<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#fib Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/fib/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/fib/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jul 2024 01:55:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#fib Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/fib/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Teater Mahasiswa se-Sumatera Barat: Zhilan Zhalila Berbagi Kiat Mengeluti Dunia Teater</title>
		<link>https://prokabar.com/festival-teater-mahasiswa-se-sumatera-barat-zhilan-zhalila-berbagi-kiat-mengeluti-dunia-teater/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 01:55:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#fib]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=121115</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Dua mahasiswi Universitas Andalas, Zhilan Zhalila dan Diva Amanda, berbagi kiat dan langkah mengeluti dunia teater pada Festival Teater Mahasiswa se-Sumatera...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/festival-teater-mahasiswa-se-sumatera-barat-zhilan-zhalila-berbagi-kiat-mengeluti-dunia-teater/">Festival Teater Mahasiswa se-Sumatera Barat: Zhilan Zhalila Berbagi Kiat Mengeluti Dunia Teater</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Dua mahasiswi Universitas Andalas, Zhilan Zhalila dan Diva Amanda, berbagi kiat dan langkah mengeluti dunia teater pada Festival Teater Mahasiswa se-Sumatera Barat. Setelah seminar, dilanjutkan dengan pementasan dari 10 kelompok teater se-Sumbar, di MNB Fak FIB Unand, 4-8 Juli 2024.</p>
<p>Kedua mahasiswa tersebut menjadi pemateri utama bersama dua dosen Unand lainnya, Syarfil dan Pak Ivan Adilla.</p>
<p>Kedua dosen ini sudah malang melintang di dunia tersebut. Mereka melahirkan dan membesarkan kehidupan teater di lingkungan Fakultas Sastra, kemudian berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Keduanya juga dosen pengampu mata kuliah Kajian Drama.</p>
<p>Sedangkan Zhilan Zhalila dan Diva Amanda, mengeluti dunia teater sejak beberapa tahun belakangan. Kendati begitu, lakek tangan mereka tak bisa dipandang sebelah mata sebagai sosok baru di dunia teater Sumatera Barat. Keduanya patut diperhitungkan untuk hari ini dan masa depan.</p>
<p>Zhilan Zhalila saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Umum Teater Langkah. Setahun lalu, dirinya menjadi sutradara pada Festival Teater Mahasiswa se-Sumatera Barat. Menggarap teater berjudul Tempat Pelepasan Suara.</p>
<p>Bersama grupnya, Ia memborong tiga dari empat gelar yang tersedia, yakni dirinya sebagai sutradara terbaik, aktor terbaik dan grup penampil terbaik.<br />
Diva Amanda yang sehari-hari Koordinator PSDM Teater Langkah, juga merupakan sutradara dan aktor dalam sejumlah pementasan.</p>
<p>Zhilan Zhalila menyinggung tentang kurangnya kritikus teater muda di Sumbar. Kritikus harus memahami dan memaknai proses kreatif garapan karena sudut pandangnya akan menjadi menjadi jembatan bagi para penonton mengenai pementasan.</p>
<p>Pandangan Zhilan dibenarkan Ivan Adilla. Beliau menyadari dan mengakui bahwa kalangan muda nyaris kurang tertarik menjadi kritikus teater karena kurang tertarik mengikuti proses.</p>
<p>“Saatnya dibangun kembali kepercayaan agar kelak muncul kritikus teater dari kalangan muda,” kata Ivan.</p>
<p>Disisi lain, Diva menjelaskan materi mengenai aktor, penyutradaraan dengan rinci dan jelas. Materinya menjadi kisi-kisi dan pengingat sebelum sebuah pementasan dilakukan. Ia juga mengingatkan agar seorang sutradara juga harus menjadi seniman yang beriman.</p>
<p>Festival Teater Mahasiswa se-Sumatera Barat ini ditujukan untuk menghubungkan aliansi teater di Sumatera Barat, sekaligua sebagai acuan untuk penilaian juga mata kuliah kajian drama. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/festival-teater-mahasiswa-se-sumatera-barat-zhilan-zhalila-berbagi-kiat-mengeluti-dunia-teater/">Festival Teater Mahasiswa se-Sumatera Barat: Zhilan Zhalila Berbagi Kiat Mengeluti Dunia Teater</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aspek Fonologi Dalam Pembelajaran Bahasa</title>
		<link>https://prokabar.com/aspek-fonologi-dalam-pembelajaran-bahasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 00:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#fib]]></category>
		<category><![CDATA[#fonologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Aspek-aspek fonologi mempunyai hubungan dengan dan aplikasi terhadap pembelajaran keterampilan bahasa karena pertama, ketika seseorang yang mempunyai pendengaran yang normal menerima...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aspek-fonologi-dalam-pembelajaran-bahasa/">Aspek Fonologi Dalam Pembelajaran Bahasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Aspek-aspek fonologi mempunyai hubungan dengan dan aplikasi terhadap pembelajaran keterampilan bahasa karena pertama, ketika seseorang yang mempunyai pendengaran yang normal menerima atau mendengar bahasa pertama maka ia telah memperoleh fonologi pada bahasa pertamanya tersebut.</p>
<p>Perkembangan sistem fonologi seseorang dimulai dari anak-anak yang dapat mengucapkan kata pertama dalam bahasa serta memiliki makna.</p>
<p>Kedua, dalam pembelajaran bahasa, fonologi mempunyai peran yang penting dalam bahasa tulis maupun perkembangan pada bahasa keduanya.</p>
<p>Seorang guru yang memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang fonologi maka hal tersebut akan membantunya dalam pengajaran bahasa.</p>
<p>Fonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Fonologi merupakan kepekaan terhadap struktur bunyi pada suatu bahasa.</p>
<p>Kepekaan fonologis adalah kemampuan seseorang dapat membedakan bagian terkecil dari suatau ujaran yang terdapat dalam bentuk kata maupun silabel.</p>
<p>Kemudian kepekaan fonemis adalah kemampuan seseorang yang dapat membedakan bunyi bahasa serta dapat membedakan makna seperti bunyi /c/ dan /j/ pada kata /cari/ dan /jari/ perbedaan kedua bunyi tersebut dapat membedakan makna sehingga bunyi /c/ dan /j/ merupakan fonem yang berbeda.</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa kemampuan berbahasa seseorang tidak dapat dilepaskan dari kepekaan fonologis dan kepekaan fonemis.</p>
<p>Ilmu kebahasaan tentang fonologi dan sistem bunyi diperlukan dalam pembelajaran bahasa karena bahasa pertama seseorang bersifat bunyi.</p>
<p>Dengan mempelajari fonologi dan sistem bunyi seorang pelajar pengetahuan tentang bunyi-bunyi bahasa merupakan dasar utama dalam mempelajari suatu bahasa.</p>
<p>Jika seorang guru memahami tata bahasa fonologi maka pengajar bahasa akan terhindar atau dapat meminimalkan kesalahan dalam pelafalan maupun penulisan fonem yang terdapat dalam bahasa tersebut.</p>
<p>Pengenalan dan pengetahuan sistem bunyi (fonologi) bahasa yang dipelajari membantu dalam belajar membaca ini dapat dibuktikan ketika anak-anak dapat mengenal bunyi kemudian bunyi-bunyi bahasa tersebut disusun berdasarkan struktur menjadi sebuah silabel atau morfem terikat dan berkembang menjadi sebuah kata atau morfem bebas.</p>
<p>Dengan adanya pengetahuan sisitem bunyi ini maka seorang anak akan dapat suku kata yang terdapat dalam kata serta kata yang terdapat dalam kalimat.</p>
<p>Tahapan yang harus dilakukan untuk belajar membaca bahasa ke-2 atau bahasa asing adalah dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang sistem fonetis.</p>
<p>Fonetis adalah mepelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan bunyi tersebut sebagai pembeda makna. Artinya dalam sistem fonetik pembelajar hanya mepelajari bagaimana pelafalan bunyi bahasa dan menelaah bagaimana bunyi bahasa tersebut dihasilkan oleh alat ucap manusia.</p>
<p>Selain itu dalam fonetik juga dipel ajari bagaimana pelafalan symbol dari suatu bahasa. Dengan memahami symbol fonetik tersebut maka pelajar dapat dengan mudah membaca bahasa ke-2 atau bahasa asing.</p>
<p>Ilmuwan bahasa dan guru bahasa menjadi mitra ilmiah dalam sebuah program pembelajaran bahasa ini dapat kita lihat bahwa seorang ilmuwan bahasa dapat menghasilkan berbagai temuan yang terbaru mengenai ilmu bahasa tetapi para ilmuwan bahasa tidak mampu untuk mengajarkan hasil temuan mereka tersebut.</p>
<p>Maka yang lebih layak untuk menyampaikan hasil temuan dari ilmuwan bahasa tersebut adalah guru bahasa. Hal ini disebabkan karena guru bahasa menguasai teori dan model pembelajaran.</p>
<p>Fonologi dan pengenalan sistem fonetis dan fonemis tidak dapat diabaikan dari dalam pembelajaran bahasa karena dalam bahasa tertentu tinggi rendahnya (unsur suprasegmental) suatu tuturan dapat membedakan makna, pengenalan sistem fonologis memiliki peran yang penting dalam metode pembelajaran dan Teknik dilapangan.</p>
<p>Dengan memberikan pengenalan awal kepada para pelajar maka kita bisa menyiapakan langkah-langkah yang lebih spesifik untuk mengembangkan metode pembelajaran.</p>
<p>Dengan memanfaatkan hasil kajian fonologi para pembelajar dan mahasiswa Ilmu keguruan bahasa dapat membuat pengembangan dalam mengajarkan bahasa ke-2 dengan hasil kajian fonologi tersebut.</p>
<p>Selain itu pembelajar dan mahasiswa Ilmu Keguruan Bahasa dape membuat bahan ajar yang menarik dan menyenangkan mengenai bunyi-bunyi bahasa. Kemudian kajian fonologis merupakan langkah awal yang perlu di pelajarai seorang pengajar untuk memberikan pengajaran kepada para pembelajar bahasa. (***)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aspek-fonologi-dalam-pembelajaran-bahasa/">Aspek Fonologi Dalam Pembelajaran Bahasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Orang Mahasiswa FIB Unand Raih Penghargaan</title>
		<link>https://prokabar.com/empat-orang-mahasiswa-fib-unand-raih-penghargaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2021 12:12:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#diesnatalisfibunand]]></category>
		<category><![CDATA[#fib]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=83188</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Empat orang mahasiswa S1 FIB Unand yakni Suciati Agustin (Sastra Inggris), Tri Fitri Tukma (Sastra Indonesia), Jihan Fadila (Sastra Jepang), dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/empat-orang-mahasiswa-fib-unand-raih-penghargaan/">Empat Orang Mahasiswa FIB Unand Raih Penghargaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar &#8211;</strong> Empat orang mahasiswa S1 FIB Unand yakni Suciati Agustin (Sastra Inggris), Tri Fitri Tukma (Sastra Indonesia), Jihan Fadila (Sastra Jepang), dan Fadila Dayaning (Ilmu Sejarah) menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi secara simbolik oleh Dekan, Dr. Hasanuddin, M.Si. Penyerahan penghargaan diberikan pada acara puncak Dies Natalis FIB ke-39 di Convention Hall, Universitas Andalas, Rabu (10/3).</p>
<p>Panitia Acara, Lady Diana Yusri mengatakan, mahasiswa berprestasi yang diberikan penghargaan melalui seleksi di tahun 2020. Pemilihan mahasiswa berprestasi ini mestinya dilaksanakan setiap tahun. Dikarenakan terkendala pandemi, maka rangkaian acara ini dilaksanakan pada Dies Natalis FIB tahun 2021.</p>
<p>Lady Diana menjelaskan, proses seleksi mahasiswa berprestasi dimulai dari Fakultas dengan mengumumkan kepada jurusan untuk menyeleksi ataupun memilih mahasiswa untuk mengikuti tahap ke tingkat fakultas. Terkait persyaratan, mahasiswa harus memberikan bukti prestasi akademik maupun non-akademik, membuat artikel ilmiah, dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni.</p>
<p>&#8220;Selain prestasi akademik atau non akademik, mahasiswa juga harus membuat makalah ilmiah atau artikel yang pada saat pemilihan tingkat fakultas itu kita wawancarai mengenai apa yang ditulis. Lalu kemampuan Bahasa Inggris menjadi poin penting juga dalam pemilihan,&#8221; ungkap Lady ketika ditemui langsung di Kampus Unand sebelum acara puncak Dies Natalis FIB ke-39.</p>
<p>Mengetahui dirinya terpilih untuk menerima penghargaan sebagai Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi FIB Unand, saat diwawancarai via Zoom menjelang hari puncak Dies Natalis FIB Unand ke-39, Suciati Agustin merasa bahagia atas apa yang dia raih. &#8220;Awalnya saya merasa senang pastinya. Rasanya kerja keras membuahkan hasil,&#8221; kata Suciati.</p>
<p>Suciati menambahkan agar mendapatkan hasil yang maksimal untuk generasi selanjutnya, yang berminat menjadi mahasiswa berprestasi, perlu adanya persiapan semenjak awal perkuliahan. Seperti menentukan arah ketertarikan, aktif di organisasi atau mengikuti lomba karena pasti menuai banyak manfaat.</p>
<p>&#8220;Selain untuk mendapatkan poin, menurut saya organisasi berkompetisi bisa melatih kedewasaan. Terlebih emosinal menjadi lebih stabil serta melatih kreativitas,&#8221; jelas Suciati.</p>
<p>Senada dengan itu, Fitri dan Fadila juga merasa bahagia dan bersyukur penghargaan kepada mereka. Berbeda dengan Jihan, tidak merasa terkejut ketika ia diumumkan sebagai pemenang.</p>
<p>Setelah menyandang status mahasiswa berprestasi Peringkat II, Tri Fitri Tukma berencana menjadi volunteer untuk membimbing juniornya demi mencapai prestasi sebanyak-banyaknya. Serta meraih capaian sebagai mahasiswa berprestasi pula nantinya.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman yang dia alami, perlu adanya mentoring dengan senior yang telah mempunyai banyak pengalaman untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.</p>
<p>Jihan Fadila sebagai peraih Peringkat III mengungkapkan untuk pemenuhan syarat bukti prestasi, tidak melulu soal prestasi akademik dan pengetahuan. Prestasi non-akademik juga dapat diperhitungkan untuk seleksi. Jihan mengaku semua prestasi yang dia punya berupa prestasi non-akademik seperti juara kompetisi basket, dan paskibraka.</p>
<p>&#8220;Biasanya saya mengikuti kompetisi non-akademis kayak basket atau paskibraka. jadi saya ingin mencoba, ternyata lulus pada seleksi jurusan,&#8221; ucap Jihan.</p>
<p>Fadila Dayaning selaku mahasiswa berprestasi Harapan 1 juga berpendapat, untuk mendapatkan gelar sebagai mahasiswa berperestasi, perlu adanya pemahaman mengenai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Sehingga dapat dikembangkan dalam bentuk karya-karya. Ia berpesan, jangan pernah takut untuk belajar hal-hal yang baru. &#8220;Saat kamu sedang bermalas-malasan, ingatlah ribuan pesaingmu yang sedang sibuk berjuang,&#8221; tutur Fadila.</p>
<p>Pada puncak acara Dies Natalis FIB ke-39, dilaksanakan semi-offline atau secara luring dan daring via zoom meeting. Keempat mahasiswa itu menerima sertifikat dan ucapan selamat dari Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si, disaksikan Rektor Unand, Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H., serta tamu undangan lainnya yang hadir di Convention Hall Unand dan secara virtual di Zoom. (<strong>rel/rud</strong>).</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/empat-orang-mahasiswa-fib-unand-raih-penghargaan/">Empat Orang Mahasiswa FIB Unand Raih Penghargaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Pakar Kupas Peran Ilmu Budaya bagi Pemajuan Kebudayaan</title>
		<link>https://prokabar.com/tiga-pakar-kupas-peran-ilmu-budaya-bagi-pemajuan-kebudayaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 16:54:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#fib]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=83160</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melanjutkan kuliah umum Posisi dan Peran Fakultas Ilmu Budaya dalam Pemajuan Kebudayaan di Sumatera Barat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-pakar-kupas-peran-ilmu-budaya-bagi-pemajuan-kebudayaan/">Tiga Pakar Kupas Peran Ilmu Budaya bagi Pemajuan Kebudayaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melanjutkan kuliah umum Posisi dan Peran Fakultas Ilmu Budaya dalam Pemajuan Kebudayaan di Sumatera Barat dan Indonesia.</p>
<p>Dalam rangka Dies Natalis FIB Unand ke-39 FIB, Selasa, (9/3) Tiga pakar dihadirkan Prof. Dr. Mikihiro Moriyama dari Nanzan University, Japan, Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M. Hum dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. dan Dr. Pramono, M. Si dari Universitas Andalas. Sementara, pemandu acaranya Drs. M. Yusuf, M. Hum.</p>
<p>Acara dimulai dengan pembukaan Wakil Dekan I FIB Unand Dr. Anatona, M. Hum. Mewakili Dekan FIB Unand Dr. Hasanuddin, M. Si.</p>
<p>&#8220;Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang begitu banyak dan ini sebagai tanggung jawab kita untuk melestarikan, memelihara, melindungi, sekaligus mewariskan kebudayaan kita. Kita berharap pada akademisi, institusi, budayawan, dan pihak-pihak lain untuk bekerja sama dalam pelestarian budaya kita ini,&#8221; ungkap Dr. Anatona, M. Hum.</p>
<p>Dr. Pramono, M. Si selaku seorang filolog, berpendapat peran FIB secara umum sangat penting dalam pelestarian kebudayaan di Indonesia. Dikutip dari data Badan Bahasa dan Kemdikbud, ada 17.000 ribu lebih pulau, 1340 suku bangsa, dan 718 bahasa di Indonesia. Oleh karena itu ungkapnya, peran FIB penting untuk melestarikan Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia ini.</p>
<p>&#8220;Apabila suatu bangsa mengesampingkan kebudayaan serta tidak menghargai warisan nenek moyangnya, maka bangsa itu tidak layak maju,&#8221; tegas Dr. Pramono, M. Si.</p>
<p>Pramono melanjutkan, sebanyak 362 WBTb Sumatera Barat yang telah tercatat pada Kemdikbud, namun tidak menutup kemungkinan untuk bertambah lagi. &#8220;Inilah peran dari FIB Unand untuk melestarikan, mewariskan, dan melindungi WBTb yang tersebar di Ranah Minangkabau. Tujuannya untuk memperkuat identitas dan kepribadian bangsa. Juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, misalnya dengan memanfaatkan WBTb berupa batik untuk diperjualbelikan, sekaligus bentuk promosi pada masyarakat luas,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Selain itu lanjutnya, peran FIB dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat luas karena sejatinya masyarakat adalah objek dari kebudayaan, dan akademisi mengaitkan teori dengan masyarakat. Hasilnya akan menjadi wawasan bagi masyarakat.</p>
<p>Pembicara kedua, Dr. Mikihiro Moriyama, mengatakan, tidak ada definisi konsensus mengenai budaya. Namun, dapat didefinisikannya bahwa budaya merupakan cakupan semua hal yang manusia lakukan.</p>
<p>Sejalan dengan pendapat Dr. Pramono, sebelumnya, Dr. Mikihiro Moriyama mengatakan pelestarian budaya sangat penting untuk mencerminkan identitas lokal. Bila suatu moral dan tradisi lisan Minangkabau hilang, maka nilai-nilai budayanya juga akan hilang.</p>
<p>Menurutnya, di era globalisasi ini sangat memungkinkan budaya lokal dapat hilang, maka perlu adanya pewarisan. Selain itu, dengan cepatnya arus informasi membuat nilai khas budaya berkurang. &#8220;FIB sangat berperan dalam hal ini, yakni dengan memberikan wawasan pada masyarakat luas, menginovasikan kebudayaan lokal sebagai kebudayaan hybrid dengan tidak melunturkan nilai-nilai aslinya dan mempromosikannya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Dr. Mikihiro Moriyama menyarankan untuk memerhatikan bahasa. &#8220;Bahasa adalah wujud dari kebudayaan. Akibat cepatnya arus globalisasi membuat generasi muda Indonesia lebih bergaya dengan bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Ini dapat melunturkan kebudayaan Indonesia karena bahasa adalah jiwa bangsa,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pembicara berikutnya Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M. Hum, seorang filolog, menambahkan FIB Unand berperan penting dalam pelestarian manuskrip di Minangkabau. Manuskrip masuk ke dalam bagian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang merupakan bagian dari WBTb.</p>
<p>Sama seperti yang diungkapkan pemateri sebelumnya bahwa pemajuan kebudayaan ini untuk memperkuat dan memperteguh jati diri bangsa.</p>
<p>&#8220;Kajian manuskrip nusantara saat ini diserahkan kembali ke Indonesia untuk merawat artefak kebudayaan. Ini bukan lagi menjadi kewajiban negara Belanda,&#8221; tutur Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M. Hum.</p>
<p>Dari manuskrip terangnya, dapat melihat pertautan pengetahuan masa lampau dengan saat ini. Dia memisalkan, dunia pernah beberapa kali mengalami wabah penyakit secara bersamaan, seperti wabah corona saat ini.</p>
<p>&#8220;Dengan manuskrip kita dapat mengetahui sejarah dari wabah penyakit. Pernah ada wabah The Black Death in the Middle East, wabah yang terjadi di negara Timur Tengah, dsb. Selain itu, kita dapat mengambil manfaat dari manuskrip untuk mengatasi wabah yang terjadi saat ini, yakni ditemukan tips tradisional kekebalan tubuh hadapi wabah abad 14 yang ditulis oleh Ibn Khatimah (w. 1369),&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dari hal tersebut Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M. Hum mengatakan pentingnya peran FIB Unand dalam pelestarian manuskrip di Minangkabau sebagai pengembangan ilmu pengetahuan. Pelestarian tersebut sebagai bentuk pemajuan kebudayaan lokal guna mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat Minangkabau. (<strong>rel/rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-pakar-kupas-peran-ilmu-budaya-bagi-pemajuan-kebudayaan/">Tiga Pakar Kupas Peran Ilmu Budaya bagi Pemajuan Kebudayaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dies Natalis FIB Unand ke-39: Pandemi Bukanlah Halangan</title>
		<link>https://prokabar.com/dies-natalis-fib-unand-ke-39-pandemi-bukanlah-halangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2021 16:44:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#fib]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Berbagai kegiatan memperingati Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya Unand yang ke-39 tahun 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 10 Maret...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dies-natalis-fib-unand-ke-39-pandemi-bukanlah-halangan/">Dies Natalis FIB Unand ke-39: Pandemi Bukanlah Halangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Berbagai kegiatan memperingati Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya Unand yang ke-39 tahun 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 10 Maret 2021. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mengangkat tema “Posisi dan Peran Fakultas Ilmu Budaya dalam Pemajuan Kebudayaan di Sumatera Barat dan Indonesia”, acara Dies Natalis FIB tahun ini dilaksanakan secara daring via Zoom dan luring yang terkhusus untuk acara puncak berlokasi di Conventional Hall Universitas Andalas dan disiarkan secara </span><span class="s2">live streaming</span><span class="s1"> YouTube dengan tamu undangan dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Mengutip keterangan yang disampaikan Ketua Pelaksana Dies Natalis FIB Unand ke-39 tahun 2021, Sudarmoko, melalui wawancara via Zoom, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan, di antaranya seminar terbuka di hari pertama dan seminar pakar di hari kedua.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Sejumlah<span class="Apple-converted-space">  </span>nama yang menjadi narasumber diantaranya Dr. Pramono dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas; Prof. Oman Fathurrahman dari UIN Syarif Hidayatullah; dan dari Kementerian Agama RI, Jakarta; serta Prof. Mikihiro Moriyama dari Jepang. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Sementara itu, acara puncak dilaksanakan di hari ketiga, 10 Maret 2021 dengan rangkaian acara pidato dekan Fakultas Ilmu Budaya, orasi ilmiah yang akan disampaikan oleh dosen FIB Universitas Andalas, Diah Tjahaya Iman, pidato alumni FIB, capaian prestasi FIB, penyampaian dan penghargaan prestasi dosen, tendik dan mahasiswa FIB, serta masih banyak lagi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3"> </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Ketua Pelaksana, Sudarmoko menjelaskan, acara diputuskan untuk dilaksanakan secara daring mengingat situasi yang sedang dalam kondisi pandemi Covid-19. Berbagai kesulitan pun muncul, seperti persiapan agenda, persiapan perlengkapan, kegiatan-kegiatan kreatifitas yang tidak bisa tertampung, serta keterbatasan waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan acara serta pelaksanaan acara sendiri. </span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Kendala lain yang dihadapi juga meliputi kerjasama berupa </span><span class="s4">sponsorship</span><span class="s3"> yang tidak bisa diadakan mengingat beberapa hal, serta mahasiswa juga tidak bisa dilibatkan untuk berpartisipasi langsung dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">“Memang cukup berbeda di tahun ini karena kita juga tidak mengadakan Dies Natalis tahun kemarin. Maka, Dies Natalis tahun ini menjadi langkah awal untuk kita memulai kehidupan akademik baru serta pembelajaran yang baru. Selain itu, ini juga menjadi persiapan untuk kita dan fakultas dalam hal pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan seperti perkuliahan secara luring, kegiatan ilmiah dan akademik serta acara-acara lainnya secara normal seperti sediakala,” ungkap Sudarmoko</span><span class="s1">.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">“Ini mungkin saat yang tepat untuk melihat upaya pendewasaan atau kematangan FIB di usia 40 tahun ini dengan capaian-capaian yang ada dan sumber daya dari mahasiswa seperti pengalaman akademik, Tri Dharma perguruan tinggi serta kemudian menjadi pertanda untuk memasuki usia penuh pengalaman perjalanan Fakultas Ilmu Budaya ini,” sambungnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Dirinya berharap Dies Natalis menjadi sebuah agenda tahunan dimana sebagai kegiatan strategis bagi dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Selain itu, juga katanya sebagai muara promosi untuk menunjukkan kepada dunia luar hasil karya-karya serta capaian prestasi yang telah diraih dan program strategis yang akan dilaksanakan oleh FIB, serta menjadi agenda penting yang didukung secara program dengan persiapan yang matang serta anggaran yang memadai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s3">Selain sebagai momen untuk bersilahturahmi dan merayakan iklim akademik fakultas serta mengundang berbagai pihak berkaitan untuk kerjasama dan semacamnya, Sudarmoko</span><span class="s1">, </span><span class="s3">juga berharap agenda ini juga menjadi forum untuk Fakultas Ilmu Budaya memajukan kebudayaan Indonesia. (<strong>rel</strong>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dies-natalis-fib-unand-ke-39-pandemi-bukanlah-halangan/">Dies Natalis FIB Unand ke-39: Pandemi Bukanlah Halangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/97 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:40:49 by W3 Total Cache
-->