<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Facebook Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/facebook/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 May 2024 13:11:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Facebook Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/facebook/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</title>
		<link>https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 13:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Propaganda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=120163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teknik propaganda selama ini sering kali digunakan untuk membentuk dan mengubah opini publik menggunakan teknik persuasif dan manipulatif. Konteks tersebut sejalan dengan Calin Hentea...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/">Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Teknik propaganda selama ini sering kali digunakan untuk membentuk dan mengubah opini publik menggunakan teknik persuasif dan manipulatif. Konteks tersebut sejalan dengan Calin Hentea yang mengatakan bahwa propaganda merupakan aktivitas komunikasi persuasif yang  dengan sengaja direncanakan untuk mempengaruhi dan mengubah sikap dan perilaku publik dengan menyebarkan informasi dan argumen palsu yang sebagian benar (Rusu &amp; Herman, 2018). Sejalan dengan itu, Rusu &amp; Herman (2018) juga mengatakan bahwa propaganda tidak bisa dianggap sebagai aktivitas subversif dan negatif melainkan bersifat menjatuhkan kekuasaan dengan cara di luar undang-undang dan terdapat perubahan secara menyeluruh dan mendasar. Hal tersebut tidak sedikit digunakan untuk merealialisasikan kepentingan luar negeri negara tersebut dengan tiga pendekatan. Pertama, propaganda dilakukan melalui aktor pemerintahan yang bertujuan untuk membentuk opini publik terkait isu-isu internasional yang dampaknya bisa dirasakan oleh suatu negara dan rakyatnya. Kedua, propaganda tidak sedikit digunakan untuk memperkokoh tindakan atau kebijakan publik suatu negara atau bahkan memperkuat branding suatu negara di mata negara lain. Ketiga, propaganda juga digunakan oleh lembaga non-pemerintah yang mencari akses terhadap saluran komunikasi global yang tujuannya juga untuk membantu merealisasikan kebijakan publik suatu negara dengan mempengaruhi opini publik  (Richard C. Vincent, 2016).</p>
<p>Setelah perang dunia pertama, propaganda tidak hanya terbatas pada peran para aktor pemerintahatan. Bentuk propaganda semakin mengalami perkembangan dengan menggunakan telegraf dan mesin cetak. Akses informasi diberikan kepada warga negara dan tentara di medan perang. Oleh karena itu propaganda telah menjadi cara yang mapan dalam mengubah dunia menjadi konflik dan peperangan yang mempengaruhi alam bawah sadar manusia (Abdulkhamidova, 2021).</p>
<p>Dewasa ini, propaganda telah beralih dari mesin cetak ke <a href="https://prokabar.com/perspektif-masyarakat-yang-dibajak-media/">media sosial</a>. Platform-platform digital seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi alat yang sangat efektif dalam menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Karakteristik media sosial yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat dan dapat diakses oleh jutaan orang dalam hitungan detik membuatnya menjadi sarana yang sangat potensial untuk tujuan propaganda. Media sosial tidak hanya digunakan oleh pemerintah tetapi juga oleh aktor non-pemerintah, termasuk perusahaan, kelompok kepentingan, dan individu. Salah satu contoh nyata dari penggunaan propaganda di media sosial adalah dalam kampanye politik. Kampanye-kampanye ini sering kali memanfaatkan iklan berbayar dan konten viral untuk membentuk opini publik. Misalnya, pada pemilihan presiden di berbagai negara, kandidat menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan mereka, menyerang lawan politik, dan menggalang dukungan. Teknik-teknik seperti micro-targeting, di mana pesan disesuaikan dengan demografi dan preferensi pengguna tertentu, menjadi semakin umum dan efektif dalam mempengaruhi pandangan politik masyarakat.</p>
<p>Selain itu, propaganda di media sosial juga sering memanfaatkan algoritma platform untuk memperluas jangkauan pesan mereka. Algoritma ini dirancang untuk menampilkan konten yang relevan dan menarik bagi pengguna berdasarkan aktivitas online mereka. Namun, hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan atau bias dengan lebih efektif. Misalnya, berita palsu atau hoaks dapat dengan cepat menyebar di platform media sosial, menciptakan misinformasi yang dapat mempengaruhi opini publik dan bahkan memicu tindakan sosial atau politik. Tidak hanya itu, propaganda di media sosial juga memanfaatkan &#8216;bot&#8217; dan akun-akun palsu untuk menyebarkan pesan secara otomatis. Bot ini dapat memposting, menyukai, atau membagikan konten dalam jumlah besar, menciptakan ilusi bahwa pesan tersebut didukung oleh banyak orang. Hal ini bisa memperkuat narasi tertentu dan membuatnya tampak lebih kredibel atau populer daripada yang sebenarnya.</p>
<p>Dalam konteks global, propaganda melalui media sosial juga digunakan untuk mempengaruhi opini publik di negara lain. Misalnya, terdapat laporan tentang campur tangan asing dalam pemilu negara lain melalui media sosial, di mana aktor-aktor dari luar negeri menggunakan platform tersebut untuk menyebarkan informasi yang bisa mempengaruhi hasil pemilu. Konteks Ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi medan baru dalam perang informasi dan propaganda di tingkat internasional. Secara keseluruhan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam cara propaganda dijalankan. Meskipun teknik-teknik dasar dari propaganda seperti manipulasi informasi dan teknik persuasif tetap sama, media sosial telah memberikan dimensi baru dalam hal kecepatan, jangkauan, dan efektivitas penyebaran pesan. Maka ini menuntut masyarakat untuk lebih kritis dan waspada terhadap informasi yang mereka terima, serta memahami bahwa di balik banyak pesan yang tersebar di media sosial, mungkin ada agenda tertentu yang ingin dicapai oleh para penyebar propaganda.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>Abdulkhamidova, F. (2021). <em>Role of Propaganda and its Effects on People ’ s Conscious Running head : ROLE OF PROPAGANDA AND ITS EFFECTS ON PEOPLE ’ S CONSCIOUS Role of Propaganda and its Effects on People ’ s Conscious Fazilat Abdulhamidova Public Opinion and Propaganda</em>. <em>July</em>.</p>
<p>Richard C. Vincent. (2016). Communication and Propaganda. In <em>The Red Vienna Sourcebook</em> (Issue July, pp. 232–268). https://doi.org/10.2307/j.ctvfrxrtp.41</p>
<p>Rusu, M.-L., &amp; Herman, R. (2018). The Implications of Propaganda as a Social Influence Strategy. <em>Scientific Bulletin</em>, <em>23</em>(2), 118–125. https://doi.org/10.2478/bsaft-2018-0015</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Fadhlil Wafi<br />
</strong><strong>Pascasarjana Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/media-sosial-bentuk-baru-propaganda-yang-lebih-efektif/">Media Sosial; Bentuk Baru Propaganda yang Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Industri Komunikasi Pengaruhi Prilaku Seksual Remaja</title>
		<link>https://prokabar.com/industri-komunikasi-pengaruhi-prilaku-seksual-remaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 03:10:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#Line]]></category>
		<category><![CDATA[#remaja]]></category>
		<category><![CDATA[#smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>
		<category><![CDATA[Seksualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211;  Perkembangan teknologi informasi dan industri komunikasi telah membuka babak baru bagi kemajuan peradaban manusia. Setiap individu dengan sendirinya memiliki inisiatif dan lebih...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/industri-komunikasi-pengaruhi-prilaku-seksual-remaja/">Industri Komunikasi Pengaruhi Prilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211; </strong></a> Perkembangan teknologi informasi dan industri komunikasi telah membuka babak baru bagi kemajuan peradaban manusia.</p>
<p>Setiap individu dengan sendirinya memiliki inisiatif dan lebih otonom untuk mengetahui apa yang ada di sekitarnya.</p>
<p>Kegiatan komunikasi yang dahululunya menggunakan peralatan yang begitu rumit, kini relatif sudah tergantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis.</p>
<figure id="attachment_97351" aria-describedby="caption-attachment-97351" style="width: 719px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/industri-komunikasi-pengaruhi-prilaku-seksual-remaja/dafrizal/" rel="attachment wp-att-97351"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-97351" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Dafrizal.jpg" alt="Dafrizal, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas" width="719" height="557" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Dafrizal.jpg 719w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Dafrizal-300x232.jpg 300w" sizes="(max-width: 719px) 100vw, 719px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97351" class="wp-caption-text">Dafrizal, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas</figcaption></figure>
<p>Di zaman sekarang manusia mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yang telah ada.</p>
<p>Jika tidak, mereka juga akan ketinggalan informasi dan mungkin juga akan terkucilkan atau teralienasi oleh keadaan.</p>
<p>Tapi, jika pemakai produk dari industri komunikasi ini tidak memaksimalkan fungsionalitas dan memakainya tidak sesuai dengan kebutuhan, maka kinerjanya tidak akan efektif.</p>
<p>Kemajuan teknologi komunikasi di satu sisi memberikan dampak yang positif seperti memudahkan manusia untuk berinteraksi antara satu dengan yang lain.</p>
<p>Bahkan memudahkan manusia untuk menjalankan aktivitasnya, dan memperoleh informasi.</p>
<p>Mudahnya informasi tersebut dapat mempengaruhi cara pandang, gaya hidup serta budaya dalam suatu masyarakat tertentu.</p>
<p>Di sisi lain, teknologi komunikasi juga mempunyai dampak negatif.</p>
<p>Misalnya menjadi pemicu melakukan perilaku menyimpang seperti penipuan, menyontek ketika ujian nasional, mengunduh situs-situs porno ataupun mengunggah gambar atau video porno yang dapat menyebabkan penurunan moralitas bangsa.</p>
<p>Terbukanya akses informasi memungkinkan setiap orang untuk mengakses berbagai macam informasi termasuk yang menyajikan adegan seksual secara implisit bagi remaja.</p>
<p>Bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi candu, tiada hari tanpa membuka media sosial, hampir 24 jam mereka tidak lepas dari <em>smartphone</em>.</p>
<p>Industri komunikasi terbesar yang paling banyak penggunanya antara lain; <em>Facebook, Twitter, Path, Youtube, Instagram, Line, Whatsapp, Blackberry Messenger.</em></p>
<p>Masing-masing media sosial tersebut mempunyai keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna media sosial yang mereka miliki.</p>
<h4>Penyalahgunaan Media Sosial</h4>
<p>Sebagian besar para remaja menggunakan smartphone yang memudahkannya mengakses situs porno.</p>
<p>Penggunaan smartphone ini perlu pendampingan dan edukasi agar perilaku seks tidak terjadi di kalangan remaja.</p>
<p>Minimnya pengetahuan tentang seks dan kemudahan akses pornografi justru mendorong remaja untuk mencoba-coba pengalaman baru.</p>
<p>Remaja memiliki rasa ingin tahu dan fantasi seksual yang begitu besar sehingga menyebabkan mereka mempraktikkan apa yang orang dewasa lakukan dan mencoba hal-hal baru dan sangat rentan terhadap informasi yang salah tentang perilaku seks.</p>
<p>Sebagian remaja yang penggunaan <em>gadget </em>tinggi dan sering mengakses media sosial untuk menonton video seks/ porno kemudian sering mempengaruhi pacar atau temannya untuk ikut menonton bersama.</p>
<p>Seorang remaja yang baru kenal dengan teknologi membuat mereka sulit menyesuaikan diri.</p>
<p>Kedua, perubahan teknologi mempunyai suatu tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Akan tetapi perubahan teknologi ini mempunyai dampak yang positif dan negatif terhadap perilaku remaja.</p>
<p>Perubahan teknologi yang berdampak pada interaksi sosial para remaja menyebabkan ketidakseimbangan antara norma lama dengan keadaan saat ini.</p>
<p>Sehingga remaja butuh kontrol sosial dari keluarga ataupun lingkungan terdekat mereka agar tetap terjadi keseimbangan antara nilai dan norma lama dengan kondisi sosial saat ini dengan tujuan untuk mempertahankan integrasi dalam masyarakat.</p>
<h4>Peran Strategis Sekolah</h4>
<p>Sekolah memiliki peran strategis dan penting selain keluarga yang utama dalam membentuk perilaku remaja.</p>
<p>Sekolah harus mampu mengidentifikasi interaksi-interaksi remaja selama di sekolah maupun di luar sekolah yang mempengaruhi para siswa terutama saat bersama dengan teman sebaya dan gurunya.</p>
<p>Beberapa cara untuk mencegah perilaku seks di Sekolah adalah dengan menjalin hubungan baik antara guru dan siswa sebagai strategi dalam mensosialisasikan nilai-nilai yang baik dan memberi pemahaman tentang perilaku serta pergaulan yang sehat.</p>
<p>Pemahaman remaja tentang seksual tidak lepas dari peran orangtua, karena edukasi awal tentang seks dimulai pada kehidupan dilingkungan keluarga.</p>
<p>Keengganan dan rasa malu remaja untuk berkomunikasi dengan orangtua sebagai tempat berbagi tentang masalah seks menjadikan mereka kehilangan arah dan gagal memahami pentingnya pendidikan seksual.</p>
<p>Peran orang tua sangat dibutuhkan remaja dalam memberikan informasi pengetahuan seks yang tepat. Orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab akan hal tersebut.</p>
<p>Mengingat anak remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi maka masa inilah yang sesungguhnya penting bagi orang tua untuk diperhatikan dalam memasuki nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.</p>
<p>Sehingga dengan demikian sangat jelas bagi kita bahwa permasalahan prilaku seksual remaja ini dapat ditangani secara bersama-sama oleh orang tua, sekolah, pemerintah dan remaja itu sendiri, yaitu dengan selalu terus diingatkan agar melakukan refleksi moral.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/industri-komunikasi-pengaruhi-prilaku-seksual-remaja/">Industri Komunikasi Pengaruhi Prilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</title>
		<link>https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 02:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#corona. #Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#literasi]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sexting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211;   Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;  </strong></a> Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia.</p>
<p>Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang ini begitu mudah tersedia melalui teknologi media yang berkembang, salah satunya platform media sosial.</p>
<p>Media sosial menjadi industri komunikasi raksasa. Publik mengonsumsi informasi dari media ini secara bebas.</p>
<p>Tidak hanya sebagai sarana mendapatkan informasi, setiap orang bahkan bisa menjadi pembuat informasi itu sendiri.</p>
<figure id="attachment_97344" aria-describedby="caption-attachment-97344" style="width: 951px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/asrizul-syafril/" rel="attachment wp-att-97344"><img decoding="async" class="size-full wp-image-97344" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg" alt="Asrizul Syafril, S.Kep Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas" width="951" height="653" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg 951w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-300x206.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-768x527.jpg 768w" sizes="(max-width: 951px) 100vw, 951px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97344" class="wp-caption-text">Asrizul Syafril, S.Kep, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas</figcaption></figure>
<p>Informasi yang ada di media sosial mengandung unsur positif dan negatif. Apalagi bisa menjadi sumber informasi tercepat untuk publik.</p>
<p>Keterbukaan informasi di media sosial membuat siapa saja bisa mengetahui apa saja.</p>
<p>Namun, terkadang informasi tersebut parsial sehingga bisa menimbulkan misspersepsi  bagi konsumen informasi.</p>
<p>Pengguna media ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa, namun juga remaja. Rentang usia  remaja menurut <em>World Health Organization</em> (WHO) yaitu 10-19 tahun.</p>
<p>Peraturan Menteri Kesehatan RI no 25 tahun 2014 menyatakan usia remaja adalah 10-18 tahun, sedangkan menurut BKKBN remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah.</p>
<p>Mengutip data statista (2020), remaja usia 13-17 tahun menduduki peringkat ke tiga paling banyak sebagai pengguna media sosial di Indonesia. Kemudian penduduk usia 18-24 tahun, dan yang paling banyak usia 25-34 tahun dengan rincian 20,6 % laki-laki dan 14,8 % perempuan. Pada tahun 2021, <em>We are social hootsuite </em>juga telah merilis data media sosial yang paling banyak di akses di Indonesia.</p>
<p>Hasilnya <em>youtube</em> menduduki peringkat pertama yang paling banyak di akses masyarakat Indonesia, kemudian  <em>whatsapp</em>, <em>instagram</em>, dan <em>facebook</em>.</p>
<h4>Konten seksual</h4>
<p>Kondisi media sosial saat ini, terdapat konten-konten berbau seksual yang bisa mengarahkan remaja untuk melakukan perilaku seksual tidak sehat.</p>
<p>Perilaku seksual oleh remaja bisa berupa berpegangan tangan antara lawan jenis, <em>kissing</em>, hingga terjadinya penetrasi atau <em>sexual</em> <em>intercouse</em>.</p>
<p>Aktivitas seksual ini tentu akan memicu terjadinya kehamilan di luar nikah yang beresiko terjangkit penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonorhea, bahkan HIV dan AIDS.</p>
<p>Konten-konten yang tidak ramah terhadap remaja ini bisa kita lihat salah satunya dari konten kreator <em>youtube</em> yang pernah viral pada tahun 2019. Awalnya kanal <em>youtube </em>ini menyajikan konten <em>gaming</em>, namun terselip video yang bernuansa vulgar dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak <em>viewers</em>.</p>
<p><a href="https://milenialisme.com/edukasi/model-pembelajaran-nested-dalam-menghadapi-tantangan-pendidikan-di-era-pandemi/"><strong>Model Pembelajaran Nested dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Pandemi</strong></a></p>
<p>Menelisik media sosial <em>instagram</em> juga terdapat konten-konten yang tidak ramah dengan remaja, bahkan media sosial berbasis video <em>tik tok</em> pun banyak menampilkan video-video yang bisa membuat remaja berprilaku seksual yang tidak sehat.</p>
<p>Orang-orang termasuk remaja cenderung suka melihat gambar atau video setengah telanjang di situs media sosial daripada gambar atau video di situs porno.</p>
<p>Apalagi sekarang situs porno sudah di blokir oleh Kominfo. Konten kreator memanfaatkan realita ini di media sosial.</p>
<p>Mereka menyajikan hal-hal yang vulgar dan seksual demi mendapatkan <em>cuan</em> untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p>Remaja cenderung ingin mencoba sesuatu yang baru untuk menjawab rasa penasaran mereka. Konten-konten di media sosial bisa menjadi informasi yang liar bagi remaja.</p>
<p>Tanpa adanya bimbingan dan pengawasan, remaja bisa berimajinasi dan berfantasi bebas terhadap apa yang mereka lihat di media sosial.</p>
<p>Remaja umumnya menjadi penyebab terjadinya perilaku seksual, terutama saat berpacaran.</p>
<h4>Data Survei</h4>
<p>Data survei demografi dan kesehatan menyatakan 33 % remaja mulai berpacaran pada usia 15-17 tahun.</p>
<p>Para remaja yang berpacaran tak hanya berkomunikasi tatap muka saja, namun juga melalui saluran-saluran media ini.</p>
<p>Apalagi pada saat pandemi Covid-19. keterbatasan bertemu langsung membuat aktivitas komunikasi hanya melalui media tersebut.</p>
<p>Hal inilah yang menimbulkan aktivitas <em>sexting</em>. Aktivitas ini merupakan kegiatan pengiriman teks, gambar, atau video yang bernuansa seksual.</p>
<p><em>Sexting</em> ini bisa dengan cara mengirim text, foto atau video secara langsung melalui media komunikasi seperti <em>whatsapp</em> atau memposting di media sosial.</p>
<p>Penelitian Mirnawati jufri tahun 2019 terhadap remaja di kota makassar menemukan 90,1 % remaja terpapar dengan aktivitas <em>sexting</em>. 33,5 % remaja mengirimkan pesan <em>sexting</em> berupa foto, dan media sosial yang paling banyak digunakan dalam aktivitas <em>sexting</em> adalah <em>facebook</em>.</p>
<p>Mengutip buku “Hidup cuma satu kali” dari Kementrian Komunikasi dan Informatika tahun 2013, perilaku <em>sexting</em> mempengaruhi perilaku seksual remaja.</p>
<p>Sebanyak 40 % remaja yang berhubungan seksual dalam tujuh hari terakhir, mengakui bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh aktivitas <em>sexting</em> sebelumnya.</p>
<p>Efek negatif dari <em>sexting</em> akan berlanjut ke tahap hubungan yang lebih intim. Tidak hanya itu, foto atau video bisa disebar melalui media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, bahkan dari pasangan sekalipun.</p>
<p>Banyak kasus yang dilaporkan terkait penyebaran konten <em>sexting</em> ini, rata-rata disebarkan oleh mantan pacar dan masih berusia remaja.</p>
<p>Kasus ini akan meninggalkan trauma psikologis terhadap korban dari <em>sexting</em>, yang bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri hingga berujung depresi.</p>
<p>Namun yang lebih penting, remaja yang melakukan <em>sexting</em> akan beresiko terjadinya kehamilan pada usia remaja. kehamilan pada usia remaja akan beresiko terhadap janin hingga bisa menyebabkan terjadinya stunting pada bayi.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif,  remaja perlu membentengi diri dengan pengetahuan agama yang kuat, meningkatkan kecakapan literasi digital, serta tidak terlepas dari peran bimbingan orang tua. Remaja yang sehat, merupakan modal awal pembangunan Indonesia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Humas Pemerintah Dikritik di Tengah Perkembangan Teknologi</title>
		<link>https://prokabar.com/humas-pemerintah-dikritik-di-tengah-perkembangan-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 12:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#humas]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[#presiden]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Cyber Pr]]></category>
		<category><![CDATA[e-goverment]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Padang &#8211;  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan perubahan besar pada dunia Humas atau Public Relation. Terutama pada Humas pemerintah, suka atau tidak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/humas-pemerintah-dikritik-di-tengah-perkembangan-teknologi/">Humas Pemerintah Dikritik di Tengah Perkembangan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar.com, Padang &#8211; </strong> Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan perubahan besar pada dunia Humas atau <em>Public Relation.</em></p>
<p>Terutama pada Humas pemerintah, suka atau tidak perkembangan ini mengharuskan seluruh staf berbenah dan menyesuaikan diri.</p>
<p>Humas pemerintah harus bertransformasi dari cara-cara konvensional ke digital <em>(online).</em></p>
<p>Pengaruh teknologi komunikasi dan internet sangat menunjang kegiatan <em>Public Relation.</em></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/simpan-sabu-warga-sungai-jambu-diciduk-di-kubu-rajo-limo-kaum/"><strong>Simpan Sabu, Warga Sungai Jambu Diciduk di Kubu Rajo Limo Kaum</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/solusi-partispasi-publik-sinar-harus-diaplikasikan/"><strong>Solusi Partispasi Publik, SINar Harus Diaplikasikan</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/pemkab-tanah-datar-berharap-tungku-tigo-sajarangan-berperan-dalam-pengambilan-kebijakan/"><strong>Pemkab Tanah Datar Berharap “Tungku Tigo Sajarangan” Berperan Dalam Pengambilan Kebijakan</strong></a></li>
</ul>
<p>Pengaruh ini akhirnya melahirkan <em>Cyber Public Relation </em>atau <em>Cyber PR.</em></p>
<p>Menurut Bob Julius Onggo (2004) dalam bukunya <em>Cyber Public Relations</em>, Humas melalui internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dari humas di dunia fisik.</p>
<p>Cyber PR tak lagi bergantu sepenuhnya kepada perantara seperti wartawan dan media cetak.</p>
<h3><strong>Kondisi<em> Cyber Public Relations</em></strong><strong> Pemerintah hari ini</strong></h3>
<p>Di pemerintahan, <em>Cyber PR </em>merupakan sarana penyampai pesan, publikasi dan sumber informasi bagi masyarakat.</p>
<p>Cyber PR dapat menggunakan sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Website untuk terhubung dengan masyarakat.</p>
<p>Memang, Humas pemerintah sudah menggunakan Facebook, Twitter, Instagram dan Website untuk menunjang kegiatannya.</p>
<p>Namun, penggunaan hari ini ternyata belum efisien dan efektif menjangkau serta menarik khalayak.</p>
<h3><strong>Sudahkan media tersebut dimanfaatkan secara optimal?</strong></h3>
<p>Sebagai contoh website pemerintah terutama pada pemerintah daerah.</p>
<p>Website pemerintah seyogyanya bukanlah proyek gagah-gagahan tanpa peduli pada optimalisasi pemanfaatannya.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/opini/sipd-dan-alur-komunikasi-pembangunan-di-sumatra-barat/">SIPD dan Alur Komunikasi Pembangunan di Sumatra Barat</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/uu-kip-punya-batasan-informasi-untuk-publik/">UU KIP Punya Batasan Informasi untuk Publik</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/atasi-permasalahan-remaja-bkkbn-kembangkan-program-genre/">Atasi Permasalahan Remaja, BKKBN Kembangkan Program GenRe</a></strong></li>
</ul>
<p>Hari ini banyak yang beranggapan, <em>e-goverment </em> hanyalah proyek jualan para pedagang teknologi komunikasi dan informasi.</p>
<p>Anggapan ini tidak bisa disalahkan karena konten yang muncul hanya seadanya dan kurang menarik perhatian.</p>
<h3><strong>Tantangan  Di Era Digital</strong></h3>
<p>Perkembangan teknologi ini sangat menuntut Humas bekerja lebih profesional.</p>
<p>Mulai dari segi kelembagaan maupun dari sisi Sumber Daya Manusia dalam menghadapi derasnya informasi digital di Media Sosial.</p>
<p>Humas Pemerintah ahrus lebih cepat, akurat, dan transparan karena segala sesuatu sudah dalam bentuk digital dan sederhana.</p>
<p>Jaringan komunikasi yang luas serta alur birokrasi dan informasi yang semakin cepat juga harus menjadi perhatian Humas.</p>
<p>Presiden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa Kehumasan Pemerintah harus berubah menjadi lebih kreatif, cepat, dan responsif.</p>
<p>Namun perlu akurasi tinggi untuk membangun <em>public trust</em>. Artinya humas harus lebih adaptif dan cepat dalam merespon isu.</p>
<p>Apalagi kini kita memasuki era<em> post truth</em>, dimana banyak data dan informasi valid yang tertutup oleh <em>hoax</em> di dunia maya, khususnya di media sosial.</p>
<p>Humas harus bisa membuat konten positif di media sosial. Tidak hanya positif tetapi juga menarik agar dilirik oleh khalayak.</p>
<p>Persepsi lama, bahwa PR hanya berfungsi sebagai <em>media relations</em>, membuat klipping, protokoler serta publikasi di konvensional media semata.</p>
<p>Humas harus mulai meninggalkan cara lama untuk menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.</p>
<p>Jelasnya profesi Humas sangat menuntut keahlian yang lebih kompleks.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/humas-pemerintah-dikritik-di-tengah-perkembangan-teknologi/">Humas Pemerintah Dikritik di Tengah Perkembangan Teknologi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Postingan Vinna Kisah Pasien Covid Di-takedown oleh FB</title>
		<link>https://prokabar.com/postingan-vinna-kisah-pasien-covid-di-takedown-oleh-fb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2020 10:47:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=75635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Tulisan kisah perjuangan pasien covid 19, Vinna Melwanti, tiba tiba saja hilang di facebook. Tulisan panjang itu sudah dishare 700 orang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/postingan-vinna-kisah-pasien-covid-di-takedown-oleh-fb/">Postingan Vinna Kisah Pasien Covid Di-takedown oleh FB</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Tulisan kisah perjuangan pasien covid 19, Vinna Melwanti, tiba tiba saja hilang di facebook. Tulisan panjang itu sudah dishare 700 orang sebelum dihilangkan facebook.</p>
<p>Tulisan itu menceritakan kisah wartawati senior terkena Covid-19 dan dirawat 15 hari. Tulisan itu dianggap facebook (FB) menyebar informasi bahwa tidak ada covid. Lalu FB men-takedown postingan itu.</p>
<p>Tak jelas, apakah FB sudah membaca dengan teliti atau karena translet Indonesia ke Inggris lalu ambil kesimpulan dan langsung hapus.<br />
Selang 4 jam statusnya muncul, dilike 700 dan di share 800, FB malah bertindak gegabah. Padahal saat ini sedang gencar-gencarnya kampanye covid. Pengalaman pasien covid sangat bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi banyak orang, oleh FB malah dihapus.</p>
<p>Ia berjuang antara hidup dan mati selama dirawat dan akhirnya sembuh. Bagaimana perjuangan tenakes dalam bekerja. Inilah yang hendak dia bagi kepada khalayak. FB malah menilai sebaliknya.</p>
<p>Vinna yang dihubungi prokabar juga mengatakan kebingungannya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-75636" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201011-WA0036-461x1024.jpg" alt="" width="461" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201011-WA0036-461x1024.jpg 461w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201011-WA0036-135x300.jpg 135w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201011-WA0036.jpg 540w" sizes="(max-width: 461px) 100vw, 461px" /></p>
<p>Usai mengupload status, dia memang tak melihat lagi HP dan fokus beristirahat. Hingga akhirnya dihubungi seorang teman yang bertanya kenapa statusnya berubah menjadi tulisan this contents isn&#8217;t available, ia pun baru menyadari.</p>
<p>&#8220;Aneh saja. Tak ada juga form keberatan dalam facebook seperti layaknya suspend atau takedown,&#8221; ujar Vinna.</p>
<p>Sementara banyak warga yang menanyakan alasan tulisan itu dihapus. Sejumlah warganet bahkan mengapresiasi tulisan tersebut, karena dinilai memberi pemahaman sisi lain tentang covid 19.</p>
<p>&#8220;Tulisan ini menyadarkan saya kembali oentingnya protokol kesehatan,&#8221; ungkap salah satu netizen.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/postingan-vinna-kisah-pasien-covid-di-takedown-oleh-fb/">Postingan Vinna Kisah Pasien Covid Di-takedown oleh FB</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Hoaks, DPR Akan Atur Pengawasan Tiga Aplikasi</title>
		<link>https://prokabar.com/cegah-hoaks-dpr-akan-atur-pengawasan-tiga-aplikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2019 01:48:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#BBM]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=28848</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — DPR tengah godok Undang-Undang (UU) untuk mengatur tiga platform aplikasi yang marak digunakan oleh masyarakat Indonesia, agar dapat bersinergi dengan aparat penegak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-hoaks-dpr-akan-atur-pengawasan-tiga-aplikasi/">Cegah Hoaks, DPR Akan Atur Pengawasan Tiga Aplikasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>DPR tengah godok Undang-Undang (UU) untuk mengatur tiga platform aplikasi yang marak digunakan oleh masyarakat Indonesia, agar dapat bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam pencegahan penyebaran informasi hoaks.</p>
<p>Ketiga platform aplikasi tersebut antara lain twitter, facebook, dan Whatsapp.</p>
<p>&#8220;Kita sedang menyusun Undang-Undang yang mengatur pemilik platform aplikasi bertanggung jawab terkait penyebaran hoaks dengan aparat penegak hukum,&#8221; kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Gedung DPR RI, Sabtu (19/1).</p>
<p>Menurut dia, ketiga platform itu sudah seharusnya mentaati perundangan yang telah dibuat legislatif. Karena selama ini ada indikasi penyebaran informasi hoaks melalui aplikasi tersebut marak dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Dia menambahkan, ketiga platform juga telah meraup banyak keuntungan dari para penggunanya di Indoensia. &#8220;Pemilik platform ini tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja,&#8221; katanya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-hoaks-dpr-akan-atur-pengawasan-tiga-aplikasi/">Cegah Hoaks, DPR Akan Atur Pengawasan Tiga Aplikasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Facebook Tau Kamu Sering Stalking Mantan</title>
		<link>https://prokabar.com/hati-hati-facebook-tau-kamu-sering-stalking-mantan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2018 02:02:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Tekno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=10077</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Facebook ternyata tahu banyak tentang kamu. Terbukti dari kelanjutan pertanyaan para senator di Amerika soal kasus Cambridge Analytica.  Facebook menjawab 2.000 pertanyaan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hati-hati-facebook-tau-kamu-sering-stalking-mantan/">Hati-hati, Facebook Tau Kamu Sering Stalking Mantan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211; </strong>Facebook ternyata tahu banyak tentang kamu. Terbukti dari kelanjutan pertanyaan para senator di Amerika soal kasus Cambridge Analytica.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Facebook menjawab 2.000 pertanyaan para senator dengan dokumen setebal 225 halaman, di antaranya adalah jawaban tentang seberapa detail Facebook menyimpan data histori penggunanya.</p>
<p>Facebook mengakui merekam semua aktivitas pengguna yang suka melakukan online stalking. Kabar baiknya adalah, histori tersebut bisa dihapus pengguna semudah kita menghapus histori pada browser internet.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Caranya tinggal klik “Activity Log” yang ada halaman profil Facebook, dan klik “Search History” kemudian pengguna bisa menghapus histori yang ada satu persatu. Walau begitu histori yang dihapus memakan waktu sekitar enam bulan untuk terhapus sepenuhnya dari sistem.</p>
<p>Secara teknis fitur menghapus histori di Facebook hanya bisa dilihat si pemilik akun yang bersangkutan, tapi kalau kamu hobi online stalking orang lain apalagi mantan, sekarang kamu bisa segera menghapus histori tersebut sebelum diketahui pasangan kamu.</p>
<p><strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>via : TechAsia</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hati-hati-facebook-tau-kamu-sering-stalking-mantan/">Hati-hati, Facebook Tau Kamu Sering Stalking Mantan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Penyebaran Berita Palsu, Facebook Hapus Salah Satu Fitur</title>
		<link>https://prokabar.com/cegah-penyebaran-berita-palsu-facebook-hapus-salah-satu-fitur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2018 03:56:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=8515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Agar pengguna mendapatkan akses berita yang berasal dari sumber yang berkualitas dan terpercaya, Facebook inc akan menghapus fitur Trending dari platform media sosial...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-penyebaran-berita-palsu-facebook-hapus-salah-satu-fitur/">Cegah Penyebaran Berita Palsu, Facebook Hapus Salah Satu Fitur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar </strong>— Agar pengguna mendapatkan akses berita yang berasal dari sumber yang berkualitas dan terpercaya, Facebook inc akan menghapus fitur Trending dari platform media sosial mereka.</p>
<p>Facebook kerap menjadi salah satu media sosial yang dianggap mudah menyebar berita palsu, hal tersebut karena Fitur Trending di Facebook memuat kumpulan berita yang sedang populer di platform tersebut.</p>
<p>Dilansir dari laman Reuters, Trending menyumbang rata-rata 1,5 persen klik ke penyedia berita. Facebook akan menguji coba cara baru untuk menampilkan berita, termasuk “label breaking news” dan berita “hari ini” yang akan diisi artikel dari media lokal.</p>
<p>Kualitas berita yang masuk ke Facebook dipertanyakan setelah mereka diduga menjadi tempat penyebaran propaganda dari Rusia maupun berita palsu lainnya, termasuk soal kampanye Pilpres 2016 Amerika Serikat.</p>
<p>Sebelum menghapus, Facebook selama beberapa tahun ini mengubah kebijakan di fitur ini agar tidak bias ideologi dan politik. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cegah-penyebaran-berita-palsu-facebook-hapus-salah-satu-fitur/">Cegah Penyebaran Berita Palsu, Facebook Hapus Salah Satu Fitur</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Hina Orang Lain di Facebook, Warga Agam Ditangkap</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bhina-orang-lain-di-facebook-warga-agam-ditangkap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2017 15:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#FB]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#UUITE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=3699</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Lancang di akun Facebook (FB), bahkan menghina orang, terjerat hukum, kecuali UU ITE dihapus. Maka terjeratlah Budi Akbar, pemilik dua akun,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bhina-orang-lain-di-facebook-warga-agam-ditangkap/">​Hina Orang Lain di Facebook, Warga Agam Ditangkap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Lancang di akun Facebook (FB), bahkan menghina orang, terjerat hukum, kecuali UU ITE dihapus. Maka terjeratlah Budi Akbar, pemilik dua akun, yaitu Budi Akbar dan Budi Akbar III.<br />
Anak Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang, Agam ini, Senin (18/11) sore ditangkap Polda Sumbar atas orderan Mabes Polri. Kini ia ditahan di Mapolda Sumbar.</p>
<p>Ia diduga melanggar UU ITE. Kenapa? Karena menembar kebencian pada pejabat dan lembaga negara. Muak saja ia melihat keadaan. Ia libas mana yang hendak ia libas. Suka hatinya saja.</p>
<p>Maka begitulah, ia diciduk oleh Tim Opsnal Direktorat Reskrim Umum Polda Sumbar. Kepada pers, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Syamsi, membeberkan hal itu. Perkakas kerjanya berupa laptop dan telepon genggam disita aparat.</p>
<p>Keterangannya diambil penyidik Reskrimum yang dipimpin AKBP Amda Yuzal. Setelah itu kasusnya mengalir ke kriminal khusus, di sana telah menunggu UU ITE.</p>
<p>Direktur Reskrimum Polda Sumbar Kombes Erdi Ardimurlan Chaniago berkata, ia mendapat perintah dari Mabes Polri untuk menangkap remaja tanggung itu. Apakah ia bersalah? Pengadilan yang akan membuktikan, atau ia dibebaskan sebentar lagi karena tak cukup bukti.</p>
<p>Hati-hati main FB <b>(laf)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bhina-orang-lain-di-facebook-warga-agam-ditangkap/">​Hina Orang Lain di Facebook, Warga Agam Ditangkap</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 65/198 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:10:44 by W3 Total Cache
-->