<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Datuk Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/datuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/datuk/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Aug 2022 13:33:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Datuk Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/datuk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dihari Jadi Kota Padang, Iskandar Lubis Dikira Datuk oleh Ketua DPRD</title>
		<link>https://prokabar.com/dihari-jadi-kota-padang-iskandar-lubis-dikira-datuk-oleh-ketua-dprd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2022 12:28:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#harijadikotapadang]]></category>
		<category><![CDATA[#IskandarLubis]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105701</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang ke-353 tahun, Minggu (7/8). Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, Walikota...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dihari-jadi-kota-padang-iskandar-lubis-dikira-datuk-oleh-ketua-dprd/">Dihari Jadi Kota Padang, Iskandar Lubis Dikira Datuk oleh Ketua DPRD</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang ke-353 tahun, Minggu (7/8). Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, Walikota Padang Hendri Septa, dan para undangan hadir menggunakan baju adat Minangkabau.</p>
<p>Begitu juga dari manajemen PT Semen Padang yang diwakili oleh Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan, Iskandar Z. Lubis, juga hadir menggunakan pakaian Adat Minang, lengkap dengan destar, keris, salendang, sisamping, dan cawek.</p>
<p>Bahkan, Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani, sempat mengira bahwa Iskandar Z. Lubis seorang datuk. Padahal, Iskandar adalah pria asal Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandauling Natal, Sumatera Utara dengan marga Lubis.</p>
<p>&#8220;Iya, tadi Pak Ketua DPRD Padang mengira saya ini seorang datuk. Ditanya juga gelar saya dan dari suku apa. Tapi saya bilang kalau saya ini Lubis. Beliau langsung kaget, dan mengatakan kalau penampilan saya sudah seperti datuk,&#8221; kata Iskandar, yang merupakan sumando rang Bukittinggi itu, Minggu (7/8).</p>
<p>Meski bukan orang minang, Iskandar mengaku bangga bisa memakai pakaian Penghulu Adat Minang. Apalagi di saat Sidang Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-353 yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang. &#8220;Bangga sekali saya pakai pakaian Datuk ini di hari jadi Kota Padang ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Terkait HUT Kota Padang ke-353 dengan tema &#8220;Memperkokoh Sinergi Dalam Pembangunan dan Bangkit Dalam Keunggulan&#8221;, Iskandar menyebut bahwa Semen Padang sangat mendukung tema tersebut. Karena, juga sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial &amp; Lingkungan (TJSL) Perusahaan.</p>
<p>Pemko Padang menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka HUT ke-353 Kota Padang di Gedung DPRD Kota Padang. Tampak hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Padang Hendri Septa, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani dan jajarannya, serta para undangan lainnya. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dihari-jadi-kota-padang-iskandar-lubis-dikira-datuk-oleh-ketua-dprd/">Dihari Jadi Kota Padang, Iskandar Lubis Dikira Datuk oleh Ketua DPRD</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Y. Dt. Parpatiah: Kembalikan Peran Ganda Laki-Laki Minangkabau dan Pendidikan Surau!</title>
		<link>https://prokabar.com/y-dt-parpatiah-kembalikan-peran-ganda-laki-laki-minangkabau-dan-pendidikan-surau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 00:24:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#Datukyus]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#surau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94794</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Angku Yusbir Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatih, sastrawan dan budayawan Minangkabau, kembali meluangkan waktu khusus kepada generasi penerusnya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/y-dt-parpatiah-kembalikan-peran-ganda-laki-laki-minangkabau-dan-pendidikan-surau/">Y. Dt. Parpatiah: Kembalikan Peran Ganda Laki-Laki Minangkabau dan Pendidikan Surau!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Angku Yusbir Bandaro Bodi atau lebih dikenal Angku Yus Datuak Parpatih, sastrawan dan budayawan Minangkabau, kembali meluangkan waktu khusus kepada generasi penerusnya di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Sejumlah pemuda ingin bangkit dan belajar, terkait Pendidikan Adat Minangkabau dengan filosofi Adat Basandi Syarat, Syarak Basandi Kitabullah.</p>
<p>Kegiatan sudah dimulai Minggu malam (5/9) lalu. Dan Minggu malam (12/9) ini, merupakan hari kedua dan akan terus berlanjut satu kali dalam seminggu diantara hari Rabu malam dan Minggu Malam.</p>
<p>Kegiatan selain di Rumah Adat Angku Yus Datuak Parpatih, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, kemungkinan juga dapat dilaksanakan di Surau Jorong Muaro Pauah dan Masjid Inyiak De Er.</p>
<p>Kondisi itu sangat berhubungan dengan situasi dan kondisi. Baik secara fisik dari beliau, maupun kondisi cuaca untuk melaksanakan kegiatan.</p>
<p>Penanaman nilai-nilai dengan mengurai batang tubuh Adat Minangkabau itu sendiri. Menyikap Wajah Minangkabau sesuai judul buku yang akan diterbitkannya.</p>
<p>&#8220;Sudah saatnya kita memikirkan serius berkampung bernagari, menjalankan peran kita masing-masing,&#8221; saat beliau memulai Pendidikan Adat setelah sebelumnya, dibuka oleh Fitrah Katik Rajo Mudo, selaku moderator, Minggu (12/9).</p>
<p>&#8220;Kita bermasyarakat selaku laki-laki, berat membeban tanggungjawab. Itulah resiko menjadi orang Minangkabau. Selain bertanggungjawab di Rumah Gadang, juga bertanggungjawab di Rumah Orang (keluarga inti). Indak panuah kateh, panuah ka bawah. Itulah tanggungjawab laki-laki di Minangkabau,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Laki-laki punya power di persukuan dan di masyarakat lanjutnya, tapi tidak berpunya harta pusaka (harta warisan nenek moyang). Sementara perempuan, ibaraik dimanjakan karena mereka harta pusaka tinggi atau warisan leluhur berupa harta benda.</p>
<p>Mamak atau paman dalam sistem kekerabatan matrilineal hanya bertanggungjawab menambah, mengawasi, mengolah, manjaga dan melintaui batas wilayah kepemilikan harta pusaka agar tidak dicuri dan diganggu orang lain.</p>
<p>Laki-laki tidak memiliki, karena sebagai pemimpin harus lebih tau mensejahterakan anak kemenakan, memperhatikan prilaku moralitas atau adab bermasyarakat, melintaui kebutuhan hidup, pendidikan, pergaulan, dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Salinteh lalu untuk kamanakan padusi memang disanangi, dimanjoi dan induak pasukuan adolah makluk lemah berfikir, lemah fisik dan lemah mental. Mako wajib laki-laki melindungi dan menjago padusi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Orang lemah yang harus dijaga dari gangguan mental dan kejahatan. Laki-laki harus berkorban, untuak anak kemenakannya terutama yang perempuan.</p>
<p>Sementara, anak kemenakan laki-laki, wajib mandiri melatih diri untuk memimpin dimasa akan datang. Mempersiapkan diri mengemban tanggungjawab atau peran ganda yang telah melekan dalam dirinya.</p>
<p>&#8220;Mamak bersifat menasihati, membimbing dan melindungi kemenakan laki-laki sehingga dapat melanjutkan perjuangan sebagai kader mamak berikutnya di kemudian hari,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Sekarang tanggungjawab ini, tidak terjalankan betul secara ideal dan semestinya. Sehingga hubungan antara mamak dengan kemenakannya renggang. Jauh silahturahmi dan komunikasi. Berdampak lemahnya peran mamak dan kemenakan saat ini.</p>
<p>Seperti gurindam filsafat hidup masyarakat Minangkabau :</p>
<p><em>Kaluak Paku Kacang Balimbiang,</em><br />
<em>Tampurung lenggang lenggokan,</em><br />
<em>Baok manurun ka Saruaso.</em><br />
<em>Tanamlah siriah jo gagangnya,</em><br />
<em>Anak dipangku kamanakan dibimbiang,</em><br />
<em>Urang Kampuang dipatenggangkan,</em><br />
<em>Tenggang nagari jan binaso,</em><br />
<em>Tenggang sarato jo adatnyo.</em></p>
<p><em>Panakiak Pisau Sirauik,</em><br />
<em>Panungkek Batang Lintabuang,</em><br />
<em>Salodang ambiak ka Nyiru,</em><br />
<em>Satitik jadikan Lauik,</em><br />
<em>Sakapa jadikan Gunuang,</em><br />
<em>Alam takambang jadikan Guru.</em></p>
<p>Anak dipangku, sesuai ajaran Islam, ayah jelas bertanggungjawab penuh dunia akhirat kepada anak. Sesuai surat At Tahrim ayat 6 :<br />
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا&#8230;<br />
Artinya, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka&#8230;</p>
<p>Sedangkan kepada kemenakan harus dibimbing, yakni Mamak dalam kaumnya, bertanggung jawab hanya melakukan pengawasan, pembinaan, memberi nasihat dan membimbing anak-anak dari adik-adik perempuannya itu tidak melakukan prilaku menyimpang.</p>
<p>Mamak tidak memiliki tanggungjawab membiayai dan memenuhi kebutuhan hidup kemenakannya, kecuali sudah yatim dan piatu. Tidak ada tanggungjawab memberi uang atau kebutuhan materi, namun ini yang sering salah kaprah dan keliru.</p>
<p>Konsep materialistis dan kapitalis liberal, telah merusak otak dan sudut pandang komunal masyarakat Minangkabau. Racun dan virus materialisme telah merusak konsep dasar atau prinsip hidup manusia Minangkabau.</p>
<p>Masa Kejayaan Surau yang mesti dikembalikan.</p>
<p><em>Dijaja di sawah sahalai, </em><br />
<em>Bisuak indak taganang lai.</em><br />
<em>Diaja iduik marasai, </em><br />
<em>Bisuak indak tagamang lai.</em></p>
<p>Surau berfungsi menjauhkan anak laki-laki terlalu manja, pasif, pemalas dan tidak bertanggungjawab. Surau melatih anak laki-laki mandiri, kreatif, tangkas, tegas, lugas, berfikir cerdas, pandai, pintar, cepat dan tepat.</p>
<p>Ia sedikit direnggangkan hubungannya dengan saudara perempuannya, agar tidak kebablasan dan tabu akan sisi kewanitaannya. Islam mengajarkan hal itu, meski jarak berjauhan, namun batin adalah tanggungjawab untuk mesti dilindungi dan dijaga nantinya.</p>
<p>&#8220;Dikenang masa kejayaan dan kebahagiaan masa lalu, dimasa sayalah terakhir menikmati surau sebagai pusat pendidikan anak-anak Minangkabau. Mendapatkan hidup di Surau, dilatih diajarkan, dididik mandiri, tangguh, tegas, kerasnya hidup dirasakan namun lembut menyikapi dan ikhlas dijalani. Paham dan mengetahui mana yang baik dan yang buruk,&#8221; terangnya.</p>
<p>Surau, dilatih keras untuk melatih kerasnya peran ganda laki-laki di Minangkabau imbuhnya. Ke Surau hanya membawa kain sarung sehelai untuk tidur saja di malam hari. Saat tidur, hanya berlantai bambu yang sangat terasa dingin sangat tidur.</p>
<p>Itu melatih kekebalan tubuh dan membiasakan diri melalui kehidupan yang keras. Itulah yang membuat orang-orang tua terdahulu, memiliki kepribadian yang tangguh-tangguh, keras, tegas namun berhati lembut dan rendah hati.</p>
<p>Setelah mendapat ilmu dan didikan keras melalui Surau, ia harus melanjutkan pendidikan ke daerah luar. Orang Minang menyebutnya, Merantau.</p>
<p>&#8220;<em>Karatau madang di hulu, </em><br />
<em>Babuah babungo balun, </em><br />
<em>Ka rantau bujang dahulu </em><br />
<em>Di rumah paguno balun&#8221;</em></p>
<p>Begitulah prinsip dan pendidikan karakter laki-laki di Minangkabau. Alim, jujur, disiplin, arif bijaksana, cerdas, pintar, keras, tegas dan pandai bergaul.</p>
<p>Setelah pulang dari rantau pantang membawa masalah dan membuat masalah. Malah daerah rantau akan diperjauh agar mencapai keberhasilan tertentu untuk dapat dibawa pulang ke kampung halaman. Malu adalah sifat wajib dan menjadi prinsip hidup dimilikinya.</p>
<p>Manusia tidak ada malu, tidak ada ubahnya dengan makhluk berkaki empat. Hanya raganya saja manusia, namun jiwanya hanya hewan yang tidak memiliki akal.</p>
<p><em>Bajalan lewat jam gadang, </em><br />
<em>Elok lewat ampek puluah,</em><br />
<em>Dari pado gagal dibaok pulang, </em><br />
<em>Elok rantau dipajauah.</em></p>
<p>Surau telah melatih mental dan karakter tangguh anak laki-laki Minang. Dilatih kreatif, rela berkorban, mandiri, dan siap menderita. Tidak instan, tidak pasif, tidak mudah putus asa dan pejuang tangguh.</p>
<p><em>Raso Jo Pareso, </em><br />
<em>Raso dibaok baiak, </em><br />
<em>Pareso dibaok turun</em>.</p>
<p>Apa makasuidnya? Lanjut Angku Yus Datuak Parpatih. Segala sesuatu nan terasa dari luar dibawa kelam diri dan akan dicerna dengan akal logika. Otak mencerna yang terkait logis/masuk akal atau tidaknya sesuatu hal berupa sifat atau perbuatan.</p>
<p>Terus, apakah langsung disikapi dengan aksi dan reaksi? Tidak! Itulah guna hati dan nurani, timbang rasa yang harus dicek dan ricek lagi, tabayum lagi agar sikap yang akan keluar dari mulut atau perbuatan, tidak melakukan perilaku menyimpang.</p>
<p>Tidak berbuat salah, &#8220;<em>Patuik Saraso Mungkin</em>&#8220;. Disitu baru kita tau, mana yang elok dan mana yang buruk. Mana yang halal dan mana yang haram.</p>
<p>Tapi prakteknya, hati nurani sering kalah dengan akal yang cendrung memperturutkan hawa nafsu sehingga sering salah dan berbuat tidak elok.</p>
<p>Salah satu kasus yang sering terjadi terkait dengan harta pusako tinggi. Sering ninik mamak atau mamak pusako salah kaprah. Pihak keluarga di rantau begitu juga.</p>
<p>Karena mungkin sering tidak memahami lagi hukum adat. Sebenarnya tidak ada lagi hak pakai harta pusaka bagi perantau yang telah menyambung hidup diperantauan. untuak manuntuik harato pusako tinggi.</p>
<p>Karena yang berhak secara hukum adat Mengelol harta pusako tinggi adalah milik kaum atau keluarga saparuik (keluarga se-ibu/Sistem Matrilineal) yang berada di kampung halaman.</p>
<p>Sementara, orang yang di rantau dan memulai hidup baru di parantauan. Jika ingin juga dapat bagian dan mengelola harta pusako tinggi, harus pulang ke kampung dan menggarapnya sendiri.</p>
<p>Harta pusako tinggi didapat dari hasil &#8220;Manaruko&#8221; nenek moyang terdahulu yang secara adaik melakukan tradisi ekspansi atau merantau mencari lahan baru yang tidak berpunya. Musuhnya hanyalah alam gaib yang menghuni sebuah hutan rimba yang akan dijadikan lahan baru dan pemukiman baru.</p>
<p>Dalam Adat Sabatang Panjang Alam Minangkabau itu disebut &#8220;Adaik Bakarilahan&#8221; antara perantau dengan keluarga yang berada di kampung halaman. Dalam ajaran Islam &#8220;Hukum yang Tertinggi itu adalah berkerelaan (ikhlas)&#8221;.</p>
<p>Antara keluarga yang menetap dengan keluarga yang melanjutkan penjelajahan daerah baru harus siap &#8220;<em>bakarelaan</em>&#8220;. Mereka menyepakati &#8220;<em>Nan Ringan Tabaok, Nan Barek Ditinggakan</em>.&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Nan Ringan Tabaok, </em><br />
<em>Nan Barek Tingga.</em><br />
<em>Kabau pai ka kubangan, </em><br />
<em>Nan wilayah pulang ka nan punyo</em>.&#8221;</p>
<p>Maksutnya, harta pusaka tinggi itu hak pakai suatu kelompok kecil (saparuik) bukan hak milik. Sementara berhak memiliki atau hak milik adalah Kaum pasukuan, terutama yang saparuik. Jika tidak atau statusnya &#8220;punah&#8221;, (artinya, tidak ada keturunan perempuan) maka harta pusako tinggi akan kembali kepada kaum. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/y-dt-parpatiah-kembalikan-peran-ganda-laki-laki-minangkabau-dan-pendidikan-surau/">Y. Dt. Parpatiah: Kembalikan Peran Ganda Laki-Laki Minangkabau dan Pendidikan Surau!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angku Yus Dt. Parpatiah: Nenek Moyang Minangkabau Latih Kecerdasan Anak Cucu dengan Bahasa Kias</title>
		<link>https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-nenek-moyang-minangkabau-latih-kecerdasan-anak-cucu-dengan-bahasa-kias/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2021 00:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84405</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Angku Yus Datuak Parpatih Guguak (82) (kini bergelar Datuk Bandaro Bodi), seorang budayawan Minangkabau. Terkenal dengan karyanya cukup fenomenal &#8220;Pitaruah Ayah&#8221;...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-nenek-moyang-minangkabau-latih-kecerdasan-anak-cucu-dengan-bahasa-kias/">Angku Yus Dt. Parpatiah: Nenek Moyang Minangkabau Latih Kecerdasan Anak Cucu dengan Bahasa Kias</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Angku Yus Datuak Parpatih Guguak (82) (kini bergelar Datuk Bandaro Bodi), seorang budayawan Minangkabau. Terkenal dengan karyanya cukup fenomenal &#8220;Pitaruah Ayah&#8221; untuk anak laki-laki dan perempuan serta sejenis Gurindam lainnya melalui rekaman kaset dan video. Memberikan referensi sekaligus diskusi bersama 30 orang tim penyusun silabus Pelajaran Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Tingkat SMP, di Aula Disdikbud Kabupaten Agam, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Angku Datuak Bandaro Bodi lebih banyak membahas pemaknaan kosa kata lama Bahasa Minangkabau yang sering diabaikan. Seringkali masyarakat dan tokoh adat menggunakan kata-kata kias, namun tidak memahami makna dari kata tersebut.</p>
<p>&#8220;Adapun yang memahami, namun tidak jarang mereka tidak memberikan edukasi kepada generasi penerusnya. Bahkan tidak terterapkan dalam diri dan kehidupannya sebagai pemimpin, contoh suri tauladan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tokoh adat sering menggunakan kosa kata itu dalam pidato adat berupa pasambahan atau di acara-acara resmi ataupun acara tidak resmi. Akan tetapi tidak banyak menyebarluaskan pemaknaan kata yang memiliki filosofi dan nilai budaya tata krama atau sopan santun.</p>
<p>&#8220;Tidak adab berarti tidak beradat. Sinonim dari orang berbudi, beretika, bermoral, bersopan santun dan bertata krama,&#8221; kata Angku Yus. Dt. Parpatiah Guguak.</p>
<p>Bahasa Minangkabau banyak menggunakan perumpamaan, ungkapan atau bahasa kias. Kalimat dengan memiliki makna ganda dan multitafsir. Bagi masyarakat adat yang taat dan patuh dalam nilai-nilai budayanya, akan memahami setiap kata perkata dalam setiap kosa kata bahasa adat atau bahasa kias.</p>
<p>&#8220;Apalagi mereka banyak bertanya dan berdiskusi dengan orang tua serta memiliki keingintahuan yang tinggi. Namun tidak banyak saat ini Ninik Mamak memiliki semangat belajar dan bertanya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya, telah terjadi kemunduran yang cukup signifikan pada tetua adat. Diakibatkan minimnya kaderisasi generasi adat sesuai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Untuk itu, memang harus dibutuhkan gebrakan dan strategi, sehingga generasi penerus penerus dapat kembali memahami dan membudayakan kelestarian bahasa kias melalui bahasa adat.</p>
<p>&#8220;Sudah semestinya dilakukan pembelajaran sekolah adat khusus kepada generasi kedepan. Dan gagasan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, memasukan pembelajaran adat ke kurikulum sekolah sangat tepat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Seringkali anak-anak muda atau pelajar tidak suka sekali belajar bahasa dan budaya adat, dikarenakan tingkat kebosanan cepat terjadi. Karena sering pemateri memberi pelajaran yang terlalu kaku dan kurang memiliki nilai seni. Padahal tradisi dan budaya adat Minangkabau itu memiliki nilai estetika dan seni yang sangat tinggi.</p>
<p>Butuh keterampilan serta gaya dan inovatif dalam memberikan materi kepada anak didik. Apalagi di era globalisasi dan teknologi, jauh mengubah pola hidup, pola pikir dan pola rasa millenial saat ini.</p>
<p>&#8220;Padahal nenek moyang Minangkabau telah melahirkan budaya dengan sedemikian cerdas dan menariknya, dikarenakan nilai seni atau estetika seimbang dengan nilai-nilai adab dan etika yang sangat tinggi. Keelokan sifat, jiwa dan pikiran diterapkan dengan aturan-aturan bernagari,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dicontohkan pada pidato adat &#8220;Bapasambahan&#8221;. Seringkali terjadi pengulangan kalimat dalam debat diskusi. Kata antara pihak tuan rumah diulang kembali pihak tamu dan begitu sebaliknya. Hal itu sebagai bentuk penguatan kalimat atau diskusi, yang bicarakan sesuai dengan yang disampaikan kedua belah pihak.</p>
<p>&#8220;Pasambahan itu sesungguhnya memiliki makna tersendiri. Tabayum atau memperkuat kepastian makna kalimat atau kata dalam diskusi pasambahan pidato adat. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan kekeliruan dalam musyawarah mufakat. Dan semestinya, sifat dan tatanan nilai itu dipertajam. Bukan sebaliknya! Budaya Minabgkabau mempertajam keelokan budi. Mengasah raso jo pareso, etika dan sifat malu,&#8221; tutup Angku Yus Bandaro Bodi. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/angku-yus-dt-parpatiah-nenek-moyang-minangkabau-latih-kecerdasan-anak-cucu-dengan-bahasa-kias/">Angku Yus Dt. Parpatiah: Nenek Moyang Minangkabau Latih Kecerdasan Anak Cucu dengan Bahasa Kias</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pjs. Bupati Solok Selatan Terima Gelar Adat Datuak Bandaro Bendang</title>
		<link>https://prokabar.com/pjs-bupati-solok-selatan-terima-gelar-adat-datuak-bandaro-bendang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2020 15:31:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#malewadatuak]]></category>
		<category><![CDATA[#SolokSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=78256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solok Selatan, Prokabar — Pjs Bupati Solok Selatan Jasman Rizal terima gelar adat &#8220;Datuak Bandaro Bendang&#8221; dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pjs-bupati-solok-selatan-terima-gelar-adat-datuak-bandaro-bendang/">Pjs. Bupati Solok Selatan Terima Gelar Adat Datuak Bandaro Bendang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Solok Selatan, Prokabar — </strong>Pjs Bupati Solok Selatan Jasman Rizal terima gelar adat &#8220;Datuak Bandaro Bendang&#8221; dari Kaum Kampai Nan 12 di Bauah Kanagarian Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Pemberian gelar adat ini atas kesepakatan seluruh ninik mamak Suku Kampai Nan 12 di Bauah dibawah payuang Inyiak Majolelo beserta empat suku yang lain di Kanagarian Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan dan permufakatan Pangulu pucuak dan sandi kaum Kampai Bendang Palangai (Balai Selasa) Pesisir Selatan. Pemakaian gelar adat ini disematkan melalui serangkaian prosesi adat yang cukup panjang dan kesepakatan dari beberapa Datuak dari beberapa suku yang ada didaerah setempat.</p>
<p data-reader-unique-id="5">&#8220;Gelar Datuak&#8221; yang telah dilewakan (diberikan) bagi masyarakat minangkabau adalah gelar yang dikhususkan kepada seseorang yang dianggap bijaksana dalam bersikap, dinilai bisa mengayomi anak, kemenakan dengan baik. Selain itu &#8220;Gelar Datuak&#8221; diberikan kepada seseorang juga berarti bahwa orang tersebut dapat berlaku adil, meletakkan hukum dengan baik. &#8220;Dapek menjadi niniak mamak, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, anak dipangku kamanakan dibimbiang (Dapat menjadi ninik mamak, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, anak dipeluk kemenakan dibimbing)</p>
<p data-reader-unique-id="6">Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutan prosesi adat &#8220;Batagak Gala&#8221; Pjs. Bupati Solok Selatan yang digelar di &#8220;rumah tinggi&#8221; Inyiak Majalelo yang masih terpelihara keasliannya, Sabtu (28/11) memberikan apresiasi atas nama pemerintah kepada Pjs. Bupati Solok Selatan.</p>
<p data-reader-unique-id="7">&#8220;Prosesi Batagak Gala ini menandakan adat budaya masih tumbuh dalam nagari. &#8220;Batagak Gala&#8221; adalah salah satu bentuk melestarikan kegiatan adat nagari, dan juga sebagai identitas kita sebagai masyarakat minang,&#8221; kata Irwan.</p>
<p data-reader-unique-id="8">&#8220;Prosesi Batagak Gala adalah sebagai contoh untuk kedepan, begitulah musyawarah, keputusan diambil setelah melalui proses kesepakatan dan proses pertimbangan yang matang,&#8221; tambah Irwan.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Terakhir Gubernur berharap gelar yang telah diberikan tidak untuk gaya-gayaan, tidak untuk gagah-gagahan, tapi adalah tanggung jawab dunia akhirat.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Pjs. Bupati Solok Selatan Jasman Rizal dalam sambutannya setelah prosesi gelar adat mengucapkan terima kasih kepada para datuak kaum, karena telah diberi kepercayaan dan amanah atas gelar &#8220;Datuak Bandaro Bendang&#8221; yang telah disandangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">&#8220;Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Solok Selatan khususnya Kanagarian Sungai Talang, karena diakhir masa jabatan saya sebagai Pjs. Bupati, saya diberikan amanah dengan gelar ini, mudah-mudahan kedepannya saya bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab ini dengan baik, diajak sehilir semudik.&#8221; ucap Jasman.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Pucuak Kampai 12 Nan Dibawuah Inyiak Majolelo dari Alam Surambi Sungai Pagu dan pucuak Kampai Bendang dari Palangai K. Dt. Saridano menyatakan, bahwa gelar Datuak Bandaro Bendang merupakan gelar yang telah lama tenggelam, hari ini dibangkitlan kembali dengan istilah Mambangkik Batang Tarandam. Gelar ini terpakai di Alam Surambi Sungai Pagu dan terpakai juga di Nagari Palangai Banda Sapuluah (Pesisir Selatan). (<b>rel</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pjs-bupati-solok-selatan-terima-gelar-adat-datuak-bandaro-bendang/">Pjs. Bupati Solok Selatan Terima Gelar Adat Datuak Bandaro Bendang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Bahan Maut &#8220;Pabrik Sabu-sabu&#8221; di Payakumbuh</title>
		<link>https://prokabar.com/inilah-bahan-maut-pabrik-sabu-sabu-di-payakumbuh-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 07:06:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#Pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[#Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Sabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/inilah-bahan-maut-pabrik-sabu-sabu-di-payakumbuh-2/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, ProKabar &#8211; Ada avtur di zippo, soda api, urea thailand, ampas trembesi hingga air aki. Inilah bahan racikan sabu-sabu di Payakumbuh. Semua diolah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-bahan-maut-pabrik-sabu-sabu-di-payakumbuh-2/">Inilah Bahan Maut &#8220;Pabrik Sabu-sabu&#8221; di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Payakumbuh, ProKabar &#8211;</b> Ada avtur di zippo, soda api, urea thailand, ampas trembesi hingga air aki. Inilah bahan racikan sabu-sabu di Payakumbuh.</p>
<p>Semua diolah dengan bahan-bahan lain, bak limbah B3 saja. Itulah yang dikonsumsi oleh anak muda. Tenggen.</p>
<p>Tak hanya tenggen, tapi pendek umurnya. Kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa. Upaya cari uang semacam ini tak lain adalah pembunuhan generasi muda.</p>
<p>&#8220;Angkat tangan saya dengan Payakumbuh. Kemarin miras, sekarang sabu, LGBT banyak pula, apa yang lebih gila dari itu?&#8221; Jangan marah, ini kata orang Payakumbuh juga. Heboh di medsos.</p>
<p>&#8220;Bahan pembuatan sabu yang diracik pelaku, dibeli secara online. Ada juga yang dibeli di apotik sekitar dan toko pupuk,&#8221; jelas Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastyawan Setyowibowo dan Kapolsekta Kompol Russirwan.</p>
<p>Pelaku Rino Datuk Pandak yang merupakan oknum niniak mamak di Tiaka, Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumbar, mengaku bisa membuat sabu-sabu setelah belajar di internet.</p>
<p>&#8220;Agar masyarakat tidak curiga, bahan bahannya dia pesan online. Belajar membuat online dan beli bahannya juga online,&#8221; jelas Kapolres.</p>
<p>Selain bahan di atas, Rino Dt Pandak juga meracik sabu sabu dengan bahan alkohol murni 100 persen, baby oil, batrai energizer serta beberapa bahan lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaku mengolah bahan tersebut menjadi sabu sabu, dengan menggunakan kompor gas, sebuah kuali alumanium merek teflon. <b>(VBM)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-bahan-maut-pabrik-sabu-sabu-di-payakumbuh-2/">Inilah Bahan Maut &#8220;Pabrik Sabu-sabu&#8221; di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghilang, Politisi Ini Jadi Datuk</title>
		<link>https://prokabar.com/menghilang-politisi-ini-jadi-datuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2018 12:55:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[#Datuk]]></category>
		<category><![CDATA[#Politisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4406</guid>

					<description><![CDATA[<p>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8211; ADALAH Taslim politisi senior PAN asal Sumatera Barat, menghilang dan ternyata ia didaulat sukunya jadi pemangku adat, datuk. Taslim akan diarak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menghilang-politisi-ini-jadi-datuk/">Menghilang, Politisi Ini Jadi Datuk</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BUKITTINGGI, PROKABAR &#8211;</strong> ADALAH Taslim politisi senior PAN asal Sumatera Barat, menghilang dan ternyata ia didaulat sukunya jadi pemangku adat, datuk.</p>
<p>Taslim akan diarak dalam acara Batagak Pangulu Datuak Tambogo Suku Chaniago Sungai Angek Nagari Simarasok Kecamatan Baso, Sabtu (17/3) mendatang.</p>
<p>Taslim Dt Tambogo merupakan mantan anggota DPR RI periode 2009-2014, mantan anggota DPRD Sumbar, dia  putera asli Sungai Angek Baso yang sekarang menjabat Sekretaris DPW PAN Sumbar.</p>
<p>“Datuak yang lama sudah tua, kebetulan berdasarkan musyawarah Suku Caniago di Sungai Angek, saya diberi amanah melanjutkan estafet kepemimpinan beliau,” ujar Taslim, Rabu (14/3) di sela-sela kesibukannya mempersiapkan prosesi malewakan gelar tersebut.</p>
<p>Taslim mengakui telah menyampaikan undangan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.</p>
<p>“Insya Allah, Pak Gubernur hadir Sabtu besok itu, dan Pak Irwan mengatakan kalau tidak ada acara mendadak seperti dipanggil Presiden, Insya Allah saya hadir”, ujar Taslim menyampaikan kesedian Irwan Prayitno hadir di Sungai Angek.</p>
<p>Di samping Datuak Tambogo, pada Sabtu itu juga dilewakan Datuak Asa Basa dan Datuak Sabatang. “Jumat pagi membantai kerbaunya,” ujar Ketua Alumni Unand Jabodetabek itu.</p>
<p>Saat prosesi malewakan gala itu turut hadir Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah yang merupakan pangulu di Baso, akan menyerahkan karih pusako ke bako.</p>
<p>“Menjadi pangulu itu tanggung jawabnya besar. Anak kemenakan harus diperhatikan secara seksama agar apa yang menjadi harapan bersama kaum dapat diwujudkan,” sebutnya.</p>
<p>Selain hadir Gubernur Sumbar, kabarnya malewakan gala Taslim Dt Tambogo juga dihadiri banyak politisi baik daerah maupun nasional.</p>
<p>“Undangan sudah disampaikan ke Pak Amien Rais dan juga Menteri PAN RB dan kolega pak Taslim waktu di Komisi III DPR RI dulu, seperti Aziz Syamsuddin, Fahri Hamzah, Nasir Jamil, juga ke Ketua DPR RI, kita masih menunggu konfirmasi, termasuk politisi Sumbar seperti ketua dan sskretaris Parpol di Sumbar,”ujar sahabat Taslim, Isa Kurniawan.<strong>(laf)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menghilang-politisi-ini-jadi-datuk/">Menghilang, Politisi Ini Jadi Datuk</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/136 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.533 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 13:30:42 by W3 Total Cache
-->