<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Gambir Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/gambir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/gambir/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Oct 2025 06:14:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Gambir Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/gambir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Potensi Gambir Luar Biasa, Jefri Nedi: Bisa Terbangkan PE Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/potensi-gambir-luar-biasa-jefri-nedi-bisa-terbangkan-pe-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 06:14:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=129947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Potensi perkebunan di Sumatra Barat (Sumbar) semestinya luar biasa. Bahkan Gambir dilakukan tata kelola yang baik diyakini banyak pengusaha bisa terbangkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/potensi-gambir-luar-biasa-jefri-nedi-bisa-terbangkan-pe-sumbar/">Potensi Gambir Luar Biasa, Jefri Nedi: Bisa Terbangkan PE Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Potensi perkebunan di Sumatra Barat (Sumbar) semestinya luar biasa.</p>
<p>Bahkan Gambir dilakukan tata kelola yang baik diyakini banyak pengusaha bisa terbangkan Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sumbar.</p>
<p>&#8220;Saat Pak Menyeri Amran ke Sumbar kemarin itu, kan terungkap kalau Gambir menjadi dan harus jadi komiditi unggukan ekspor,&#8221;ujar Pengusaha Nasional berdarah Padang, Jefri Nedi, Rabu 29/10-2025 via zoom reportase ke wartawan di Padang.</p>
<p>Sehingganya kata Jefri Nedi hilirisasi perkebunan yang menjadi andalan ekspor Sumbar itu sangat mendesak.</p>
<p>&#8216;Harus hilirisasi sehingga spending money di Sumbar lebih banyak dan kencang lagi,&#8221;ujar pengusaha nasional itu.</p>
<p>Pasalnya dari berbagai literasi ekonomi dirilis BPS tahun 2024 lalu, ternyata kontribusi perkebunan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 22–25% PDRB Sumbar.</p>
<p>&#8220;Dari sektor ini, perkebunan sepeti sawit, karet, kakao, tebu, dan gambir fakta data sangat memegang peranan penting sebagai penyumbang nilai ekspor sekaligus lapangan kerja,&#8221;ujar Jefri Nedi.</p>
<p>Jadi apa lagi, pengusaha perkebunan dan pemerintah setempat harus gaspoll terkait hilirisasi.</p>
<p>&#8220;Kita punya sumbernya, masak cuan didapat kecil juga, pasti ada yang salah. Ini yang harus dibenahi lewat tata kelola terbaik supaya income Sumbar di sektor perkebunan lebih mantap,&#8221;ujar Jefri Nedi.</p>
<p>Jika dibreakdown lagi soal komoditas utama perkebunan di Sumbar itu, diketahui, Kelapa sawit: menjadi penyumbang terbesar, dengan lahan ±400 ribu hektare tersebar di Pasaman Barat, Dharmasraya, dan Solok Selatan. Sawit berkontribusi pada ekspor CPO dan turunannya.</p>
<p>Lalu, Karet tersebar di Agam, Pasaman, dan Limapuluh Kota. Walaupun harga dunia fluktuatif, masih menjadi tumpuan banyak petani.<br />
Kakao, dikembangkan di Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Solok.<br />
&#8220;Wao lagi, Gambir Sumbar adalah produsen gambir terbesar dunia, lebih kurang 80–90 persen ekspor Gambir Indonesia berasal dari Sumbar, terutama Limapuluh Kota dan Payakumbuh,&#8221;ungkap Jefri berdasarkan data resmi BPS itu.</p>
<p>Bahkan produk trending dunia kekinia Kopi Arabika Gayo Solok Selatan dan Agam: mulai naik daun di pasar domestik dan ekspor.</p>
<p>Tak hanya Sumbar keseluruhan untung, justru berdampak terhadap Ekonomi Pedesaan. Lapangan Kerja.</p>
<p>&#8220;Karena mayoritas masyarakat desa menggantungkan hidup dari perkebunan, baik sebagai petani kecil maupun buruh. Perputaran ekonomi hasil panen jadi sumber penghasilan harian/periodik, uang pun berputar ke pasar desa, koperasi, hingga UMKM lokal,&#8221;ujar Jefri Nedi.</p>
<p>Selain itu kata Jefri Nedi petani difasilitasi pemerintah harus baguskan lonektivitas Infrastruktur di daerah perkebunan mendorong pembangunan jalan, jembatan, listrik, dan pasar.</p>
<p>Kata Jefri Nedi sudah pasti pengaruh ekspor gambir, kopi, kakao, dan minyak sawit mentah (CPO) ke India, Tiongkok, Pakistan, dan Eropa</p>
<p>&#8220;Ekspor ini membantu neraca perdagangan daerah dan memberi pemasukan pajak/retribusi. Walau kita juga tahu bisnis perkebunan ini ada tntangan yaitu<br />
Harga Fluktuatif di pasar dunia (sawit, karet, kakao). Terus produktivitas rendah kebun rakyat karena masih tradisional. Alih fungsi lahan dan persoalan lingkungan (khusus sawit).</p>
<p>&#8220;Juga masih kurang hilirisasi, banyak hasil dijual mentah, belum diolah menjadi produk bernilai tinggi (contoh: minyak sawit olahan, cokelat, kopi roasted).</p>
<p>&#8220;Jadi, sektor perkebunan sangat berpengaruh pada ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat desa. Paling top itu Sawit dan gambir, disusul karet, kakao, dan kopi. Namun, agar pengaruh ekonominya lebih besar, harus hilirisasi (pengolahan di dalam daerah) dan modernisasi pertanian sangat diperlukan,&#8221;ujar Jefri.</p>
<p>Pengusaha nasional itu menyebutkan kalau paparan di atas bukan untuk kritikan tapi bentuk keinginan bersama ranah dan rantau majukan Sumbar dengan PE kembali di atas rata-rata PE nasional.</p>
<p>Bahkan dari kajian banyak pihak yang sudah teruji mengatakan, kunci pertumbuhan ekonomi (PE) Sumbar bisa lebih cepat antara lain, Hilirisasi perkebunan dan perikanan untuk menaikkan nilai tambah.</p>
<p>Terus mendorong pariwisata internasional berbasis budaya dan alam. Bangun infrastruktur konektivitas (tol, bandara, pelabuhan). Tarik investasi energi terbarukan dan industri pengolahan.</p>
<p>&#8220;Aktifkan diaspora minang sebagai motor modal dan penatrasi pasar global,&#8221;ujar Jefri Nedi. (***)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/potensi-gambir-luar-biasa-jefri-nedi-bisa-terbangkan-pe-sumbar/">Potensi Gambir Luar Biasa, Jefri Nedi: Bisa Terbangkan PE Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani di Pessel Kembali Gembira, Harga Getah Gambir Berangsur Membaik</title>
		<link>https://prokabar.com/petani-di-pessel-kembali-gembira-harga-getah-gambir-berangsur-membaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 02:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Harga getah gambir di Pesisir Selatan mulai membaik, mencapai Rp28 ribu per-kilogram. Sebelumnya anjlok dengan harga Rp13-16 ribu per-kilogram selama satu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-di-pessel-kembali-gembira-harga-getah-gambir-berangsur-membaik/">Petani di Pessel Kembali Gembira, Harga Getah Gambir Berangsur Membaik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar — </strong>Harga getah gambir di Pesisir Selatan mulai membaik, mencapai Rp28 ribu per-kilogram. Sebelumnya anjlok dengan harga Rp13-16 ribu per-kilogram selama satu tahun lebih.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Berdasarkan informasi yang didapat di lapangan, diketahui harga getah gambir siap olah di Pessel, naik Rp27-28 ribu perkilogram berlangsung sejak 2 pekan terakhir, dan harga itu naik dari harga Rp23 ribu perkilogram menjadi Rp27 ribu.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Salah seorang petani gambir Rahim (28) tahun asal Timbulun, kecamatan Sutera, mengatakan, harga getah gambir siap olah mulai merangkak naik sejak awal Januari 2021.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Naiknya harga getah gambir di kecamatan Sutera, tidak cenderung ke harga tertinggi seperti sekarang Rp27-28 ribu perkilogram.</p>
<p data-reader-unique-id="6">&#8221; Naiknya harga getah berangsur-angsur, diawal tahun naik dari Rp15 ribu menjadi Rp17-19 ribu, dan Rp23 ribu, sampai sekarang Rp28 ribu paling tinggi perkilogram,&#8221; ungkapnya dilansir Prokabar dari MC Pessel, Rabu (17/2).</p>
<p data-reader-unique-id="7">Menurutnya, dengan naiknya mencapai Rp27-28 ribu perkilogramnya, ia selaku petani merasa cukup senang. Sebab, harga getah saat ini sangat membantu memulihkan perekenomian keluarganya di tengah pandemi ini.</p>
<p data-reader-unique-id="8">&#8220;Kalau harga sekarang cukup membantu kita para petani gambir. Apalagi ditengah pandemi sekarang, ditambah harga getah cukup lama anjlok,&#8221; katanya.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Kendati demikian, dengan harga getah gambir saat ini. Ia sangat berharap harga tersebut bertahan lama dan tidak turun lagi.</p>
<p data-reader-unique-id="10">&#8220;Kami berharap, jangan sampai turun lagi. Sebab, sudah lama juga harganya anjlok. Intinya, kalau tidak bisa naik lagi dari harga sekarang. Tapi jangan sampai turun, apalagi sampai diharga Rp15 ribu,&#8221;harapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Pada kesempatan terpisah,Yudi (30) tahun seorang pengumpul getah gambir olahan petani (Pembeli) mengungkapkan, dirinya membeli getah gambir petani di angka Rp25-27 ribu perkilogram, sudah berlangsung selama 2 minggu ini.</p>
<p data-reader-unique-id="12">&#8221; Harga Rp25-27 ribu perkilogram itu, harga basah dibeli dari petani, kalau harga kering atau sudah ready dijual kegudang di Padang, sekitar harga Rp50 ribu perkilo,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Kemungkinan harga getah akan terus naik atau kembali turun, sejauh ini, kata Yudi, dirinya belum mengetahui pasti dan belum menerima informasi dari pihak gudang di Kota Padang.Untuk saat ini permintaan getah dari gudang masih diharga sekitar Rp50 ribu perkilogram.</p>
<p data-reader-unique-id="14">&#8220;Kalau persoalan harga, harap kita tetap mengalami kenaikkan.Sekurang-kurangnya tidak turun lagi. Karena, kalau harganya tinggi tentu masyarakat dan petani kita sedikit sejahtera dan ekonominya kembali berkembang,&#8221; tuturnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-di-pessel-kembali-gembira-harga-getah-gambir-berangsur-membaik/">Petani di Pessel Kembali Gembira, Harga Getah Gambir Berangsur Membaik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daun Gambir Diolah Menjadi Teh, Salah Satu Bumnag di Pessel Dilatih</title>
		<link>https://prokabar.com/daun-gambir-diolah-menjadi-teh-salah-satu-bumnag-di-pessel-dilatih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2019 06:20:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50733</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pessel, Prokabar &#8211; Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar, memberikan pelatihan pengolaan daun gambir menjadi teh. Pelatihan dipusatkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/daun-gambir-diolah-menjadi-teh-salah-satu-bumnag-di-pessel-dilatih/">Daun Gambir Diolah Menjadi Teh, Salah Satu Bumnag di Pessel Dilatih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pessel, Prokabar &#8211;</strong> Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar, memberikan pelatihan pengolaan daun gambir menjadi teh.</p>
<p>Pelatihan dipusatkan di Kampung Koto Merapak, Nagari Koto Nan Tigo Selatan Surantih selama dua hari sejak tanggal 2 hingga 3 November 2019 lalu.</p>
<p>Pelatihan ini langsung dihadiri TPID Sutera, Camat Diwakili Kasi Ekobang Novrizal Chan, Wali Nagari Koto Nan Tigo Selatan Surantih dan Perangkat, Bamus serta PD/PLD, Lembaga CEIGA sebagai pihak ketiga. Sementara peserta latihan melibatkan Bumnag setempat.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131129.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-50734" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131129.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131129.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131129-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Nofrianto Ketua TPID Sutera mengatakan, pelatihan tersebut adalah satu invonasi TPID Sutera dalam menggali, mengembangkan serta dapat memproduksi komoditi yang ada di nagari menjadi banyak manfaat.</p>
<p>Sehingga, dengan inovasi tersebut masyarakat tidak lagi terpaku pada satu model olahan saja, tetapi bisa berinovasi dengan banyak olahan dan menjadi nilai ekonomis.</p>
<p>&#8220;Teh gambir ini merupakan salah satu inovasi baru untuk nagari penghasil gambir. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, bisa membuat masyarakat lebih kreatif lagi dalam mengola hasil gambir,&#8221; ujarnya.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131057.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-50735" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131057.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131057.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG_20191105_131057-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Dijelaskan, terkait pelatihan inovasi yang dilakukan, nagari yang mendapat pelatihan sangat mengapresiasi hal tersebut. Sebab, selain memdapat banyak ide, hal yang dihasilkan juga menjadi peluang ekonomi masyarakat.</p>
<p>Kegiatan pelatihan tersebut tidak hanya sampai di sana, dan bisa menjadi sebuah invoasi bagi nagari setempat untuk menghasilkan ekonomi baru.</p>
<p>&#8220;Kita berharap pelatihan ini tidak berhenti hanya sampai di sini saja. Sehingga membuahkan hasil dan produk yang layak untuk dijual dipasaran dan berdampak ekonomi serta meningkat Indek Pembangunan Desa/Nagari,&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>&#8220;Dalam waktu dekat TPID dan pemerintahan nagari juga akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun Rencana Kerja Tidak Lanjut (RKTL). Dengan tujuan bisa membuahkan hasil,&#8221; tutupnya.<strong>(min)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/daun-gambir-diolah-menjadi-teh-salah-satu-bumnag-di-pessel-dilatih/">Daun Gambir Diolah Menjadi Teh, Salah Satu Bumnag di Pessel Dilatih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daun Gambir 50 Kota Kini Dijual Mentah, Pemkab Habis Mainnya?</title>
		<link>https://prokabar.com/daun-gambir-50-kota-kini-dijual-mentah-pemkab-habis-mainnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2019 00:57:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#LimaPuluhKota]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#petanigambir]]></category>
		<category><![CDATA[#VBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40489</guid>

					<description><![CDATA[<p>Limapuluh Kota, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota diduga sudah kehabisan main mengurus komoditi gambir. Akibatnya, daun gambir diborong mentah-mentah oleh touke India dan dibeli...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/daun-gambir-50-kota-kini-dijual-mentah-pemkab-habis-mainnya/">Daun Gambir 50 Kota Kini Dijual Mentah, Pemkab Habis Mainnya?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Limapuluh Kota, Prokabar — </strong>Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota diduga sudah kehabisan main mengurus komoditi gambir. Akibatnya, daun gambir diborong mentah-mentah oleh touke India dan dibeli langsung ke petani.</p>
<p>Ini dibuktikan, dengan telah berdirinya pabrik penampung daun gambir di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota sejak beberapa waktu lalu.</p>
<p>Belakangan, pabrik yang didirikan bos asal India bernama PT Sumatera Resources Internasional (PT.SRI) itu, membuat gaduh dan ditolak masyarakat gara- gara pembuangan limbah yang merusak anak sungai.</p>
<p>Terlepas dari kondisi tekhnis PT SRI itu, pengusaha hortikultura Lima Puluh Kota Haji Desra justru menilai, masuknya pemodal asing (PMA) di sektor gambir, membuktikan, Pemkab belum bekerja serius mengurus komoditi unggulan Sumbar itu.</p>
<p>&#8220;Kalau saya menilai, substansi persoalan bukan masalah teknis. Tapi bagaimana Pemkab memikirkan nilai tambah produk menjadi cathecine murni bukan menjual bahan mentah,&#8221; sebut Desra.</p>
<p>Kata dia, kalau hanya menjual bahan mentah, apa bedanya dengan yang terjadi selama ini. &#8220;Malah agak merosot, jika dulu gambir diolah langsung petani, sekarang malah daunnya masuk pabrik,&#8221; katanya.</p>
<p>Jika pemkab melalui BUMD yang mengelola, kata Desra, dipastikan petani gambir dan ekonomi daerah sangat terbantu karena potensi ekonomi yang dihasilkan dari nilai tambah produk mencapai puluhan triliun per tahun.</p>
<p>&#8220;Jika produksi bahan mentah berkisar 68.400 ton per tahun, bisa dibayangkan jumlah uang beredar yang cukup besar didaerah sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat di Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Di negara maju, kata Desra, untuk produk strategis tidak diserahkan pada investor tetapi di kelola oleh negara /daerah. Jika diserahkan kepada investor tentu uang dari nilai tambah akan lari atau tidak beredar di daerah.</p>
<p>&#8220;Inilah substansi persoalan yang sering dilupakan atau memang komitmen untuk itu tidak ada,&#8221; sesal Haji Desra.</p>
<p>Pemkab Limapuluh Kota sendiri, sudah mengizinkan berdirinya pabrik penampung daun mentah gambir. Sementara, di sisi lain, Pemkab juga sempat membangun reai gudang.</p>
<p>Pembangunan resi gudang gambir, dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan UKM. Sementara itu, Kabid Tenaga Kerja Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Datuk Rizal membenarkan, ada tenaga asing asal India yang mengelola pabrik gambir. &#8220;Izinnya lengkap,&#8221; sebut dia. (<b>Vbm</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/daun-gambir-50-kota-kini-dijual-mentah-pemkab-habis-mainnya/">Daun Gambir 50 Kota Kini Dijual Mentah, Pemkab Habis Mainnya?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasib Gambir Sumbar: Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Belum Hadir</title>
		<link>https://prokabar.com/nasib-gambir-sumbar-eksportir-terbesar-dunia-pemerintah-belum-hadir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 May 2018 03:24:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Eksportir]]></category>
		<category><![CDATA[#Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/nasib-gambir-sumbar-eksportir-terbesar-dunia-pemerintah-belum-hadir/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pemasok terbesar gambir di dunia, tak lain, Sumbar. Di provinsi ini sentranya Kabupaten Limapuluh Kota. Sayang nasib petaninya selalu tak elok....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nasib-gambir-sumbar-eksportir-terbesar-dunia-pemerintah-belum-hadir/">Nasib Gambir Sumbar: Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Belum Hadir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;</b> Pemasok terbesar gambir di dunia, tak lain, Sumbar. Di provinsi ini sentranya Kabupaten Limapuluh Kota. Sayang nasib petaninya selalu tak elok.</p>
<p>Maka ada usul dari Kadin Sumbar. Cuma bergaung-gaung saja tanpa jawaban. Kadin Sumatera Barat menyarankan pemerintah provinsi setempat membentuk badan penyangga gambir. Ini agar harga jual komoditas itu di tingkat petani stabil.</p>
<p>&#8220;Kalau ada badan penyangga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, maka pihak lain tidak bisa mempermainkan harga gambir, ini karena sudah ada ketetapan dan perlindungannya,&#8221; kata Ketua Kadin Sumatera Barat, Ramal Saleh di Padang, tadi.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-5809 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/05/gambir-2030464334.jpg" width="259" height="194"></p>
<p>Menurutnya tidak stabilnya harga gambir disinyalir dipermainkan oleh pihak tertentu. Sebabnya karena belum adanya regulasi mengenai penetapan harga gambir, sehingga mereka bisa menetapkan harga yang rendah.</p>
<p>Pada Maret 2018 harga gambir anjlok menjadi Rp19.000 per kilogram di tingkat petani, padahal 2017 harga tertingginya mencapai Rp105.000 per kilogram. Ramal menyebutkan pemerintah dapat menunjuk pihak-pihak yang dapat menjadi badan penyangga harga komoditas itu seperti BUMN atau koperasi. Maksudnya agar petani gambir terlindungi dan tidak ada yang bisa mempermainkan harga untuk keuntungannya sendiri.</p>
<p>&#8220;Ekspor gambir Sumatera Barat paling besar ke India,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Gambir sebagai komoditas unggulan Sumatera Barat harus mempunyai perlindungan, lanjutnya sehingga pemerintah dan pihak terkait yang menentukan harganya, bukan pembeli.</p>
<p>Ia menyebutkan produksi gambir Sumatera Barat saat ini dalam sebulan mencapai 1.000 ton, diolah oleh 1.700 penempa. Ekspor gambir Indonesia lebih dari 80 persennya berasal dari Sumbar, dengan rincian sekitar 70 persen dari Kabupaten Limapuluh Kota, dan 30 persen dari Kabupaten Pesisir Selatan.</p>
<p>Sebelumnya Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) mengharapkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menjadi lembaga penyangga harga gambir sama halnya seperti Bulog di komoditas beras sehingga petani akan terlindungi.</p>
<p>&#8220;Petani membutuhkan perlindungan harga dan mengharapkan perhatian pemerintah untuk mewujudkannya,&#8221; tambah dia. <b>(*/nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nasib-gambir-sumbar-eksportir-terbesar-dunia-pemerintah-belum-hadir/">Nasib Gambir Sumbar: Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Belum Hadir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 67/94 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 06:35:59 by W3 Total Cache
-->