<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#don carlo Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/don-carlo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/don-carlo/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 05:43:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#don carlo Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/don-carlo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolom: Kesalahan Terbesar Brasil Bernama Don Carlo</title>
		<link>https://prokabar.com/features-kesalahan-terbesar-brasil-bernama-don-carlo-oleh-rizal-marajo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 02:56:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#brasil]]></category>
		<category><![CDATA[#don carlo]]></category>
		<category><![CDATA[#features]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134444</guid>

					<description><![CDATA[<p>oleh: Rizal Marajo (Wartawan Utama) Seantero Brasil tiba-tiba buncah, ketika dari Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat wasit meniup pluit akhir...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/features-kesalahan-terbesar-brasil-bernama-don-carlo-oleh-rizal-marajo/">Kolom: Kesalahan Terbesar Brasil Bernama Don Carlo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="wp-image-134260 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/ambo.jpg" alt="" width="131" height="128" />oleh: <strong>Rizal Marajo (Wartawan Utama)</strong></p>
<p>Seantero Brasil tiba-tiba buncah, ketika dari Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat wasit meniup pluit akhir pertandingan antara Brasil melawan Maroko, Minggu pagi. Papan skor menunjukan hasil akhir 1-1.</p>
<p>Melawan Maroko, hasil imbang bagi publik Brasil yang gila sepakbola adalah sebuah aib. Apalagi terjadinya di ajang Piala Dunia. Lain cerita kalau hasil itu didapat dari tim seteru yang dianggap layak menahan Brasil, semisal Argentina, Prancis, Jerman, Belanda, atau Spanyol.</p>
<p>Tapi ini Maroko, negara Afrika yang kebetulan empat tahun lalu membuat keajaiban melaju sampai ke semifinal di Qatar 2022. Reputasi Brasil pun runtuh seketika dan semakin menegaskan bahwa Brasil memang tak layak jadi kandidat juara tahun ini.</p>
<p>Dari segi apapun, Maroko jelas tak sebanding dengan Brasil yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan lima bintang di Jersey, sebagai penanda lima kali mereka juara Piala Dunia. Tidak ada negara lain yang bisa menyamai jumlah bintang Brasil itu.</p>
<p>Tapi kini, bisa-bisanya negara Maghribi yang pemainnya yang merumput di klub elit Eropa tak sampai sebanyak jari di satu tangan, bisa membuat Brasil terlihat bodoh selama 90 menit. Tidak hanya bodoh, tapi juga buruk, gugup, dan bukan seperti tim yang selalu dijagokan juara setiap helat Piala Dunia.</p>
<p>Inilah yang membuat Brasil heboh, marah, dan malu tentu saja. Nama besar Brasil sebagai pemilik sejati gaya permainan legend yang dulu dikenal dunia dengan tarian Samba, seperti menguap entah kemana. Yang ada hanya Brasil yang biasa-biasa saja.</p>
<p>Parahnya, yang ada hanya Brasil yang terlihat gentar dengan style petarung tanpa rasa takut yang ditunjukkan Achraf Hakimi dan kolega. Jelas, laga perdana Brasil di Stadion yang bakal jadi venue partai final pada 19 Juli 2026 mendatang itu sangat buruk.</p>
<p>Hasilnya, pelatih Carlo Ancelotti jadi sasaran kemarahan para fans, dan menjadi tumpuan kritik tajam media. Bahkan para legenda sepakbola Brasil semacam Ronaldo, Romario, atau Roberto Carlos, juga tak terima Brasil bermain dengan kualitas seperti itu di ajang Piala Dunia.</p>
<p>Tidak salah, jika reaksi negatif dan gelombang kritik tajam datang dari penjuru negara terbesar di Amerika Selatan itu. Bagi rakyat Brasil sepakbola tak hanya sekadar pemainan, tapi sudah menjadi identitas, kebanggaan, bahkan &#8220;agama&#8221;.</p>
<p>Bagaimana mungkin, Brasil yang menjadi salah satu nafas, acuan, dan barometer tertinggi peta sepakbola duni, bermain melawan Maroko tanpa arah yang jelas. Padahal, skuad yang dibawa Ancelotti cukup bertabur bintang Eropa.</p>
<p>Tapi mereka gagal bermain sebagai sebuah kesatuan tim yang solid. Lini tengah mereka dikritik karena terlalu mudah ditembus oleh para gelandang Maroko yang agresif, percaya diri, dan sama sekali tidak minder dengan kemewahan skuad Brasil.</p>
<p>Dengarlah pengakuan pencetak gol penyelamat Brasil, Vinícius Júnior, yang secara jujur mengakui bahwa timnya memulai turnamen dengan catatan yang sangat buruk. Bintang Real Madrid bernilai 150 juta Euro itu mengakui timnya kesulitan menguasai bola, pergerakan antarpemain sangat kaku, dan pertahanan mereka sangat rapuh terhadap serangan balik cepat Maroko.</p>
<p>Tidak salah Vini Junior berkomentar seperti itu, faktanya berdasarkan data dari opta super komputer, rapor rata-rata pemain Brasil sangat buruk dalam pertandingan itu. Hanya Vinicius yang mendapat nilai 8 dan kiper Alison yang dinilai 7,5.</p>
<p>Selebihnya, rata-rata nilai penampilan mereka ada di angka 6. Bahkan ada yang penampilannya hanya layak dinilai dengan angka 5. Sialnya yang mendapat angka rendah itu semuanya pemain tengah yang menjadi urat nadi permainan, seperti Lucas Paqueta, Casemiro, dan Bruno Guimareas.</p>
<p>Jika Brasil tak mampu meningkatkan kualitas permainan di laga-laga berikutnya, maka ambisi Brasil untuk kembali mengangkat piala emas sebagai juara dunia yang terakhir mereka rebut 24 tahun lalu di Piala Dunia 2002 patut dipertanyakan.</p>
<p>Faktanya dari sekian banyak prediksi dan analisis tentang calon juara Piala Dunia 2026, tak ada satupun yang menempatkan Brasil sebagai kandidat juara, Bahkan untuk sekadar masuk semifinal pun tidak ada. Sepertinya takdir Brasil memang sedang berjalan, dan harus siap-siap memperpanjang puasa gelar Piala Dunia mereka.</p>
<p>Brasil sekarang bukanlah Brasil yang dulu. Brasil yang sejak era 1950-an tak pernah kehabisan dan silih berganti melahirkan talenta terhebat sepakbola dunia, kini mulai ditelan perubahan zaman. Mulai dari Pele, Zico, Romario, Ronaldo, Kaka, Ronaldinho, sampai Vinicius Junior sakarang.</p>
<p>Sepakbola era sekarang sudah berubah, berevolusi dengan cepat, dan kekuatan sepakbola dunia itu sudah semakin merata. Tidak ada lagi istilah super power dalam sepakbola. Karena sekarang negara-negara Asia atau Afrika yang di era tahun 1970 &#8211; 1990 an selalu menjadi lumbung gol di setiap Piala Dunia, kini sudah bisa memberikan level perlawanan yang setara.</p>
<p>Mungkin betul ulasan media besar Brasil O Globo, bahwa Brasil telah membuat kesalahan besar merekrut Carlo Ancelotti sebagai pelatih Timnas mereka. Bagaimanapun Don Carlo adalah pria Italia, yang dalam otakya sudah terpatri gaya sepakbola tanah asalnya yang kaku, dan tak ada indah-indahnya.</p>
<p>Kini gaya kaku itu terbawa ke sepakbola Brasil yang pada dasarnya adalah perpaduan atraktif, kegembiraan, dan keindahan jogo bonito, yaitu seni olah bola mematikan.</p>
<p>Dalam konteks Piala Dunia, dari lima kali jadi juara Brasil selalu ditangani oleh pelatih lokal mereka. Sepertinya nama besar Ancelotti yang mengkilap dan disegani saat menangani berbagai klub raksasa di Erpa, membuat PSSI-nya Brasil tergiur mengambil Don Carlo. Menarik ditunggu apa yang akan dilakukan Ancelotti di laga Brasil berikutnya.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/features-kesalahan-terbesar-brasil-bernama-don-carlo-oleh-rizal-marajo/">Kolom: Kesalahan Terbesar Brasil Bernama Don Carlo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/51 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:55:54 by W3 Total Cache
-->