<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#dampakerupsi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/dampakerupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/dampakerupsi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Feb 2024 13:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#dampakerupsi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/dampakerupsi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bercampur Abu Vulkanik. Peternak Kesulitan Mencari Pakan yang Bersih</title>
		<link>https://prokabar.com/bercampur-abu-vulkanik-peternak-kesulitan-mencari-pakan-yang-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 08:58:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#AbuVulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[#dampakerupsi]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#Pakanternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118012</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Peternak di nagari Padang Laweh, Tanah Datar mulai kesulitan mendapatkan pakan ternak yang bersih. Hal ini dampak erupsi marapi atau abu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bercampur-abu-vulkanik-peternak-kesulitan-mencari-pakan-yang-bersih/">Bercampur Abu Vulkanik. Peternak Kesulitan Mencari Pakan yang Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Peternak di nagari Padang Laweh, Tanah Datar mulai kesulitan mendapatkan pakan ternak yang bersih. Hal ini dampak erupsi marapi atau abu vulkanik marapi yang sebarannya hingga ke nagari itu.</p>
<p>Kesulitan mendapatkan pakan ternak yang beraih telah berlansung sejak tiga hari lalu.  Seluruh rumput yang sebelumnya menjadi pakan utama ternak kini telah ditutupi abu vulkanik.</p>
<p>&#8221; sejak senin kemarin saya sudah kesulitan mendapatkan rumput. Rumput yang ada sudah tertutup abu marapi,&#8221; ujar Sudirman.</p>
<p>Agar bisa dijadikan pakan, rumput yang telah disabit kemudian dicuci sebelum dimakan oleh ternak. Selain itu, ia juga mencari pakan pengganti seperti pohon pisang.</p>
<p>&#8221; kalau tidak dicuci (rumput), efeknya sapi bisa sakit, mencret atau batuk,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hal senanda juga disampaikan oleh Syamsamir, dimana untuk bisa mendapatkan pakan bagi ternak sapi miliknya, ia harus bekerja ekstra dengan mencuci rumput terlebih dahulu.</p>
<p>&#8221; sudah tiga hari rumputnya bercampur abu vulkanik. Kalau kita cari rumput yang tidak ada abu, ya tidak ada disini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan catatan pihak nagari, nagari padang laweh berpenduduk sebanyak 1800 jiwa. 90% diantaranya berprofesi sebagai petani dan peternak.</p>
<p>Lebih kurang 350 orang warga nagari Padang Laweh juga memiliki ternak sapi dan kambing disamping berprofesi lain.</p>
<p>&#8221; sejak erupsi besar senin kemarin, peternak di nagari kami ini memang kesulitan mendapatkan pakan. Lebih kurang di nagari kami, minimal satu peternak punya tiga ekor sapi. Jadi, memang dengan adanya erupsi ini sangat bepengaruh terhadap ketersediaan pakan tentunya,&#8221; ucap Febri.</p>
<p>Kedepannya lanjut Walinagari, ia akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi pakan pengganti maupun kordinasi terhadap kesehatan ternak dari dampak erupsi marapi ini. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bercampur-abu-vulkanik-peternak-kesulitan-mencari-pakan-yang-bersih/">Bercampur Abu Vulkanik. Peternak Kesulitan Mencari Pakan yang Bersih</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>180 Hektar Lahan Pertanian di Aia Angek Gagal Panen</title>
		<link>https://prokabar.com/180-hektar-lahan-pertanian-di-aia-angek-gagal-panen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2024 09:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#dampakerupsi]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[aiaangek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=117522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Nagari Aia Angek di kecamatan X Koto, Tanah Datar merupakan salah satu nagari yang terdampak guyuran abu vulkanik marapi. Bahkan, abu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/180-hektar-lahan-pertanian-di-aia-angek-gagal-panen/">180 Hektar Lahan Pertanian di Aia Angek Gagal Panen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Nagari Aia Angek di kecamatan X Koto, Tanah Datar merupakan salah satu nagari yang terdampak guyuran abu vulkanik marapi. Bahkan, abu vulkanik yang menutupi wilayah ini terkategori cukup tebal.</p>
<p>Abu vulkanik mudah didapati dan terlihat seperti menempel didedaunan, pagar dan lantai rumah, bahkan dijalanan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-117524" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/01/Capture-2024-01-15-14.54.26.jpg" alt="" width="1920" height="1080" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/01/Capture-2024-01-15-14.54.26.jpg 1920w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/01/Capture-2024-01-15-14.54.26-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/01/Capture-2024-01-15-14.54.26-1024x576.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/01/Capture-2024-01-15-14.54.26-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2024/01/Capture-2024-01-15-14.54.26-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></p>
<p>Walinagari Aia Angek, Riki Mulyadi tidak menampik jika abu vulkanik telah mengganggu aktifitas warga, khususnya bagi masyarakat peladang didaerahnya.</p>
<p>&#8221; masyarakat kita hampir 90% berprofesi sebagai petani. Mereka berladang di lereng gunung marapi dan saat ini mereka terdampak oleh abu vulkanik,&#8221; katanya saat ditemui di kantornya, Senin (15/1/24).</p>
<p>Berdasarkan data nagari lanjutnya, seluas 180 Hektar lahan pertanian terdampak abu vulkanik marapi. Bahkan 95 persen diantaranya mengalami gagal panen.</p>
<p>&#8221; Kemarin kita melaporkan kepada Pemda lahan yang rusak itu lebih kurang 180 Hektar. Angka ini bisa saja bertambah nantinya,&#8221; ungkap Walinagari.</p>
<p>Tebalnya guyuran abu yang menutupi nagari Aia Angek, Riki menghimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah.</p>
<p>&#8221; kesadaran masyarakat kita masih rendah menggunakan masker. Nantinya kita bersama Pemda juga akan melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Jamalis, petani Aia Angek mengaku merugi untuk panen kali ini. Ia juga khawatir untuk memulai kembali berladang, karena erupsi marapi yang masih berkelanjutan</p>
<p>&#8221; mau memulai tentu ada, tapi bagaimana dengan marapi yang masih erupsi. Nanti seperti ini lagi hasilnya. Jadi saya liat dulu situasi kedepannya,&#8221; ujarnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/180-hektar-lahan-pertanian-di-aia-angek-gagal-panen/">180 Hektar Lahan Pertanian di Aia Angek Gagal Panen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Kecamatan Di Tanah Datar Berada Dilereng Gunung Marapi</title>
		<link>https://prokabar.com/lima-kecamatan-di-tanah-datar-berada-dilereng-gunung-marapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2023 07:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#dampakerupsi]]></category>
		<category><![CDATA[#erupsimarapi]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110694</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Lima kecamatan di Tanah Datar diminta tetap waspada pasca meningkatnya erupsi gunung marapi. Lima kecamatan yang berdekatan dengan gunung marapi tersebut...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lima-kecamatan-di-tanah-datar-berada-dilereng-gunung-marapi/">Lima Kecamatan Di Tanah Datar Berada Dilereng Gunung Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Lima kecamatan di Tanah Datar diminta tetap waspada pasca meningkatnya erupsi gunung marapi. Lima kecamatan yang berdekatan dengan gunung marapi tersebut diantaranya kecamatan X Koto, Batipuh, Pariangan, Sungai Tarab dan Salimpaung.</p>
<p>Bahkan, beberapa jorong hanya berjarak 3-4 kilometer dari puncak marapi seperti jorong Bulan Sariak, Labuah Atan dan Matua di nagari Sungai Jambu, kecamatan Pariangan.</p>
<p>Menyikapi meningkatnya intensitas erupsi marapi, bupati Tanah Datar Eka Putra meminta masyarakat yang berada di radius 3 kilometer untuk sementara menghentikan aktifitas, sembari melihat perkembangan aktifitas gunung marapi.</p>
<p>&#8221; berdasarkan laporan pemantau gunung marapi di bukitinggi, erupsi sudah mulai mengeluarkan material dari dalam kawah marapi,&#8221; ungkap Eka Putra saat monitoring ke Nagari Sawah Tangah dan Sungai Jambu, Selasa (10/1).</p>
<p>Selain meminta penghentian aktifitas, Satgas PB nagari juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah juga akan melakukan kordinasi mitigasi bencana bersama stakeholder dan OPD terkait dalam waktu dekat.</p>
<p>Berdasarkan laporan pihak nagari, sampai saat ini masyarakat masih beraktifitas seperti biasa. Bahkan masyarakat menilai erupsi masih dalam dalam batas wajar dan belum mengganggu, baik aktifitas maupun hasil ladang petani.</p>
<p>&#8221; masyarakat disini menilai batuk batuk marapi hal yang wajar, malah petanda baik menghindari ledakan marapi yang lebih besar. Biasanya ada tanda tanda kalau marapi meletus itu, salah satunya binatang akan turun kebawah, salah satunya beruang dan burung,&#8221; ungkap WaliNagari Sungai Jambu, Wilmen.</p>
<p>Meski demikian kata Wilmen, ia tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada akan potensi bencana yang lebih besar.</p>
<p>&#8221; kita tetap menghimbau masyarakat kita agar menghentikan aktifitas sementara. Terlebih, petani kita ada yang berladang dekat dengan puncak marapi,&#8221; tutupnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lima-kecamatan-di-tanah-datar-berada-dilereng-gunung-marapi/">Lima Kecamatan Di Tanah Datar Berada Dilereng Gunung Marapi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/76 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 15:46:56 by W3 Total Cache
-->