<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#fgd Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/fgd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/fgd/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2023 07:52:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#fgd Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/fgd/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FGD Tata Kelola Indarung I, Semen Padang Hadirkan Dirjen Kebudayaan</title>
		<link>https://prokabar.com/fgd-tata-kelola-indarung-i-semen-padang-hadirkan-dirjen-kebudayaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2023 07:52:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#dirjenkebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#fgd]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Meski kawasan Cagar Budaya Indarung I telah direkomendasikan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN), PT Semen Padang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fgd-tata-kelola-indarung-i-semen-padang-hadirkan-dirjen-kebudayaan/">FGD Tata Kelola Indarung I, Semen Padang Hadirkan Dirjen Kebudayaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Meski kawasan Cagar Budaya Indarung I telah direkomendasikan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN), PT Semen Padang sebagai perusahaan Semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, terus berkomitmen untuk mewujudkan kawasan Cagar Budaya Indarung I sebagai World Heritage.</p>
<p>Salah satu wujud dari komitmen tersebut, adalah dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Pabrik Indarung I di Wisama Indarung, Selasa (17/1/2023). Bekerjasama dengan Indarung Heritage Society, FGD itu menghadirkan Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid, Ph.D, sebagai keynote speaker.</p>
<p>FGD yang berlangsung hingga Kamis (19/1/2023) depan itu, dibuka oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, dan dihadiri Kapala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disdikbud Kota Padang, Syamdani, dan sejumlah budayawan dan sejarawan Sumbar.</p>
<p>Selain itu, juga hadir sejumlah staf pimpinan PT Semen Padang. Di antaranya, Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariata, Nur Anita Rahmawati, dan Staf Capex yang juga anggota tim Pendaftaran Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang, Nurita Handayani.</p>
<p>Indrieffouny Indra dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui FGD Tata Kelola Pabrik Indarung I ini, Semen Padang berharap dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang konstruktif, sehingga ke depannya Kawasan Cagar Budaya Indarung I bisa terkelola dengan baik, seusai dengan harapan bersama.</p>
<p>&#8220;Pabrik Indarung I Semen Padang adalah tonggak sejarah industri semen dan beton di Indonesia. Tahun 2022, Indarung I sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi, dan sudah direkomendasikan oleh TACBN sebagai Cagar Budaya Nasional. Tentunya, kami berharap Indarung I selayaknya dapat dijadikan Cagar Budaya Nasional,&#8221; kata Indrieffouny.</p>
<p>Direksi yang akrab disapa Arif itu juga berharap di tahun 2023 ini, Indarung I sudah dapat menjadi tempat diselenggarakannya event-event seperti pertunjukan, diskusi dan webinar. Namun di samping itu, juga dibutuhkan kolaborasi dengan BUMN lainnya, pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyiapan sarana dan prasarananya.</p>
<p>&#8220;Di tahun 2023 ini, kami juga berharap Indarung I dapat mulai didaftarkan untuk World Heritage dan juga untuk Memory of The World. Untuk itu, kami butuh dukungan banyak pihak, supaya Pabrik Indarung I selain sebagai tonggak sejarah industri semen dan beton di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, keberadaannya dapat bermanfaat bagi banyak hal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid, Ph.D, menyebut bahwa saat ini, Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang sudah masuk ke dalam tahap pembahasan. Kalau sudah selesai, maka akan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. &#8220;Insya Allah tahun ini ditetapkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang, katanya melanjutkan, memiliki potensi yang luar biasa. Bukan karena luasnya, tapi sejarahnya dan unik. Apalagi saat ini, tidak banyak pabrik yang utuh seperti Pabrik Indarung I Semen Padang ini.</p>
<p>Walaupun usia Indarung I sudah lebih 100 tahun, tapi Semen Padang menaruh perhatian kusus terkait pelestarian Cagar Budaya Pabrik Indarung I. &#8220;Ini luar biasa sekali perhatiannya,&#8221; kata pria yang akrab disapa Fay itu, mengapresiasi.</p>
<p>Terkait potensi kawasan Indarung I Semen Padang sebagai World Heritage, Hilmar menyampaikan ada proses yang cukup panjang untuk menyusun berkas atau dossier. Dan tentunnya, juga harus melihat semua outstanding universal value-nya seperti apa, dan apa saja atribut yang mau didaftarkan. Karena, begitu mulai didaftarkan, maka langsung terkait dengan tanggung jawab.</p>
<p>Misalnya, rangka-rangka besi yang ada di Kawasan Cagar Budaya Indarung I mau dijadikan atribut atau tidak. Kalau iya, tentu harus dilestarikan dan harus ada langkah-langkah untuk memastikan keselamatan rangka-rangka besi ini. Untuk itu, ini perlu didiskusikan secara lebih detil, terutama dengan pemilik aset.</p>
<p>&#8220;Jadi, mungkin gak ini (Indarung I) bisa ditetapkan sebagai World Heritage? Tapi yang jelas, sebagai Cagar Budaya Nasional saja, arti pentingnya bagi masayarakat juga sudah naik, sudah lebih kuat. Makanya, ini harus ditindaklanjuti dengan mengaktivasi Kawasan Cagar Budaya Indarung I. Saya harap FDG selama tiga hari ini untuk mendiskusikan hal itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pada FGD itu, Hilmar menyampaikan dalam mengelola Cagar Budaya, harus memiliki visi dan kemampuan mengimajinasikan sesuatu dalam mengerahkan sumber dayanya. Kemudian, mengesekusinya dalam sebuah organisasi. Menurutnya, nilai yang sangat besar terletak di sana. &#8220;Indarung I ini skalanya tidak main-main. Indarung I itu suatu kompleks besar,&#8221; ujanya.</p>
<p>Maka dari itu, lanjutnya, kepada peserta FGD, belajarlah dari Industri Heritage (Kawasan Indarung I) untuk membangun imajinasi, dan belajarlah memobilisasi dan membangun organisasi. Karena, ini sangat esensial untuk dijawab sebelum memikirkan kegiatan-kegiatan lainnya yang akan dibuat atau diselenggarakan di Kawasan Cagar Budaya Indarung I ini.</p>
<p>Namun begitu, dirinya yakin pelaku budaya dan seniman di Sumbar memiliki kemampuan kreatif untuk membangun mimpi bersama dalam mengelola Kawasan Cagar Budaya Indarung I, sehingga ke depan bisa menjadi destinasi wisata industri heritage. Karena, yang namanya cultural tourism ataupun heritage tourism, berkaitan dengan ekonomi.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini di dunia yang namanya heritage tourism dan cultural tourism merupakan salah satu yang paling besar. Kalau bicara angka, perkiraannya totalnya 500 miliar dolar per tahun. Untuk itu, saya juga berharap pemerintah daerah harus dapat menjadi fasilitator bagi pelaku budaya dan seniman. Mohon maaf, selama ini itu belum terjadi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Alumni Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu juga menyampaikan soal cagar budaya atau warisan budaya. Kata dia, walaupun dia benda mati, tetapi ketika diberikan makna terhadapnya, maka banyak sekali hal-hal yang bisa muncul, termasuk berbagai pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting dan relevan untuk hari ini.</p>
<p>Cagar budaya, sebutnya, itu betul berasal dari masa lalu, tapi harus jelas poin relevansinya untuk di masa sekarang ini. Kemudian, manfaat dari kehadiran cagar budaya atau warisan budaya juga harus jelas. Dan menurutnya, kalau untuk memberikan segala macam insight, itu merupakan suatu hal. Tapi manfaat yang sifatnya langsung, paling penting dan mendasar, harus bisa menumbuhkan rasa memiliki dan rasa menjadi bagian.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak berhasil melahirkan efek itu, maka kita mesti bicara tentang bagaimana ini bisa dikelola, sehingga bisa menumbuhkan rasa memiliki dan rasa menjadi bagian. Karena, ada banyak warisan budaya yang tidak dikenal akibat tidak adanya pengelolaan yang baik, bahkan tidak dilindungi, sehingga hilang begitu saja,&#8221; pungkas Dosen Tetap Pasca Sarjana Institut Kesenian Jakarta itu. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fgd-tata-kelola-indarung-i-semen-padang-hadirkan-dirjen-kebudayaan/">FGD Tata Kelola Indarung I, Semen Padang Hadirkan Dirjen Kebudayaan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Riset Prodi Ekonomi Pembangunan UBH Gelar FGD Secara Virtual</title>
		<link>https://prokabar.com/tim-riset-prodi-ekonomi-pembangunan-ubh-gelar-fgd-secara-virtual/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 13:17:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#fgd]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#UBH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Tim Riset Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bung Hatta sukses menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) secara virtual...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-riset-prodi-ekonomi-pembangunan-ubh-gelar-fgd-secara-virtual/">Tim Riset Prodi Ekonomi Pembangunan UBH Gelar FGD Secara Virtual</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Tim Riset Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bung Hatta sukses menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) secara virtual melalui aplikasi Zoom.</p>
<p>Sebagai orientasi dalam FGD tersebut, tema yang diusung ialah &#8220;Model Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Berwawasan Lingkungan di Sumatera Barat&#8221;.</p>
<p>Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, Kamis (22/10).</p>
<p>&#8220;Pertama, atas nama pimpinan Universitas Bung Hatta kami mengucapkan selamat dan suskes kepada tim peneliti dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, FEB, Universitas Bung Hatta. Pelaksaan riset ini telah menjadi kontribusi dokumen kajian pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup dari perspektif politik, kebijakan pemerintah, pelaksanaan di lapangan dan kajian studi empiris. Hasil kegiatan ini juga menghasilkan rumusan rekomendasi kebijakan dalam memperkaya kajian model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan di Sumatera Barat. Oleh sebah itu, pimpinan Universitas Bung Hatta akan terus mendukung penuh aktivitas dosen di bidang tridarma perguruan tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;FGD ini dilaksanakan sebagai wadah untuk mendapatakan masukan demi pendalaman materi kajian tentang model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan Di Sumatera Barat,&#8221; kata Ketua Pelaksana Acara, Dr. Evi Susanti Tasri.</p>
<p>Lebih lanjut, Evi Susanti mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pencapaian luaran penelitian DRPM Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI berupa dokumentasi laporan hasil uji coba produk penelitian.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan kontribusi nyata kami di Universitas Bung Hatta, terutama Program Studi Ekonomi Pembangunan, yang peduli pada kondisi lingkungan dengan terlibat langsung pada kajian lingkungan dan pembangunan ekonomi. Hal ini juga merupakan bentuk nyata sinergi lembaga perguruan tinggi dengan pemerintah dalam melakukan kajian untuk rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil studi empiris di lapangan,&#8221; imbuh Evi Susanti Tasri, yang didampingi oleh dua anggotanya, Dr.(Cand). Kasman Karimi, dan Dr. Irwan muslim.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini merupakan wadah untuk publikasi hasil dari model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan di Sumatera Barat yang telah dirumuskan oleh tim riset. Di samping itu, FGD ini berfungsi untuk memperluas relasi kerja sama dalam bidang kajian pembangunan ekonomi dan lingkungan,&#8221; timpal Dr. Irwan muslim.</p>
<p>Sebagai pemateri dalam FGD ini, diundang Agustaviano Sofjan (Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Ditjen Kerjasama multilateral Kementrian Luar negeri) yang membahas soal &#8220;Kajian Pembangunan dan Ekonomi Lingkungan Hidup&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, materi terkait pelaksanaan konsep pembangunan berwawasan lingkungan hidup dalam kebijakan pemerintah disampaikan oleh Dr. Soeryo Adiwibowo, Penasehat senior Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.</p>
<p>&#8220;Apresiasi terhadap tim studi yang telah meneliti relasi antara kerugian bencana dengan pendapatan, angkatan kerja, dan kemiskinan; eksternalitas negatif pengelolaan sumbar daya alam; model bencana sebagai sebab-akibat variabel ekonomi; model kinerja pelaksanaan program berwawasan lingkungan. Oleh sebab itu, perlu lebih banyak lagi akademisi yang meneliti relasi antara pembangunan berkelanjutan, sosial ekonomi, dan kebencanaan,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Selanjutnya, topik tentang kebijakan pembangunan ekonomi dan lingkungan di Sumatera Barat dibahas oley Assoc. Prof. Dr. Idris, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.</p>
<p>Kemudian, topik tentang kualitas lingkungan hidup dan permasalahan di lapangan di wilayah Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Desrizal, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Dari pihak Universitas Bung Hatta sendiri, topik tentang kajian model evaluasi pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan di Sumatera Barat disampaikan oleh Dr. Evi Susanti Tasri,  Tim Peneliti Riset BRin dari Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta Padang.</p>
<p>Terakhir, topik tentang kualitas lingkungan dan pembangunan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan disampaikan oleh Rizka Zulfikar,  dari Universitas Islam Kalimantan MAB, Banjarmasin.</p>
<p>Peserta FGD ini terdiri atas dosen/peneliti, Aparatur Negeri Sipil (ASN) di wilayah Sumatera Barat, kepala dan staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota di wilayah Sumatera Barat, mahasiswa sarjana dan pascasarjana, serta umum<strong>.(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-riset-prodi-ekonomi-pembangunan-ubh-gelar-fgd-secara-virtual/">Tim Riset Prodi Ekonomi Pembangunan UBH Gelar FGD Secara Virtual</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 31/63 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.009 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:35:33 by W3 Total Cache
-->