<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#donimonardo Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/donimonardo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/donimonardo/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2021 15:52:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#donimonardo Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/donimonardo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Doni Monardo Resmi Serahkan Jabatan Kepala BNPB kepada Ganip Warsito</title>
		<link>https://prokabar.com/doni-monardo-resmi-serahkan-jabatan-kepala-bnpb-kepada-ganip-warsito/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 May 2021 15:52:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#donimonardo]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87933</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Jakarta, Prokabar &#8211; Letjen TNI Dr. (H.C) TNI Doni Monardo resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Letjen TNI...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/doni-monardo-resmi-serahkan-jabatan-kepala-bnpb-kepada-ganip-warsito/">Doni Monardo Resmi Serahkan Jabatan Kepala BNPB kepada Ganip Warsito</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Letjen TNI Dr. (H.C) TNI Doni Monardo resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Letjen TNI Ganip Warsito. Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (25/5) di Aula Sutopo Purwo, Graha BNPB.</p>
<p>Serah terima jabatan tersebut dilakukan setelah Presiden Joko Widodo melantik Letjen TNI Ganip Warsito sebagai Kepala BNPB pada Selasa (25/5) pagi, di Istana Presiden.</p>
<p>&#8220;Selamat datang di komunitas oranye. Selamat bertugas di lingkungan BNPB,&#8221; ujar Sekretaris BNPB Lilik Kurniawan dalam sambutannya di upacara serah terima jabatan tersebut.</p>
<p>Lilik mengatakan saat ini program kerja di BNPB sudah memasuki Triwulan II dan berjalan dengan baik. Hal itu berkat kepemimpinan Doni selama menjabat sebagai Kepala BNPB.</p>
<p>Lilik juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Doni Monardo atas pengabdiannya selama memimpin BNPB.</p>
<p>&#8220;Atas nama BNPB, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Doni Monardo yang telah memberikan sumbangsih dan pengabdiannya bagi kemajuan penanggulangan bencana di Indonesia.&#8221; kata Lilik.</p>
<p>Menurut Lilik, karya dan upaya Doni yang sudah ditanamkan dalam penanggulamgan bencana telah dirasakan oleh masyarakat secara luas.</p>
<p><strong>Pesan Doni Monardo</strong></p>
<p>Dalam upacara serah terima jabatan tersebut juga, Doni Monardo menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar BNPB yang telah membantunya saat mengemban tugas sebagai Kepala BNPB selama 2 tahun 4 bulan.</p>
<p>&#8220;BNPB ini ibarat Kopassus, dalam kondisi darurat nyaris tidak pernah istirahat. Bapak akan menghadapi masyarakat sipil, yang berjiwa militan, dan rasanya sulit sekali menemukan ASN yang punya dedikasi yang luar biasa&#8221; jelas Doni kepada Ganip dalam sambutannya.</p>
<p>Doni mengatakan, butuh kekuatan stamina dan keteguhan hati yang besar untuk dapat bertugas menanggulangi bencana di Tanah air. Terlebih lagi, Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara yang memiliki ancaman bencana tertinggi di Dunia.</p>
<p>Namun, penanganan bencana tersebut dapat berjalan dengan baik berkat kerja keras dan kolaborasi unsur Pentahelix berbasis komunitas (pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media).</p>
<p>&#8220;Hal ini mungkin tidak dimiliki oleh negara lain. Kolaborasi Pentahelixlah yang menjadi kekuatan BNPB,&#8221; kata Doni.</p>
<p>Doni juga berpesan bahwa pencegahan bencana harus tetap menjadi program prioritas di BNPB.</p>
<p>Sementara itu, Letjen TNI Ganip Warsito, menyampaikan rasa terkejutnya ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Doni Monardo sebagai Kepala BNPB. Sebab, menurutnya, menjadi bagian dari BNPB adalah tugas kemanusiaan yang bukan hanya memerlukan kekuatan fisik.</p>
<p>&#8220;Hati dan pikiran harus dicurahkan karena tugas kita adalah membantu masyarakat yang terdampak bencana,&#8221; kata Ganip.</p>
<p>Ganip mengatakan, menjadi Kepala BNPB adalah tugas pertamanya yang diemban di luar Mabes TNI.</p>
<p>Ganip juga menyebut bahwa sudah tiga kali terjadi serah terima jabatan dari Doni Monardo kepada dirinya selama berkarir di dunia militer hingga saat ini. Menurutnya, tugas menggantikan Doni tidaklah mudah.</p>
<p>Ia meminta kepada seluruh pihak di BNPB maupun yang terkait untuk bisa terus bekerja sama dalam membangun penanggulangan bencana di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya Saya mohon bantuan, yang selama ini telah diberikan kepada Bapak Doni, bisa juga diberikan kepada Saya. Tidak ada artinya kehadiran Saya ini tanpa kerja sama seluruh personil BNPB maupun di Satgas COVID,&#8221; pungkas Ganip. <strong>(rls/eym)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/doni-monardo-resmi-serahkan-jabatan-kepala-bnpb-kepada-ganip-warsito/">Doni Monardo Resmi Serahkan Jabatan Kepala BNPB kepada Ganip Warsito</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai Idul Fitri, &#8220;Cerewet&#8221; Berlanjut</title>
		<link>https://prokabar.com/usai-idul-fitri-cerewet-berlanjut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 May 2021 12:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#donimonardo]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=87347</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR &#8211; Tahun lalu sholat di kantor. Tahun ini, idem. “Tidak ada yang pulang. Kita takbiran di kantor, besoknya sholat Ied di lantai 15....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-idul-fitri-cerewet-berlanjut/">Usai Idul Fitri, &#8220;Cerewet&#8221; Berlanjut</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR</strong> &#8211; Tahun lalu sholat di kantor. Tahun ini, idem. “Tidak ada yang pulang. Kita takbiran di kantor, besoknya sholat Ied di lantai 15. Tolong atur, batasi jamaah,” ujar Egy Massadiah TA BNPB menirukan kalimat Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo saat berbuka puasa terakhir, kemarin (12/5/2021). Pesan ditujukan kepada tim kerja lantai 10, Graha BNPB tempat Doni berkantor.</p>
<p>Secara protokol, relatif bukan hal baru. Sebab, kegiatan yang sama pernah dilakukan Lebaran tahun lalu. Ya, hari ini adalah sholat Ied di kantor yang kedua dalam suasana pandemi.</p>
<p>Alhasil, Kamis (13/5/2021), sekitar 20-an orang melakukan sholat Ied di lantai 15, termasuk Sestama BNPB Lilik Kurniawan, Karo Hukum Zaherman, Karo Umum Andi Eviana, Kolonel Czi Budi Irawan dan Kolonel Arh Hasyim Lalhakin. Bertindak sebagai imam dan khatib, Ust. Prof. Dr. Muslihun Ihsan, MM.</p>
<p>Auditorium Sutopo Purwo Nugroho yang berkapasitas 500 orang, lengang dengan jumlah jamaah yang 20-an. Toh, peserta sholat Ied tampak khusuk, meski bisa jadi, ada yang terasa kurang karena ketidakhadiran anggota keluarga bersama mereka. &#8220;Tahun lalu kami malah hanya sepuluh orang,&#8221; kenang Egy yang juga seorang jurnalis.</p>
<p>Lamat-lamat, gema takbir, tasbih, tahmid dan tahlil berkumandang mengisi ruang auditorium. Kurang lebih pukul 06.00 WIB, persiapan sholat Ied pun dilakukan. Usai sholat ied, khatib berkhotbah. Khatib berdiri di atas mimbar yang telah dipasangi dinding aklirik tembus pandang, demi menjaga droplet saat khutbah. Materi yang disampaikan seputar hakikat Idul Fitri dikaitkan dengan momentum pandemi.</p>
<p>Tidak lama khutbah berakhir, ditutup dengan doa. Jika waktu harus dihitung, maka prosesi sholat Idul Fitri di kantor BNPB tak lebih dari 25 menit. Lagi-lagi, pendek dan singkatnya waktu tadi merupakan bagian dari protkes, yakni tidak lama-lama berkumpul.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_20210513_190937.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-87350" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_20210513_190937.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_20210513_190937.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG_20210513_190937-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>Menu “wajib” Lebaran, ayam-opor telah terhidang di ruang Multy Media, lantai 10, ditambah lauk rendang spesial kiriman mantan Sestama BNPB, Harmensyah. Rombongan jamaah sholat Ied yang sedikit itu pun makan bersama, setelah sebelumnya saling bermaaf-maafan jarak-jauh (tidak saling bersalaman).</p>
<p>Jika Anda berpikir, usai makan bubar, keliru. Sebab, Doni Monardo melanjutkannya dengan kerja lagi. Kali ini ia melakukan pantauan dan menerima laporan, utamanya di daerah-daerah yang berpotensi terjadi lonjakan kasus, berdasar tren yang dihimpun tim data Satgas Covid-19.</p>
<p>“Perketat lalu-lintas manusia di penyeberangan Bakauheni – Merak. Sekalipun sudah mengantongi surat swab, harus dicek lagi secara cermat dan seksama. Tidak ada pengecualian. Jika positif, langsung dikarantina,” instruksi terbaru Doni Monardo, sesaat usai sholat.</p>
<p>Setelah itu, Doni pun menghubungi anggota Satgas di berbagai daerah untuk tidak lengah, tidak mengendorkan pengawasan dan pengendalian pergerakan manusia. Angan-angan usai sholat langsung cus pulang ke rumah, pupus, karena harus kembali tenggelam dalam rapat koordinasi terbatas di lantai 10.</p>
<p>Toh semua memakluminya, karena justru hari-hari ini merupakan hari-hari krusial. Penentu naik-tidaknya grafik paparan Covid-19. Bahwa diprediksi angka paparan Covid-19 naik pasca Idul Fitri, itu sebuah keniscayaan. Tetapi, tetap harus dilakukan segala upaya untuk bisa menekan angka lonjakan.</p>
<p>Doni mengarahkan anggota Satgas Covid-19 di berbagai daerah, untuk tidak segan-segan menerapkan lockdown skala mikro. Ia kembali mencontohkan lockdown mikro yang dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat bernama Ali, di Jambi.</p>
<p>Arahan Doni, jika satu RT/RW ada lebih dari lima orang atau sejumlah rumah yang isinya terpapar covid, segera lakukan lockdown di RT/RW. Semua pihak harus segera mengawasi, mendukung, dan memastikan lockdown berlangsung tertib dan baik. Termasuk jaminan pasokan logistik.</p>
<p>Kata kunci mengendalikan Covid-19, tidak berubah: patuhi protokol kesehatan. Baik di musim libur atau di hari biasa, baik di rumah maupun di tempat ibadah, baik di tempat kerja ataupun di tempat wisata. Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan dengan sabun.</p>
<p>“Kita memang harus terus cerewet. Sekali lagi, tidak masalah kita dianggap cerewet, karena tujuan kita adalah agar korban corona tidak berderet-deret,” tegas mantan Danjen Kopassus itu. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-idul-fitri-cerewet-berlanjut/">Usai Idul Fitri, &#8220;Cerewet&#8221; Berlanjut</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Doni Monardo dan Mama Nona Bahas Warisan Baba Akong</title>
		<link>https://prokabar.com/doni-monardo-dan-mama-nona-bahas-warisan-baba-akong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 05:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#babaakong]]></category>
		<category><![CDATA[#BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[#donimonardo]]></category>
		<category><![CDATA[#mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#ntt]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85319</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maumere, Prokabar &#8211; Iring-iringan mobil meninggalkan pusat kota Meumere NTT ke arah barat laut. Angin semilir menyapa dari bibir pantai sepanjang jalan Trans Flores....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/doni-monardo-dan-mama-nona-bahas-warisan-baba-akong/">Doni Monardo dan Mama Nona Bahas Warisan Baba Akong</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maumere, Prokabar</strong> &#8211; Iring-iringan mobil meninggalkan pusat kota Meumere NTT ke arah barat laut.</p>
<p>Angin semilir menyapa dari bibir pantai sepanjang jalan Trans Flores.</p>
<p>Hijau savana di bukit pegunungan pada satu sisi, serta biru Laut Flores di sisi yang lain, mengusap lelahnya mata.</p>
<p>Usai menempuh perjalanan sejauh 29 kilometer, mobil melambat di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.</p>
<p>Berbelok ke kanan memasuki halaman luas sebuah rumah sederhana.</p>
<p>Di situlah tinggal Mama Nona, perempuan 71 tahun bernama lengkap Angelina Nona.</p>
<p>Dia adalah janda mendiang Baba Akong, salah satu “orang besar” di dunia pelestarian alam, yang wafat,Rabu, 6 Maret 2019, pada usia 71 tahun.</p>
<h3>Menerima Kunjungan</h3>
<p>Sore itu, Mama Nona bertabur bahagia menerima kunjungan dadakan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo.</p>
<p>Di antara kesibukan mengkoordinir penanggulangan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Doni menyempatkan diri menengok warisan almarhum Baba Akong.</p>
<p>Warisan itu berupa hutan mangrove yang terhampar di pantai Ndete yang berlokasi persis di belakang rumahnya.</p>
<p>Agaknya, Doni memang selalu merasa mendapat semprotan energi baru saat menyaksikan pohon rimbun, subur atau pohon langka, apapun jenis pohon itu.</p>
<p>Berdiskusi tentang pohon dengan mantan Dan Paspampres ini bisa lupa waktu, karena ia mengenali secara fasih aneka jenis pohon, baik nama, asal bahkan sejarahnya.</p>
<p>Sore itu, Doni menyaksikan satu per satu pohon mangrove (bakau) yang ada di sana, tumbuh dari jerih payah Baba Akong.</p>
<p>Baba Akong adalah seorang nelayan. Setidaknya, sejak menikahi Angelina Nona pada tahun 1975.</p>
<p>Sebelumnya, Baba Akong yang keturunan Cina asal Atambua itu, adalah pedagang di kota Maumere.</p>
<p>Saat jumpa pertama kali dengan Nona, Akong yang bernama asli Viktor Emanuel Rayon adalah seorang kasir di Toko Kalimas, Maumere.</p>
<p>“Kebetulan saya sering belanja ke toko dia. Dari situ lama-lama muncul perasaan suka satu sama lain. Tuhan yang mengirim dia menjadi jodoh mama,” ujar Mama Nona.</p>
<h3>Tinggal di Rumah Mama Nona</h3>
<p>Usai menikah, Baba Akong tinggal di rumah Mama Nona, dan meninggalkan dunia toko, beralih menjadi nelayan.</p>
<p>Pertama-tama, ia membangun kolam ikan bandeng di belakang rumah, yang tidak jauh dari pantai.</p>
<p>Baba Akong juga melaut, menjala ikan di Laut Flores bersama para nelayan lain Desa Reroroja.</p>
<p>Meski perawakannya kecil, Baba Akong terkenal sigap.</p>
<p>Tidak heran, jika hasil tangkapan ikan Baba Akong tidak saja cukup untuk makan bersama keluarga, tetapi juga bisa untuk sumber nafkah.</p>
<p>“Anak kami enam, tiga perempuan, tiga laki-laki,” kata Mama Nona.</p>
<p>“Puji Tuhan, semua sudah berkeluarga. Saat ini, satu anak laki-laki menemani Mama di sini. Kebetulan ia punya istri orang Jember, Jawa Timur,&#8221; Mama Nona menambahkan.</p>
<p>Keluarga ini kemudian menjadi tokoh pelestari lingkungan, berkat kegigihan Baba Akong menanami kawasan pantai belakang desanya dengan bakau.</p>
<h3>Penghargaan Kalpataru</h3>
<p>Tahun 2008, Baba Akong mendapatkan penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Ir Rachmat Witoelar.</p>
<p>Setahun kemudian, 2009, Baba kembali meraih penghargaan Kalpataru kategori yang sama dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p>Baba pun berkesempatan menginjak karpet merah Istana Negara bersama Angelina Nona, istri yang setia mendampinginya.</p>
<p>Selain Kalpataru, Baba Akong juga meraih penghargaan Film Dokumenter Metro TV Program Presiden “Hijaulah Indonesiaku” berjudul “Prahara Tsunami Bertabur Bakau.”</p>
<p>Peserta yang mengikuti program ini 25 orang dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>“Dua kali kami diundang di acara Kick Andy Metro TV,” ujar Mama Nona, mengenang.</p>
<h3><strong>Baba “Gila”</strong></h3>
<p>Ganjaran anugerah serta puja-puji banyak kalangan, bukan datang tiba-tiba.</p>
<p>Itu semua terjadi setelah Baba Akong melewati pergulatan panjang.</p>
<p>Apa yang ia lakukan, awalnya hanya cemooh banyak orang, bahkan sempat tidak mendapat dukungan dari istri dan anak-anaknya.</p>
<p>Nama Baba Akong pun oleh para tetangga diubah menjadi Baba Gila.</p>
<p>“Itu benar. Jangankan orang-orang, saya sendiri awalnya tidak setuju. Saya bilang, nenek moyang kita tidak pernah menanam bakau. Pohon bakau di pantai itu tumbuh sendiri,” kata Mama Nona.</p>
<p>Itu terjadi awal tahun 1993, tidak lama setelah peristiwa gempa disusul tsunami dahsyat yang terjadi pada 12 Desember 1992.</p>
<p>Saat itu, banyak korban meninggal, tidak sedikit warga kehilangan rumah.</p>
<p>“Kami selamat, karena langsung lari ke bukit. Tapi rumah kami rata tanah tak ada sisa. Yang tersisa hanya baju yang kami pakai,” kenang Mama Nona, wanita berperawakan mungil tetapi tetap gesit di usia yang ke-71.</p>
<p>Sejak peristiwa itu, banyak tetangga mengungsi dan tidak kembali.</p>
<p>Hanya sedikit warga Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda yang kembali dan membangun rumahnya.</p>
<p>Memungut yang bisa dipungut, mencari sisa-sisa benda yang bisa dicari. “Baba Akong tidak mau pindah.</p>
<p>Ia bilang, rumah kita di sini, dan akan tetap di sini sampai kapan pun,” tutur Mama Nona.</p>
<h3>Mangrove</h3>
<p>Tiba suatu hari, Baba Akong memanggil Nona, sang istri.</p>
<p>“Mama, mari kita pergi cari anakan mangrove.” Mama Nona menolak.</p>
<p>Esok hari, Baba Akong kembali mengajak sang istri mencari bibit mangrove.</p>
<p>Kali ini dengan penjelasan, bibir pantai harus ditanam mangrove, tujuannya agar masyarakat pesisir Reroroja bisa selamat jika suatu ketika bencana itu berulang.</p>
<p>Mama Nona tetap tidak paham, dan untuk yang kedua kali pula, Mama Nona menolak.</p>
<p>Hari ketiga, Baba Akong -sekali lagi- mengajak sang istri mencari bibit mangrove dan menanamnya di pesisir belakang rumah.</p>
<p>Ajakan kali ini rupanya ajakan terakhir. Terbukti, Baba Akong menegaskan, “Kalau mama (tetap) tidak mau, saya akan melakukannya sendiri.”</p>
<p>Mama Nona bergeming. Selangkah tidak bergerak, sejengkal tak beringsut. Toh, Baba Akong tidak marah.</p>
<p>Ia hanya ngeloyor keluar rumah, mengambil sekop, memikul karung, dan meninggalkan rumah dan Mama Nona yang terbengong-bengong.</p>
<p>“Saya akan melakukannya sendiri,” Mama Nona ingat kalimat suaminya.</p>
<p>Hari kedua, Baba Akong kembali mencari anakan mangrove, dan tidak mengajak istrinya.</p>
<p>Pagi-pagi, usai sarapan pisang goreng, Baba Akong keluar rumah.</p>
<p>Menyambar sekop, karung, ngeloyor ke pantai Ndete, mencari dan mengumpulkan bibit mangrove, lalu menanam di belakang rumah.</p>
<p>Hari ketiga, idem. Mama Nona tidak tega. Ia pun bergegas menyusul. Tidak lupa membawa bekal cemilan dan air putih.</p>
<p>“Saya tetap belum paham untuk apa Baba Akong melakukan itu semua. Saya ikut dia karena kasih istri kepada suami,” ujarnya.</p>
<h3><strong>Nol Kosong</strong></h3>
<p>Hari demi hari, minggu berganti minggu, bahkan bilangan bulan dan tahun berlalu.</p>
<p>Tidak ada yang berubah dengan kebiasaan Baba Akong dan istrinya. Menanam dan menanam mangrove.</p>
<p>Sepetak demi sepetak, hingga akhirnya berbilang hektar, bahkan puluhan hektar bibit mangrove tertanam.</p>
<p>Ada kalanya, ketika bibit mangrove mulai sulit didapat, Baba Akong tak segan-segan menggunakan hasil keuntungan jualan ikan untuk membeli bibit mangrove di daerah lain.</p>
<p>Doni Monardo pun terkesan dengan kisah yang dituturkan Mama Nona.</p>
<p>“Apa tidak ada yang membantu biaya?” tanya Doni Monardo.</p>
<p>“Tidak ada. Kami sendiri,” jawab Mama Nona.</p>
<p>“Pemerintah Daerah juga tidak membantu?” lanjut Doni.</p>
<p>“Nol kosong,” jawab Mama Nona lugas mengenang peristiwa 20 tahun silam.</p>
<p>“Boleh saya menanam mangrove di sini?” tanya Doni.</p>
<p>Mama Nona mempersilakan, dan meminta tetangga yang datang sore itu segera mengambilkan bibit mangrove.</p>
<p>Mama Nona kemudian mengiringi langkah Doni Monardo ke arah ujung luar hutan mangrove.</p>
<p>Sebuah jembatan bambu, membelah hutan mangrove yang lebat menjadi jalan menuju pantai.</p>
<p>Sejenak Doni Monardo menebar pandang ke sekeliling, lalu menuju area berlumpur.</p>
<p>Ia memungut pelepah kelapa, lalu digunakannya sebagi cetok membuat lubang.</p>
<p>Setelah dirasa cukup menggali, Doni meminta satu bibit mangrove, mengepal-ngepalkan tanah lumpur dalam polybag, lalu melepas polybag, dan menanam di lubang yang telah ia buat.</p>
<p>Dengan kedua telapak tangan telanjang, Doni menutup bibit mangrove dengan tanah lumpur di sekitarnya.</p>
<p>Usai menanam, sambil berdiri, ia menepuk-nepuk ujung bibit mangrove dengan penuh kasih.</p>
<p>“Tolong dijaga mama, kelak saya akan datang menengok,” kata Doni kepada Mama Nona.</p>
<h3>Konseverasi Alam</h3>
<p>Langkah Doni ini adalah bentuk dukungan terhadap setiap usaha konservasi alam. Sebuah persembahan kepada almarhum Baba Akong.</p>
<p>Penanaman pohon mangrove oleh Baba Akong, terbukti telah mampu menghijaukan kawasan dan kini menjadi warisan membanggakan.</p>
<p>Hutan Mangrove Magepanda, sudah menjadi icon Kabupaten Sikka.</p>
<p>Niscaya, kehadirannya akan lestari hingga zaman berganti.</p>
<p>Mirip seperti keberadaan Gereja Santo Ignatius Loyola atau Gereja Tua Sikka yang terletak di Kampung Sikka, sebuah desa eksotis di garis pantai selatan Kota Maumere.</p>
<p>Gereja itu dibangun oleh pastor berkebangsaan Portugis, JF Engbers D&#8217;armanddaville pada 1893.</p>
<p>Pembangunannya dibantu oleh Raja Sikka Joseph Mbako Ximenes da Silva.</p>
<p>Bangunan gereja ini merupakan hasil rancangan Pastor Antonius Dijkmans, arsitek yang juga ikut mendesain Gereja Katedral Jakarta.</p>
<p>Begitu bersejarahnya gereja tua tadi, sehingga menarik perhatian mendiang Paus Yohanes Paulus II untuk datang ke Maumere, pada 10 November 1989.</p>
<p>Tentu saja, kehadiran Paus Yohanes Paulus II menjadi berkat yang mendatangkan kegembiraan bagi seluruh masyarakat Flores.</p>
<p>Tak ayal, warisan Hutan Mangrove Baba Akong pun demikian. Atas nama pelestarian alam.</p>
<p>Atas nama upaya vegetasi serta mitigasi kebencanaan, kerja panjang me-mangrove-kan pantai Ndete oleh Babah Akong adalah sebuah masterpiece warga Sikka.</p>
<p>Terlebih, masyarakat banyak sudah merasakan berkat mangrove.</p>
<p>Berkat hutan mangrove itu pula, masyarakat kini bisa mendapatkan kepiting, lele laut, dan udang.</p>
<p>Doni juga mengagumi cara pandang Baba Akong terhadap alam. Dalam sebuah wawancara, Baba Akong menyampaikan,</p>
<p>“Kita tidak boleh lari dari alam. Kita harus dekat dengan alam. Yang harus kita ubah itu cara kita memperlakukan mereka.”</p>
<p>Doni Monardo sendiri, punya slogan, “Kita jaga alam, alam jaga kita”. Klop.</p>
<p><em><strong>(Catatan dari Maumere, Egy Massadiah)</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/doni-monardo-dan-mama-nona-bahas-warisan-baba-akong/">Doni Monardo dan Mama Nona Bahas Warisan Baba Akong</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Pesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-pesan-doni-monardo-kepada-putra-putri-pahlawan-citarum-harum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 13:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#citarum]]></category>
		<category><![CDATA[#donimonardo]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84318</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Ada begitu banyak pihak yang menyatukan langkah bersama Letjen TNI Doni Monardo dalam kiprah panjang perbaikan lingkungan yang rusak di seluruh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-pesan-doni-monardo-kepada-putra-putri-pahlawan-citarum-harum/">Ini Pesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Ada begitu banyak pihak yang menyatukan langkah bersama Letjen TNI Doni Monardo dalam kiprah panjang perbaikan lingkungan yang rusak di seluruh wilayah Tanah Air. Satu di antara mereka adalah (alm) Kolonel CKM dr Is Priyadi Sp.OG.</p>
<p>Nama Kolonel Is Priyadi termasuk yang disebut oleh Doni Monardo ketika menyampaikan orasi ilmiah sesaat setelah menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari IPB University, Sabtu (27/3/2021) di Bogor.</p>
<p>Pada halaman 8 naskah orasi Doni Monardo, disebutkan, “Proses penuntasan Citarum diawali dengan pemeriksaan sampel air yang dipimpin oleh Kakesdam III/Siliwangi, Kolonel dr. Is Priyadi, yang hasilnya air Citarum mengandung logam berat seperti Timbal, Cadmium,serta bakteri Salmonella, Ecoli, dan Pseudomonas Areogonosa. Sayang, dr. Is Priyadi telah wafat tahun lalu, meninggalkan jasa abadi bagi pemulihan Sungai Citarum.”</p>
<p>Siapa sangka, dua hari berselang, Senin (29/3/2021), Doni Monardo kedatangan tamu istimewa. Dia adalah Rr Dyah Sulistyorini, S.Sos, istri almarhum Is Priyadi, yang datang bersama putra kedua, Rohbi Visdya Adrian Hadinata, S.Ked, yang akrab disapa Rian.</p>
<p>Sambil menahan isak tangis, Dyah mengisahkan bagaimana suaminya begitu mengagumi Doni Monardo. Bahkan hingga akhir hayatnya, almarhum berharap bisa mendampingi mantan panglimanya itu dalam berperang melawan Covid-19. “Tapi takdir menentukan lain,” kata Dyah, sendu.</p>
<p>Sebelum diterima Doni Monardo, Dyah telah membuat poster empat lembar, berisi kliping pemberitaan atas wafatnya sang suami, disertai foto-foto. “Anak kami empat Bapak…. Poster-poster dan buku-buku ini kami cetak empat, niatnya saya akan bagikan kepada anak-anak, sebagai kenang-kenangan. Mohon berkenan Bapak (Doni) menandatangani,” ujar Dyah.</p>
<p>Antusias Doni menjawab perkenannya menandatangani poster-poster itu. Bukan hanya poster, tetapi juga buku berisi hasil penelitian almarhum saat mendapat tugas melakukan penelitian air Citarum.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_203225.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-84319" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_203225.jpg" alt="" width="640" height="853" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_203225.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG_20210329_203225-225x300.jpg 225w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>“Tentu saya bersedia menandanganinya. Masyarakat harus tahu, bahwa setelah ada hasil penelitian mengenai kadar pencemaran air Citarum yang dilakukan almarhum Kolonel Is Priyadi, barulah saya mengerjakan program Citarum Harum. Tanpa hasil penelitian almarhum, saya tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Doni, Pangdam III/Siliwangi periode 2017 – 2018.</p>
<p>Doni pun mengilas balik. Sesaat setelah dilantik menjadi Pangdam III/Siliwangi, ia bertekad menuntaskan pencemaran Citarum, yang saat itu mendapat stigma salah satu sungai terkotor di dunia. “Tapi sebelumnya, saya tugaskan Kakesdam, Kolonel Is Priyadi untuk mengambil sampel air Citarum dan memeriksakan ke laboratorium independen. Saya bilang, jangan sampai bocor, ini hanya antara kita yang tahu. Saya khawatir kalau di lab yang tidak independen, hasilnya bagus-bagus saja,” kisah Doni, mengenang almarhum Kolonel CKM Is Priyadi, yang dalam beberapa kesempatan disebutnya sebagai salah satu pahlawan Citarum Harum.</p>
<p>Dalam pertemuan itu, Doni juga sempat menanyakan kondisi keluarga, utamanya putra-putri dokter Is Priyadi almarhum. Dyah pun menyebutkan satu per satu putra-putrinya. Yang sulung Rohbi Visdya Harris Chandra, S.kom. Putra kedua, Rohbi Visdya Adrian Hadinata, S.Ked (Rian) yang mendampingi ibunda. Yang ketiga Rohbi Visdya Novrian Ardiansyah, masih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya semester 6. Yang bungsu, Rohbita Visdya Hestika Anggraini, masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya semester 2.</p>
<p>Penuh kebapakan, Doni memandang Rian sambil berkata, “Jangan patah semangat. Sampaikan ke kakak-kakak dan adikmu, harus terus kuliah sampai selesai.” Rian menjawab correct, “Siap, Bapak!” <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-pesan-doni-monardo-kepada-putra-putri-pahlawan-citarum-harum/">Ini Pesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua Satgas, Doni Monardo Umumkan Positif Covid-19</title>
		<link>https://prokabar.com/ketua-satgas-doni-monardo-umumkan-positif-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2021 05:09:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#covid]]></category>
		<category><![CDATA[#donimonardo]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketua-satgas-doni-monardo-umumkan-positif-covid-19/">Ketua Satgas, Doni Monardo Umumkan Positif Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan.</p>
<p>“Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer,” tutur Doni dalam siaran pers, Sabtu (23/12)</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tersebut, kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.</p>
<p>Doni yang baru kembali dari Mamuju, Sulbar, Jumat sore, menuturkan dirinya selama ini begitu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan.</p>
<p>Pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Barat juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.</p>
<p>“Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.</p>
<p>Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB yang juga staf khusus Doni Monardo, mendapatkan hasil tes PCR-nya negatif. Dia mengatakan selalu berada didekat Doni dalam seminggu terakhir, termasuk selalu satu mobil ketika aktivitas penanganan bencana di Mamuju, Majene dan Banjarmasin.</p>
<p>Menurut Egy, Doni telah berada di Mamuju pada Jumat Sore (15/1) kurang dari 12 jam dari saat gempa di Sulawesi Barat terjadi. Selanjutnya Kepala BNBP bergeser ke Banjarmasin pada Minggu (17/1) dan kembali ke Mamuju pada Selasa pagi sebelum kembali ke Jakarta, kemarin. (<strong>rel</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ketua-satgas-doni-monardo-umumkan-positif-covid-19/">Ketua Satgas, Doni Monardo Umumkan Positif Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 38/104 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.023 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:48:50 by W3 Total Cache
-->