<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#demam Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/demam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/demam/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2026 11:09:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#demam Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/demam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Piala Dunia 2026, &#8220;Demam&#8221; Empat Tahunan itu Datang Lagi</title>
		<link>https://prokabar.com/piala-dunia-2026-demam-empat-tahunan-itu-datang-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 17:53:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#demam]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rizal Marajo*  TINGGAL hitungan hari, Piala Dunia sepakbola akan resmi dimulai. &#8220;Demam&#8221; empat tahunan akan melanda dunia, khususnya para pecandu permainan yang oleh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/piala-dunia-2026-demam-empat-tahunan-itu-datang-lagi/">Piala Dunia 2026, &#8220;Demam&#8221; Empat Tahunan itu Datang Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="wp-image-134260 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/ambo.jpg" alt="" width="169" height="165" />Oleh: <strong>Rizal Marajo* </strong></p>
<p><strong>TINGGAL</strong> hitungan hari, Piala Dunia sepakbola akan resmi dimulai. &#8220;Demam&#8221; empat tahunan akan melanda dunia, khususnya para pecandu permainan yang oleh sebagian orang malah disebut permainan orang gila.</p>
<p>Bagaimana tidak gila, bola yang hanya satu biji dikejar ramai-ramai dan diperebutkan oleh 22 lelaki dewasa bercelana pendek. Sebagian berusaha keras memasukan ke gawang, tapi yang 11 orang lagi malah mati-matian menghalangi bola masuk ke gawang dengan berbagai cara.</p>
<p>Sementara puluhan ribu orang bersorak-sorai menyaksikan di Stadion yang nilai pembangunannya mencapai triliunan rupiah. Malah diantara ribuan manusia yang jadi penonton itu mau-maunya bertingkah aneh dan macam-macam. Mulai dari melukis wajah, sampai membawa terompet dan genderang, bahkan ada yang bentrok sesama mereka..</p>
<p>Tapi itulah Piala Dunia, walaupun permainan dianggap gila. Tapi kepeng yang beredar dan untung yang didapatkan selama Piala dunia itu tak tanggung-tanggung. Bahkan edisi 2026 ini diproyeksikan menjadi turnamen paling menguntungkan dalam sejarah olahraga, menghasilkan dampak ekonomi global yang katanya lebih dari 80 miliar dolar.</p>
<p>Angka itu didapat dari lonjakan luar biasa bagi sektor pariwisata, hak siar televisi, pendapatan iklan, hingga rekor hadiah finansial fantastis bagi negara peserta, apalagi yang juara.</p>
<p>Itulah enaknya negara yang ikut Piala Dunia, walau hanya sampai fase grup dan kalah melulu, tapi akan tetap dibayar. Masing-masing negara mendapat 9 juta dolar, atau sekitar Rp163 miliar. Hadiah akan terus bertambah kalau lolos ke babak selanjutnya, dan jika juara mendapat 50 juta dolar atau hampir 1 triliun rupiah.</p>
<p>Sementara FIFA sebagai yang punya alek, sudah mempersiapkan kalkulator terbaik mereka untuk menghitung laba dari alek mereka itu. Dua sektor yang paling membuat FIFA untung besar adalah hak siar TV dan pendapatan iklan. Bahkan mereka menargetkan dapat cuan bersih 13 Miliar dolar.</p>
<p>Kalau dirupiahkan, kurang lebih akan mencapai angka 234 Triliun. Kalau dilekatkan pitis sebanyak itu, sudah pula olehnya proyek kereta api cepat Jakarta &#8211; Padang dek nya. Tidak manga-manga dengan uang hasil sitaan dari para koruptor di negara konoha.</p>
<p>Yang namanya tuan rumah tentu juga kecipratan untung yang tak sedikit. Diperkirakan 6,5 juta penonton langsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, termasuk kedatangan turis berkostum suporter negara peserta. Akibatnya, negera Donald Trump berpotensi menerima pendapatan hingga 3,4 miliar dolar.</p>
<p>Tapi sudahlah, biarlah FIFA dan tuan rumah itu bergelimang uang dari Piala Dunia mereka. Lebih masuk akal melihat kehidupan masyarakat negeri ini jelang Piala Dunia.</p>
<p>Bagi kaum ibu-ibu, ada atau tidak Piala Dunia bagi mereka tidak terlalu ngaruh. Makhluk terkuat di bumi itu tetap akan sibuk scrolling sopi, mantau pergerakan harga gamis atau gorden terbaru. Atau sibuk melihat peralatan dapur yang praktis. Yang jelas terus scrolling sopi, satu persatu masuk keranjang, soal jadi check out atau tidak itu urusan lain</p>
<p>Sementara kaum bapak-bapak fokusnya sekarang masih sibuk mantau perang di Timur Tengah yang dari hari ke hari makin tak berkeruncingan. Tiap sebentar buka X atau Threads, girang melihat Iran mengamuk menghajar Israel dengan ratusan rudal setiap hari.</p>
<p>Dalam konteks perang ini, kebanyakan bapak bapak di sini memang pendukung Iran. Pokoknya siapapun yang berani melawan Israel dan Amerika adalah teman. Si Trump dan si Netanyahu adalah pendosa yang wajib di sumpahi setiap saat.</p>
<p>Kadang, saking fokusnya mengikuti berita perang yang saban hari menghadirkan breaking news di TV lokal, lengkap dengan pengamat Timur Tengah yang berganti tiap hari, Bapak bapak itu jadi tahu beda rudal penjelajah, rudal balistik dan rudal hypersonic.</p>
<p>Mana yang Sejjil, Kheibar dan Fattah mereka sudah bisa membedakan. Mereka sama sama terkekeh ketika Rudal Patriot Amerika kehilangan tajinya mencegat rudal Iran. Tudak ada lagi kalau sudah berdebat soal perang.  Lapau tongkrongan pun jadi arena diskusi geopolitik, semua mendadak jadi analis militer.</p>
<p>Namun percayalah, beberapa hari lagi fokus itu akan beralih lagi, tentunya pada Piala Dunia dengan segala keseruannya. Ini akan membuat para bapak-bapak itu untuk sementara akan melupakan perang di Selat Hormuz.</p>
<p>Ketika pluit kick off Piala Dunia nanti sudah ditiup, perang di Timur Tengah sedikit terpinggirkan. Mereka mungkin tak peduli lagi dengan rudal yang beterbangan. Mereka juga tak peduli pada gaek Trump dan Netanyahu yang semakin kuyu karena menyesal telah mengganggu sarang lebah bernama Iran.</p>
<p>Dan yang pasti, mereka yang sebelumnya analis geopolitik dan militer, besok akan geser sementara jadi komentator bola. Entah bagaimana pula analisisnya melihat aki-aki seperti Ronaldo, Messi, Modric atau Neuer masih tageh mengolah bola.</p>
<p>Dan bagaimana pula mereka mengomentari penampilan-penampilan ciamik dan kincah bola para bintang muda yang mungkin sebaya anak atau cucu mereka, seperti Michael Olise, Arda Guler, Niko Paz, dan tentu saja Yamine Lamal.</p>
<p>Ya, Piala Dunia akan tetap menjadi hiburan rakyat  yang dapat diakses secara merata. Di Indonesia, masyarakat bisa menikmati seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia FIFA secara gratis melalui siaran langsung TVRI tanpa perlu membayar biaya langganan.</p>
<p>Kebijakan ini memastikan euforia sepak bola dapat dinikmati oleh semua kalangan, dari kota hingga pelosok daerah. Setidaknya membuat mereka sedikit teralihkan dari persoalan hidup yang makin suram dan beragam.</p>
<p>Adanya tontonan Piala Dunia di TVRI membuat mereka tak lagi hanya disuguhkan persoalan yang membuat mereka menggerutu. mulai dari carut marut MBG, ijazah palsu yang makin tak jelas ujung pangkalnya, dan pengamat politik yang sibuk berdebat dan bersitegang urat leher di layar kaca. Bentuk akan selesai pula negeri ini oleh apak-apak pengamat yang hebat itu.</p>
<p>Jadi, Selamat menikmati Piala Dunia</p>
<p><em>^) Penulis adalah Jurnalis Olahraga dengan Kompetensi Wartawan Utama  </em></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/piala-dunia-2026-demam-empat-tahunan-itu-datang-lagi/">Piala Dunia 2026, &#8220;Demam&#8221; Empat Tahunan itu Datang Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/47 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.012 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:19:58 by W3 Total Cache
-->