<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#danausingkarak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/danausingkarak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/danausingkarak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Oct 2025 13:47:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#danausingkarak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/danausingkarak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kapusdal LH Sumatera Kunjungi PT Semen Padang, Dorong Kolaborasi Atasi Sampah Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/kapusdal-lh-sumatera-kunjungi-pt-semen-padang-dorong-kolaborasi-atasi-sampah-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 13:47:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#KapusdalLH]]></category>
		<category><![CDATA[#pengendaliansampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=129362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Kapusdal LH) Wilayah Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup, Zamzami, melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang, Senin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kapusdal-lh-sumatera-kunjungi-pt-semen-padang-dorong-kolaborasi-atasi-sampah-danau-singkarak/">Kapusdal LH Sumatera Kunjungi PT Semen Padang, Dorong Kolaborasi Atasi Sampah Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> – Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Kapusdal LH) Wilayah Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup, Zamzami, melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Padang, Senin (29/9/2025) lalu. Kunjungan ini bertujuan menjajaki kolaborasi untuk mengendalikan sampah di Danau Singkarak, salah satu danau terbesar di Sumatera Barat yang kerap menghadapi persoalan lingkungan.</p>
<p>Dalam kunjungan itu, Zamzami didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuadi, serta sejumlah pejabat terkait. Rombongan diterima oleh Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi &amp; Kesekretariatan, Ilham Akbar, dan Kepala Unit CSR, Idris.</p>
<p>Zamzami menegaskan, persoalan sampah di Danau Singkarak sudah berlangsung lama dan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan sektor swasta. “Masalah sampah ini tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Semua sektor harus ikut terlibat. Edukasi dan kesadaran bersama sangat penting agar Danau Singkarak tetap lestari. Jika danau bersih, ekosistem terjaga, wisatawan semakin ramai, dan perekonomian masyarakat sekitar ikut berkembang,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya akan menggelar dialog lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha. Dialog ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan yang berkelanjutan.</p>
<p>PT Semen Padang menyatakan komitmennya mendukung inisiatif tersebut. Sekretaris Perusahaan, Win Bernadino, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sudah menjadi bagian dari visi keberlanjutan perusahaan sejak lama. “Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Apa yang disampaikan Kapusdal LH sejalan dengan semangat kami. PT Semen Padang siap mendukung penuh program pengendalian sampah Danau Singkarak maupun agenda pelestarian lingkungan lainnya. Langkah ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah 2024–2029, khususnya dalam mewujudkan pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan dan ketahanan ekologi. Bagi kami, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” katanya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ilham Akbar. Ia mencontohkan program konservasi ikan bilih yang dijalankan sejak 2018. Hingga 2025, sebanyak 17.500 ekor ikan bilih hasil konservasi telah dilepas, dengan 16.000 ekor dikembalikan ke Danau Singkarak dan 1.500 ekor dilepas di Danau Diatas. “Dari 1.500 ekor yang dilepas di Danau Diatas, 800 di antaranya betina. Jika satu ekor mampu menghasilkan 5.000 telur, potensi populasinya bisa berkembang hingga lebih dari 4 juta ekor. Ini bukti nyata komitmen kami menjaga ekosistem perairan,” jelasnya.</p>
<p>Selain konservasi ikan bilih, PT Semen Padang juga menjalankan program lingkungan lainnya. Di antaranya program Nabuang Sarok untuk pengelolaan sampah masyarakat, penanaman pohon kaliandra sebagai sumber energi biomassa terbarukan, serta kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih dalam pengelolaan sampah terpadu.</p>
<p>Pertemuan antara Kapusdal LH Sumatera dengan PT Semen Padang ini diharapkan menjadi momentum awal lahirnya sinergi baru antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, Danau Singkarak diharapkan tidak hanya terhindar dari pencemaran, tetapi juga berkembang menjadi pusat wisata dan ekonomi berkelanjutan yang membanggakan Sumatera Barat. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kapusdal-lh-sumatera-kunjungi-pt-semen-padang-dorong-kolaborasi-atasi-sampah-danau-singkarak/">Kapusdal LH Sumatera Kunjungi PT Semen Padang, Dorong Kolaborasi Atasi Sampah Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT Semen Padang Restocking 3000 Ekor Ikan Bilih Hasil Pemijahan di Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/pt-semen-padang-restocking-3000-ekor-ikan-bilih-hasil-pemijahan-di-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 16:38:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=121914</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Sebanyak 3000 ekor ikan bilih hasil pemijahan yang dilakukan oleh PT Semen Padang, direstocking (tindakan melepas ikan) ke habitat aslinya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-restocking-3000-ekor-ikan-bilih-hasil-pemijahan-di-danau-singkarak/">PT Semen Padang Restocking 3000 Ekor Ikan Bilih Hasil Pemijahan di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Sebanyak 3000 ekor ikan bilih hasil pemijahan yang dilakukan oleh PT Semen Padang, direstocking (tindakan melepas ikan) ke habitat aslinya di Danau Singkarak, yaitu di tepian Masjid Al-Furqan, Jorong Batu Baragung, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Sabtu (10/8/2024).</p>
<p>Sebelumnya, sebanyak 13.000 ikan bilih hasil pemijahan yang dilakukan oleh perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, juga telah direstocking di lokasi yang sama. Bahkan selain merestocking, PT Semen Padang juga membangun reservate atau suaka untuk ikan bilih yang lokasinya juga berada di Jorong Batu Baragung, Nagari Sumpur.</p>
<p>&#8220;Jadi, sampai hari ini sudah 16.000 ikan bilih hasil pemijahan yang dilakukan PT Semen Padang, telah disebar di habitat aslinya di Danau Singkarak. Ikan hasil pemijahan ini merupakan buah dari kerja sama PT Semen Padang dengan Universitas Bung Hatta (UBH),&#8221; kata Direktur Utama (Dirut) PT Semen Padang, Indrieffouny Indra usai melepas ribuan ikan bilih di tepian Masjid Al-Furqan.</p>
<p>Selain Dirut Indrieffouny, pelepasan ribuan ikan bilih itu juga dihadiri dua orang Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yaitu Direktur Supply Chain Yosviandri, Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio Andriano Hosny Panangian dan Corporate Secretary PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Vita Mahreyni. Kemudian dari PT Semen Padang, juga hadir Direktur Keuangan &amp; Umum Oktoweri, serta sejumlah staf pimpinan di lingkungan PT Semen Padang.</p>
<p>Diantaranya, Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan Iskandar Z Lubis, Kepala Departemen Tambang &amp; Pengelolaahan Bahan Baku Dedi M Sidiq, Kepala Unit CSR Ilham Akbar, dan Kepala Unit Sarana Umum Deni Zein. Kemudian, juga hadir guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH Prof Hafrijal Syandri didampingi Dr Azrita S.Pi, MSi, selaku dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH.</p>
<p>Lebih lanjut Indrieffouny menyampaikan bahwa ikan bilih hasil pemijahan ini merupakan bagian dari upaya konservasi ikan bilih yang telah dilakukan oleh PT Semen Padang sejak tahun 2018. Dan, konservasi ikan endemik di Danau Singkarak itu sebelumnya dirintis oleh Direktur Supply Chain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Yosviandri, yang ketika itu menjabat sebagai Dirut PT Semen Padang.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, hari ini Pak Yosviandri hadir di Nagari Sumpur untuk ikut serta melepas ikan bilih hasil pemijahan yang dilakukan PT Semen Padang di habitat aslinya di Danau Dingkarak. Bahkan, ikan bilih hasil konservasi ini telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat salingka Danau Singkarak, khususnya di Nagari Sumpur,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bagi PT Semen Padang, sebutnya, kegiatan konservasi hingga merestocking ikan bilih ini merupakan bagian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam upaya menyelamatkan ikan bilih yang terancam punah akibat eksploitasi secara besar-besaran oleh oknum nelayan salingka Danau Singkarak, tanpa mengindahkan proses siklus hidupnya. Bahkan, upaya dari konservasi ini diapresiasi oleh banyak pihak.</p>
<p>Di antaranya, mendapat penghargaan Gold Award pada Indonesian SDG&#8217;s Award 2022, Penghargaan Padmamitra Award 2022 untuk kategori Pelestarian Lingkungan dan Biodiversity, serta mendapat penghargaan Subroto untuk kategori Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terinovatif Komoditas Mineral Bukan Logam tahun 2023.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya itu, bahkan konservasi ikan bilih ini juga menjadi salah satu yang dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk PROPER Emas. Alhamdulillah, PT Semen Padang berhasil mendapatkan PROPER Emas di tahun 2023. PROPER Emas ini didapatkan, karena dari kegiatan merestocking ini, berdampak kepada peningkatkan hasil tangkapan nelayan Nagari Sumpur,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Peningkatan itu, kata Indrieffouny melanjutkan, karena dari rata-rata 3 kg/hari/nelayan, meningkat menjadi 7 kg/hari/nelayan, dengan peningkatan pendapatan nelayan sebesar Rp4,5 juta/bulan/nelayan. Bahkan, nilai Social Return of Investment (SROI) nya sebesar 13,97 kali. &#8220;Artinya, dari Rp1 yang diinvestasikan PT Semen Padang menghasilkan nilai dampak sebesar Rp13,97 bagi penerima manfaat di Salingka Danau Singkarak ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Prof Hafrijal Syandri yang hadir mewakili UBH mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan PT Semen Padang dalam melakukan konservasi ikan bilih. &#8220;Saya mewakili UBH, menyampaikan rasa bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan konservasi ini. Dan, kegiatan ini telah dimulai sejak 2018. Artinya, ini tahun keenam bagi UBH bekerjasama dengan PT Semen Padang untuk kegiatan konservasi ikan bilih,&#8221; katanya.</p>
<p>Guru besar yang akrab disapa Prof Bilih itu juga menyampaikan perkembangan ikan bilih hasil konservasi yang dilakukan oleh PT Semen Padang bersama UBH. Kata dia, sejak dilakukan kerjasama, restocking ikan bilih kali ini merupakan yang keenam. Dan, sejak restocking awal yang dilakukan pada 30 Juli 2022 hingga restocking kelima yang dilakukan pada 21 Maret 2024, diketahui bahwa perkembangan ikan bilih di Nagari Sumpur sangat luar biasa.</p>
<p>&#8220;Ini informasi dari masyarakat dan Wali Nagari Sumpur. Jumlah populasinya meningkat drastis, dan itu dapat dilihat di Muaro Sungai Sumpur, banyak ikan bilih yang naik ke sungai untuk pemijahan. Tentunya, perkembangan ini tidak terlepas dari dukungan PT Semen Padang. Karena, selain merestocking ikan bilih hasil pemijahan, PT Semen Padang juga membuatkan reservat untuk ikan bilih yang dilepas di Danau Singkarak ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Direktur Supply Chain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Yosviandri, berharap agar PT Semen Padang yang merupakan bagian dari PT Semen Indonesia atau SIG, terus dapat berkolaborasi dengan UBH dalam mengembangbiakan ikan bilih, yang merupakan ikan endemik di Danau Singkarak. &#8220;Saya berharap kolaborasi ini terus dilakukan. Di samping untuk melestarikan lingkungan, hasil kolaborasi ini tentunya bisa menjadi peninggalan untuk anak cucu kita nanti,&#8221; kata Yosviandri.</p>
<p>Pada kesempatan itu, dia pun menceritakan bagaimana awal mulanya muncul ide untuk mengembangbiakan ikan bilih di PT Semen Padang. Kata dia, sebelum dilakukan kerja sama dengan UBH, dirinya yang saat itu masih menjabat sebagai Dirut PT Semen Padang, berkunjung ke ruangan Deni Zein yang saat menjadi Staf di Unit Sarana Umum PT Semen Padang. Kemudian di ruangan tersebut, dia melihat ada ikan bilih yang dipelihara oleh Deni Zein di dalam akuarium.</p>
<p>&#8220;Kemudian saya tanya, kenapa bisa? Rupanya Pak Deni sudah koordinasi dengan Prof Hafrijal Syandri. Dan, ternyata ikan bilih bisa hidup di luar habitat aslinya. Nah, karena ikan ini langka bisa hidup di luar habitanya, kemudian saya tertarik untuk mengembangbiakan ikan bilih ini. Agar kerja sama ini bisa berhasil, PT Semen Padang kemudian menggandeng UBH,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Awalnya, sebut Yosviandri, konservasi ikan bilih dilakukan di sungai di kawasan lapangan golf PT Semen Padang yang merupakan kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati). Dan, ternyata ikan bilih bisa hidup di sungai tersebut, namun perkembangannya sulit dideteksi, sehingga dibuatlah kolam konservasi yang dilengkapi dengan tempat pemijahan.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, ternyata ikan bilih berkembang sangat signifikan. Teman-teman Kehati PT Semen Padang juga sangat antusias dengan program konservasi ikan bilih ini. Dan, program konservasi ini ternyata juga bermanfaat untuk mendukung program PROPER Emas PT Semen Padang. Padahal dari awal, kami tidak berpikir ini sebagai PROPER atau reward lainnya. Karena dari awal, kami mengembangkannya karena ikan ini langka bisa berkembang di luar habitatnya, hanya itu saja,&#8221; kata Yosviandri.</p>
<p>Sementara itu, Wali Nagari Sumpur Fernando Sutan Sati, mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah peduli terhadap populasi ikan bilih Danau Singkarak. Karena, kepedulian PT Semen Padang ini, memberikan manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat Nagari Sumpur yang mayoritas, merupakan nelayan di Salingka Danau Singkarak yang menggantungkan pendapatannya pada hasil tangkapan ikan bilih.</p>
<p>&#8220;Kami Pemerintahan Nagari Sumpur sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang yang telah peduli terhadap populasi ikan bilih, termasuk kepada masyarakat Nagari Sumpur. Bahkan, kepedulian dari PT Semen Padang ini, membuat kami merasa di anak emaskan. Karena, apa yang dibuat PT Semen Padang, telah banyak kami rasakan manfaatnya,&#8221; kata Fernando. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pt-semen-padang-restocking-3000-ekor-ikan-bilih-hasil-pemijahan-di-danau-singkarak/">PT Semen Padang Restocking 3000 Ekor Ikan Bilih Hasil Pemijahan di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>149 Titik Pelanggaran Ditemukan di atas Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/149-titik-pelanggaran-ditemukan-di-atas-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2022 10:03:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#KPK]]></category>
		<category><![CDATA[#pelanggaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105974</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Pemkab Tanah Datar siap menjadi garda terdepan dalam penyelematan danau Singkarak sebagai danau prioritas nasional. Namun, harus duduk dulu ini kewenangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/149-titik-pelanggaran-ditemukan-di-atas-danau-singkarak/">149 Titik Pelanggaran Ditemukan di atas Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Pemkab Tanah Datar siap menjadi garda terdepan dalam penyelematan danau Singkarak sebagai danau prioritas nasional. Namun, harus duduk dulu ini kewenangan siapa.</p>
<p>Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, usai Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pengendalian indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang Danau Singkarak Kabupaten Tanah Datar, diaula kantor bupati setempat, Senin (15/8).</p>
<p>Rapat dilakukan secara langsung dan secara virtual turut dihadiri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Direktur Penertiban dan Pemanfaatan Tata Ruang Kementerian ATR-BPN, Asisten Deputi Pengelolaan Daearah Aliran Sungai Konservasi Kementerian Maritim dan Invenstasi dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Permaslahan diatas Danau Singkarak, harus duduk dulu, siapa punya kewenangan apa, siapa punya kewajiban apa? Kita khawatir saat diberikan beban melakukan tindakan, kita tidak punya kewenangan,&#8221; kata Wabup.</p>
<p>Terkait laporan dari Kementrian ATR BPN adanya 149 titik pelanggaran diatas Danau Singkarak di wilayah Tanah Datar kata Wabup, Pemerintah Daerah akan menyurati dan memberikan himbauan.</p>
<p>&#8220;Terkait dengan pelanggaran ini, kami akan surati, dan berikan imbaun kepada masyarakat. Sehingga harus duduk dengan jelas,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sebab, kata wabup pihaknya konsisten dalam menegakkan aturan tersebut. karena, pemerintah daerah belum ada menerbitkan izin untuk pembangunan disepadan maupun badan air Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Kita ikut bertanggung jawab disitu, dan sepakat pelanggaran yang dilakukan ditindak. Kita berkomitmen menciptakan kepatuhan, tetapi kewenangan harus jelas. Jangan sampai ada lempar-lempar tanggung jawab,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Direktorat Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Ariodilah Virgantara melalui zoom mengatakan Danau Singkarak merupakan salah satu dari 15 danau prioritas nasional yang harus diselamatkan.</p>
<p>Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.</p>
<p>Saat ini, kata Ariodilah, ada sebanyak 149 titik pelanggaran yang terjadi di Danau Singkarak untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar dan 122 pelanggaran di wilayah Kabupaten Solok.</p>
<p>Adapun pelanggaran pemanfaatan ruang diantaranya pendirian warung, rumah makan, rumah perkampungan, tempat wisata, reklamasi danau, toko kasur, dan lainnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/149-titik-pelanggaran-ditemukan-di-atas-danau-singkarak/">149 Titik Pelanggaran Ditemukan di atas Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semen Padang Kembali Sebar Ribuan Ikan Bilih ke Habitat Asli Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/semen-padang-kembali-sebar-ribuan-ikan-bilih-ke-habitat-asli-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 12:16:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#ikanbilih]]></category>
		<category><![CDATA[#konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105478</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Ikan Bilih yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak dikonservasi oleh PT Semen Padang bersama Universitas Bung Hatta (UBH) sejak tahun 2018. Kini,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-kembali-sebar-ribuan-ikan-bilih-ke-habitat-asli-danau-singkarak/">Semen Padang Kembali Sebar Ribuan Ikan Bilih ke Habitat Asli Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Ikan Bilih yang merupakan ikan endemik Danau Singkarak dikonservasi oleh PT Semen Padang bersama Universitas Bung Hatta (UBH) sejak tahun 2018. Kini, ikan ikan itu kembali disebar ke habitat aslinya di Danau Singkarak sebanyak 3000 ekor, Minggu (30/7).</p>
<p>Bertempat di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur, Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), penebaran ribuan ikan endemik yang terancam punah itu, dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumbar Audy Joynaldi, bersama Dirut dan jajaran Direksi PT Semen Indonesia (persero),Tbk (SIG) dan PT Semen Padang.</p>
<p>Dari SIG, penebaran ribuan ikan bilih itu dilakukan langsung oleh Direktur Utama, Donny Arsal, Direktur Operasi, Yosviandri, serta Direktur Bisnis dan Pemasaran, Aulia Mulki Oemar. Sedangkan dari PT Semen Padang, dilakukan oleh Direktur Utama, Asri Mukhtar, dan  Direktur Keuangan &amp; Umum, Oktoweri.</p>
<p>Selain Wagub, serta jajaran direksi SIG dan PT Semen Padang, penebaran ikan bilih itu juga dilakukan oleh Komisaris PT Semen Padang, Werry Darta Taifur dan Khairul Jasmi, Rektor UBH, Tafdil Husni serta guru besar UBH, Hafrijal Syandri, dan sejumlah staf pimpinan SIG dan PT Semen Padang.</p>
<p>Pada kesempatan itu juga diresmikan area suaka perikanan (reservat) di Jorong Batu Baraguang, Nagari Sumpur, sebagai bagian dari konservasi ikan bilih di habitat aslinya (konservasi In-situ). Dan peresmian reservat itu, juga bagian dari upaya PT Semen Padang dan UBH dalam melestarikan ikan bilih.</p>
<p>Acara penebaran ikan bilih dan peresmian area suaka ikan bilih itu juga dimeriahkan oleh penampilan Silek Aia (bersilat di dalam air) dari perguruan silat Riak Sumpur, serta  dan pacu biduk dan lomba manjalo ikan (menangkap ikan pakai jala ikan) oleh nelayan Nagari Sumpur.</p>
<p>Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy  mengapresiasi SIG, maupun PT Semen Padang dan UBH yang telah melakukan konservasi ikan bilih Danau Singkarak.  Konservasi ikan bilih di luar habitatnya tidak mudah dilakukan, banyak kegagalan dan keberhasilannya sangat kecil.</p>
<p>&#8220;Kami dari Pemprov Sumbar sangat mengapresiasi upaya konservasi yang dilakukan SIG melalui PT Semen Padang yang bekerja sama dengan UBH. Sebab, ikan bilih ini pada tahun 2020, statusnya dinyatakan hampir punah. Harusnya, dengan status yang hampir punah, ikan bilih ini harus lebih mahal dibandingkan ikan salmon di restoran Jepang,&#8221; katanya.</p>
<p>Wagub juga mengapresiasi masyarakat Nagari Sumpur. Karena, dari 11 nagari yang ada di salingka Danau Singkarak, hanya Nagari Sumpur yang hingga kini masih menjaga keberadaan ekosistem Danau Singkarak, seperti ikan bilih ini melalui peraturan nagari yang telah diterapkan sejak puluhan tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Nagari Sumpur ini tidak hanya menjaga keberadaan ikan bilih sebagai habitat asli Danau Singkarak. Nagari Sumpur ini istimewa, dan masuk sebagai 50 Desa Terbaik pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Nagari ini terkenal dengan homestay yang bersih, makanannya juga istimewa. Saya berharap pariwisata daerah ini bisa digenjot lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pariwisata Nagari Sumpur ini perlu digenjot, sebut Audy, karena berdasarkan informasi dari masyarakat Sumpur disebutkan bahwa 90 persen masyarakat Sumpur adalah nelayan. &#8220;Kalau pariwisata daerah ini berkembang, tentunya bisa menjadi aktifitas ekonomi bagi masyarakat Nagari Sumpur, selain nelayan ikan bilih,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dirut SIG Donny Arsal menyebut bahwa upaya konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang bersama UBH ini harus dilakukan dengan skala yang lebih besar lagi. Dan SIG, komitmen untuk mendukungnya. &#8220;Kalau bisa program konservasi ini jadi edukasi bagi masyarakat, bagaimana membudidayakan bilih di luar habitatnya,&#8221; kata Donny.</p>
<p>Dia menyebut, program konservasi ikan bilih ini cukup efektif dalam menjaga kelestarian ikan bilih yang terancam punah. Namun begitu, ia berharap konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang bersama UBH ini juga sejalan dengan pembatasan penggunaan bagan dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Ini mesti dilakukan sekaligus, jadi antara pembibitan berjalan agresif, masif, dan upaya mencegah kepunahan ikan bilih bisa dilakukan secara paralel. Kami dari SIG dan Semen Padang, akan terus mensupport kelestarian ikan bilih ini. Dan kami pun juga berterima kasih kepada Nagari Sumpur yang welcome terhadap kita, termasuk UBH yang telah membantu kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rektor UBH Tafdil Husni menyebut bahwa keterlibatan UBH dalam konservasi ikan bilih merupakan suatu bentuk kontribusi UBH, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) yang didukung oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UBH. Apalagi, status ikan bilih Danau Singkarak pada tahun 2020 menuju kepunahan.</p>
<p>&#8220;Jadi, ini penting kita selamatkan ancaman kepunahan ikan bilih ini melalui pembenihan secara in-situ dan membuat area suaka yang diresmikan. Dan Alhamdulillah, sudah dua kali PT Semen Padang bersama UBH kembali menebar anak ikan bilih ke habitatnya.<br />
Dan tentunya, hasil dari penebaran ikan bilih akan luar biasa terhadap ekonomi nelayan bilih Danau Singkarak,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai contoh, sebut Tafdil, dari 1500 ikan bilih yang disebar dan didalamnya ada 800 ekor betina, maka masing-masing betina akan mempunyai telur 3000. Jika dikalkulasikan, maka jumlahnya akan ada 2,4 juta ekor ikan bilih yang akan berkembang biak. Kemudian, untuk 1 juta ekor bilih, sama dengan 5000 kg.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini harga ikan bilih Rp50 ribu. Kalau kita kalkulasikan lagi dalam setahun, maka jumlahnya bisa dapat Rp250 juta. Ini untuk 1 juta ekor ikan yang dihasilkan dari 800 ikan bilih betina yang disebar hari ini. Apalagi kalau hitungan kertasnya 2,4 juta, tentu hasilnya ada sekitar Rp600 juta per tahun. Makanya, mari sama-sama kita jaga kelestarian ikan bilih ini, supaya bisa berkembang dengan baik di habitat aslinya ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala Unit CSR Semen Padang, Rinold Thamrin dalam laporan perkembangan Program Konservasi Ikan Bilih yang dilakukan oleh PT Semen Padang bekerjasama dengan UBH menyebut bahwa konservasi ikan bilih ini telah dimulai pada Juni 2018. Dan itu diawali dengan survei dan identifikasi sungai yang sesuai dengan habitat ikan bilih di aliran sungai di kawasan lapangan golf PT Semen Padang.</p>
<p>Dari identifikasi dan evaluasi kualitas air sungai, ditemukan kualitas air memenuhi persyaratan baku mutu kualitas air untuk perikanan. Kemudian, pada Juli 2018, sebanyak 400 ekor ikan bilih disebar di sungai yang berada di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang. &#8220;Setelah ikan disebar, beberapa bulan kemudian diketahui bahwa ikan bilih tumbuh dan berkembang dengan baik, namun jumlah populasinya tidak bisa ditentukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk memastikan perkembangbiakan ikan bilih, lanjut Rinold, PT Semen Padang kemudian melakukan pemijahan massal secara manual dan semi alami yang dilaksanakan di labor penelitian di area D1 PT Semen Padang. Bahkan, sarana pemijahan dan pembiakan ikan bilih itu berhasil mendapatkan Sertifikat Paten Sederhana dari Kemenkumham RI pada 2021.</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemijahan massal secara manual dan semi alami, kami pun berhasil melakukan restocking anakan ikan bilih ke habitat aslinya di Danau Singkarak. Restocking ini sudah 2 kali kami lakukan. Sebelumnya pada 21 Maret 2022, sebanyak 4000 ekor dan hari ini sekitar 3000 ekor.  Kemudian, kami pun juga membuat area suaka perikanan di Nagari Sumpur sebagai upaya mempertahankan eksistensi ikan bilih di Danau Singkarak,&#8221; bebernya.</p>
<p>Konservasi ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang, lanjut Rinold, tidak hanya sampai di sini. Pada tahun 2023-2024, PT Semen Padang bersama UBH juga akan melakukan introduksi ikan bilih hasil pemijahan di PT Semen Padang ke sungai, embung dan kolam-kolam masyarakat yang berada di sekitar perusahaan.</p>
<p>&#8220;Rencana ini dilakukan sebagai upaya menjadikan Indarung sebagai daerah penyangga kelestarian ikan bilih di Sumbar, sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan melalui kegiatan budidaya ikan bilih. Kemudian tahun 2025, kami juga akan menjadikan labor penelitian ikan bilih dan area Kehati PT Semen Padang sebagai wahana edukasi, sekaligus lokasi penelitian bagi akademisi khususnya, dan masyarakat pada umumnya,&#8221; ungkap Rinold.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Nelayan Nagari Sumpur, Fernando Sutan Sati mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan UBH yang terus konsisten dalam melakukan konservasi ikan bilih. Dan masyarakat Sumpur sendiri, akan terus berusaha menjaga kelestarian ikan bilih Danau Singkarak ini agar tidak terancam punah.</p>
<p>&#8220;Kami di Nagari Sumpur ini ada peraturan yang dibuat oleh tiga tungku sajarangan tentang penangkapan ikan bilih melalui bagan, bom dan lain sebagainya. Aturan ini mungkin sudah ada sejak 100 tahun lalu, karena aturan ini sudah ada juga sejak saya lahir dan sekarang umur saya sudah 60 tahun. Sampai saat ini, kami masih kukuh dan taat dengan aturan tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Aturan yang dibuat oleh para pendahulu itu, sebutnya, juga telah direvisi melalui Peraturan Nagari No 3 tahun 2004 tentang Tata Tertib Penangkapan Ikan Dalam Kawasan Nagari Sumpur. Dalam pasal 2 peraturan tersebut berbunyi larangan menangkap ikan bilih di Danau Singkarak yang berada di Nagari Sumpur menggunakan ulang ali, bagan, keramba jaring apung, bahan peledak, stroom listrik, bahan kimia beracun/potassium dan memakai tubo aka.</p>
<p>&#8220;Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi berupa denda, sanksi adat dari ninik mamak/kepala kaum dan KAN Sumpur, hingga diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum. Tidak hanya itu, bahkan ada juga yang melanggar di usir dari Nagari Sumpur, dan itu pernah kami lakukan,&#8221; kata Fernando yang juga tokoh masyarakat Nagari Sumpur. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/semen-padang-kembali-sebar-ribuan-ikan-bilih-ke-habitat-asli-danau-singkarak/">Semen Padang Kembali Sebar Ribuan Ikan Bilih ke Habitat Asli Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilalang dan eksotisme Danau Singkarak Dari Puncak Aua Sarumpun</title>
		<link>https://prokabar.com/ilalang-dan-eksotisme-danau-singkarak-dari-puncak-aua-sarumpun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2020 13:40:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=70185</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Singkarak geopark. Nama itu terpampang jelas dengan membelakangi danau Singkarak. Hal ini dapat didapati dari atas puncak Aur Sarumpun, di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ilalang-dan-eksotisme-danau-singkarak-dari-puncak-aua-sarumpun/">Ilalang dan eksotisme Danau Singkarak Dari Puncak Aua Sarumpun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar —</strong> Singkarak geopark. Nama itu terpampang jelas dengan membelakangi danau Singkarak. Hal ini dapat didapati dari atas puncak Aur Sarumpun, di Jorong Siturah Nagari 3 Koto Rambatan,Tanah Datar. Puncak aua sarumpun, menyajikan keindahan danau Singkarak dari ketinggian, hingga bentangan alam bukit barisan.</p>
<p>Jika dulunya, puncak aua sarumpun hanya disinggahi oleh beberapa orang saja dan didominasi masyarakat lokal, namun berbeda dengan saat ini. Tak sedikit orang dari berbagai daerah datang yang hanya snegaja menikmati bentangan alam yang disajikan dari puncak aua sarumpun.</p>
<p>Terlebih, telah adanya sedikit polesan terhadap destinasi wisata puncak Aua Sarumpun itu. Pertama kali sampai di tempat ini, wisatawan akan disuguhkan dengan tanah lapang. Yang paling menarik adalah lanskap disekitarnya, yaitu hamparan ilalang yang banyak diburu untuk spot berfoto.</p>
<p>Untuk bisa sampai ke aua sarumpun tidaklah terlalu jauh dari kota Batusangkar menuju arah Solok via Ombilin. Tepat dipinggir jalan, nantinya wisatawan akan dituntun menaiki tanjakan lebih kurang sepanjang dua kilometer dari ruas jalan utama Ombilin.</p>
<p>Memang, Tingginya tanjakan dan kurang bagusnya akses jalan ke lokasi wisata ini, menjadi kendala bagi wisatawan untuk berkunjung ke puncak aua sarumpun. Jika tidak menggunakan kendaraan roda empat dengan kondisi yang prima, maka tak heran kendaraan anda dimungkinkan hanya bisa menempuh separuh perjalanan saja.</p>
<p>Tidak hanya itu, kendaraan yang tergolong jenis sedan atau city car akan lebih sulit untuk sampai ke puncak aua rasumpun. Efektifnya, untuk bisa sampai kelokasi dianjurkan menggunakan kendaraan roda dua.</p>
<p>Yeni, salah seorang wisatawan dari kota padang mengaku senang bisa tiba dan melihat lansung keindahan puncak aua sarumpun. Sebelumnya, ia mengetahui puncak aua sarumpun dari postingan teman temannya di media sosial.</p>
<p>&#8221; ini baru pertama kali kesini. Kemarin itu hanya melihat postingan teman teman di FB. Foto mereka bagus bagus, ilang ilang dengan backgroundnya danau singkarak,&#8221; katanya dengan semangat.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang pedagang di puncak aua sarumpun mengatakan jika setiap akhir pekan, sabtu dan minggu wisatawan dari berbagai daerah selalu ramai datang berkunjung. Selain pengunjung dengan sanak keluarga, pengunjung lebih didominasi oleh kawula muda.</p>
<p>&#8221; alhamdulillah, kalau pengunjung ramai kita ikut jual beli. Biasanya sabtu minggu itu ramai. Kebanyakan anak anak muda yang ingin foto foto,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pada tahun 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memang menggarap potensi alam untuk persiapan perencanaan Danau Singkarak menuju Geopark Nasional 2020.<br />
Pemkab Tanah Datar sendiri mengusulkan sebanyak 20 lokasi untuk dijadikan kawasan Geopark, yang salah satunya Danau Singkarak. (<b>eym</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ilalang-dan-eksotisme-danau-singkarak-dari-puncak-aua-sarumpun/">Ilalang dan eksotisme Danau Singkarak Dari Puncak Aua Sarumpun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Hari Dicari, Terduga Pengedar Narkotika Ditemukan tak Bernyawa di Dasar Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/tiga-hari-dicari-terduga-pengedar-narkotika-ditemukan-tak-bernyawa-di-dasar-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2020 09:59:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#narkotika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Setelah tiga hari, pencarian terduga pengedar narkotika yang terjun ke Danau Singkarak akhirnya membuahkan hasil. Rhony Tanjung alias Bujang berhasil...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-hari-dicari-terduga-pengedar-narkotika-ditemukan-tak-bernyawa-di-dasar-danau-singkarak/">Tiga Hari Dicari, Terduga Pengedar Narkotika Ditemukan tak Bernyawa di Dasar Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Setelah tiga hari, pencarian terduga pengedar narkotika yang terjun ke Danau Singkarak akhirnya membuahkan hasil.</p>
<p>Rhony Tanjung alias Bujang berhasil ditemukan tim penyelamat. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari pihak terkait, Jasad terduga pengedar Narkotika ini ditemukan dari dasar danau Singkarak sekitar pukul 14.30 WIB. Usai ditemukan, jasad Rhony langsung dimasukan ke kantong jenazah yang selanjutnya dievakuasi ke UPT Puskesmas Wilayah kerja Rambatan 1 menggunakan ambulan untuk kepentingan penyelidikan.</p>
<p><strong>Baca Juga : </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/takut-ditangkap-pelaku-penyalahgunaan-narkoba-nekad-lompat-ke-danau-singkarak/">Takut Ditangkap, Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Nekad Lompat Ke Danau Singkarak</a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/pencarian-pengedar-narkoba-yang-loncat-ke-danau-singkarak-terus-dilakukan-tim-penyelamat-dan-warga/">Pencarian Pengedar Narkoba yang Loncat ke Danau Singkarak Terus Dilakukan Tim Penyelamat dan Warga</a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/tiga-hari-dicari-terduga-pengedar-narkotika-ditemukan-tak-bernyawa-di-dasar-danau-singkarak/">Tiga Hari Dicari, Terduga Pengedar Narkotika Ditemukan tak Bernyawa di Dasar Danau Singkarak</a></li>
</ul>
<p>&#8220;Benar pak, sudah kita temukan tadi sekitar pukul 14.30 WIB,&#8221; tulis salah seorang tim pemyelamat.</p>
<p>Sebelumnya, Rhony Tanjung nekad meloncat ke dalam Danau Singkarak yang diduga hendak melarikan diri dari proses penangkapan yang dilakukan Sat Narkoba Polda Sumbar.</p>
<p>Sementara, satu rekan korban berhasil diamankan petugas dalam penangkapan itu. Pencarian terhadap korban dilakukan oleh tim gabungan Basarnas 50 Kota, BPBD Tanah Datar dan Solok.<strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tiga-hari-dicari-terduga-pengedar-narkotika-ditemukan-tak-bernyawa-di-dasar-danau-singkarak/">Tiga Hari Dicari, Terduga Pengedar Narkotika Ditemukan tak Bernyawa di Dasar Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencarian Pengedar Narkoba yang Loncat ke Danau Singkarak Terus Dilakukan Tim Penyelamat dan Warga</title>
		<link>https://prokabar.com/pencarian-pengedar-narkoba-yang-loncat-ke-danau-singkarak-terus-dilakukan-tim-penyelamat-dan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 07:47:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=58000</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Pencarian terhadap Rhony Tanjung alias Bujang warga Jorong Darek, Nagari Simawang yang diduga tenggelam di danau Singkarak masih terus dilakukan....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pencarian-pengedar-narkoba-yang-loncat-ke-danau-singkarak-terus-dilakukan-tim-penyelamat-dan-warga/">Pencarian Pengedar Narkoba yang Loncat ke Danau Singkarak Terus Dilakukan Tim Penyelamat dan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Tanah Datar, Prokabar —</strong> Pencarian terhadap Rhony Tanjung alias Bujang warga Jorong Darek, Nagari Simawang yang diduga tenggelam di danau Singkarak masih terus dilakukan. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas 50 Kota, BPBD Tanah Datar dan Solok, serta Aparat Kepolisian dan masyarakat setempat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Rhony Tanjung alias Bujang diduga tenggelam di danau Singkarak setelah berusaha melarikan diri dari sergapan<span class="Apple-converted-space">  </span>jajaran Sat Narkoba Polda Sumbar. Diiduga kuat, yang bersangkutan takut saat digerebek petugas dan memilih menceburkan diri kedalam danau Singkarak. Sementara, satu rekannya berhasil diamankan petugas. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kapolsek Rambatan AKP Firdaus saat ditemui diloksi pencarian korban membenarkan, jika ada proses penangkapan terhadap dua orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di pinggit jalan lintas Sumatera itu, tepatnya di Jorong Batu Limbak Nagari Simawang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kita melakukan pencarian berkaitan dengan permasalahan kemaren, penangkapan tersangka pelaku pengedar narkoba oleh polda sumbar,&#8221; kata Kapolsek.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut AKP Firdaus mengatakan jika informasi dari masyarakat sekitar, salah satu tersangka menceburkan diri kedalam danau Singkarak saat hendak diamankan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Informasi yang kita dapat seperti itu, saat penangkapan,&#8221; ungkapnya lagi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, salah seorang tim penyelamat dari Basarnas 50 Kota, Jefri hunter mengungkapkan jika pencarian korban tenggelam dilakukan dengan menyisiri permukaan danau Singkarak. Hari kedua pencarian petugas belum mendapatkan titik terang keberadan korban.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain melakukan pencarian dengan menyisiri permukaan danau Singkarak, tim penyelamat juga menerjukan tim selam mereka. Namun, karena kondisi air danau yang keruh menjadi kendala tim penyelamat<span class="Apple-converted-space">  </span>melakukan pencarian dengan cara<span class="Apple-converted-space">  </span>tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jarak pandang hanya 3 meter, jadi sangat menyulitkan petugas untuk melakukan penyelaman,&#8221; ujar Jefri H.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sesuai dengan SOP, pencarian terhadap korban akan dilakukan hingga 7 hari kedepan.</span></p>
<p><strong>Baca Juga : </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/takut-ditangkap-pelaku-penyalahgunaan-narkoba-nekad-lompat-ke-danau-singkarak/">Takut Ditangkap, Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Nekad Lompat Ke Danau Singkarak</a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/pencarian-pengedar-narkoba-yang-loncat-ke-danau-singkarak-terus-dilakukan-tim-penyelamat-dan-warga/">Pencarian Pengedar Narkoba yang Loncat ke Danau Singkarak Terus Dilakukan Tim Penyelamat dan Warga</a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/tiga-hari-dicari-terduga-pengedar-narkotika-ditemukan-tak-bernyawa-di-dasar-danau-singkarak/">Tiga Hari Dicari, Terduga Pengedar Narkotika Ditemukan tak Bernyawa di Dasar Danau Singkarak</a></li>
</ul>
<p class="p1"><span class="s1">Dari pantauan Prokabar.com di lokasi pencarian, masyarakat setempat juga melakukan pencarian dengan cara menyelam. Dengan mengandalkan alat bantu kompresor, beberapa orang warga terlihat melakukan penyelaman yang mereka lakukan tak jauh dari bibir danau. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pencarian terhadap terduga pelaku penyalahgunaan narkotika ini juga mengundang perhatian pengguna jalan lintas Sumatera. Ramainya warga yang menonton pencarian itu, membuat arus lalu lintas di ruas jalan tersebut juga jadi tersendat. (<b>eym</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pencarian-pengedar-narkoba-yang-loncat-ke-danau-singkarak-terus-dilakukan-tim-penyelamat-dan-warga/">Pencarian Pengedar Narkoba yang Loncat ke Danau Singkarak Terus Dilakukan Tim Penyelamat dan Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Ingin Kayu Gelondongan di Permukaan Tepi Danau Singkarak Dibersihkan</title>
		<link>https://prokabar.com/warga-ingin-kayu-gelondongan-di-permukaan-tepi-danau-singkarak-dibersihkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2020 15:02:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#BanjirBandang]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#malalo]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57542</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Selain merusak infrastruktur dan lahan pertanian serta ladang milik warga, banjir bandang yang melanda Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-ingin-kayu-gelondongan-di-permukaan-tepi-danau-singkarak-dibersihkan/">Warga Ingin Kayu Gelondongan di Permukaan Tepi Danau Singkarak Dibersihkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar &#8211;</strong> Selain merusak infrastruktur dan lahan pertanian serta ladang milik warga, banjir bandang yang melanda Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh Malalo, Tanah Datar pada Jumat lalu juga merusak permukaan bibir danau Singkarak.</p>
<p>Tepat berada di titik muara banjir bandang, terjadi pengikisan terhadap bibir danau, yang panjangnya lebih kurang 10 meter. Pengikisan oleh derasnya banjir bandang yang disertai batu yang berukuran besar itu juga membetuk seperti sebuah lubang, yang menurut warga kedalamannya mencapai 6 meter.</p>
<p>Marjoni, salah seorang korban banjir atau pekerja dari bengkel furniture yang turut dihondoh banjir bandang mengatakan jika kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh banjir dari bukit patah gigi. Air yang disertai bebatuan itu mengikis permukaan tanah dan bermuara ke Danau Singkarak.</p>
<p>“Ini karena banjir kemaren itu pak. Batu yang hanyut itu kan besar, dikikisnya bibir danau ini sampai kesini (sambil menunjuk batas pengikisan),” kata Marjoni.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200120_215908.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-57544" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200120_215908.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200120_215908.jpg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200120_215908-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200120_215908-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a></p>
<p>Selain terjadinya pengikisan terhadap bibir danau, pada tepi permukaan Danau Singkarak saat ini juga dipenuhi dengan tumpukan kayu gelondongan. Kayu-kayu tersebut terbawa arus banjir bandang dari bukit patah gigi.</p>
<p>“Ukuran kayu yang mengapung di permukaan danau ini mulai dari ukuran kecil hingga besar pak. Mana yang bisa dimanfaatkan kita manfaatkan. Untuk mengangkatnya, tidak bisa sendiri. Butuh alat ini,” katanya saat ditemui tengah mencari harta benda miliknya yang alat-alat perabotan dan ludes disapu banjir.</p>
<p>Sebagai warga setempat, dia dan warga lainnya beraharap, pengikisan terhadap bibir danau tersebut dapat diperbaiki dan kayu-kayu juga diangkat dari dalam danau. Ia khawatir, jika dibiarkan berlarut larut, kayu tersebut dapat merusak ekosistem Danau Singkarak yang selama ini dikenal sebagai penghasil ikan bilih. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-ingin-kayu-gelondongan-di-permukaan-tepi-danau-singkarak-dibersihkan/">Warga Ingin Kayu Gelondongan di Permukaan Tepi Danau Singkarak Dibersihkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidupkan Budaya Malu Cegah Sampah Plastik di Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/hidupkan-budaya-malu-cegah-sampah-plastik-di-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2019 10:28:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#NasrulAbit]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=49896</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Budaya malu membuang sampah harus dihidupkan kembali untuk mencegah polusi plastik yang mulai mencemari lingkungan di kawasan Danau Singkarak, Sumatera Barat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hidupkan-budaya-malu-cegah-sampah-plastik-di-danau-singkarak/">Hidupkan Budaya Malu Cegah Sampah Plastik di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Budaya malu membuang sampah harus dihidupkan kembali untuk mencegah polusi plastik yang mulai mencemari lingkungan di kawasan Danau Singkarak, Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah malu buang sampah sembarangan. Polusi ini otomatis bisa dikurangi,&#8221; kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Solok, Jumat (25/10).</p>
<p>Sayangnya, kata dia, budaya malu itu sekarang sudah terkikis. Tua-muda, laki-laki perempuan seperti tidak merasa bersalah membuang sampah sembarangan.</p>
<p>Akibatnya lingkungan menjadi tercemar. Limbah plastik yang dibuang butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai. Jika masuk ke perairan seperti danau atau laut, akan berpengaruh buruk terhadap ekosistem.</p>
<p>Padahal, ada ribuan masyarakat di sekeliling Danau Singkarak yang menggantungkan hidup menjadi nelayan ikan endemik, bilih.</p>
<p>Nasrul menyebut untuk membudayakan malu itu digagas gerakan gotong royong membersihkan selingkar Danau Singkarak, Jumat (25/10). Ribuan orang dengan beragam latar belakang ikut dalam gerakan itu.</p>
<p>&#8220;Gerakan ini hanya sebuah pemantik. Budayanya harus dihidupkan dengan dukungan semua pihak, terutama masyarakat sekeliling danau,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain ikut mengumpulkan sampah plastik dari pinggiran Danau Singkarak, Nasrul Abit juga mendatangi masyarakat yang membuka usaha warung di sekitar danau.</p>
<p>Ia meminta kesediaan mereka untuk ikut melarang jika ada yang membuang sampah ke dalam danau.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Siti Aisyah menyebut untuk mengelola kawasan sekitar danau, telah dibentuk Badan Pengelolaan Kawasan Danau Singkarak (BPKDS) yang terdiri dari masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Mereka telah membuat program dan rencana kerja, salah satunya untuk mengantisipasi pencemaran akibat sampah melalui bank sampah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pemerintah mendukung program-program pelestarian lingkungan itu dengan memberi jalan membuka jejaring dengan perusahaan yang ada di provinsi itu.</p>
<p>&#8220;Melalui dana CSR, perusahaan bisa membantu program pelestarian lingkungan hidup itu,&#8221; katanya.</p>
<p>BPKDS juga bisa membuat program jaring sampah di sungai dengan menyiapkan infrastruktur pendukung seperti armada untuk mengangkut sampah yang terjaring ke tempat pembuangan.</p>
<p>Gotong royong membersihkan selingkar Danau Singkarak itu juga mendapat dukungan penuh dari Pemkab Solok dan Tanah Datar, serta TNI/Polri<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hidupkan-budaya-malu-cegah-sampah-plastik-di-danau-singkarak/">Hidupkan Budaya Malu Cegah Sampah Plastik di Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhirnya 80 Bagan di Danau Singkarak Dibongkar</title>
		<link>https://prokabar.com/akhirnya-80-bagan-di-danau-singkarak-dibongkar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2019 14:44:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bagan]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solok, Prokabar &#8211; Setelah sebelumnya sempat ditangguhkan, tim gabungan provinsi bersama Pemkab Solok kembali melakukan penertiban Bagan di perairan Danau Singkarak, Senin (23/9). Bagan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akhirnya-80-bagan-di-danau-singkarak-dibongkar/">Akhirnya 80 Bagan di Danau Singkarak Dibongkar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Solok, Prokabar &#8211;</strong> Setelah sebelumnya sempat ditangguhkan, tim gabungan provinsi bersama Pemkab Solok kembali melakukan penertiban Bagan di perairan Danau Singkarak, Senin (23/9). Bagan adalah alat tangkap ikan yang menggunakan jaring angkat serta menggunakan penerangan untuk menarik ikan datang.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Setidaknya, dalam operasi kali ini, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Korem, Polda Sumbar, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok berhasil menertibkan 80 Bagan. Bagan ditertibkan dengan cara dibongkar.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Upaya penertiban yang dilakukan tim gabungan awalnya tidak berjalan mulus. Tim sempat dihadang oleh pemilik Bagan yang menolak untuk melakukan penertiban. Namun setelah negosiasi, tim akhirnya memutuskan untuk melanjutkan penertiban.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Kenedy Hamzah, mengatakan, penertiban ini adalah lanjutan dari penertiban pada Juli lalu, yang sempat mendapat penolakan dari warga sekitar, sehingga petugas urung melaksanakan penertiban saat itu.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Menurutnya, penertiban tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 81 Tahun 2017, dan hal tersebut juga jauh-jauh hari telah disosialisasikan kepada pemilik bagan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Beberapa waktu belakangan, kami terus melakukan upaya mediasi dengan pola diskusi, jadi kami tidak ingin ada kesan unsur pemaksaan, ini untuk kebaikan bersama,&#8221; sebut Kennedy Hamzah.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Disebutkannya, penertiban kali ini merupakan upaya ketiga kalinya dalam tahun ini. pada awal tahun lalu, Pemkab Solok sudah melakukan penertiban, dan mendapat penolakan dari masyarakat. Hasilnya, dilakukan pengunduran hingga Juli 2019.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Hal yang sama juga terjadi pada Juli 2019, tim gabungan yang akan menertibkan Bagan di danau Singkarak mendapat penghadangan oleh pemilik Bagan. Untuk ketiga kalinya, tim akhirnya mengambil sikap tegas dengan menertibkan Bagan yang ada.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebelumnya, Dari total 256 Bagan yang ada ada di 6 Nagari di sekitaran danau Singkarak. 93 unit sudah ditertibkan langsung oleh pemilik. Sementara itu, sisanya sebanyak 165 unit sudah dilakukan penertiban sebanyak 80 unit hari ini.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Tinggal lebih kurang lebih 85 unit Bagan lagi, InshaAllah penertibannya akan dilanjutkan oleh tim gabungan pada esok hari,&#8221; sebut Kennedy Hamzah.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Pihaknya berharap, masyarakat mau beralih dari penggunaan bagan kepada alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut demi keberlangsungan dan pelestarian ikan endemik Danau Singkarak.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebelumnya, di tahun 2018, Pemerintah kabupaten Solok telah melakukan upaya pendekatan terhadap masyarakat nelayan untuk mengganti alat tangkap ikan dari Bagan kepada  alat tangkap yang ramah lingkungan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Tahun 2018 kita salurkan 34 paket alat tangkap ramah lingkungan pada 34 nelayan pemilik Bagan di nagari sekitar kawasan Danau Singkarak, bantuan yang diberikan berupa 34 perahu, 34 jaring langli berukuran lebih besar, kemudian 34 unit mesin tempe, dan 34 set alat keselamatan,&#8221; tutupnya<strong>.(*/mbb)</strong></p>
</div>
<div align="left"></div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akhirnya-80-bagan-di-danau-singkarak-dibongkar/">Akhirnya 80 Bagan di Danau Singkarak Dibongkar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Ikan Bilih Punah, DKP Sumbar Minta Bagan di Danau Singkarak Dibongkar</title>
		<link>https://prokabar.com/antisipasi-ikan-bilih-punah-dkp-sumbar-minta-bagan-di-danau-singkarak-dibongkar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2019 14:10:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat mengingatkan pemilik bagan di Danau Singkarak untuk membongkar sendiri alat tangkap tidak ramah lingkungan itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/antisipasi-ikan-bilih-punah-dkp-sumbar-minta-bagan-di-danau-singkarak-dibongkar/">Antisipasi Ikan Bilih Punah, DKP Sumbar Minta Bagan di Danau Singkarak Dibongkar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat mengingatkan pemilik bagan di Danau Singkarak untuk membongkar sendiri alat tangkap tidak ramah lingkungan itu sebelum pertengahan Juli 2019.</p>
<p>&#8220;Tim gabungan akan malakukan razia pada pertengahan Juli 2019, sebelum itu pemilik bagan silahkan bongkar sendiri,&#8221; kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri di Padang, Sabtu.</p>
<p>Ia menyebut razia itu untuk memastikan ikan endemik Danau Singkarak yaitu bilih tidak mengalami kepunahan. Berdasarkan evaluasi, sejak bagan muncul di danau yang terletak antara Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar itu, populasi ikan turun hingga 80 persen.</p>
<p>Masyarakat pinggiran Danau Singkarak yang menggantungkan hidup dengan menangkap bilih semakin kesulitan untuk menandapatkan ikan tersebut.</p>
<p>Akibatnya selain mengakibatkan kepunahan ikan endemik, juga berpotensi menyebabkan kerawanan sosial karena banyak masyarakat bisa menganggur.</p>
<p>Data DKP terakhir, terdapat sekitar 5000 orang yang menggantungkan hidup dari menangkap ikan bilih di Solok dan Tanah Datar.</p>
<p>Yosmeri menyebut razia yang akan digelar Juli 2019 adalah tindaklanjut dari razia pada November 2018. Saat itu disepakati seluruh bagan akan dibongkar paling lambat Juni 2019.</p>
<p>“Rencananya 15-16 Juli kita razia di wilayah Kabupaten Solok dan 18-19 Juli pada wilayah Kabupaten Tanah Datar,” katanya.</p>
<p>Tim yang akan melakukan razia juga dibagi dua yakni wilayah peraiaran dan darat. Tim perairan memeriksa bagan di tengah danau dan menariknya ke tepi, lalu tim darat memastikan bagan itu dimusnahkan.</p>
<p>Sebelum razia, kita akan berikan surat peringatan bersama edaran dari gubernur kepada bupati, untuk disosialisasikan pada pemilik bagan. (<strong>*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/antisipasi-ikan-bilih-punah-dkp-sumbar-minta-bagan-di-danau-singkarak-dibongkar/">Antisipasi Ikan Bilih Punah, DKP Sumbar Minta Bagan di Danau Singkarak Dibongkar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Nelayan Bergantung Hidup Pada Danau Singkarak</title>
		<link>https://prokabar.com/ribuan-nelayan-bergantung-hidup-pada-danau-singkarak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2019 01:49:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#NasrulAbit]]></category>
		<category><![CDATA[#PemprovSumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#Solok]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#WagubSumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=40196</guid>

					<description><![CDATA[<p>Singkarak, Prokabar — Saat ini ada sekitar 5.000 nelayan tradisional secara keseluruhan yang menggantungkan hidupnya kepada Danau Singkarak. Jika bagan terus menerus dipasang tentu akan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ribuan-nelayan-bergantung-hidup-pada-danau-singkarak/">Ribuan Nelayan Bergantung Hidup Pada Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Singkarak, Prokabar — </strong>Saat ini ada sekitar 5.000 nelayan tradisional secara keseluruhan yang menggantungkan hidupnya kepada Danau Singkarak. Jika bagan terus menerus dipasang tentu akan memusnahkan ikan bilih (ikan khas danau Singkarak) dan berdampak besar akan perekonomian nelayan tersebut.</p>
<p>Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela kegiatan melepas 20.000 ekor benih ikan di Danau Singkarak, Jumat (21/6) kemarin.</p>
<p>Wagub Nasrul Abit berharap Danau Singkarak tidak seperti Danau Maninjau, yang saat ini tidak kondusif lagi dalam usaha karamba perikanan.</p>
<p>&#8220;Danau Maninjau tidak kondusif lagi karena jumlah kerambanya sekitar 21.000, sementara kapasitasnya hanya sekitar 6.000. Untuk itu kita minta pengguna bagan dan seluruh komponen masyarakat disekitar Danau Singkarak sadar, bagaimana bersama-sama menjaga danau ini, tetap produktif dan sehat dengan menyelamatkan keberadaan ikan bilih tidak musnah&#8221; himbau Wagub.</p>
<p>Selain itu, Wagub Nasrul Abit juga menyinggung tentang tata ruang yang ada disekitar Danau Singkarak agar di tata kembali untuk lebih baik.</p>
<p>&#8221; Jangan ada lagi tambahan bangunan pinggir danau Singakarak yang indah ini. Jika dipenuhi bangunan dipinggir danau, maka nantinya akan menutup anugrah keindahan pemandangan ke arah danau&#8221; sebutnya.</p>
<p>Nasrul Abit juga katakan, guna mewujudkan peningkatan kunjungan wisata ke danau Singkarak, kita perlu secara bersama-sama, tidak ada penertiban secara paksa, tapi kita inginkan kesadaran masyarakat menata tata ruang ini agar lebih hidup dan menarik.</p>
<p>Sementara itu Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar katakan, dengan dilepasnya 20.000 bibit ikan bertujuannya untuk meningkatkan populasi ikan asli Danau Singkarak yang kini mulai berkurang.</p>
<p>&#8220;Yang kita restocking adalah ikan ikan lokal asli Danau Singkarak. Selain itu<br />
kita juga sudah berhasil menetaskan ikan bilih yang kini sedang kita besarkan di hachery Singkarak&#8221; jelasnya.</p>
<p>Yosmeri sampaikan, kondisi saat ini kita prihatin atas keberadaan semakin langka nya ikan bilih di danau Singkarak. Saat ini UPTD KKP Sumbar sudah bisa melakukan pemijahan ikan bilih dengan dilakukan uji coba sebanyak dua kali.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, nantinya kita bisa menyebarkan bilih lebih banyak lagi guna mengantisipasi kepunahan ikan bilih yang mulai langka&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yosmeri tegaskan juga akan dilaksanakan razia bagan di Danau Singkarak dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Pemda Solok, Tanah Datar, Polsek, Danramil, Camat, Walinagari yang ada disekitar danau Singakarak ini.</p>
<p>&#8220;Razia ini merupakan sebuah upaya dalam menjaga kelestarian ikan bilih yang mulai punah karena menggunakan alat tangkap terlarang yaitu bagan. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumbar nomor 81 tahun 2017 tentang penggunaan alat dan bahan penangkapan ikan di perairan Danau Singkarak&#8221; ucapnya. <b>(rel/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ribuan-nelayan-bergantung-hidup-pada-danau-singkarak/">Ribuan Nelayan Bergantung Hidup Pada Danau Singkarak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Danau Singkarak Diserbu Pengunjung, Pengelola Kapal Wisata Panen</title>
		<link>https://prokabar.com/danau-singkarak-diserbu-pengunjung-pengelola-kapal-wisata-panen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2019 00:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebaran 2019]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#lebaran2019]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=39136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Solok, Prokabar &#8211; Pengelola kapal wisata untuk keliling Danau Singkarak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat panen rezeki saat musim libur lebaran. &#8220;Dengan biaya Rp10...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/danau-singkarak-diserbu-pengunjung-pengelola-kapal-wisata-panen/">Danau Singkarak Diserbu Pengunjung, Pengelola Kapal Wisata Panen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Solok, Prokabar &#8211;</strong> Pengelola kapal wisata untuk keliling Danau Singkarak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat panen rezeki saat musim libur lebaran.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dengan biaya Rp10 ribu setiap orang penumpang diajak berkeliling Danau Singkarak sekitat 15 menit dan selama libur lebaran biasanya kami bisa menghasilkan sampai Rp20 juta lebih&#8221;, kata salah seorang pengelola kapal wisata danau singkarak, Riki, di Solok.</p>
<p dir="ltr">Saat libur katanya, banyak masyarakat dari berbagai daerah yang berwisata ke danau Singkarak tetapi yang paling ramai memang saat libur Lebaran.</p>
<p dir="ltr">Untuk libur lebaran Idul Fitri 1440 hijriah wisatawan sudah mulai ramai sejak Kamis atau satu hari setelah pelaksanaan salat idul fitri.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Empat hari ini biasanya puncak ramainya pengunjung sebab pada Senin sebagian besar pegawai baik swasta dan perusahaan sudah mulai bekerja,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Dia mengatakan, kapal yang ia kelola memiliki mesin 15 PK dan bisa membawa 60 orang sekali jalan.</p>
<p dir="ltr">Kalau tidak musim libur lebaran katanya, biasanya pengunjung tidak terlalu ramai dan hanya Sabtu dan Minggu saja.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kerja saya sehari-harinya memang ini dan saat libur lebaran ini penghasilan paling tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Untuk mengoperasikan kapal wisata ini biasanya dilakuka oleh dua orang dimana ia satu bertindak mengoperasikan mesin dan seorang lagi bertugas melihat halangan didepan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Di danau Singkarak banyak tali keramba masyarakat sehingga butuh penunjuk arah didepan supaya tidak tersangkut di mesin kapal,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Salah satu penumpang Aswarni mengatakan, kalau yang ingin naik kapal wisata ini anaknya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Anak sih yang ingin naik kalau kita sebagaj orang tua kan cuma mendampingi,&#8221; ujarnya.<strong>(*/mbb)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/danau-singkarak-diserbu-pengunjung-pengelola-kapal-wisata-panen/">Danau Singkarak Diserbu Pengunjung, Pengelola Kapal Wisata Panen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TdS Dorong Kemajuan Pariwisata Sumbar</title>
		<link>https://prokabar.com/tds-dorong-kemajuan-pariwisata-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2018 03:53:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#SumateraBarat]]></category>
		<category><![CDATA[#TdS2018]]></category>
		<category><![CDATA[#tourdesingkarak2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21927</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Event sport tourism Tour de Singkarak (TdS) yang kini memasuki tahun ke-10 telah mendorong kemajuan pariwisata Sumatera Barat (Sumbar). Ajang balap sepeda...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tds-dorong-kemajuan-pariwisata-sumbar/">TdS Dorong Kemajuan Pariwisata Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Event sport tourism Tour de Singkarak (TdS) yang kini memasuki tahun ke-10 telah mendorong kemajuan pariwisata Sumatera Barat (Sumbar).</p>
<p>Ajang balap sepeda bertaraf internasional ini telah berkembang sebagai event internasional yang diakui oleh Amouri Sport Organization (ASO) dan Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai event balap sepeda dengan jumlah penonton terbanyak peringkat ke-5 di dunia.</p>
<p>“Sport tourism merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk mempromosikan suatu daerah. Media value-nya sangat tinggi, rugi sekali kalo kabupaten/kota yang dilintasi tidak mempromosikan daerahnya,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam peluncuran Tour de Singkarak (TdS) 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin sore (22/10).</p>
<p>Menpar Arief tidak meragukan lagi keindahan alam dan budaya di Sumbar. Ia menyebut Sumbar memiliki 132 event dalam satu tahun, diantaranya ada tiga event yang masuk dalam Top 100 Calender of Event (CoE) Nasional seperti Sawahlunto International Music Festival, TDS 2018, dan Festival Pesona Budaya Pagaruyung.</p>
<p>“Sumbar itu top semuanya. Dari kuliner, Sumbar punya rendang yang ditetapkan Kemenpar sebagai national food dan dipromosikan di 100 restaurant Indonesia yang ada di seluruh dunia,” ujar Menpar Arief Yahya.</p>
<p>Tidak hanya kuliner, Sumbar memiliki destinasi untuk selancar (surfing) kelas dunia di Mentawai. Lalu yang ketiga adalah Geopark Ngarai Sianok yang menjadi salah satu yang terbaik di dunia. “Tiga-tiganya itu kelas dunia, untuk itu penyelengaraan TdS menjadi sarana efektif mempromosikan pariwisata di Sumbar,” ujarnya.</p>
<p>Tour de Singkarak yang memadukan antara promosi pariwisata dan olahraga secara atraktif ini dimulai tahun 2009 untuk pemulihan pariwisata pasca-gempa Padang ketika itu. Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit dTdS menjadi andalan untuk kemajuan wisata Sumbar. Penyelenggaraan event sport tourism TdS memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat, serta media value yang tinggi dan memberi pengaruh positif terhadap promosi pariwisata Sumbar.</p>
<p>“TdS menjadi event andalan dalam mendorong kemajuan pariwisata Sumbar. Sebagai indikatornya bila tahun 2016 jumlah penerbangan ke Bandara Minangkabau (BIM) sebanyak 52 kali, sekarang melonjak menjadi 114 kali. Tahun ini ada 3 kali penerbangan dari Malaysia dan tahun depan meningkat menjadi 4 kali,” kata Nasrul Abit.</p>
<p>Selain promosi pariwisata, pengembangan destinasi yang akan dikembangkan untuk Sumbar adalah mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Sumbar yang ada yaitu KEK Mandeh yang memasuki tahap konsultasi publik analisis dampak lingkungan (Amdal) dan KEK Mentawai.</p>
<p>“KEK Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar  akan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata dengan menonjolkan keindahan wisata bahari. Kami beri nama KEK Mandeh ini sebagai ‘Raja Ampat’-nya Sumbar,” kata Menpar Arief Yahya.</p>
<p>Ajang balap sepeda bertaraf internasional TdS 2018 berlangsung mulai 4-11 November 2018 dengan hadiah total Rp2,3 miliar ini, akan diikuti 15 tim dari mancanegara dan 5 tim nasional. Para peserta akan unjuk kekuatan dengan melintasi 16 Kabupaten/Kota di Sumbar sepanjang 1.267 Km yang dimulai (start) dari Kota Bukittinggi dan berakhir di Kota Pariaman.</p>
<p>TdS 2018 yang memasuki tahun ke-10 dengan mengangkat tema ‘One Decade for All’ ini merupakan satu dari tiga event di antaranya TdS 2018, Festival Pagaruyung, dan  Sawahlunto International Music Festival, yang masuk dalam Calender of Event (WoE) Wonderful Indonesia. Sedangkan pada CoE Sumbar, sebanyak 32 event digelar sepanjang tahun ini.</p>
<p>Pariwisata Sumbar didukung 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) yang memadai. Sumbar memiliki atraksi (man-made) antara lain Pacu Jawi, Pacu Itiak, Tabuik, Pacu Kuda, Lomba Layang-Layang, Pacu Biduak, dan TdS. Sedangkan atraksi alam antara lain Danau Meninjau, Pulau Pagang, Pulau Mandeh, Bukit Tinggi, dan Pulau Mentawai sebagai destinasi surfing kelas dunia. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tds-dorong-kemajuan-pariwisata-sumbar/">TdS Dorong Kemajuan Pariwisata Sumbar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menapaki Tahun Ke 10, Ini Tema Tour De Singkarak 2018</title>
		<link>https://prokabar.com/menapaki-tahun-ke-10-ini-tema-tour-de-singkarak-2018/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2018 23:37:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#danausingkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[#Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[#TdS2018]]></category>
		<category><![CDATA[#tourdesingkarak2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21920</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, dan wali kota/bupati se-Sumbar meluncurkan event sport tourism Tour...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menapaki-tahun-ke-10-ini-tema-tour-de-singkarak-2018/">Menapaki Tahun Ke 10, Ini Tema Tour De Singkarak 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, dan wali kota/bupati se-Sumbar meluncurkan event sport tourism Tour de Singkarak (TdS) 2018 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata Jakarta, Senin (22/10).</p>
<p>Peluncuran event TdS 2018 sebagai ajang balap sepeda bertaraf internasional yang memadukan antara promosi pariwisata dan olahraga secara aktratif ini akan berlangsung 4-11 November 2018 dengan melintasi 16 kabupaten/kota di Sumbar sepanjang 1.267 KM, dan mengambil start dari Kota Bukittinggi serta berakhir di Kota Pariaman.</p>
<p>Penyelenggaraan TdS yang diakui oleh Amouri Sport Organization (ASO) dan Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai event balap sepeda dengan jumlah penonton terbanyak peringkat ke-5 di dunia ini, dalam usianya yang ke-10 diharapkan semakin eksis, sesuai dengan tema yang diangkat dalam TDS 2018 ‘One Decade For All’.</p>
<p>Menpar Arief Yahya mengapresiasi acara peluncuran TdS 2018 sebagai ajang mempromosikan Sumbar sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia khususnya dalam sport, culture &amp; tourism.</p>
<p>Hal itu dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan wisatawawan nusantara (wisnus) ke Sumbar yang di 2017 lalu dikunjungi 56.313 wisman dan 6,5 juta wisnus.</p>
<p>Menpar Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan event sport tourism TdS 2018 memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat (direct impact economic value) serta media value yang tinggi dan memberi pengaruh positif terhadap promosi pariwisata Sumbar secara nasional dan internasional. .</p>
<p>“Saya mengajak semua pihak, seluruh jajaran di tingkat pusat dan daerah, pihak swasta, media dan masyarakat luas untuk mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan TdS 2018 yang saat ini telah berusia 10 tahun, sehingga dalam 1 dekade ini, perhelatan akbar balap sepeda setingkat dunia ini dapat menjadi salah satu ajang sport-tourism bergengsi di mancanegara,” kata Menpar Arief Yahya.</p>
<p>Wakil Gubernur Nasrul Abit pun mengatakan bahwa dampak positif dari penyelenggaraan TdS sangat dirasakan oleh masyarakat Sumbar terutama direct impact ekonomi selama penyelenggaraan berlangsung. Terlihat dengan meningkatnya tingkat hunian kamar hotel, penjualan makanan, souvenir, dan oleh-oleh khas Sumbar. Selain itu, mendorong meningkatnya infrastruktur terutama jalan-jalan yang akan dilalui peserta balap sepeda menjadi terpelihara dan semakin mulus.</p>
<p>Event TdS juga menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Sumbar ditandai sejak penyelenggaraan TdS pertama 2009, kini bermunculan destinasi wisata baru di Sumbar dan dikenal masyarakat luas.</p>
<p>“Tidak terasa kita sudah menyelenggarakan Tour De Singkarak 2018 selama 10 tahun, atau kita sebut 1 dekade, sehingga tema tahun ini adalah ‘One Decade for All’ yang merupakan kinerja kerja kita untuk Sumatera Barat merupakan karya kita bersama Sumatera Barat untuk Indonesia,” kata Nasrul Abit.</p>
<p>TdS ke-10 tahun ini diikuti 15 team dari mancanegara dan 5 team nasional. Para peserta akan unjuk kekuatan dengan melintasi 16 kabupaten/kota di Sumbar, sepanjang 1.267 Km untuk merebutkan total hadiah Rp2,3 miliar.</p>
<p>Sumbar tahun ini memiliki 132 calender of event (CoE). Dari 132 CoE tersebut , 3 event di antaranya TdS 2018, Festival Pagaruyung, dan Sawahlunto International Music festival masuk dalam CoE Wonderful Event dan mendapat dukungan dari Kemenpar.</p>
<p>Pariwisata Sumbar didukung oleh unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas ) yang memadai. Sumbar memiliki atraksi (man-made) antara lain; Pacu Jawi, Pacu Itiak, Tabuik, Pacu Kuda, Lomba Layang-Layang, Pacu Biduak, dan TdS, sedangkan atraksi alam (natural) antara lain Danau Meninjau, Pulau Pagang, Pulau Mandeh, Bukit Tinggi, dan Pulau Mentawai sebagai destinasi surfing kelas dunia.</p>
<p>Sementara itu untuk amenitas Sumbar tahun 2015 mempunyai 313 hotel dengan jumlah kamar 4.750 unit, sedangkan unsur aksesibilitas Sumbar memiliki Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang diterbangi oleh maskapai nasional antara lain Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, NAM Air, Citilink, Batik Air, dan Wings Air untuk penerbangan domestik dan penerbangan internasional oleh Air Asia dan Lion Air. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menapaki-tahun-ke-10-ini-tema-tour-de-singkarak-2018/">Menapaki Tahun Ke 10, Ini Tema Tour De Singkarak 2018</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 49/242 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.040 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 17:24:38 by W3 Total Cache
-->