<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ekspor Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ekspor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ekspor/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Sep 2021 07:19:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#ekspor Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ekspor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Agustus 2021, Semen Padang Ekspor Semen dan Klinker 111 Ribu MT</title>
		<link>https://prokabar.com/agustus-2021-semen-padang-ekspor-semen-dan-klinker-111-ribu-mt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 07:19:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#semen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94896</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar- PT Semen Padang terus melakukan ekspor semen dan klinker ke pelbagai negara. Selama bulan Agustus 2021, PT Semen Padang telah mengekspor...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/agustus-2021-semen-padang-ekspor-semen-dan-klinker-111-ribu-mt/">Agustus 2021, Semen Padang Ekspor Semen dan Klinker 111 Ribu MT</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> PT Semen Padang terus melakukan ekspor semen dan klinker ke pelbagai negara. Selama bulan Agustus 2021, PT Semen Padang telah mengekspor sebanyak 111 ribu lebih Metric Ton (MT) semen dan klinker ke Sri Lanka dan Bangladesh.</p>
<p>Group Head of Sales SIG Rahman Kurniawan pada Selasa (21/9/2021) menjelaskan, untuk Sri Langka, selama Agustus 2021, PT Semen Padang telah mengekspor semen tipe OPC (42.5N) sebanyak 40,9 ribu MT. Sedangkan ke negara Bangladesh PT Semen Padang mengekspor klinker sebanyak 71 ribu MT.</p>
<p>Rahman Kurniawan mengungkapkan, hingga Januari sampai Agustus 2021, total semen dan klinker yang telah diekspor PT Semen Padang mencapai 1,3 juta MT. Rinciannya, untuk produk semen sekitar 305 ribu MT dan klinker sekitar 1 juta MT.</p>
<p>Rahman menyebut, jumlah ekspor untuk tahun 2021 ini akan terus meningkat, karena masih ada tersisa waktu empat bulan untuk merealisasikan target ekspor semen dan klinker ke pelbagai negara di dunia.</p>
<p>“Selain Sri Lanka dan Bangladesh, PT Semen Padang pada tahun 2021 juga telah mengekspor semen dan klinker ke negara Australia dan Maldives,” kata Rahman.</p>
<p>Ekspor semen dan klinker ke berbagai negara oleh PT Semen Padang sudah berlangsung sejak 2008. Khusus negara Australia, telah dimulai sejak 2016 dan PT Semen Padang adalah perusahaan semen pertama yang berada di bawah holding SIG yang mengekspor semen ke Australia. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/agustus-2021-semen-padang-ekspor-semen-dan-klinker-111-ribu-mt/">Agustus 2021, Semen Padang Ekspor Semen dan Klinker 111 Ribu MT</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</title>
		<link>https://prokabar.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2020 01:41:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#impor]]></category>
		<category><![CDATA[#mendag]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Neraca perdagangan bulanan Indonesia kembali mencatat surplus pada bulan November 2020. Capaian ini melanjutkan tren surplus neraca perdagangan yang telah terjadi sejak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Neraca perdagangan bulanan Indonesia kembali mencatat surplus pada bulan November 2020. Capaian ini melanjutkan tren surplus neraca perdagangan yang telah terjadi sejak periode Mei 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="5">“Surplus perdagangan November 2020 mencapai USD2,61 miliar. Meskipun surplusnya menurun dibandingkan surplus Oktober lalu yang sebesar USD3,58 miliar, surplus November ini merupakan surplus tertinggi ketiga yang dicatatkan sepanjang 2020,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (18/12).</p>
<p data-reader-unique-id="6">Selain itu, lanjut Mendag, surplus perdagangan bulan November berbeda dengan surplus yang terjadi sebelumnya. Surplus ini terjadi karena adanya pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi dari pertumbuhan impor, bukan akibat impor yang melemah lebih dalam dibanding ekspor.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Agus menjelaskan, surplus neraca perdagangan Indonesia periode November 2020 bersumber dari surplus sektor nonmigas sebesar USD2,94 miliar dan defisit migas USD322,9 juta. Meskipun defisit migas bulan November mengalami penurunan, namun surplus neraca perdagangan secara total lebih rendah dibandingkan surplus bulan Oktober lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Penurunan surplus neraca perdagangan bulan November ini dilatarbelakangi adanya penurunan surplus nonmigas yang cukup besar jika dibandingkan surplus nonmigas Oktober.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Surplus neraca nonmigas November 2020 sebesar USD2,94 miliar, turun USD1,10 miliar dibandingkan surplus neraca nonmigas Oktober 2020 yang sebesar USD4,04 miliar. Sementara pada sisi migas, defisit neraca migas November sebesar USD322,9 juta, turun USD142,5 juta dibandingkan defisit migas pada Oktober lalu yang sebesar USD465,4 juta.</p>
<p data-reader-unique-id="11"><strong data-reader-unique-id="12">Ekspor November 2020 Tumbuh Lampaui Kinerja Ekspor November 2019</strong></p>
<p data-reader-unique-id="11">Pada November 2020 ekspor Indonesia tercatat sebesar USD15,28 miliar, tumbuh 6,36 persen (MoM) atau 9,54 persen (YoY).</p>
<p data-reader-unique-id="14">Mendag menyampaikan, pertumbuhan ekspor bulan November 2020 didorong terjadinya pertumbuhan ekspor antara lain produk lemak dan minyak nabati naik, bahan bakar mineral, besi dan baja, serta mesin dan peralatan dari mesin.</p>
<p data-reader-unique-id="15">Secara sektoral semua sektor berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekspor bulan November. Sektor pertanian tumbuh 6,33 persen (MoM) atau 33,33 persen (YoY), sektor manufaktur 2,95 persen (MoM) atau 14,47 persen (YoY), dan sektor pertambangan naik 25,08 persen (MoM) atau menurun 2,05 persen (YoY).</p>
<p data-reader-unique-id="16">Di tengah pandemi COVID-19, secara kumulatif total ekspor Indonesia selama Januari – November 2020 mencapai USD146,78 miliar, sedikit mengalami penurunan yaitu 4,22 persen (YoY). Pada sektor nonmigas, sepanjang Januari – November 2020 ekspor sektor nonmigas turun sebesar 2,18 persen, begitu juga dengan ekspor sektor migas turun 31,59 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="17">“Ekspor bulan November semakin menunjukkan perkembangan pemulihan perekonomian global yang semakin baik. Menjelang setahun merebaknya pandemi COVID-19, masyarakat dunia kini semakin baik beradaptasi dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Dengan demikian, masyarakat dapat terus beraktivitas dan bekerja dengan produktif sehingga aktivitas perekonomian global ikut membaik,” jelas Mendag.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Nilai ekspor Indonesia pada November 2020 ke negara mitra utama terus tumbuh, antara lain ke Tiongkok tumbuh 16,17 persen (MoM), Jepang tumbuh 11,67 persen (MoM), India tumbuh 10,04 persen (MoM), Australia 16,56 persen (MoM), dan Korea Selatan tumbuh 7,12 persen (MoM).</p>
<p data-reader-unique-id="19">Kinerja ekspor di beberapa negara di kawasan ASEAN dan Uni Eropa juga masih terus tumbuh, seperti ekspor ke Malaysia dan Thailand masing-masing sebesar 24,5 persen dan 8,79 persen; serta ke Jerman dan Belanda sebesar 35,38 persen (MoM) dan 7,52 persen (MoM).</p>
<p data-reader-unique-id="20"><strong data-reader-unique-id="21">Impor Semua Kelompok Barang pada November 2020 Menguat</strong></p>
<p data-reader-unique-id="20">Impor Indonesia pada November 2020 tumbuh 17,40 persen (MoM) mencapai USD12,66 miliar; sementara jika dibandingkan November 2019 impor turun cukup dalam sebesar 17,46 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="23">Peningkatan impor November 2020 ini disebabkan adanya peningkatan impor migas sebesar 0,59 persen (MoM) dengan nilai USD6,3 juta dan peningkatan impor nonmigas sebesar 19,27 persen (MoM) dengan nilai mencapai USD1,87 miliar.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Peningkatan impor migas sejalan dengan peningkatan konsumsi energi dan aktivitas masyarakat. Sementara, lonjakan impor nonmigas yang cukup tinggi mencapai USD11,58 miliar atau naik 19,27 persen (MoM) namun turun 12,33 persen (YoY), disumbang dari impor produk golongan mesin dan perlengkapan elektrik yang meningkat 23,82 persen (MoM) atau sebesar USD354,4 juta.</p>
<p data-reader-unique-id="25">Secara penggunaan barang, pertumbuhan impor terbesar berasal dari impor barang modal dengan pertumbuhan mencapai 31,54 persen (MoM) dengan nilai USD2,43 miliar; diikuti pertumbuhan impor barang konsumsi yang mencapai 25,52 persen (MoM) dengan nilai USD1,3 miliar dan bahan baku/penolong yang mencapai 13,02 persen (MoM) dengan nilai USD8,93 miliar.</p>
<p data-reader-unique-id="26">Mendag mengungkapkan, peran golongan bahan baku/penolong mencapai 70,51 persen dari total impor Indonesia pada November 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Secara kumulatif, nilai impor Indonesia Januari – November 2020 mencapai USD127,13 miliar, turun sebesar 18,91 persen (YoY). Selama Januari – November 2020 nilai impor seluruh golongan penggunaan barang turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain penurunan terjadi pada kelompok barang konsumsi (turun 12,59 persen YoY), bahan baku/penolong (turun 19,78 persen YoY), dan barang modal (turun 18,61 persen YoY).</p>
<p data-reader-unique-id="28">Impor nonmigas Indonesia selama Januari – November 2020 didominasi impor barang asal Tiongkok dengan nilai USD34,91 miliar (dengan pangsa 30,53 persen total impor nonmigas Indonesia), Jepang USD9,77 miliar (8,54 persen), dan Singapura USD7,38 miliar (6,45 persen).</p>
<p data-reader-unique-id="29">Sementara itu secara kawasan, impor nonmigas dari ASEAN mencapai USD21,16 miliar dan berkontribusi sebesar 18,50 persen terhadap impor nonmigas Indonesia. Sedangkan impor dari kawasan Uni Eropa tercatat sebesar USD9,06 miliar dengan pangsa 7,92 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="30">“Selama pandemi COVID-19 ini, pangsa impor dari Tiongkok mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dilatarbelakangi pemulihan pandemi COVID-19 yang relatif cepat di Tiongkok dibandingkan dengan negara lain sehingga pasokan dari Tiongkok menjadi alternatif utama bagi pasar Indonesia,” tutup Mendag. (<b>rel</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT Semen Padang Ekspor 25.000 Ton Semen ke Australia</title>
		<link>https://prokabar.com/pt-semen-padang-ekspor-25-000-ton-semen-ke-australia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2020 12:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#semen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211;  PT Semen Padang terus memaksimalkan ekspor semen ke pelbagai negara di dunia. Kali ini, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-ekspor-25-000-ton-semen-ke-australia/">PT Semen Padang Ekspor 25.000 Ton Semen ke Australia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211;  PT Semen Padang terus memaksimalkan ekspor semen ke pelbagai negara di dunia. Kali ini, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, mengekspor semen sebanyak 25.000 ton ke Australia.</p>
<p>Senior Manager of Export Sales Semen Indonesia Group Fifit Abriyanto mengatakan, semen yang diekspor ke Australia itu tipe OPC Type I Grade 52,5N dan semen tersebut diekspor melalui kapal MV Luga yang sudah lego jangkar di Pelabuhan Teluk Bayur.</p>
<p>&#8221; Insya Allah dalam dua hari ke depan, proses pemuatan semen seberat 25.000 ton ke kapal sudah selesai dilakukan,&#8221; kata Fifit Abriyanto di Padang, Jumat (25/9).</p>
<p>Selain semen, lanjut Fifit, PT Semen Padang pada September 2020 ini juga mengekspor klinker lebih kurang sebanyak 35.000 Matric Ton (MT) ke Negara Bangladesh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95.300 MT sudah dikirim. Kemudian sisanya, akan diekspor pada akhir September ini.</p>
<p>Bagi PT Semen Padang, atau Semen Indonesia Group, kata Fifit, ekspor semen dan klinker tentu sangat menguntungkan secara pendapatan, maupun dari sisi utilisasi pabrik, karena semakin tinggi penjualan, maka akan semakin tinggi jam operasi produksi.</p>
<p>“Jadi dengan adanya ekspor ini, pabrik menjadi teroptimalisasi. Kemudian dari sisi keuangan, ekspor semen dan klinker itu juga dapat menambah devisa negara. Bulan depan, PT Semen Padang direncanakan untuk ekspor klinker ke China,&#8221; bebernya.</p>
<p>Ekspor semen dan klinker ke pelbagai negara itu, tambah Fifit, terus dimaksimalkan dan ekspor tersebut sudah berlangsung sejak 2008. Namun untuk ke Australia, telah dimulai sejak 2016 dan PT Semen Padang adalah perusahaan semen pertama yang berada di bawah naungan Semen Indonesia Group yang mengekspor semen ke Australia.<br />
PT Semen Padang, sebut Fifit, menargetkan ekspor semen dan klinker pada 2020 ini sebanyak 1.580.000 MT, meskipun saat ini dunia diguncang wabah Covid-19.</p>
<p>&#8220;Kami optimis target tersebut bisa tercapai, karena hingga kini kami sudah meralisasikan 68,5 persen target ekspor,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sejak awal Januari hingga pertengahan September tahun 2020, PT Semen Padang telah mengekspor 1.085.000 MT ke enam negara di dunia dengan rincian, semen sebanyak 116.000 MT dan klinker 969.000 MT. &#8220;Enam negara itu adalah Banglades, Myanmar, Filipina, Australia, Sri Lanka dan Maldives,&#8221; pungkas Fifit.(rls/eym)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-ekspor-25-000-ton-semen-ke-australia/">PT Semen Padang Ekspor 25.000 Ton Semen ke Australia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Pandemi, Ekspor Indonesia ke Swiss Melonjak Tajam</title>
		<link>https://prokabar.com/masa-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2020 00:40:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[#swiss]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=71050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern menyampaikan bahwa ekspor Indonesia ke Swiss melonjak tajam meski dalam situasi pandemi Covid-19. Selama Januari-Mei 2020,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masa-pandemi/">Masa Pandemi, Ekspor Indonesia ke Swiss Melonjak Tajam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern menyampaikan bahwa ekspor Indonesia ke Swiss melonjak tajam meski dalam situasi pandemi Covid-19.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Selama Januari-Mei 2020, ekspor Indonesia naik sebesar 284% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Data <em data-reader-unique-id="8">Swiss Federal Customs Administration</em>menunjukkan bahwa peningkatan terbesar terjadi dalam bulan April dan Mei 2020 dengan peningkatan ekspor Indonesia sebesar 670% untuk April dan 404% untuk Mei 2020 dibandingkan bulan yang sama tahun 2019.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Kopi dan minyak atsiri adalah di antara produk Indonesia yang mengalami kenaikan lumayan besar. Kenaikan ekspor Indonesia ke Swiss terbesar terjadi dalam bulan Maret 2020 bila dibandingkan bulan sebelumnya yaitu untuk produk tekstil rajutan, kopi, suku cadang mesin, mebel, minyak atsiri dan kimia organik.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Namun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ekspor Indonesia ke Swiss yang memiliki trend meningkat adalah logam mulia, alas kaki, kopi, mebel, suku cadang mesin dan minyak atsiri.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Duta Besar Indonesia untuk Swiss merangkap Liechtenstein, Muliaman Hadad menyatakan bahwa kenaikan ekspor beberapa produk unggulan Indonesia merupakan buah dari berbagai upaya kerja sama promosi ekonomi Indonesia yang dilakukan secara intensif di Swiss.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Kopi dan minyak atsiri adalah produk unggulan Indonesia dalam ekspor ke Swiss selain emas. Namun kenaikan ekspor Indonesia ke Swiss di masa pandemi Covid-19 ini memang cukup besar nilainya.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“Nilai ekspor Indonesia ke Swiss dalam lima bulan pertama 2020 ini mencapai lebih dari USD 1 miliar lebih besar dari nilai ekspor Indonesia ke Swiss untuk setahun pada 2019 yang hanya USD 988 juta,” ujar Dubes Muliaman.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Sementara itu impor Indonesia dari Swiss juga mengalami peningkatan dalam lima bulan pertama 2020. <em data-reader-unique-id="15">Data Swiss Federal Customs Administration</em> menyatakan nilai impor Indonesia pada Januari-Mei 2020 mencapai USD 308 juta dengan peningkatan 74% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Impor produk farmasi adalah salah satu sektor yang meningkat antara lain karena upaya mengatasi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Selain itu mesin turbin, suku cadang dan perlengkapan elektronik dan kimia organik, instrumen optik juga memiliki angka yang lumayan tinggi. “Dalam lima bulan pertama 2020 ini kita surplus sebesar USD 721 juta,” ujar Dubes Muliaman.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Dari data di atas, terdapat peluang yang semakin luas bagi produk Indonesia seperti kopi, minyak atsiri, alas kaki untuk dapat terus ditingkatkan ekspornya ke Swiss.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Untuk diketahui, Swiss adalah negara berorientasi ekspor sehingga perdagangan luar negeri menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi Swiss akibat dampak pandemi Covid-9. “Ini kesempatan kita untuk memanfaatkan peluang ini karena rantai pasok dari sumber lain mungkin terganggu akibat pandemi” papar Dubes Muliaman. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masa-pandemi/">Masa Pandemi, Ekspor Indonesia ke Swiss Melonjak Tajam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Ekspor Berbagai Sayuran</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2020 10:31:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kementan]]></category>
		<category><![CDATA[#sayur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=68371</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan produksi pertanian dan sayuran segar dalam negeri masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan beberapa jenis sayuran daun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-ekspor/">Pemerintah Ekspor Berbagai Sayuran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan produksi pertanian dan sayuran segar dalam negeri masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan beberapa jenis sayuran daun segar seperti selada, bayam, kangkung, kubis, dan wortel diekspor &#8211; mengingat pasokan dalam negeri melimpah.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Menurut Prihasto Setyanto, Dirjen Hortikultura Kementan, mengatakan dalam<span data-reader-unique-id="3"> masa pandemi pihaknya melihat, petani sampai kesulitan menjualnya karena produksi melimpah. “Kami bantu petani memasarkan, bahkan kami bantu distribusinya,&#8221; jelas Prihasto. Menurutnya, penguatan dan pemberdayaan produk pertanian lokal harus digenjot.</span></p>
<p data-reader-unique-id="4">Pihaknya, berharap momen pandemi ini menjadi momentum untuk makin cinta produk petani Indonesia. Kekayaan ragam buah dan sayuran lokal lebih sehat, dan menolong petani sendiri.</p>
<p data-reader-unique-id="5">&#8220;Kalau ada pengamat yang cerita impor sayuran kita meningkat di tahun 2019, dari data BPS bisa di kroscek, impor tersebut adalah terbesar bawang putih dan kentang industri. Komoditas ini masuk dalam kelompok aneka sayuran. Nyatanya kita memang masih butuh pasokan,&#8221; tambahnya.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Bawang putih volumenya mencapai 38,62% dari total nilai impor seluruh jenis sayuran, disusul kentang olahan industri, bawang bombay dan cabai kering.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Pasokan bawang dalam negeri saat ini belum mencukupi kebutuhan masyarakat, karena bawang putih tumbuh optimal di daerah sub tropis seperti China. Produksi bawang putih nasional meskipun naik dari 49 ribu ton menjadi 88 ribu ton, jumlahnya masih belum dapat memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 580 ribu ton per tahun.</p>
<p data-reader-unique-id="8">&#8220;Begitu pula kentang industri, yang berbeda dengan jenis kentang sayur (granola). Jenis Granola kita malah sudah bisa ekspor. Jadi impor sayuran hanya pada komoditas sayur yang produksi kita masih rendah,&#8221; katanya.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menegaskan kondisi neraca perdagangan pertanian saat ini masih positif bila berbasis data BPS.</p>
<p data-reader-unique-id="10">“Perdagangan internasional, adalah hal yang wajar, karena tiap negara punya keunggulan komparatif dan kondisi agroekologi wilayah dan iklim yang spesifik”, tegasnya. “Yang harus dijaga adalah neraca perdagangan yang harus menguntungkan bagi Indonesia,&#8221; papar Kuntoro.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Neraca perdagangan komoditas pertanian dengan China tahun 2019, bila melihat nilainya, Indonesia ekspor senilai US$3,89 miliar dan impor senilai US$2,02 miliar. Dengan begitu di 2019 Indonesia mengalami surplus senilai U$1,87 miliar dari China. Sementara periode Januari-Maret 2020 saja, kita juga masih surplus US$164 juta dari China untuk komoditas pertanian. Untuk volumenya, pada 2019 sebesar 5,762,987 ton, atau ada kenaikan 49.86% dibanding 2018. Khusus sektor hortikultura pun neracanya tumbuh positif hingga 8,25%., jelas Kuntoro.</p>
<p data-reader-unique-id="12">&#8220;Ini adalah dampak positif penguatan produksi dalam negeri dan membuka akses pasar ekspor yang dilakukan pemerintah. Produksi aneka sayuran 2019 mencapai 13,4 juta ton atau naik 2,67% dari sebelumnya. Kami sepakat bila inovasi dan upaya pemenuhan kebutuhan nasional, penting dilakukan simultan”.</p>
<p data-reader-unique-id="13">“Pemerintah terus memacu sentra-sentra produksi baru berbasis keunggulan wilayah, agar produk pertanian mampu berkembang, menguntungkan petani dan memenuhi sendiri kebutuhan nasional, serta mengurangi ketergantungan impor”, tegas Kuntoro. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-ekspor/">Pemerintah Ekspor Berbagai Sayuran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Sementara Larang Ekspor Antiseptik dan Masker</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-sementara-larang-ekspor-antiseptik-dan-masker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 04:17:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#antiseptik]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#masker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=62945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Dengan pertimbangan salah satu upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran Virus Korona (Covid-19) di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-sementara-larang-ekspor-antiseptik-dan-masker/">Pemerintah Sementara Larang Ekspor Antiseptik dan Masker</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Dengan pertimbangan salah satu upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran Virus Korona (Covid-19) di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemerintah perlu menjaga ketersediaan antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker yang penting untuk pelayanan kesehatan dan perlindungan diri bagi masyarakat.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Berdasarkan pertimbangan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) menerbitkan Peraturan Mendag Nomor 23 Tahun 2020 tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker yang ditandatangani pada 16 Maret 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, eksportir dilarang sementara mengekspor: a. Antiseptik; b. bahan baku Masker; c. Alat Pelindung Diri; dan d. Masker, sesuai dengan uraian barang dan Pos Tarif/<em data-reader-unique-id="6">Harmonized System</em>(HS).</p>
<p data-reader-unique-id="7">Ketentuan mengenai uraian barang dan Pos Tarif/HS, sebagaimana dimaksud dalam Permendag ini, yang dilarang sementara ekspor tercantum dalam Lampiran. Larangan sementara ekspor, sebagaimana dimaksud pada ayat Permendag ini, berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2020.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Eksportir yang melanggar ketentuan, sebagaimana dimaksud dalam Permendag ini, dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p data-reader-unique-id="9">‘’Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 1 (satu) hari terhitung sejak tanggal diundangkan,’’ bunyi Pasal 4 Permendag ini yang diundangkan pada 17 Maret oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham, Widodo Ekatjahjana, dan tercantum pada Berita Negara RI Tahun 2020 Nomor 255. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-sementara-larang-ekspor-antiseptik-dan-masker/">Pemerintah Sementara Larang Ekspor Antiseptik dan Masker</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemerintah Sasar Blitar Jadi Sentra Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor</title>
		<link>https://prokabar.com/tingkatkan-ekonomi-daerah-pemerintah-sasar-blitar-jadi-sentra-pengembangan-holtikultura-berorientasi-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 14:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#blitar]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#holtikultura]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Setelah Kabupaten Jembrana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali melakukan penanaman perdana pisang Cavendish di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Program quick wins...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-ekonomi-daerah-pemerintah-sasar-blitar-jadi-sentra-pengembangan-holtikultura-berorientasi-ekspor/">Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemerintah Sasar Blitar Jadi Sentra Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Setelah Kabupaten Jembrana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali melakukan penanaman perdana pisang Cavendish di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.</p>
<p>Program quick wins Kemenko Perekonomian ini bertujuan menekan defisit neraca perdagangan nasional. Pemerintah pun terus mendorong pengembangan produk-produk yang memiliki daya saing dan potensi ekspor yang tinggi, seperti produk sektor pertanian yang berkontribusi terbesar ketiga dalam Produk Domestik Bruto (PDB), setelah sektor industri dan perdagangan.</p>
<p>Sektor pertanian juga merupakan sektor yang mengalami surplus di saat sektor lain mengalami defisit neraca perdagangan. Pada bulan Agustus 2019, sektor pertanian tercatat mengalami surplus sebesar US$ 0,34 atau tumbuh sebesar 12% dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, dalam konteks ekonomi yang paling utama adalah mendorong ekspor dan investasi untuk menyelesaikan defisit tersebut.</p>
<p>Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, Pemerintah melakukan 2 (dua) upaya untuk memitigasi defisit Neraca Perdagangan. Pertama, mendorong agar neraca pembayaran surplus melalui peningkatan investasi dengan mendorong Foreign Direct Investment (FDI) dan mengurangi investasi asing jangka pendek (portfolio).</p>
<p>&#8220;Selain itu, upaya mengurangi defisit transaksi berjalan ditempuh dengan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan produk ekspor dan mengembangkan substitusi impor&#8221;, ujar Sesmenko dalam acara penanaman perdana di Blitar, Selasa (21/1).</p>
<p>Ia menambahkan, beberapa kebijakan jangka pendek yang telah diterapkan oleh pemerintah antara lain perbaikan iklim usaha melalui pelayanan dan perizinan terintegrasi, yang dikenal sebagai Online Single Submission (OSS).</p>
<p>Selain itu juga melalui pemberian insentif fiskal bagi industri berorientasi ekspor, dan pengembangan produk-produk berdaya saing tinggi dan berorientasi ekspor. Bukan hanya produk-produk hasil industri, namun juga produk-produk yang berasal dari sektor lainnya, seperti sektor pertanian.</p>
<p>Pisang Cavendish merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai prospek pengembangan yang baik karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka luas.</p>
<p>Saat ini ekspor pisang Cavendish sudah dilakukan ke beberapa negara yaitu ke Cina, Jepang, Korea, dan Timur Tengah, namun demikian permintaan dari negara tersebut masih belum dapat tercukupi karena keterbatasan lahan produksi pisang Cavendish.</p>
<p>Pengembangan komoditas hortikultura berorientasi ekspor akan terus dilakukan di berbagai daerah dengan tujuan peningkatan ekspor dan investasi serta pemerataan ekonomi melalui kerjasama kemitraan antara pemerintah, swasta dan petani.</p>
<p>“Kita mulai terlebih dahulu dengan demplot di beberapa lokasi dengan luasan sekitar 4 Ha agar para petani dapat melihat secara langsung proses dan keberhasilan dari budidaya tanaman ini. Baru kemudian petani dapat bergabung dalam program ini. Petani akan mendapatkan pendampingan mulai dari proses produksi hingga pemasaran, sehingga petani betul-betul mendapatkan manfaat dan keuntungan yang lebih baik,&#8221; imbuh Sesmenko.</p>
<p>Program pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor tersebut merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah untuk mendorong produk lokal yang berdaya saing global.</p>
<p>Sesuai dengan target, pemerintah akan terus mengembangkan Kawasan hortikultura berorientasi ekspor di kabupaten lainnya, seperti Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bondowoso dan kabupaten lainnya yang telah berkomitmen.</p>
<p>“Untuk ke depan, saya berharap pola seperti ini dapat terus digulirkan di level nasional, sehingga nantinya akan sangat besar kontribusinya terutama untuk menyelesaikan permasalahan utama ekonomi kita terkait defisit neraca perdagangan. Tentunya diawal pengembangan adalah untuk pasar lokal dulu, dan kemudian secara bertahap disiapkan logistiknya agar lebih efisien untuk tujuan utamanya yaitu mendorong ekspor,” pungkas Sesmenko. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tingkatkan-ekonomi-daerah-pemerintah-sasar-blitar-jadi-sentra-pengembangan-holtikultura-berorientasi-ekspor/">Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemerintah Sasar Blitar Jadi Sentra Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lepas Ekspor Perdana Isuzu Traga, Ini Harapan Presiden</title>
		<link>https://prokabar.com/lepas-ekspor-perdana-isuzu-traga-ini-harapan-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2019 08:18:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#isuzutagra]]></category>
		<category><![CDATA[#otomotif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo melepas ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga yang diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Acara pelepasan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lepas-ekspor-perdana-isuzu-traga-ini-harapan-presiden/">Lepas Ekspor Perdana Isuzu Traga, Ini Harapan Presiden</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar —</strong> Presiden Joko Widodo melepas ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga yang diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Acara pelepasan berlangsung di pabrik perakitan PT IAMI di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis (12/12).</p>
<p>&#8220;Kenapa saya mau datang ke PT Isuzu ini? Karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada pagi hari ini,&#8221; ujarnya saat memberikan sambutan.</p>
<p>Presiden menegaskan, secara garis besar, fokus kerja pemerintah dan kebijakan industri dan perdagangan yang diambil sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor sekaligus meningkatkan ekspor.</p>
<p>Dua hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mengurangi baik itu defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.</p>
<p>&#8220;Kita berharap _current account deficit_ kita semakin mengecil dan neraca perdagangan kita juga bisa surplus. Jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor,&#8221; ucapnya.</p>
<figure id="attachment_54348" aria-describedby="caption-attachment-54348" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-54348" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/A87B907C-F6D7-4464-B15F-371D59B0E082-1024x674.jpeg" alt="Foto Setpres - Presiden Jokowi saat meninjau pabrik mobil Isuzu" width="1000" height="658" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/A87B907C-F6D7-4464-B15F-371D59B0E082-1024x674.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/A87B907C-F6D7-4464-B15F-371D59B0E082-300x197.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/A87B907C-F6D7-4464-B15F-371D59B0E082-768x505.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/A87B907C-F6D7-4464-B15F-371D59B0E082.jpeg 1052w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-54348" class="wp-caption-text">Foto Setpres &#8211; Presiden Jokowi saat meninjau pabrik mobil Isuzu</figcaption></figure>
<p>Pada ekspor perdana 120 unit Isuzu Tagra ke Filipina ini, pihak PT IAMI menargetkan untuk dapat mengekspor hingga 6.000 unit sampai akhir tahun 2020. Filipina menjadi negara pertama yang menjadi tujuan ekspor tersebut.</p>
<p>IAMI berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih dari 20 negara. Tidak hanya menyasar ekspor untuk pasar di wilayah Asia Tenggara saja, tapi juga merambah ke Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.</p>
<p>&#8220;Tadi disampaikan oleh Bapak Prijono (Presdir Astra), Pak, tahun ini hanya satu negara. Hanya satu negara, tapi dalam tiga tahun ke depan akan masuk ke 20 negara baik itu di Afrika, baik itu di Asia Timur, baik itu di Timur Tengah. Ini yang diharapkan oleh pemerintah,&#8221; kata Presiden.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Presiden, sepanjang 2019 sektor otomotif Indonesia membukukan angka ekspor kurang lebih 300 ribu unit ke negara-negara lain. Di tahun 2024 mendatang, Kepala Negara memberikan target agar industri otomotif Indonesia mampu membukukan ekspor sebanyak 1 juta unit.</p>
<p>&#8220;Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, tahun 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Presiden meminta pihak-pihak terkait untuk optimistis dalam mengejar target tersebut. Kepala Negara meyakini bahwa dengan target yang terukur sebenarnya industri kita mampu mencapai target besar tersebut.</p>
<p>Selain itu, dalam jangka panjang, Presiden juga mengharapkan agar Indonesia dapat menjadi _production hub_ yang mana unit-unit yang diproduksi akan diekspor ke semua negara.</p>
<p>&#8220;Saya melihat peluang-peluang itu sangat terbuka lebar,&#8221; ucapnya. (<b>beb</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lepas-ekspor-perdana-isuzu-traga-ini-harapan-presiden/">Lepas Ekspor Perdana Isuzu Traga, Ini Harapan Presiden</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Digugat WTO, Presiden Siapkan ‘Perlawanan’</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-digugat-wto-presiden-siapkan-perlawanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2019 06:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#nikel]]></category>
		<category><![CDATA[#sawit]]></category>
		<category><![CDATA[#wto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=54328</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karawang, Prokabar — Meskipun digugat oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintahan untuk tidak grogi dalam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-digugat-wto-presiden-siapkan-perlawanan/">Pemerintah Digugat WTO, Presiden Siapkan ‘Perlawanan’</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Karawang, Prokabar — </strong>Meskipun digugat oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau <em>World Trade Organization</em> (WTO), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintahan untuk tidak grogi dalam melanjutkan kebijakan melakukan hilirisasi komoditas hasil alam seperti nikel atau kelapa sawit.</p>
<p>“Inilah yang dinamakan hilirisasi, industrialisasi dari bahan-bahan mentah yang dimiliki. Ini sudah dimulai, nikel sudah dimulai industrialisasi, sehingga kita setop yang namanya ekspor bahan mentah nikel,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pelepasan ekspor perdana Isuzu Traga di pabrik PT Isuzu Astra Motor Indonesia, di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/12) siang.</p>
<p>Presiden tidak mempermasalahkan adanya gugatan atas kebijakan pemerintah melakukan hilirisasi komoditas-komoditas itu. Kepala Negara mengajak jajaran pemerintah untuk tidak grogi dalam menghadapi gugatan tersebut.</p>
<p>“Ya kita hadapi. Karena memang kita ingin bahan-bahan mentah kita ini ada <em>added value</em>nya, ada nilai tambahnya,” tegas Presiden seraya menambahkan, kalau ada industri, ada manufaktur, ada hilirisasi maka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya akan terbuka. “Ini ke situ ,bukan kemana-mana, larinya akan ke situ,” sambungnya.</p>
<p>Karena itu, Presiden Jokowi menegaskan, untuk kepentingan nasional, untuk <em>national interest,</em>apapun yang diprotes negara lain akan dihadapi, tidak perlu ragu.</p>
<p>Menurut Presiden, baru kemarin sore pemerintah merapatkan mengenai ini (digugat WTO, red). Presiden memerintahkan untuk menghadapi, dengan menyiapkan <em>lawyer-lawyer</em> yang paling baik. Sehingga kita bisa memenangkan gugatan itu.</p>
<p>“Jangan kita digugat kita keok, digugat kita keok, karena kita enggak serius menghadirkan <em>lawyer-lawyer</em> yang terbaik yang kita punya,” tutur Presiden Jokowi.</p>
<p>Presiden Jokowi menganggap biasa gugatan tersebut dalam hidup bernegara. “Digugat ya hadapi. Tapi yang paling penting kita jangan berbelok, baru digugat saja mundur, apaan. Kalau saya nggak, digugat tambah semangat. Tapi ya jangan kalah,” tegasnya. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-digugat-wto-presiden-siapkan-perlawanan/">Pemerintah Digugat WTO, Presiden Siapkan ‘Perlawanan’</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Akan Evaluasi Ekspor Biji Nikel, Ini Alasannya</title>
		<link>https://prokabar.com/pemerintah-akan-evaluasi-ekspor-biji-nikel-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2019 12:20:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#nikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=50234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, membantah pandangan pemerintah menenghentikan ekspor nikel. Yang dilakukan pemerintah adalah melakukan evaluasi karena...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-akan-evaluasi-ekspor-biji-nikel-ini-alasannya/">Pemerintah Akan Evaluasi Ekspor Biji Nikel, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, membantah pandangan pemerintah menenghentikan ekspor nikel. Yang dilakukan pemerintah adalah melakukan evaluasi karena ditemukan sejumlah penyimpangan sebelum masa berlakunya larangan resmi ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020.</p>
<p>“Kita evaluasi selama 2 minggu ini, selama 2 minggu ini kita hentikan, kita cek,” kata Luhut kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10).</p>
<p>Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi, evaluasi dilakukan karena berdasarkan informasi yang diterima pemerintah telah terjadi penyimpangan terhadap ekspor nikel. Ada kadaernya di atas 1,7, yang kedua dilakukan secara melanggar dari kuota yang didapat, yang ketiga dilakukan bukan orang yang punya smelter, yang keempat mungkin smelternya kemajuannya tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan.</p>
<p>Luhut juga menyampaikan, bahwa laporan dari Indonesia dengan laporan dari Tiongkok itu angkanya berbeda, hampir 2 kali lipat. “Jadi berarti terjadi manipulasi dalam jumlah dan dari kadar nikelnya. Jadi negara harus hadir dalam begini. Tadi dalam rapat saya sampaikan tidak boleh kita melakukan itu, itu angkanya besar sekali,” ujarnya.</p>
<p>Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan juga menyampaikan, pihaknya akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk urusan ini dalam rangka pencegahan.</p>
<p>“Jadi oleh karena itu sekarang Kementerian ESDM sedang melakukan penelitian ke beberapa Kapi yang mendirikan atau mendapat izin ekspor karena mendirikan smelter akan diperiksa, benar tidak kemajuan sesuai laporan progress yang diberikan dan benar tidak dia mengekspor kadar yang di bawah 1,7. Nah KPK akan terlibat di sana. Jadi bisa terjadi nanti kalau ditemukan kesalahan akan ada yang ditindak,” tegas Luhut. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemerintah-akan-evaluasi-ekspor-biji-nikel-ini-alasannya/">Pemerintah Akan Evaluasi Ekspor Biji Nikel, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>September, Nilai Ekspor Indonesia Mengalami Penurunan</title>
		<link>https://prokabar.com/september-nilai-ekspor-indonesia-mengalami-penurunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2019 01:33:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49088</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada September 2019 mencapai US$14,10 miliar atau menurun 1,29 persen dibanding ekspor Agustus 2019....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/september-nilai-ekspor-indonesia-mengalami-penurunan/">September, Nilai Ekspor Indonesia Mengalami Penurunan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada September 2019 mencapai US$14,10 miliar atau menurun 1,29 persen dibanding ekspor Agustus 2019.</p>
<p>Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jika dibanding September 2018 juga menurun 5,74 persen. Hal ini terjadi karena menurunnya nilai ekspor nonmigas sebesar 1,03 persen, menjadi US$13,27 miliar.</p>
<p>&#8220;Penurunan terbesar ekpor nonmigas terhadap Agustus 2019 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$272,4 juta (32,60 persen). Peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam US$267,0 juta (193,08 persen),&#8221; kata Suhariyanto melalui keterangan tertulis, Rabu (16/10).</p>
<p>Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-September 2019 turun 3,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 17,41 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 2,88 persen.</p>
<p>Negara tujuan ekspor nonmigas September 2019 terbesar ke Tiongkok US$2,41 miliar, Amerika Serikat US$1,48 miliar, dan Jepang US$ 1,14 miliar. Kontribusi ketiganya mencapai 37,90 persen. Ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,09 miliar.</p>
<p>Ekspor menurut provinsi asal barang Januari-September 2019 yaitu dari Jawa Barat US$22,66 miliar (18,25 persen), Jawa Timur US$14,03 miliar (11,30 persen), dan Kalimantan Timur US$12,37 miliar (9,96 persen). Kontribusi ketiganya mencapai 39,51 persen dari seluruh total ekspor nasional.</p>
<p>Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2019 mencapai US$ 124,17 miliar atau menurun 8,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 114,75 miliar atau menurun 6,22 persen. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/september-nilai-ekspor-indonesia-mengalami-penurunan/">September, Nilai Ekspor Indonesia Mengalami Penurunan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Juni, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</title>
		<link>https://prokabar.com/juni-neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 02:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#impor]]></category>
		<category><![CDATA[#neracaperdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 kembali mencatat surplus sebesar 0,19 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus 0,22...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/juni-neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Juni, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 kembali mencatat surplus sebesar 0,19 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus 0,22 miliar dolar AS. Surplus neraca perdagangan tersebut terutama bersumber dari defisit neraca perdagangan migas yang membaik, sedangkan surplus neraca perdagangan nonmigas stabil.</p>
<p>Defisit neraca perdagangan migas yang membaik terutama disebabkan oleh penurunan impor migas yang lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor migas. Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas, di tengah penurunan impor nonmigas.</p>
<p>Neraca perdagangan migas tercatat defisit 0,97 miliar dolar AS pada Juni 2019, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,05 miliar dolar AS. Perbaikan tersebut ditopang oleh menurunnya impor migas dari 2,18 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 1,71 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan impor migas terjadi pada seluruh komponen baik minyak mentah, hasil minyak, maupun gas. Sementara itu, ekspor migas menurun dari 1,14 miliar dolar AS menjadi 0,75 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan terutama terjadi pada komponen ekspor gas sejalan dengan menurunnya volume dan harga ekspor gas.</p>
<p>Neraca perdagangan nonmigas Juni 2019 mengalami surplus 1,16 miliar dolar AS, tidak banyak berbeda jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya yang mencatat surplus 1,26 miliar dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas yakni dari 13,69 miliar dolar AS pada Mei 2019 menjadi 11,03 miliar dolar AS pada Juni 2019. Penurunan terutama terjadi pada komponen bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, serta lemak dan minyak hewani/nabati.</p>
<p>Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar 9,87 miliar dolar AS pada Juni 2019, menurun 2,55 miliar dolar AS (mtm) dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya. Penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada komponen mesin/pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja.</p>
<p>Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Juni 2019 berdampak positif terhadap prospek neraca transaksi berjalan 2019, yang diprakirakan defisit dalam kisaran 2,5%–3,0% terhadap PDB. Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas eksternal, termasuk prospek neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/juni-neraca-perdagangan-indonesia-kembali-surplus/">Juni, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Terobosan Pemerintah Untuk Tingkatkan Investasi</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-terobosan-pemerintah-untuk-tingkatkan-investasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2019 01:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[#kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[#PAjak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Pemerintah melakukan terobosan untuk meraih investasi dan meningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah segera melakukan pemangkasan pajak besar-besaran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-terobosan-pemerintah-untuk-tingkatkan-investasi/">Ini Terobosan Pemerintah Untuk Tingkatkan Investasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Pemerintah melakukan terobosan untuk meraih investasi dan meningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah segera melakukan pemangkasan pajak besar-besaran dalam beberapa sektor usaha.</p>
<p>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta supaya Kementerian Keuangan memberikan lebih banyak fasilitas yang tapi tidak hanya sekedar instrumen, tapi yang lebih penting apakah dia bisa berjalan di lapangan.</p>
<p>“Jadi kalau seandainya penurunan seperti <em>tax holiday</em> dan <em>tax allowance</em> atau bahkan rencana kita untuk melakukan perubahan undang-undang PPH  (Pajak Penghasilan) supaya tarifnya lebih rendah, itu sekarang sedang di e<em>xercise</em>seberapa cepat, dan itu sudah betul-betul harus dihitung. Ratenya turun ke 20 persen, itu seberapa cepat dan berapa risiko fiskalnya bisa ditanggung dan bagaimana implementasinya,” kata Sri Mulyani menjawab wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas yang membahas masalah Terobosan Investasi, Ekspor dan Perpajakan, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/6) sore.</p>
<p>Kemudian mengenai <em>super deduction tax</em> yang sudah diselesaikan, Menkeu Sri Mulyani Indrawati berharap Peraturan Pemerintah (PP)nya segera keluar. Ia menunjuk contoh seperti yang untuk kendaraan bermotor diharapkan sudah akan selesai harmonisasinya, dan bisa keluar dalam minggu ini atau awal minggu depan. “Karena ini sudah selesai jadi kita bisa berharap segera keluar,” ujarnya.</p>
<p>Menkeu merinci, juga ada pembebasan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk sewa pesawat dari luar negeri yang selama ini dikenakan untuk bisa mengurangi beban kepada maskapai penerbangan.</p>
<p>Selain itu juga ada penurunan tarif PPH untuk bunga obligasi untuk infrastruktur, dimana pemerintah akan menurunkan  dari 15% menjadi 5%.</p>
<p>Mengenai sektor properti, menurut Menkeu, setelah menaikkan batas harga rumah/apartemen sebesar Rp30 miliar yang kena PPnBM 20 persen dari sebelumnya Rp20 miliar dan Rp10 miliar, pemerintah juga akan melakukan peningkatan batas tidak kena PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk rumah sederhana sesuai daerahnya masing-masing.</p>
<p>Selanjutnya, tarif PPh pasal 22 hunian mewah juga turun dari 5% menjadi 1%, dan validasi PPH penjualan tanah juga akan disederhanakan.</p>
<p>“Itu semuanya supaya sektor sektor properti menggeliat secara lebih bagus,” terang Menkeu. <strong>(*/hdp)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-terobosan-pemerintah-untuk-tingkatkan-investasi/">Ini Terobosan Pemerintah Untuk Tingkatkan Investasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Periode April, Nilai Ekspor Sumbar Hanya US$ 104.25 juta</title>
		<link>https://prokabar.com/periode-april-nilai-ekspor-sumbar-hanya-us-104-25-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2019 03:36:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=39522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Nilai ekspor Sumatra Barat pada April 2019 mengalami penurunan sebesar 12.37 persen dibanding Maret 2019. &#8220;Nilai ekspor Sumbar pada April 2019 sebesar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/periode-april-nilai-ekspor-sumbar-hanya-us-104-25-juta/">Periode April, Nilai Ekspor Sumbar Hanya US$ 104.25 juta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Nilai ekspor Sumatra Barat pada April 2019 mengalami penurunan sebesar 12.37 persen dibanding Maret 2019.</p>
<p>&#8220;Nilai ekspor Sumbar pada April 2019 sebesar US$ 104.25 juta. Golongan barang ekspor paling besar adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 63.71 juta, diikuti golongan karet dan barang dari karet sebesar US$ 29.96 juta,&#8221; papar Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Barat, Sukardi, melalui keterangan tertulis, Rabu.</p>
<p>Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama dengan memberikan peranan sebesar 22.26 persen terhadap total ekspor Sumatera Barat dan India 19,60 persen pada Januari-April 2019.</p>
<p>Data ekspor dikumpulkan dari dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diisi oleh eksportir dan telah diberikan izin muat oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/periode-april-nilai-ekspor-sumbar-hanya-us-104-25-juta/">Periode April, Nilai Ekspor Sumbar Hanya US$ 104.25 juta</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepanjang Maret 2019 Ekspor Indonesia Naik 11,17 Persen</title>
		<link>https://prokabar.com/sepanjang-maret-2019-ekspor-indonesia-naik-1117-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2019 07:35:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#impor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=34724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, sepanjang bulan Maret 2019, terjadi surplus neraca perdagangan Indonesia. Nilai total produk yang diekspor sepanjang Maret 2019...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sepanjang-maret-2019-ekspor-indonesia-naik-1117-persen/">Sepanjang Maret 2019 Ekspor Indonesia Naik 11,17 Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, sepanjang bulan Maret 2019, terjadi surplus neraca perdagangan Indonesia. Nilai total produk yang diekspor sepanjang Maret 2019 tercatat mencapai  14,03 miliar dollar AS atau meningkat 11,71 persen dibanding ekspor Februari 2019.</p>
<p>“Sementara total nilai impor mencapai 13,49 miliar dollar AS atau naik 10,31 persen dibanding Februari 2019, turun 6,76 persen bila dibanding Maret 2018,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, dalam jumpa pers di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (15/11).</p>
<p>Dengan membandingkan total nilai ekspor dibandingkan dengan nilai impor sepanjang Maret 2019 itu, maka transaksi perdagangan Indonesia sepanjng mencatat surplus  sebesar 0,54 miliar atau 540 juta dollar AS.</p>
<p>Kepala BPS menyebutkan, pencapai total nilai ekspor sebesar 14,03 miliar dollar AS itu disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas 13,00 persen, yaitu dari 11.445,7 juta menjadi 12.933,6 juta. Sedangkan ekspor migas turun 1,57 persen dari 1.110,2 juta dollar AS menjadi 1.092,8 juta dollar AS.</p>
<p>“Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil minyak 10,44 persen menjadi 82,4 juta dollar AS dan ekspor minyak mentah 23,37 persen menjadi 120,3 juta dollar AS, sementara ekspor gas naik 3,35 persen menjadi 890,1 juta dollar AS,” ungkap Suhariyanto.</p>
<p>Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2019 terhadap Februari 2019, menurut Kepala BPS, terjadi pada bahan bakar mineral 401,3 juta dollar AS (24,21 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata 31,8 juta dollar AS (4,84 persen).</p>
<p>Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya adalah besi dan baja 186,7 juta dollar AS (40,38 persen); bijih, kerak, dan abu logam 162,9 juta dollar AS (110,41 persen); kertas/karton 69,9 juta dollar AS (21,32 persen); serta bahan kimia organik 69,9 juta dollar AS (33,41 persen).</p>
<p>Sementara komoditas yang menurun selain perhiasan/permata adalah ampas/sisa industri makanan 27,3 juta dollar AS (38,12 persen); benda-benda dari besi dan baja 9,6 juta dollar AS (9,81 persen); lokomotif dan peralatan kereta api 8,2 juta dollar AS (76,55 persen); serta garam, belerang, kapur 6,2 juta dollar AS (18,30 persen).</p>
<p>Peningkatan ekspor nonmigas Maret 2019 jika dibandingkan dengan Februari 2019, lanjut Kepala BPS, terjadi ke semua negara tujuan utama, yaitu Tiongkok (28,47 persen); Jepang (13,52 persen); Taiwan (55,77 persen); Amerika Serikat (8,47 persen); (10,37 persen); Korea Selatan (8,21 persen); Thailand (5,73 persen); Malaysia (3,98 persen); Italia (17,56 persen); Belanda (5,24 persen); Australia  (8,51 persen); Jerman (6,54 persen)  dan Singapura (0,72 persen).</p>
<p>Mengenai realisasi nilai impor Indonesia sepanjang 2019, menurut Kepala BPS Suhariyanto, mencapai 13,49 miliar dollar AS atau naik 10,31 persen dibanding Februari 2019. Namun bila dibandingkan Maret 2018 turun 6,76 persen.</p>
<p>“Dari total angka tersebut, impor nonmigas Maret 2019 mencapai 11,95 miliar dollar AS atau naik 12,24 persen dibanding Februari 2019 dan turun 2,29 persen jika dibanding Maret 2018.  Impor migas Maret 2019 mencapai 1,54 miliar dollar AS atau turun 2,70 persen dibanding Februari 2019,” jelas Suhariyanto.</p>
<p>Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2019 dibanding Februari 2019, menurut Kepala BPS itu, adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar 11,2 juta dollar AS (17,04 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar 47,8 jutadollar AS (67,32 persen).</p>
<p>Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 10,42 miliar dollar AS (29,01 persen), Jepang 3,97 miliar dollar AS (11,05 persen), dan Thailand 2,42 miliar dollar AS (6,75 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 19,21 persen, sementara dari Uni Eropa 8,37 persen.</p>
<p>Adapun penurunan impor migas, menurut Kepala BPS Suhariyanto, dipicu oleh turunnya nilai impor hasil minyak dan gas masingmasing sebesar 72,2 juta dollar AS (6,68 persen) dan 51,8 juta dollar AS (27,05 persen). Sementara nilai impor minyak mentah meningkat 81,2 juta dollar AS atau 26,03 persen. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sepanjang-maret-2019-ekspor-indonesia-naik-1117-persen/">Sepanjang Maret 2019 Ekspor Indonesia Naik 11,17 Persen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 41/252 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.042 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 17:24:33 by W3 Total Cache
-->