<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#DahlanIskan Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/dahlaniskan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/dahlaniskan/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Apr 2020 02:09:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#DahlanIskan Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/dahlaniskan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pilihan Sulit</title>
		<link>https://prokabar.com/pilihan-sulit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2020 02:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lockdown]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=64093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau kita melihat angka-angka, Indonesia itu masih hebat. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Amitohu. Rahayu. Teman saya di luar negeri terus terheran-heran. Setengah tidak percaya. Dulunya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pilihan-sulit/">Pilihan Sulit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="1">Kalau kita melihat angka-angka, Indonesia itu masih hebat. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Amitohu. Rahayu.</p>
<p data-reader-unique-id="2">Teman saya di luar negeri terus terheran-heran. Setengah tidak percaya. Dulunya mereka terheran oleh tidak adanya Covid-19. Ketika negara lain sudah pada panik. Sekarang mereka terheran karena tidak adanya ledakan. Pertambahan jumlah penderitanya stabil di kisaran angka 115/hari. Seperti disetel saja. Itu pun baru belakangan. Sampai kemarin.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Ketika jumlah penderita di Malaysia sudah mencapai 3.200 lebih, Indonesia masih 1.790. Padahal penduduk kita sembilan kali lipat Malaysia.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Saya tidak bisa memberikan penjelasan kepada teman-teman itu: mengapa. Sama dengan ketika Covid-19 belum juga masuk ke Indonesia: mengapa.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Memang jumlah yang meninggal di Indonesia termasuk tinggi: 170. Bandingkan dengan Malaysia yang 50 orang. Demikian juga jumlah dokter yang meninggal di Indonesia. Sudah 17 orang. Di Malaysia hanya satu dokter &#8211;itu pun pulang dari Turki. Bukan tertular di garis depan pengabdian.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Saya sengaja tidak membandingkan dengan Singapura &#8211;yang serba baik itu. Juga tidak membandingkan dengan &#8216;kelompok negara 100.000 ke atas&#8217; seperti Amerika Serikat, Italia dan Spanyol. Pun tidak membandingkan dengan &#8216;kelompok negara 10.000 ke atas&#8217; seperti negara-negara Eropa Barat.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Dilihat dari bagusnya angka-angka itu betul saja kalau ada yang mengatakan Indonesia belum waktunya <em data-reader-unique-id="8">lockdown</em>. Tapi betul juga yang mengatakan harus segera <em data-reader-unique-id="9">lockdown</em> &#8211;mumpung belum terlambat.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Yang jelas, sekarang ini, tanpa ledakan jumlah penderita pun kualitas hidup kita sudah merosot. Dan akan terus merosot. Tukang pijat, spa, salon, ojol, taksi, tukang parkir, dan seterusnya mulai kelimpungan.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Saya perkirakan bahaya berikutnya akan datang: meledaknya kasus kriminalitas. Sepeda motor harus dijaga. Ponsel jangan dibiarkan.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Jangan bawa banyak uang kontan. Harus lebih hati-hati.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Maka penetapan jam malam di beberapa daerah sangatlah baik. Bukan hanya soal virus. Tapi juga soal kriminalitas.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Perlunya <em data-reader-unique-id="15">lockdown</em> juga harus dilihat dari segi keamanan itu.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Konsekwensinya memang biaya. Rasanya kita akan sepakat kalau orang miskin harus disantuni. Semua orang miskin digaji saja. Selama 3 bulan <em data-reader-unique-id="17">lockdown</em>. Tidak peduli mereka punya cicilan sepeda motor atau tidak.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Anggap saja ada 100 juta keluarga yang harus digaji Rp 1,5juta/bulan. Nilainya tetap lebih kecil dibanding runtuhnya ekonomi negara.</p>
<p data-reader-unique-id="19">Semua proyek dibatalkan saja. Tidak apa-apa kan tidak punya jembatan baru, gedung baru, jalan baru, sekolah baru, dan segala macam yang baru &#8211;termasuk yang baru satu itu.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Sesekali negara menggaji rakyatnya. Gaji itu larinya akan ke ekonomi juga. Ke daya beli. Uangnya muter.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Kalau semua orang miskin digaji negara akan aman, ekonomi aman, politik aman, hukum aman, yang punya uang juga aman.</p>
<p data-reader-unique-id="22">Kalau pun tidak ada <em data-reader-unique-id="23">lockdown</em>, jaminkan kepada rakyat, angka kriminalitas tidak naik. Juga tidak ada perampokan-perampokan. Jangan sampai lolos dari virus tapi mati di tangan perampok.</p>
<p data-reader-unique-id="24">Terlepas akan ada <em data-reader-unique-id="25">lockdown</em> atau tidak, saya melihat ke masjid. Ke pentingnya masjid di zaman Covid-19 ini.</p>
<p data-reader-unique-id="26">Masa seperti inilah yang akan membuat masjid sangat strategis untuk menyelesaikan masalah sosial.</p>
<p data-reader-unique-id="27">Kalau saja setiap masjid memiliki daftar orang miskin di sekitarnya alangkah masjid bisa dipakai sentral penyelesaian masalah. Masjid bisa menjadi jembatan antara yang kaya dan miskin.</p>
<p data-reader-unique-id="28">Gereja mungkin juga bisa diperankan seperti itu. Tapi masjid lah yang umumnya berada langsung di tengah masyarakat miskin.</p>
<p data-reader-unique-id="29">Tapi ini memang memerlukan kepengurusan masjid yang modern &#8211;cara berpikirnya.</p>
<p data-reader-unique-id="30">Tentu negara juga punya <em data-reader-unique-id="31">database</em> orang miskin. Yang sudah sangat rinci. <em data-reader-unique-id="32">By name</em>. <em data-reader-unique-id="33">By address.</em></p>
<p data-reader-unique-id="34">Terserahlah.</p>
<p data-reader-unique-id="35">Tapi saya sungguh kagum dengan kerelaan banyak masjid mengutamakan keselamatan umat manusia. &#8220;90 persen masjid di NTB tidak menyelenggarakan salat Jumat,&#8221; ujar Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah kepada saya tadi malam. &#8220;Hari ini mungkin 95 persen,&#8221; tambahnya.</p>
<p data-reader-unique-id="36">Padahal NTB sempat yang paling dikhawatirkan. Terutama Lombok. Yang mendapat gelar &#8216;Pulau Seribu Masjid&#8217;.</p>
<p data-reader-unique-id="37">Saya pun mendapat kiriman pidato Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy. Yang begitu tegas. &#8220;Semua masjid harus ditutup. Yang melanggar bawa ke kantor polisi,&#8221; katanya.</p>
<p data-reader-unique-id="38">Ia tidak mau banyak berdebat soal alasan. &#8220;Kurang berkah apa Masjidil Haram di Makkah. Ditutup. Kurang hebat apa para ulama di Al Azhar, Kairo, Mesir. Mereka telah berfatwa agar masjid ditutup,&#8221; kata Sukiman Azmy.</p>
<p data-reader-unique-id="39">Memang Masjid Agung Surabaya tetap melaksanakan salat Jumat siang nanti. Tapi SOP-nya begitu ketat. (Baca DI&#8217;s Way:<a href="https://www.disway.id/r/884/masjid-jarang" data-reader-unique-id="40">Masjid Jarang</a>).</p>
<p data-reader-unique-id="41">Ditambah rencana baru: agar masing-masing membawa sandal/sepatu yang sudah dimasukkan kantong plastik ke dalam masjid. Untuk diletakkan di sebelah masing-masing. Agar selesai salat tidak perlu bergerombol di tempat sandal.</p>
<p data-reader-unique-id="42">Gereja-gereja juga sudah meliburkan kebaktian bersama di hari Minggu. Yang awalnya juga agak seret. Saya sempat mendapat kiriman video seorang pendeta yang mengajak umatnya jangan takut virus. Dengan alasan gereja itu rumah Tuhan. Kematian itu di tangan Tuhan.</p>
<p data-reader-unique-id="43">Bahkan pendeta itu turun dari panggung. Berjalan menuju tempat duduk umat. &#8220;Jangan takut. Ayo kita pelukan,&#8221; katanya dalam khotbahnya.</p>
<p data-reader-unique-id="44">Lalu jemaat yang di depan itu berdiri. Melayani pelukan sang pendeta.</p>
<p data-reader-unique-id="45">&#8220;Ayo. Pelukan,&#8221; katanya lagi. Sambil mengajak jemaat di sebelah yang pertama untuk juga pelukan.</p>
<p data-reader-unique-id="46">Begitulah seterusnya. Sampai tiga jemaat diajak pelukan.</p>
<p data-reader-unique-id="47">Saya kenal pendeta itu. Saya pernah hadir di salah satu khotbahnya. Tapi saya tidak tega menegurnya <em data-reader-unique-id="48">via</em> WA.</p>
<p data-reader-unique-id="49">Saya pun mendengar seminggu kemudian kebaktian di gereja itu sudah ditiadakan.</p>
<p data-reader-unique-id="50">Di Israel juga ada problem serupa. Dari jemaah Yahudi Ortodok.</p>
<p data-reader-unique-id="51">Di negara kecil itu sudah lebih 6.000 warganya yang terkena Covid-19. Meski yang meninggal hanya 33 orang.</p>
<p data-reader-unique-id="52">Jadi, saya memilih <em data-reader-unique-id="53">lockdown</em> atau tidak?</p>
<p data-reader-unique-id="54">Saya memilih sulit menjawab pertanyaan teman-teman di luar negeri.(Dahlan Iskan)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pilihan-sulit/">Pilihan Sulit</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dendam Ilmiah</title>
		<link>https://prokabar.com/dendam-ilmiah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 03:55:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#banjir]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56317</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minggu 05 January 2020 Oleh : Dahlan Iskan Banjir sudah berlalu &#8211;mestinya. Yang belum adalah sentimen-sentimennya. Setiap kali ada masalah di Jakarta gema pilpres...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dendam-ilmiah/">Dendam Ilmiah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Minggu 05 January 2020</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Oleh : Dahlan Iskan</strong></em></p>
<p>Banjir sudah berlalu &#8211;mestinya.</p>
<p>Yang belum adalah sentimen-sentimennya. Setiap kali ada masalah di Jakarta gema pilpres mendengung lagi.</p>
<p>Itu seperti luka yang belum sembuh tergores kembali.</p>
<p>Masih juga belum bisa move on.</p>
<p>Bahasa ejekannya saja yang berubah. Dari cebong dan kampret menjadi kutu babi dan kadal gurun.</p>
<p>Bersih-bersih gorong-gorong bisa cepat dilakukan. Bersih-bersih emosi sampai tujuh turunan &#8211;kelihatannya.</p>
<p>Ya sudah. Nikmati saja. Itulah kita. Dendam adalah kita. Bully adalah kita. Kita adalah dendam. Kita adalah bully.</p>
<p>Saya masih bersyukur. Tidak ada yang menyalahkan alam. Tidak ada yang menghujat Tuhan.</p>
<p>Ilmu pengetahuan juga harus mengalah. Tidak ada yang mempersoalkan mengapa tidak ada warning.</p>
<p>Semua sibuk liburan. Sibuk tahun baru. Tidak hanya Carlos Ghosn yang memanfaatkan kelengahan akibat keasyikan pesta liburan.</p>
<p>Curah hujan pun tumpah di saat orang asyik bertutup tahun.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi seandainya lembaga peramal cuaca turun tangan? Dengan memberi warning habis-habisan bakal turun hujan yang berlebihan? Bahkan yang terbesar dalam 100 tahun?</p>
<p>Jangan-jangan kita juga tidak peduli. Kita bukanlah ilmu. Ilmu bukanlah kita.</p>
<p>Filsafat negara kita tidak menempatkan ilmu sebagai salah satu silanya.</p>
<p>Tidak usah gundah. Filsafat komunis juga tidak menempatkan ilmu dalam doktrinnya.</p>
<p>Setidaknya dulu. Ketika komunis dilahirkan.</p>
<p>Ketika komunisme masih asli. Masih hanya menjadi alat perjuangan kaum buruh. Untuk melawan kapitalis.</p>
<p>Tapi ketika komunis masuk ke Tiongkok harus realistis. Tidak banyak buruh di sana. Yang banyak adalah petani miskin.</p>
<p>Maka komunisme pun berubah. Menjadi alat perjuangan tani. Dari komunis satu kaki (buruh) menjadi komunis dua kaki &#8211;buruh dan tani.<br />
Itu di zaman Mao Zedong.</p>
<p>Yang komunisme &#8211;meski sudah dua kaki&#8211; tetap tidak bisa menyejahterakan rakyat.</p>
<p>Maka komunisme pun dibuatkan satu kaki lagi. Di zaman Deng Xiaoping &#8211; pengganti Mao. Menjadi komunisme tiga kaki: buruh-tani-pengusaha.</p>
<p>Masuknya pengusaha ke dalam komunisme diresmikan di zaman pengganti Deng Xiaoping: Jiang Zeming.</p>
<p>Dilihat dari azas dasar komunisme, komunis Tiongkok yang seperti itu bukan komunis sama sekali.</p>
<p>Coba simak.</p>
<p>Komunis adalah alat kaum proletar untuk melawan kapitalis. Tapi di Tiongkok prinsip itu dihancurkan. Justru si kapitalis dimasukkan sekalian ke dalam komunisme.</p>
<p>Opo tumon!</p>
<p>Dan itu pun belum cukup.</p>
<p>Memang Tiongkok cepat maju. Bisa menjadi negara no. 2 di dunia. Tapi merasa masih punya kekurangan.</p>
<p>Tiongkok harus maju lagi. Ingin menjadi nomor satu, mengalahkan Amerika.</p>
<p>Komunisme tiga kaki dianggap kurang kuat. Ibarat meja, kakinya harus empat &#8211;kalau ingin kokoh.</p>
<p>Maka dicarilah kaki keempat itu. Ketemu: ilmu pengetahuan. Sesuatu yang tidak ilmiah dianggap tidak sesuai dengan prinsip komunisme.</p>
<p>Itulah komunis empat kaki: buruh-tani-pengusaha dan ilmuwan.</p>
<p>Teknologi harus maju.</p>
<p>Kalau ingin menjadi nomor satu.</p>
<p>Dalam hal cuaca targetnya bukan saja mampu meramalkan cuaca &#8211;tapi sampai ke mengubah cuaca.</p>
<p>Ilmuwan harus bisa membantu petani &#8211;tidak hanya sampai ke soal perkiraan cuaca.</p>
<p>Apakah berarti tidak ada lagi banjir di Tiongkok?</p>
<p>Sayangnya: masih ada. Terutama di bulan Juli dan Agustus. Tapi dampak banjir di sana kian bisa dikurangi.</p>
<p>Tentu kita juga perlu minta bantuan ilmuwan &#8211;meski kita bukan komunis empat kaki. Tahap pertama ilmuwan yang bisa membuat peta.</p>
<p>Peta banjir. Yang bisa di akses di HP masing-masing.</p>
<p>Setidaknya penduduk bisa tahu: kawasan perumahan mereka termasuk yang mana.</p>
<p>Kan ada kawasan yang banjir ketika hujan deras berlangsung 3 jam. Itu kelurahan mana saja. RT berapa saja. Warnanya kuning tua.</p>
<p>Ada kawasan yang baru banjir kalau hujan derasnya 4 jam. Diberi warna merah muda.</p>
<p>Dan seterusnya. Merah tua dan merah kehitaman.</p>
<p>Semua orang pun bisa tahu rumahnya di kawasan warna apa. Masing-masing bisa berpikir sendiri apa yang harus dilakukan &#8211;kalau hujan deras sudah berlangsung empat jam.</p>
<p>Mungkin tidak harus seperti itu. Ilmuwan bisa menemukan cara yang lebih baik.</p>
<p>Kita memang anti komunis.</p>
<p>Mestinya kita bisa lebih baik dari komunis.</p>
<p>Dendam itu tidak ilmiah sama sekali<strong>.(Dahlan Iskan)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dendam-ilmiah/">Dendam Ilmiah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Sosok yang Cocok di BUMN Menurut Dahlan Iskan</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-sosok-yang-cocok-di-bumn-menurut-dahlan-iskan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2019 04:58:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ahok]]></category>
		<category><![CDATA[#arifyahya]]></category>
		<category><![CDATA[#BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan menilai ada salah satu sosok yang menurutnya layak diperhitungkan untuk menjadi petinggi di salah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-sosok-yang-cocok-di-bumn-menurut-dahlan-iskan/">Ini Sosok yang Cocok di BUMN Menurut Dahlan Iskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar — </strong>Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan menilai ada salah satu sosok yang menurutnya layak diperhitungkan untuk menjadi petinggi di salah satu BUMN.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hal tesebut diungkapkannya dalam catatannya di laman disway.id bertajuk &#8220;Prestasi BTP&#8221; seperti dikutip Prokabar, Senin (18/11). </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dahlan menilai salah satu sosok yang layak diperhitungkan tersebut adalah Arief Yahya, mantan menteri pariwisata. Di Kabinet Indonesia Maju, Arief tidak lagi menjabat lantaran tak memiliki partai. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, selama Arief Yahya menjadi menteri tidak terjadi kehebohan di Kementerian Pariwisata. Tapi hasilnya begitu nyata. Semua target tercapai. Bahkan masih sempat meletakkan fondasi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Banyak pimpinan yang hanya mementingkan sukses jangka pendek. Sesuai dengan masa kerjanya. Atau hanya bisa meletakkan fondasi. Fondasi seperti itu yang membuat pemimpin berikutnya cepat sukses. Meski ada juga pemimpin baru yang tidak mau pakai fondasi yang disiapkan.” tulisnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam pandangannya, sosok Arief Yahya bisa mengerjakan dua-duanya. Sukses dalam meletakkan fondasi juga sukses mencapai target-target. Tanpa heboh-heboh.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Untuk pertama kali dalam sejarah: pariwisata kita menghasilkan USD 20 miliar dolar setahun. Tahun 2019 ini. Itulah prestasi nyata pemerintahan Jokowi periode pertama. Yang jarang diekspos. Kalah dengan heboh-heboh yang lain.” sambungnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Jenis orang seperti Arief Yahya  itulah yang saya maksud dengan orang yang berprestasi. Di mana pun ia ditempatkan akan seperti itu. Bahkan di bidang yang berbeda sama sekali pun. Itu pula pertimbangan saya dulu menempatkannya sebagai Dirut Telkom Indonesia.” ungkpanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut, dirinya menambahkan, orang sejenis Arief Yahya hanya bisa tidak sukses untuk jadi caleg atau capres atau cagub dan cawali. Karena dirinya tidak populer. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Padahal sistem pemilihan kita sekarang mementingkan yang populer melebihi yang berprestasi. Kita punya banyak sekali orang seperti Arief Yahya itu. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kalau saja orang jenis itu bisa banyak tampil alangkah cepat majunya Indonesia. Pun tidak usah semua. Cukup 70 persennya saja. Agar yang populer juga tetap mendapat muara.” tutupnya. (<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-sosok-yang-cocok-di-bumn-menurut-dahlan-iskan/">Ini Sosok yang Cocok di BUMN Menurut Dahlan Iskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ahok Jadi Petinggi Salah Satu BUMN, Ini Tanggapan Dahlan Iskan</title>
		<link>https://prokabar.com/ahok-jadi-petinggi-salah-satu-bumn-ini-tanggapan-dahlan-iskan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2019 04:28:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#ahok]]></category>
		<category><![CDATA[#btp]]></category>
		<category><![CDATA[#BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Mencuatnya Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon bos salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ahok-jadi-petinggi-salah-satu-bumn-ini-tanggapan-dahlan-iskan/">Ahok Jadi Petinggi Salah Satu BUMN, Ini Tanggapan Dahlan Iskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Padang, Prokabar —</strong> Mencuatnya </span><span class="s2">Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon bos salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang menimbulkan pro kontra bagi banyak pihak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Salah satunya datang dari mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan. Dahlan mempertanyakan apakah Ahok merupakan orang yang berprestasi sehingga akan ditempatkan di salah satu BUMN?</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Hal tersebut dituangkannya dalam catatannya di laman disway.id bertajuk &#8220;Prestasi BTP&#8221; seperti dikutip Prokabar, Senin (18/11). Dirinya juga memberikan catatan perihal langkah Kementerian BUMN yang akan menempatkan BTP.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Rencana itu sangat sangat baik. Kalau BTP memang dianggap orang yang selama ini berprestasi. Lepas siapapun ia. Apa pun pendidikannya. Di mana pun perjalanan karir sebelumnya. Bagaimana kalau ada penilaian BTP itu hanya berprestasi dalam membuat kehebohan? Terserah yang menilai dan yang diberi nilai.” tulisnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Dirinya menilai jika penempatan Ahok benar, maka itu merupakan perjudian. “Kalau penempatannya di BUMN besar berjudiannya juga besar. Apakah BUMN sebuah perusahaan yang layak diperjudikan? Tergantung pemiliknya. Mungkin saja sang pemilik menilai BTP itu orang yang berprestasi,&#8221; lanjut Dahlan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Ia pun heran mengapa rencana penempatan Ahok di BUMN sudah memicu kehebohan. Padahal saat ini baru ada dua fakta yang diketahui, yaitu Ahok dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir. Lalu Ahok mengaku dipanggil untuk ditempatkan di salah satu BUMN.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">&#8220;Belum ada indikasi di BUMN mana. Besar? Kecil? Yang sudah laba? Yang masih rugi? Juga belum jelas sebagai apa. Direktur utama? direktur? komisaris utama? komisaris? Masih banyak fakta yang harus saya lihat. Untuk bisa berkomentar lebih panjang,&#8221; tulis Dahlan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Untuk itu dirinya berpesan, ada prinsip yang harus dipegang, perusahaan pun perlu ketenangan. Perusahaan tidak bisa maju kalau hebohnya lebih besar dari kerjanya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">“Begitu juga di perusahaan: perlu kestabilan. Apalagi perusahaan besar. Yang ibaratnya kapal besar. Yang tidak mudah dibelok-belokkan. Memang, bisa juga sukses diraih lewat kehebohan. Tapi sukses seperti itu biasanya hanya di permukaan. Dan untuk jangka pendek.</span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Mungkin karena itu lahirlah filsafat &#8220;benang berhasil ditarik, tepung tidak terhambur&#8221;. </span></p>
<p class="p1"><span class="s2">Filsafat itu sering juga salah dalam penerapannya: tepungnya memang tidak terhambur tapi benangnya juga tidak tercabut. Banyak perusahaan yang tenang tapi juga tidak maju.” terangnya. (<b>hdp</b>)</span></p>
<p class="p1"><span class="s2"> </span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ahok-jadi-petinggi-salah-satu-bumn-ini-tanggapan-dahlan-iskan/">Ahok Jadi Petinggi Salah Satu BUMN, Ini Tanggapan Dahlan Iskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ibu Kota Kilat</title>
		<link>https://prokabar.com/ibu-kota-kilat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2019 01:09:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Disway]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Dahlan Iskan Begitu pastinya soal ibu kota baru ini. Bukan hanya lokasinya. Juga kapan ibu kota baru itu mulai ditempati. Serba sudah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ibu-kota-kilat/">Ibu Kota Kilat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Oleh</strong></em> : <em><strong>Dahlan</strong> <strong>Iskan</strong></em></p>
<p>Begitu pastinya soal ibu kota baru ini. Bukan hanya lokasinya. Juga kapan ibu kota baru itu mulai ditempati.</p>
<p>Serba sudah pasti.</p>
<p>Lokasi: pasti.</p>
<p>Di satu hamparan 180.000 ha. Di bekas hutan yang sebagian masuk Kabupaten Paser Penajam Utara (PPU) dan sebagian lagi masuk Kabupaten Kutai Kartanegara.</p>
<p>Bapak Presiden Jokowi sendiri yang mengumumkannya. Senin lalu. Dalam event yang khusus dibuat untuk mengumumkan lokasi itu.</p>
<p>Sudah pasti, itu di bibir Teluk Balikpapan, Kaltim. Tidak ada lokasi lain yang dimaksud seperti itu. Kecuali ujung Teluk Balikpapan tersebut.</p>
<p>Menuju ke lokasi itu mudah. Dari bandara Balikpapan langsung masuk tol. Di kilometer 38 exit ke kiri. Kalau tol jurusan Samarinda itu sudah jadi nanti. Kalau jalan masuk ke ibu kota sudah dibuat kelak.</p>
<p>Ketua Bappenas memberi gambaran lebih rinci. Bukit Suharto masuk dalam 180.000 itu. Kecamatan Samboja masuk pula. Berarti tidak hanya di sekitar Teluk Balikpapan. Melainkan sampai Selat Makassar.</p>
<p>Berarti kampung-kampung besar di kecamatan Samboja termasuk di dalamnya. Berarti kebun-kebun lada rakyat di sekitar itu masuk ibu kota.</p>
<p>Waktu: pasti.</p>
<p>Tahun 2024 nanti istana jadi. Gedung 34 kementerian sudah selesai dibangun. Semua sudah bisa pindah ke sana. Artinya, gedung-gedungnya sudah jadi. Jalan-jalan rayanya sudah terhampar. Saluran-saluran air sudah selesai. Listrik-telepon-air bersih sudah beres.</p>
<p>Soal kepastian waktu itu diucapkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi. Dalam wawancara khusus dengan Kompas. Yang wawancara pun Wakil Pemimpin Umum Kompas sendiri, Budiman Tanurejo. Terbit di harian Kompas edisi Rabu minggu lalu.</p>
<p>Yang belum pasti tinggal namanya. Bapak Presiden Jokowi belum memberi nama.</p>
<p>Lantas muncullah nama-nama guyon. Dari medsos. &#8220;Ibu kota baru itu bisa diberi nama Sambal Terong,&#8221; tulis sebuah meme.</p>
<p>Itu singkatan dari Samarinda, Balikpapan, Samboja, Panajam, dan Tenggarong. Yakni kota-kota di sekitar lokasi &#8211;mirip Jabodetabek.</p>
<p>Itulah ibu kota baru.</p>
<p>Begitu pasti. Begitu cepat. Orang yang &#8216;benci&#8217; birokrasi seperti saya senang sekali mendengarnya. Begitu kilatnya.</p>
<p>Saya bayangkan ini sudah seperti PT Podomoro Group saja. Yang akan membangun super block Central Park. Atau mirip PT Sinar Mas. Yang akan membangun Bumi Serpong Damai. Atau Lippo Group. Yang akan membangun Meikarta. Atau Ciputra yang akan bangun Citraland. Atau Pakuwon yang akan membangun Kota Casablanca.</p>
<p>Bukan main fleksiblenya. Sudah sefleksible perusahaan. Seolah seperti bukan program sebuah negara. Apalagi negara demokrasi.</p>
<p>Bahkan lebih fleksibel dari sebuah perseroan terbatas. Di perusahaan, masih harus ada rapat umum pemegang saham. RUPS harus setuju dulu. Baru direksinya bergerak.</p>
<p>Ini sudah mirip sebuah perusahaan keluarga.</p>
<p>Proses pengadaan ibu kota baru ini sungguh suatu terobosan. Mungkin terbesar dalam sejarah birokrasi Indonesia. Jangan-jangan di dunia.</p>
<p>Dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang presiden asal Solo: Pak Jokowi.</p>
<p>Cepatnya bukan main. Akan lebih cepat dari proyek apa pun. BSD pun memerlukan waktu lebih 15 tahun.</p>
<p>Ibu kota baru kita itu hanya perlu waktu lima tahun. Dari gagasan, sampai perencanaan, proses legal, administrasi, pendanaan sampai bisa ditempati.</p>
<p>Saya begitu kagumnya.</p>
<p>Kapan pula tendernya.</p>
<p>Proses tendernya saja paling tidak satu tahun. Itu pun kalau tidak ada gugatan.</p>
<p>Atau dikerjakan sendiri? Oleh BUMN? Sehingga tanpa tender?</p>
<p>Entahlah. Masih serba tidak pasti.</p>
<p>Ups, sudah pasti juga. Menteri Bappenas yang menjelaskannya. Seperti dimuat Merdeka.com kemarin.</p>
<p>Bahwa gedung-gedungnya itu nanti tidak harus dibangun pemerintah. Bisa dibangun badan usaha. Pemerintah tinggal sewa. Selama sekian tahun. Setelah itu &#8211;katakanlah 20 tahun atau berapa tahun pun&#8211; gedungnya menjadi milik pemerintah.</p>
<p>Wow! Skema yang sangat menarik. Tidak perlu banyak anggaran negara.</p>
<p>Sangat menarik &#8211;dilihat dari kacamata bisnis. Ini terobosan yang belum pernah terjadi.</p>
<p>Melihat konsep itu saya ingat Sukrosono. Di dunia pewayangan.</p>
<p>Sukrosono seperti telah lahir kembali ke dunia nyata.</p>
<p>Sukrosono adalah satria sakti. Hanya saja buruk tampangnya.</p>
<p>Saktinya luar biasa. Mampu memindah Taman Sriwedari dalam sekejap. Dari Sorga Nguntara Segara ke komplek istana raja Maespati. Hanya dalam satu malam.</p>
<p>Itu dilakukan Sukrosono untuk menolong kakaknya yang lagi kepepet. Sang kakak ganteng luar biasa: Sumantri.</p>
<p>Sumantri ingin diterima menjadi anggota kabinet kerajaan. Tapi terbentur persyaratan sulit: harus bisa memindahkan Sriwedari ke istana Maespati.</p>
<p>Sumantri sangat sedih: tidak akan mampu memenuhi syarat itu. Ia menangis. Sang adik iba. Sukrosono sangat menyayangi kakaknya.</p>
<p>Lewat kesaktiannya sang adik berhasil memindahkan Sriwedari Garden ke Maespati. Sang kakak pun bisa masuk istana raja Arjuna Sasrabahu.</p>
<p>Sayangnya akhir cerita ini tragis. Si adik &#8211; -yang buruk rupa&#8211; tidak mau pisah dari kakaknya. Ingin ikut masuk istana.</p>
<p>Sang kakak malu. Adiknya begitu buruk wajahnya. Dirayulah sang adik agar tidak usah ikut.</p>
<p>Sang adik tetap mau ikut. Lalu ditakut-takuti akan dibunuh dengan panahnya. Anak panah itu secara tidak sengaja lepas. Menembus dada si adik. Tewas.</p>
<p>Tapi itu di dunia wayang.</p>
<p>Di Hollywood semua cerita berakhir happy ending.</p>
<p>Ini bukan kisah wayang.</p>
<p>Ini bukan film Hollywood.</p>
<p>Ini Sriwedari Green Garden pindah ke hutan Kaltim.</p>
<p>Ini kisah tentang ibu kota baru Republik Indonesia.(Dahlan Iskan)</p>
<p>https://www.disway.id/r/580/ibu-kota-kilat</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ibu-kota-kilat/">Ibu Kota Kilat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ibu Ani</title>
		<link>https://prokabar.com/ibu-ani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2019 14:32:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#AniYudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#RIPBuAni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=38838</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibu Ani Minggu 02 June 2019 Oleh : Dahlan Iskan Cepat sekali. Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia. Kemarin siang. Jam 11.50 waktu Singapura. Hanya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ibu-ani/">Ibu Ani</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Ani</p>
<p>Minggu 02 June 2019<br />
Oleh : Dahlan Iskan</p>
<p>Cepat sekali. Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia. Kemarin siang. Jam 11.50 waktu Singapura. Hanya tiga bulan setelah ditemukan ada kanker di darahnya.</p>
<p>Padahal pengobatannya sudah yang terbaik. Perawatannya sudah yang terbaik. Dukungan semangatnya sudah yang terbaik. Ajal memang tetap misteri.</p>
<p>Padahal, mestinya, kanker darah bisa disembuhkan. Di zaman modern ini. Sudah begitu banyak yang terbukti. Transplan sumsum tulang belakang adalah sapu jagatnya. Dan beliau pun sudah dalam proses menuju menjalani itu. Tinggal tunggu kadar kankernya turun dulu. Sampai di bawah level 5.</p>
<p>Untuk menurunkan kadar kanker itulah Ibu Ani harus menjalani kemoterapi. Bisa satu bulan. Bisa dua bulan. Bisa tiga bulan. Tergantung perkembangan.</p>
<p>Waktu mendengar kemoterapi seri keduanya belum berhasil saya tertegun. Apakah Ibu Ani akan kuat menjalani kemoterapi seri tiga? Selama sebulan lagi?</p>
<p>Tentu dokter yang lebih tahu langkah apa yang terbaik. Lanjut kemoterapi atau ambil jalan lain. Juga tergantung keluarga. Yang bisa mengatakan &#8216;setuju&#8217; atau &#8216;tidak setuju&#8217; dengan keputusan kemoterapi seri tiga itu.</p>
<p>Saya tentu tidak tahu mana yang terbaik. Saya hanya bisa membayangkan alangkah menderitanya Ibu Ani. Kalau harus kemo sebulan lagi. Saya bisa merasakannya. Saya pernah mengalaminya. Di kadar yang lebih ringan dari Ibu Ani. Dan saya tidak sekuat Ibu Ani.</p>
<p>Ajal memang masih tetap misteri. Pun di zaman modern ini.</p>
<p>Pak SBY sudah memberikan yang serba terbaik. Untuk istrinya itu. Dia sendiri meninggalkan semua. Semuanya. Sejak Ibu Ani diketahui sakit.</p>
<p>Pak SBY terus mendampingi istrinya itu. Pun sampai harus tidur tiap malam di dalam ruang perawatan.</p>
<p>&#8220;Saya harus memberikan dorongan semangat yang maksimal. Sudah 42 tahun Ibu Ani mendampingi saya. Kini harus giliran saya yang mendampingi bu Ani,&#8221; ujar Pak SBY. Waktu itu saya memang menanyakan kapan Pak SBY ke Jakarta. Di saat genting-gentingnya keadaan politik menjelang pilpres yang lalu. Jawaban beliau seperti itu.</p>
<p>Tiga bulan yang habis-habisan bagi orang seperti Pak SBY. Yang mantan presiden dua periode. Yang masih ketua umum partai.</p>
<p>Tapi Pak SBY memilih mendampingi sang istri. Dengan sangat intensnya. Yang akan dicatat dengan tinta tebal oleh para istri di seluruh Indonesia. Juga dicatat para suami. Yang cinta istri.</p>
<p>Pak Habibie, juga mantan presiden kita, telah menjadi buah bibir para istri di Indonesia. Saat Ibu Ainun, istrinya, meninggal dunia. Dan Pak Harto, juga mantan presiden kita, yang juga ditinggal lebih dulu oleh Ibu Tien.</p>
<p>Saya tidak bisa ikut melayat ke Singapura. Saya sudah berusaha mencari tiket. Berangkatnya bisa dapat. Pulangnya tidak kebagian tiket. Musim mudik telah mengurungkan usaha saya melayat.</p>
<p>Saya hanya titip salam duka lewat Mas Amal Gozali. Pengusaha. Pengurus pusat Partai Demokrat. Yang ayahnya guru nahwu shorof (tata bahasa Arab) saya di madrasah aliyah.</p>
<p>Mas Amal tergolong dekat dengan Ibu Ani. Termasuk bisa bicara kritis ke beliau.</p>
<p>Bu Ani pernah minta Mas Amal untuk membuatkan kolam lele. Ketika beliau sudah bukan Ibu Negara lagi. Untuk percontohan dan pendidikan masyarakat pedesaan. Mas Amal memang punya bisnis di bidang holtikultura dan perikanan budidaya.</p>
<p>Kolam itu sudah selesai dibangun. Di lahan 1,5 ha milik Cikeas. Tidak jauh dari Cikeas, rumah Pak SBY.</p>
<p>Bu Ani, sering melihat kolam itu. Yang terbuat dari terpal. Berbentuk melingkar. Dengan rangka besi beton.</p>
<p>Banyak ibu dari desa-desa sekitar yang datang. Ibu Ani punya program khusus untuk mereka: cara bikin bakso lele, abon lele, keripik lele dan seterusnya.</p>
<p>Di lahan tersebut juga ditanami bunga. Dan buah-buahan. Bu Ani sangat suka bunga. Waktu rapat kabinet di istana Batujajar saya sempat keliling halaman belakang istana. Bersama beberapa menteri. Ibu Ani jadi pemandunya. Bukan main indahnya bunga-bunga di halaman belakang istana itu. Ibu Ani-lah yang menatanya.</p>
<p>Demikian juga di kebun bunga Cikeas. Bu Ani sangat menikmatinya. Di waktu kosongnya. Termasuk menumpahkan hobinya di situ: memotret. Beliau suka sekali memotret dengan lensa khusus. Lensa mikro. Untuk serangga dan bunga-bunga yang amat kecil.</p>
<p>Hasil karya foto beliau pernah dipamerkan secara khusus.</p>
<p>Saya termasuk yang kurang dekat dengan Bu Ani. Meski saya pernah menjadi anggota kabinet Pak SBY. Saya tidak pernah ada pertemuan informal dengan Bu Ani. Jangan-jangan saya satu-satunya anggota kabinet. Yang tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun kepada beliau. Baik dengan datang atau bunga. Pun tidak lewat SMS atau WA.</p>
<p>Saya sangat sibuk. Saya tidak pernah ingat ulang tahun siapa pun. Tidak untuk anak-anak saya juga. Saya masih sangat terpengaruh budaya desa miskin. Desa saya. Tidak ada budaya ulang tahun. Termasuk untuk saya sendiri.</p>
<p>Banyak juga teman yang mengingatkan saya: mbok sesekali sowan bu Ani. Saya pun punya juga niat seperti itu. Tapi selalu saja tidak pernah terjadi.</p>
<p>Tapi saya sangat hormat kepada beliau. Setiap bertemu saya cium tangan beliau. Di acara-acara. Atau ketika saya dipanggil Pak SBY ke Cikeas. Saya selalu bersikap tawaduk. Perasaan saya: beliau itu juga ibu saya.</p>
<p>Seingat saya tidak pernah saya ngobrol dengan beliau. Eh, pernah terjadi. Sekitar tiga menit. Waktu saya mengusulkan agar beliau berkenan terjun sebagai panglima. Dalam menyukseskan keluarga berencana di Indonesia. Saya risau. Pembangunan ekonomi yang sangat baik di zaman Pak SBY bisa digerogoti oleh pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.</p>
<p>Yang kedua ketika berada di Amerika. Di sela-sela Bapak Presiden SBY menghadiri pertemuan G-20. Itulah tahun bertama Indonesia masuk negara G-20.</p>
<p>Waktu itu saya ingin menulis tentang hubungan Bu Ani dengan putranya. Khususnya dengan Mas Ibas. Yang sangat disayangi beliau. Sekitar 20 menit saya diterima beliau di Washington. Tapi saya tidak memfungsikan diri sebagai pejabat negara. Saat itu saya adalah wartawan.</p>
<p>Istri saya-lah yang lebih sering bertemu beliau. Tapi juga sebatas di kegiatan sosial. Terutama di program Indonesia Hijau. Penanaman satu miliar pohon. Yang dipimpin Ibu Ani.</p>
<p>Saya bukan saja menghormati beliau. Saya juga mengagumi beliau. Terutama kecerdasan beliau. Bu Ani itu cerdas. Dan orangnya tegas. Juga disiplin. Tentu saya juga kagum kecantikan, keanggunan dan lesung pipit di pipi beliau.</p>
<p>Sering kali saya menghadiri pidato beliau. Saya selalu berisik kepada menteri yang duduk di sebelah saya: pidato Bu Ani lebih bagus dari pidato Pak SBY.</p>
<p>Itu sungguhan. Bu Ani selalu bisa menyelipkan humor dalam pidatonya. Tanpa merusak keeleganan pidato itu. Kecerdasan beliau menyelipkan humor mirip kebiasaan pidato orang Amerika.</p>
<p>Jadi, kalau pernah ada yang ingin mencapreskan Bu Ani, terus terang, sebenarnya sangat layak. Beliau punya kemampuan di situ. Entah apakah beliau juga punya keinginan. Hanya terlihat tidak sopan. Karena beliau istri Pak SBY. Masak digantikan istrinya.</p>
<p>Tapi jangan dihubungkan dengan kapasitas. Dari segi kemampuan Ibu Ani mampu. Tapi Pak SBY memutuskan: Bu Ani tidak akan nyapres.<br />
Nyuwun duko, Bu Ani.<br />
Maafkan saya.<br />
<strong>(Dahlan Iskan)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ibu-ani/">Ibu Ani</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Freeport</title>
		<link>https://prokabar.com/freeport/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2018 07:04:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#freeport]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=27102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Dahlan Iskan Minggu 23 Desember 2018 Saya kirim ucapan selamat. Untuk Ignatius Jonan. Menteri ESDM. Juga untuk Budi Sadikin. CEO Inalum. Tentang Freeport....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/freeport/">Freeport</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><strong>Oleh Dahlan Iskan</strong></em></p>
<p>Minggu 23 Desember 2018</p>
<p>Saya kirim ucapan selamat. Untuk Ignatius Jonan. Menteri ESDM. Juga untuk Budi Sadikin. CEO Inalum. Tentang Freeport. Yang berhasil dikuasai Indonesia 51 persen. Sejak minggu ini.</p>
<p>Pun sebetulnya saya akan berbuat serupa. Dari Lebanon ini. Mengirim ucapan selamat kepada Bapak Presiden, Menteri Keuangan, Menteri BUMN dan Menteri Lingkungan Hidup. Tapi saya tidak punya nomor telepon beliau-beliau itu. Hanya Jonan dan Budi Sadikin. Yang nomor HP-nya ada di HP saya.</p>
<p>Itu pun nomor lama. Yang saya masih memilikinya. Sejak ketika saya masih jadi atasan mereka. Semoga ucapan selamat itu masih sampai pada mereka. Dan diteruskan kepada mereka.</p>
<p>Tentu, baiknya, saya juga mengirimkan ucapan selamat kepada pak SBY. Yang di zaman beliau menjadikan PT Inalum dikuasai 100 BUMN. Diambil alih dari Jepang. Dalam posisi perusahaan sangat jaya. Kondisi fisiknya prima. Operasionalnya istimewa. Dan tabungan uang kontannya banyak luar biasa.</p>
<p>Ibarat &#8216;kendaraan&#8217;, Inalum sudah seperti Land Cruiser. Sanggup diajak menanjak tinggi. Sampai pegunungan Jayawijaya. Membeli Freeport di sana.</p>
<p>Inalum yang seperti itu sangat dipercaya. Untuk mencari dana global sekali pun. Empat miliar dolar sekalipun. Untuk membeli saham mayoritas Freeport itu.</p>
<p>Tentu saya juga ingin mengucapkan selamat pada MacMoran Amerika. Yang sudah 50 tahun menguasai Papua. Yang pernah keuangannya mengalami kendala. Hingga minta bantuan Rio Tinto Australia. Yang perjanjian antara dua perusahaan global itu bisa menimbulkan celah. Untuk dimasuki Indonesia.</p>
<p>Celah itulah.</p>
<p>Tidak ada yang bisa melihatnya. Selama ini. Tidak juga saya. Hanya orang seperti Jonan yang berhasil mengintipnya. Yang justru menteri ESDM yang tidak ahli tambang itu.</p>
<p>Lewat celah itulah negosiasi bisa mendapat jalannya. Di dukung oleh kedipan-kedipan mata. Dari dua wanita kita: Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lewat celah perpajakan. Dan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. Lewat kerusakan alam.</p>
<p>Sudah sejak kapan pun. Kita ingin Freeport dikuasai bangsa. Tapi selalu tersandung batu: perjanjian yang tidak bisa dilanggar begitu saja.</p>
<p>Kalau pun selama ini salah: itu karena tidak ada yang bermata sejeli Jonan. Dalam melihat celah tersembunyi itu.<br />
Mungkin saja pandangan mata itu seperti hati. Bisa memandang jauh. Kalau kondisinya bersih. Bersih mata. Bersih hati. Bersih kepentingan.</p>
<p>Dalam proses Freeport ini memang luar biasa. Menteri ESDM-nya, Jonan, bukan ahli tambang. Is justru orang keuangan. CEO Inalum-nya, yang cari uang, dari tehnik. Ia lulusan ITB. Budi Sadikin.</p>
<p>Saya pernah minta maaf pada bapak Presiden SBY. Melanggar tata kelola. Mengangkat Budi Sadikin. Menjadi Dirut Bank Mandiri. Tanpa lapor. Tanpa minta pendapat. Tanpa minta persetujuan. Pun tidak kepada menteri keuangan.<br />
Saya tahu itu salah. Dan siap dimarahi.</p>
<p>Tapi saya begitu takutnya. Jabatan Dirut Bank Mandiri jadi barang dagangan. Terutama dagangan politik. Padahal ada anak muda sekali. Hebat sekali. Dari dalam Bank Mandiri pula. Budi Sadikin itu.</p>
<p>Maka saya SK-kan saja. Soal dimarahi itu urusan di kemudian hari. Dipecat sekali pun.<br />
Maafkan pak SBY.<br />
Saya melanggar.<br />
Demi kejayaan Bank Mandiri.<br />
Dan maafkan. Itu bukan satu-satunya.</p>
<p>Sebenarnya, di Freeport itu, masih ada satu kekhawatiran saya. Di bidang partisipasi lokal. Yang 10 persen. Yang kelihatannya kecil. Tapi justru bahaya. Misalnya. Begitu yang kecil itu memihak ke sana selesailah. Dananya jadi mayoritas.</p>
<p>Tapi Jonan-Budi adalah orang pintar. Mengatasinya dengan skema yang berjenjang.</p>
<p>Tentu masih akan ada kritik. Tapi saya tidak melihat yang lebih baik dari yang telah dilakukan ini.(Dahlan Iskan)</p>
<p>https://www.disway.id/freeport/</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/freeport/">Freeport</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MENUSUK RINDU &#8211; DAHLAN ISKAN MENANGIS</title>
		<link>https://prokabar.com/menusuk-rindu-dahlan-iskan-menangis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2018 10:35:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#GempaSulteng]]></category>
		<category><![CDATA[#Palu]]></category>
		<category><![CDATA[#PrauForPalu]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=20349</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Tidak terhitung. Entah sudah berapa kali. Saya ke Palu. Di masa lalu. Tak terhitung. Berapa banyak ikan lautnya yang sudah kulahap. Berapa cobek...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menusuk-rindu-dahlan-iskan-menangis/">MENUSUK RINDU &#8211; DAHLAN ISKAN MENANGIS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Tidak terhitung.</em></strong></p>
<p><strong><em>Entah sudah berapa kali.</em></strong><br />
<strong><em>Saya ke Palu.</em></strong><br />
<strong><em>Di masa lalu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Tak terhitung.</em></strong><br />
<strong><em>Berapa banyak ikan lautnya yang sudah kulahap.</em></strong><br />
<strong><em>Berapa cobek sambalnya yang kulumat.</em></strong></p>
<p><strong><em>Berapa botol bawang merah gorengnya yang kubawa pulang.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Tempatku merintis koran.</em></strong><br />
<strong><em>Tempatku mendidik wartawan.</em></strong><br />
<strong><em>Tempatku menikmati makanan.</em></strong></p>
<p><strong><em>Pernah saya ke Palu</em></strong><br />
<strong><em>Hanya satu jam di sana</em></strong><br />
<strong><em>Hanya karena kangen ikannya</em></strong><br />
<strong><em>Dan sambalnya.</em></strong></p>
<p><strong><em>Tak pernah hilang dari ingatan.</em></strong><br />
<strong><em>Sebuah restoran</em></strong><br />
<strong><em>Tidak bisa tutup sebelum tengah malam</em></strong><br />
<strong><em>Karena pesawat saya terlambat tiba</em></strong></p>
<p><strong><em>Sang suami menunggu di teras</em></strong><br />
<strong><em>Seorang keturunan Arab.</em></strong></p>
<p><strong><em>Sang istri tetap di dapur membuat sambal baru.</em></strong><br />
<strong><em>Seorang wanita keturunan Tionghoa.</em></strong><br />
<strong><em>Yang tidak bisa bahasa Mandarin melainkan Hokkian.</em></strong></p>
<p><strong><em>Saya lihat putri-putrinya.</em></strong><br />
<strong><em>Setengah Arab.</em></strong><br />
<strong><em>Setengah Tionghoa.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu…</em></strong></p>
<p><strong><em>Kesegaran ikannya,</em></strong><br />
<strong><em>Kelegitan sambalnya,</em></strong><br />
<strong><em>Masih menempel di lidahku.</em></strong><br />
<strong><em>Sampai belasan tahun kemudian.</em></strong><br />
<strong><em>Sampai sekarang.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu…</em></strong></p>
<p><strong><em>Kutitikkan air mataku.</em></strong><br />
<strong><em>Kuremaskan genggam tanganku.</em></strong><br />
<strong><em>Marah.</em></strong><br />
<strong><em>Geram.</em></strong><br />
<strong><em>Tak berdaya.</em></strong><br />
<strong><em>Menyaksikan rakyat sengsara.</em></strong></p>
<p><strong><em>Tidak cukup listrik di sana</em></strong><br />
<strong><em>Di tahun 2009 itu.</em></strong><br />
<strong><em>Kulanggar hukum.</em></strong><br />
<strong><em>Kutabrak peraturan.</em></strong><br />
<strong><em>Demi listrik di sana.</em></strong></p>
<p><strong><em>Yang mati tiga kali sehari.</em></strong><br />
<strong><em>Kadang seminggu mati abadi…</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu-Kebunkopi,</em></strong><br />
<strong><em>Palu-Parigi,</em></strong><br />
<strong><em>Palu-Tentena,</em></strong><br />
<strong><em>Palu-Donggala,</em></strong><br />
<strong><em>Adalah rute-ruteku.</em></strong><br />
<strong><em>Kala itu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Rute yang menantang</em></strong><br />
<strong><em>Rute yang ngeri-ngeri sedap itu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu…</em></strong></p>
<p><strong><em>Telukmu,</em></strong><br />
<strong><em>Nyiur melambaimu,</em></strong><br />
<strong><em>Al-Khairatmu,</em></strong><br />
<strong><em>Gerejamu,</em></strong><br />
<strong><em>Kelentengmu,</em></strong><br />
<strong><em>Semua lekuk-lekukmu,</em></strong><br />
<strong><em>Begitu abadinya diingatanku.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu…</em></strong></p>
<p><strong><em>Lama saya tidak ke sana</em></strong><br />
<strong><em>Sejak saya sendiri terkena bencana.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu…</em></strong></p>
<p><strong><em>Tiba-tiba namamu menusuk jantungku.</em></strong></p>
<p><strong><em>Pilu</em></strong><br />
<strong><em>Gempa dan tsunami itu.</em></strong><br />
<strong><em>Jumat senja akhir September lalu.</em></strong><br />
<strong><em>Meluluhlantakkan bumimu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Membuatku pilu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Palu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Membangkitkan rinduku padamu</em></strong>.</p>
<p><strong>Dahlan Iskan</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menusuk-rindu-dahlan-iskan-menangis/">MENUSUK RINDU &#8211; DAHLAN ISKAN MENANGIS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perang Itu Dimulai Besok Pagi</title>
		<link>https://prokabar.com/perang-itu-dimulai-besok-pagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2018 12:40:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=12569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dahlan Iskan Nanti malam. Ya. Nanti malam.Pukul 00.00. Perang itu harus dimulai. Sudah tidak ada lagi langkah mundur. Tidak sempat lagi negosiasi. Perang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perang-itu-dimulai-besok-pagi/">Perang Itu Dimulai Besok Pagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><i><b>Oleh: Dahlan Iskan</b></i></p>
<p>Nanti malam. Ya. Nanti malam.Pukul 00.00. Perang itu harus dimulai. Sudah tidak ada lagi langkah mundur. Tidak sempat lagi negosiasi.</p>
<p>Perang dagang Amerika-Tiongkok ini harus dimulai: Amerika mengenakan tarif masuk 25 persen. Untuk sejumlah barang Tiongkok yang diekspor ke sana. Terutama baja dan alumunium. Yang nilainya mencakup USD 200 miliar.</p>
<p>Tiongkok membalas. Akan mengenakan hal yang sama. Nilai yang sama. Hanya barangnya yang beda: hasil pertanian dan kebun buah.</p>
<p>Mula-mula hanya sebatas ancam-mengancam. Gertak-menggertak. Lalu dicoba negosiasi. Tiongkok kirim delegasi tingkat tinggi ke Washington DC. Dua kali. Amerika kirim delegasi tingkat tinggi juga. Ke Beijing. Dua kali.<br />
Hasilnya seperti Inggris lawan Colombia: 2-2. Tapi tidak ada perpanjangan waktu. Tidak ada adu penalti.</p>
<p>Belum ada pemenang. Justru kian buruk. Begitu Tiongkok membalas, Presiden Trump naik darah. Seperti merasa dilawan anak kecil yang nakal. Trump mengancam menaikkan lagi tarif itu. Tambah 10 persen lagi.</p>
<p>Tapi Tiongkok juga tidak takut. Hanya beberapa jam kemudian sudah memutuskan: akan memberi balasan yang setara. Kali ini meluas ke barang seperti pesawat terbang. Boeingnya Ameruka khawatir. Tidak dibeli Tiongkok lagi.</p>
<p>Presiden Prancis ke Beijing. Prancis punya Airbus. Yang setara Boeingnya Amerika. Kanselir Jerman ke Tiongkok. Presiden India dan Russia menemui Xi Jinping. Mereka bersekutu: melawan Trump.<br />
Waktu manuver habis. Tanggal 6 Juli pun tiba: saat dimulainya tarif baru. Nanti malam.</p>
<p>Sama-sama menetapkan mulai perang tanggal 6 Juli tapi ada persoalan teknis. Jam di Tiongkok lebih cepat 12 jam. Tanggal 6 Juli di Beijing masih tanggal 5 Juli di Washington.<br />
Berarti Tiongkok akan memulainya lebih dulu.</p>
<p>Padahal niatnya hanya akan membalas. Ini sensitif: bisa dinilai Tiongkoklah yang memulai perang ini. Padahal Tiongkok selalu mengatakan: &#8221;Tidak akan pernah menembak lebih dulu. Hanya kalau ada yang memulai barulah membalas menembak.&#8221;</p>
<p>Kita lihat saja akhirnya seperti apa. Toh tinggal menunggu beberapa jam lagi.<br />
Siapa yang akan menang? Begitu sulit menjawabnya. Tiongkok bukan Jepang. Yang di masa lalu langsung menyerah. Saat diancam seperti ini. Jepang lantas membangun pabrik-pabrik mobil di Amerika.</p>
<p>Tiongkok tidak mau menyerah. Entah sampai kapan.</p>
<p>Yang jelas langkah Trump itu bukan hanya menyusahkan Tiongkok. Sahabat-sahabat Trump sendiri ikut terkena. Barang-barang Tiongkok itu tidak semuanya milik Tiongkok.</p>
<p>Taiwan memiliki banyak pabrik di Tiongkok. Yang hasilya diekspor ke Amerika. Sampai saat ini ada 50.000 perusahaan Taiwan beroperasi di daratan.</p>
<p>Jepang juga demikian: akan ikut terpukul. Juga Korea Selatan. Semua itu sahabat karib Amerika sendiri.</p>
<p>Seorang analis memprediksi perang dagang ini akan menurunkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok satu persen.<br />
Di dalam negerinya sendiri Trump kian dilawan pengusaha besar. Yang biasanya selalu di belakang presiden dari partai Republik.</p>
<p>Yang paling keras melawan Trump adalah General Motor. Dan Harley Davidson. Dua pabrik itu harus beli baja lebih mahal.</p>
<p>Para petani kedelai juga marah: harga kedelai turun.<br />
Trump marah pada pengusaha itu: yang tidak mau menderita sedikit di awal perang ini.</p>
<p>Menurut Trump derita itu tidak akan lama. Perang ini, katanya, tidak akan lama. Amerika akan dengan mudah dimenangkannya.</p>
<p>Tapi Trump juga tidak akan lama. Di puncak kekuasaannya. <b>(dis)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perang-itu-dimulai-besok-pagi/">Perang Itu Dimulai Besok Pagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>E-Money Tiga Izin Oleh: Dahlan Iskan</title>
		<link>https://prokabar.com/e-money-tiga-izin-oleh-dahlan-iskan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2018 04:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#PayTren]]></category>
		<category><![CDATA[#YusufMansur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=10536</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar. Seseorang kirim video ke saya: makan di kaki lima dengan bayar pakai hand phone. ”Sudah seperti di China pak,” katanya. Alhamdulillah. Dari segi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/e-money-tiga-izin-oleh-dahlan-iskan/">E-Money Tiga Izin Oleh: Dahlan Iskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Prokabar</b>. Seseorang kirim video ke saya: makan di kaki lima dengan bayar pakai hand phone. ”Sudah seperti di China pak,” katanya.</p>
<p>Alhamdulillah.</p>
<p>Dari segi teknologi kita memang tidak kalah. Banyak yang sudah siap dengan e-Money. Telkomsel sudah lama ingin masuk ke e-Money. Saya kejar terus mereka. Saat saya jadi atasan mereka. Tapi peraturannya belum siap. Seperti mobil listrik itu. Atau nuklir itu.</p>
<p>Tapi dunia tidak mau menunggu peraturan.</p>
<p>Teknologi selalu lebih cepat melangkah. Masyarakat juga tidak mau menunggu. Itu memudahkan konsumen.</p>
<p>Tiongkok menyambar itu. Dengan kecepatan kungfu panda.</p>
<p>Kini alhamdulillah. Peraturan Bank Indonesia (PBI) sudah mengakomodasikannya.</p>
<p>Memang ini ancaman: bagi bank. Bisnis bank adalah bisnis aturan. Demi keselamatan pemilik uang.<br />
Kini sudah empat izin e-Money keluar: Telkomsel dengan T-Cash-nya, Gojek dengan Go-Pay-nya. dan ini dia: Pay-Tren milik Ustadz Yusuf Mansyur. Satunya lagi milik bank BUMN.<br />
”Izin Pay-Tren sudah keluar tanggal 21 Mei lalu,” ujar uatadz YM. ”Tanggal 1 Juni langsung operasi,” tambahnya.</p>
<p>Kini sang ustadz lebih konsentrasi di Pay-Tren. Saya memuji itu: harus fokus.</p>
<p>Tinggalkan bisnis konvensional. Sudah banyak ummat yang mampu melakukannya. Tapi dari jutaan pebisnis ummat terbukti: hanya Ustadz Yusuf Mansyur yang bisa masuk dunia baru ini. Dengan segala jatuh-bangunnya. Dan kembang-kempisnya. Dan bully-nya.</p>
<p>Pay-Tren (Tren berasal dari kata pesantren. Bukan dari trend) akan jadi tonggak baru. Setelah Bank Persyarikatan milik Muhammadiyah tidak jalan. Juga setelah Nusumma milik NU tidak banyak kedengaran lagi.</p>
<p>Ustadz Yusuf Mansyur pun akan menghadapi realitas itu: hukum besi ekonomi. Sejuta atau lima juta ummatnya memang penting. Tapi uang itu tidak punya agama. Untungnya uang itu tidak anti agama.</p>
<p>Keuntungan Pay-Tren adalah: bukan milik organisasi. Keputusan bisa diambil lebih cepat. Lebih jelas siapa yang harus bertanggung jawab: Yusuf Mansyur. Lebih jelas siapa yang harus dituntut: Yusuf Mansyur.</p>
<p>Keuntungan yang lain: Ustadz YM sudah pernah jatuh. Lalu mampu bangun. Itu penting. Sudah tahu rasanya terpuruk. Tidak akan terjatuh di lubang yang sama. Tapi masih banyak lubang lainnya: itulah perlunya pengalaman terpuruk tadi.</p>
<p>Masih ada keuntungan lain. Bahkan lebih besar: Bank Indonesia membatasi modal asing. Maksimum hanya 49 persen. Ini membuat persaingan tidak seberapa mematikan. Tidak akan ada gerojokan modal dari luar negeri. Kecuali akal bulus ambil peran. Termasuk membulusi pengawas aturan itu.</p>
<p>Sistem pembayaran digital seperti ini sangat padat modal. Bahkan rakus uang cash. Lebih rakus dari jenis bisnis apa pun. Itulah sebabnya: ekspansinya tidak bisa cepat. Setiap ekspansi perlu dukungan uang cash.</p>
<p>Tapi skala usaha ini memang menakjubkan. Tidak usahlah semua pemegang HP. Yang 50 juta saja. Menggunakan HP mereka untuk membayar. Perputaran uangnya bisa 20 triliun sebulan.</p>
<p>Saya terharu ketika Ustadz YM belajar sampai Tiongkok. ”Saya lagi di Ali-Pay,” tulis Ustadz YM kepada HP saya. Saat saya di Amerika.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-10535 size-full aligncenter" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/download-2-1533815449..jpg" alt="" width="286" height="176" /></p>
<p>Ali-Pay adalah salah satu sistem pembayaran mobile terbesar di Tiongkok. Dari grup Alibaba. Milik Jack Ma.</p>
<p>Sambil menunggu istri di rumah sakit saya kontak beliau. Via HP. Sekaligus menanyakan Pay-Tren-nya.</p>
<p>”Sekarang sistem teknologi Pay-Tren sudah sekelas Ali-Pay,” ujar Ustadz YM kemarin.</p>
<p>Ustadz YM menghayati benar bisnis ini. Hafal istilah-istilah dan aturannya. Sebagai ustadz yang hafal Quran tentu mudah menghafalkan semua itu.</p>
<p>”Alhamdulillah. Saya sudah dapat tiga izin,” ujar ustadz YM. ”Izin dari Bank Indonesia, izin dari OJK dan izin dari Allah,” tambahnya. <b>(dis)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/e-money-tiga-izin-oleh-dahlan-iskan/">E-Money Tiga Izin Oleh: Dahlan Iskan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akal Sehat Bikin Tamat Kereta Cepat</title>
		<link>https://prokabar.com/akal-sehat-bikin-tamat-kereta-cepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2018 09:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=8564</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dahlan Iskan Akhirnya akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur ke Singapura. Itu akan membuat Malaysia hemat 36...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akal-sehat-bikin-tamat-kereta-cepat/">Akal Sehat Bikin Tamat Kereta Cepat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: Dahlan Iskan</p>
<p>Akhirnya akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur ke Singapura. Itu akan membuat Malaysia hemat 36 miliar dolar. Mahathir bilang: kita perlu hindarkan negara dari kebangkrutan.</p>
<p>Apakah proyek itu tidak penting?</p>
<p>Penting. Tapi tidak sangat penting. Penting mana: proyek itu atau mengendalikan utang? Tergantung jenis utang, tenor dan tingkat bunga. Yang lebih penting lagi dibandingkan dengan tingkat kemampuan mengembalikannya. Atau besarnya beban pada anggaran negara.</p>
<p>Dilihat dari posisi utang Malaysia saat ini: gak usah Mahathir; saya pun akan membatalkannya.<br />
Apalagi dalam kondisi seperti ini. Para ekonom Amerika pun sudah mengingatkan. Kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan. Khususnya bagi negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, India, Thailand. Yang beban hutangnya sangat besar.</p>
<p>Kekhawatiran itu menjadi wat-menggawat karena tidak ada yang bisa menyetop penguatan dolar. Saat ini. Dan masih akan terus begitu.</p>
<p>Ekonom belum sepakat mengapa ekonomi Amerika begitu menguat. Presiden Trump menepuk dada: hasil kinerjanya. Terutama berkat pemotongan pajaknya. Yang drastis itu. Dari 31 persen ke 21 persen. Juga berkat kebijakan imigrasinya. Yang sangat ketat. Pengangguran menjadi turun drastis. Tinggal 4 persen. Terendah sepanjang sejarah Amerika.</p>
<p>Yang anti Trump bilang: tidak mungkin. Trump belum lama jadi presiden. Ekonomi itu tidak bisa dibuat baik mendadak. Tidak seperti bikin burrito. Makan waktu. Kondisi baik ini, kata mereka, hasil konsolidasi yang dilakukan Obama.</p>
<p>Biarlah para ahli yang membahasnya. Yang jelas dampaknya pada ekonomi negara berkembang sangat mengkhawatirkan: bisa membuat krisis lagi.</p>
<p>Bagi Malaysia pembatalan proyek besar itu sangat rasional. Dalam kondisi seperti ini langkah penyelamatan yang diutamakan. Ibarat lagi kehilangan angin, layang-layangnya harus ditarik dulu. Bukan malah benangnya terus ditambah.</p>
<p>Hutang Malaysia mencapai 1 triliun ringgit. Kalau dirupiahkan sekitar 3.200 triliun. Itu mencapai 65 persen GDP. Hanya sedikit di bawah hutang Indonesia yang hampir 4.000 triliun (30 persen dari GDP).<br />
Singapura tentu marah. Bisa-bisa mengenakan denda 500 juta dolar. Seperti tertulis dalam kontrak. Tapi putusan Mahathir sudah final. Proyek 350 km ini memakan biaya 110 miliar ringgit.</p>
<p>Tiongkok, sebagai yang punya proyek, tentu juga marah. Tapi Mahathir punya penasihat hebat: Robert Kuok. Raja gula dunia. Pemilik hotel-hotel Shangrila. Yang sangat dekat dengan Beijing. Umurnya tidak jauh dari Mahathir.</p>
<p>Singapura harusnya paham. Beban Malaysia terlalu berat. Ibarat harus main sepakbola kakinya dibebani besi.</p>
<p>Singapura tidak punya beban itu. Ekonominya juga lagi baik. Tiongkok juga tidak punya beban. Saya yakin Singapura akan mengerti. Tiongkok akan mengerti.</p>
<p>Tentu Singapura tidak akan berpikir bahwa ini balas dendam. Akibat kejengkelan Mahathir masa lalu. Yang punya keinginan membangun jembatan antar dua negara. Sebagai pengganti coastway bey yang harus dibongkar. Yang ditolak Singapura.</p>
<p>Negara seperti Turki pun saat ini lagi pusing. Mata uangnya, lira, merosot 20 persen. Setahun terakhir. Padahal bulan depan Pemilu.</p>
<p>Malaysia sudah membuktikan pernah menjadi negara yang lolos krisis. Di masa jatuhnya Pak Harto. Kini Malaysia lagi menarik benang untuk menghadapi angin yang kian hilang.</p>
<p>Bagi Malaysia sebenarnya masih punya beberapa kelebihan. Dibanding tetangganya: negerinya Via Vallen. Produksi minyaknya hampir sama dengan Indonesia. Di sekitar 700 ribu barrel perhari. Itu cukup untuk pengadaan BBM dalam negerinya. Yang jumlah mobil nya hanya 18 juta.</p>
<p>Sedang di negerinya Via Vallen jumlah mobilnya 70 juta. Berarti perlu menambah terus impor BBM.<br />
Di saat harga minyak mentah yang sudah mencapai 80 dolar/barel impor BBM itu akan menyiksa.<br />
Mumpung bulan puasa, mari kita tambahkan doa. Agar pikiran sehat juga dipakai bersama-sama.(<b>dis</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/akal-sehat-bikin-tamat-kereta-cepat/">Akal Sehat Bikin Tamat Kereta Cepat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV</title>
		<link>https://prokabar.com/rosma-setelah-tinggalkan-penyiar-tv/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jun 2018 16:10:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#PenyiarTV]]></category>
		<category><![CDATA[#Rosma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=8147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dahlan Iskan Rabu 30 Mei 2018 Ini adegan pertama. Bintang utamanya dua: Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu lalu jadi trending topik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rosma-setelah-tinggalkan-penyiar-tv/">Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: Dahlan Iskan</p>
<p style="text-align: center;">Rabu 30 Mei 2018</p>
<p>Ini adegan pertama. Bintang utamanya dua: Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu lalu jadi trending topik di Malaysia.</p>
<p>Xavier adalah orang yang pegang data asli. Tentang mega korupsi di 1MDB. Yang melibatkan Najib Razak itu. Yang hasil korupsinya mengalir ke mana-mana: ke para pimpinan partai UMNO, ke ketua partai Islam PAS, dan tentu ke istrinya sendiri: Datin Rosmah Mansur.</p>
<p>Xavier baru saja diminta bertemu Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad. Sampai hampir dua jam. Juga baru dipanggil KPK-nya Malaysia. Untuk mengungkapkan skema mega korupsi itu: melebihi korupsi E-KTP di Indonesia.</p>
<p>Xavier warga negara Swiss. Nama lengkapnya Xavier Justo. Keturunan Spanyol. Tinggal di Thailand. Umurnya 52 tahun. Tidak lulus universitas. Tapi kariernya di dunia perbankan meroket.</p>
<p>Xavier lalu bekerja di PetroSaudi Internasioal SA. Sebagai eksekutif bidang keuangan dan IT. Tentu Xavier memegang password perusahaan. Dan sandi-sandi komputernya.</p>
<p>Tahun 2011 ia berhenti. Atau diberhentikan. Membawa serta data keuangan. Lalu-lintas email bos-bosnya. Beserta rahasia terdalam perusahaan. Ia bilang: data itu diberikan oleh stafnya. Perusahaan bilang: data itu ia curi. Untuk memeras perusahaan. Nilai pemerasannya 12 juta ringgit. Atau sekitar Rp 40 miliar.</p>
<p>Xavier membeli villa di pulau wisata di Thailand. Di situ ia tinggal. Bersama istri dan anaknya.</p>
<p>Xavier membuka usaha baru di pulau itu: bidang konsultasi. Nama perusahaannya: Justo Consultans. Rupanya kurang laku. Ia lantas mendirikan perusahaan online. Bidang pariwisata. Namanya: Olways The Sun. Mempromosikan keindahan dan kehangatan alam tropik. Tidak perlu takut kedinginan seperti di Swiss. Rupanya: juga kurang berhasil. Atau tidak berhasil.</p>
<p>Xavier itu ganteng. Kumis dan jenggotnya dipelihara tipis. Lengannya penuh tatto. Kanan dan kiri. Istrinya blonde, cantik.</p>
<p>***</p>
<p>Tapi Xavier tidak bisa hidup tenang di pulau damai itu: dikejar-kejar polisi Thailand. Ada laporan masuk: Xavier mencuri data. Juga memeras. Pelapornya Anda tahulah: PetroSaudi.</p>
<p>Xavier ditangkap. Diinterogasi. Dibawa ke pengadilan. Dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Itu terjadi tahun 2015. Mestinya dalam tahun ini Xavier baru bisa menyelesaikan hukumannya. Tapi Raja Thailand dua kali memberikan remisi. Atas usaha kedubes Swiss. Yang selalu menjenguknya. Dan mengurus remisinya. Tahun lalu Xavier sudah bebas.</p>
<p>Xavier tentu tahu apa yang harus dia lakukan berikutnya: jadi peniup peluit. Whistle Blower. Pengungkap korupsi. Dengan cara menyebarkan dokumen yang ia miliki. Yang berasal dari server komputer PetroSaudi.</p>
<p>Sebelum dibawa ke pengadilan sebenarnya sudah ada negosiasi. Seorang anggota parlemen Malaysia menemuinya. Agar Xavier mengakui saja perbuatannya: mencuri data. Dan memeras. Agar hukumannya ringan. Kalau tidak, bisa 10 tahun.</p>
<p>Saat itu Xavier mengaku tertekan. Istrinya juga ditekan. Anak lakinya diancam: bisa masuk panti asuhan. Xavier mengaku tidak ada pilihan: minta kertas dan pulpen. Minta didektekan bagaimana bunyi pengakuan yang harus ia tulis. Ya…itu tadi: mengaku mencuri dan memeras.</p>
<p>Dihukum 3 tahun.</p>
<p>***</p>
<p>Lepas hukuman ia mikir. Siapa yang akan dikirimi dokumen. Terpilihlah nama ini: Clare Rewcastle Brown. Dia (she) orang Inggris. Masih adik ipar mantan perdana menteri Inggris, James Gordon Brown. Tapi ini bukan soal periparan. Clare adalah Pimred sebuah media online: Serawak Report.</p>
<p>Meski namanya Serawak Report tapi terbitnya di London. Clare tidak tinggal di Kuching, ibukota Serawak. Xavier tahu reputasi Serawak Report. Misi online tersebut jelas: memberantas korupsi di Serawak. Selalu bikin heboh. Mengungkap korupsi habis-habisan. Menelanjangi terus gaya hidup para penguasa Serawak.</p>
<p>Clare memang punya perhatian khusus pada Serawak. Perusahaan-perusahaan Ingris punya akar yang dalam di belahan utara Kalimantan itu. Hampir saja Serawak minta tetap di bawah Inggris. Tidak mau bergabung ke Malaysia.</p>
<p>Dia sendiri lahir di Serawak. Dari bapak-ibu orang Inggris. Ibunya kerja di puskesmas. Di pelosok Serawak. Melayani kesehatan orang suku Dayak.</p>
<p>Clare juga masuk sekolah dasar di Serawak. Keluarga ini baru meninggalkan Serawak saat Clare berumur 8 tahun. Kembali ke Inggris. Sekolah terus. Sampai master. Bidang hubungan internasional. Di universitas mentereng: London School of Economics.</p>
<p>Clare lantas jadi wartawan. Pernah lama di BBC. Kemampuan investigasinya luar biasa.</p>
<p>Saat berkunjung ke Serawak, Clare melihat kerusakan hutan yang luar biasa. Akibat persekongkolan antara penguasa dan pengusaha. Lalu dia dirikan Serawak Report dan Radio Free Serawak. Anti benar dengan pemerintah Serawak.</p>
<p>Ketika didirikan tahun 2010 nama Clare tidak tercantum di Serawak Report. Tidak diketahui siapa pemiliknya. Siapa pendirinya. Siapa pengasuhnya. Seperti online bawah tanah, dengan misi mulia.</p>
<p>Pertama terbit, online tersebut sudah bikin heboh: mengungkap kekayaan penguasa Serawak: Abdul Taib Mahmud. Punya rumah di Kanada. Di Amerika. Di Inggris. Yang semuanya fantastis.</p>
<p>Tidak henti-hentinya publikasi tentang kekayaan Taib di luar negeri. Tapi penguasa Serawak itu akhirnya tahu: siapa pemilik online itu. Tahu juga siapa informannya. Pasti orang dekat penguasa. Atau pernah menjadi orang dekat penguasa.</p>
<p>Pada 22-2-2012 Clare berduka. Amat dalam. Hatinya amat terluka: wartawannya di Amerika tewas. Mati dengan kepala terbungkus plastik. Di kamar hotelnya di Los Angeles. Namanya: Ross Bayert. Ia pernah sangat dekat dengan Taib. Saat tinggal di Serawak.</p>
<p>Ross Bayert-lah yang mengumpulkan bahan untuk Serawak Report. Khususnya tentang kekayaan Taib di luar negeri. Berikut foto-fotonya. Dan bagaimana cara memperoleh kekayaan itu. Serba gamblang. Telak.</p>
<p>***</p>
<p>Sejak Ross tewas itulah Serawak Report berubah: lebih terang-terangan. Nama Clare pun muncul: sebagai pendiri, pemimpin dan redaktur Serawak Report. Clare tidak sembunyi-sembunyi lagi. Dia tidak takut apa pun. Tidak takut juga di-Ross-kan. Clare sendiri sering ke Serawak.</p>
<p>Pengungkapan skandal berikutnya adalah: pembangunan dam terbesar di Serawak. Namanya: Dam Bakun. Yang dilakukan oleh perusahaan Tiongkok: Sinohydro. Yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga air. Sinohydro punya beberapa proyek juga di Indonesia.</p>
<p>Berbulan-bulan skandal Dam Bakun ini jadi bahan pemberitaan Serawak Report. Tapi proyek itu jalan terus. Mulai pembangunannya tahun 1996. Selesai tahun 2011. Inilah dam tertinggi kedua di dunia: 205 meter. Atau dam terbesar di Asia Tenggara. Bentangannya: 750 meter. Bisa memprosuksi listrik: 3.000 MW. Menggunakan delapan turbin.</p>
<p>Clare, melalui Serawak Report, juga mengungkapkan kasus penyelundupan kayu. Dari hutan Serawak. Oleh Michael Chia. Yang diback up sepenuhnya oleh penguasa Serawak.</p>
<p>Hasilnya: Clare masuk daftar hitam. Tidak boleh datang ke Serawak. Sedangkan skandal yang diungkapkannya akhirnya ditangani jaksa. Untuk dimasukkan peti. Sampai sekarang.</p>
<p>***<br />
Xavier tahu semua kenekatan Clare itu. Tahu bagaimana harus berhubungan dengan Serawak Report. Ia kirimlah semua dokumen dari server PetroSaudi itu. Yang utama: bagaimana terjadinya aliran dana dari PetroSaudi ke rekening pribadi perdana menteri (saat itu) Najib Razak: USD 700 juta. Senilai sekitar Rp 9 triliun.</p>
<p>Hebohlah Malaysia. Seheboh-hebohnya. Padahal tidak ada koran yang memberitakannya. Koran di Malaysia, saat itu, loyo: di bawah ketiak Najib. Atau ketiak Rosma. Atau ketiak siapa lagi.</p>
<p>Sejak publikasi Serawak Report itulah Najib sulit berkelit. Jadi isyu tiada henti. Sampai di warung kopi. Sampai ke tas Birkin Rosma. Yang kurang banyak itu.</p>
<p>***</p>
<p>Amerika ikut turun tangan. Ikut menangani pencucian uang di sekitar skandal 1MDB itu.<br />
Najib begitu sulit. Secara hukum. Secara politik. Secara moral. Untuk menyelamatkan diri, Najib perlu menang pemilu 2018.</p>
<p>Untuk berkilah ia bentuk tim audit. Seakan semuanya berjalan baik. Diaudit dengan baik. Auditornya ditawari iming-iming. Yang mencoba melakukan penyelidikan disogok. Tiga orang penyidik disogok masing-masing tiga juta ringgit.</p>
<p>Auditnya berhasil dikendalikan. Penyidiknya berhasil dibungkam. Tapi ribuan warung kopi tetap buka. Dan membicarakan kebobrokan Najib itu. Dan istrinya itu. Dan si Rosmah itu. ‘Isterinya itu’ dan ‘si Rosmah itu’ adalah satu.</p>
<p>Ribuan warung kopi mengalahkan suap, sogok, iming-iming, sembako, serangan fajar: Najib kalah telak dalam Pemilu 9 Mei 2018. Yang begitu dramatik.</p>
<p>***<br />
Xavier dan Clare ke Malaysia lagi. Minggu lalu. Kali ini sebagai pahlawan. Menyerahkan semua dokumennya ke penguasa baru Malaysia.</p>
<p>Setelah menerima Xavier wajah Mahathir tidak terlalu gembira. Bahkan Mahathir dapat gambaran yang muram: triliunan rupiah uang yang hilang itu sulit diharapkan bisa kembali. Telah menguap. Lenyap. Gone.</p>
<p>Padahal keinginan tertinggi Mahathir sebenarnya simple: menyelamatkan dulu uang itu. Baru menegakkan hukumnya. Mengapa uang itu lenyap? Bagaimana asal-usul hilangnya?</p>
<p>***<br />
Mulainya tahun 2009. Saat Najib mulai menjadi perdana menteri. Ia ambil alih perusahaan milik negara bagian Selangor. Agar menjadi perusahaan pusat/federal/BUMN. Dengan misi menjadi seperti Temaseknya Singapura.</p>
<p>Nama perusahaan itu pun diubah. Menjadi 1Malaysia Development Berhad. Disingkat 1MDB.<br />
1MDB menjadi holding company. Melahirkan anak-anak perusahaan. Dan cucu-cucu perusahaan. Baik yang dimiliki sendiri maupun yang hasil kerjasama dengan pihak lain. Najib menjadi chairman-nya. Dan juga ketua dewan penasihatnya.</p>
<p>Bidang usaha yang ditangani 1MDB luas sekali: energi, real estate, industrial estate, pariwisata dan banyak lagi. Di bidang real estate 1MDB membangun distrik bisnis baru: satu kawasan 70 ha di Kuala Lumpur. Gedung-gedung pencakar langit, pusat-pusat bank, lembaga keuangan, perdagangan akan menempatinya.</p>
<p>Di bidang energi akan menjadi pemasok batubara utama semua pembangkit listrik. Juga akan mengambil alih pembangkit listrik di Dam Bakun Serawak.</p>
<p>Di bidang energi ini banyak benturan. Ada aturan yang tidak bisa dilanggar: pasokan batubara itu sudah terikat kontrak dengan grup Khasanah. Yang dulu dibentuk oleh Mahathir. Saat Mahathir perdana menteri.</p>
<p>***<br />
Mengapa Najib mendirikan 1MDB? Mengapa tidak menugaskan Khasanah saja?</p>
<p>Inilah menariknya: Khasanah adalah Mahathir. Sejarah Mahathir. Najib ingin menorehkan sejarahnya sendiri. 1MDB adalah sejarah Najib. Tidak ia sangka jadi sejarah yang kelam.</p>
<p>***<br />
Maka saya munculkan bintang baru di adegan berikut ini. Adegan yang lebih dramatik. Catat baik-baik nama bintangnya: Riza Aziz, Jho Low dan Tareq Obaid.</p>
<p>***<br />
Riza Aziz adalah anak Rosma dari suami pertama. Sekolahnya di London School of Economic. Semula bekerja di kantor akuntan terkemuka dunia: KPMG. Lalu pindah ke Bank HSBC. Dua-duanya di London.<br />
Sepuluh tahun Riza berkarir di situ. Matang sekali. Sampai datanglah krisis moneter 2008. Riza meninggalkan HSBC.</p>
<p>***<br />
Jho Low adalah anak pengusaha keuangan. Lahir di George Town, Pulau Penang, Malaysia. Sekolahnya di Harrow, London. Sekolah unggulan.</p>
<p>Di London inilah kenal Riza. Lalu melanjutkan kuliah di Wharton Business School di Pennsylvania: kampusnya tokoh-tokoh cerdas Amerika. Termasuk Hillary Clinton. Dan anak Robert Lai, teman saya.</p>
<p>Jho Low pandai bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, Fujian, Canton dan Tiuchu. Lalu mendirikan perusahaan keuangan di Hongkong. Dan Malaysia. Dan Singapura. Dan Abu Dhabi. Dan Kuwait. Dan Amerika.<br />
***<br />
Tareq Obaid adalah pendiri dan pemilik perusahaan minyak PetroSaudi International SA. Meski namanya PetroSaudi –dan pakai SA– ini bukan perusahaan Saudi Arabia.</p>
<p>PetroSaudi adalah perusahaan Cyman Island. Tidak ada dalam peta. Terlalu kecil pulaunya. Tidak kelihatan. Tapi negara ini eksis. Sangat menonjol. Dan kaya.</p>
<p>Letaknya di lautan Karibia. Penduduknya 60.000 orang. Kepala negaranya Anwar Khoudory. Status negaranya di bawah protektorat Inggris.</p>
<p>Negara ini makmurnya bukan main. Pendapatan perkapitanya 58 ribu USD. Kita cuma sekitar 4 ribu USD. Negara ini bebas pajak. Tidak mengenal pajak pendapatan, pajak perusahaan dan pajak apa pun. Inilah sorga bagi yang ingin menghindari pajak. Tax heaven. Dari 50 bank terbesar di dunia hanya 10 yang tidak punya cabang di Cyman. Bisnis banknya nomor lima terbesar di dunia.</p>
<p>PetroSaudi adalah satu dari puluhan ribu perusahaan yang didirikan di sini. ‘Di sini’ itu tidak harus ke sana. Bisa diwakili notaris di Hongkong, Singapura, Inggris, Dubai dan banyak lagi.</p>
<p>Kantor pusat PetroSaudi sendiri bukan di Cyman. Tapi di Geneva, Swiss. Xavier berkantor di Geneva. Saat masih menjadi eksekutif di PetroSaudi.</p>
<p>***</p>
<p>Tareq Obaid ahli dalam bidang penghindaran pajak ini. Jho Low juga ahli. Riza juga ahli. Tiga ahli bekerja sama: menolong Malaysia. Atau mengobyekkan Malaysia. Atau menggerogoti Malaysia. Terserah dari kacamata yang mana.</p>
<p>Intinya: 1MDB ber-joint venture dengan PetroSaudi. Bikin perusahaan bersama. Juga di Cyman. Proyeknya di Venezuela, Saudi, Turkistan dan banyak lagi. 1MDB dapat saham 40 persen. PetroSaudi 60 persen. Untuk itu 1MDB harus setor modal 1 miliar dolar. Atau sekitar Rp 14 triliun.</p>
<p>Uang dikirim. Dari bank central Malaysia. Tanpa dokumen pendukung yang lengkap. Pun bisnisnya. Perencanaan bisnis di anak-anak perusahaan itu dibuat dengan canggihnya. Maksudnya: dengan ruwetnya. Siapa membeli apa, dengan dokumen apa, dengan cara bagaimana, dikonter dengan jaminan apa, dibayar dengan bond apa, dikembalikan dengan saham apa, dihitung bagaimana…. pokoknya seruwet e-KTP.</p>
<p>Seandainya saya CEO 1MDB –dengan tingkat tik-tak seperti itu– mungkin sudah kena aorta dissection dulu-dulu.</p>
<p>Intinya ada uang masuk ke rekening Najib. Melalui rekening Jho Low. Digunakan untuk apa terserah Najib.</p>
<p>Tapi Najib bilang: uang itu dari seorang pangeran di Saudi. Pinjaman. Sudah dikembalikan. Itu hanya sebagian uang dari yang 1MDB. Yang sudah keluar.</p>
<p>Selebihnya ke mana? Tentu ke perusahaan-perusahaan itu. Yang di bawah kendali Tareq. Atau yang di bawah kendali Lho Low. Atau yang di bawah kendali Riza.</p>
<p>Dan, karena status perusahaan itu adalah perusahaan Cyman maka habislah: bagaimana cara menuntutnya? Tidak ada pengadilan di Cyman. Tidak ada jaksa. Atau polisi. Yang bisa menjangkau jenis perusahaan off shore seperti itu.</p>
<p>Di samping kehilangan uang, 1MDB juga masih tertimpa tangga baja: harus membayar hutang atau komitmen atau penjaminan. Pokoknya kita doakan Pak Mahathir, yang sudah 93 tahun, tidak mendadak kena aorta dissection.</p>
<p>***</p>
<p>Tareq tidak akan kena serangan jantung. Ia baru saja diberitakan liburan dengan kapal pesiar. Hura-hura. Pesta. Dengan para selebriti.</p>
<p>Jho Low, si tukang bayar berlian dan tas Rosma itu juga tidak akan kena serangan jantung. Umurnya masih 35 tahun. Bisa sembunyi di Hongkong. Kapal pesiar mewah yang ia beli mungkin memang akan hilang. Pengadilan Amerika sudah memerintahkan untuk di sita.</p>
<p>Kapal itu posisinya lagi sandar di Bali. Polisi Indonesia ketimpa kesibukannya.</p>
<p>***</p>
<p>Riza mungkin tidak bisa lagi banyak berharap perlindungan dari ibu kandungnya: Rosma. Apalagi dari bapak tirinya: Najib Razak. Pasangan ini lagi sibuk menghadapi KPK.</p>
<p>Tapi, setidaknya, Riza sudah pernah masuk ‘sorga’. Saat ia mendirikan perusahaan film di Hollywood: Red Granit Picture. Yang telah memproduksi sekitar 10 film. Misalnya: Dump and Dumber To yang laris sekali. Atau Wolf of Wallstreet yang meraih lima nominasi Oscar. Yang dibintangi Leonardo Di Caprio. Yang justru dilarang beredar di Malaysia.</p>
<p>Riza juga pernah di ‘sorga’ condomoniumnya di New York. Atau di rumah ‘sorga’-nya di Hollywood.</p>
<p>Baru sekarang ini mungkin Riza menuju ‘neraka’: semua ‘sorga’ tadi dibiayai dengan uang dari 1MDB. Yang tentu akan diusut alirannya.</p>
<p>***</p>
<p>Yang selamat adalah: Putri Zainah. Dialah istri pertama Najib Razak. Yang hanya sampai 10 tahun mendampinginya. Sampai punya anak tiga. Hanya sampai mengantar Najib menjadi menteri besar negara bagian Pahang. Setingkat gubernur di Indonesia. Karir politik Najib terus melejit. Ia diangkat menjadi menteri. Ia harus pindah ke ibukota: Kuala Lumpur. Dan tidak pernah pulang lagi. Menceraikan isterinya dari jarak jauh. Tanpa –kata Zainah– pernah bertengkar.</p>
<p>Zainah mencoba mempertahankan perkawinannya. Tapi hati Najib sudah di dalam Rosma. Dalam sekali.</p>
<p>Dan Rosma juga sudah mau meninggalkan suaminya. Seorang penyiar TV Malaysia. Yang gajinya tentu tidak seberapa. <b>(dis)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rosma-setelah-tinggalkan-penyiar-tv/">Rosma Setelah Tinggalkan Penyiar TV</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahathir PM Lagi</title>
		<link>https://prokabar.com/mahathir-pm-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 12:29:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Mahathir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/mahathir-pm-lagi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>by Dahlan Iskan Begitu efisien Pemilu di Malaysia. Pukul 08:00 mulai pemungutan suara. Pukul 17:00 ditutup. Pukul 22.30 malam Mahathir sudah mengklaim kemenangan oposisi....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahathir-pm-lagi/">Mahathir PM Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><i>by Dahlan Iskan</i></b></p>
<p>Begitu efisien Pemilu di Malaysia.<br />
Pukul 08:00 mulai pemungutan suara.<br />
Pukul 17:00 ditutup.<br />
Pukul 22.30 malam Mahathir sudah mengklaim kemenangan oposisi.<br />
Pukul 03.00 Mahathir sudah resmi mengumumkan kemenangannya.<br />
Pukul 05.00 KPU umumkan hasil Pemilu: Oposisi dapat 122 kursi, Barisan Nasional 79 kursi, Partai Islam PAS dapat 18 kursi dan independen 8 kursi.<br />
<b>Beres: 222 kursi DPR terisi.</b></p>
<p><b>Siang harinya pemerintahan baru terbentuk. Malam harinya PM baru dilantik oleh Yang Dipertuan Agung. Di Istana Raja. Pemerintah sudah berganti hanya satu hari setelah Pemilu. Inilah Pemilu model Inggris. Tidak ruwet dan panjang. Tidak seperti model Amerika.</b></p>
<p>Mahathir yang pernah menyelamatkan Malaysia dari krismon tahun 1998 kini menyelamatkan Malaysia lagi. Dari rusaknya sistem hukum dan demokrasi.</p>
<p>*Bayangkan: Mahathir Mohamad. Umur 92 tahun. Dapat tugas yang begitu sulit.*</p>
<p>Sembilan tahun lalu saya bertemu Mahathir. Di Kuala Lumpur. Sudah sangat lemah. Sakit-sakitan. Selalu dipapah. Kini memenangi Pemilu. Jadi perdana menteri lagi.</p>
<p>Waktu umur 78 tahun Mahathir sudah merasa tua. Ia memutuskan tidak ikut Pemilu lagi. Berhenti sebagai perdana menteri. Yang sudah ia jabat selama 22 tahun. Padahal, kalau mau, ia bisa melakukan segala cara. Untuk terus berkuasa. Ia orang yang amat kuat. Digelari Soekarno kecil. Membangkitkan nasionalisme. Tapi juga melakukan modernisasi. Sangat sukses. Meninggalkan jauh Indonesia.</p>
<p>Pun nafsunya bersaing dengan Singapura luar biasa. Ia malu kalau Malaysia kalah. Ia bangun twin tower yang iconic itu. Ia bangun jaringan jalan tol. Ia genjot sawitisasi. *Semua programnya top. Tidak ada yang pepesan kosong.*</p>
<p>Tapi, juga, ia lakukan ini: ia pecat Anwar Ibrahim. Wakilnya. Yang masih sangat muda. Yang sangat pintar. Yang jadi idola. Sampai Indonesia. Sudah banyak yang memastikan ia adalah the next PM. Tapi Mahathir melihat lain. Seperti kelihatan ‘kesusu’ menggatikannya. Ia masukkan Anwar ke penjara.</p>
<p>Anwar Ibrahim, ahli keuangan itu, tentu kecewa pada mentornya. Lantas membangun partai oposisi. Tapi tidak pernah menang. Anwar keluar masuk penjara. Akhirnya partai itu dipimpin Wan Azizah, istri Anwar. Dan putrinya: Nurul Azizah.</p>
<p>Anwar tidak pernah bisa menggoyahkan dominasi Barisan Nasional. Sampailah Mahathir memutuskan tidak mau lagi berkuasa.</p>
<p>Ternyata Mahathir sangat tidak puas dengan perdana menteri yang menggantikannya: Abdullah Badawi. Terlalu kalem. Dan lemah. Dan kurus. Begitu pula kesan saya. Saat bertemu Abdullah Badawi di Kuala Lumpur. Di kantor perdana menteri waktu itu.</p>
<p>Pemilu berikutnya Mahathir bergerak di balik layar. Badawi tidak akan bisa membuat Malaysia maju. Mahathir memang masih menjadi orang kuat. Ia dukung Najib Razak untuk menggantikan Abdullah Badawi. Sukses. Jadilah Najib perdana menteri. Atas dukungan Mahathir.</p>
<p>Tapi Mahathir melihat Najib terlalu mementingkan dirinya sendiri. Dan tidak bisa mengontrol isterinya. Yang konon juga jadi dalang atas kematian gadis cantik &#8211;cantiiiiiiik sekaliiiii&#8211; Mongolia. Yang hangus bersama mobilnya. Di Kuala Lumpur. Tanpa diusut tuntas penyebabnya. Sampai sekarang.</p>
<p>Tahun 2016 Mahathir sangat malu. Atas terbongkarnya mega korupsi di 1MDB. Perusahaan negara yang didirikan Najib. Ia keluar dari partai UMNO yang dibesarkannya. Berarti keluar juga dari koalisi Barisan Nasional.</p>
<p>Mahathir berhasil ‘wawuh’ dengan Anwar Ibrahim. Yang pernah ia pecat dulu. Yang ia penjarakan dulu. Untuk bersama-sama melawan Najib Razak, bekas kadernya. Melalui koalisi Pakatan Harapan. Sukses. Menciptakan tsunami politik di Malaysia: 9 Mei 2018.</p>
<p>Waktu mengumumkan kemenangan itu Mahathir minta istri Anwar yang tampil. Memberi muka. Dan niat baik. Mahathir juga langsung bikin statemen: akan segera mengampuni Anwar. Begitu ia jadi perdana menteri. Agar Anwar bisa segera keluar penjara.</p>
<p>Bahkan Mahathir juga mengatakan ini: dengan pengampunan itu Anwar bisa menjadi perdana menteri. Tapi Anwar harus menjadi anggota DPR atau DPD dulu. Di Malaysia, ikut Inggris, untuk menjadi perdana menteri harus anggota DPR/DPD.</p>
<p>Untuk sementara istri Anwar-lah yang akan tampil di pusat pemerintahan. Sebagai Wakil Perdana Menteri. Jabatan suaminya dulu. *Berarti pasangan ini akan menjadi sama-sama pernah menjabat wakilnya Perdana Menteri Mahathir Mohamad.*</p>
<p>Bagaimana nasib Najib Razak selanjutnya?</p>
<p>Semula ada rumor ia akan mendekritkan keadaan darurat. Spekulasi ini muncul pada pukul 22.00 malam itu. Kok perhitungan suara mulai seret. Bahkan berhenti. Tapi suara rakyat terlalu besar ke oposisi. Tidak bisa lagi ditukangi.</p>
<p>Lalu ada rumor lagi: ia akan mencari jet. Bersama dia, she, isterinya itu. Terbang entah ke mana.</p>
<p>Malam itu semua wartawan ngumpul di markas besar BN. Ingin tahu sikap Najib. Tapi yang ditunggu tidak kunjung muncul. Wartawan pindah memenuhi lingkungan rumah Najib. Juga tidak menampakkan diri.</p>
<p>Tapi Najib tidak ke mana-mana. Siang kemarin ia bikin pernyataan. Masih belum mau mengakui kekalahannya. Tapi ia berkata menghormati keinginan rakyat.</p>
<p>Maksudnya: rakyat sebagian besar ternyata masih memilih BN. Tidak ada satu partai pun yang suaranya lebih besar dari BN. Pakatan Harapan itu, katanya, bukan koalisi resmi. Secara hukum tidak legal.</p>
<p>Maka Najib menyerahkan putusan kepada Yang Dipertuan Agung: siapa yang hendak dilantik jadi PM. Begitulah hukum di Malaysia. Kalau tidak ada partai pemenang mayoritas, putusan diserahkan pada raja. Biasanya raja melantik ketua partai yang memperoleh suara terbesar. Itu&#8230; hahaha&#8230; berarti Najib.</p>
<p>Raja terpengaruh. Atau ingin hati-hati. Sore itu mestinya raja sudah melantik Mahathir. Apalagi Mahathir sudah ke istana. Disertai istri Anwar Ibrahim. Sebagai Ketua Partai Keadilan. Tampak juga Tan Kok Wai beserta Lim Guan Eng. Ketua dan Sekjen Partai Aksi Demokrasi. Ada Mahyuddin Yassin. Ketua Partai Pribumi Bersatu. Empat partai dalam koalisi Pakatan Rakyat sudah di istana.</p>
<p>Ternyata mereka bukan menghadiri pelantikan. Medsos mulai gegap-gempita. Menuduh raja terpengaruh Najib.</p>
<p>Para pimpinan partai itu lantas menyerahkan pernyataan: mendukung Mahathir jadi perdana menteri. Seorang pengacara terkemuka angkat suara. Pelantikan Mahathir tidak ada hubungannya dengan perolehan suara partai. Begitu mayoritas anggota parlemen menyetujuinya bereslah itu barang. Begitulah konstitusi Malaysia.</p>
<p>Pukul 19:00, istana mengeluarkan pernyataan. Pelantikan Mahathir dilakukan pukul 21.30. Raja tidak ingin menundanya. Hanya ingin prosedurnya benar.</p>
<p><b>Saya begitu kagum dengan Mahathir: bagaimana bisa umur 92 tahun begitu energetik. Lihat betapa lelahnya minggu-minggu terakhir. Terutama dua hari belakangan. Dan lihatlah waktu pukul 03:00 dini hari masih harus mengadakan konferensi pers: betapa sehatnya ia. Betapa runtut tutur katanya. Betapa jernih pikirannya.</b></p>
<p><b>Dan betapa cerdiknya: langsung ia liburkan hari Kamis dan Jumat. Berarti sampai Minggu. Bank tidak bisa bergerak. Lalu-lintas uang terhenti. Yang mau eksodus kecele. Yang mau ramai-ramai transfer ke luar negeri gigit jari. Mahathir punya waktu empat hari untuk ambil langkah strategis.</b></p>
<p>Betapa lelahnya. Untuk manusia berumur 92 tahun. Saya mau. Berumur 92 tahun dalam keadaan kesehatan seperti itu.</p>
<p>Siapa mau ikut?<b> (dis)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahathir-pm-lagi/">Mahathir PM Lagi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Pemilu Malaysia</title>
		<link>https://prokabar.com/hasil-pemilu-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2018 06:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#DahlanIskan]]></category>
		<category><![CDATA[#Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[#Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=6217</guid>

					<description><![CDATA[<p>By Dahlan Iskan May 10, 2018 Bukan main perjuangan orang tua ini: dia menang pemilu di Malaysia. Setidaknya itulah hasil sementara sampai jam 01.30...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hasil-pemilu-malaysia/">Hasil Pemilu Malaysia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>By Dahlan Iskan</strong></p>
<p><strong>May 10, 2018</strong></p>
<p>Bukan main perjuangan orang tua ini: dia menang pemilu di Malaysia. Setidaknya itulah hasil sementara sampai jam 01.30 dini hari tadi. Waktu Malaysia. Pakatan Harapan, koalisi oposisi sudah merebut 102 kuri. Barisan Nasional baru 70 kursi. Independen meraih 6 kursi. Partai Islam PAS kembali berjaya di Trengganu. Total mendapat 15 kursi</p>
<p>Pertahanan basis BN di Johor ternyata jebol. Sedang Selangor kembali disikat habis oleh Mahathir. Disisakan satu kursi saja. Penang, basis tokoh oposisi Anwar Ibrahim, juga dibabat habis.<br />
Teman-teman saya di Malaysia tidak tidur. Saya minta dia terus siap menerima tilpon saya. Di Amerika sih masih jam 13.30.</p>
<p>Tepat jam 00.00 tadi Mahathir sudah mengumumkan kemenangannya. Sudah siap membentuk pemerintahan baru Malaysia. Tapi KPU masih belum bisa menerima klaim itu.<br />
Suasana di kubu partai pemerintah sangat tegang. Tokoh-tokohnya pada bungkam. Seperti terhipnotis lagu ‘sayang’. Yang saya hafal gerakan koreografinya: untuk senam saya.<br />
Tiap menit ada perkembangan baru: siapa menang di dapil mana. Kalau ingin tahu jago Anda menang atau kalah tinggal masukkan nama: oh … dia menang. Oh… kalah. Oh… masih sedang dihitung.<br />
Begitulah Undian Raya di Malaysia. Pemilunya sistem distrik. Tiap distrik the winner take all. Yang menang dapat kursi parlemen. Biar pun selisih satu suara. Suara yang kalah hangus.<br />
Ada 222 dapil di seluruh Malaysia. Terbanyak di Serawak, 27 dapil. Lalu Sabah, 26 kursi. Johor 25 kursi. Kota Kuala Lumpur disebut Federal Teritory: 13 dapil.<br />
Mula-mula BN yang unggul. Terutama ketika suara dari Serawak masuk. Tetangga Pontianak itu memang basisnya BN.</p>
<p>Lama-lama Harapan yang unggul. Tokoh-tokoh Harapan menang mudah. Di dapil masing-masing.<br />
Tokoh-tokoh utama kelihatan dapat kursi semua. Tidak ada kejutan. Mahathir Mohamad, sudah pasti masuk parlemen. Meski hitungan belum selesai. Jaraknya amat jauh. Wan Azizah, istri tokoh oposisi Anwar Ibrahim sudah memenangi dapilnya. Perdana Menteri Najib menang mudah di kampungnya. Tokoh muda Partai Pribumi Bersatu, Syed Saddiq unggul jauh di dapil Muar, Johor. Nurul Izzat, yang pindah dapil, juga sudah unggul jauh.<br />
Kalau pun tidak menang, Pakatan Harapan merebut kursi jauh lebih banyak dari Pemilu 2013: 72 dari 222 kursi. Dan Mahathir sudah menyatakan siap jadi pemimpin oposisi. Jika Pemilu kali ini belum bisa menang.<br />
Tapi ternyata kian malam kian seru. Kelompok Mahathir terus mengungguli BN. Kian jauh jaraknya. Tidak tahu apa yang akan terjadi 10 jam lagi. Ketika hasilnya sudah final.</p>
<p>”Ini benar-benar tsunami terjadi di Malaysia,” kata teman saya itu. ”Tidak mengira Johor bisa terkena stunami,” tambahnya.</p>
<p>Johor adalah negara bagian yang paling mencolok investasi barunya. Dari Tiongkok. Di bidang real estate. Lihatlah proyek Forrest City. Yang mengahadap Singapura itu. Luar biasa. Kota baru yang penuh pencakar langit.</p>
<p>”Tapi kami hanya bisa menontonnya,” ujar sopir taxi yang mengantar saya di Forrest City. Dua bulan lalu. ”Harganya tidak terjangkau oleh kami-kami ini,” tambahnya. Itu, katanya, jadi rasanan publik. Hanya menambah dalamnya jurang. Antara kaya dan miskin.</p>
<p>Johor seumur hidup jadi tambang suara BN. Sultannya sangat kuat. Anti Mahathir pula. Ini karena Mahathir pernah mengurangi kekuasaan para sultan. Saat Mahathir menjabat perdana menteri dulu.</p>
<p>Kini Johor Jebol. Sultan memiliki 40 persen saham di proyek itu. Dengan cara setor tanah. Yang 60 persen dari investor swasta Tiongkok: perusahaan real estate terbesar di sana.<br />
Kuala Lumpur jangan ditanya: kembali dikuasai habis oposisi. Rakyat Malaysia sudah membuat pilihan. Lebih memilih orang tua itu. Yang saat kampanye terakhir terkena demam itu.<br />
Ada lima isyu utama menjelang Undian Raya ini.<br />
1) Harga sembako terus naik.<br />
2) Dua bulan lagi berlaku pajak baru: PPN. Yang Malaysia sangat telat menerapkannya.<br />
3) Investasi Tiongkok yang dianggap berlebihan dan mahal. 4)memberikan ‘hadiah’ termahal bagi karir politik suaminya.<br />
Hutang luar negeri negara terus melambung. Padahal Mahathir membangun Malaysia dulu tanpa hutang.<br />
5) Mega korupsi 700 juta dolar. Yang langsung terkait ke perdana menteri. Dan istrinya. Yang hobynya belanja barang mewah; sepatu, tas, perhiasan. Dan memamerkannya.<br />
Kini sang istri menuai hasilnya. Dan memberikan ‘hadiah’ termahal bagi karir politik suaminya.<strong> (*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hasil-pemilu-malaysia/">Hasil Pemilu Malaysia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 50/223 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.024 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:48:37 by W3 Total Cache
-->