<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#dkijakarta Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/dkijakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/dkijakarta/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2025 12:30:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#dkijakarta Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/dkijakarta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sekda DKI Jakarta Marullah Matali Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Nepotisme dan Penyalahgunaan Wewenang</title>
		<link>https://prokabar.com/sekda-dki-jakarta-marullah-matali-dilaporkan-ke-kpk-atas-dugaan-nepotisme-dan-penyalahgunaan-wewenang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 12:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#dkijakarta]]></category>
		<category><![CDATA[#KPK]]></category>
		<category><![CDATA[#sekdadki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=127422</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan serius penyalahgunaan wewenang yang mengarah pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekda-dki-jakarta-marullah-matali-dilaporkan-ke-kpk-atas-dugaan-nepotisme-dan-penyalahgunaan-wewenang/">Sekda DKI Jakarta Marullah Matali Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Nepotisme dan Penyalahgunaan Wewenang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar –</strong> Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan serius penyalahgunaan wewenang yang mengarah pada praktik nepotisme.</p>
<p>Laporan tersebut menuding Marullah memanfaatkan jabatannya untuk menempatkan anggota keluarganya dalam posisi strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan diduga terlibat dalam praktik koruptif lainnya.</p>
<p>Berdasarkan surat laporan yang ditujukan kepada KPK dan dikutip pada Kamis (15/5), beberapa nama yang diduga diuntungkan dari praktik ini antara lain Muhammad Fikri Makarim alias Kiky, yang merupakan anak Marullah, dan Faisal Syafruddin, menantu dari keponakan Marullah.</p>
<p>Dalam laporan tersebut, Muhammad Fikri Makarim alias Kiky disebut diangkat sebagai Tenaga Ahli Sekda DKI Jakarta. Selama Marullah menjabat sebagai Sekda, Kiky diduga diberikan fasilitas istimewa berupa ruangan khusus yang letaknya berdampingan dengan ruang kerja ayahnya.</p>
<p>Pelapor mengungkapkan bahwa dari ruangan tersebut, Kiky diduga melakukan intimidasi kepada para direktur utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan tujuan pengumpulan dana untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>&#8220;Sejak Marullah Matali menjabat Sekda peran kiky menjadi makelar proyek Pemprov DKI maupun BUMD, dengan memanfaatkan jabatan sebagai Tenaga Ahli Sekda Kiky memaksa Kepala BPPBJ (Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa) Dudi Gardesi agar seluruh proyek Pemprov DKI tahun 2025 yang dilelang harus seizin Kiki,&#8221; demikian bunyi kutipan dalam laporan tersebut.</p>
<p>Lebih lanjut, laporan itu menyebutkan bahwa jika ada proyek yang telah dilelang namun pemenangnya tidak mendapat &#8220;restu&#8221; dari Kiky, maka hasil lelang tersebut harus dibatalkan atau pemenang tender diwajibkan untuk menghadap Kiky.</p>
<p>Sementara itu, Faisal Syafruddin, yang dilaporkan sebagai menantu keponakan Marullah, diangkat menjadi Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta. Setelah menjabat, Faisal disebut oleh pelapor memanfaatkan posisinya untuk memerintahkan bawahannya agar menyetorkan sejumlah uang secara periodik kepada dirinya.</p>
<p>Alasan yang dikemukakan untuk setoran tersebut adalah untuk kepentingan &#8220;pengamanan&#8221; dari pihak kepolisian dan kejaksaan.</p>
<p>Pelapor juga menyoroti gaya hidup Faisal terkait fasilitas negara. &#8220;Bapak Ketua KPK, saya sampaikan juga bahwa setelah Saudara Faisal menjabat, yang bersangkutan menguasai empat kendaraan dinas. Sesuai ketentuan internal Pemprov DKI, jatah Kepala OPD atas kendaraan dinas operasional adalah satu unit kendaraan,&#8221; tutur pelapor dalam suratnya.</p>
<p>Selain dugaan nepotisme terhadap anak dan menantu keponakannya, Marullah Matali juga dilaporkan terkait pengangkatan Chaidir sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Chaidir sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Pusat.</p>
<p>Laporan tersebut mengindikasikan adanya praktik jual beli jabatan yang dilakukan oleh Chaidir. Untuk posisi eselon III, pelapor menyebut Chaidir diduga mematok tarif sebesar Rp300 juta.</p>
<p>Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membenarkan penerimaan laporan terkait dugaan yang melibatkan Sekda DKI Jakarta Marullah Matali. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa laporan tersebut diterima pada pekan lalu dan saat ini sedang dalam proses penelaahan.</p>
<p>“KPK secara umum akan melakukan telaah kepada setiap pengaduan masyarakat yang masuk untuk melihat validitas informasi dan keterangan yang disampaikan dalam laporan tersebut,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.</p>
<p>Budi menambahkan bahwa setelah tahap telaah, KPK akan melakukan verifikasi lebih lanjut. “KPK kemudian akan melakukan verifikasi apakah laporan tersebut substansinya, termasuk dalam delik tindak pidana korupsi, dan jadi kewenangan KPK atau tidak,” jelasnya.</p>
<p>Publik kini menantikan tindak lanjut dari KPK atas laporan dugaan penyalahgunaan wewenang dan nepotisme yang menyeret nama Sekretaris Daerah DKI Jakarta tersebut. Proses verifikasi dan telaah oleh KPK akan menjadi penentu apakah kasus ini akan naik ke tahap penyelidikan. <strong>(*/pk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sekda-dki-jakarta-marullah-matali-dilaporkan-ke-kpk-atas-dugaan-nepotisme-dan-penyalahgunaan-wewenang/">Sekda DKI Jakarta Marullah Matali Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Nepotisme dan Penyalahgunaan Wewenang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat, Gubenur DKI Terpilih Jadi Ketua APPSI yang Baru</title>
		<link>https://prokabar.com/selamat-gubenur-dki-terpilih-jadi-ketua-appsi-yang-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 16:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#AniesBaswedan]]></category>
		<category><![CDATA[#appsi]]></category>
		<category><![CDATA[#dkijakarta]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52794</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2019-2023. Anies dipilih sebagai Ketua...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selamat-gubenur-dki-terpilih-jadi-ketua-appsi-yang-baru/">Selamat, Gubenur DKI Terpilih Jadi Ketua APPSI yang Baru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="post-excerpt-detail">
<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2019-2023.</p>
<p>Anies dipilih sebagai Ketua Umum APPSI dalam kegiatan Musyawarah Nasional VI APPSI tahun 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11).</p>
<div dir="auto">
<div dir="auto">
<p>&#8220;Teman-teman di APPSI, para gubernur mempercayakan kami untuk menjadi Ketua APPSI 2019-2023, dan saya sampaikan kepada semua, ini adalah sebuah kehormatan dan saya istilahkan <em>fardhu kifayah,</em> kalau sudah ada yang mengerjakan saya terbebas tapi karena dititipkan insya allah saya jalankan dengan sebaik-baiknya,&#8221; kata Anies dalam keterangan persnya, Selasa (26/11).</p>
<p>Anies menggantikan ketua umum APPSI sebelumnya yaitu Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola. Anies diusulkan menjabat menjabat ketua umum bersama Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.</p>
<p>Kemudian, pemilihan diserahkan ke forum. Namun, mereka yang berhak memilih adalah gubernur atau wakil gubernur yang hadir langsung dan tidak diwakilkan oleh pejabat lainnya.</p>
<p>Dari 34 provinsi, ada 23 yang punya hak pemilihan. Hanya satu suara yang abstain dan 22 suara dinyatakan sah.</p>
<p>Tugas pertama Anies sebagai Ketua Umum APPSI adalah membentuk kepengurusan yang nanti akan dikukuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>
<p>&#8220;Kebiasaannya adalah selesai langsung ada pengukuhan tetapi tahun ini tidak dilakukan, karena bapak presiden sedang tidak berada di Indonesia karena itulah nanti akan dicarikan jadwal baru,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain pemilihan ketua umum baru, APPSI juga menyusun 10 program kerja yang akan diusulkan ke pemerintah pusat. APPSI dideklarasikan oleh Gubernur seluruh Indonesia pada 6 Juni tahun 2000 lalu di Jakarta. Anggota APPSI adalah Pemerintah Provinsi yang diwakili oleh Gubernur.</p>
<p>APPSI merupakan wadah interaksi kepemimpinan pada tingkat nasional.</p>
<p>Tujuannya mewujudkan pemerintahan daerah yang bersih, efektif, percaya diri, kreatif, bertanggungjawab dan berkomitmen membangun pemahaman yang sama dan tajam tentang bagaimana seharusnya Pemerintah Provinsi dikelola dan potensi daerah yang menyebar di seluruh Provinsi di Indonesia diarahkan untuk kemajuan dan kejayaan bangsa. (*/<b>hdp</b>)</p>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selamat-gubenur-dki-terpilih-jadi-ketua-appsi-yang-baru/">Selamat, Gubenur DKI Terpilih Jadi Ketua APPSI yang Baru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selama Jadi Wagub DKI, Ternyata Sandiaga Uno Donasikan Gajinya</title>
		<link>https://prokabar.com/selama-jadi-wagub-dki-ternyata-sandiaga-uno-donasikan-gajinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2019 12:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#dkijakarta]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#sandiagauno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35202</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepala Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah (Bazis) DKI Jakarta Zahrul Wildan mengungkapkan bahwa selama Sandiaga Uno mendonasikan gajinya selama menjabat sebagai Wakil Gubernur...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selama-jadi-wagub-dki-ternyata-sandiaga-uno-donasikan-gajinya/">Selama Jadi Wagub DKI, Ternyata Sandiaga Uno Donasikan Gajinya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Kepala Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah (Bazis) DKI Jakarta Zahrul Wildan mengungkapkan bahwa selama Sandiaga Uno mendonasikan gajinya selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dilansir dari Republika, Zahrul menjelaskan selama delapan bulan menjabat, diperkirakan Sandiaga telah mendonasikan sebesar Rp800 juta.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Benar didonasikan ke Bazis DKI. Kurang lebih sekitar segitu (Rp 800 juta), tapi saya kurang pasti berapanya,” ungkapnya, Senin (22/4).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut ia mengatakan, usai dilantik menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, pada saat itu Sandiaga langsung mendatangi Bazis dan membuat semacam surat pernyataan bahwa gajinya bersedia dipotong. Sandiaga tidak menyebutkan secara spesifik kepada siapa saja bantuan akan diberikan karena ia mempercayakan semua dikelola oleh Bazis DKI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Oh tidak disebutkan spesifik, yang pasti diberikan kepada yang berhak menerima berdasarkan Alquran saja. Secara khusus </span><span class="s2">sih</span><span class="s1">setahu saya tidak ada. Yang jelas sudah ikhlas ya diberikan ke Bazis, dan Bazis yang mengelola penyalurannya sudah diserahkan kepada yang membutuhkan,” papar Wildan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Setelah tidak lagi menjabat sebagai Wagub DKI, ia belum mengecek lagi apakah Sandiaga tetap mendonasikan uang miliknya ke Bazis DKI atau tidak. Karena, dikatakan Wildan, mungkin saja Sandiaga masih sibuk dan fokus dengan Pilpres 2019 ini dulu. (*/hdp)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selama-jadi-wagub-dki-ternyata-sandiaga-uno-donasikan-gajinya/">Selama Jadi Wagub DKI, Ternyata Sandiaga Uno Donasikan Gajinya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/71 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 10:04:30 by W3 Total Cache
-->