<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#giziburuk Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/giziburuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/giziburuk/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Sep 2022 12:08:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#giziburuk Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/giziburuk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perang Melawan Stunting, Semen Padang Serahkan Gizi Tambahan di Pauh</title>
		<link>https://prokabar.com/perang-melawan-stunting-semen-padang-serahkan-gizi-tambahan-di-pauh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2022 12:08:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#giziburuk]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106523</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kampanye Perang Melawan Stunting yang dilakukan PT Semen Padang dalam rangka mendukung program Generasi Emas 2045 terus digelar. Kali ini, kampanye...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perang-melawan-stunting-semen-padang-serahkan-gizi-tambahan-di-pauh/">Perang Melawan Stunting, Semen Padang Serahkan Gizi Tambahan di Pauh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kampanye Perang Melawan Stunting yang dilakukan PT Semen Padang dalam rangka mendukung program Generasi Emas 2045 terus digelar. Kali ini, kampanye tersebut dilakukan di Kecamatan Pauh, Kota Padang, dalam bentuk pemberian makanan tambahan untuk balita stunting.</p>
<p>Sebelumnya, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, juga mengampanyekan Perang Melawan Stunting di Kecamatan Lubeg dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Kampanye tersebut, diawali dengan perjanjian Kerjasama antara PT Semen Padang dengan Kecamatan Lubeg tentang Program Cegah Stunting.</p>
<p>Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang mengatakan, kampanye Perang Melawan Stunting yang diwujudkan melalui pemberian paket makanan tambahan bergizi untuk balita stunting itu, merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).</p>
<p>&#8220;Pemberian paket gizi tambahan ini dilakukan mulai September hingga Desember mendatang. Di Pauh, terdapat 18 balita stunting yang mendapatkan paket makanan tambahan bergizi yang terdiri dari beras 10 kg, gula 1 kg, susu 2 kotak, minyak goreng 2 liter, telur 1 pak dan kacang hijau 1 kg. Masing-masing balita stunting akan dapat 1 paket setiap bulannya, &#8221; kata Iskandar, Jumat (2/9/2022).</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Unit CSR Semen Padang Rinold Thamrin menyebut bahwa paket makanan tambahan bergizi untuk balita stunting itu diberikan dalam rangka percepatan penurunan dan meminimalisir angka stunting di Pauh, Lubeg dan Lubuk Kilangan dengan objek dari bayi stunting berusia di bawah 2 tahun (Baduta).</p>
<p>&#8220;Baduta stunting menjadi perhatian, karena berkaitan dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai berusia 2 tahun. Di mana selama masa itu, bayi dari kandungan sampai dilahirkan dan berusia 2 tahun mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,&#8221; kata Rinold.</p>
<p>Rinold menambahkan melalui bantuan makanan tambahan bergizi ini, maka diharpakan pada tahun 2045, baduta stunting ini tumbuh menjadi generasi unggul dan berkualitas. &#8220;Makanya, Perang Melawan Stunting yang kami kampanyekan sekarang ini diharapkan dapat menyukseskan program Genarasi Emas 2045,&#8221; pungkas Rinold. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perang-melawan-stunting-semen-padang-serahkan-gizi-tambahan-di-pauh/">Perang Melawan Stunting, Semen Padang Serahkan Gizi Tambahan di Pauh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Tahun, Kasus Gizi Buruk di Pesisir Selatan Meningkat, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/dua-tahun-kasus-gizi-buruk-di-pesisir-selatan-meningkat-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2019 16:18:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#giziburuk]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Rendahnya ekonomi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, membuat kasus gizi buruk sejak dua tahun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan catatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-tahun-kasus-gizi-buruk-di-pesisir-selatan-meningkat-ini-penyebabnya/">Dua Tahun, Kasus Gizi Buruk di Pesisir Selatan Meningkat, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar —</strong> Rendahnya ekonomi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, membuat kasus gizi buruk sejak dua tahun terus mengalami peningkatan.</p>
<p>Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Pessel pada 2016 kasus gizi buruk sudah tidak ada lagi. Namun pada 2017 kasus itu kembali muncul sebanyak 20 kasus. Dan semankin bertambah menjadi 25 kasus pada 2018.</p>
<p>&#8220;Iya, ekonomi masyarakat yang rendah (miskin) merupakan salah satu pemicu munculnya kasus gizi buruk, &#8220;ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Dony Tayes pada wartawan Senin (14/10) di Painan.</p>
<p>Tingginya kasus gizi buruk di Pessel juga sejalan dengan kemiskinan yang bertengger pada urutan ke empat tertinggi di Sumatera Barat.</p>
<p>BPS Pessel mencatat angka kemiskinan pada tahun 2018<br />
tercatat 7,59 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 34.924 jiwa dan sedikit turun dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 7,79 persen.</p>
<p>Ia menambahkan, selain faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan dan pengetahuan orang tua dalam pola asuh anak juga tidak terlepas sebagai penyebab terjadinya gizi buruk terhadap anak balita.</p>
<p>&#8220;Ada juga orangtua yang ekonominya bagus, tapi kalau pola asuh tidak baik maka bisa berakibat pada gizi buruk. Selain itu, kurangnya perhatian atau orang tua terhadap asupan gizi anak merupakan potensi pemicu gizi buruk, &#8220;ujarnya lagi.</p>
<p>Sebab, kata Dony, diperlukan kepedulian dan tangungjawab orang tua untuk memberikan asupan gizi yang cukup terhadap anak guna mencegah terjadinya kasus gizi buruk didaerah itu.</p>
<p>&#8220;Kami telah melakukan upaya dalam menangani persoalan gizi buruk, misalnya dengan cara melaksanakan penyuluhan kepada orangtua dan pembinaan melalui bidan desa. Setelah itu, memeriksa kesehatan anak secara by name by adrress serta membentuk pos gizi dengan ahli gizi bersama bidan desa dan masyarakat, &#8220;ungkapnya.</p>
<p>Dikatakannya, berdasarkan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) terdapat tiga indikator yang menjadi kategori gizi buruk.</p>
<p>Diantaranya berat badan per umur, tinggi badan per umur serta berat badan per tinggi badan. Dikategorikan gizi buruk apabila ketiga indikator tersebut berada dibawah -2 standar deviasi, tutupnya. (<b>min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dua-tahun-kasus-gizi-buruk-di-pesisir-selatan-meningkat-ini-penyebabnya/">Dua Tahun, Kasus Gizi Buruk di Pesisir Selatan Meningkat, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Didampingi ACT Sumbar, Fadhli Kini Berangsur Pulih dari Gizi Buruk</title>
		<link>https://prokabar.com/didampingi-act-sumbar-fadhli-kini-berangsur-pulih-dari-gizi-buruk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2019 07:39:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#act]]></category>
		<category><![CDATA[#actsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#giziburuk]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=41098</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar – Muhammad Fadhli, balita 18 bulan asal Kabupaten Agam, Sumatra Barat, kini sudah tampak ceria. Pernah dinyatakan mengalami gizi buruk, Fadhli mulai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/didampingi-act-sumbar-fadhli-kini-berangsur-pulih-dari-gizi-buruk/">Didampingi ACT Sumbar, Fadhli Kini Berangsur Pulih dari Gizi Buruk</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> – Muhammad Fadhli, balita 18 bulan asal Kabupaten Agam, Sumatra Barat, kini sudah tampak ceria. Pernah dinyatakan mengalami gizi buruk, Fadhli mulai menunjukan perkembangan kesehatan yang pesat.</p>
<p>Berat badan Fadhli saat ini 7,5 kilogram. Angka ini naik jauh dibandingkan dengan awal tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT melakukan pendampingan pada Fadhli, Januari lalu. Di pendampingan awal, berat Fadhli hanya 3,6 kilogram. Tim MSR memberikan asupan gizi berupa susu serta kontrol rutin ke rumah sakit. Pada Maret, sekaligus serah terima bantuan tahap pertama, berat Fadhli naik menjadi 5,3 kilogram.</p>
<p>Aan Saputra dari tim MSR-ACT Sumbar mengatakan, pendampingan ini dilakukan sejak awal tahun. Saat itu, Fadhli hanya dapat terbaring lemah di ruang perawatan Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukit Tinggi selama dua bulan lamanya. “Saat itu, Fadhli sudah diperbolehkan pulang, tapi terus harus berada di bawah pengawasan dokter spesialis gizi,” jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima Prokabar, Rabu (3/7).</p>
<p>Pengobatan Fadhli mendapat tanggungan dari jaminan kesehatan negara. Akan tetapi jarak rumah sakit yang jauh dari tempat tinggal yang ada di Ladang Laweh, Banuhampu, Agam membuat biaya proses pengobatan menjadi besar. Sedangkan orang tuanya, Idris dan Safarizha, tak memiliki biaya. Kondisi perekonomian mereka masih prasejahtera, di mana Idris hanya bekerja sebagai buruh.</p>
<p>Pada Sabtu (29/6) akhir pekan lalu, tim MSR-ACT berkunjung ke kediaman Fadhli dan keluarganya. Ini merupakan kunjungan ke sekian kali untuk pendampingan Fadhli. Namun di hari itu, tim ACT juga menyerahkan donasi tahap kedua yang digalang di Kitabisa.com.</p>
<p>Aan menambahkan, penggalangan dana yang dilakukan sejak akhir Januari lalu telah mengumpulkan donasi lebih dari 100 juta. Angka ini melampaui target. Nantinya, seluruh donasi akan digunakan untuk penyembuhan Fadhli serta perbaikan kondisi ekonomi keluarganya. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/didampingi-act-sumbar-fadhli-kini-berangsur-pulih-dari-gizi-buruk/">Didampingi ACT Sumbar, Fadhli Kini Berangsur Pulih dari Gizi Buruk</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 46/67 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 06:36:05 by W3 Total Cache
-->