Beliau melanjutkan alat-alat tradisional tersebut seperti alat tangkap ikan, mesin ketik, kopor, baju dan sebagainnya. Alat-alat tersebut salah satu bukti sejarah yang pernah digunakan dan dilalui Buya Hamka saat dimasa hidupnya, terutama di kampung halaman ini. Selain itu, suasana alam yang ada di dalam maupun di luar museum, benar-benar menjadi inspirasi kuat seiring kata-kata ulama tersebut dituangkan dalam buku-bukunya.</p>
<p>“Suatu ketika, seorang pengarang buku hebat dari Kuwat berkunjung ke Museum Buya Hamka. Saat berhenti di sebuah kedai di kelok 44, beliau berkata, Negeri ini satu potong dengan surga,” ungkap Pemandu tersebut.</p>
<p>Keindahan alam inilah yang menggugah hati Hamka, sehingga terjemahlah dalam tafsirnya, keindahan alam ini nikmat dari Allah SWT. Di museum tersebut keindahan tersebut sangat tergambarkan. “Satu kemajuan dalam museum ini adalah sudut-sudut tertentu sudah dalam museum ini. Dapat orang berkunjung dan dapat ia menanggapi bagaimana Hamka dari awal hidupnya sampai ia meninggal dunia. Satu keuntungannya, hampir menerjemah prihidup Buya Hamka,” terangnya lagi.</p>
<p>Banyak ulama-ulama saat ini lanjutnya, berharap ada Buya Hamka-hamka berikutnya. Melalui museum ini, bisa menjadi bagian terpenting, mewujudkan cita-cita tersebut sehingga melahirkan Buya Hamka dengan berjalan seribu langkah, pungkas Dasri. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mantap-museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-semakin-tacilak/">Mantap, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Semakin ‘Tacilak’</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Upaya Pemda Agam dan KPGH Benahi Destinasi Wisata Religius Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/perindah-selingkar-museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-pemcam-tanjung-raya-gerakan-masa-goro/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2019 12:26:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar – Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengerahkan massa dari berbagai pihak guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua komponen, terutama keindahan di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perindah-selingkar-museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-pemcam-tanjung-raya-gerakan-masa-goro/">Ini Upaya Pemda Agam dan KPGH Benahi Destinasi Wisata Religius Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar</strong> – Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengerahkan massa dari berbagai pihak guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua komponen, terutama keindahan di sekitar Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Selasa (25/6). Sejumlah OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Satpol PP dan Damkar, BPBD Kabupaten Agam, Jajaran Pemerintahan Kecamatan dan Nagari tergabung dengan komponen masyarakat, membersihkan halaman dan semak belukar di depan halaman Museum.</p>
<p>Hal tersebut bertujuan memaksimalkan destinasi pengembangan pariwisata dan Save Maninjau, sesuai dengan arahan Bupati Agam tentang beberapa potensi pengembangan wisata di Agam agar terus dikembangkan dan dibersihkan. Terutama disekitar objek wisata unggulan yang sudah ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal.</p>
<p>“Kami dari Pemerintahan Kecamatan Tanjung Raya mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Agam bersama Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Sungai Batang dan Satgas Save Maninjau secara bersama turun ke lapangan membersihkan lokasi yang seharusnya bersih. Sehingga masyarakat dan pengunjung di objek wisata ini senang. Kebersihan akan terlihat indah dan berseri di selingar Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini,” Terang Camat Tanjung Raya.</p>
<p>Handria melanjutkan pengembangan destinasi wisata dimasing-masing nagari dan kecamatan yang diarahkan Bupati Agam terus dikembangkan. Bila telah bersih lokasi objek wisata maka daya tarik objek wisata akan muncul dengan sendirinya. Meski demikian Pemerintah Kabupaten Agam akan terus memprioritaskan pembenahan objek wisata sehingga pengunjung dari mancanegara terus meningkat.</p>
<p>“Aksi bakti sosial dan gotong royong ini, akan terus digerakan. Berharap meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat untuk peduli lingkungan dan peka terhadap potensi yang dimiliki. Berharap potensi wisata religius melalui KPGH ini, terangkat dan tergali. Sehingga menjadi lebih besar dan lebih bermanfaat untuk semua pihak dan masyarakat. Baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, lingkungan hidup maupun pariwisata nantinya,” pungkas Handria Asmi. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perindah-selingkar-museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-pemcam-tanjung-raya-gerakan-masa-goro/">Ini Upaya Pemda Agam dan KPGH Benahi Destinasi Wisata Religius Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggali Situs Dan Sejarah Ulama, Ini yang Dilakukan KPGH TJ</title>
		<link>https://prokabar.com/menggali-situs-dan-sejarah-ulama-ini-yang-dilakukan-pemuda-kampung-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2019 01:16:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampunghamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sejarahminangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=36739</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Catatan sejarah ulama di sejumlah daerah rata-rata mulai tidak menarik bagi generasi muda. Bahkan banyak situs-situs peninggalan sejarah dahulu itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menggali-situs-dan-sejarah-ulama-ini-yang-dilakukan-pemuda-kampung-hamka/">Menggali Situs Dan Sejarah Ulama, Ini yang Dilakukan KPGH TJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang,</strong> <strong>Prokabar</strong> — Catatan sejarah ulama di sejumlah daerah rata-rata mulai tidak menarik bagi generasi muda. Bahkan banyak situs-situs peninggalan sejarah dahulu itu tidak terurus sebagai mana mestinya. Padahal situs itu dapat dimanfaatkan sebagai wisata edukasi, sejarah dan reliqius (halal tourism).</p>
<p>Melalui pemikiran tersebut sekelompok pemuda di kampung halaman Buya Hamka atau yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya (KPGH TJ), bersatu untuk membangkitkan kembali sejarah ulamanya. Berharap dapat mengembalikan kejayaannya dan meningkatkan segala aspek kehidupan masyarakat. Mereka sadar melalui pendekatan Agama, segala pengaruh buruk dapat terbentengi.</p>
<p>Sebelumnya, mereka telah berhasil membersihkan sebuah jenjang sangat bersejarah di Tanjung Raya. Jenjang atau jalan satu-satunya menuju pelosok perkampungan Data Kampung Dadok, Kampung Tangah, Tanah Sirah, Tanjung Sani, Batung Panjang, dan Batung Ajung.</p>
<p>Selanjutnya, mereka juga mendalami sejarah Makam Inyiak D-R beserta Kutubchanah beserta manuskrip karya Ayah Buya Hamka tersebut. Inyiak D-R atau Haji Abdul Karim Amrullah (Haka), diketahui lahir Ahad, 17 Safar 1296 Hijriah atau 10 Februari 1879 Masehi. Meninggal di Jakarta, 2 Juni 1945 dalam usia 67 tahun.</p>
<p>Berdasarkan permintaan pihak keluarga, makam Muhammad Rasul itu dipindahkan dari Jakart ke depan Kutubchanah, tempat ia biasa membaca, berfikir dan berkarya di Muara Pauh, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Agam.</p>
<p>Penelusuran kemudian berlanjut ke Makam Syekh Guguk Katur dan Syekh Muhammad Amrullah di Jorong Nagari (Sungai Batang). Di Makam Syekh Guguk Katur melalu perbukitan kecil. Dan terukir nama Abdullah Saleh di menhir tersebut. Tertera pula 17 Muharam 1285 Hijriah dengan aksara jawi atau arab melayu.</p>
<p>Sekitar 100 meter dari makam Syekh Guguk Katur, menuju sebuah masjid tua terdapat pula makam. Merupakan makam Syekh Muhammad Amrullah. Menurut Buya Hamka di Buku Ayahku, Syekh Tuanku Kisa&#8217;i itu lahir pada Bulan Rajab 1256 Hijriah. Meninggal pada Rabi&#8217;ul Akhir 1325 Hijriah atau tahun 1907 Masehi dalam usia 79 tahun.</p>
<p>&#8220;Kami sangat semangat untuk menggali lagi sejarah ulama besar ini. Catatan sejarahnya seperti tidak ada tersisa dan tidak dipedulikan banyak orang. Padahal nama besar tersebut bernaung hebat di negara-negara mayorita Islam di Asia dan Timur Tengah sana.&#8221; ujar Rudi, Koordinator KPGH Tanjung Raya.</p>
<p>Sementara itu, Fajri, Wakil Koordinator sekaligus pemuda setempat mengungkapkan semangat itu tumbuh didasari dorongan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, digagas seorang jurnalis asal Padang.</p>
<p>&#8220;Di sini kita sudah berada di Makam Guguk Katur. Buyut dari Buya Hamka dan sangat disegani ulama serta tokoh masyarakat pada saat itu,&#8221; ungkap Fajri saat besrkunjung dan berada di Makam Guguk Katur.</p>
<p>Usai di Makam Abdullah Saleh, Komumitas diwakili 5 orang pemuda itu melanjutkan tujuan ke Makam Syekh Muhammad Amrullah. Namun perjalanan tersebut sangat beruntung. Pasalnya, salah satu tokoh besar bernama Angku Yus Datuak Perpatih berada di rumahnya yang sangat dekat di makam kakek Buya Hamka tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya juga tidak terlalu banyak mengetahui betul sejarah Syekh Guguk Gatur. Akan tetapi catatan sejarahnya dapat kita dapati di Buku Ayahku karya Buya Hamka,&#8221; terangnya.</p>
<p>Namun meski demikian lanjutnya, beliau penganut paham tarikat yang suka berkhalawat. Salah satu sosok tokoh yang menguasai adat Istiadat Minangkabau. &#8220;Beliau seringkali menjadi penasihat dan menuntaskan pertikaian sesuatu kaum atau kelompok,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Setelah mendapat wejangan dari Angku Yus Datuak Parpatih, keesokannya, perjalanan dilanjutkan ke Surau Tuo Inyiak D-R di Kampuang Kabun, Batuang Panjang. Di sana pihak suku Jambak telah merencanakan rehap surau. Di samping surau itu, terdapat rumah gadang kaum suku Jambak, garis keturunan Inyiak Rasul tersebut. &#8220;Hanya Satu Rumah yang di Huni, satu lagi sudah tidak ditempati,&#8221; sebut Ardiansyah Dt. Rajo Ameh, salah satu pemuka suku Jambak tersebut.</p>
<p>Di Jorong Batung Panjang dengan empat tapian (setingkat RT) ini, terdapat banyak situs berupa makam, rumah gadang, rumah tua, surau serta beberapa tempat ulama masalalu beraktifitas di luar bangunan. &#8220;Sangat kita sayangkan, situs tersebut terlupakan dan hampir punah. Padahal dapat membawa keberkahan untuk semua masyarakat. Selain memperdalam sejarah dan peningkatan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT, juga mampu membawa keberkahan peningkatan ekonomi. Dengan menjadikannya sebagai objek kunjungan wisata reliqius,&#8221; pungkas Fauzi, Ketua Harian KPGH didampingi Firman dan Akhyar. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menggali-situs-dan-sejarah-ulama-ini-yang-dilakukan-pemuda-kampung-hamka/">Menggali Situs Dan Sejarah Ulama, Ini yang Dilakukan KPGH TJ</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 44/251 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/15 queries in 0.021 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:19:45 by W3 Total Cache
-->