<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#depresisikecil Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/depresisikecil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/depresisikecil/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jul 2018 02:13:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#depresisikecil Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/depresisikecil/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi</title>
		<link>https://prokabar.com/deteksi-11-tanda-si-kecil-mengalami-depresi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 02:13:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#depresi]]></category>
		<category><![CDATA[#depresisikecil]]></category>
		<category><![CDATA[#duniaperempuan]]></category>
		<category><![CDATA[#ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#parenting]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=14152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Depresi terbentuk ketika seseorang mengalami tekanan hidup terhadap masalah yang dialaminya. Tapi tahukah Anda, bahwa bayi di usia empat bulan pun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/deteksi-11-tanda-si-kecil-mengalami-depresi/">Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar</strong> &#8211; Depresi terbentuk ketika seseorang mengalami tekanan hidup terhadap masalah yang dialaminya. Tapi tahukah Anda, bahwa bayi di usia empat bulan pun bisa mengalami depresi?</p>
<p>Karena depresi bukanlah penyakit fisik yang bisa dengan cepat dilihat secara kasat mata, tak jarang orangtua pun sulit atau bahkan terlambat melihat tekanan depresi yang dialami oleh sang anak.</p>
<p>Ada banyak hal yang bisa memicu si kecil menjadi depresi. Seperti kurangnya perhatian, tumbuh besar di lingkungan keluarga yang <em>broken home</em>,  di<em> bully</em> oleh teman-teman dan lingkungannya, atau mendapat tuntutan orangtua yang memaksakan dirinya agar ia menjadi pintar, sempurna, dan terbaik di sekolahnya, sehingga menyebabkan ia memiliki pandangan negatif mengenai dirinya, orangtuanya dan dunianya.</p>
<p><strong>Depresi pada anak ditandai dengan beberapa fase : </strong></p>
<p>Fase pertama adalah Fase Protes. Dimana anak akan selalu menangis dan mengalami emosi yang naik turun.</p>
<p>Fase kedua adalah D<em>isapears</em> atau putus asa, Dimana tahap ini menjadi awal mula bentuk depresi yang sesungguhnya. Rewel, anak mulai tidak mau makan, dan perkembangan anak terlambat.</p>
<p>Fase ketiga, Detouch. Dimana anak sudah kecewa dan tidak mengharapkan dan tidak mau lagi mengenali sosok figur orangtua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu bagaimana orangtua bisa melihat seorang anak mengalami depresi di usia dini?</p>
<p><strong>KenaliTanda-Tanda Depresi Pada si Kecil<br />
</strong></p>
<ol>
<li>Si kecil mempunyai suasana hati yang marah atau sedih sepanjang hari. Terkadang ia pun mengungkapkan perasaan sedih atau marahnya dengan diam atau dalam bentuk emosi yang meletup-letup.</li>
<li>Tidak menikmati hal-hal yang dulu membuatnya senang.</li>
<li>Perubahan berat badan yang signifikan, dapat meningkat atau turun drastis.</li>
<li>Tidak dapat tidur pada malam hari atau terlalu banyak tidur pada siang hari.</li>
<li>Tidak ingin bersama-sama dengan keluarga atau teman-teman.</li>
<li>Kurang energi atau merasa tidak mampu mengerjakan tugas sederhana.</li>
<li>Perasaan tidak berguna atau perasaan bersalah, serta rendahnya percaya diri dan merasa tidak dianggap, tidak dicintai.</li>
<li>Menurunnya nilai-nilai akademik. Kesulitan untuk konsentrasi atau membuat keputusan.</li>
<li>Tidak peduli akan masa depan, ingin pergi dari rumah dan menghilang</li>
<li>Merasa sakit atau perih padahal tidak ada sesuatu yang terjadi pada tubuh.</li>
<li>Sering berpikir mengenai kematian atau bunuh diri. <strong>(rsk)</strong></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/deteksi-11-tanda-si-kecil-mengalami-depresi/">Deteksi, 11 Tanda si Kecil Mengalami Depresi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/55 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:40:15 by W3 Total Cache
-->