<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#devisa Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/devisa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/devisa/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2020 22:32:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#devisa Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/devisa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cadangan Devisa Mei 2020 Meningkat</title>
		<link>https://prokabar.com/cadangan-devisa-mei-2020-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 00:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#devisa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=69181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2020 sebesar 130,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir April 2020 sebesar 127,9...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cadangan-devisa-mei-2020-meningkat/">Cadangan Devisa Mei 2020 Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2020 sebesar 130,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir April 2020 sebesar 127,9 miliar dolar AS.</p>
<p align="justify" data-reader-unique-id="6">Hal tersebut disampaikan Bank Indonesia melalui rilis yang diterima Kamis (11/6).</p>
<p align="justify" data-reader-unique-id="7">Posisi cadangan devisa tersebut, sebagaimana tercantum dalam rilis, setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.</p>
<p align="justify" data-reader-unique-id="8">“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” sebut rilis tersebut.</p>
<p align="justify" data-reader-unique-id="9">Peningkatan cadangan devisa pada Mei 2020 terutama dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri Pemerintah dan penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.</p>
<p align="justify" data-reader-unique-id="10">“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” bunyi akhir rilis tersebut. (<b>rel</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cadangan-devisa-mei-2020-meningkat/">Cadangan Devisa Mei 2020 Meningkat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Kondisi Cadangan Devisa Indonesia Saat Ini</title>
		<link>https://prokabar.com/begini-kondisi-cadangan-devisa-indonesia-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2018 02:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#devisa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25789</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan mengatakan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD117,2 miliar pada akhir November 2018, meningkat dibandingkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/begini-kondisi-cadangan-devisa-indonesia-saat-ini/">Begini Kondisi Cadangan Devisa Indonesia Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan mengatakan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD117,2 miliar pada akhir November 2018, meningkat dibandingkan dengan USD115,2 miliar pada akhir Oktober 2018.</p>
<p>&#8220;Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,&#8221; kata Junanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (9/12).</p>
<p>Menurutnya, cadangan devisa tersebut jugaa berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.</p>
<p>&#8220;Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ditambahkannya, peningkatan cadangan devisa pada November 2018 terutama berasal dari penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.</p>
<p>&#8220;Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif,&#8221; pungkasnya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/begini-kondisi-cadangan-devisa-indonesia-saat-ini/">Begini Kondisi Cadangan Devisa Indonesia Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Neraca Perdagangan September 2018 Surplus 227 Juta Dollar AS</title>
		<link>https://prokabar.com/neraca-perdagangan-september-2018-surplus-227-juta-dollar-as/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2018 16:01:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bps]]></category>
		<category><![CDATA[#devisa]]></category>
		<category><![CDATA[#Dollar]]></category>
		<category><![CDATA[#ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#impor]]></category>
		<category><![CDATA[#Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21319</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, nilai ekspor Indonesia September 2018 mencapai 14,83 miliar dollar AS atau menurun 6,58 persen dibanding ekspor Agustus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/neraca-perdagangan-september-2018-surplus-227-juta-dollar-as/">Neraca Perdagangan September 2018 Surplus 227 Juta Dollar AS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, nilai ekspor Indonesia September 2018 mencapai 14,83 miliar dollar AS atau menurun 6,58 persen dibanding ekspor Agustus 2018. Sementara dibanding September 2017 meningkat 1,70 persen.</p>
<p>Adapun nilai impor pada bulan September 2018 itu mencapai 14,60 miliar dolar atau turun 13,18 persen dibanding Agustus 2018, sebaliknya jika dibandingkan September 2017 naik 14,18 persen.</p>
<p>“Jadi, nilai transaksi perdagangan pada September 2018 itu mencatat surplus 227 dollar AS,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (15/10) siang.</p>
<p>Menurut Kepala BPS, penurunan ekspor September 2018 dibanding Agustus 2018 disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas 5,67 persen, yaitu dari 14,439 miliar dollar AS menjadi 13,620 miliar dollar AS. Demikian juga ekspor migas turun 15,81 persen, dari 1,434 miliar dollar AS menjadi 1,207 miliar dollar AS.</p>
<p>“Secara kumulatif, nilai ekspor pada periode Januari-September 2018 mencapai 134,99 miliar dollar AS atau naik 9,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2017,” jelas Suhariyanto.</p>
<p>Penurunan terbesar ekspor nonmigas September 2018 terhadap Agustus 2018, lanjut Kepala BPS,  terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar 98,2  juta dollar AS (11,48 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada  bijih, kerak, dan abu logam sebesar 75,3 juta dollar AS (18,86 persen).</p>
<p>Adapun negara penerima ekspor terbesar Indonesia adalah Tiongkok yaitu 1,93 miliar dollar AS, disusul Amerika Serikat 1,49 miliar dollar AS, dan Jepang 1,33 miliar dollar AS, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,83 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar 1,39 miliar dollar AS.</p>
<p>Menurut provinsi asal barang, Kepala BPS itu mengemukakan, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai 22,76 miliar dollar AS (16,86 persen), diikuti Jawa Timur 14,26 miliar dollar AS (10,56 persen), dan Kalimantan Timur  13,67  miliar dollar AS (10,13 persen).</p>
<p>Mengenai impor, Kepala BPS Suhariyanto mengemukakan, nilai impor Indonesia September 2018 mencapai 14,60 miliar dollar atau turun 13,18 persen dibanding Agustus 2018, sebaliknya jika dibandingkan September 2017 naik 14,18 persen.</p>
<p>Impor nonmigas September 2018, menurut Suhariyanto, mencapai 12,32 miliar dollar AS atau turun 10,52 persen dibanding Agustus 2018, namun meningkat 13,54 persen dibanding September 2017.</p>
<p>Sedangkan impor migas September 2018 mencapai 2,28 miliar dollar AS atau turun 25,20 persen dibanding Agustus 2018 dan meningkat 17,75 persen dibanding September 2017.</p>
<p>“Penurunan impor nonmigas terbesar September 2018 dibanding Agustus 2018 adalah golongan mesin/peralatan listrik 259,5 juta dollar AS (13,22 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan buah-buahan sebesar 42,2 juta dollar AS (66,46 persen),”ungkap Suhariyanto.</p>
<p>Ia menyebutkan, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2018 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 32,48 miliar dollar AS (27,83 persen), Jepang 13,31 miliar dollar AS (11,40 persen), dan Thailand 8,21 miliar dollar AS (7,03 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,42 persen, sementara dari Uni Eropa 9,11 persen.</p>
<p>Menurut Suhariyanto, nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–September 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 26,39 persen, 22,06 persen, dan 27,86 persen. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/neraca-perdagangan-september-2018-surplus-227-juta-dollar-as/">Neraca Perdagangan September 2018 Surplus 227 Juta Dollar AS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cadangan Devisa Akhir September 2018 Cukup Tinggi</title>
		<link>https://prokabar.com/cadangan-devisa-akhir-september-2018-cukup-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2018 12:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#devisa]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=20533</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Posisi cadangan devisa Indonesia cukup tinggi sebesar USD114,8 miliar pada akhir September 2018. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cadangan-devisa-akhir-september-2018-cukup-tinggi/">Cadangan Devisa Akhir September 2018 Cukup Tinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Posisi cadangan devisa Indonesia cukup tinggi sebesar USD114,8 miliar pada akhir September 2018. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.</p>
<p>&#8220;Posisi cadangan devisa Indonesia itu berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,&#8221; kata Direktur Departemen Komunikasi Junanto Herdiawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (7/10).</p>
<p>Menurutnya, cadangan devisa tersebut juga mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.</p>
<p>Ia menjelaskan, pada akhir Agustus 2018 cadangan devisa Indonesia sempat mencapai USD117,9 miliar. Penurunan cadangan devisa pada September 2018 dibandingkan dengan akhir Agustus 2018 terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.</p>
<p>&#8220;Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif,&#8221;pungkasnya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cadangan-devisa-akhir-september-2018-cukup-tinggi/">Cadangan Devisa Akhir September 2018 Cukup Tinggi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Tiga Andalan Utama Pemerintah Hemat Devisa</title>
		<link>https://prokabar.com/inilah-tiga-andalan-utama-pemerintah-hemat-devisa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2018 12:01:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#devisa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=15041</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bogor, Prokabar — Pemerintah mengandalkan 3 (tiga) sektor dalam upaya melakukan penghematan devisa. Ketiga hal itu adalah implementasi Biodiesel 20 (B20), penghematan Tingkat Komponen Dalam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-tiga-andalan-utama-pemerintah-hemat-devisa/">Inilah Tiga Andalan Utama Pemerintah Hemat Devisa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bogor, Prokabar — </strong>Pemerintah mengandalkan 3 (tiga) sektor dalam upaya melakukan penghematan devisa. Ketiga hal itu adalah implementasi Biodiesel 20 (B20), penghematan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan sektor jasa pariwisata.</p>
<p>“Itu utamanya di sektor itu. Jadi kelapa sawit kemudian, kalau sektor lain ya tentu dari DMO (d<em>omestic market obligation</em>), dari selain kelapa sawit, tentu TKDN kemudian jasa dan produk lain untuk ekspor,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (31/7).</p>
<p>Mengenai implementasi B20 itu, Menperin mengatakan, yang dimaksudkan adalah untuk non-PSO (<em>Public Service Obligation</em>), karena yang PSO sebenarnya sudah berlaku.</p>
<p>“Jadi ini tentu yang menjadi catatan dan mendapatkan konfirmasi bahwa seluruh sektor yang PSO maupun non-PSO tidak ada hambatan teknis untuk pelaksanaan. Tinggal perusahaan-perusahaan yang melakukan distribusi BBM yang perlu dipersiapkan untuk itu,” terang Menperin.</p>
<p>Aturan mengenai penerapan B20 untuk non-PSO, lanjut Airlangga, saat ini sedang diselesaikan. Namun ia membantah jika hal itu dilaksanakan Kamis ini, karena Kamis ini baru akan ada pernyataan kesiapan dari industri otomotif maupun alat berat. Selain itu, Menperin menyampaikan juga diharapkan para distributor BBM ataupun yang menjual ini sudah bisa menyediakan biodiesel 20 persen.</p>
<p><strong>TKDN</strong></p>
<p>Mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKN), Menperin Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah melihat di beberapa sektor industri, yaitu sektor terutama terkait dengan hulu migas dan juga terkait dengan PLN.</p>
<p>“Jadi 2 (dua) sektor itu yang nanti akan didorong. Nah salah satu yang perlu dipersiapkan adalah keppres, karena tinggal nunggu Keputusan Presiden (Keppres)-nya,” jelas Airlangga.</p>
<p>Namun Menperin enggan menyebutkan berapa ketentuan TKDN yang akan diberlakukan. Ia mengingatkan, ini tidak sama dengan otomotif karena ini lebih kepada pembelian pemerintah dalam proyek-proyek pemerintah.</p>
<p>Dari TKDN ini saja, Menperin berharap ada penghematan 2 juta dollar AS. Sementara dari biodiesel diharapkan ada penghematan 5,6 juta dollar AS tiap tahunnya.</p>
<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan dua hal penting yang harus dilakukan sebagai strategi kebijakan untuk memperkuat cadangan devisa agar ekonomi Indonesia semakin kuat, semakin meningkat dalam menghadapi ketidakpastian global, yaitu pengendalian impor dan peningkatan ekspor.</p>
<p>“Saya minta dievaluasi lagi secara detail impor, barang-barang yang tidak bersifat strategis yang perlu kita setop dulu atau dikurangi atau diturunkan,” tegas Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/7).</p>
<p>Sebelumnya Presiden mengingatkan tentang mandatori pemakaian biodiesel yang pernah disampaikannya pada ratas sebelumnya untuk segera dijalankan. Ia meminta setiap waktu <em>update </em>perkembangan mandatori tersebut, karena berdasarkan data yang diterimanya, berpotensi menghemat devisa dari impor BBM yang sangat besar sekali, yaitu 21 juta dollar AS setiap harinya.</p>
<p>Presiden juga menyoroti mengenai peningkatan penggunaan kandungan dalam negeri atau TKDN, yang sudah dibicarakan sejak 1,5 tahun atau 2 tahun lalu, tapi dalam implementasi, dalam pelaksanaan ini masih setengah-setengah. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-tiga-andalan-utama-pemerintah-hemat-devisa/">Inilah Tiga Andalan Utama Pemerintah Hemat Devisa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/100 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 04:10:44 by W3 Total Cache
-->