<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ficky Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ficky/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ficky/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Jul 2026 09:29:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ficky Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ficky/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ficky Tri Syaputra Siap Bertarung Jadi Calon Ketua Umum IJTI Sumatera Barat</title>
		<link>https://prokabar.com/ficky-tri-syaputra-siap-bertarung-jadi-calon-ketua-umum-ijti-sumatera-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:29:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#ficky]]></category>
		<category><![CDATA[#IJTI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat, kini mulai menghangat. Jurnalis televisi senior, Ficky Tri...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ficky-tri-syaputra-siap-bertarung-jadi-calon-ketua-umum-ijti-sumatera-barat/">Ficky Tri Syaputra Siap Bertarung Jadi Calon Ketua Umum IJTI Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat, kini mulai menghangat. Jurnalis televisi senior, Ficky Tri Syaputra, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju bertarung dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum IJTI Sumbar periode 2026 &#8211; 2030.</p>
<p>Menghadapi tantangan sosiogeografis wilayah, Musyawarah Daerah (Musda) kali ini dengan tegas mengangkat tema &#8220;Menembus Batas Bencana, Membuka Mata Dunia&#8221;. Perhelatan yang akan diselenggarakan pada 4-5 September 2026 ini memiliki dua misi strategis, selain mengevaluasi dinamika roda organisasi dan merumuskan cetak biru penguatan kapasitas jurnalis televisi di Sumatera Barat sebagai garda terdepan informasi kebencanaan. Musyawarah Daerah ini juga akan menjadi saksi dari transisi kepemimpinan baru yang dijunjung tinggi lewat proses pemilihan yang demokratis, jujur, dan adil.</p>
<p>Langkah politik organisasi yang diambil oleh mantan komisioner KPID Sumatera Barat ini, mendapat respons positif dari berbagai kalangan jurnalis lintas media di Ranah Minang. Kehadirannya di bursa pencalonan untuk ketua umum IJTI periode 2026 -2030 ini, dinilai membawa angin segar serta harapan baru bagi arah masa depan organisasi profesi jurnalis televisi tersebut.</p>
<p>Ficky Tri Syaputra mengungkapkan bahwa, keputusannya untuk maju didasari oleh keinginan kuat untuk membawa IJTI Sumbar ke arah yang lebih modern. Ia menilai, organisasi ini memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak jurnalisme positif di Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Saya merasa terpanggil untuk mewakafkan diri dan pemikiran dalam membesarkan IJTI Sumbar. Visi utama saya adalah membangun rumah besar bagi jurnalis televisi di Sumbar yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap arus disrupsi teknologi,&#8221; ujar Ficky, Kamis (9/7).</p>
<p>Kata dia, salah satu fokus utama yang ditawarkan dalam visi misinya adalah, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) anggota. Di era gempuran media digital, menurutnya, jurnalis televisi tidak boleh lagi hanya terpaku pada pola-pola konvensional, melainkan harus menguasai ekosistem multimedia.</p>
<p>Ficky berkomitmen untuk rutin menggelar pelatihan berbasis science jurnalistik kebencanaan, digitalisasi konten, hingga sertifikasi kompetensi jurnalis (Uji Kompetensi Jurnalis Televisi) hingga manajemen kebencanaan.</p>
<p>Secara khusus, Ficky menggarisbawahi urgensi pembekalan jurnalisme kebencanaan bagi para koresponden TV di lapangan. Mengingat Sumatera Barat merupakan wilayah yang rawan bencana mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, hingga banjir bandang hingga kompetensi meliput di tanah bencana menjadi harga mati.</p>
<p>Ficky berkomitmen untuk rutin menggelar pelatihan Emergency Journalism (Jurnalisme Darurat) dan mitigasi keselamatan kerja di area bencana. Langkah ini dirasa sangat mendesak agar jurnalis TV di Sumbar tidak hanya cepat menyajikan visual informasi, tetapi juga mengutamakan keselamatan diri serta mampu memproduksi berita yang menenangkan publik, bukan memicu kepanikan.</p>
<p>Menurut Ficky, selain masalah peningkatan kapasitas teknis di medan ekstrem, dia juga menyoroti pentingnya kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi para jurnalis. Ia berjanji akan membentuk tim advokasi internal yang siap memberikan pendampingan hukum dan trauma healing bagi anggota yang mengalami tekanan fisik maupun psikologis saat bertugas.</p>
<p>&#8220;Humas, advokasi, dan keselamatan kerja organisasi harus berjalan seirama. Kami ingin memastikan bahwa seluruh jurnalis televisi di Sumatera Barat dapat bekerja dengan rasa aman dan mendapatkan hak-hak profesionalitas mereka secara layak,&#8221; tambahnya secara tegas.</p>
<p>Pemilihan Ketua Umum IJTI Sumbar ini diprediksi akan berlangsung dinamis dan demokratis. Dengan mengusung semangat kolaborasi lintas generasi dan misi tangguh bencana, Ficky optimistis dapat merangkul seluruh elemen jurnalis televisi di Sumbar demi mewujudkan iklim pers yang sehat, merdeka, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.</p>
<p>Gayung bersambut, komitmen Ficky untuk memimpin IJTI Sumbar mendapat apresiasi dari sejumlah jurnalis senior. Gaya kepemimpinannya yang dinilai egaliter, bersahaja, namun memiliki jaringan luas di tingkat nasional dianggap sebagai modal kuat untuk menakhodai organisasi selama beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Pemilihan Ketua Umum IJTI Sumbar ini diprediksi akan berlangsung dinamis dan demokratis. Dengan mengusung semangat kolaborasi lintas generasi, Ficky optimistis dapat merangkul seluruh elemen jurnalis televisi di Sumbar demi mewujudkan iklim pers yang sehat, merdeka, dan bermartabat. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ficky-tri-syaputra-siap-bertarung-jadi-calon-ketua-umum-ijti-sumatera-barat/">Ficky Tri Syaputra Siap Bertarung Jadi Calon Ketua Umum IJTI Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanah Haram Kami Rindu (3)</title>
		<link>https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 07:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#ficky]]></category>
		<category><![CDATA[#umbroh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=126285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ficky Tri Saputra Pukul 10.00 waktu Saudi kami sampai di kota Madinah al Munawarah, kota yang dirindukan. Kota Madinah mendapatkan sebutan Madinah Al Munawwarah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu-3/">Tanah Haram Kami Rindu (3)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ficky Tri Saputra</strong></h4>
<p><strong>Pukul</strong> 10.00 waktu Saudi kami sampai di kota Madinah al Munawarah, kota yang dirindukan. Kota Madinah mendapatkan sebutan Madinah Al Munawwarah yang memiliki arti ‘kota yang bercahaya atau kota yang bersinar’.</p>
<p>Selain itu, Kota Madinah juga dianggap memancarkan karismanya tersendiri. Sebab, kota ini memiliki masyarakat yang terbuka, toleran serta berperadaban.</p>
<p>Masyarakat Kota Madinah adalah orang-orang yang mengutamakan persaudaraan daripada konflik serta kekerasan. Karena itulah, pluralitas adalah karakter yang menonjol di kota Nabi ini.</p>
<p>Dari literasi yang pernah penulis baca pada zaman jahiliah, orang mengenal Madinah dengan sebutan Yastrib. Kemudian, Rasulullah SAW menggantinya dan mengimbau semua kaum Muslim untuk tidak menyebutkan nama Yastrib dan menggantinya dengan menyebut kota Madinah sampai saat ini.</p>
<p>Kota madinah berhawa sejuk, hal ini dikarenakan Kota Madinah dikelilingi beberapa bukit. Terdapat bukit Wadi Al Aqiq dan bukit E’ir di sebelah selatan, Jabal Uhud, Wadi Qanat, dan Jabal Tsur di sebelah utara, serta bukit Silaa’ di sebelah barat laut.</p>
<p>Pejabat Madinah memberikan larangan kepada non-Muslim masuk Lapangan Nabawi di pusat kota. Karena di sini Masjid Nabawi berada dan daerah ini disebut tanah haram.</p>
<p>Kembali ke jemaah yang tergabung kedalam travel daeng Zoel Harmain, setelah perjalanan lebih kurang 5 jam dari bandara King Abdul Aziz Jeddah, kini 29 orang jemaah sampai di kota Madinah.</p>
<p>Satu per satu jemaah turun dari bus, koper dan tas masing milik jemaah diturunkan driver. Qadarullah satu koper milik jemaah tertinggal sebelum naik ke bis, dan ini tentu bagian dari ujian yang diberikan Allah kepada jemaah.</p>
<p>Jarak hotel dengan Masjid Nabawi sangat dekat</p>
<p>Makareem Hotel, pilihan dari Daeng Zoel Harmain sebagai tempat menginap bagi kami selama 5 hari kedepan, berjarak 20 meter dari pintu 330 Masjid Nabawi. Hal ini tentu sebuah kemudahan bagi jemaah, karena baru saja keluar dari pintu hotel bisa langsung sampai ke pintu masjid.</p>
<p>Hal ini sangat menyenangkan bagi penulis dan 28 orang jemaah lainnya, tanpa harus berjalan jauh untuk sampai ke masjid, dan tidak itu saja, resiko tersesat bagi jemaah yang sudah tua juga bisa diminimalisir.</p>
<p>Selain lebih membuat jemaah cepat sampai ke pintu masjid tentu intesitas untuk beribadah ke dalam masjid juga akan semakin banyak.</p>
<p>Pembagian kamar hotel selesai masing-masing jemaah langsung menuju kamar mereka, tak lama berselang, suara azan dari muazim di dalam masjid terdengar lantang, bagi jemaah yang baru pertama kali melaksanakan umroh, nampak binar-binar dimatanya, doa yang mereka langitkan setiap waktu sholat kini tercapai.</p>
<p>Masjid yang mereka impikan dimana amalan satu kali sholat menjadi 1000 pahala apabila dibandingkan dengan sholat di masjid lainnya.</p>
<p>Karena jemaah datangnya pas azan, alhasil tidak bisa lagi masuk ke dalam masjid, karena kebiasaan di Madinah, 1 jam sebelum masuk waktu sholat, jemaah sudah berduyun-duyun memasuki masjid, sehingga jemaah harus merelakan sholat pertamanya di masjid Nabawi di pelataran luar.</p>
<p><em>Bersambung ke kisah perjalanan selanjutnya..</em></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu-3/">Tanah Haram Kami Rindu (3)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanah Haram Kami Rindu (2)</title>
		<link>https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 23:17:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#ficky]]></category>
		<category><![CDATA[#umrah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=126258</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ficky Tri Saputra Satu persatu calon jemaah umbroh yang datang dari berbagai provinsi menyatu di maskapai Saudi Arabian Airline. Mesin pesawat yang akan membawa...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu-2/">Tanah Haram Kami Rindu (2)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ficky Tri Saputra</strong></h4>
<p><strong>Satu</strong> persatu calon jemaah umbroh yang datang dari berbagai provinsi menyatu di maskapai Saudi Arabian Airline. Mesin pesawat yang akan membawa para tamu Allah ini kian menderu, dingin ac pesawat dan senyum ramah para pramugari di maskapai membuat para penumpang semakin nyaman melangkah di setiap kursi yang tertera di boarding pass masing-masing.</p>
<p>Tepat pukul 19.05 wib, pesawat siap tinggal landas, dari ruang kokpit pilot yang menerbangkan menyampaikan bahwa pesawat akan terbang ke tanah suci dan mendarat di bandara King Abdul Aziz Jeddah dengan waktu tempuh 10 jam.</p>
<p>Lantunan doa mulai mendengung di atas pesawat, beberapa pemilik travel mengajak jemaahnya untuk melangitkan doa agar perjalanan menuju tanah haram sampai dengan selamat.</p>
<p>Perjalanan panjang, di waktu malam kebanyakan jemaah memilih tidur, 10 jam berlalu, dari kejauhan cahaya di tanah suci mulai terlihat, langit kota Jeddah kian terang seiring ketinggian pesawat mulai diturunkan pilot, saat landing kian dekat, para tamu Allah ini kian gembira, tak sabar untuk sampai ke kota suci&#8230; &#8220;Ahlan Wa Sahlan,&#8221; ucap pilot dari dalam ruang kokpit.</p>
<h4><strong>Pengalaman baru bagi jemaah</strong></h4>
<p>Landing dengan selamat di kota Jeddah, ada yang sujud syukur karena sampai di tanah Arab, betapa tidak, yang selama ini hanya menjadi impian, kini mereka sudah sampai untuk menyampaikan asa harapan mereka di tempat-tempat mustajab di tanah suci.</p>
<p>Tidak saja pesawat dari Indonesia yang sampai, tapi umat muslim yang diundang Allah dari belahan bumi lainya juga sampai, satu persatu mereka melawati pemeriksaan imigrasi sebagai pintu masuk ke tanah suci.</p>
<h4><strong>Petugas imigrasi Arab Saudi ramah-ramah</strong></h4>
<p>Dari beberapa negara yang penulis masuki, mungkin hanya di Saudi Arabia ini petugas imigrasi yang ramah dan bisa senyum, bila dibandingkan dengan beberapa negara yang pernah penulis kunjungi mayoritas ketus dan tidak terlihat ramah apalagi senyuman yang keluar dari mulut mereka.</p>
<h4><strong>Pemeriksaan di imigrasi selesai, menandakan para tamu Allah ini sah</strong></h4>
<p>Memasuki tanah suci secara legal, Daeng Zoel Harmain yang menjadi pilihan kami untuk menjadi perantara pelaksanaan ibadah umroh selama full Ramadhan membawa kami ke bus yang akan membawa kami ke Madinah Almunawarah.</p>
<p>Jam 03.35 waktu Saudi, bus mulai bergerak setelah semua koper dan bagasi jemaah telah masuk ke dalam bus, Daeng Zoel bisa bernafas lega, setidaknya semua jemaah telah sampai di Arab Saudi dan siap melaksanakan ibadah yang nilainya beribu kali lipat apabila dilaksanakan di tanah air.</p>
<p>Enam jam perjalanan menuju Madinah, PT Daeng Zoel Harmain telah menyiapkan bekal untuk makan sahur jemaah di dalam bus, hal ini dilalukan sebagai bentuk layanan prima kepada jemaah.</p>
<p>Menuju ke Madinah disambut subuh, berhenti di salah satu rest area, hawa dingin sangat terasa, penulis lihat di hp ternyata suhu tercatat 10 derarat celcius, dingin, sangat dingin banyak jemaah yang belum pernah mendapati suhu sedingin itu. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu-2/">Tanah Haram Kami Rindu (2)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanah Haram Kami Rindu (1)</title>
		<link>https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 08:06:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#ficky]]></category>
		<category><![CDATA[#umbroh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=126240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ficky Tri Saputra Siapa yang tak bergetar hatinya ketika mendengar seseorang menyebut dua kota suci, Makkah dan Madinah, kota yang paling dirindukan oleh umat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu/">Tanah Haram Kami Rindu (1)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ficky Tri Saputra</strong></h4>
<p><strong>Siapa</strong> yang tak bergetar hatinya ketika mendengar seseorang menyebut dua kota suci, Makkah dan Madinah, kota yang paling dirindukan oleh umat muslim seantero dunia, kota yang damai, kota yang tidak pernah tidur orang yang bermukim disana.</p>
<p>Begitu juga penulis, mendapat kesempatan kembali beribadah di tanah suci, Bismillah&#8230;. panggilan ke tanah suci kami penuhi berangkat tanggal 7 Maret lalu bersama travel PT Daeng Zoel Harmain, terbang dari jakarta bersama 29 jemaah umroh lainya, benar-benar menjadi pengobat rindu bagi calon jemah.</p>
<p>Full Ramadhan dan ditambah 5 hari di bulan Sawal, akan menjadi ibadah terindah bagi 29 jemaah yang tergabung dalam travel PT Daeng Zoel Harmain.</p>
<p>Betapa tidak, sudah terbayang cacatan amal yang akan didapati apabila beribadah di 2 masjid yang paling diidam-idamkan umat muslim apabila sholat dibandingkan di tanah air.</p>
<p>Penguman demi pengumuman dari pihak bandara terkait penerbangan di terminal 3 terus bersautan. Tibalah giliran dari jemaah umbroh dengan menggunakan maskapai penerbangan Saudi Airline dengan nomor penerbangan SV 819 dipersilahkan naik ke pesawat.</p>
<p>Wajah rindu dan haru menyelimuti semua jemaah, karena banyangan dua kota suci yakni Makkah dan Madinah sudah nampak di pelupuk mata, berbagai rencana dan rangkaian ibadah yang telah disusun di rumah masing-masing siap mereka kerjakan.</p>
<h4><strong>Banyak drama dan perjuangan</strong></h4>
<p>Ujian dan halangan menjadi salah satu yang dihadapi oleh calon jemaah umroh dan pemilik travel, mulai dari dipimpong oleh conter bandara untuk melakukan chek in dimana puluhan koper jemaah juga harus dipindah berulang-ulang hingga sesuai dengan meja counter, dan yang paling dramatis adalah salah seorang calon jemaah lupa membawa paspornya disaat detik-detik pengurusan boarding pass oleh pihak maskapai.</p>
<p>Semua kaget, pihak travel panik, calon penumpang yang paspornya tertinggal sangat panik hingga, berbagai ide dan usulan diberikan calon jemaah, karena waktunya sangat pendek dan mustahil paspor yang tertinggal di Bangka Belitung bisa sampai ke Jakarta.</p>
<p>Ternyata disaat calon penumpang lain telah pasrah, namun Allah punya kuasa, disaat mendapatkan kabar bahwa paspornya yang lama terbawa, langsung menghubungi anakya dan berhasil sampai ke Jakarta, secara akal sehat tidak masuk akal karena waktu take off penerbangan dari pangkal pinang sudah sangat dekat, namun rahmat dan rahim tersebut diberikan Allah kepada si ibu hingga bisa berangkat ke tanah suci.</p>
<h4><strong>Berbuka di garbarata</strong></h4>
<p>Karena pesawat kami baru akan take off pukul 19.05, secara aturan satu jam semua penumpang sudah disuruh untuk bersiap untuk menaiki pesawat, karena waktunya yang mepet jelang sampai ke pintu pesawat, semua penumpang tertahan di garbarata dan terpaksa berbuka disana.</p>
<p><em>Lanjut ke cerita perjalanan berikutnya.</em></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tanah-haram-kami-rindu/">Tanah Haram Kami Rindu (1)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 26/80 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.037 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 08:12:07 by W3 Total Cache
-->