<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#FakhrizalGenius Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/fakhrizalgenius/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/fakhrizalgenius/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2020 02:36:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#FakhrizalGenius Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/fakhrizalgenius/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satu Nagari Satu Produk, Jangan Jadi Pak Tiru</title>
		<link>https://prokabar.com/satu-nagari-satu-produk-jangan-jadi-pak-tiru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 02:36:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=78065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kejayaan ekonomi Minangkabau zaman lampau terajunya ada pada one village, one product, atau satu nagari satu produksi. Jika ada yang sama,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/satu-nagari-satu-produk-jangan-jadi-pak-tiru/">Satu Nagari Satu Produk, Jangan Jadi Pak Tiru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kejayaan ekonomi Minangkabau zaman lampau terajunya ada pada one village, one product, atau satu nagari satu produksi.</p>
<p>Jika ada yang sama, bukan karena pak tiru melainkandisebabkan basis komunal mereka memang itu. Inilah yang sedang dipikirkan Jenderal Fakhrizal dan Genius Umar.</p>
<p>Menurut keduanya, Minggu (22/11) gubernur baru harus bisa menjadikan sistem ekonomi pertanian di Sumbar fokus. Ia memungut contoh ekonomi tua di Agam. Di sana tiap nagari punya spesialisasi yang diabaikan pemerintah. Sungai Pua misalnya pandai besi dibiarkan saja.</p>
<p>Lawang sentra gula tebu, juga dibiarkan. Lawang dengan kacang tanah tak dibina. Nagari Sanjai, dengan kripik, tinggal namanya saja karupuak sanjai tapi sudah jadi milik umum sehingga, yang lain kehilangan kreativitas. Demikian juga kopi di Bukik Apik, diperdiarkan saja alami.</p>
<p>Bofet Sianok, sudah tak ada padahal untuk sarapan pagi perlu. Belum lagi perkayuan di Tilatang Kamang, anak ikan di Gaduik dan lainnya. Demikian juga di Padang Pariaman, produksi minyak kelapa kurang dijaga oleh pemerintah. Ini benar-benar memerlukan tindakan nyata.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi di Tanah Datar. Lamang Tapai Limo Kaum terkesan tak dibina. Lihat saja, penjualannya hanya di sela-sela toko pakaian di dalam pasar. Padahal terkenal seantero nusantara. Harusnya dibina dan ditata dengan baik, sehingga benar-benar meningkatkan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Belum lagi kopi eks tanam paksa di sepanjang lereng Marapi. Makanya Koto Tuo dan Pasia Laweh fokus pada tanaman dan produksi kopi sampai saat ini. Tetapi pemasarannya masih terbatas. Padahal itu salah satu komoditi eskpor yang tentu nilai ekonomisnya lebih baik.</p>
<p>“Tentu disertai dengan kemasan dan jaminan mutu yang baik. Di sana perlu kehadiran pemerintah dalam hal pembinaan,” kata Jenderal.</p>
<p>Ia juga tertarik dengan produk Belango yang dihasilkan masyarakat Galo Gandang, Kecamatan Rambatan. Hingga saat ini pasar produk itu masih tersedia di sejumlah daerah tetangga seperti Sumatera Utara, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau. Itu dengan bentuk produk dan pola pemasaran yang dipertahankan dari dulu.</p>
<p>“Jika ada sentuhan pemerintah untuk memberdayakan beragam produk dan dibantu pemasarannya, ini akan semakin memperkokoh ekonomi masyarakat setempat,” lanjut Fakhrizal.</p>
<p>Belum lagi Kacang Randang Pariangan, Saka Niro di Sungayang dan banyak lagi lainnya. “Jika peta pertanian Sumbar itu kokoh maka ekonomi akan kokoh pula. Pertumbuhan ekonomi akan naik,” tegasnya.</p>
<p>Limapuluh Kota dengan produksi gambirnya dan peternakan ayam.</p>
<p>“Pasaman Barat juga harus difokuskan dengan budidaya jagung. Sementara daerah pesisir Pariaman, Pesisir Selatan dan lainnya tentu dengan kemajuan nelayan dan potensi wisata bahari. Dibarengi dengan seni tradisi dan kulinernya.</p>
<p>“Gandeng perguruan tinggi, berdayakan masyarakat agar ekonomi mereka kokoh. Sumatera Barat kuat dan SDM-nya unggul,” tambah Genius Umar. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/satu-nagari-satu-produk-jangan-jadi-pak-tiru/">Satu Nagari Satu Produk, Jangan Jadi Pak Tiru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pupuk Langka, Petani Mengadu ke Jenderal Fakhrizal</title>
		<link>https://prokabar.com/pupuk-langka-petani-mengadu-ke-jenderal-fakhrizal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 12:58:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=77651</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kisah pupuk langka di Sumatera Barat sudah disuarakan petani, bahkan sudah berdaun mulut mereka karena protes tapi tak didengar. Urusan ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-langka-petani-mengadu-ke-jenderal-fakhrizal/">Pupuk Langka, Petani Mengadu ke Jenderal Fakhrizal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kisah pupuk langka di Sumatera Barat sudah disuarakan petani, bahkan sudah berdaun mulut mereka karena protes tapi tak didengar. Urusan ini bertali-temali dengan distributor, perusahaan pupuk serta bupati. Belum pernah ada sejarahnya, pupuk tak pernah langka. Ada-ada saja masalah pada bulan tertentu, tiba-tiba saja pupuk lenyap.</p>
<p>Pemuka di Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Dt Basa Sikumbang, kepada Jenderal Fakhrizal menyebutkan, di daerahnya pupuk langka, jalan rusak berat.</p>
<p>&#8220;Kami meminta pemimpin yang benar-benar tokohlah, yang paham dengan masyarakatnya, bukan pemimpin yang takah yang punya mobil dan membayarkan minuman kami di kedai. Kami butuh pemimpin yang sadar dengan keadaan masyarakatnya,&#8221; ungkap Dt Basa Sikumbang, Rabu (11/11).</p>
<p>Lebih lanjut Dt Basa mengatakan sering terjadi kelangkaan pupuk. Padahal Solok terkenal dengan berasnya. Jangan sampai Solok kehilangan berasnya karena pupuk yang langka.</p>
<p>Kemudian warga Salayo, Haji Buya Mujahid menyampaikan keluhannya. Yakni jalan ke daerahnya yang belum pernah diperbaiki sama sekali oleh pemerintah.</p>
<p>&#8220;Semenjak zaman dari Pak Harto hingga hari ini, jalan ke Koto Hilalang tak pernah diperbaiki, Pak. Jika terpilih nanti tolong perbaiki jalan ini, sudah tua saya sekarang,&#8221; ungkap Mujahid.</p>
<p>Jika rakyat masih mengeluh soal pupuk dan jalan yang tak pernah diperbaiki, maka itu artinya hal mendasar yang belum tersentuh. Ironis sebenarnya. Pupuk memang mata bisnis yang gampang diselewengkan oleh siapa saja. Gubernur baru nanti, mestilah serius mengawal pupuk, sebab belum ada yang benar-benar mau mengawasinya.</p>
<p>Pupuk, bagi petani, penting, sama posisinya dengan pestisida. Dua hal ini, mesti harganya terjangkau dan jangan pakai langka. Kenapa? Karena petani tak meminta, tapi membeli. Masa urusan menjual pupuk pada petani saja, serumit itu benar.</p>
<p>Sementara itu, pedagang di Bukittinggi juga mengeluh kepada Fakhrizal. Sebab, pasa langang, sewa kadai maha. Fakhrizal &#8220;dicegat&#8221; karena sejak pandemi Covid-19, aktivitas pasar kian sepi. Apalagi para wisatawan makin hari semakin sedikit yang datang ke Bukittinggi.</p>
<p>&#8220;Pak berhenti dulu sebentar. Kami ingin menyampaikan unek-unek soal nasib kami sejak pandemi. Jual beli kami di sini turun tajam. Tolong perhatikan persoalan ini kalau bapak jadi gubernur nanti,&#8221; sebut salah seorang pedagang yang mencegat Fakhrizal.</p>
<p>Ia terpaksa mencegat Fakhrizal karena dari semua calon Gubernur Sumbar, belum ada seorang yang melintas ke Jam Gadang atau masuk ke Pasar Ateh. Berhubung, Fakhrizal dan rombongan tengah melintas di Jam Gadang, maka disetop.</p>
<p>Bukitttinggi, memang hidup dari pasar. Kalau pasar sepi, maka uang beredar, turun drastis. Pasar ramai, jika wisatawan lokal, regional dan wisman datang ke kota itu. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pupuk-langka-petani-mengadu-ke-jenderal-fakhrizal/">Pupuk Langka, Petani Mengadu ke Jenderal Fakhrizal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ke Pusat Fakhrizal Oke, ke Bawah Apalagi</title>
		<link>https://prokabar.com/ke-pusat-fakhrizal-oke-ke-bawah-apalagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 04:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=77544</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; urusan juluak manjuluak ke pusat, Fakhrizal oke, sebab sebenarnya dia orang pusat. Ke bawah? Itu jangan disebut lagi, pantang berputik waktu,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ke-pusat-fakhrizal-oke-ke-bawah-apalagi/">Ke Pusat Fakhrizal Oke, ke Bawah Apalagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; urusan juluak manjuluak ke pusat, Fakhrizal oke, sebab sebenarnya dia orang pusat. Ke bawah? Itu jangan disebut lagi, pantang berputik waktu, dia sudah tiba di tengah-tengah rakyat.</p>
<p>Ke pusat dimaksud tak main bagaimana meyakinkan Jakarta. Ini agar dana mengalir ke Sumbar. Fakhrizal pasti takkan sendiri tapi bersama partai pengusung. Lagi pula Genius Umar, bukan orang sembarangan. Dia walikota yang punya jalur khusus ke Jakarta. Dengan demikian, pasangan ini kuat untuk urusan pusat daerah<br />
Sumbar memang &#8216;kering&#8217; dana pusat.</p>
<p>Sekadar penjawab tanya saja, memang ada. <em>Cupak balili saja, tak balanjuang</em>. Daerah lain, selain <em>balanjuang, baserak-serak</em> saking banyaknya.</p>
<p>Sudah lama Sumbar haus dan iri melihat provinsi tetangga membangun dengan anggaran yang banyak. Sumbar berkutat dengan dana yang minim. Itulah sebabnya harapan tertumpang pada Fakhrizal- Genius. Jangan ditukar-tukar juga tempat tegak.</p>
<p>Dalam takaran yang ada, Fakhrizal cukup kualitas dan kapasitas untuk berurusan dengan pusat. Selain dia jenderal, medan tugasnya yang luas selama ini memungkinkan hal itu. (malin palito)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ke-pusat-fakhrizal-oke-ke-bawah-apalagi/">Ke Pusat Fakhrizal Oke, ke Bawah Apalagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenderal Ajak Jaga Dunsanak Kita dari Covid-19</title>
		<link>https://prokabar.com/jenderal-ajak-jaga-dunsanak-kita-dari-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2020 14:16:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=77055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Jenderal Fakhrizal berharap warga Sumbar menjaga dunsanak-dunsanaknya dari wabah Covid. &#8220;Ini serius sebab yang namanya wabah bisa memakan korban siapa saja,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jenderal-ajak-jaga-dunsanak-kita-dari-covid-19/">Jenderal Ajak Jaga Dunsanak Kita dari Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Jenderal Fakhrizal berharap warga Sumbar menjaga dunsanak-dunsanaknya dari wabah Covid.</p>
<p>&#8220;Ini serius sebab yang namanya wabah bisa memakan korban siapa saja, mumbang jatuh kelapa jatuh, maka mari waspada sembari terus beraktivitas,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Fakhrizal, mungkin Allah sedang mengalihkan takdir kita ke takdir yang lain. Itulah sebabnya, warga Sumbar mesti bisa menyiasatinya. Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun.</p>
<p>Dalam kerumuman tak tahu siapa sakit siapa sehat, tapi kalau sudah kena baru menyesal. Covid, kata jenderal adalah wabah, sehebat wabah flu 100 tahun silam.</p>
<p>&#8220;Surang nan sakik,&#8221; ampek nan damam,&#8221; kata dia. Ungkapan ini maksudnya, jika ada seseorang sakit maka seisi rumah juga sakit&#8221;. Kalau wabah bisa sakit benaran, sebab klaster rumah tangga sudah banyak ditemukan.</p>
<p>Bagi jenderal, maminteh sabalum anyuik, jauh lebih bertanggung jawab daripada mengobati.</p>
<p>Hari ini jumlah pasien Covid, terus naik. Ini mengindikasikan kewaspadaan yang terus melemah.</p>
<p>Fakhrizal mengapresiasi para dokter dan tenaga medis yang bekerja luar biasa. Demikian juga pada Gugus Tugas Covid.</p>
<p>Wabah sudah datang sejak 2 Maret lalu hingga kini masih meluas. Wabah akan berkurang penularannya, jika orang per orang disiplin. Dalam rangka disiplin itulah Jenderal, mengajak warga Sumbar untuk menjaga diri dan dunsanak masing-masing.</p>
<p>Jika sudah menjaga satu sama lain, maka ketika itu wabah akan berhenti meluas. Wabah kata dia, adalah penyakit yang melanda dunia. Sekarang dunia sedang sakit, maka hindari agar jangan sakit. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jenderal-ajak-jaga-dunsanak-kita-dari-covid-19/">Jenderal Ajak Jaga Dunsanak Kita dari Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani, Nelayan dan Pedagang Jadi Perhatian Utama Fakhrizal-Genius</title>
		<link>https://prokabar.com/petani-nelayan-dan-pedagang-jadi-perhatian-utama-fakhrizal-genius/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2020 16:26:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76749</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Petani, nelayan dan pedagang kecil mayoritas masyarakat Sumatera Barat. Sayang, belum banyak di antara mereka menikmati yang namanya kesejahteraan. Jangankan untuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-nelayan-dan-pedagang-jadi-perhatian-utama-fakhrizal-genius/">Petani, Nelayan dan Pedagang Jadi Perhatian Utama Fakhrizal-Genius</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Petani, nelayan dan pedagang kecil mayoritas masyarakat Sumatera Barat. Sayang, belum banyak di antara mereka menikmati yang namanya kesejahteraan. Jangankan untuk pendidikan anak, kadang untuk kebutuhan sehari-hari saja masih susah.</p>
<p>Inilah potret Jenderal Fakhrizal saat mengunjungi hampir seluruh wilayah Sumatera Barat saat jadi Kapolda, dan silaturahim kampanyenya sebagai calon gubernur periode mendatang.</p>
<p>Ke depan kata Jenderal, mereka harus jadi perhatian utama. Sebab, mayoritas kalangan ini yang menghuni bumi Sumbar ini. Untuk nelayan, mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir jadi fokus utama. Mereka dapat dibantu alat tangkapan ikan, perahu mesin dan tempat penyimpanan ikan. &#8220;Kekayaan laut luar biasa melimpah, tidak sebanding dengan tingkat kesejahteraan nelayan kita,&#8221; kata Irjen (Purn) Fakhrizal, Senin (26/10).</p>
<p>Hal demikian katanya dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para nelayan dalam menangkap ikan, sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin modern. &#8220;Sebagian besar nelayan kita tradisional, mereka butuh dorongan dan pembinaan agar jadi nelayan modern. Di sana lah tugas pemerintah daerah, selain sisi sarana dan prasarana melaut,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Demikian juga dengan para istri nelayan. Mereka juga harus diperhatikan dengan keterampilan sesuai dengan minat masing-masing, sehingga ikut menopang ekonomi keluarga. Bisa saja berdagang, membuat kerajinan, menjahit dan lainnya. &#8220;Pendidikan anak-anak nelayan juga harus dibantu, baik dari segi pembiayaan dan sarana serta prasarana penunjang,&#8221; kata jenderal lagi.</p>
<p>Sementara pedagang terutama pedagang kecil tengah menghadapi masalah besar. Utamanya adalah menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19. Akibatnya tak sedikit diantara mereka yang gulung tikar. Persoalan utama tentu permodalan. Sehingga ke depan mereka harus dibantu dengan akses modal berupa pinjaman lunak, sehingga usaha mereka minimal tetap berjalan di tengah kesulitan ekenomi saat ini.</p>
<p>Selain itu, juga dibarengi dengan pembinaan terhadap mereka, agar usaha dagang mereka tetap disesuaikan dengan selera masyarakat. Sebab, saingan mereka tidak hanya sesama pedagang di lokasi setempat, tetapi juga dengan berkembangnya penjualan secara online belakangan ini. &#8220;Mereka juga harus dibantu untuk dapat berdagang di tempat yang layak, yang mengundang ramainya pembeli datang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara untuk kemajuan petani Sumatera Barat, calon Wakil Gubenur Genius Umar jauh-jauh haari sudah sudah menggulirkan Program Kredit Usaha Rakyat untuk Petani.</p>
<p>Menurut Genius Umar dibalik-balik seperti apa pun Sumatera Barat pasti sektor pertanian tetap primadona masyarakat. “Karena apa? Sumatera Barat sejak dulu, kini dan ke depan adalah daerah agraris, maka pengembangan pertanian harus mampu mengangkat perekonomian masyarakat,” ujar Walikota Pariaman nonaktif itu.</p>
<p>Dan faktanya petani di Sumbar mayoritas masih mengeluh soal income dan finansial sehingga menggerus tingkap kesejahteraan mereka. “Harus ada kucuran stimulus untuk mengangkat harkat dan martabat bapak dan ibu tani di Sumbar ini. Kredit Usaha Rakyat untuk Petani adalah solusi yang akan saya dan Pak Fakhrizal retas ketika amanah diberikan masyarakat Sumbar pada 20 Desember 2020,” ujar Genius Umar.</p>
<p>Tapi menggarap total potensi pertanian menurutnya, tetap menekankan untuk selalu mempertimbangkan dan memperhatikan keseimbangan ekologi. “Lalu, pemasaran produk pertanian juga mesti nyambung dengan produk pertanian yang ditanam di samping untuk kebutuhan konsumsi lokal juah menjadikan Sumbar sebagai kawasan yang harus bisa memperkokoh fungsinya sebagai lumbung pangan kawasan Sumatera,” kata doktor Lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.</p>
<p>Menurutnya, potensi pertanian luar biasa dengan sumber daya petani Sumbar oke, sangat terbuka produk ekspor hasil pertanian Sumbar ke banyak negara di kawasan ASEAN. “Ini bisa terwujud jika Sumbar mampu mempertahankan jalur lalu lintas mulus ke Dumai dengan membuka jalur penyangga ke jalur utama Padang-Dumai, jadi campur tangan pemerintah itu tidak sekadar bagi bibit gratis lalu bapak dan ibu petani dibiarkan begitu saja, pemerintah harus berperan dari hulu ke hilir untuk sektor pertanian ini. Dan Fakhrizal-Genius (FaGe) leading soal ini,”ujarnya.</p>
<p>Kridit Usaha Rakyat untuk Petani lalu distribusi pemasaran sampai ekspor di siapkan pemerintah, menurut Genius Umar pasti memberi nilai tambah pertanian. “Secara ekonomi akan terwujud dan masyarakat akan sejahtera. Setiap kabupaten dan kota harus mampu membuat diffrensiasi produk pertanian yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakatnya,” ujar Genius.</p>
<p>Tentulah kata Genius Umar untuk memulai pertanian dengan pola indistri agribisnis memerlukan modal yang besar dan petani untuk memulai tidak memiliki modal. “Di situ, saya katakan tadi peran pemerintahlah yang akan membantu petani kepada aksesibilitas permodalan dan KUR ini juga diasuransikan sehingga jika terburuk terjadi gagal panen tidak membuat petani bertambah masalah. Dari Kesemuan itu pemerintah bertanggung jawab terhadap pasca panen dan tentu saja tekhnologi pertanian bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petani-nelayan-dan-pedagang-jadi-perhatian-utama-fakhrizal-genius/">Petani, Nelayan dan Pedagang Jadi Perhatian Utama Fakhrizal-Genius</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluhan Ninik Mamak Dicatat Jenderal</title>
		<link>https://prokabar.com/keluhan-ninik-mamak-dicatat-jenderal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2020 15:56:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ninik mamak kita di bawah mengurus segala soal, tapi tak ada anggaran. Ban kalau tak ada angin, mobil tak bisa jalan....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keluhan-ninik-mamak-dicatat-jenderal/">Keluhan Ninik Mamak Dicatat Jenderal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Ninik mamak kita di bawah mengurus segala soal, tapi tak ada anggaran. Ban kalau tak ada angin, mobil tak bisa jalan. Itulah sebabnya, jenderal mencatat semua masukan dan keluhan tersebut.</p>
<p>Adalah Kerapatan Adat Nagari (KAN) di Sumatera Barat yag memikul beban adat istiadat Minangkabau. Nagari punya banyak urusan. Kalau Pak Wali, ada anggaran, sedang KAN sayuik-sayuik sampai. Suatuketika ada, saat lai tidak.</p>
<p>Basis atau pondasi pelaksanaan adat tentulah di nagari. Ada nagari yang kaya, ada yang miskin. Sumar daya alam tak ada. Yang semacam ini, kata Jenderal perlu mendapat perhtian khusus. Ini namanya kebijaksanaan kepala daerah.<br />
Jika ninik mamak pemangku adat bisa bertemu dalam rapat sekali sebulan, maka masalah di nagari bisa diraih.</p>
<p>Rapat bisa dilaksanakan jika ada yang dibahas. Membahas saja tanpa ada anggaran, bisa tapi lambek jalannya.<br />
Nagari akan elok kalau posisi pemeritah dan pemangku adat seimbang. Demikian juga ulama dan cadiak pandai. Penghormatan yang diberikan juga seimbang.</p>
<p>Ajaran adat menyebut, &#8220;kato pangulu manyalasaikan, mandareh kato dubalang. Adaik kok kurang takuasoi, dunia menjadi takupalang.</p>
<p>Untuk niat baik itulah KAN harus mendapat perhatian. Tidak saja dari sengi anggaran tapi juga dari pelatihan-pelatihan. Bukankah adat dipakai baru, kain dipakai usang.</p>
<p>Jenderal bermaksud membahas secara terperinci apa saja kebutuhan KAN di nagari. Ini penting dibicarakan, karena untuk kuatnya sebagai nagari, KAN memang harus bekerja maksimal untuk warga komunalnya.</p>
<p>Dalam kenyataan banyak urusan mesti singgah dulu ke KAN, baru kemudian pemerintah nagari. Kesadaran berbudaya Minang juga bisa tumbuh jika KAN telah memainkan perannya di desa adat. (malin kapalo koto)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keluhan-ninik-mamak-dicatat-jenderal/">Keluhan Ninik Mamak Dicatat Jenderal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenderal Fakhrizal : Giatkan Olah Raga di Nagari</title>
		<link>https://prokabar.com/jenderal-fakhrizal-giatkan-olah-raga-di-nagari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2020 04:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Fage]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76328</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Tiap nagari di sini, punya satu lapangan bola, dengan pengecualian beberapa nagari saja. Walau begitu, di paruh Orde Baru, banyak lapangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jenderal-fakhrizal-giatkan-olah-raga-di-nagari/">Jenderal Fakhrizal : Giatkan Olah Raga di Nagari</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Tiap nagari di sini, punya satu lapangan bola, dengan pengecualian beberapa nagari saja. Walau begitu, di paruh Orde Baru, banyak lapangan bola tingga sakarek, atau terdesak oleh bangunan SD Inpres. Tak ada lagi tanah, maka untuk sekolah, terpaksa tanah lapang dikorbankan.</p>
<p>Negeri kita, kata Jenderal Fakhrizal, adalah negeri dengan remajanya yang mandi keringat kala sore. Main bola, main volly, bulutangkis atau pimpong, di sebelahnya anak-anak main cakbur. Ada yang latihan silat dan bela diri lainnya. Negeri kita, riang tak tertirukan. Hal serupa terus berlangsung hingga kini, lalu muncul permainan yang relatif baru, futsal.</p>
<p>Fakhrizal ingin, olahraga apa saja di nagari riuh. Olahraga rakyat yang bertujuan untuk kesehatan dan prestasi. Jika pergi ke nagari-nagari, kata dia, banyak sekali bibit berbagai cabang olahraga, namun kurang terasah. Bola kaki misalnya, lapangan bola adalah saksinya. Saksi bagaimana remaja desa bermain secara alami. Itupun menjadi hebat. &#8220;Bayangkan kalau dilatih secara profesional,&#8221; kata dia, Kamis (22/10).</p>
<p>Bulutangkis juga demikian, permainan yang satu ini, selalu ada di nagari, menjadi tontonan yang menegangkan. &#8220;Kita bisa menjemput masa jaya olahraga Sumatera Barat kembali, untuk itu perlu kebersamaan,&#8221; kata pemain bola ini.</p>
<p>Jenderal ingin ada lapangan bola lagi tiap nagari, walau mencari tanah susah. Ini disebabkan karena memang kampung mendesak ke jalan raya. Semua terisi, termasuk lapangan bola ada di sana.Yang masih punya, ia minta dipertahankan, sebab akan dipakai dari generasi ke generasi. &#8220;Kita coba perhatian nanti setelah Pilgub, sebab ini aset komunal, susah membuat lapangan bola itu sekarang, jadi saya punya atensi yang kuat pada hal itu,&#8221; kata Fakhrizal.</p>
<p>Pada tataran lebih tinggi, Fakrizal ingin Sumbar bicara di tingkat nasional, untuk jenis olahraga apapun, sebab itu akan menjadi kebangaan. Di Padang misalnya olahraga selaju sampan, dayung, renang, hebat. &#8220;Renang itu bagus sekali,&#8221;katanya. Cabang lain? Sama bagusnya, karenanya, setelah Pilgub, tugas dan beban membina cabang-cabang itu akan ia didistrisikan kepada individu atau perusahaan yang memang mampu untuk itu. &#8220;Kita berdoa saja, segalanya baik-baik saja,&#8221; kata dia. (malin kapalo koto)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jenderal-fakhrizal-giatkan-olah-raga-di-nagari/">Jenderal Fakhrizal : Giatkan Olah Raga di Nagari</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakhrizal : Kaji di Surau Jadi Bekal, Gaul di Lapau Jadi Ilmu</title>
		<link>https://prokabar.com/fakhrizal-kaji-di-surau-jadi-bekal-gaul-di-lapau-jadi-ilmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2020 12:12:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Jenderal kita ini anak desa. Mengaji ke surau. Pemain bola dan lama juga di rantau. Cukupkan. Untuk bisa jadi jenderal tak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-kaji-di-surau-jadi-bekal-gaul-di-lapau-jadi-ilmu/">Fakhrizal : Kaji di Surau Jadi Bekal, Gaul di Lapau Jadi Ilmu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Jenderal kita ini anak desa. Mengaji ke surau. Pemain bola dan lama juga di rantau. Cukupkan. Untuk bisa jadi jenderal tak serta merta, tapi merangkak dari bawah. Kalau ada anak-anak kita mau masuk angkatan, jenderal siap kasih tips-tips. Dialah Jenderal Fakhrizal.</p>
<p>Jenderal yang humble ini seperti kita-kita juga. Kucikaknya pas. Dia dari Agam, gudangnya orang-orang pintar, gudangnya tata kelola ekonomi. Dia anak sawah, anak surau dan anak ibunda. Pada ibu, pria ini santunnya luar biasa. Pada orang kampung takzim.</p>
<p>Menurut dia, rumah adalah akar tunggang pendidikan, surau tiang utama pendidikan agama Islam anak-anak Minang. Masyarakat adalah hamparan luas ilmu pengetahuan. Kita bina keluarga, hasilnya akan dirasakan oleh satu kaum. Kaum yang baik akan membuat nagari baik, nagari-nagari akan membuat Minangkabau baik. Sekolah adalah ladang ilmu, savana nan sesayup mata memandang. Jika anak masuk sekolah, kita takkan gamang kalau agamanya sudah kuat.</p>
<p>Surau, bukan konsep yang ditulis-tulis lalu dipidatokan, tapi alami. Ini kisah masa lalu kita bersama saudara dan kawan-kawan sepermainan. Kini mungkin namanya TPA. Apapun itu, guru ngajinya kan inyiak-inyiak, urang siak, ustad-ustad urang awak juga. Kajinya sama, walau sudah merentang jauh ke masa ini.</p>
<p>Selain mengaji, juga bisa membaca doa, salawat pada Nabi serta ilmu-ilmu agama lainnya. Fakhrizal, sekali lagi seperti kita-kita ini, ilmu agamanya rata-rata air saja. Kurang tidak, banyak pun tidak. Itulah sebabnya, urusan agama diserahkan pada ulama. Ia ingin Sumbar religius, tapi bagaimana caranya? Ulama yang tahu.</p>
<p>&#8220;Saya akan belajar pada para ulama dan minta pada beliau untuk membangun Sumbar yang religus, basamo mangko menjadi,&#8221;kata dia.</p>
<p>Kunci akhlak, kata Fakhrizal ada di ujung selendang ibunda. Maksudnya, ibulah yang membimbing anak-anaknya. Itu sebabnya, Fakhrizal dan Genius Umar, ingin kaum perempuan, remaja puteri Minangkabau, tahu akan fikh perempuan dan mengerti agama. Jangan ngamuk-ngamuk saja, perempuan tak tutup aurat, lalu anak-anak gadis kita itu disalah-salahkan.</p>
<p>&#8220;Saya berprinsip, tak kenal maka tak dipraktikkan ilmu agama itu,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Karenanya, sekolah-sekolah seperti MTI Canduang, Jago, Pasia, Tanyuah, Thawalib Padang Panjang, Parabek,Padang Japang, Diniyyah Puteri Padang Panjang, perlu dibawa seperahu, sebiduk, berdayung kita bersama.</p>
<p>&#8220;Saya haqul yakin, bisa, tapi kalau sekadar ngecek-ngecek saja, takkan bisa,&#8221; kata dia.</p>
<p>Selain itu di tiap nagari ada TPA MDA, surau atau tampek pengaji, kita mestilah memberikan perhatian pada guru ngaji.</p>
<p>&#8220;Guru ngaji itu perlu dihormati dan dihargai,:&#8221; kata dia pula.</p>
<p>Ulama-ulama tradisional,ulama sarungan di nagari, dalam ilmunya, tenang jiwanya, tak pernah benar-benar dapat perhatian. Fakhrizal dan Genius mau bersama mereka.</p>
<p>Sekarang kata Fakhrizal, berhenti memandang remaja puteri kita serba salah, dia anak kemenakan kita. Menjaga mereka jangan seperti dubalang, marah-marah saja, tapi dengan lembut.</p>
<p>Kelembutan Minangkabau itu ada pada mereka. Tak peduli mau sekolah agama atau umum, itu pilihan mereka, tapi dasar kuat beragama sudah ada sejak dari rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Sekarang kita tinggal menjaganya, serta memperkuatnya.&#8221;</p>
<p><strong>Jenderal dari Anak Desa</strong></p>
<p>Tak ada anak desa tak pandai main bola. Sepak belakang? Gampanglah itu. Cuma kemudian oleh kita-kita ini, tak dilatih. Oleh Fakhrizal diasah. Jika tak jadi polisi entahlah, jangan disebut lagi, sudah jadi pemain bola dia, PSP Padang.</p>
<p>Lalu ia jadi polisi. Kini jenderal. Kerek juga kita. Bini rancak pula, tak akan dibawa kemana senangnya hati. Punya beberapa usaha yang dirintis sejak muda untuk bekal hari tua.</p>
<p>Kini mau jadi gubernur, kaji di surau jadi bekal, gaul di lapau jadi ilmu, hidup lama di rantau pengunci kata. Masak. Berat. Surau lapau rantau berat, biar jenderal saja</p>
<p>Rasanya saja yang murah jadi pimpinan itu. Kalau sekadar mahariak-hariak, main golf, teken surat, gampang. Yang susah menanai jabatan. Ini gubernur, jangan enaknya saja yang tampak. Amanah yang diemban, itulah tugas. Makanya jadi gubernur mengurus rakyat. Cobalah keker-keker, tenok baik-baik.</p>
<p>Itu juga mungkin yang mendorong sejumlah tokoh di Sumbar menyambangi ruang kerja Jenderal bintang dua ini jelang kepindahannya ke Mabes Polri beberapa waktu lalu. Mereka terdiri dari alim ulama hingga cadiak pandai.</p>
<p>Adapun tokoh yang hadir di antaranya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar, Duski Samad, Ketua DPW Muhammadiyah Sumbar Shofwan Karim, Buya Bagindo Leter, Buya Masoed Abidin serta tokoh lainnya. Mereka mengucapkan terima kasih atas kinerja Irjen Fakhrizal selama menjadi Kapolda Sumbar.</p>
<p>Menurut Buya Masoed Abidin, selama Fakhrizal memimpin Sumbar masyarakat Sumbar dari golongan bawah hingga atas merasakan hidup nyaman. Hal inipun yang menggerakkan para tokoh untuk sepantasnya mengungkapkan terima kasih.</p>
<p>Para tokoh tersebut menggambarkan sosok Fakhrizal telah melaksanakan petuah negeri selama menjabat Kapolda, seperti pepatah Minang kaluak paku kacang balimbiang, anak dipangku kemanakan dibimbing. Urang kampung lai dipatenggangkan. “Terselip rasa, rasa ini petuah kita. Kalau merantau, merantau kemana sajalah dulu. Nanti kalau berguna kembali ke kampung. Pulang kampung lebih membawa kebaikan dan martabat,” ungkapnya. (mkp/adv)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-kaji-di-surau-jadi-bekal-gaul-di-lapau-jadi-ilmu/">Fakhrizal : Kaji di Surau Jadi Bekal, Gaul di Lapau Jadi Ilmu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal UMKM, Konsep Fakhrizal dan Genius Umar Sudah Duduk Dari Hulu Sampai Hilir</title>
		<link>https://prokabar.com/soal-umkm-konsep-fakhrizal-dan-genius-umar-sudah-duduk-dari-hulu-sampai-hilir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2020 04:12:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Mau jadi gubernur buat visi misi, diupahkan pada ahli disurvei. Tukang survei masuk ke nagari. Tak usahlah. Begini saja, kalau jadi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/soal-umkm-konsep-fakhrizal-dan-genius-umar-sudah-duduk-dari-hulu-sampai-hilir/">Soal UMKM, Konsep Fakhrizal dan Genius Umar Sudah Duduk Dari Hulu Sampai Hilir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Mau jadi gubernur buat visi misi, diupahkan pada ahli disurvei. Tukang survei masuk ke nagari. Tak usahlah.</p>
<p>Begini saja, kalau jadi gubernur bisa tidak menolong ekonomi rakyat. Caranya? Makanya ape gue kate, tak usah tinggi benar angan-angan. Biasa-biasa saja tapi bajaso dek rakyat.</p>
<p>Kemarin Fakhrizal bicara soal pupuk, pasar pertanian dan sekarang UMKM. Pemerintah punya daftarnya tapi daftar saja, tolongnya sedikit doang.</p>
<p>Jangan hanya cerita. Begini: UMKM itu yang perlu sekarang cukup 3 saja. Modal, manajemen dan pasar. Bahkan pasar sudah mereka cari sendiri. Uang, modal, tak ada. Mau buka usaha mereka mati langkah.</p>
<p>Maka modal ada di bank, tapi bank kita sampilik kariang. Fakhrizal bisa atasi ini, kalau bank tak mau, jangan berusaha di Sumbar. Ini untuk rakyat. Bahwa selama ini sudah ada, iya. Tapi, indak jalan. Kalau pun jalan bantuak cipuik.</p>
<p>UMKM kuliner, pakaian, aksesoris dan oleh-oleh serta usaha-usaha pertanian, harus seriuslah. Selama ini dimabuk mimpi saja rakyat.</p>
<p>Bappeda harus jadi tungku kebijakan, kalau tak begitu, apa gunanya bappeda itu. Harus pintar. Harus punya wawasan.</p>
<p>Apalagi? Kita telah punya peta tingkat UMKM tapi harus dijaga akurasinya tahun ke tahun. Pendekatannya ke bawah jangan per proyek tapi per hati. Hati bekerja untuk rakyat. Jangan bergerak sedikit ditanya uang jalan. Rapat, pakai honor. Matilah bangsa ini kalau semua pakai honor. Oke pakai honor tapi tak ada gaji, mau? Gaji iya, honor iya, semua iya tapi hasil tak seberapa.</p>
<p>Fakhrizal akan menata pola kepedulian pemerintah pada UMKM bukan sekadar janji. Caranya dinas terkait dalam dua bulan pertama harus memberikan data akurat dan kemudian dibedah oleh ahli dan perbankan. UMKM jangan mengemis-ngemis pada bank, menetes air mata nenek moyang kita. Banklah yang harus datang.</p>
<p>Bank tak sekadar mencairkan kredit. Tetapi dipapah UMKM ini agar manjujuik. Tunjukkan cara mengelola keuangan dengan baik. Sehingga jelas berapa modal satu produk, dan berapa margin laba yang cocok. Dengan demikian harga produk UMKM kita bersaing. Jangan muncul image bagi wisatawan, harga produk lokal mahal.<br />
Tak hanya keuangan. Tunjukkan juga oleh perbankan bagaimana UMKM mengemas produk agar kekinian.</p>
<p>Disukai banyak orang. Jadi brand, seperti yang anak-anak muda lakukan pada Tangkelek. Sudah mendunia barangnya.<br />
Toh, keberadaan UMKM salah satu peluang bagi dunia kerja. Ribuan anak-anak muda Sumbar lulus sarjana tiap tahunnya, belum lagi tamat SLTA.</p>
<p>Mereka dipaksa buka usaha, tak melulu jadi PNS. Tetapi modal tak ada, kepandaian satangah-satangah.<br />
Di sinilah peran pemimpin daerah. Mendorong seluruh elemen membantu pengembangan UMKM di Sumbar. Mempermudah akses modal. Pembinaan benar-benar dikawal UMKM itu. Tak sekadar datang ke sana saat ada program, dan diundang seminar.</p>
<p>Seperti mamak ka tampek kamanakan orang dinas itu datang ke UMKM. Tanya apa masalah, dan carikan solusi terbaiknya.</p>
<p>Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Daya beli melemah. Syukur-syukur ditolong UMKM itu bertahan. Tidak mengurangi karyawan. Sehingga perekonomian di daerah ini tetap terjaga. Masyarakat terbantu, dan terselesaikan masalahnya. (rls/adv)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/soal-umkm-konsep-fakhrizal-dan-genius-umar-sudah-duduk-dari-hulu-sampai-hilir/">Soal UMKM, Konsep Fakhrizal dan Genius Umar Sudah Duduk Dari Hulu Sampai Hilir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakhrizal, Menggarap Pertanian Nagari Maka Ekonomi Membumbung</title>
		<link>https://prokabar.com/fakhrizal-menggarap-pertanian-nagari-maka-ekonomi-membumbung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2020 13:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#adv]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kalau mau jadi gubernur, apa modal? Visi misi? Mana? Kalau sekadar hoyak hosen ABS-SBK sudah lama ada. Gaya lamo. Bagi-bagi beras,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-menggarap-pertanian-nagari-maka-ekonomi-membumbung/">Fakhrizal, Menggarap Pertanian Nagari Maka Ekonomi Membumbung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kalau mau jadi gubernur, apa modal? Visi misi? Mana? Kalau sekadar hoyak hosen ABS-SBK sudah lama ada. Gaya lamo. Bagi-bagi beras, kampanye berselimut di balik jabatan, gaya lama juga. Rakyat sudah tahu itu. Lalu apa syaratnya? Apa yang hendak diperbuat? Bukan ota, tapi harus ada konsep yang bagus. Makanya, belok kiri, putar kanan, tibanya di Fakhrizal juga. Cagub ini sudah punya konsep yang mantap.</p>
<p>Fakhrizal akan membangun ekonomi pertanian. Caranya? Pupuk tersedia. Tidak seperti sekarang, tiap sebentar gantung. Pestisida murah. Tidak seperti sekarang, tiap tahun naik. Harga-harga hasil pertanian, tiap sebentar ambruk. Fakhrizal sedang mencari orang, bagaimana bisa memenuhi semua kebutuhan dapur Batam, Kepulauan Riau.</p>
<p>Sekarang saja bawang perai tak terpenuhi, permintaan 100 baru bisa dikirim sepertiga. Bawang perai misalnya. Belum lagi beras, lado, bawang, ketumbar. Jadi, Fakhrizal ingin fokus ke pertanian.</p>
<p>Jalan tol yang baru 4,2 Km itu, jika Fakhrizal jadi gubernur berdua dengan wagubnya Genius Umar, akan mengawalnya dengan ketat, turun ke jalan, tidak pandang-pandang saja dari Padang. Sekarang, banyak pandang dari kerja. Kerja sedikit, suara besar. Entah apa yang terjadi di negeri ini, provinsi ini. Jadi sudahlah, apa juga lagi. Hebat benar cagub-cagub Sumatera Barat ini, apa kerjanya bisa dinikmati nanti. Fakhrizal yang lagak aslinya Minang itu, bisa ditagih.</p>
<p>Dalam pandangan empiris, Sumatera Barat hari ini dibalut masalah, hasil pertanian tidak terjual dengan baik dan murah. Ini karena pasar sesuka hatinya saja, kadang murah, kadang mahal. Pertanian kita, tidak tergarap dengan baik. Lahan milik keluarga hanya 0,5 hektare, kalau ada di atas itu, maka dia orang kaya. Mana ada diperhatikan pemerintah. Itu baru lahan, belum lagi tentang hasil pertanian semisal gambir, kayu manis, kopi, pemerintah ikut-ikutan lalu kusut masai. Karet, tak direvitalisasi, sawit milik swasta, sedang rakyat di sana-sana saja. Jadi, gubernur besok ini, harus fokus pada pertanian. Jangan yang dipikirkan yang tinggi-tinggi.</p>
<p>Sumatera Barat yang katanya industri otak itu, kadang hanya galambuang saja. Tikamnya kurang. Banyak yang menggebu saat kampanye saja, kalau sudah terpilih, gila ke Jakarta saja, ditanya dia marah-marah. Dibuat pers, dia mengambok.</p>
<p>Kalau Fakhrizal dan Genius menang? Kita kawal, kita ingatkan baik-baik, jangan gila ke Jakarta saja, tapi ke desa, ke nagari, bertemu rakyat. Semua kepala daerah kita dengan alasan rapat, tiap cacah ke Jakarta. Sepekan bisa 4x kali ke Jakarta. Entah apa yang dia cari di sana. Ke Nagari? Indak ado. Dalam pidato ada.</p>
<p>Sudah rahasia umum, waktu kampanye lunak gigi dari lidah, &#8220;kita akan perhatikan rakyat, kita akan membangun kampung halaman, pemuda harapan bangsa, bundo kanduang jangan dilupa.&#8221; Itu otak intelek saja. Kenyataannya tidak demikian. Ulama dan niniak mamak kita gandeng? Hahaha tanya saja sama ulama dimana di Sumbar ini ada ulama dan ninik mamak digandeng dengan serius? Oh ada dong. Alhamdulillah.</p>
<p>Kebudayaan tak disentuh, kepedulian pada alam, penangulangan bencana alam dilupakan. Lupo apak tu, baa juo lai. Indak pangana we-e sinan doh. Maunya bangun mall, maunya bangun gedung maunya yang indak-indak saja. Bangun rakyat, bangun pertaniannya, bangun ekonominya. Provinsi itu ada karena ada rakyat. Malah ekonomi rakyat yang diabaikan.</p>
<p>Buka baju, pakai singket saja, turun bantu rakyat. Tiga tahun paling lama menjujut ekonomi rakyat. Kalau gubernur turun, maka bupati dan walikota jangan sok mantap. Ini wilayah saya, ini rakyat saya. Lalu indak basapo-an jo gubernur. Kalau begitu berhenti sajalah Anda sekarang. Fokuslahlah pada rakyat, jangan WTP ke WTP juga lagi. Ambil cangkul bekerja bersama rakyat. (rls/adv/*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-menggarap-pertanian-nagari-maka-ekonomi-membumbung/">Fakhrizal, Menggarap Pertanian Nagari Maka Ekonomi Membumbung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Pesan Jusuf Kalla ke Fakhrizal dan Genius Umar</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-pesan-jusuf-kalla-ke-fakhrizal-dan-genius-umar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2020 06:16:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74343</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Fakhrizal-Genius Umar bersilaturahim ke kediaman mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-pesan-jusuf-kalla-ke-fakhrizal-dan-genius-umar/">Ini Pesan Jusuf Kalla ke Fakhrizal dan Genius Umar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Fakhrizal-Genius Umar bersilaturahim ke kediaman mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) akhir pekan lalu.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, salah seorang tokoh bangsa itu menitip banyak pesan kepada mantan Kapolda Sumbar dan Walikota Pariaman tersebut. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Barat.</p>
<p>“Beliau (Jusuf Kalla) memberikan banyak arahan kepada kami sebagai juniornya dalam pemerintahan. Pesan beliau untuk Sumatra Barat adalah tingkatkan kualitas pendidikan,” tulis Genius Umar dalam akun instagramnya @geniusumar.</p>
<p>Sektor pendidikan yang harus ditingkatkan kualitasnya menurut Jusuf Kalla bukan hanya pada pendidikan yang bersifat umum, namun juga sektor pendidikan yang bersifat keagamaan seperti pesantren. Pesantren yang ada di Sumbar perlu dibangkitkan kembali dan ditingkat kualitasnya.</p>
<p>Kata JK, dulu dari 10 penceramah masjid di Jakarta, 9 orang di antaranya berasal dari Minang. Selain itu juga menurut Jusuf Kalla, dahulu pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang berasal dari Sumbar, berbasis intelektual.</p>
<p>Foto-foto pertemuan dengan Jusuf Kalla itu diposting Genius Umar di akun Instagramnya @geniusumar. Dia bersama Fakhrizal ditemani Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Perindustrian Fahmi Idris dan Anggota DPR RI Darul Siska.</p>
<p>Seperti diketahui, pasangan yang diusung Golkar, Nasdem dan PKB ini menjadikan pendidikan sebagai salah satu program unggulannya dalam Pilgub Sumbar 2020 ini.</p>
<p>Fakhrizal menyebut, angka kemiskinan di Sumbar bisa ditekan melalui jalur pendidikan. Salah satu programnya di bidang pendidikan adalah satu rumah satu sarjana.</p>
<p>“Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan, dan peran pemerintah harus nyata karena warga miskin ini kesulitan ekonomi untuk dapat menguliahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi,” ujarnya.</p>
<p>“Kota Pariaman sudah melakukan dengan mengirimkan anak-anaknya untuk kuliah ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan, dan peran pemerintah harus nyata karena warga miskin ini kesulitan ekonomi untuk dapat menguliahkan anaknya ke kenjang perguruan tinggi,” katanya.</p>
<p>Program ini telah berhasil di Kota Pariaman. Sejak tahun 2018, pemuda dan pemudi Kota Pariaman yang berasal dari keluarga kurang mampu, telah dikuliahkan oleh Pemko Pariaman.</p>
<p>“Misi kami untuk Sumbar 5 tahun ke depan, salah satunya adalah program satu rumah satu sarjana. Akan kita terapkan untuk tingkat Sumbar nantinya, sehingga kedepan angka kemiskinan di Sumbar dan kami optimis kemiskinan dapat kita turunkan lagi,” katanya.</p>
<p>Paslon ini mengelaborasi program yang sukses dilakukan oleh Genius Umar, sebagai Walikota di Kota Pariaman ini, untuk dibawa nantinya ke tingkat Sumbar. “Saya optimis kemiskinan bisa punah di tanah Sumbar melalui pendidikan. Jika di satu rumah tangga ada anaknya sarjana, pasti si anak akan banting tulang dan memutar otak, bagaimana keluarganya dapat keluar dari garis kemiskinan,” tambah Genius Umar.</p>
<p>Program satu rumah satu sarjana juga menjawab dan menaikan rating harga diri keluarga tersebut.</p>
<p>“Siapa bilang keluarga miskin tidak bisa kuliah dan menjadi sarjana. Kota Pariaman sudah melakukannya dan kini kita akan menjadikan program untuk Paslon Fakhrizal-Genius Umar di Pilkada Sumbar 2020,” sambungnya.</p>
<p>Genius mengatakan, program satu rumah satu sarjana tersebut akan menjadi prioritas unggulan dari paslon FaGe. Mereka berjanji siap mewujudkan mimpi dunsanak Minang, yang tidak mampu menguliahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi.</p>
<p>“Semua gratis bahkan dikasih uang saku setiap bulannya, anak rumah tangga miskin mendapatkan program ini, tugasnya hanya satu, selesaikan kuliah, dapat pekerjaan dan lepaskan ayah bunda dari kemiskinan,” katanya.</p>
<p>“Untuk program satu rumah satu sarjana demi memutus mata rantai kemiskinan, saya dan Pak Fakhrizal siap debat terbuka di forum resmi dengan siapa saja. Tidak itu saja FaGe pun siap kontrak sosial dengan masyarakat terkait program ini,” tambahnya. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-pesan-jusuf-kalla-ke-fakhrizal-dan-genius-umar/">Ini Pesan Jusuf Kalla ke Fakhrizal dan Genius Umar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakhrizal, &#8216;The Smilling General&#8217; yang &#8216;Minang Banget&#8217;</title>
		<link>https://prokabar.com/fakhrizal-the-smilling-general-yang-minang-banget/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2020 05:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=73945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Dibawa ke kiri ditarik ke kanan, atas ke bawah, ternyata yang dibutuhkan urang awak untuk jadi gubernur tak lain: lagak langgam,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-the-smilling-general-yang-minang-banget/">Fakhrizal, &#8216;The Smilling General&#8217; yang &#8216;Minang Banget&#8217;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Dibawa ke kiri ditarik ke kanan, atas ke bawah, ternyata yang dibutuhkan <em>urang awak</em> untuk jadi gubernur tak lain: <em>lagak</em> langgam, tutur kata, tak dibuat-buat. Natural saja, apa adanya. <em>Minang bangets,</em> kata anak muda kini.</p>
<p style="text-align: left;">Apa pula itu? Kalau dia harus <em>ba ambo,</em> ada waktunya, <em>ba awak</em> ada saatnya, <em>ba angku</em> apalagi. <em>Samo gadang kato bagarah,</em> biasa saja. <em>Kucikak pamanih kato,</em> tapi dalam <em>angguak sabana angguk,</em> tak ada <em>geleng.</em> Kalau <em>panek</em> tak suka dibilang, jujur saja. Marah ya marah, <em>bakawan ya bakawan,</em> sayang ya sayang. Natural. Yang natural itu adalah Jenderal Fakhrizal.</p>
<p>Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat ini bersama pasangannya Genius Umar telah mendaftar ke KPU Sumbar, Minggu (6/9) siang. Fakhrizal memang putra asli Sumbar. Dia lahir di Bukittinggi 26 April 1963. Meski besar oleh keluarga tentara, namun Fakhrizal memilih menjadi polisi. Dia kini adalah purnawirawan Polri, pangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen) dengan jabatan terakhir Analis Kebijakan Utama Sabhara Baharkam Polri.</p>
<p>Sebelumnya pernah menjabat Kapolda Sumbar pada desember 2016 hingga desember 2019. Tak hanya itu, Fakhrizal juga pernah menjabat Kapolda Kalimantan Tengah. Kariernya banyak malang melintang di bidang intelijen.</p>
<p>Sementara Genius Umar lahir di Kota Pariaman 24 Juli 1972. Genius merupakan Walikota Pariaman petahana periode 2018-2023. Sebelumnya dia juga menjabat Wakil Walikota Pariaman pada periode 2013-2018. Genius merupakan seorang birokrat yang meniti karir dari bawah mulai dari staf di kecamatan, menjadi sekretaris camat hingga menjadi Walikota Pariaman.</p>
<p>Ia lulusan STPDN (kini IPDN) angkatan 1994. Tak berhenti di situ, Genius juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara, LAN. Melanjutkan master di Studi Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada hingga meraih Doktor di IPB Bogor. Fakhrizal dikenal sebagai pemimpin tanpa sekat dan dinding pembatas. Ia sudah terbiasa membaur dengan semua kalangan masyarakat.</p>
<p>Saat berjumpa dengan siapapun, dia selalu menyambut dengan senyum. Itulah ciri khas yang selalu melekat padanya. Jenderal rendah hati yang santun, Jenderal &#8216;Niniak Mamak&#8217;, begitulah masyarakat menyebutnya. Menurut Fakhrizal ada tiga hal pokok yang harus ada pada diri seorang pemimpin, yaitu hati, empati, dan bijaksana.</p>
<p>Jika pemimpin mengesampingkan empati, maka akan banyak ketimpangan yang akan terjadi. Begitu juga dengan hati, pemimpin itu harus bisa merasakan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Jangan hanya memikirkan diri sendiri atau kelompok.</p>
<p>&#8220;Jangan hilangkan hati dalam memimpin, berempatilah terhadap warga,&#8221; ujarnya kepada sejumlah wartawan. Kemudian, dalam mengambil keputusan, Fakhrizal mengungkapkan, bahwa sikap bijaksana merupakan hal yang harus ada melekat pada diri seorang pemimpin. Selama menjadi pemimpin di institusi kepolisian, seperti sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumbar, Fakhrizal menerapkan tiga kunci tersebut dalam mengayomi semua anggotanya dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat.</p>
<p>Terbukti, selama jadi Kapolda Sumbar, Fakhrizal dekat semua kalangan. Baik itu pemuda, tokoh adat, ulama, akedemisi, petani, nelayan dan sebagainya. Salah satu sikap bijaksana Fakhrizal yang disorot saat jadi Kapolda Sumbar ialah membayarkan ganti rugi Iwan Mulyadi, kemudian keluarga Faisal, Budri, dan Erik Alamsyah.</p>
<p>Berbicara lebih jauh lagi, Fakhrizal juga dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas dan bertanggung jawab. Hal itulah menjadi alasan Genius Umar mau mendampinginya untuk berlaga di Pilkada Sumbar mendatang.</p>
<p>&#8220;Saya siap menjadi Cawagub pak Fakhrizal karena ia pemimpin yang berkarakter dan punya leadership yang kuat, Sumbar sekarang dan ke depan butuh kepemimpinan seperti pak Fakhrizal,&#8221; kata Genius Umar beberapa waktu lalu. (rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-the-smilling-general-yang-minang-banget/">Fakhrizal, &#8216;The Smilling General&#8217; yang &#8216;Minang Banget&#8217;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakhrizal Tikam Jejak Sejarah, Polisi yang Jadi Gubernur</title>
		<link>https://prokabar.com/fakhrizal-tikam-jejak-sejarah-polisi-yang-jadi-gubernur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2020 09:21:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=73835</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211;  Dalam sejarah, gubernur pertama Sumatera Barat polisi adalah polisi berbintang satu, Brigjen Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa. Jejak itu, kini dirintis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-tikam-jejak-sejarah-polisi-yang-jadi-gubernur/">Fakhrizal Tikam Jejak Sejarah, Polisi yang Jadi Gubernur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211;  Dalam sejarah, gubernur pertama Sumatera Barat polisi adalah polisi berbintang satu, Brigjen Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa. Jejak itu, kini dirintis oleh  Irjen Polisi Fakhrizal, dia adalah petinggi Polri berbintang dua.</p>
<p>Memang sejarah selalu berulang: perwira polisi (Insya Allah) jadi gubernur Sumbar.</p>
<p>Irjen Pol Fakhrizal dan Genius Umar adalah pasangan yang seirama dengan gaya pergaulan Minangkabau. Fakhrizal adalah polisi gaul dan suka ke lapau, dipadupadankan dengan Genius yang Piaman asli.</p>
<p>Untuk jadi gubernur Sumbar tak rumit-rumit benar, kuncinya disenangi rakyat saja. Disenangi rakyat juga tak susah, syaratnya gaya jangan dibuat-buat.<br />
Rakyat tahu mana yang pura-pura merakyat dan mana yang apa adanya.</p>
<p>Dalam kajian tim, yang merakyat dan tidak dibuat-buat itu adalah Fakhrizal. Calon lain? Tentu tak etis menyebut pihak lain, apalagi calon gubernur.<br />
Merujuk masa lampau, rakyat Sumbar memerlukan gubernur yang merakyat. Juga memerlukan gubernur yang membangun.</p>
<p>Harun Zain, Azwar Anas dua contoh gubernur yang disuka di antara gubernur-gubernur yang hebat dan disukai rakyat.</p>
<p>Akan halnya Brigjen Pol Kaharoeddin adalah gubernur yang membangun rumah bagonjong (kantor gubernur) dan Mapolda sekarang. Itu berada dalam satu hamparan yang kemudian dibelah dua oleh Kaharoeddin.</p>
<p>Fakhrizal yang sedang menikam jejak pendahulu, diharapkan akan sukses dan jadi polisi kedua yang jadi Gubernur Sumbar.</p>
<p>Langkah itu sudah diawali Fakhrizal dan Genius dengan mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Minggu (6/9) siang.</p>
<p>Kedatangannya didampingi pengurus partai pendukung, diantaranya Wakil Ketua DPP Golkar Sumbar, Afrizal dan Sekertaris Desra Ediwan, Ketua DPW PKB, Febby Datuak Bangso dan Sekretaris Firdaus, Ketua DPW Partai Nasdem, Hendrajoni dan Sekretaris Musmaizar serta Ketua DPW PBB Sumbar Zaldi Heriwan.</p>
<p>Setelah turun dari mobil, Fakhrizal menuturkan ia datang mendaftar ke KPU merupakan berkat doa seluruh pihak.</p>
<p>&#8220;Syukur Alhamdulillah ya, kami pasangan Fakhrizal-Genius Umar mendaftar ke KPU. Ini semua berkat doa partai pengusung dan pendukung, kemudian relawan dan teman media,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kami optimis, Insya Allah, kalau Maha Kuasa merestui, kita jadi untuk memimpin Sumbar lima tahun ke depan,&#8221; timpalnya lagi.</p>
<p>Dikatakan, pihaknya juga telah menyiapkan tim kampanye dan pemenangan. &#8220;Komposisi tim sudah disusun, tim kampanye. Partai pengusung dan pendukung Partai Bulan Bintang dan Partai Berkarya,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, di luar gedung, ratusan pendukung memadati ruas jalan Pramuka, depan kantor KPU Sumbar, menunggu proses pendaftaran.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan perjalanan panjang, atas izin Yang Maha Kuasa, Pak Fakhrizal akhirnya bisa juga mendaftar, &#8220;ujar Adventur, pendukung Paslon Fakhrizal-Genius Umar. (Rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-tikam-jejak-sejarah-polisi-yang-jadi-gubernur/">Fakhrizal Tikam Jejak Sejarah, Polisi yang Jadi Gubernur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasangan Fenomenal Fakhrizal &#8211; Genius Umar Mendaftar ke KPU, Diiringi Ratusan Pendukung</title>
		<link>https://prokabar.com/pasangan-fenomenal-fakhrizal-genius-umar-mendaftar-ke-kpu-diiringi-ratusan-pendukung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 06:02:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=73726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pasangan Fakhrizal Genius Umar menjadi pasangan ketiga yang mendaftar ke KPU Sumbar.  Pasangan ini datang diiringi ratusan pendukung setia, baik partai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasangan-fenomenal-fakhrizal-genius-umar-mendaftar-ke-kpu-diiringi-ratusan-pendukung/">Pasangan Fenomenal Fakhrizal &#8211; Genius Umar Mendaftar ke KPU, Diiringi Ratusan Pendukung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pasangan Fakhrizal Genius Umar menjadi pasangan ketiga yang mendaftar ke KPU Sumbar.  Pasangan ini datang diiringi ratusan pendukung setia, baik partai maupun non partai. Pendukung bergerak dari posko pemenangan jalan Raden Saleh, Kecamatan Padang Utara.</p>
<p>Pasangan ini sedianya maju melalui jalur perseorangan,namun gagal karena dalam verifikasi faktual terjadi kendala. Akhirnya melalui kepercayaan publik pula pasangan ini didorong untuk maju melalui jalur parpol.</p>
<p>Fakhrizal-Genius datang pukul 11.00 WIB. Hadir juga petinggi partai pengusung yaitu Golkar, Nasdem, PKB dan PBB.</p>
<p>&#8220;Sejak awal saya dan Genius Umar sudah sejalan dan sepakat untuk bersama-sama membangun Sumatera Barat demi kepentingan masyarakat, kita perlu perubahan dalam tatanan peningkatan perekonomian dan pelayanan pada masyarakat,&#8217; ulas Fakhrizal.1</p>
<p>&#8220;Genius Umar itu sosok yang santun,cerdas dan memiliki inovasi luar biasa, bisa kita lihat di kota Pariaman, selama beliau memimpin jauh perubahannya,&#8221; tambah Fakhrizal lagi.</p>
<p>Menyikapi pernyataan Fakhrizal, Genius Umar mengatakan, ia mau berdampingan dan berpasangan dengan cagubnya saat ini karena sosok ninik-mamak dan kebapakan, selalu mampu menjaga perasaan semua orang.</p>
<p>&#8220;Pak Fakhrizal itu sosok pemimpin ninik-mamak, tidak bermasalah, dekat dengan semua kalangan, serta tidak memilih untuk berteman dan bersaudara, intinya beliau sosok bapak yang bisa mengayomi siapa saja,&#8221; ulas Genius.</p>
<p>Ditambahkannya, Fakhrizal setiap bertemu dengan siapa saja, selalu mengedepankan rasa persaudaraan, bahkan tidak pernah mengedepankan jabatannya, namun ia sosok tegas dalam bertindak menjalankan aturan.</p>
<p>&#8220;Fakhrizal itu sosok yang tegas dan humanis, tidak sombong dan rendah hati, selalu menyapa dan tersenyum ketika bertemu siapa saja,&#8221; puji Genius yang merupakan Walikota Pariaman itu.</p>
<p>Dil pihak, anggota DPRD kota Padang dari Partai Bekarya, Elmi Musim mengatakan, pasangan Fakhrizal-Genius Umar adalah yang ideal, karena sosok pemimpin peduli rakyat, dan tidak memandang strata atau tingkatan dalam berkomunikasi.</p>
<p>&#8220;Fakhrizal-Genius sosok pimpinan yang amat perlu didukung, karena sangat humanis, mau menerima saran dan masukan dari siapa saja untuk kebaikan bersama, moga Allah meridhoi pasangan ini untuk memimpin Sumatera Barat selama 5 tahun kedepan,&#8221; ulas Elmi Musim yang kerap dipanggil Ay.</p>
<p>Pendaftaran pasangan calon yang diterima komisioner KPU Sumbar dengan tenaga pendukung lainnya, juga dihadiri Bawaslu dan disaksikan puluhan wartawan, berjalan lancar sesuai standar protokoler kesehatan.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasangan-fenomenal-fakhrizal-genius-umar-mendaftar-ke-kpu-diiringi-ratusan-pendukung/">Pasangan Fenomenal Fakhrizal &#8211; Genius Umar Mendaftar ke KPU, Diiringi Ratusan Pendukung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/178 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.027 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 04:57:23 by W3 Total Cache
-->