<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#football Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/football/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/football/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2021 02:28:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#football Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/football/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Football is Coming to Rome, Inggris Menangis di Wembley</title>
		<link>https://prokabar.com/maaf-inggris-football-is-coming-to-rome/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2021 23:23:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#football]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#rome]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Inggris menangis di Wembley Stadium. 60 ribu suporter &#8220;The Three Lions&#8221; terhenyak. Tidak ada Football is coming home, yang ada football is...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/maaf-inggris-football-is-coming-to-rome/">Football is Coming to Rome, Inggris Menangis di Wembley</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Inggris menangis di Wembley Stadium. 60 ribu suporter &#8220;The Three Lions&#8221; terhenyak. Tidak ada Football is coming home, yang ada football is coming to Rome.</p>
<p>Inggris akhirnya menyerah 2-3 melalui adu penalti di final Euro 2021 dari Italia dalam final yang dramatis, Senin dinihari. Maaf Inggris, sepakbola tidak jadi pulang ke rumah, yang ada sepakbola pulang ke Roma.</p>
<p>Jargon football is coming Home yang menggema di seantero Inggris jelang laga, terkubur bersama mimpi Harry Kane dan kawan-kawan yang ingin mempersembahkan gelar Euro pertama untuk Inggris.</p>
<p>Sebaliknya, talia pun memastikan menjadi juara Piala Eropa untuk kedua kalinya, setelah menunggu selama 53 tahun. Sebelumnya merasakan titel terbaik pada tahun 1968.</p>
<p>Tidak hanya itu, rekor Gli Azzurri juga semakin mentereng, dan tercatat tercatat tidak terkalahkan pada 34 laga berturut-turut. Sebuah pembuktian, Inggris memang layak juara Eropa tahun ini.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-90814" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/07/BRuJmM4S-300x300.jpg" alt="" width="470" height="470" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/07/BRuJmM4S-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/07/BRuJmM4S-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/07/BRuJmM4S-80x80.jpg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/07/BRuJmM4S.jpg 680w" sizes="(max-width: 470px) 100vw, 470px" /><br />
<strong><br />
Rekap Pertandingan Final: Italia vs Inggris</strong></p>
<p>Skor waktu normal dan extra time: 1-1<br />
Gol: 0-1 (2, Luke Shaw), 1-1 (67, Leonardo Bonucci)<br />
Adu penalti: 1-0 (Domenico Berardi), 1-1 (Harry Kane), 1-1 (Gagal, Andrea Belotti), 1-2 (Harry Maguire), 2-2 (Leonardo Bonucci), 2-2 (Gagal, Marcus Rashford), 3-2 (Federico Bernardeschi), 3-2 (Gagal, Jadon Sancho), 3-2 (Gagal, Jorginho), 3-2 (Gagal, Bukayo Saka)</p>
<p><strong>Susunan pemain </strong><br />
<strong>Italia (4-3-3):</strong> Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Emerson (118, Alessandro Florenzi); Nicolo Barella (54, Bryan Cristante), Jorginho, Marco Verratti (96, Manuel Locatelli); Federico Chiesa (86, Federico Bernardeschi), Ciro Immobile (55, Domenico Berardi), Lorenzo Insigne.</p>
<p><strong>Inggris (3-4-3):</strong> Jordan Pickford; Kyle Walker (120, Jadon Sancho), Harry Maguire, John Stones; Kieran Trippier (70, Bukayo Saka), Declan Rice (74, Jordan Henderson) (120, Marcus Rashford), Kalvin Phillips, Luke Shaw; Mason Mount (99, Jack Grealish), Harry Kane, Raheem Sterling.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/maaf-inggris-football-is-coming-to-rome/">Football is Coming to Rome, Inggris Menangis di Wembley</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title> Inggris, Antara Football is Coming Home dan &#8220;Hutang&#8221; Gareth Southgate</title>
		<link>https://prokabar.com/inggris-antara-football-is-coming-home-dan-hutang-gareth-southgate/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2021 09:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#football]]></category>
		<category><![CDATA[#home]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kolom Sepakbola: Rizal Marajo KETIKA  Inggris menjadi tuan rumah Euro 1996, mereka mengusung tagline yang penuh makna; &#8220;Football is coming home&#8221;. Bisa diartikan &#8220;Sepakbola...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inggris-antara-football-is-coming-home-dan-hutang-gareth-southgate/"> Inggris, Antara Football is Coming Home dan &#8220;Hutang&#8221; Gareth Southgate</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kolom Sepakbola: <strong>Rizal Marajo</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong>  Inggris menjadi tuan rumah Euro 1996, mereka mengusung tagline yang penuh makna; &#8220;Football is coming home&#8221;. Bisa diartikan &#8220;Sepakbola pulang ke rumah.</p>
<p>Inggris meyakini permainan 11 lawan 11 di lapangan rumput seukuran 110 x 60 meter itu, tanah kelahirannya adalah di Inggris. Untuk beberpa hal, klaim tersebut cukup punya argumen.</p>
<p>Melalui Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) yang berdiri tahun 1904, Inggris adalah tempat di mana aturan sepakbola dirancang. Kemudian. Inggris juga punya kompetisi sepakbola tertua di dunia yakni Piala FA yang dimulai tahun sejak 1871.</p>
<p>Walau mengaku sebagai tanah kelahiran sepakbola, Inggris sepanjang sejarahnya baru memenangkan satu gelar turnamen besar, yaitu juara Piala Dunia 1966, saat mereka menjadi tuan rumah.</p>
<p>Sampai detik ini, sudah 55 tahun lamanya, Inggris tak kunjung mampu menambah gelar juara mereka, baik di Piala Dunia, maupun Piala Eropa atau euro. Sebuah ironi yang telak untuk negara yang mengklaim sebagai penemu sepakbola dan menepuk dada sebagai negara dengan kompetisi sepakbola terbaik di dunia.</p>
<p>Moment menjadi tuan rumah Euro 1996, benar-benar diharapkan Inggris menjadi sebuah kesempatan terbaik untuk menjadi juara lagi. Maka diusunglah Tema heroik fottball is coming home atau sepakbola pulang ke rumah.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi? Timnas Inggris yang diperkuat bintang-bintang kelas satu seperti Alan shearer, Teddy sheringham, David Platt, Stuart Pearce, Paul Ince, Paul Gascoigne, dan lain-lainhya, hanya bertahan sampai semifinal.</p>
<p>Di stadion keramat Timnas Inggris, Stadion Wembley London, Jerman menjegal mimpi Inggris untuk memulangkan sepakbola ke tanah kelahirannya. Bermain 1-1 di waktu reguler dan extra time, Inggris menyerah lewat adu penalti 5-6.</p>
<p>Pria yang dituding menjadi penyebab kegagalan Inggris, adalah penendang penalti keenam Inggris yang gagal menaklukan kiper Jerman, Andrea Koepke. Pria &#8220;pendosa&#8221; itu adalah Gareth Southgate!</p>
<p>Sekarang lelaki itu menjadi pelatih Timnas Inggris di Euro 2021. Sejauh ini dia sudah membawa timnya ke semifinal, dan akan menghadapi Denmark di semifinal, tiga hari ke depan.</p>
<p>Kini, frasa &#8220;football is coming home&#8221; kembali menggema di Inggris setelah &#8220;The Three Lions&#8221; sudah sampai di semifinal dengan cara yang sangat meyakinkan.</p>
<p>Tidak terkalahkan di lima pertandingan sejak fase grup sampai perempatfinal, dan satu-satunya tim yang gawangnya belum terjamah gol lawan, membuat publik Inggris semakin lantang menyuarakan football is coming home.</p>
<p>25 tahun lalu mereka gagal total dengan jargon heroik itu. Di rumah sendiri jargon itu hancur lebur. Tapi mereka tak patah arang, bahkan menjadikannya jargon abadi Timnas Inggris di setiap turnamen besar.</p>
<p>Sayangnya, jargon itu tetap terasa hambar dan kehilangan makna, karena Inggris tetap jadi pecundang di Piala Dunia dan Euro pasca 1996 itu. Jangankan juara, menyentuh final saja belum pernah.</p>
<p>Dua tahun lalu sempat menggema keras, tatkala Inggris maju ke semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia. Tapi sepakbola tetap tak akan pernah benar-benar pulang ke rumahnya, sampai Inggris mengangkat Piala di turnamen besar.</p>
<p>Hebatnya Inggris, walaupun diterpa kegagalan demi kegagalan, tapi mewujudkan Football is coming home itu benar-benar menjadi sebuah obsesi terbesar Timnas Inggris sampai saat ini.</p>
<p>Sampai-sampai grup musik The Lighting Seeds dan dua presenter sekaligus penggemar sepakbola, David Baddiel dan Frank Skinner, menciptakan lagu yang kemudian jadi anthem untuk timnas Inggris, berjudul Three Lions, Football&#8217;s Coming Home.</p>
<p>Akankah euro 2021 ini akan menjadi akhir penantian panjang Inggris untuk mewujudkan sepakbola pulang ke rumah?</p>
<p>Sorotan kini diarahkan kepada Gareth Southgate, sang pelatih Timnas Inggris sekarang. Tahun 1996, kegagalan penaltinya menyebabkan dia menjadi orang paling bertanggungjawab atas kegagalan Inggris saat itu.</p>
<p>Kini Southgate mencoba membayar hutang kegagalan penaltinya tahun 1996. Dengan performa timnya yang semakin mengkilat dan meyakinkan, ditambah laga semifinal dan final digelar di Stadion Wembley, Inggris spertinya akan berhasil kali ini.</p>
<p>Jerman, yang selalu menjadi momok menakutkan selama 55 tahun, sudah dikalahkan Southgate bersama anak buahnya. Kini tinggal Denmark yang harus dituntaskan di semifinal, dan pemenang antara Italia vs Spanyol yang mesti dihabisi di final.</p>
<p>Bagaimana. Mr. Southgate?</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inggris-antara-football-is-coming-home-dan-hutang-gareth-southgate/"> Inggris, Antara Football is Coming Home dan &#8220;Hutang&#8221; Gareth Southgate</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 43/45 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 4/6 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 07:40:24 by W3 Total Cache
-->