<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Datukyus Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/datukyus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/datukyus/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Oct 2021 14:20:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Datukyus Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/datukyus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nagari Manggopoh Perkuat Lembaga Adat Bersama Angku Yus Datuak Parpatih</title>
		<link>https://prokabar.com/nagari-manggopoh-perkuat-lembaga-adat-bersama-angku-yus-datuak-parpatih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2021 14:20:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Datukyus]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#manggopoh]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95508</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuak Basung, Prokabar &#8211; Pemerintah Nagari Manggopoh menggelar Penguatan Lembaga Adat Nagari Manggopoh untuk Tokoh Adat, Senin (4/10). Menghadirkan Angku Yus Bandaro Bodi atau...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nagari-manggopoh-perkuat-lembaga-adat-bersama-angku-yus-datuak-parpatih/">Nagari Manggopoh Perkuat Lembaga Adat Bersama Angku Yus Datuak Parpatih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuak Basung, Prokabar </strong>&#8211; Pemerintah Nagari Manggopoh menggelar Penguatan Lembaga Adat Nagari Manggopoh untuk Tokoh Adat, Senin (4/10). Menghadirkan Angku Yus Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatih sebagai Maestro Budaya Minangkabau.</p>
<p>Walinagari Manggopoh, Ridwan menyebutkan program ini salah satu upaya peningkatan peran dan fungsi ninik mamak, alim ulama, imam, khatib dan cadiak pandai. Pemimpin adat dalam kaum dan Kerapatan Adat Nagari ini sangat membutuhkan diskusi dan tukar pikiran dengan tokoh adat berpengalaman.</p>
<p>Jumlah peserta awalnya diundang sebanyak 40 orang, namun mendapat informasi narasumber salah satu tokoh ternama, kehadiran ninik mamak membludak mencapai sekitar 60 orang.</p>
<p>Meski demikian, panitia tetap ketat memfasilitasi peserta dengan protokol kesehatan covid-19 dalam Aula Nagari Manggopoh.</p>
<p>&#8220;Salah satu tokoh adat Minangkabau kita adalah Angku Yus Datuak Parpatih. Beliau telah sangat terpercaya, terbukti memberikan pandangan luas dan dalam. Mumpung beliau cukup dekat kita jemput, dan masih bisa kita mendapatkan pelajaran dari beliau,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain mengupas sejarah nenek moyang Minangkabau dengan adat istiadatnya, Angku Yus Datuak Parpatih juga menjelaskan makna sesungguhnya tentang sejumlah aturan dan peraturan dalam adat.</p>
<p>Banyak bahasa kias yang tidak dipahami lagi ninik mamak, terkait praktek adat itu sendiri.</p>
<p>Ridwan menambahkan, kehadiran Angku Yus Datuak Parpatih sangat memberikan dampak positif tentang hukum adat Minangkabau. Banyak kekeliruan pemaknaan, penafsiran sehingga praktek adat sering melenceng dan menyesatkan.</p>
<p>&#8220;Semoga diskusi adat ini semakin memperkuat tatanan sosial dan budaya kita. Terutama pada tokoh pelaku adat istiadat dan masyarakat kita kedepan,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/nagari-manggopoh-perkuat-lembaga-adat-bersama-angku-yus-datuak-parpatih/">Nagari Manggopoh Perkuat Lembaga Adat Bersama Angku Yus Datuak Parpatih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Y. Dt. Parpatiah: Kembalikan Peran Ganda Laki-Laki Minangkabau dan Pendidikan Surau!</title>
		<link>https://prokabar.com/y-dt-parpatiah-kembalikan-peran-ganda-laki-laki-minangkabau-dan-pendidikan-surau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 00:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#Datukyus]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#surau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94794</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Angku Yusbir Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatih, sastrawan dan budayawan Minangkabau, kembali meluangkan waktu khusus kepada generasi penerusnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/y-dt-parpatiah-kembalikan-peran-ganda-laki-laki-minangkabau-dan-pendidikan-surau/">Y. Dt. Parpatiah: Kembalikan Peran Ganda Laki-Laki Minangkabau dan Pendidikan Surau!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Angku Yusbir Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatih, sastrawan dan budayawan Minangkabau, kembali meluangkan waktu khusus kepada generasi penerusnya di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Sejumlah pemuda ingin bangkit dan belajar, terkait Pendidikan Adat Minangkabau dengan filosofi Adat Basandi Syarat, Syarak Basandi Kitabullah.</p>
<p>Kegiatan sudah dimulai Minggu malam (5/9) lalu. Dan Minggu malam (12/9) ini, merupakan hari kedua dan akan terus berlanjut satu kali dalam seminggu diantara hari Rabu malam dan Minggu Malam.</p>
<p>Kegiatan selain di Rumah Adat Angku Yus Datuak Parpatih, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, kemungkinan juga dapat dilaksanakan di Surau Jorong Muaro Pauah dan Masjid Inyiak De Er.</p>
<p>Kondisi itu sangat berhubungan dengan situasi dan kondisi. Baik secara fisik dari beliau, maupun kondisi cuaca untuk melaksanakan kegiatan.</p>
<p>Penanaman nilai-nilai dengan mengurai batang tubuh Adat Minangkabau itu sendiri. Menyikap Wajah Minangkabau sesuai judul buku yang akan diterbitkannya.</p>
<p>&#8220;Sudah saatnya kita memikirkan serius berkampung bernagari, menjalankan peran kita masing-masing,&#8221; saat beliau memulai Pendidikan Adat setelah sebelumnya, dibuka oleh Fitrah Katik Rajo Mudo, selaku moderator, Minggu (12/9).</p>
<p>&#8220;Kita bermasyarakat selaku laki-laki, berat membeban tanggungjawab. Itulah resiko menjadi orang Minangkabau. Selain bertanggungjawab di Rumah Gadang, juga bertanggungjawab di Rumah Orang (keluarga inti). Indak panuah kateh, panuah ka bawah. Itulah tanggungjawab laki-laki di Minangkabau,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Laki-laki punya power di persukuan dan di masyarakat lanjutnya, tapi tidak berpunya harta pusaka (harta warisan nenek moyang). Sementara perempuan, ibaraik dimanjakan karena mereka harta pusaka tinggi atau warisan leluhur berupa harta benda.</p>
<p>Mamak atau paman dalam sistem kekerabatan matrilineal hanya bertanggungjawab menambah, mengawasi, mengolah, manjaga dan melintaui batas wilayah kepemilikan harta pusaka agar tidak dicuri dan diganggu orang lain.</p>
<p>Laki-laki tidak memiliki, karena sebagai pemimpin harus lebih tau mensejahterakan anak kemenakan, memperhatikan prilaku moralitas atau adab bermasyarakat, melintaui kebutuhan hidup, pendidikan, pergaulan, dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Salinteh lalu untuk kamanakan padusi memang disanangi, dimanjoi dan induak pasukuan adolah makluk lemah berfikir, lemah fisik dan lemah mental. Mako wajib laki-laki melindungi dan menjago padusi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Orang lemah yang harus dijaga dari gangguan mental dan kejahatan. Laki-laki harus berkorban, untuak anak kemenakannya terutama yang perempuan.</p>
<p>Sementara, anak kemenakan laki-laki, wajib mandiri melatih diri untuk memimpin dimasa akan datang. Mempersiapkan diri mengemban tanggungjawab atau peran ganda yang telah melekan dalam dirinya.</p>
<p>&#8220;Mamak bersifat menasihati, membimbing dan melindungi kemenakan laki-laki sehingga dapat melanjutkan perjuangan sebagai kader mamak berikutnya di kemudian hari,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Sekarang tanggungjawab ini, tidak terjalankan betul secara ideal dan semestinya. Sehingga hubungan antara mamak dengan kemenakannya renggang. Jauh silahturahmi dan komunikasi. Berdampak lemahnya peran mamak dan kemenakan saat ini.</p>
<p>Seperti gurindam filsafat hidup masyarakat Minangkabau :</p>
<p><em>Kaluak Paku Kacang Balimbiang,</em><br />
<em>Tampurung lenggang lenggokan,</em><br />
<em>Baok manurun ka Saruaso.</em><br />
<em>Tanamlah siriah jo gagangnya,</em><br />
<em>Anak dipangku kamanakan dibimbiang,</em><br />
<em>Urang Kampuang dipatenggangkan,</em><br />
<em>Tenggang nagari jan binaso,</em><br />
<em>Tenggang sarato jo adatnyo.</em></p>
<p><em>Panakiak Pisau Sirauik,</em><br />
<em>Panungkek Batang Lintabuang,</em><br />
<em>Salodang ambiak ka Nyiru,</em><br />
<em>Satitik jadikan Lauik,</em><br />
<em>Sakapa jadikan Gunuang,</em><br />
<em>Alam takambang jadikan Guru.</em></p>
<p>Anak dipangku, sesuai ajaran Islam, ayah jelas bertanggungjawab penuh dunia akhirat kepada anak. Sesuai surat At Tahrim ayat 6 :<br />
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا&#8230;<br />
Artinya, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka&#8230;</p>
<p>Sedangkan kepada kemenakan harus dibimbing, yakni Mamak dalam kaumnya, bertanggung jawab hanya melakukan pengawasan, pembinaan, memberi nasihat dan membimbing anak-anak dari adik-adik perempuannya itu tidak melakukan prilaku menyimpang.</p>
<p>Mamak tidak memiliki tanggungjawab membiayai dan memenuhi kebutuhan hidup kemenakannya, kecuali sudah yatim dan piatu. Tidak ada tanggungjawab memberi uang atau kebutuhan materi, namun ini yang sering salah kaprah dan keliru.</p>
<p>Konsep materialistis dan kapitalis liberal, telah merusak otak dan sudut pandang komunal masyarakat Minangkabau. Racun dan virus materialisme telah merusak konsep dasar atau prinsip hidup manusia Minangkabau.</p>
<p>Masa Kejayaan Surau yang mesti dikembalikan.</p>
<p><em>Dijaja di sawah sahalai, </em><br />
<em>Bisuak indak taganang lai.</em><br />
<em>Diaja iduik marasai, </em><br />
<em>Bisuak indak tagamang lai.</em></p>
<p>Surau berfungsi menjauhkan anak laki-laki terlalu manja, pasif, pemalas dan tidak bertanggungjawab. Surau melatih anak laki-laki mandiri, kreatif, tangkas, tegas, lugas, berfikir cerdas, pandai, pintar, cepat dan tepat.</p>
<p>Ia sedikit direnggangkan hubungannya dengan saudara perempuannya, agar tidak kebablasan dan tabu akan sisi kewanitaannya. Islam mengajarkan hal itu, meski jarak berjauhan, namun batin adalah tanggungjawab untuk mesti dilindungi dan dijaga nantinya.</p>
<p>&#8220;Dikenang masa kejayaan dan kebahagiaan masa lalu, dimasa sayalah terakhir menikmati surau sebagai pusat pendidikan anak-anak Minangkabau. Mendapatkan hidup di Surau, dilatih diajarkan, dididik mandiri, tangguh, tegas, kerasnya hidup dirasakan namun lembut menyikapi dan ikhlas dijalani. Paham dan mengetahui mana yang baik dan yang buruk,&#8221; terangnya.</p>
<p>Surau, dilatih keras untuk melatih kerasnya peran ganda laki-laki di Minangkabau imbuhnya. Ke Surau hanya membawa kain sarung sehelai untuk tidur saja di malam hari. Saat tidur, hanya berlantai bambu yang sangat terasa dingin sangat tidur.</p>
<p>Itu melatih kekebalan tubuh dan membiasakan diri melalui kehidupan yang keras. Itulah yang membuat orang-orang tua terdahulu, memiliki kepribadian yang tangguh-tangguh, keras, tegas namun berhati lembut dan rendah hati.</p>
<p>Setelah mendapat ilmu dan didikan keras melalui Surau, ia harus melanjutkan pendidikan ke daerah luar. Orang Minang menyebutnya, Merantau.</p>
<p>&#8220;<em>Karatau madang di hulu, </em><br />
<em>Babuah babungo balun, </em><br />
<em>Ka rantau bujang dahulu </em><br />
<em>Di rumah paguno balun&#8221;</em></p>
<p>Begitulah prinsip dan pendidikan karakter laki-laki di Minangkabau. Alim, jujur, disiplin, arif bijaksana, cerdas, pintar, keras, tegas dan pandai bergaul.</p>
<p>Setelah pulang dari rantau pantang membawa masalah dan membuat masalah. Malah daerah rantau akan diperjauh agar mencapai keberhasilan tertentu untuk dapat dibawa pulang ke kampung halaman. Malu adalah sifat wajib dan menjadi prinsip hidup dimilikinya.</p>
<p>Manusia tidak ada malu, tidak ada ubahnya dengan makhluk berkaki empat. Hanya raganya saja manusia, namun jiwanya hanya hewan yang tidak memiliki akal.</p>
<p><em>Bajalan lewat jam gadang, </em><br />
<em>Elok lewat ampek puluah,</em><br />
<em>Dari pado gagal dibaok pulang, </em><br />
<em>Elok rantau dipajauah.</em></p>
<p>Surau telah melatih mental dan karakter tangguh anak laki-laki Minang. Dilatih kreatif, rela berkorban, mandiri, dan siap menderita. Tidak instan, tidak pasif, tidak mudah putus asa dan pejuang tangguh.</p>
<p><em>Raso Jo Pareso, </em><br />
<em>Raso dibaok baiak, </em><br />
<em>Pareso dibaok turun</em>.</p>
<p>Apa makasuidnya? Lanjut Angku Yus Datuak Parpatih. Segala sesuatu nan terasa dari luar dibawa kelam diri dan akan dicerna dengan akal logika. Otak mencerna yang terkait logis/masuk akal atau tidaknya sesuatu hal berupa sifat atau perbuatan.</p>
<p>Terus, apakah langsung disikapi dengan aksi dan reaksi? Tidak! Itulah guna hati dan nurani, timbang rasa yang harus dicek dan ricek lagi, tabayum lagi agar sikap yang akan keluar dari mulut atau perbuatan, tidak melakukan perilaku menyimpang.</p>
<p>Tidak berbuat salah, &#8220;<em>Patuik Saraso Mungkin</em>&#8220;. Disitu baru kita tau, mana yang elok dan mana yang buruk. Mana yang halal dan mana yang haram.</p>
<p>Tapi prakteknya, hati nurani sering kalah dengan akal yang cendrung memperturutkan hawa nafsu sehingga sering salah dan berbuat tidak elok.</p>
<p>Salah satu kasus yang sering terjadi terkait dengan harta pusako tinggi. Sering ninik mamak atau mamak pusako salah kaprah. Pihak keluarga di rantau begitu juga.</p>
<p>Karena mungkin sering tidak memahami lagi hukum adat. Sebenarnya tidak ada lagi hak pakai harta pusaka bagi perantau yang telah menyambung hidup diperantauan. untuak manuntuik harato pusako tinggi.</p>
<p>Karena yang berhak secara hukum adat Mengelol harta pusako tinggi adalah milik kaum atau keluarga saparuik (keluarga se-ibu/Sistem Matrilineal) yang berada di kampung halaman.</p>
<p>Sementara, orang yang di rantau dan memulai hidup baru di parantauan. Jika ingin juga dapat bagian dan mengelola harta pusako tinggi, harus pulang ke kampung dan menggarapnya sendiri.</p>
<p>Harta pusako tinggi didapat dari hasil &#8220;Manaruko&#8221; nenek moyang terdahulu yang secara adaik melakukan tradisi ekspansi atau merantau mencari lahan baru yang tidak berpunya. Musuhnya hanyalah alam gaib yang menghuni sebuah hutan rimba yang akan dijadikan lahan baru dan pemukiman baru.</p>
<p>Dalam Adat Sabatang Panjang Alam Minangkabau itu disebut &#8220;Adaik Bakarilahan&#8221; antara perantau dengan keluarga yang berada di kampung halaman. Dalam ajaran Islam &#8220;Hukum yang Tertinggi itu adalah berkerelaan (ikhlas)&#8221;.</p>
<p>Antara keluarga yang menetap dengan keluarga yang melanjutkan penjelajahan daerah baru harus siap &#8220;<em>bakarelaan</em>&#8220;. Mereka menyepakati &#8220;<em>Nan Ringan Tabaok, Nan Barek Ditinggakan</em>.&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Nan Ringan Tabaok, </em><br />
<em>Nan Barek Tingga.</em><br />
<em>Kabau pai ka kubangan, </em><br />
<em>Nan wilayah pulang ka nan punyo</em>.&#8221;</p>
<p>Maksutnya, harta pusaka tinggi itu hak pakai suatu kelompok kecil (saparuik) bukan hak milik. Sementara berhak memiliki atau hak milik adalah Kaum pasukuan, terutama yang saparuik. Jika tidak atau statusnya &#8220;punah&#8221;, (artinya, tidak ada keturunan perempuan) maka harta pusako tinggi akan kembali kepada kaum. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/y-dt-parpatiah-kembalikan-peran-ganda-laki-laki-minangkabau-dan-pendidikan-surau/">Y. Dt. Parpatiah: Kembalikan Peran Ganda Laki-Laki Minangkabau dan Pendidikan Surau!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/64 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.019 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:12:12 by W3 Total Cache
-->