<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#CatatanIlhamBintang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/catatanilhambintang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/catatanilhambintang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Sep 2022 08:42:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#CatatanIlhamBintang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/catatanilhambintang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jalan Pagi Komengsong + + </title>
		<link>https://prokabar.com/jalan-pagi-komengsong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2022 08:42:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106922</guid>

					<description><![CDATA[<p>Komengsong jalan pagi lagi, Minggu (18/9) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Sekedar mengingatkan, jalan pagi Komengsong bulan Agustus lalu edisi istimewa : memperingati HUT...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jalan-pagi-komengsong/">Jalan Pagi Komengsong + + </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Komengsong jalan pagi lagi, Minggu (18/9) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Sekedar mengingatkan, jalan pagi Komengsong bulan Agustus lalu edisi istimewa : memperingati HUT ke 77 Proklamasi Indonesia.</p>
<p>Edisi kali ini plus- plus. Yaitu sekalian meninjau lokasi Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di area SCBD, Jakarta Selatan. Kejuaraan internasional itu akan diselenggarakan 24-26 September 2022. Indonesia untuk pertama kali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah. Event diinisiasi oleh Yenny Wahid, putri mantan Presiden Gus Dur. Lebih duaratus pemanjat tebing dari berbagai negara akan meramaikan acara itu. Meski berbiaya besar sekitar 20 milyar rupiah, dan sponsor yang didapat panitia masih jauh dari muncukupi, namun penonton tetap tidak dikenakan bayaran sepeser pun. &#8221; Ayolah kawan- kawan semua, ajak keluarga, tetangga menonton,&#8221; imbau Yenny..</p>
<p><strong>Freddie Mercury Indonesia</strong></p>
<p>Plus lainnya : perayaan ulang tahun ke 60 Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo ( 10 September) dan ulang tahun ke 59 Saleh Husin mantan Menteri Perindustrian ( 16 September). Untuk memeriahkan hari istimewa itu, digelar pertunjukan musik kecil- kecilan. Tapi penginya acaranya tidak tanggung- tanggung. Yaitu : CEO Freeport Indonesia Tony Wenas dan musisi kondang Dwiki Dharmawan. Keduanya tampil menghibur diiringi keyboard yang mereka mainkan sendiri.<br />
Tony yang dijuluki Freddie Mercury tampil memukau dengan memainkan lagu- lagu band Queen. Acara itu dipandu wartawan senior Wahyu Muryadi, yang full stand up comedy. Bikin penonton tergelak &#8211; gelak. Yenny Wahid, Bambang Soesatyo dan istri Dewi Bambang, serta Saleh Husin juga tampil menyumbangkan suaranya. Pagelaran musik itu setelah jalan pagi finish, dilangsungkan di Resto Batik Kuring, SCBD yang dihadiri juga juga oleh pengusaha kondang Tomy Winata.</p>
<p>Komengsong, akronim Komunitas Emeng &#8211; Emeng Kosong. Nama WAG komunitas tokoh berbagai kalangan. Membernya beberapa menteri, politisi, professional, diplomat, ulama, dan pemimpin redaksi. Politisinya pun lintas partai. Ada juga aktifis dan oposisi militan. &#8220;Itu yang menjadi daya tarik Komengsong. Pada saat jalan pagi santai bersatu untuk memilih membahas topik yang bisa mempersatukan saja. Seperti kasus &#8221; Polisi Tembak Polisi&#8221; yang dulu viral. Makanya Komengsong saya anggap sebagai wilayah paling demokratis di Indonesia, &#8221; komentar Timbo Siahaan, admin WAG Komengsong suatu ketika.</p>
<p>Rute jalan pagi Komengsong ++ seputar jogging track di SBD, pulang pergi Resto Batik Kuring &#8211; Lokasi Panjat Tebing di Lot 16, SCBD. Yenny menghitung sekitar 4,4 km pulang pergi. Selain Yenny Wahid, Bambang Soesatyo dan Saleh Husin yang telah disebut, tampak juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, deretan pemred Herbert Timbo Siahaan,Ilham Bintang Akhmad, Muhammad Said Didu, Heddy Lugito, Primus Dorimulu, Titin Rosmasari, Gustiawati, Maria Y. Benyamin. Peserta lainnya, antaranya, Ferry Mursyidan Baldan, Intan Abdams Katoppo, Chris Kanter, Dirut Krakatau Still Silmy Karim, Budiman Tanuredjo, Rudiantara,<br />
Wahyu Muryadi, Salina, Glory Oyong, Dwiki Dharmawan,<br />
Rohan Hafas, Ecep Yasa , dan Husain Abdullah.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jalan-pagi-komengsong/">Jalan Pagi Komengsong + + </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Prof Azyumardi Azra Yang Terpapar Virus Covid-19</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-prof-azyumardi-azra-yang-terpapar-virus-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2022 02:13:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106896</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cendekiawan Muslim, Professor Azyumardi Azra, terpapar virus Covid-19. Virus itu baru diketahui bersarang di tubuhnya saat ditangani di RS Serdang, Malaysia, Jumat (16/9) petang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-prof-azyumardi-azra-yang-terpapar-virus-covid-19/">Kisah Prof Azyumardi Azra Yang Terpapar Virus Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Cendekiawan Muslim, Professor Azyumardi Azra, terpapar virus Covid-19. Virus itu baru diketahui bersarang di tubuhnya saat ditangani di RS Serdang, Malaysia, Jumat (16/9) petang.</p>
<p>Azyumardi mendadak terserang batuk keras, panjang, disertai sesak nafas di atas pesawat dalam penerbangan ke Malaysia, sore itu.</p>
<p>Dari Bandara Azyumardi langsung dilarikan ke RS Serdang, Selangor, Malaysia yang berjarak 35 km dari Kuala Lumpur.</p>
<p>&#8220;Semalam sudah dalam penanganan intensif tim medis RS Serdang &#8221; kata Datuk Zakaria A. Wahab, wartawan senior, mantan Pemred Kantor Berita Bernama Malaysia dan Penasihat/Pendiri ISWAMI ( Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia -Indonesia).</p>
<p>Tidak lama setelah pecah kabar Prof Azyumardi terserang sakit di seluruh grup WhatsApp wartawan Indonesia dan Malaysia, kami meminta bantuan rekan wartawan di Malaysia untuk ikut memantau. Zakaria wartawan pertama yang merapat di Di RS Serdang. Zakaria bertemu Dubes RI untuk Malaysia, Hermono. &#8220;Saya sendiri ada bertanya doktor di ruang terbuka, mengesahkan Prof AA dijangkiti covid dan tidak boleh diziarahi, &#8221; tambah Zack, panggilan akrab Zakaria. Sejak semalam Prof Azyumardi sudah dalam pemantauan KBRI di sana.</p>
<p>Ketua Dewan Pers itu awal minggu ini mengadakan kunjungan kerja di Sumatera Barat. Ia sempat ke Bukittinggi dan mengunjungi keluarganya di Batusangkar sebelum bertolak ke Malaysia melalui Jakarta. Hari Sabtu ini, sedianya mantan Rektor UIN tersebut jadi salah satu pembicara dalam seminar internasional di Selangor bersama tokoh penting Malaysia, Anwar Ibrahim.</p>
<p>Saksi mata dalam penerbangan adalah Guru Besar Universitas Sumatera Utara Professor Budi Agustono. Ia dan istri sama-sama berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dengan Azyumardi. Mereka sempat ngobrol sejak di bandara hingga di dalam pesawat. Semalam Budi membagi kejadian yang dilihatnya di dalam pesawat di grup WhatsApp wartawan.</p>
<p>&#8220;Dua puluh menit sebelum pesawat mendarat, saat saya, istri dan Pak Azra sedang bercakap tiba tiba Pak Azra batuk tanpa henti, tubuhnya berkeringat dingin. Saya minta dia minum air mineral. Saya memijat tubuhnya yang keringat dingin lalu meminta pramugari memasang selang oksigen di hidung dan mulut. Meski selang terpasang sesak nafasnya tak berhenti, malah tubuhnya bergerak ke kiri ke kanan di atas kursi pesawat.</p>
<p>Ketika pesawat parkir dan pintu pesawat dibuka menurunkan penumpang, saya dan istri mengurus kesehatan Pak Azra yang diminta turun belakangan. Saya dan istri gelisah dan cemas melihat kesehatan Pak Azra. Tidak lama sesudah itu kami bertiga turun dengan selang oksigen dan dibawa segera ke bed panjang perawatan lalu dilarikan ambulance ke rumah sakit. Saya sempat merogoh tas tenteng Pak Azra mencari telepon, tapi karena bingung dan panik lambat ketemunya. Akhirnya istri saya menelpon temannya staf khusus Menteri Sosial meminta bantuan mengabarkan ke istri atau keluarga Pak Azra.</p>
<p>Saya sampaikan ke istri antar dan temani Pak Azra demi keselamatan dan keamanan. Kita bantu sekuat kita ke RS di Kuala Lumpur.Istri saya, Reni Sitawati Siregar, mengantarkan hingga ke dalam ambulance untuk dilarikan ke rumah sakit, sedangkan saya urus imigrasi di Bandara,&#8221; kisah Prof Budi Agustono.</p>
<p><strong>Tanpa Swab</strong></p>
<p>Indonesia, seperti halnya Malaysia telah menghapus keharusan Swab Antigen/ PCR untuk perjalanan luar negeri. Kondisi itu membuat penumpang pesawat yang terpapar Covid-19 dalam kategori orang tanpa gejala ( OTG) sulit terdeteksi. Baru seminggu lalu, Pemerintah Malaysia menghapuskan larangan memakai masker di dalam ruangan.</p>
<p>Saya mengenal Prof Azyumardi cukup lama. Ia pernah menjadi Wartawan Panji Masyarakat (1979-1985). Kesamaan isu atau topik yang kami bahas dalam tulisan masing- masing semakin mengeratkan hubungan.</p>
<p>Semasa pandemi Covid-19 kami intens berkomunikasi. Usia kami sama-rentan terpapar Covid-19, sehingga pemerintah mengatur sebaiknya beraktivitas dari rumah saja. Suatu hari di tahun lalu, anak cucunya tertular Covid-19. Ia mengontak saya minta dicarikan Ivermectin, obat cacing yang terkenal itu. Yang dipercaya sebagian masyarakat bisa melawan virus Covid-19 meski dilarang pemerintah untuk digunakan menyembuhkan Covid-19.<br />
Masa itu, obat tersebut sangat sulit mencarinya, harganya di pasaran ikut dimainkan karena diburu banyak orang. Kebetulan saya memiliki stok, maka saya kirimlah ke beliau.</p>
<p>&#8221; Alhamdulillah, anak cucu berangsur baik, sudah keluar keringat. Terima kasih Pak Ilham,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Komunikasi semakin intens sejak pria kelahiran 67 tahun lalu itu ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pers. Begitu menjabat kasus di dunia pers terus meningkat, membuatnya praktis sejak itu siang malam beraktivitas. Masalah yang paling menyedot perhatiannya adalah RUU KUHP yang mengancam kemerdekaan pers. Ia terjun langsung menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR-RI.</p>
<p>Kolumnis yang sangat produktif itu sering mengirimi saya link tulisannya membahas pelbagai topik di berbagai media kemudian kita bahas bersama. Demikian sebaliknya.</p>
<p>Rabu ( 14/9) lalu kami masih bertegur sapa. Hari itu beliau sedang berada di Padang, Sumatera Barat. Saya ketahui dari fotonya ketika bersama wartawan Sumbar menghadiri jamuan makan siang Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi Ansharullah.</p>
<p>Foto saya peroleh dari rekan Zulnadi, wartawan senior Pemred Semangat.com di Padang yang hadir dalam jamuan itu. Foto itu kemudian saya forward ke beliau. Seperti biasa dia pun merespons cepat di WA. &#8220;Terima kasih Pak Ilham. Kolomnya ditunggu,&#8221; ucapnya. Dalam kunjungannya di Sumatera Barat, Azyumardi sempat ke Bukit Tinggi dan mengunjungi keluarganya di Batu Sangkar. Kuat dugaan lantaran kecapean melakukan perjalanan dinas yang membuat kondisinya drop dan dengan mudah diserang virus Covid-19 yang secara obyektif sebenarnya penyebarannya sudah menurun di Indonesia dan di berbagai belahan dunia.</p>
<p><strong>Intelektual segudang prestasi</strong></p>
<p>Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.Phil., M.A., CBE dikenal luas sebagai cendekiawan muslim.Pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire, sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi &#8216;Sir&#8217; pertama dari Indonesia. Pada 2022, Azyumardi terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022-2025.</p>
<p>Saya dikirimi foto sewaktu ia mengenakan selang oksigen masih di dalam pesawat hingga foto ia dirawat di ruang di ICU RS. Doa kami untuk kesembuhanmu segera Prof. Semoga Allah SWT segera mengabulkannya dengan memberi kesembuhan kepada cendekiawan penting Indonesia yang berpembawaan humble namun sangat kritis itu. Amin, YRA.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-prof-azyumardi-azra-yang-terpapar-virus-covid-19/">Kisah Prof Azyumardi Azra Yang Terpapar Virus Covid-19</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Artis Dengan Lingkup Pergaulan dari Presiden hingga Pelayan Resto</title>
		<link>https://prokabar.com/artis-dengan-lingkup-pergaulan-dari-presiden-hingga-pelayan-resto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2022 13:43:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Catatan Ilham Bintang Mendiang Rima Melati dikenang banyak orang bukan hanya sebagai artis film senior. Tetapi lebih dari itu, sebagai manusia seutuhnya yang selama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/artis-dengan-lingkup-pergaulan-dari-presiden-hingga-pelayan-resto/">Artis Dengan Lingkup Pergaulan dari Presiden hingga Pelayan Resto</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Catatan Ilham Bintang</strong></em></p>
<p>Mendiang Rima Melati dikenang banyak orang bukan hanya sebagai artis film senior. Tetapi lebih dari itu, sebagai manusia seutuhnya yang selama rentang waktu kehidupannya menciptakan banyak karya fenomenal di bidang yang dia geluti: Menyanyi, model, perarawati, aktris film, dan resto.</p>
<p>Di awal tahun 70 an bekerja sama Pemprov DKI Rima membuka Jaya Pub, yang dari namanya saja waktu itu masih asing di telinga awam. Jaya Pub berlokasi di jalan Thamrin, Jakarta Pusat, adalah Pub pertama yang menopang Jakarta sebagai kota Metropolitan.</p>
<p>Pub adalah singkatan dari &#8220;Public House&#8221; dan merupakan tempat minum umum bergaya Inggris. Arti kata pub dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tempat hiburan khusus untuk mendengarkan musik sambil minum-minum yg dibuka pada waktu malam (sampai larut malam).</p>
<p>Tidak cuma itu. Rima juga memotori di awal sekali membuka resto untuk pengunjung asing dengan nama &#8220;La Bistro&#8221; melengkapi Jakarta sebagai kota dunia. Bistro atau bistrot dalam perwujudan aslinya di Paris, adalah sebuah rumah makan kecil yang menyajikan makanan sederhana dengan harga menengah dan juga alkohol. Jangan lupa pula La Bodega. Yang terakhir ini nama restonya yang konsepnya dari Spanyol.</p>
<p>Bodega adalah sebuah toko kelontong kecil yang biasanya berada di lingkungan hispanik. Toko-toko ini sebenarnya mirip dengan warung yang ada di Indonesia namun lebih modern dan besar.</p>
<p>Begitulah cara Rima dan tentu saja bersama suaminya mendiang Frans Tumbuan, (wafat 2015) mempelopori atau menjadi trend setter gaya hidup di era global.</p>
<p>Sebelum itu, Rima mempelopori dunia mode dan fashion menjadi industri. Basicnya, dia memang model dan peragawati lalu mengembangkan kegiatan pagelaran busana secara rutin dan teratur sehingga menjadi sentra ekonomi yang menyerap lapangan pekerjaan bagi banyak skill di bidang itu.</p>
<p>Untuk melengkapi, Rima mendirikan IMA ( Indonesia Model Agency ) demi merekrut tenaga -tenaga terdidik memasuki dunia fashion secara professional.Di dunia fashion yang jadi mentornya tak lain Non Kawilarang, ibunya sendiri, yang pelopor butik, salah satunya yang terkenal di Hotel Borobudur &#8212; di kala butik juga masih asing di telinga sebagian awam di masa itu.</p>
<p>Rima Melati wafat Kamis (23/6) petang pukul 15.14 WIB ( bukan 15.25 seperti banyak ditulis) di RSPAD Jakarta. Meski menderita sakit cukup lama akibat konplikasi pelbagai penyakit, tetapi kepergiannya tetap saja sebuah kehilangan bagi Indonesia. Ditinggal pergi seorang yang multitalent dan multitasking yang sangat dibutuhkan negeri ini.,</p>
<p>Sejak berita kematiannya menyebar di media pers, media sosial, terutama di group WhatsApp, praktis sejak itulah menyebar ungkapan berkabung atas kepergian seniman lintas jaman dan lintas pergaulan. Mulai dari Presiden RI pertama Bung Karno hingga pelayan resto dan tukang parkir kedai minumnya ( Pub) atau tukang lampu produksi film.<br />
Meski sudah sekitar empat tahun menderita sakit dan seperti menarik diri dari peredaran di publik, tetapi masyarakat awam generasi sekarang pun masih mengenal namanya, mengenal perjuangannya.</p>
<p>Rima adalah penyintas penyakit kanker, yang berkat tekad dan kegigihannya kanker berhasil sembuh sekitar 30 tahun lalu di Amsterdam. Para penggemar itu lewat caranya sendiri menyatakan berkabung. Antaranya, itu tadi, mengunggah foto-foto dokumentasi Rima Melati. Benar kata pepatah. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan kesan mendalam atas perbuatan baiknya.</p>
<p>&#8221; Ya, semua kenangan baik tentang Mbak Rima itu, benar. Dia orang yang sangat baik kepada semua orang, zonder pilih&#8211;pilih. Dia membantu siapapun,&#8221; kenang Widyawati, artis senior sahabat Rima Melati dalam percakapan Jumat ( 24/6) pagi.</p>
<p>Berita kematian Rima pertama kali memang diposting oleh istri almarhum aktor dan politikus Sophan Sophiaan itu di WAG komunitas artis senior Indonesia. Setelah itu saya lmengontak dia.</p>
<p>&#8221; Benar. Baru lima menit lalu saya terima kabar dari putranya Aditya yang sedang berada di RS,&#8221; kata Widya memastikan keraguan, Kamis (23/6) petang.</p>
<p>Sebelumnya, sekitar seminggu lalu, ketika baru beberapa hari diopname di RSPAD merebak berita hoax tentang kematian Rima.</p>
<p>Rima Melati memang sejak awal Mei dirawat di RS akibat komplikasi penyakit. Dia pertama kali dirawat di RS Pondok Indah Bintaro. Sekitar sebulan. Setelah itu pindah ke RSPAD karena kebutuhan cuci darah dimana peralatannya lengkap dimiliki RS tentara itu.</p>
<p><strong>Nama Pemberian Bung Karno</strong></p>
<p>Rima Melati terlahir dengan nama Marjolien Tambajong (EYD: Maryolien Tambayong) 22 Agustus 1939 di Hindia Belanda. Ia adalah putri kedua dari empat bersaudara pasangan Marinus Van Rest dan Non Kawilarang (27 Oktober 1917 – 27 Juni 1997).</p>
<p>Ibunya, Non Kawilarang, seorang perancang dan perintis dunia mode Indonesia. Ia merupakan saudara kandung dari Dorothea Tambayong yang merupakan ibu dari aktris Debbie Cynthia Dewi.</p>
<p>Wanita yang kecantikannya dinilai sangat khas Indonesia itu membuat Presiden RI Soekarno memberinya nama : Rima Melati. Nama itulah yang tampaknya membawa keberuntungan, yang melekat hingga akhir hayatnya.</p>
<p>Banyak penggemar yang mengunggah foto dokumentasi mendiang yang khusus mengagumi kecantikan Rima Melati.</p>
<p>Ungkapan Presiden Jokowi &#8221; sangat cantik sekali dan kharismatik&#8221; kepada Ibu Megawati Soekarno tiga hari lalu, boleh dipinjam untuk mendeskripsikan kecantikan serupa pada Rima Melati.</p>
<p>Semasa hidupnya Rima telah membintangi puluhan judul film Nasional, mengantongi beberapa Piala Citra atas prestasinya di dunia seni peran. Penghargaan serupa dari Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) bahkan diraih tiga kali berturut- turut di awal tahun 70 an. Piala Citra FFI, lambang supremasi tertinggi atas seni peran, diraih pertama kali pada FFI 1973 lewat film&#8221; Intan Berduri&#8221; yang dibintangi akto Benyamin Suaeb yang juga berhasil meraih Piala Citra.</p>
<p>Empat tahun lalu Rima masih berusaha comeback untuk melepas kangen. &#8221; Ia mencoba bermain dalam sinetron, namun kondisi kesehatannya tidak lagi memungkinkan. Dia pun stop,&#8221; cerita Widyawati.</p>
<p>Berbicara mengenai Rima tidak hanya tentang kecantikan, tetapi juga mengenai pribadinya sebagai manusia yang luar biasa memikat. Ini yang layak diteladani. Sejak muda dia sudah menjadi artis papan atas, namun dalam kehidupan sehari-hari tetap bersikap &#8221; humble&#8221; sederhana dan populis. itulah yang menonjol dan dikenang banyak orang sepeninggalnya.</p>
<p>Saya mengenal pasangan Rima dan Frans Tumbuan puluhan tahun lalu. Ketika itu saya masih wartawan pemula, Rima sudah sudah artis sangat terkenal kelas papan atas, dan sukses pula sebagai enterpreuner di Indonesia. Tetapi hingga puluhan tahun sikap itu tidak lekang. Tetap ramah dan ramai. &#8221; Bergudil -gudil&#8221; ungkapan khas dan ciptaannya sendiri untuk menunjukkan keakraban dengan siapapun.</p>
<p>Frans Tumbuan juga begitu sampai usia perkawinan mereka menginjak 43 tahun ( Frans Wafat 2015) tidak berubah.<br />
&#8221; Itu ungkapan khasnya. Artinya lebih kurang enjoy saja, kita ngobrol yang ringan-ringan saja &#8221; terang Widyawati.</p>
<p>Radio Elshinta yang mewawancarai semalam dalam perjalanan menuju taping talkshow Indonesia Lawyers Club milik Karni Ilyas, saya ceritakan pribadi Rima seperti dalam ungkapan &#8221; bergudil-gudil&#8221; itu.</p>
<p>Rima Melati telah pergi. Mendiang wafat dalam usia 82 tahun. Meninggalkan 5 anak dan 13 cucu. Saat ini jenasah disemayamkan di Rumah Duka Kamboja, RSPAD. Sejak Kamis petang, pelayat dari berbagai kalangan telah berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan rasa berkabung.</p>
<p>Rencana pemakamann akan dilaksanakan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, satu liang lahat dengan Non Kawilarang, ibundanya yang tercinta. Namun, waktunya masih menunggu konfirmasi putrinya, Hanneke Adinda Tumbuan, yang saat ini berada di Jerman.</p>
<p>Selamat jalan Mbak Rima.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/artis-dengan-lingkup-pergaulan-dari-presiden-hingga-pelayan-resto/">Artis Dengan Lingkup Pergaulan dari Presiden hingga Pelayan Resto</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sisi Lain Napoleon Bonaparte, Syahganda Nainggolan : Cocok Jadi Kapolri</title>
		<link>https://prokabar.com/sisi-lain-napoleon-bonaparte-syahganda-nainggolan-cocok-jadi-kapolri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2021 06:04:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sisi lain Irjenpol Napoleon Bonaparte diungkap oleh aktivis prodemokrasi, DR Syahganda Nainggolan, lewat Channel YouTube Realita TV, Selasa (21/9) lalu &#8221; Sepuluh bulan saya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sisi-lain-napoleon-bonaparte-syahganda-nainggolan-cocok-jadi-kapolri/">Sisi Lain Napoleon Bonaparte, Syahganda Nainggolan : Cocok Jadi Kapolri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sisi lain Irjenpol Napoleon Bonaparte diungkap oleh aktivis prodemokrasi, DR Syahganda Nainggolan, lewat Channel YouTube Realita TV, Selasa (21/9) lalu</p>
<p>&#8221; Sepuluh bulan saya bersama Napolen di tahanan Bareskrim Polri. Kesimpulan saya, job yang cocok buat dia adalah Kapolri,&#8221; kata Syahganda yang diwawancarai oleh Rahma Sarita di Channel YouTube Realita TV.</p>
<p>Wawancara Rahma dengan Syahganda terkait kasus penganiayaan yang dilakukan perwira tinggi Polri yang masih aktif itu terhadap Muhammad Kece, tersangka kasus penista agama. Selain Syahganda, Rahma juga mewawancarai DR Ahmad Yani, Kuasa Hukum Napoleon.</p>
<p>&#8221; Saya pertama sekali ingin meluruskan, Pak Napoleon belum terpidana, seperti ditulis secara keliru oleh banyak media,&#8221; ucap Dr Ahmad Yani.</p>
<p>Menurut Yani, berkas permohonan kasasi Napoleon Bonaparte masih diteliti Mahkamah Agung. Memang dia satu- satunya dari pihak terdakwa kasus Red Notice Joko Chandra yang masih melakukan perlawanan hukum.</p>
<p><strong>Ditonton ratusan ribu viewers</strong></p>
<p>Menarik mengikuti perbincangan dalam program Realita TV di YouTube. Hingga hari keempat Sabtu (24/9) pagi wawancara itu sudah ditonton oleh 271.000 viewers. Jumlah komentarnya pun banyak, 4300 orang, mayoritas mendukung Napoleon menindak tersangka penista agama tersebut.</p>
<p>&#8221; Masuknya pun hampir bareng di tahanan Bareskrim. Saya tanggal 13 Oktober ditangkap. Esoknya dimasukkan ke tahanan, di situlah pertama kali saya ketemu Pak Napoleon. Terakhir, sebelum saya keluar, kami malah bersebelahan kamar. Saya di kamar 25, dan dia kamar 26,&#8221; ungkap Syahganda.</p>
<p>Syahganda mengaku mengaku mengobservasi Napoleon Bonaparte. Sebagai ahli ilmu sosial dan ahli manusia Syahganda berkesimpulan Napoleon cocok untuk job Kapolri.</p>
<p>&#8220;Kalau saja saya berkuasa atau saya punya teman yang punya kemampuan yang bisa saya akses, saya akan mengajukan Pak Napoleon sebagai Kapolri. Kenapa ? Saya banyak mengenal dan berinteraksi dengan banyak jendral polisi, seperti pak Makbul, Pak Nanan. Tapi saya belum pernah ketemu polisi secerdas Napoleon,&#8221; tegas Syahganda.</p>
<p>Menarik sekali berdiskusi sama dia, itu kesan Syahganda. Membahas<br />
masalah politik internasional, global politik, dan politik lokal. Napoleon tahu semua.</p>
<p>Mereka sering berdebat. &#8220;Selama ini saya merasa, urusan berdebat saya sebelas dua belas lah sama Rocky Gerung. Tapi, ini ada orang namanya Napoleon Bonaparte yang ketemu di penjara, ternyata hebat. Ketika kami berdiskusi bertiga dengan aktifis Jumhur Hidayat, dia bisa ngimbangin kita. Buat saya itu luar biasa. Dia juga melakukan hal yang sama dengan Habib Rizieq.</p>
<p>Habib Rizieq juga senang.</p>
<p>Habib Rizieq pernah dia undang ke kamarnya diskusi malam-malam sampai jam dua malam. Waktu itu, saya terbangun kok ada suara ribut ribut di sebelah. Rupanya Habib Rizieq lagi berdebat dengan Napoleon. Ini luar biasa. Secara karakter yah karakternya luar biasa, kemudian rendah hati. Dia sama semua tahanan tidak membeda-bedakan, meski dia tidak mau terlibat dengan tahanan &#8211; tahanan yang merampok uang negara, &#8221; papar Nainggolan.</p>
<p><strong>Kisah Maria, Penguasa Tahanan</strong></p>
<p>Syahganda menceritakan juga bagaimana Napoleon menjaga jarak dengan Maria Paulina, pembobol Bank BNI 1,2 triliun. Padahal, dia yang tangkap Paulina di Siberia.</p>
<p>Selingan cerita</p>
<p>Syahganda tentang Maria Paulina, juga menarik. Maria ketua RT di dalam penjara. Satu- satunya narapidana yang punya kamar sendiri.</p>
<p>Maria menguasai satu sel sendiri. Sedangkan kebanyakan orang lain menghuni satu kamar untuk 20 orang.</p>
<p>&#8221; Ya, memang itu juga masalah. Tapi saya tidak mau buka semua masalah yang ada di sana,&#8221; tugas Nainggolan.</p>
<p>Menurut Syahganda, fenomena di penjara itu unik. Tidak bisa untuk konsumsi publik. Kalau dilaporkan dan jadi penyelidikan Bareskrim atau KPK bisa bikin gaduh. Bagaimana satu orang bisa menguasai aset negara di dalam penjara. Itu menjelaskan mengapa banyak orang berebut mau dekat sama Maria. Siapa tahu bisa kecipratan uang-uang BNI itu. Tapi, di situlah salutnya Syahganda pada Napoleon, dia tidak mau cari-cari uang haram di penjara.</p>
<p>Cari uang haram, maksudnya?</p>
<p>&#8221; Asal tahu saja, perputaran uang di penjara Bareskrim mencapai 500 juta sampai satu milyar satu bulan. Ya, itu cerita sisi gelapnya yah,&#8221; tambah Syahganda yang juga tercatat sebagai pendiri KAMI.</p>
<p>Bagaimana soal pemukulan M Kece ?<br />
&#8221; Sebenarnya, itu hal biasa di dalam penjara. Kasus pelaku penghina Natalius Pigai yang bilang gorilla, juga hampir mati di dalam. Ada orang Nigeria kulit hitam yang merasa ikut terhina. Jadi, jelas saja kalau kasus M. Kece yang menghina Rasulullah, orang Islam di dalam penjara pasti marah sekali. Termasuk orang Islam yang biasa terlibat dalam kriminalitas sekalipun. Orang-orang itu kalau disinggung Nabinya pasti marah lah. Kasus kayak gitu itu banyak, tapi tidak pernah dilaporkan. Tidak dilaporkan seperti kasus pemukulan Napoleon terhadap M Kece. Heran juga saya,&#8221; ungkap Nainggolan.</p>
<p>Syahganda mengaku tahu banyak kasus di tahanan Bareskrim. Mulai perkelahian, pemukulan, minum, orang berantem. Tapi tidak pernah menjadi laporan seperti sekarang kasus Napoleon memukul M Kece. Syahganda kembali tak bisa menyembunyikan keheranannya ketika bercerita itu.</p>
<p><strong>Observasi Napoleon</strong></p>
<p>Napoleon menarik pertama sekali dari segi charmingnya, kata Syahganda. Orangnya gagah. Dia memang keturunan Belanda. Bapaknya angkatan laut.</p>
<p>&#8220;Dari segi karakter dia kuat.<br />
Yang saya mau ceritakan pengalaman 10 bulan bersama dia. Saya ini peneliti dan saya mengobservasi dia secara serius. Saya lihat orang ini pantas jadi Kapolri. Kecuali ada bantahan lain dari kawan-kawan dia. Orang itu mengerti ketika saya berbicara bagaimana cara membuat polisi Indonesia tidak menjadi hirarki kekuasaan, tidak terlibat dalam politik praktis, misalnya. Dia bisa menjelaskan. Bareskrim, kata dia, harusnya memang di bawah Kehakiman, seperti di Amerika.</p>
<p>Bagaimana kepolisian yang baik di masa depan, dia usul diserahkan saja ke Polda. Tidak perlu lagi ada jabatan di Bareskrim, di atasnya Kapolda. Diajak dialog reformasi kepolisian dan lain-lain dia jago sekali,&#8221; urainya Nainggolan.</p>
<p>Napoleon salah satu pendiri Densus 88. Tahu banyak mengenai orang yang risih dengan Densus 88 karena dianggap sensitif terhadap isu-isu radikalisme Islam.</p>
<p>&#8220;Nah, saya bisa berdialog dengan dia. Napoleon pun menjelaskan mana yang sebenarnya yang dimaksud dalam ruang lingkup fundamentalisme dan esktrimis Islam. Dia tidak pernah merasa Habib Rizieq sebagai bagian dari fundamentalisme dan ektrimisme. Dia dulu yang menangkap gembong teroris Dr Azhari. Napoleon tahu membedakan mana yang Islam yang berbahaya tapi sebenarnya itu biasa aja. Kalau yang namanya Habib Rizieq, menurut dia, itu bukan ektrimisme dan fundamentalisme. Rizieq dia bilang hanya Islam dengan kekerasan. Tapi itu dulu. Nah, kalau bisa kekerasannya dinetralisir, sebenarnya itulah Islam Rahmatan Lil Alamin. Itu kata Napoleon lho,&#8221;, jelas Nainggolan.</p>
<p>Napoleon Bonaparte, seperti kita ketahui, terdakwa kasus suap Red Notice Joko Chandra. Ia didakwa menerima uang sebesar 2M dan 5M, total Rp. 7 M .</p>
<p>Syahganda menyesal kenapa dulu tidak sempat berinteraksi dengan Napoleon. Dia menganggap sosok Napoleon unik. Ternyata perjalanan kerirnya lucu. Sebagai perwira yang bertugas di Interpol Napoleon lebih banyak di luar negeri. Relasi dia kebanyakan orang asing.</p>
<p>&#8220;Dia menyimpan banyak rahasia, tapi saya tidak bisa ceritakan semua di sini. Misalnya, dia adalah penanggung jawab Pilpres 2019 untuk luar negeri. Dia juga yang mengurus soal Veronika Koman dan Habib Rizieq. Dia juga dulu memegang posisi penting sebagai direktur Bareskrim di Polda, Polda nya Polda Jogja. Syahganda memuji Napoleon karena kliennya orang-orang pintar semua. Seperti Amin Rais, Budiono dan para profesor.</p>
<p>&#8221; Napoleon ini memang hampir tidak dikenal publik di dalam negeri. Kami yang aktivis juga nggak kenal. Saya banyak berinteraksi dengan polisi, tapi Napoleon saya nggak kenal. Ternyata dia emas yang terpendam selama ini,&#8221; tegas Syahganda.</p>
<p>Dalam konteks M Kece Syahganda yakin seyakin-yakinya Napoleon tahu bahwa M. Kece ini sebenarnya bagian tertentu yang melakukan politisasi itu. Dia kan mantan densus 88 punya insting yang kuat. Alhamdulillah saya senang adanya sosok jendral yang seperti Napoleon Bonaparte ini muncul di publik. Mudah &#8211; mudahan publik Indonesia mengetahui tentang dia. Saya kenal istrinya, anak- anaknya. Selama 10 bulan saya amati Napoleon tidak pernah sedikitpun makan uang haram di dalam perputaran uang di penjara.</p>
<p>Kasus &#8211; kasus di dalam penjara itu banyak. Melibatkan pelaku dari orang-orang yang punya kekuasaan. Sebagian menjadi markus, mengurus orang yang ditahan biar bisa istilah 86, tutup perkara dan lain-lain. Napoleon tidak tertarik sama sekali. Banyak yang minta tolong sama saya untuk dihubungian dengan Napoleon. Ada orang kaya Edisi Cash. Edisi ini hampir 10 triliun tiap hari. Minta tolong sama saya juga. Minta tolong minta diakseskan ke pak Napoleon supaya bisa diurus, Napoleon tidak mau.</p>
<p>Napoleon mau terlibat sama sekali dengan urusan yang bisa menciptakan uang buat dia. Termasuk dulu Bupati Nganjuk. Bupati Nganjuk minta tolong Napoleon waktu ditangkap. Minta 86. Napoleon tidak mau. Itu yang bikin Syahganda kagum.</p>
<p>Tambah kagum ketika Napoleon bilang dia satu-satunya Jendral yang rumahnya terburuk untuk seorang jendral.</p>
<p>&#8221; Lihat rumah saya kalau sudah bebas. Rumah saya di Condet, &#8221; cerita Syahganda meniru Napoleon.</p>
<p><strong>Pandangan Ahmad Yani</strong></p>
<p>Sementara itu, Ahmad Yani merespons beberapa pihak membahas Napoleon. Salah satunya dari PBNU, yaitu Ramadi Ahmad. Dia menuduh surat terbuka Napoleon sengaja disebarkan untuk mencari simpati publik.</p>
<p>&#8221; Saya kira pak Napoleon tidak dalam kontek untuk mencari simpati publik. Dia bukan politisi, tidak ada kepentingan nya untuk dapat dukungan publik. Ada juga pernyataan dari kawan-kawan kita dari PBNU juga memberikan dukungan kan kepada Napoleon Bonaparte. Tapi menurut saya itu yang selalu saya ingatkan betul kepada pemerintah saat ini. Mengenai suasana keterbelahan, suasana penodaan agama marak terjadi tujuh tahun belakangan ini. Sebelum itu kita tidak pernah mendengar peristiwa-peristiwa semacam itu.  Kalaupun ada langsung di ambil dan diproses. Ingat Permadi ? Itu kan cepat diproses. Kasus nabi palsu langsung diambil, selesai.<br />
Terus yang mengaku jibril, Lia Amirudin, juga cepat selesai.</p>
<p>Nah ini sekarang ada orang yang berulangkali nantang bahkan bahkan Abu Janda hanya sempat diam sebentar, sekarang ngoceh lagi. Menyatakan islam agama teroris.  Itu jelas penodaan agama, tapi kan tidak diproses. Deni Siregar menyatakan santri-santri itu bibit teroris dan lain sebagainya. Bahkan ada yang sekarang ini yang menyatakan santri yang tidak mau mendengar lagu dituduh bibit-bibit ekstrim. Padahal, tidak mau mendengar lagu-lagu itu kan bagian cara menghafal Al-Qur’an.</p>
<p>Menurut Yani, sekarang penistaan model begitu marak dan tumbuh subur saat ini. Itu yang menurut saya seperti api dalam sekam. Kalau kita tanya orang tua-tua dulu, dia bilang peristiwa semacam itu, pernah dia alami menjelang peristiwa G30S PKI. Istilah &#8211; istilah kadrun mulai muncul lagi. Itu kan teror- teror yang pernah dikeluarkan oleh PKI. Terus orang-orang yang anti Arab mengolok- olok Arab. Mereka sesungguhnya Islam fobia, bukan Arab. Tapi diselubungkan sedemikian rupa. Itu mendapatkan tempat di negara kita yang berazaskan Pancasila yang berketuhanan yang maha Esa. Ini yang menurut saya, ada unsur pembiaran yang luar biasa. Kalau katup-katup saluran resmi yang dianggap tempat mencari keadilan itu sudah tumpul, sudah tidak mungkin maka rakyat akan mencari jalannya sendiri. Itu yang berbahaya.</p>
<p>Napoleon bertindak terhadap M Kace untuk membongkar saluran yang tersumbat itu. Orang seperti M. Kece memang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan serta perpecahan umat beragama.</p>
<p>Napoleon Bonaparte pasti merasakan pengalaman traumatis itu karena dia mantan densus. Pasti punya data-data lengkap.</p>
<p>Dia membuat surat terbuka tentu dengan pertimbangan dan proyeksi masa depan. Itulah saya katakan, sesungguhnya harusnya Napoleon diberi reward. Bukan kita maki-maki. Diberikan reward penghargaan memberikan kanalisasi untuk menyalurkan hal-hal seperti itu Kalau tidak, kita tidak bisa membayangkan ledakannya. Perumpaman balon yang bisa meledak, tapi kalau dilubangin sedikit membuat ada ventilasi. Itu konteksnya mengapa saya bilang, seharusnya kita memberikan penghargaan kepada Napoleon Bonaparte yang mampu menampung kemarahan umat baik di dalan maupun di luar,&#8221; panjang lebar Yani memaparkan.</p>
<p>Syahganda menimpali. Napoleon memang selalu bilang pemimpin itu harus berani menanggung resiko. Dalam soal M Kece demi menciptakan ventilasi Napoleon memikul risikonya sendiri. Napoleon ini orang luar biasa. &#8221; Saya ulangi. Saya baru ketemu orang seperti dia yang leadershipnya tinggi dan pinter sekali. Bahasa inggrisnya fasih seperti orang inggris.</p>
<p>Kelebihan Napoleon yang lain, dia familyman, demokrasi dengan anak, anaknya sekolah di Amerika di NewYork. Jangan lagi bilang dia radikal islam, dia bukan radikal islam.</p>
<p>Kita tidak boleh berstigma bahwa dia itu jadi terpengaruh Habib Rizieq atau tidak. Dia manusia inspiring.</p>
<p>Kenapa kamu namanya Napoleon? Saya pernah tanya begitu. Jawabnya : Karena bapak saya pengagum jendral Napoleon Bonaparte, jendral yang paling berpengaruih sepanjang sejarah dunia yang menjadi emperor Perancis. Bapaknya menitip pesan kepadanya supaya berlaku seperti Napoleon Bonaparte Itulah yang membuatnya tersandera oleh nama besar Napoleon. Dia juga bercita-cita seumur hidup pengin seperti Napoleon Bonaparte.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sisi-lain-napoleon-bonaparte-syahganda-nainggolan-cocok-jadi-kapolri/">Sisi Lain Napoleon Bonaparte, Syahganda Nainggolan : Cocok Jadi Kapolri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersantap Siang di &#8220;Ruang Tamu &#8221; Pensiunan Garuda Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/bersantap-siang-di-ruang-tamu-pensiunan-garuda-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2021 01:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94939</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bersantap di The Parlor Rancakendal Luhur 9, Dago, Bandung, Selasa, ( 21/9) siang. The Parlor ternyata bukan cafe biasa. Menunya banyak, dari masakan Sunda,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersantap-siang-di-ruang-tamu-pensiunan-garuda-indonesia/">Bersantap Siang di &#8220;Ruang Tamu &#8221; Pensiunan Garuda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bersantap di The Parlor Rancakendal Luhur 9, Dago, Bandung, Selasa, ( 21/9) siang. The Parlor ternyata bukan cafe biasa. Menunya banyak, dari masakan Sunda, Indonesia hingga Western. Parlor, diadopsi dari bahasa Perancis, yang artinya Ruang Tamu.</p>
<p>Berdiri di atas lahan sekitar 5000 m2, The Parlor memiliki banyak ruang duduk / ruang makan outdoor. Tampaknya, itu salah satu selling point, yang memberikan rasa aman dan rasa nyaman di masa pandemi. Maklumlah. Bersantap saja pun di masa pagebluk Covid19, perlu ruang yang menjamin tamu cukup leluasa untuk ambil jarak sesuai protokol kesehatan. Resto ini memiliki banyak spot foto yang bersebaran di area, menjadi salah satu daya pikatnya. Ada jajaran kontainer di lantai atas menyerupai gerbong kereta layang.</p>
<p>Tiga cucu yang ikut: Dastan, Darsiv, dan Dahim, merasa nyaman bermain selama berada di sana. Itu menjadi ukuran, sekurangnya buat saya, cafe ini layak untuk keluarga.</p>
<p>Sekeliling resto terbuka tanpa sekat : mengalirkan sinar matahari dan angin yang dingin khas perbukitan. Keramahtamahan karyawannya, khas Sunda, menambah kenyamanan, pengunjung seperti berada di rumah sendiri.</p>
<p>Bagaimana deengan menunya? Saya memilih Sop Buntut Bakar. Tidak salah kalau Heri Yurisfin Rivano, salah satu owner bisnis keluarga itu, menjagokan sop buntut bakar tersebut sebagai menu favorit restonya. Faktanya memang begitu, lezat. Daging sop buntutnya empuk, dengan kuah yang bumbunya maknyus. Istri dan menantu memilih menu ikan dori sambal mata. Sedangkan cucu-cucu bersantap steak ayam. Susternya bersantap nasi goreng. Semua enak, disantap sampai habis.</p>
<p>Oh, iya, saya juga memuji wedang uwonya. Harganya relatif murah untuk makanan lezat. Heri pun memberi diskon 20 % untuk makanan tadi.</p>
<p><strong>Alam dan kreasi kuliner</strong></p>
<p>Bandung memang bukan cuma Kota Kembang. Julukannya yang lain, kita sudah tahu : Kota Kuliner. Julukan itu sudah melekat sejak zaman dulu. Ungkapan pomeo klasik : tidak sah berkunjung ke Bandung jika hanya menikmati suasana alamnya yang sejuk tanpa menikmati kuliner. Dari Siomay, Batagor, Laksa, Bubur Ayam, Ayam Goreng Nikmat, Nasi Goreng Pikiran Rakyat, Warung Lela, Mak Une, Sate Kambing Haji Harris langganan Deddy Mizwar, mantan Wagub Jabar.</p>
<p>Ada juga pelbagai menu western yang dicreate khas Bandung oleh para juru masak Kota Perjuangan itu. Tampaknya para pengusaha kuliner zaman Now ini tidak hanya menawarkan &#8220;food &#8221; tetapi juga &#8220;mood &#8221; yang dicreate sedemikian rupa untuk memanjakan tamu.</p>
<p>Seperti yang bisa kita rasakan di Kampung Daun atau Nara Park Ciembeliut yang bagai panggung festival kuliner dari berbagai resto di dalam satu area wisata alam. Dari masakan Sunda, Indonesia, Jepang, Korea, hingga Western. Memadukan alam dengan kuliner. Untuk menyasar pengunjung bersantap dengan seluruh anggota keluarga.</p>
<p>Tapi, untuk urusan itu, tampaknya<br />
Kawasan Dago lah jagonya. Daerah ini terkenal sebagai wilayan perpaduan perbukitan dan pemandangan alam yang indah dan dingin menjadi salah satu obyek wisata kuliner yang sohor di Bandung.</p>
<p>Pengusaha wisata Kuliner di Dago seperti dilecut untuk terus berlomba menyajikan makanan dan suasana yang bisa membuat pengujungnya, seluruh keluarga, betah.</p>
<p><strong>Refund tiket Garuda</strong></p>
<p>Kisah The Parlor ada ihwalnya. Awal tahun lalu, saya batal Umroh ke Tanah Suci, karena pandemi. Pas di hari keberangkatan 27 Februari 2020 lalu, Pemerintah Arab Saudi membatalkan semua visa jemaah Umroh dari seluruh dunia. Danpaknya, tiket pesawat sulit di refund karena kondisi maskapai Garuda Indonesia pas pula hadapi masalah finansial yang serius.</p>
<p>Waktu itu, seorang kawan, direktur Garuda menjamin tiket tetap bisa direfund dengan voucher senilai nominal harga tiket.</p>
<p>Setahun berlalu, saya terlewatkan urusan itu. Kawan direktur sudah pula berhenti dari jabatannya. Minggu lalu, saya coba urus lagi. Namun, counter Garuda Indonesia di Mal Puri Indah sudah tutup. Saya mengontak kawan di Bandung, Heri Yurisfin Rivano. Dia pensiunan dini Garuda dengan jabatan terakhir GM Quality Control. Ia pun dengan senang hati membantu. Satu jam urusan selesai. Saya dapat voucher Garuda yang nilainya sama dengan dua tiket umrah kelas bisnis.</p>
<p>Ketika awal minggu ini saya trip di Bandung saya kontak Heri untuk mengucapkan terima kasih. Dari dia lah saya mendapat rekomendasi The Parlor untuk bersantap siang bersama anak cucu.</p>
<p><strong>Dibuka Desember 2015</strong></p>
<p>Berdasar informasi di internet, The Parlor pertama kali buka tanggal 15 Desember 2015. Praktis sejak itu The Parlor ini selalu ramai dikunjungi pemburu food dan mood. Arsitektur bangunannya yang bertema industrial, terpampang pada desain jendela dan kontainer-kontainer berada di tingkat atas.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-94941" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0009-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0009-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0009-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0009-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0009-1536x1152.jpg 1536w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0009.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Bangunan The Parlor berdiri di atas lahan seluas 5000m 2, bagian dari lahan seluruhnya seluas 6 Ha.</p>
<p>&#8221; Nantinya akan dibangun banyak villa di atas lahan itu,&#8221; kata Heri. Heri ternyata salah satu owner The Parlor. Bisnis resto itu milik keluarga. Yang diserahi menangani adik bungsu Heri.</p>
<p>Di setiap sudut The Parlor diisi dengan desain interior yang apik, aksen serba kayu perabotannya dan di ruangan memberi kesan nyaman dan hangat. Dilengkapi dengan sentuhan modern ala anak muda berupa lampu neon dan mural-mural yang terpampang dibeberapa dindingnya. Siang ataupun malam tempat-tempat di The Parlor siap menjadi spot foto terbaik bagi pengunjung yang senang berselfie ria.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-94940" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0002-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0002-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0002-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0002-768x576.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0002-1536x1152.jpg 1536w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/09/IMG-20210922-WA0002.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Bermaksud memanjakan lifestyle kalangan anak muda, di The parlorpun terdapat jejeran toko fashion, aksesoris, dan sneakers yang dihuni oleh brand ternama seperti Greenlight, 3Second, Moutley, Famo, Tesmak, dan brand lainnya. Berbagai perlengkapan bagi para penggemar atau komunitas motor ada di store-nya FMC (Famo Motorcycle) dan Pikers Club.</p>
<p>Terhampar amphitheater kecil yang bisa dijadikan tempat pertunjukkan seni. Di bagian atas, sudah disiapkan ruang untuk art gallery yang dinamai The Space dan art shop, The Artsy. Wadah untuk para pelaku seni yang ingin memamerkan sekaligus menjual karya-karyanya.</p>
<p>Menu andalannya seperti yang sudah disebut adalah sop buntut dan pizza khas The Parlor yang dibuat secara khusus dengan resep asli dari Italia. Untuk minuman andalannya ada varian blended drinks dan tentunya sajian kopi authentic dari The Parlor.</p>
<p>Sebagaimana usaha yang lain The Parlor pun terdampak pandemi Covid19 sejak awal tahun lalu. Beberapa rencana pengisian kelengkapan resto untuk menjadi one stop holiday ikut tertunda pembangunannya. Baru akan dilanjutkan kembali. Termasuk pembangunan villa-villa. Hampir dua tahun manajemen fokus konsentrasi operasional sehari-hari The Parlor.</p>
<p>Beruntung saja mereka sudah punya pelanggan loyal. Ia diuntungkan juga oleh venunya yang terbuka, sehingga resto dengan konsep baru itu tetap jalan.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersantap-siang-di-ruang-tamu-pensiunan-garuda-indonesia/">Bersantap Siang di &#8220;Ruang Tamu &#8221; Pensiunan Garuda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Check In Hotel di Bandung Wajib Swab Antigen</title>
		<link>https://prokabar.com/check-in-hotel-di-bandung-wajib-swab-antigen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 07:18:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94895</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk pertama kali setelah PPKM diberlakukan, Sabtu (18/9) saya ke Mal Puri Indah. Di lobby utama, petugas mal menyeleksi pengunjung dengan SOP cukup ketat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/check-in-hotel-di-bandung-wajib-swab-antigen/">Check In Hotel di Bandung Wajib Swab Antigen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pertama kali setelah PPKM diberlakukan, Sabtu (18/9) saya ke Mal Puri Indah. Di lobby utama, petugas mal menyeleksi pengunjung dengan SOP cukup ketat. Pengunjung harus memiliki aplikasi Pedulilindungi di ponsel.</p>
<p>Aplikasi digunakan untuk Scan QR Barcode. Yang masuk hanya pengunjung yang sudah dua kali vaksin. Pemeriksaan berikutnya adalah suhu badan. Dengan kondisi itu pengunjung bukan hanya terseleksi dari batas kapasitas yang dibolehkan. Tetapi terutama dengan seleksi itu dipenuhi target bahwa pengunjung aman Covid19. Jumlah pengunjung mal memang belum banyak.</p>
<p>Namun, itu adalah permulaan mal dapat beroperasi dengan aman dan nyaman walau dalam PPKM.</p>
<p>Hari Minggu (19/8) saya trip ke Bandung. Ketika check in di hotel, petugas memberitahu kewajiban semua tamu menginap menjalani tes Swab Antigen. Biaya Rp.100 ribu / jiwa menjadi tanggungan tamu. Semua tamu dengan senang hati memenuhi kewajiban itu untuk mencapai keseragaman pemahaman soal perlindungan kesehatan dan rasa nyaman. Ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat beraktifitas di masa pandemi.</p>
<p>Tingkat hunian hotel ternyata tidak berkurang karena aturan tersebut.<br />
Di masa PPKM, setiap akhir pekan Pemkot Bandung juga memberlakukan aturan ganjil genap bagi kendaraan yang masuk di Kota Kembang.</p>
<p>Itulah fenomena menarik sebulan terakhir di Tanah Air. Merespons penurunan kasus positif Covid19, masyarakat justru menunjukkan sikap bijaksana dan waspada. Seperti sudah tertanam kuat di mindset mereka masih dalam keadaan bahaya : serangan balik virus sewaktu- waktu bisa terjadi. Ini belajar dari pengalaman berbagai negara maju menangani pandemi.</p>
<p>Banyak negara yang awalnya jumawa unjuk kobolehan berhasil mengendalikan pandemi, namun kelabakan ketika mendapat serangan balik virus ganas itu. Sebut saja, AS, Inggris, Selandia Baru, Australia, dan bahkan Singapura. Pemerintah negara- negara maju itu kelabakan karena warganya menunjukkan sikap tidak perduli pada situasi mutakhir pandemi.</p>
<p>Sejauh pengamatan, kepatuhan masyarakat kita akan menjadi modal besar, sekaligus senjata pamungkas untuk melawan Covid19.</p>
<p>Contohnya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) yang kembali diperpanjang mulai Selasa (21/9) untuk dua pekan ke depan atau hingga 4 Oktober, tidak lagi menghadapi resistensi dari publik. Sehingga Koordinator PPKM Luhut Binsar Panjaitan pun bisa santai mengumumkan perpanjangan itu, Senin (20/9) petang.</p>
<p>Walau diperpanjang, toh ada kreasi- kreasi pemerintah yang secara spesifik memberi pelonggaran pada beberapa sektor kegiatan masyarakat. Seperti untuk tempat wisata, bioskop yang boleh beroperasi dengan kapasitas 50 %.</p>
<p>Demikian dengan Mal/ Pusat Perbelanjaan, yang boleh dibuka dengan pembatasan 50 % dan menerima kunjungan anak di bawah 12 tahun. Restoran boleh beroperasi dengan kapasitas 50 % dan durasi waktu makan di tempat kini 60 menit atau satu jam.</p>
<p>Pemerintah menyatakan akan terus menerapkan PPKM di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali selama virus Corona belum sepenuhnya hilang. Penerapan PPKM di Jawa-Bali akan dievaluasi tiap satu pekan dan di luar Jawa-Bali tiap dua pekan sekali. Luhut mengatakan PPKM akan selamanya menjadi instrumen pemerintah dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air.</p>
<p><strong>Dunia Tercengang</strong></p>
<p>Satu bulan terakhir kasus positif di Tanah Air memang mengalami penurunan cukup signifikan, khususnya di wilayah Jawa &#8211; Bali.</p>
<p>Mari lihat data mutakhir, Senin (20/9). Penambahan kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir &#8220;tinggal &#8220;1.932. Berbanding terbalik dengan jumlah pasien yang sembuh dan meninggal. Penambahan pasien sembuh sebanyak 6.799 orang. Sedangkan yang meninggal 166 jiwa.</p>
<p>Beritasatu yang mengutip laporan Kementerian Kesahatan RI, Senin (20/9/2021) hingga pukul 12.00 WIB memberitakan jumlah kasus aktif turun menjadi 55.936 kasus atau berkurang 5.033 kasus dibanding hari Minggu (19/9/2021) sebanyak 60.969 kasus. Penurunan kasus aktif hingga di bawah angka 100.000 mulai terjadi pada 13 September 2021, dan hingga kini terus menunjukkan tren penurunan. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau sedang isolasi mandiri.</p>
<p>Sementara angka positivity rate harian Covid-19 tercatat terakhir dengan angka 1,28 % atau semakin turun jauh di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 5%. Menurut Kemenkes dalam 24 jam terakhir jumlah orang yang diperiksa sebanyak 150.714 orang.</p>
<p>Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan Minggu (19/9/2021) sebanyak 133.765 orang. Media Beritasatu juga kemarin, memberitakan pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyebutkan dunia tercengang melihat Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid19 dengan baik.</p>
<p>Menurut Anies, Indonesia saat ini berada dalam situasi aman dari penyebaran Covid-19, setelah menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 yang mencapai puncaknya pada Juli 2021 lalu.</p>
<p>“Hari ini dunia menengok ke Indonesia dengan rasa cengang betapa kita bisa menjalani masa ujian kemarin dengan baik dan sekarang kita di fase yang jauh lebih aman,” ujar Anies saat memberikan sambutan di acara peringatan Hari Rapat Raksasa Ikada ke 76 Tahun 2021 yang disiarkan oleh Youtube Pemprov DKI Jakarta, Senin (20/9/2021).</p>
<p>Menurut Anies, kunci bangsa Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid-19 adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melawan dan menangani Covid-19. Dia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan juga masyarakat tidak bisa dibiarkan berjalan sendirian dalam berjuang mengatasi virus yang mematikan ini.</p>
<p>Alhamdulillah selama beberapa bulan ini kita menyaksikan kerja kolosal yang luar biasa, kita sekarang mengistilahkan dengan terminologi kolaborasi, kerja bersama seluruh komponen, baik yang berada di jajaran atas nama negara dan maupun di jajaran atas nama rakyat dengan berbagai badan yang ada di dalamnya, bekerja bersama-sama menghadapi pandemi ini, dan itu mengantarkan kita semua melewati masa-masa sulit beberapa bulan yang lalu,” jelas Anies.</p>
<p>Pernyataan Anies itu mendapat konfirmasi dari Koordinator PPKM Jawa &#8211; Bali, Luhut Binsar Panjaitan, kemarin.</p>
<p>&#8221; Sekarang tidak ada lagi level 4 di Jawa &#8211; Bali. Yang ada, Level 2 &amp; 3,&#8221; kata Luhut.</p>
<p><strong>Virus Covid19 Tidak Lenyap</strong></p>
<p>Perkembangan paling menarik yang kita catat yaitu lahirnya &#8220;kesepahaman&#8221; antara Pemerintah, Ahli Kesehatan, dan Masyarakat. Seperti yang disebut ileh Gubernur Anies Baswedan. Ketiga unsur itu telah menyadari penurunan kasus positif Covid19, bukan karena virus sudah lenyap atau melemah. Penurunan lebih disebabkan karena kita mematuhi aturan PPKM. Tidak keluar rumah jika tidak karena keperluan mendesak. Selalu memakai masker di mana pun berada, menjaga selalu jarak interaksi, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.</p>
<p>Faktor penunjang lainnya, yaitu semakin banyaknya masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi. Sampai Senin (19/ 9) menurut Kemenkes, jumlah rakyat sudah divaksin sekitar 124 juta ( 79.617.095 vaksin I dan 45. 194.640 vaksin kedua) dari jumlah sasaran sebesar 208 juta.</p>
<p><strong>Luhut On The Track</strong></p>
<p>Perubahan mencolok Pemerintah diwakili oleh penampilan Luhut Panjaitan. Sebulan terakhir kelihatan adem. Sudah on the track sebagai pengayom, sebagaimana mestinya pemerintah mengambil posisi. Bahkan, Luhut sangat realistis. Kita mencatat pernyataannya yang menyebut 2-3 tahun tahun ke depan kita masih akan hidup berdampingan dengan Covid19, adalah pandangan yang berpijak pada kemyataan yang ada.</p>
<p><strong>Masyarakat harus bijak</strong></p>
<p>Karenanya, Luhut meminta, masyarakat lah yang harus bijaksana mengatur hidupnya supaya tidak terpapar Covid19. Perubahan komunikasi Luhut juga diakui oleh pakar epidemilogi Pandu Riono, yang cukup lama jadi &#8220;seteru&#8221; Luhut dalam urusan pandemi ini.</p>
<p>Semoga saja kondisi ini terus demikian hingga kita benar- benar mendeklarasikan diri sebagai bangsa merdeka dari Covid19.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/check-in-hotel-di-bandung-wajib-swab-antigen/">Check In Hotel di Bandung Wajib Swab Antigen</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkara Dana Aspirasi Krisdayanti</title>
		<link>https://prokabar.com/perkara-dana-aspirasi-krisdayanti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 06:59:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94845</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Saya kasihan sama Krisdayanti, &#8221; ujar Akbar Faizal saat dihubungi Senin (20/9) pagi dari Bandung. Setiba di Kota Kembang dalam rangka mau menengok cucu,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perkara-dana-aspirasi-krisdayanti/">Perkara Dana Aspirasi Krisdayanti</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Saya kasihan sama Krisdayanti, &#8221; ujar Akbar Faizal saat dihubungi Senin (20/9) pagi dari Bandung. Setiba di Kota Kembang dalam rangka mau menengok cucu, Sabtu (19/89) siang, saya tiba-tiba teringat Krisdayanti yang dibully habis netizen karena membahas pendapatannya selama menjadi anggota parlemen. KD &#8212; nama akrab artis terkenal itu &#8212; secara terbuka membuka penghasilannya sebagai anggota Fraksi PDP-P DPR-RI.</p>
<p>Ia mendapatkan kurang lebih 4 Miliar rupiah pertahun. Dahsyat. Merespons itu, publik riuh, mereka kembali mengenang perilaku politisi yang berebut kursi masuk Senayan. Sampai hari ini paparan KD mengenai besaran gajinya menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.</p>
<p>Menurut Akbar, ia mewancarai KD dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR-RI di Channel YouTube &#8220;Akbar Faizal Uncencored&#8221; miliknya.</p>
<p>&#8221; Padahal wawancara itu berisi pandangan KD sebagai artis dan anggota DPR mengenai kehidupan berbangsa. Sangat menarik sebenarnya. Tapi, itulah. Yang diviralkan oleh entah siapa, justru bagian yang mengungkap penghasilannya sebagai anggota parlemen,&#8221; ungkap Akbar.</p>
<p>Wawancara dengan KD diupload di YouTube seminggu lalu. Hingga Senin ( 20/9) yang menonton 116 ribu viewers. Tapi, versi Tik Toknya yang bikin geger itu, mencapai jutaan viewers.</p>
<p>&#8221; TV-TV News juga hanya membahas versi Tik Tok itu. Mereka meminta izin ke saya untuk menyiarkan versi itu. Saya bilang, silahkan saja. Sebab, itu kan sudah dipublish, sudah milik publik,&#8221; cerita Akbar Faizal mantan anggota DPR-RI priode lalu.</p>
<p><strong>Kenalan lama</strong></p>
<p>Masuk akal jika Akbar Faizal merasa tak enak dengan KD. Akbar dan KD sudah puluhan tahun saling mengenal. Akbar sejak dulu sudah tertarik mengamati KD.</p>
<p>Saya ingat, semasa Akbar menjadi wartawan di Majalah SWA, pada tahun 2000, ia pernah menurunkan cover story tentang kiprah KD di dunia hiburan. Untuk mendukung cover storynya, Akbar pun bikin FGD. Saya dan Helmy Yahya waktu itu diminta sebagai nara sumber dalam FGD Majalah Swa.</p>
<p>Saya meyakinkan Tim Akbar, bahwa KD memang bintang yang sedang bersinar. KD, seperti halnya kebanyakan karakter orang Jawa Timur, hangat, familiar, dan terbuka. Hampir tidak ada hal yang dia sembunyikan. Saya katakan, KD salah satu dari hanya sedikit artis yang berani mengumumkan pernikahannya di saat berada di puncak popularitas.</p>
<p>Padahal, masa itu kebanyakan artis takhayul : menganggap tabu mengpublish perkawinan atau rumah tangganya. Artis yang sudah menikah / berumahtangga dianggap bo-shio ( tidak laku/ seret rezekinya).</p>
<p>Menurut pemahaman mereka : masyarakat tidak menggemari artis yang sudah berkeluarga. Atas anggapan itulah produser film maupun rekaman musik bersikap sama. Tapi, KD berhasil membalikkan anggapan klasik tersebut. Dia buktikan, sampai belasan tahun setelah menikah, kariernya tetap moncer. Malah, sekarang menjadi anggota terhormat di parlemen.</p>
<p>Lalu, benarkah sebesar itu pendapatan anggota DPR-RI? Ini semacam buah simalakama. Menyatakan KD kurang paham mengenai apa yang diucapkan mengandung konsekwensi. Apa kita tega mengatakan KD asal bunyi, tidak berkompeten? Pernyataan itu jelas memukul partai pengusungnya.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya : seperti apa pola rekrutmen calon legislatif di PDI-P? Kenapa sampai hal- hal elementer, seperti soal gaji, tunjangan-tunjangan lain bisa tak dipahami anggotanya?</p>
<p>Sedangkan KD sudah dua tahun menikmati fasilitas negara itu.<br />
Saya masih berusaha menganggap KD tidak salah, tetap menganggapnya sebagai orang terbuka dan jujur. Tidak ada yang disembunyikan.<br />
Jika ini benar, bukan cuma menampar partai pengusungnya, tetapi juga citra parlemen dan pemerintah sendiri.</p>
<p>KD merinci penghasilannya sebagai berikut.<br />
1. Gaji Pokok Rp. 16 juta ( diterima setiap tanggal 1)<br />
2. Tunjangan Rp. 59 juta ( diterima setiap tanggal 5)<br />
3. Dana aspirasi Rp.450 juta ( 5 kali dalam setahun)<br />
4. Kunjungan Daerah Pemilihan ( Kundapil ) sebesar 140 juta (delapan kali setahun)</p>
<p>Memang ketika membeberkan soal penghasilan itu, KD berkali- kali menyebut anggota DPR &#8220;tidak punya uang lah&#8221; Sambil tertawa-tawa ia menyatakan penghasilannya banyak potongan.</p>
<p>Dari pernyataan KD total penghasilan anggota DPR-RI adalah 12 x 65 juta = 780 juta + 5 X Rp. 450 juta = 2.250 M + 8 x Rp. 140 juta = 1.120 M sehingga menjadi 4.150 M / tahun. Dikali 5 tahun atau satu priode anggota DPR-RI lebih kurang Rp. 20 M.</p>
<p>Eko Patrio dari Fraksi PAN, membenarkan pendapatan itu. Namun, di luar gaji, semua yang disebut penghasilan oleh KD, adalah hak masyarakat. Para anggota DPR -RI yang mengantarkan itu ke daerah pemilihannya masing-masing harus mempertanggungjawabkan semua dana tersebut. Tidak hanya dilengkapi berita acara, tetapi juga terutama pengeluaran itu harus diaudit.</p>
<p>Ini perkara besar. Angka sekitar Rp 20 M pernah muncul di tahun 2015. Saat itu Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan / memasukkan dana aspirasi ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. Namun, usulan dana yang dikemas dalam Program Pembangunan Daerah Pemilihan itu ditolak pemerintah. Dianggap bertentangan dengan Nawa Cita atau sembilan program prioritas yang menjadi visi dan misi pemerintah Presiden Joko Widodo.</p>
<p><strong>Dana aspirasi total 11,2 T</strong></p>
<p>Penolakan pemerintah disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago ( waktu itu) setelah menghadap Presiden di Istana Negara, Rabu 24 Juni 2015.</p>
<p>“Program pembangunan DPR itu diambil dari visi dan misi Presiden. Jadi, kalau pakai dana aspirasi, bisa bertabrakan,” kata Andrinof, menirukan pernyataan Jokowi.</p>
<p>Tak hanya itu, kata Andrinof, penolakan Presiden karena tidak sesuai dengan kewenangan Dewan dalam penentuan anggaran. Dewan, kata dia, hanya berwenang melakukan pengawasan, sementara penentuan anggaran menjadi kewenangan eksekutif.</p>
<p>Dana aspirasi tersebut diketuk fraksi-fraksi di DPR dalam rapat paripurna sehari sebelumnya. Total dana yang diajukan Rp 11,2 triliun dengan alokasi Rp 20 miliar tiap anggota Dewan.</p>
<p>DPR berdalih anggaran tersebut diperlukan untuk membangun daerah pemilihannya. Waktu itu tak semua fraksi mendukung usul ini. Tiga fraksi menolak karena menganggap usul itu cuma siasat anggota Dewan mempertahankan suara di daerah pemilihannya. Ketiga fraksi itu adalah Fraksi PDI Perjuangan, Hanura, dan Partai NasDem.</p>
<p>Suara mereka kalah dari tujuh fraksi, yakni Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Demokrat.</p>
<p>Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mendukung penolakan. Selain menyalahi Undang-Undang Keuangan Negara yang mengatur kewenangan penentuan anggaran di tangan pemerintah, menurut Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Sucipto, ”Dana ini bisa jadi bancakan elite.”</p>
<p>Dana aspirasi juga akan menimbulkan ketimpangan wilayah karena disalurkan berdasarkan anggota DPR. Sistem perwakilan akan menguntungkan wilayah padat penduduk karena akan mendapat dana aspirasi lebih besar dibanding daerah yang sedikit pemilihnya.</p>
<p>Dalam praktiknya, dana aspirasi memang rentan untuk diselewengkan. Menurut catatan, tahun 2016 ada dua anggota DPR yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran menyelewengkan dana aspirasi, yaitu I Putu Sudiartana anggota DPR dari Demokrat dan Damayanti anggota DPR juga dari fraksi PDI-P.</p>
<p>Dalam kasus Damayanti, proyek yang diurus adalah pelebaran pembangunan Jalan Tehoru-Laimu Maluku Utara senilai Rp 41 miliar, fee yang diberikan oleh pengusaha yang akan melaksanakan sebesar Rp 3,2 miliar.</p>
<p>Sedangkan, I Putu Sudiartana mengurus proyek senilai Rp.300 miliar untuk pembangunan jalan di Sumatera.<br />
Perkara teramat penting menyangkut kodrat anggota DPR yang punya tupoksi : legislasi, budgeting, dan pengawasan.</p>
<p>Dengan dana aspirasi ala KD itu anggota DPR-RI seperti menentang kodratnya. Mestinya mengawasi pemerintah, eh malah menjadi petugas distribusi &#8212; mengantarkan anggaran pemerintah ke masyarakat. Tapi, saya setuju : terima kasih kepada Krisdayanti yang membuka perkara penghasilan anggota terhormat kita.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perkara-dana-aspirasi-krisdayanti/">Perkara Dana Aspirasi Krisdayanti</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah masa ketika anak, istri, dan cucu, adalah orang &#8220;lain&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/inilah-masa-ketika-anak-istri-dan-cucu-adalah-orang-lain-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2021 06:20:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mari kita mulai memotret dengan angka &#8211; angka perkembangan kasus Covid 19 sejak Penetapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Darurat 3 Juli hingga PPKM...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-masa-ketika-anak-istri-dan-cucu-adalah-orang-lain-2/">Inilah masa ketika anak, istri, dan cucu, adalah orang &#8220;lain&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mari kita mulai memotret dengan angka &#8211; angka perkembangan kasus Covid 19 sejak Penetapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Darurat 3 Juli hingga PPKM Level 4 sekarang.</p>
<p>Update harian kasus Covid-19 di Indonesia, Kamis (19/8) mencatat 22.053 kasus baru. Dengan penambahan itu, jumlah kasus positif sejak Covid19 terdeteksi masuk Indonesia 2 Maret 2020&#8211;menjadi total 3.930.300. Total yang sembuh : 3.472.915. Dan, yang wafat : total 122.633 jiwa. Data itu diumumkan website resmi Satgas Covid-19, covid19.go.id, Kamis (19/8) petang.</p>
<p><strong>Virus pembunuh</strong></p>
<p>Lonjakan kasus positif dan angka yang wafat terjadi secara signifikan sejak Juni lalu. Pakar kesehatan mengidentifikasi virus Covid19 yang menyerang di Indonesia adalah varian baru Delta yang berasal dari India.</p>
<p>Ganas! Penularannya cepat dan menciptakan klaster keluarga. Menjadi virus pembunuh di tengah kita. Pembantu, supir, cucu, dan tukang kebun ditenggarai sebagai sumber penularan dalam klaster keluarga.</p>
<p>Dalam angka bisa diterangkan begini. Data pemerintah pertanggal 1 Juni 2022 memperlihatkan mencatat 4.824 kasus baru Covid-19 hari itu. Secara total 1.826.527 orang. Total pasien yang sembuh : 1.674.479. Sedangkan yang wafat total 50.723 orang.</p>
<p>Sekarang Mari kita lihat data satu bulan kemudian, per 1 Juli 2021. Update hari itu mencatat rekor kasus baru Corona sebanyak 24.836 kasus positif. Sebanyak 9.874 pasien sembuh dan 504 wafat. Sehingga total kasus positif mencapai 2.203.108. Sedangkan yang wafat mencapai 58.995 jiwa. Yang tercatat sembuh 1.890.287 orang.</p>
<p>Kasus Covid19 dalam hitungan satu bulan ( 1 Juni- 1 Juli) mengalami penambahan 528.629 (32 %) dan jumlah yang wafat bertambah 8.272 jiwa ( 15%).</p>
<p>Presiden kemudian mengumumkan PPKM Darurat yang berlaku 3 Juli -20 Agustus.</p>
<p>Selanjutnya, dengan nama baru PPKM Level 4 Jawa -Bali dan Luar Jawa yang sudah diperpanjang dua kali hingga sekarang.</p>
<p>Data yang bicara kemudian (1 Juni-1Juli), ternyata belum seberapa dibandingkan setelah itu. Lonjakan yang dahsyat terjadi justru pada masa PPKM. Total kasus positif 3.930.300 ( berbanding 2.203.108/ 1 Juli) dan wafat 122.633 jiwa (berbanding 58.995 jiwa/ 1 Juli).</p>
<p>Artinya, di kurun 47 hari PPKM terdapat penambahan positif 1.727.053 ( 80%). Sedangkan penambahan wafat 62.510 ( 105,6 %). Adapun angka kesembuhan : 3.472.915. Mengalami kenaikan 85 % dari data sembuh per 1 Juli : 1.890.287 orang.</p>
<p><strong>Berhasil cegah peningkatan kasus</strong></p>
<p>Berdasar angka pasien sembuh itu, PPKM bisa dicatat berhasil menekan pertumbuhan pesat pandemi. Kita tidak bisa membayangkan seandainya seperti tahun lalu &#8212; pemerintah kurang memberi perhatian pada sifat kegentingan kasus Covid19.</p>
<p>Namun, yang dibuktikan PPKM baru taraf pembatasan kegiatan masyarakat efektif buat melindungi mereka tidak terpapar virus Covid19. Rasanya faktor inilah yang menjadi pertimbangan utama pemerintah memperpanjang terus PPkM. Sejatinya, virus itu masih berkeliaran di sekeliling kita.</p>
<p>Terkonfirmasi dari fluktuasi angka penularan. Sekali -kali menunjukkan angka penurunan, tapi data mengenai itu, situasional. Angkanya turun manakala jumlah testing turun. Terutama pada hari-hari libur. Jarang sekali kalau tak mau dikatakan belum pernah dicapai target 400 ribu / hari testing. Target vaksinasi juga demikian.</p>
<p>Belum pernah angka yang dicanangkan Presiden Jokowi 2 juta/ hari, terwujud.<br />
Satu-satu indikattor yang menenangjan hati adalah BOR ( Bed Occupancy Rate / ketersediaan kamar di Rumah Sakit yang mendekati normal. Tapi hati- hati. Pengalaman bulan Juni-Juli harus menjadi pelajaran berharga ketika sistem kesehatan kita kolaps. Berhari-hari kita menyaksikan di layar televisi pemandangan horor di RS. Di Jakarta dan di berbagai provinsi. Di Jakarta saja yang memiliki fasiltas kesehatan dan jumlah RS memadai, lumpuh. Di bulan itu, sempat tercatat 1900 pasien terlantar di koridor -koridor RS hingga mengular di tenda-tenda di halaman parkirannya.</p>
<p>Niscaya jika kita tidak bijak merespons situasi, hanya dalam seminggu BOR RS bisa kembali melebihi kapasitas. Lihat AS yang beberapa waktu lalu menganggap pandemi terkendali, kemarin mendadak panik menghadapi serangan balik Covid19. Peningkatan kasusnya seperti diberitakan media mencapai 1000 %. Angka kematian 42 orang perjam, mirip angka kematian yang masih kita alami sekarang.</p>
<p>Selandia Baru enam bulan merasakan nikmat bebas Covid19, ketika pemerintah mengumumkan lockdown.</p>
<p>&#8220;Yang menyerang Selandia Baru, virus varian baru Delta, &#8221; kata Tantowi Yahya, Dubes RI untuk Selandia Baru.</p>
<p>Auckland, kota terbesar dan bekas Ibu Kota negara itu ditemukan 10 orang yang terpapar. Itu jumlah terbesar di Selandia Baru. Maka lockdown di sana berlaku sepekan. Sedangkan Ibu Kota Wellington, dan beberapa kota lain hanya tiga hari berlaku lockdown.</p>
<p><strong>Klaster Keluarga</strong></p>
<p>Virus Delta varian baru Covid19 luar biasa ganas. Selama masa mengganasnya, itulah masa masa kita merasakan jangankan keluarga besar, sahabat dan rekan kantor, anak, istri, dan cucu saja pun menjadi orang &#8220;lain&#8221;. Banyak kluster keluarga yang tertular dari orang yang tidak disangka-sangka.</p>
<p>Pada masa itu Aktor Anwar Fuady kehilangan istri tercinta dan putra sulungnya hanya dalam rentang tiga hari. Istrinya, Hj Farida Fuady meninggal Minggu (18/7) subuh. Putra sulungnya, Ferry Senapati Bin Anwar Fuady (49) meninggal Rabu (21/7) pukul 13.41 di RS Bhakti Asih, Ciledug,</p>
<p><strong>Dana Christina</strong></p>
<p>&#8221; SUAMI saya fine-fine aja Bung Ilham. Cuma saya sempat lemas saja baca ucapan duka cita yang beredar di  FB, WAG, dan  yang japri  langsung  ke saya. Padahal, suami saya baik-baik saja. Seperti tadi saya bilang. Suami fine-fine aja,&#8221; ini keterangan artis Dana Christina yang saya kontak Kamis (15/7) siang.</p>
<p>Padahal, suaminya Hadi Sutoyo meninggal di RS Paru Cisarua, Rabu (14/7) dan dimakamkan di villanya di Puncak malam itu juga.</p>
<p>Hari itu, keluarga masih merahasiakan kematian Hadi pada Dana. Takut Dana yang tengah dirawat di RS Azra Bogor terguncang. Seperti suaminya Dana juga terpapar Covid19.</p>
<p>&#8221; Mas Hadi masuk RS 3 Juli. Saya, 9 Juli, &#8221; kata artis pemeran utama puluhan judul film Indonesia di masa jayanya.</p>
<p>Dana Christina adalah bintang  film layar lebar Indonesia terkenal di era tahun 1980-an. Artis berdarah Indo itu mendapatkan nominasi Piala Citra dalam film &#8220;Lebak Membara&#8221; pada tahun 1984.</p>
<p>Kamis (15/7) malam Dana tinggalkan RS dengah perasaan galau. Dia sempat melihat di media sosial bertebaran ucapan duka atas wafatnya Hadi. Namun, secara bersamaan saban ditanya anaknya masih menyebut &#8221; fine-fine&#8221; soal kondisi ayahnya.</p>
<p>&#8220;Dalam perjalanan pulang, kemenakan menarik tangan saya, dia genggam erat. Kemudian perlahan dia sampaikan berita duka itu. Ya, ampun. Tiga hari ini saya memang merisaukan kondisi Mas Hadi. Saya sempat minta izin untuk menengoknya ke RS, tapi tak dibolehkan.<br />
Saya tidak sempat lagi melepasnya&#8221; ungkap Dana.</p>
<p>&#8220;Masih ada masalah berat sekarang, ibunya Mas Hadi belum tahu anaknya meninggal. Sudah lebih sebulan sejak Mas Hadi meninggal, tidak ada yang berani menyampaikan ke ibu. Kondisi ibu kebetulan sakit, &#8221; sambung Dana dalam percakapan Kamis (19/8) petang.</p>
<p><strong>Lihat pemakaman via video streaming</strong></p>
<p>Artis Penyanyi Fryda Lucyana juga tidak bisa mengantar ayah tercinta, Fadhly Ilhamy, yang wafat karena Covid19, Jumat (16/7) pagi di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Ayahnya meninggal dunia Kamis (15 Juli ) pukul 13.54 WIB di RSPP Modular Simpruk, Jakarta Selatan.</p>
<p>Fryda yang terpapar Covid19 hari itu masih dirawat di RS Muhammadiyah, Taman Puring, Jakarta Selatan. Fryda hanya menyaksikan pemakaman itu lewat live streaming atas bantuan kawan yang meliput pemakaman itu.</p>
<p>Pemakaman ayahnya yang mengikuti protokol kesehatan, dihadiri oleh hanya 10 keluarga dekat. Antaranya, istri almarhum Ibu Hj. R.rr. Sri Sumartinah, S.H, suami Fryda, Ir. Adi Rachmanto, MBA, dan R Rachmad, mertua Fryda.</p>
<p>&#8221; Tetapi ya&#8230;jujur campur aduk dengan perasaan yg sedih banget dan ada rasa kurang puas karena tidak bisa menghadiri pemakaman Papa secara langsung. Didesak menguatnya rasa rindu sama Papa karna saya sama sekali tidak punya kesempatan utk mendampingi Papa di saat sakaratul maut, tidak bisa lihat Papa untuk terakhir kali, apalagi memeluk, mencium, memandikan dan menyolatkan jenazah Papa, &#8221; ungkap Fryda.</p>
<p>Penyanyi yang bekerja di Sekretariat Istana Wakil Presiden itu sudah kembali ke rumah.</p>
<p>Budayawan Erros Djarot sekeluarga juga terpapar Covid19 sampai harus mengungsi ke Puncak.</p>
<p>&#8220;Asli. Saya tidak pernah ke luar rumah. Tidak ada bertemu orang selain orang di rumah. Benar-benar saya kena karena sentuh uang kertas, &#8221; Erros meyakinkan dalam percakapan via ponsel Sabtu (24/7) petang.</p>
<p>Erros terpapar virus hanya 5 hari alami gejala tidak enak badan. Sutradara film &#8221; Tjoet Nyak Dhien &#8221; itu tidak mengalami gejala berat seperti batuk, pusing disertai sesak nafas, seperti yang dialami umumnya pasien yang terjangkit virus.</p>
<p>“ Ini juga asli, saya hampir tidak merasakan apa-apa. Sebelumnya pun begitu. Makanya, heran juga hasil swab Antigen mendeteksi saya, positif,” sambung pria berkumis lebat yang 22 Juli kemarin menginjak usia 71 tahun.</p>
<p>Namun, 27 Juni lalu, Erros kehilangan adiknya Budi Djarot, yang terpapar Covid19. Keadaan itu mengguncangnya.</p>
<p>Sang adik, seperti ditulis di Instagramnya, adalah &#8221; adikku, sobatku, kawan seperjuanganku&#8221;. Selama percakapan, Erros terus berpesan kepada masyarakat supaya berhati-hati. Ini serius. Mengingatkan semua teman. Seluruh keluarga harus tingkatkan kewaspadaan.</p>
<p>&#8221; Anda juga. Hati-hati deh. Kita sudah pada tua. Virus ini gawat. Jangan main-main Saya sudah kehilangan adik, &#8221;<br />
wanti-wanti politikus, seniman musik dan film, adik aktor ternama Slamet Rahardjo Djarot itu.</p>
<p>PPKM tiga hari lagi berakhir, 23 Agustus. Keputusan memperpanjang atau tidak menjadi hak pemerintah. Kita tunggu saja apa putusannya.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/inilah-masa-ketika-anak-istri-dan-cucu-adalah-orang-lain-2/">Inilah masa ketika anak, istri, dan cucu, adalah orang &#8220;lain&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PPKM Lanjut, Merdeka Dari Covid19 Segera Terwujud</title>
		<link>https://prokabar.com/ppkm-lanjut-merdeka-dari-covid19-segera-terwujud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 06:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92971</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) di Jawa &#8211; Bali hingga 23 Agustus. Keputusan itu diumumkan Kordinator PPKM , Luhut...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ppkm-lanjut-merdeka-dari-covid19-segera-terwujud/">PPKM Lanjut, Merdeka Dari Covid19 Segera Terwujud</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) di Jawa &#8211; Bali hingga 23 Agustus. Keputusan itu diumumkan Kordinator PPKM , Luhut Binsar Pandjaitan, dalam paparan media secara virtual, Senin (16/8) malam.</p>
<p>&#8220;PPKM level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali akan diperpanjang sampai 23 Agustus,&#8221; kata LBP.</p>
<p>Kita bisa memahami putusan itu meskipun jelas kondisi itu tidak ideal. Terutama bagi masyarakat yang selama ini mendapatkan nafkah hanya jika beraktifitas setiap hari.</p>
<p>Namun, kita berharap masyarakat memahami tujuan PPKM demi melindungi kesehatan dan keselamatan jiwa mereka dari ancaman virus Covid19 yang mematikan itu. Ibarat pepatah &#8221; bersakit- sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.&#8221;</p>
<p>Langkah pemerintah harus kita dukung karena sudah menunjukkan konsistensi menempatkan keselamatan jiwa sebagai hukum tertinggi.</p>
<p>Penjelasan Koordinator PPKM Jawa semalam menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi melindungi rakyat.</p>
<p>LBP tampak cool di layar televisi semalam. Sudah jauh berubah, sudah beraura pamong, lebih bersahabat menyapa. Dibandingkan bulan lalu, misalnya. Yang ngotot bilang pandemi Covid19 terkendali.</p>
<p><strong>Hasil belum memadai</strong></p>
<p>Sudah waktunya pemerintah bicara apa adanya kepada rakyat.</p>
<p>Misalnya, soal data minggu terakhir yang menunjukkan adanya penurunan kasus 19 Covid19 dibandingkan bulan lalu yang dianggap puncak pandemi. Kasus positif memang pernah menyentuh angka 60 ribu orang. Jumlah kematian pun pernah mencapai posisi tertinggi di dunia. Semua itu terkonfirmasi oleh data RS yang lumpuh tak mampu menampung jumlah pasien yang meledak.</p>
<p>Juga, terkonfirmasi lewat ambulans yang mengantar jenasah untuk dimakamkan, mengantre hingga dinihari. Di Jakarta saja Gubernur DKI Anies Baswedan sampai membuka lahan pemakaman baru untuk menampung ledakan korban Covid19 yang wafat.</p>
<p><strong>Bor RS Turun</strong></p>
<p>Ada petunjuk kondisi membaik setekah PPKM 45 hari. Indikadi itu sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehari sebelumnya. Ia mengumumkan bed occupancy rate ( BOR) atau tingkat keterisian RS yang selama ini menjadi salah satu indikator selama PPKM.</p>
<p>Jokowi menyebut BOR nasional pada angka 48 persen.</p>
<p>&#8221; Alhamdulillah BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen, di Jawa Barat 32 persen, di Jawa Tengah 38,3 persen, di Jawa Timur 52,3 persen,&#8221; kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8).</p>
<p>Adapun di Banten tercatat 33,4 persen; di DIY 54,7 persen ; BOR di Wisma Atlet juga sudah turun di angka 19,64 persen, tambahnya.</p>
<p>Beberapa indikasi termasuk yang disitir oleh Jokowi sebenarnya belum bisa dikatakan memadai. Penurunan jumlah kasus positif, harap dipahami, itu bukan lantaran virus sudah pergi, sudah sirna. Penurunan itu terjadi karena tidak ke luar rumah. Coba saja ke luar rumah dan berlaku biasa kalau mau menguji &#8220;tesis&#8221; itu.</p>
<p>Faktanya, PPKM yang berlangsung sejak awal juli, dengan 6 kali perpanjangan, belum sepenuhnya memberi hasil yang memuaskan.</p>
<p>Masih perlu perjuangan berat untuk bisa mengatakan &#8221; terkendali&#8221; apalagi mau bilang &#8221; sukses&#8221;. Update harian Satgas Covid19 Senin (16/8) angka positif 17.384 &#8211;sehingga total 3.871.738. Sedangkan yang wafat 1.245 jiwa (118.833). Angka yang sembuh memang agak melegakan.<br />
Hari itu jumlah yang sembuh total 3.381.884</p>
<p><strong>Kondisi 1 Juli</strong></p>
<p>Saat Presiden Jokowi mengumumkan pertama kali PPKM Darurat (berlaku 3 &#8211; 20 Juli )pada tanggal 1 Juli lalu begini datanya.</p>
<p>Update harian Covid 19 hari itu mencatat rekor kasus baru Corona sebanyak 24.836 kasus positif. Sebanyak 9.874 pasien sembuh dan 504 wafat. Sehingga total kasus positif sejak pandemi di Tanah Air ( Maret 2020 hingga 1 Juli 2021) mencapai 2.203.108. Sedangkan yang wafat mencapai 58.995 jiwa. Yang tercatat sembuh 1.890.287 orang. Jika kita hadapkan data 1 Juli itu dengan data per Senin, 16 Agustus, cukup beralasan untuk mengatakan keadaan belum baik- baik saja.</p>
<p>Coba periksa angka kematian, lonjakannya justru 100 % selama 45 hari berbanding angka wafat selama 16 bulan.</p>
<p>Sudah dijelaskan oleh ahli epidemilogi, virus Delta varian baru ini, ganas. Menciptakan klaster keluarga. Itu sebabnya jumlah yang terpapar main &#8221; borongan&#8221;, meningkat secara signifikan. Angka kesembuhan memang cukup melegakan. Terus mengalami perbaikan dengan prosentasi antara 80-85 %.</p>
<p><strong>Vaksinasi di bawah target</strong></p>
<p>Presiden Jokowi melihat titik cerah pada vaksinasi. Maka, dia meminta supaya vaksinasi digenjot 2 juta / bulan. Namun, sudah lebih sebulan sejak target dicanangkan belum sekali pun pernah dicapai. Kecuali DKI, urusan vaksin di berbagai daerah masih kedodoran. Kendalanya stock, keterbatasan nakes, dan warga yang tinggal berpencaran di provinsi luar Jawa, menjadi kendala serius. Begitu pun dengan program testing yang juga lebih sering di bawah target pencapaiannya.</p>
<p>Alhasil, hanya DKI yang memenuhi syarat pelonggaran PPKM.</p>
<p>Itu sebabnya beberapa hari ini muncul usulan itu dari berbagai pihak. Pengusul tampaknya tidak menyadari posisi rentan Jakarta.</p>
<p>DKI memang diuntungkan oleh<br />
wilayah yang hanya seluas 661,5 km2. Penduduk banyak dan padat, menetap di wilayah yang mudah dijangkau karena saling terhubung dengan pelbagai moda transportasi. Keadaan itu membuat program vaksinasinya mencapi target sebulan lebih cepat. Tetapi, seperti yang pernah saya terangkan, kelebihan itu sekaligus menjadi kelemahannya. Menghadapi virus Covid19, Jakarta bak kotak korek api berisi penuh pentul korek. Satu pentol terbakar satu kotak korek bisa habis. Baru bulan lalu Jakarta alami kondisi yang mengenaskan.</p>
<p><strong>Virus 5-10 Tahun</strong></p>
<p>Bukan hanya LBP yang kini rasional.<br />
Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin ( BGS) pun berpandangan ke depan.</p>
<p>&#8221; Pandemi ini tidak akan hilang dengan cepat, mungkin akan berubah menjadi epidemi dan kita mesti hidup dengan mereka bisa 5 tahun bisa 10 tahun, bisa juga lebih lama dari itu,&#8221; jelasnya dalam siaran pers live di YouTube, Senin (16/7).(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ppkm-lanjut-merdeka-dari-covid19-segera-terwujud/">PPKM Lanjut, Merdeka Dari Covid19 Segera Terwujud</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPIP: Menabur Angin (Lagi), Menuai Badai (Lagi )</title>
		<link>https://prokabar.com/bpip-menabur-angin-lagi-menuai-badai-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 09:20:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak berdiri BPIP ( Badan Pembina Ideologi Pancasila) tidak berhenti bikin kontroversi. Selalu menebar angin dan menuai badai (lagi). Masuk golongan kegaduhan yang bersumber...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bpip-menabur-angin-lagi-menuai-badai-lagi/">BPIP: Menabur Angin (Lagi), Menuai Badai (Lagi )</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak berdiri BPIP ( Badan Pembina Ideologi Pancasila) tidak berhenti bikin kontroversi. Selalu menebar angin dan menuai badai (lagi). Masuk golongan kegaduhan yang bersumber dari halaman Istana sendiri. Padahal, Presiden Jokowi sejak lama</p>
<p>paling sebal pada kegaduhan yang tidak produktif.</p>
<p>Belum lekang dalam ingatan kita pada pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi, yang menganggap Agama musuh terbesar Pancasila (12 Februari 2020) Pernyataan itu dilontakan sepekan setelah dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BPIP yang baru, menggantikan Yudhi Latif.</p>
<p>Enam hari kemudian setelah geger, mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, ini pun berjanji di depan Komisi II DPR tidak akan mengulangi perbuatannya, membuat pernyataan kontroversi kepada media massa.</p>
<p>Heboh lainnya, sama kita ketahui, ketika Kepala BPIP Yudhi Latif mengundurkan diri pas setahun menjabat Kepala UKP- PIP, nama lama BPIP. Yang momennya pas Ketua Umum PDI- P, Megawati masuk sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP. Besaran anggaran biaya negara untuk BPIP, termasuk gaji Mengawati sebagai Ketua Dewan Pengarah sebesar Rp 120 juta sempat memantik prokontra. Berhari-hari topik itu menjadi polemik di masyarakat.</p>
<p><strong>Lomba Tulis Santri</strong></p>
<p>Kegaduhan terbaru BPIP, memantik polemik minggu lalu. Pemantiknya lomba tulis BPIP yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri. Lomba untuk para santri itu mengangkat tema ‘Hukum Hormat Bendera dalam Islam’ dan ‘Hukum Bernyanyi Lagu Kebangsaan dalam Islam&#8221;.</p>
<p>Tema itulah yang dinilai menyinggung umat Islam. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busro Muqodas, misalnya. Ia menilai tema itu mengadu domba sekaligus penghinaan terhadap komunitas santri. Dia mengatakan Hari Santri bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama saja, tapi milik semua umat Islam.</p>
<p>&#8220;Apakah negara ada problem dengan penghormatan bendera Merah Putih? Problem lagu kebangsaan? Faktanya tidak ada. Kalau tidak ada, berarti BPIP mencari-cari penyakit namanya,” kata Busyro.</p>
<p>&#8220;Ini (tema ) bukan saja tendensius, tapi jelas-jelas useless, tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak ada konsep akademis ideologisnya,” sambung Busyro, seperti dikutip media, Sabtu (14/8).</p>
<p><strong>Tugas BPIP</strong></p>
<p>BPIP dibentuk Presiden RI, 28 Februari 2018. Merupakan penyempurnaan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila ( UKP-PIP) yang dibentuk setahun sebelumnya lewat Pepres No 54 tahun 2017. Kepala UKP- PIP pertama, Yudhi Latif.</p>
<p>Meski berganti nama dari UKP-PIP menjadi BPIP namun memiliki tugas sama. Membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila. Melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. BPIP juga bertugas melaksanakan penyusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, serta menyelenggarakan pendidikan.</p>
<p><strong>Penjelasan BPIP</strong></p>
<p>Menurut pihak BPIP, tema lomba sebenarnya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam perspektif agama.</p>
<p>&#8220;Jadi memperkuat nilai keagamaan dalam perspektif kebangsaan,&#8221; kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo, Jumat (13/8).</p>
<p>Benny mengatakan lomba semacam itu sudah sering diadakan oleh BPIP dalam memperingati hari-hari besar di Indonesia. Lombanya pun beragam. Mulai dari lomba pidato hingga lomba animasi. Namun karena kali ini yang diperingati adalah Hari Santri maka tema &#8216;Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam&#8217; pun dipilih. Benny meyakini tema itu bisa memperkuat nilai kebangsaan dan nasionalisme.</p>
<p>Menanggapi kontroversi di dalam masyarakat, Romo Benny bersikap tenang. &#8220;BPIP mengucapkan banyak terima kasih terhadap masukan dan koreksi dan semua itu akan diterima dengan lapang dada,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia sekali lagi menegaskan tema lomba yang berhadiah total Rp.50 juta bukan untuk memperkeruh suasana. Bukan untuk membenturkan antara islam dengan Pancasila. &#8220;Justru agama memperkuat nasionalisme. Kalau cinta tanah air, orang beriman itu orang yang cinta tanah air,&#8221; tandas Benny meyakinkan.</p>
<p><strong>Alat menggebuk santri</strong></p>
<p>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menilai lomba yang diinisiasi oleh BPIP sangat tidak konstekstual. Anwar Abbas khawatir jika ada salah satu tulisan dari peserta lomba yang menyimpang bisa berdampak pada nama baik santri Indonesia.</p>
<p>&#8220;Yang dipersoalkan masalah bendera, nanti ujung-ujungnya kalau ada tulisan yang menyatakan haram, misalkan, nanti dijadikan alat untuk menggebuk santri,&#8221; kata Anwar dalam keterangannya kepada media, Minggu , (15 /8). Saking cemasnya, Anwar Abbas meminta BPIP dibubarkan saja karena selalu membuat kontroversi.</p>
<p><strong>Tagih penyelengara negara</strong></p>
<p>Kita sependapat dengan pihak yang menilai tema lomba tulis BPIP terlalu ecek-ecek untuk menjadi pekerjaan besar BPIP. Kenapa nilai &#8211; nilai Pancasila selalu ditagih atau diujikan pada masyarakat. Bukan dari semestinya, yaitu para penyelenggara negara.</p>
<p>Seandainya ingin menguji masyarakat, sodorkan pertanyaan soal pilpres dan pemilihan langsung presiden dan kepala daerah dalam perspektif sila keempat Pancasila yang mengamanatkan azas &#8220;kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan&#8221;.</p>
<p>Topik itu mendesak, setelah pemilu langsung berlaku sejak 17 tahun lalu pada 2004. Materi itu perlu untuk mengevaluasi manfaat maupun mudaratnya..Jejak digital pemilu langsung, sejauh catatan kita ternyata berdampak fatal pada keterbelahan bangsa terutama 10 tahun terakhir.</p>
<p>Kita tidak lagi melihat nilai- nilai sportivitas dijungjung dalam kontestasi Pemilu. Yang tampak terang benderang malah naluri elit politik yang bertendensi besar hendak saling meniadakan dan mengenyahkan. Prilaku yang mewarnai perjalanan kita berdemokrasi itu, sungguh kita rasakan merongrong sila ketiga Pancasila : Persatuan Indonesia.</p>
<p>Kenapa BPIP tidak menyegarkan nilai- nilai itu pada para penyelenggara di tingkat pusat maupun daerah. Itu yang mesti &#8221; ditagih&#8221; atau dimintakan evaluasi dari masyarakat melalui lomba yang digagas BPIP. Bukan seperti sekarang mengangkat tema murahan, ecek-ecek, seperti intel mengintil pandangan santri menghormat bendera atau ketika mendengar lagu Indonesia Raya.</p>
<p>Terus terang kita seperti merasakan penggagas mau menghapus sejarah Pancasila yang digali Bung Karno dan dirumuskan Mohammad Yamin dan Dr Soepomo yang seluruh nilai kelima silanya bersumber sumbernya sistem nilai di dalam masyarakat, yang mayoritas Muslim.</p>
<p>Coba hadapkan sila &#8220;Keadilan Sosial&#8221; dalam kehidupan nyata bangsa sekarang. Apakah itu masih menjadi pedoman dalam praktek hukum kita. Sebab, dalam kehidupan riil begitu banyak ketimpangan dalam penegakan hukum yang menjungkirbalikkan prinsip keadilan.</p>
<p>Lihatlah, buronan korupsi bertahun-tahun, hukumannya mendapat korting besar. Jaksa dihukum ringan padahal yang bersangkutan dihukum berat karena menghianati amanah negara. Mengapa pengguna buzzerRp di media sosial tidak mendapat perhatian besar BPIP untuk dididik. Padahal setiap hari terang-terangan memecah belah bangsa, mengadu domba antar etnis dan antar umat beragama. Melecehkan semua sila Pancasila.</p>
<p>Halo BPIP…..</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bpip-menabur-angin-lagi-menuai-badai-lagi/">BPIP: Menabur Angin (Lagi), Menuai Badai (Lagi )</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teruslah Terbang Tinggi dan Jauh Mengarungi Angkasa, Garuda Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/teruslah-terbang-tinggi-dan-jauh-mengarungi-angkasa-garuda-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2021 06:21:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#GarudaImdonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Garuda Indonesia &#8220;masuk kembali di runway&#8221;. Bersiap terbang tinggi melanjutkan tugasnya mengarungi angkasa luas. Menghubungkan Nusantara, menjembatani dunia. Otoritas telah mengumumkan itu, Jumat (13/8)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/teruslah-terbang-tinggi-dan-jauh-mengarungi-angkasa-garuda-indonesia/">Teruslah Terbang Tinggi dan Jauh Mengarungi Angkasa, Garuda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Garuda Indonesia &#8220;masuk kembali di runway&#8221;. Bersiap terbang tinggi melanjutkan tugasnya mengarungi angkasa luas. Menghubungkan Nusantara, menjembatani dunia.</p>
<p>Otoritas telah mengumumkan itu, Jumat (13/8) siang. Persis di hari &#8220;karamat&#8221; dunia : &#8221; Friday the 13th&#8221;.</p>
<p><strong>Erick janji kawal </strong></p>
<p>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir memastikan transformasi dan efisiensi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus dilakukan dengan tepat dan cepat. Itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia Tbk, Jumat (13/8).</p>
<p>Menurut Erick, efisiensi menjadi kesempatan bagi Garuda Indonesia untuk berbenah. Mulai dari kinerja perusahaan hingga masalah keuangan yang dihadapi emiten dengan kode saham GIAA ini.</p>
<p>&#8220;Ini momen bagi Garuda Indonesia untuk bersih-bersih dari permasalahan keuangan dan kinerja operasional, serta menata kembali fundamental bisnisnya. Setiap prosesnya akan saya kawal penuh,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Komisaris dan direksi baru</strong></p>
<p>RUPST Garuda Indonesia kemarin mengumumkan pengangkatan tiga anggota dewan komisaris baru, pengganti lima orang sebelumnya. Persis seperti yang dijanjikan Erick tempo hari, akan merampingkan formasi Dewan Direksi dan Komisaris—kalau perlu dua orang saja.</p>
<p>Namun, kemarin, Dewan Komisaris yang ditetapkan tiga orang : Timur Sukirno &#8211; (Komisaris Utama) Abdurahman &#8211; (Komisaris Independen) dan<br />
Chairal Tanjung &#8211; (Komisaris). Adapun jajaran direksi, semula delapan orang, menjadi tinggal 6 orang. Selengkapnya, berikut.</p>
<p>Direktur Utama: Irfan Setiaputra; Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Prasetio; Direktur Operasi: Tumpai Manumpak Hutapea; Direktur Human Capital: Aryaperwira Adileksana ; Direktur Teknik: Rahmat Hanafi; dan Direktur Layanan dan Niaga: Ade R. Susardi.</p>
<p><strong>National Flight</strong></p>
<p>Putusan RUPST itu patut kita apresiasi. Meski dalam kondisi sangat kritis, pemerintah toh tetap mempercayai dan akan membantu Garuda Indonesia menyelesaikan masalah yang dihadapi.<br />
Dalam artikel &#8221; Telur Ayam Kampung dan Garuda Indonesia &#8220;( 9/8) saya mengemukakan aspirasi sama. Berharap<br />
Garuda Indonesia yang berusia 72 tahun 26 Januari lalu, tetap menjalankan fungsinya sebagai maskapai penerbangan lagendaris.</p>
<p><strong>Intangible Asset</strong></p>
<p>Secara historis, setuju atau tidak, Garuda Indonesia adalah national fligt kita. Peran itu sudah dilakoni<br />
sejak awal kemerdekaan. Sebenarnya, secara bisnis pun, Brand Garuda Indonesia menjanjikan. Kinclong. Brandnya itu merupakan intangible asset.</p>
<p>Aset takberwujud (nonmoneter) tetapi membawa manfaat ekonomi bagi perusahan di masa depan. Posisi istimewa yang potensil menghasilkan pendapatan. Terkonfirmasi dari deretan penghargaan yang pernah diraihnya selama ini.</p>
<p>Dilansir dari situs resmi Garuda Indonesia, maskapai penerbangan itu telah dinobatkan sebagai salah satu maskapai terbaik di Asia untuk kategori &#8220;Maskapai Penerbangan Utama&#8221; oleh TripAdvisor pada tahun 2019. Selain itu, Garuda Indonesia juga memenangkan penghargaan dalam kategori &#8220;Kelas Bisnis Asia Terbaik&#8221; dan &#8220;Maskapai Penerbangan Terbaik di Indonesia&#8221;.</p>
<p>Garuda Indonesia juga pernah mendapatkan prestasi sebagai maskapai dengan tingkat ketepatan waktu terbaik dunia versi OAG Flightview pada Mei 2019 lalu. Garuda Indonesia berhasil mempertahankan predikatnya selama enam bulan berturut-turut dari Desember 2018. Namun peringkat itu menurun pada Skytrax World Airlines Awards 2019. Pada tahun 2018, Garuda Indonesia mendapat posisi ketujuh.</p>
<p>Sementara di tahun 2019 Garuda Indonesia turun ke posisi 11 untuk kategori &#8220;World&#8217;s Best Economy Class Airlines&#8221;.</p>
<p><strong>Berdosa</strong></p>
<p>Hemat kita, pemerintah berdosa besar jika membiarkan Garuda lenyap terkubur oleh masalahnya.<br />
Kerugian Garuda sebesar apapun, belum seberapa jika dibandingkan dengan banyak kasus di industri lain yang toh pernah ditolong pemerintah. Tidak seberapa beban utangnya dibandingkan dengan kasus BLBI dulu yang dengan senang hati ditalangin pemerintah.</p>
<p>Masalah utama yang dihadapi Garuda Indonesia mutakhir, jelas. Terang benderang : akibat kesalahan manajemen dan korupsi direksi yang menggerogoti keuangannya. Bukan hanya minus, tetapi meninggalkan utang di mana- mana yang jumlahnya mencapai 100 T. Ada selentingan yang menyebut karena Garuda Indonesia sekian lama sempat menjadi ATM beberapa parpol.</p>
<p>Dua tahun terakhir sektor keuangan Garuda Indonesia lebih diperparah oleh pandemi virus Covid19. Tetapi maskapai negara mana yang tidak terpuruk oleh pandemi ?</p>
<p>Pengamat kedirgantaraan, Chappy Hakim membenarkan itu. Dalam artikelnya &#8220;Merindukan Pembina Penerbangan Nasional di Indonesia&#8221; (Kompas, 9/8) Chappy mencemaskan juga jika Garuda Indonesia lenyap.</p>
<p>Menurut mantan KSAU (2002-2005) itu, ditengah bergejolaknya pandemi Covid-19, seluruh dunia mengalami dampak yang sangat berat. Industri penerbangan menjadi sektor yang sangat terdampak, terutama maskapai penerbangan.</p>
<p>Banyak sekali maskapai penerbangan yang jatuh bangkrut gulung tikar. Chappy lalu menyinggung kasus<br />
Garuda Indonesia.</p>
<p>Chappy merasakan hal aneh, karena di saat bersamaan, justru bermunculan beberapa maskapai penerbangan swasta yang memperoleh ijin operasi sebagai perusahaan penerbangan sipil komersial. Persoalannya, rute penerbangan domestik terutama rute yang dikenal sebagai rute basah tidak semata dapat dipandang sebagai peluang bisnis. Rute itu merupakan rute strategis.</p>
<p>Rute penerbangan srategis dalam konteks mendukung tata kelola administrasi dan logistik pemerintahan. Rute yang berperan besar dalam upaya mensejahterakan rakyat banyak.</p>
<p>Bila dibiarkan, niscaya dunia penerbangan kita akan berjalan menuju ke kesemrawutan. Seperti pernah terjadi di akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an. Banyak maskapai penerbangan baru yang dikelola oleh personel yang kurang berkompeten di bidangnya. Yang terjadi kemudian, banyak kecelakaan pesawat terbang dengan penyebab yang sangat tidak masuk akal.</p>
<p>Kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kecerobohan dan rendahnya kualitas dari sisi profesionalitas tim manajemen dan para pelaku di lapangan.</p>
<p>&#8221; Sejauh ini yang memiliki safety culture kelas dunia dalam aspek Aviation Safety “hanya” Garuda Indonesia. Sebuah kemapanan corporate culture dalam pengelolaan keselamatan penerbangan berstandar internasional yang hanya bisa dibangun dalam lingkungan disiplin ketat bertahun tahun lamanya,&#8221; papar Chappy Hakim.</p>
<p>Pandangan itu sejalan dengan keputusan Menteri BUMN Erick Tohir yang mendorong perubahan model bisnis Garuda Indonesia fokus pada layanan domestik.Begitula amanah RUPST kemarin yang mengubah struktur, nomenklatur, dan jajaran di dewan komisaris serta dewan direksi Garuda Indonesia. Selamat jajaran direksi dan komisaris baru. Selamat terbang tinggi dan jauh mengangkasa, Garuda Indonesia.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/teruslah-terbang-tinggi-dan-jauh-mengarungi-angkasa-garuda-indonesia/">Teruslah Terbang Tinggi dan Jauh Mengarungi Angkasa, Garuda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Louis Vuitton From Tangerang Banten</title>
		<link>https://prokabar.com/louis-vuitton-from-tangerang-banten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 04:40:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92677</guid>

					<description><![CDATA[<p>Heboh baru di tengah pandemi Covid19 : Anggota DPRD Kota Tanggerang mendapat seragam berbahan merek terkenal Louis Vuitton. Di tengah kesulitan masyarakat akibat pandemi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/louis-vuitton-from-tangerang-banten/">Louis Vuitton From Tangerang Banten</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Heboh baru di tengah pandemi Covid19 : Anggota DPRD Kota Tanggerang mendapat seragam berbahan merek terkenal Louis Vuitton.</p>
<p>Di tengah kesulitan masyarakat akibat pandemi virus Covid19, wajar jika masyarakat ramai- ramai menggugat kekurangpekaan 50 para wakil rakyat di DPRD Kota Tanggerang dari 10 parpol itu.</p>
<p>Di wilayah Kota Tanggerang sendiri menurut data Dinas Kesehatan Kota itu per 5 Agustus tercatat total kasus Covid-19 mencapai 26.314 jiwa. Sembuh : 21.761 orang. Wafat :373 jiwa. Kehidupan masyarakat sejak pandemi Covid19 yang merebak Maret tahun lalu, praktis sejak itu terjadi pembatasan mereka mencari nafkah. Kita belum mencatat berapa usaha yang tutup dan berapa pula warga yang kehilangan pekerjaan.</p>
<p><strong>Biaya seragam Rp. 675 juta</strong></p>
<p>Merujuk situs resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tangerang, jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan pakaian anggota dewan mencapai Rp675 juta. Jumlah itu naik dua kali lipat dibandingkan biaya yang dialokasikan pada 2020 sebanyak Rp312 juta.</p>
<p>Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan tidak mengetahui teknis pengadaan bahan seragam itu. &#8220;Secara teknis saya tidak tahu. Kami hanya menerima barang (baju) sudah jadi dari penjahit,&#8221; kata Gatot kepada Tempo, Kamis (5/8) lalu.</p>
<p><strong>5 Stel seragam</strong></p>
<p>Tahun 2021 ini kata Gatot seluruh anggota Dewan belum menerima seragam itu. Tahun sebelumnya anggota dewan hanya menerima barang jadi. &#8220;Penjahit biasanya hanya menanyakan warna, namun teknis pengadaan termasuk uangnya langsung ke penjahit tidak (-mampir) ke Dewan,&#8221; tambah Gatot.</p>
<p>Dengan anggaran Rp.675 juta itu sebanyak 50 anggota DPRD Kota Tangerang akan menerima lima stel pakaian. Masing -masing pakaian sipil lengkap satu stel, pakaian sipil resmi satu setel, pakaian sipil harian satu stel dan dua stel pakaian dinas harian.</p>
<p>Pengamat Kebijakan Publik Kota Tangerang Adib Miftahul mempertanyakan kebijakan itu. &#8220;Apakah anggota Dewan Kota Tangerang masih punya hati pakai baju itu?&#8221; kata Adib yang juga pengajar di sebuah universitas di Tangerang.</p>
<p>&#8220;Memakai seragam dengan bahan pakaian ratusan juta itu sama dengan menyakiti hati rakyat,&#8221;kata Adib seperti dikutip banyak media. “Jika hendak memicu stimulus ekonomi dengan anggaran bahan pakaian itu, Adib menyebutkan lebih baik anggaran itu dialihkan ke sektor yang lebih produktif, “ sambungnya.</p>
<p><strong>Hedonisme</strong></p>
<p>Sikap wakil rakyat itu &#8216; hedon’ sekali meminjam ungkapan anak-anak milenia. Mereka sering menggunakan istilah itu menyindir golongan masyarakat the haves yang mempertontonkan kesenangan hidup mereka di depan masyarakat..Hedon dari hedonisme. Kata itu diambil dari Bahasa Yunani hēdonismos dari akar kata hēdonē, artinya &#8220;kesenangan&#8221;</p>
<p>Merujuk literatur, hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup manusia.</p>
<p>Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM yang menjawab apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia. Diawali pertanyaan Sokrates tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia.</p>
<p>Lalu Aristippas Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. Aristippas memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi. Pandangan tentang &#8216;kesenangan&#8217; (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan seorang filsuf Yunani lain bernama Epikuros (341-270 SM).</p>
<p>Menurutnya, tindakan manusia yang mencari kesenangan adalah kodrat alamiah.Meskipun demikian, hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya mencakup kesenangan badani saja—seperti Kaum Aristippas — melainkan kesenangan rohani juga, seperti terbebasnya jiwa dari keresahan.</p>
<p>Kapitalisme kemudian mengakomodasi itu. Memproduksi simbol- silmbol sosial tingkat pecapaian hidup sesuai persepsi para hedonis. Rumah mewah, super car, privat jet, yach, nomer mobil khusus satu angka ditambah tiga huruf yang bebas di jalan yang beraturan genap ganjil. Serta berbagai jenis benda yang menopang gaya hidup konsumtif lainnya.</p>
<p>Di bidang fashion dunia, Louis Vuitton memang salah satu simbol keramatnya. Louis Vuitton adalah perusahaan barang mewah dan rumah mode asal Prancis yang didirikan pada tahun 1854.<br />
Sebagaian masyarakat Indonesia pasti mengenal Louis Vuitton dengan banderol harga fantastis pada seluruh produknya.. Elvi, nama singkatannnya, menjadi simbol keanggunan yang berkelas bagi para pencinta dunia fashion.</p>
<p><strong>Elvi KW</strong></p>
<p>Saya pernah mengintip beberapa butik mereka di Paris dan di kota-kota dunia lainnya. Menyaksikan dengan mata kepala sendiri antrean mengular panjang di depan outletnya yang mewah nan wangi..Pengunjung sanggup berdiri mengantre beberapa jam sebelum dipersilahkan masuk butiknya dan membeli model terbaru. Antreannya serupa pemandangan masyarakat yang sedang mengantre mengisi oksigen ketika kritis pandemi Convid19 meledak bulan lalu.</p>
<p>Saya sempat bertanya apa yang mendorong pengunjung sampai histeria mengantre sekian jam? Jawaban seorang pengunjung asal Indonesia, masuk akal. Berapapun harganya di Paris, masih murah dibandingkan kalau belinya di Tanah Air. Keuntungan lainnya, GST (pajak) sebesar 12 % dikembalikan kepada pembeli yang merupakan turis asing. Itu cukup menjelaskan mengapa terjadi histeria sewaktu mengantre dan euforia ketika barang itu lolos dari pemeriksaan bea cukai di Bandara setiba di Tanah Air. Bekasnya saja pun masih memiliki harga bagus, marak diperdagangkan orang.</p>
<p>Membandingkan patokan harga di butik -butik resminya saya dapat memastikan bahan seragam wakil rakyat Kota Tahggerang bukanlah Louis Vuitton original atau asli.</p>
<p>Harga Elvi tidak rasional untuk ukuran kantong kebanyakan masyarakat kita. Namun jumlah biaya pengadaan seragam Elvi buat anggota DPRD Kota Tangerang jelas lebih tidak rasional lagi jika dibandingkan dengan realitas harga produk Elvi.</p>
<p>Taruhlah nilai terbesar Rp 675 juta yang dikeluarkan oleh negara untuk 5 pasang seragam X 50 anggota DPRD Kota Tangerang. Itu berarti hanya sekitar Rp 2,2 juta/ seragam. Tidak ada barang seharga itu di butik Elvi di mana pun. Sekedar membeli gantungan kuncinya saja rasanya kurang.</p>
<p>Harga itu hanya cukup buat membeli bahan Elvi di toko bahan di Pasar Baru atau Mayestik. Plus ongkos jahit secara borongan. Mereknya Louis Viutton juga. Tapi produk tembakan atau terkenal dengan istilah “ KW” buatan China. Seluruh produk palsu merek dunia sudah lama beredar di berbagai belahan dunia. Termasuk di Tanah Air ramai diperdagangkan orang.</p>
<p>Sampai di sini sempurna lah kesedihan kita sebagai bangsa Indonesia. Wakil-wakil kita dengan bangga ikut memamerkan barang-barang tiruan tersebut.</p>
<p>Ikut bangga menjadi agen dan mempertontonkan gaya hidup eksibisionis kalangan berpunya. Menjadikan simbol-simbol barang mewah dan mahal itu sebagai ukuran tingkat pencapaian optimal yang mereka telah raih.</p>
<p>Louis Vuitton memang menjadi lambang kedudukan atau status sosial golongan masyarakat berpunya, yang umumnya sulit ditagih komitmennya untu perduli pada kesulitan orang sekeliling seperti saat ini. Sayang sekali, justru ditunjukkan oleh wakil rakyat kita. Sudah pamer, barangnya palsu pula: Louis Vuitton From Tangerang Banten.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/louis-vuitton-from-tangerang-banten/">Louis Vuitton From Tangerang Banten</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drama Corona Rahma Sarita Sekeluarga</title>
		<link>https://prokabar.com/drama-corona-rahma-sarita-sekeluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2021 02:59:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ini kisah presenter Rahma Sarita &#8212; host Channel YouTube Realita TV. Tiga pekan bergulat dengan virus Corona &#8211; nama populer Covid19 &#8212; yang menulari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/drama-corona-rahma-sarita-sekeluarga/">Drama Corona Rahma Sarita Sekeluarga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kisah presenter Rahma Sarita &#8212; host Channel YouTube Realita TV.</p>
<p>Tiga pekan bergulat dengan virus Corona &#8211; nama populer Covid19 &#8212; yang menulari seluruh keluarganya. Kisahnya dramatis karena momen kejadian pas ketika pemerintah memberlakukan Penetapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM Darurat)di seluruh wikayah Tanah Air, 3-20 Juli &#8212; akibat ledakan kasus Covid19.</p>
<p>Tidak hanya dalam jumlah, tetapi terutama karena keganasan virus Delta varian baru Covid19, secepat kilat menciptakan klaster keluarga.<br />
Satu yang tersambar , seisi rumah atau sekeluarga terpapar.</p>
<p><strong>Horor di RS</strong></p>
<p>Kondisi terparah dialami DKI Jakarta. Pertama kali Rahma merasakan gejala terpapar Covid19 pada hari Senin, tanggal 5 Juli.</p>
<p>Up date data kasus positif hari itu saja di Jakarta 12.295 kasus positif. Sedangkan yang meninggal dunia berjumlah 658 jiwa.</p>
<p>Di mana &#8211; mana Rumah sakit penuh. Pemandangan horor di lapangan parkir hingga ruang IGD RS kita saksikan juga di layar televisi. Sirene ambulans meraung &#8211; raung keluar masuk RS menjemput pasien wafat. Jenasah dalam peti mati yang dibungkus plastik juga antre, menunggu ambulans. Lahan pemakaman terus ditambah dan diperluas.</p>
<p>&#8220;Saya menyaksikan semua itu. Saya menungu di ruang IGD sejak pukul 11 siang, dan pukul 7 malam jam baru bisa konsultasi dokter,&#8221; kisah Rahma, mantan wartawati MetroTV, TVOne, dan JakTV.</p>
<p>Rahma merasakan gejala awal batuk pilek. Tapi, esok hari kondisi membaik. Dia pun beraktifitas seperti biasa. Dia ke pasar tradisional. Namun, Rabu 7 Juli, gejala itu kembali menekan.</p>
<p>Rahma baru ngeh ketika membersihkan kotoran kucing di toilet pasir. Dia tidak mencium bau apa- apa. Ia coba mencium minyak kayu putih. Sama. Tak ada bau. Tes dengan parfum, penciumannya juga error.</p>
<p>&#8221; Saya memutuskan sendiri, ini Covid19,&#8221; kisahnya.</p>
<p>Dia putuskan hari itu harus ke dokter. Nah! Di sinilah soalnya. Mau konsultasi dengan dokter RS di RS tidak mudah. Petugas RS yang dia dihubungi pertelepon memberi dia jadwal kontrol hari Senin depan. Rahma bertambah stress.</p>
<p>Ia memutuskan &#8220;go show&#8221; saja ke RS terdekat jaraknya dari apartemennya. Kondisi RS yang hari itu chaos membuatnya menerima kenyataan harus menunggu di IGD delapan jam baru bisa bertemu dokter.</p>
<p><strong>Mengungsikan diri</strong></p>
<p>Hasil pemeriksaan darah dan rontgen paru menunjukkan gejala positifnya makin kuat. D Dimmer 550 ( normal 500). D Dimmer adalah tingkat kekentalan darah dalam tubuh. CRp 20 ( normal 5). CRP mengukur peradangan dalam tubuh. Hasil Swab PCR keesokan harinya pun memastikan : positif. Untungnya, Rahma tidak merasakan gejala terlalu berat.</p>
<p>Tidak sampai membuatnya terkapar di tempat tidur. Sehingga dia masih bisa merencanakan langkah antisipasi. Semalaman ia tidak bisa tidur, tapi ia masih kuat berkemas pindah ke rumahnya di daerah Kebagusan untuk mengisolasikan diri.</p>
<p>Semalam sebelumnya dia sudah mengurung diri dalam kamar sendiri. Pagi- pagi sekali dia tinggalkan apartemennya. Kepada suami dia berpesan agar suami bersama tiga anak, dan pembantu hari itu juga swab PCR.</p>
<p><strong>Teror di Pengungsian</strong></p>
<p>Selama di pengungsian dia terus mengalami teror Covid19.</p>
<p>&#8221; Covid19 itu, king of surprise. Tiap hari bikin kejutan,&#8221; ceritanya.</p>
<p>Dua hari setelah mengungsi, hasil tes suaminya positif. Sang suami pun bergabung di tempat pengungsian. Yang tinggal di apartemennya, tiga anak dan satu pembantu. Hari &#8211; hari selanjutnya, pembantu menyusul bergabung karena postif juga. Setelah itu ketiga anaknya, yang semula hasil PCRnya negatif berubah positif pada waktu tes ulang.</p>
<p>Rahma menceritakan runut drama itu minggu lalu di Channel YouTube Realita TV. &#8220;Alhamdulillah, sudah sembuh semua. Kami semua hanya mengalami satu hari gejala sedang,&#8221; ceritanya.</p>
<p><strong>Wartawan TV</strong></p>
<p>Sebelum memiliki channel TV sendiri di YouTube, Rahma pernah bekerja sebagai wartawan di Metro TV, TVOne, dan JakTV. Karirnya diawali di TVRI Surabaya sebagai reporter olahraga kemudian pindah ke TVRI Pusat di Jakarta bersama Sandina Malakiano.</p>
<p><strong>Satu anak diopname</strong></p>
<p>Hanya satu anak berusia 7 tahun yang sempat dirawat beberapa hari di RS. Dia mengalami diare dua hari. Sempat kritis karena ada komorbid obesitas alias overweight. Beratnya 46 kg.</p>
<p>&#8221; Sama berat saya waktu duduk di bangku SMA, &#8221; papar Rahma.<br />
Zufar, nama anak itu, overweight karena dampak pandemi. Seluruh kegiatan sekolah fisik terhenti. Begitu juga dengan latihan taekwondonya.</p>
<p>&#8221; Dia banyak makan. Saya baru tahu itu overweight komorbid juga. Berlaku juga buat anak- anak. Beresiko fatal kalau kena Covid19. D- Dimmer Zufar sampai 1050. Dan, CRP mencapai 60,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Di tayangan YouTubenya, Rahma membagi beberapa tips yang dirangkum secara sistematis.</p>
<p><strong>Harus Vaksin</strong></p>
<p>Rahma dan suami selesai vaksin dosis kedua, 8 April. Terpapar Covid 5 Juli. Semula ia gagal paham. Mengira karena vaksin itu membuat virus mudah menyerangnya. Seperti yang dikeluhkan beberapa orang.</p>
<p>&#8221; Saya ralat sekarang. Justru karena sudah vaksin gejala yang kami alami ringan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Yang kedua, dia mengingatkan, biarpun sudah vaksin orang harus tetap mentaati protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan. Ketiga, jangan sembarangan mengisolasi diri sendiri tanpa pengawasan dokter. Tepatnya, jangan sekali- kali mengobati diri sendiri. Begitu merasakan gejala segera ke dokter.</p>
<p>Keempat, jangan lalai, biarpun berada di rumah sendiri. Sebab, rumah sudah menjadi sumber penularan. Ditularkan pembantu, supir, tukang kebun, dan bisa juga pengantar kiriman online.</p>
<p>Kelima, jangan lupa berdoa minta keselamatan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Penyembuh. Selama terpapar dia tidak berhenti membaca doa yang dibaca Nabi Yunus ketika terpernangkap di perut ikan.</p>
<p>Rahma mengatakan tips tips yang dia sampaikan hanya ikhtiar manusia. Tuhan jualah yang punya keputusan mutlak.</p>
<p><strong>Supir sumber penularan</strong></p>
<p>Setelah tracing, dia memastikan sumber penularan di keluarganya, dari supir. Itu pun dia ketahui tanpa sengaja. Supir itu menolak ketika disuruh swab PCR juga. Swab Antigen pun tak mau.<br />
Kenapa ?</p>
<p>&#8221; Setelah saya desakkan pertanyaan itu, ia mengaku. Dua minggu lalu dia sudah terpapar virus Covid19. Pantas seminggu dia minta izin tidak masuk kerja. Tapi dia bohong. Mengakunya waktu itu sakit pinggang.</p>
<p>Supir yang menularkan virus itu ke suaminya. Dari suami ke Rahma, dan seterusnya ke seluruh keluarga.<br />
Sebelum mengalami gejala, Jumat, 2 Juli, Rahma masuk kantor untuk taping wawancara dengan mantan Menteri Kesehatan, DR Siti Fadillah. Ada empat kru bersama dia hari itu. Setelah tracing, satu kameramen tertular. Kameramen itu memang sempat makan kurma bersama Rahma.</p>
<p>Kameramen kemudian tracing di rumahnya. Istri yang sedang hamil dan anaknya terkonfirmasi positif juga.</p>
<p>&#8221; Masya Allah. Bayangkan satu supir yang lalai menyebabkan rentetan panjang orang yang terpapar virus, &#8221; sesal Rahma.</p>
<p>Obat apa saja yang dikonsumsi selama terpapar?</p>
<p>&#8220;Selain obat-obatan dari resep dokter dan berbagai suplemen dan vitamin, terus terang saya juga minum ivermectim. Karena panik, anak saya yang umur 4 tahun pun saya minumin juga dengan dosis seperempat tablet. Padahal, itu tidak dianjurkan oleh dokter.</p>
<p>Yang saya tidak kasih minum cuma Zufar, tapi justru dia lah yang sempat kritis,&#8221; kunci Rahma mengakhiri cerita saat dihubungi Kamis, (12/8) pagi.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/drama-corona-rahma-sarita-sekeluarga/">Drama Corona Rahma Sarita Sekeluarga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misteri Deddy Corbuzier : Tinggalkan Zona Nyaman YouTuber Rp.5 M Perbulan</title>
		<link>https://prokabar.com/misteri-deddy-corbuzier-tinggalkan-zona-nyaman-youtuber-rp-5-m-perbulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2021 02:23:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92508</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mentalis ternama Indonesia, Deddy Corbuzier Selasa (10/8) kemarin bikin kejutan. Di halaman Instagramnya, ia mengumumkan berhenti di media sosial. Sampai Rabu (11/8) pagi tidak...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/misteri-deddy-corbuzier-tinggalkan-zona-nyaman-youtuber-rp-5-m-perbulan/">Misteri Deddy Corbuzier : Tinggalkan Zona Nyaman YouTuber Rp.5 M Perbulan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mentalis ternama Indonesia, Deddy Corbuzier Selasa (10/8) kemarin bikin kejutan. Di halaman Instagramnya, ia mengumumkan berhenti di media sosial. Sampai Rabu (11/8) pagi tidak ada penjelasan yang bisa diperoleh dari Deddy. Telpon maupun pesan WA, tak direspons oleh presenter 17 program televisi dalam kurun sekitar 23 tahun karirnya di layar kaca.</p>
<p>&#8221; Saya juga telpon, tapi tidak diangkat. Kirim pesan lewat WA, belum dijawab juga. Mudah-mudahan dia baik- baik saja,&#8221; kota Helmy Yahya yang saya kontak kemarin sore.</p>
<p>&#8221; Untuk beberapa alasan, saya sekarang memilih off dari semua media sosial, podcast dan whatsapp, tulis pria berkepala plontos itu di Instagramnya..Dia juga menutup kolom komentarnya.<br />
Gimmick?</p>
<p>&#8221; Setahu saya, Deddy bukan type orang seperti itu, &#8221; ujar Helmy.P</p>
<p><strong>Pesulap Dufan</strong></p>
<p>Pengunduran diri Deddy Corbuzier secara mendadak merupakan sebuah misteri. Meninggalkan tanda tanya besar. Ada apa? Sampai kemarin posisinya sebagai pegiat media sosial dan YouTuber Indonesia bertengger di puncak tiga besar, bersama Raffi Ahmad dan Baim Wong. Ia punya 9,9 juta pengikut di Instagram dan 15,3 juta subscriber di YouTube.</p>
<p>Lebih kurang 3 tahun berkiprah di media sosial, Deddy bukan cuma meraih poin &#8212; popularitas dan berpengaruh &#8212; tetapi juga koin ( penghasilan besar). Pendapatannya mencapai Rp. 5M / bulan.</p>
<p>Deddy meninggalkan lahan yang memberinya nafkah miliaran rupiah di masa sulit pekerjaan dan penghasilan sekarang. Di masa banyak orang &#8220;dikomisaris BUMN kan &#8221; untuk menolong kawan- kawan penguasa yang terpuruk karena pandemi.</p>
<p><strong>Banyak keahlian</strong></p>
<p>Deddy multi talenta. Ia tidak hanya mentalis. Ia memiliki banyak keahlian. Penulis 5 buku ini juga main film dan menjadi presenter belasan program televisi, di hampir semua stasiun televisi Nasional. Pertama kali dengan &#8220;Impresario 008&#8243; (1998) di RCTI.<br />
Programnya yang paling terkenal &#8221; Hitam Putih&#8221; di Trans 7, di situ Deddy menampakkan kemampuan sebagai pewawancara yang komunikatif dan berwawasan luas. Bekal itulah yang mengantarnya di media sosial dan melontarkannya sebagai YouTuber papan atas di Tanah Air.</p>
<p>Konten- konten yang disuguhkan di channelnya menarik. Sumbernya hampir semua tokoh penting di Indonesia. Dari wartawan kawakan Karni Ilyas hingga Prabowo Subianto. Jangan lupa ia pun menetapkan standar baku : wawancara sumber hanya dikakukan di studio. Tamu yang diundang harus ke sana. Dia tidak seperti YouTuber kebanyakan yang kompromistis, bisa mendatangi sumbernya.</p>
<p>Di hampir semua bidang yang ditekuni Deddy memang selalu menetapkan standar tinggi. Dia total. Tidak mengenal standar yang tanggung- tanggung. Maka di bidang apapun hasil karyanya optimal.</p>
<p><strong>Kontoversi Siti Fadillah</strong></p>
<p>Ada beberapa konten Channel YouTubenya yang menarik perhatian luas masyarakat. Salah satu, wawancaranya dengan mantan Menkes DR Siti Fadilah. Mengulas soal pandemi virus Covid19. Penontonnya lebih sepuluh juta. Siti Fadillah waktu itu masih dalam penguasaan Kementerian Hukum dan Ham karena statusnya masih menjalani hukuman ketika diwawancara Deddy.</p>
<p>Wawancara itu menimbulkan kontroversi. Sempat dimasalahkan oleh Kemenkumham. Tapi Siti Fadillah sedang dirawat di RSPAD waktu Deddy mewawancarainya di kamar perawatan RS. Tentu itu menjadi hak pribadi Siti Fadilah, dan wawancara dengan Deddy atas persetujuannya. Clear.</p>
<p>Lepas dari situ, legalitas Deddy dimasalahkan sebagai pewawancara oleh berbagai pihak di media. Dianggap melanggar UU Pers karena Deddy bukan wartawan dan saluran YouTube nya bukanlah media pers.</p>
<p>Betulkah? Ketika ditanya wartawan, saya mencoba menerangkan.<br />
Deddy memang bukan wartawan dan dan saluran Youtubenya bukan media pers sesuai kriteria resmi di Dewan Pers.<br />
Format wawancaranya memang masuk kategori karya jurnalistik. Tapi tidak pelanggaran aturan, walau Deddy bukan wartawan. Menyalurkan informasi ke masyarakat bukan monopoli wartawan. Pasal 17 UU Pers 40/99 mengakomodasi peran serta masyarakat dalam berpendapat dan menyalurkan pendapat berbagai pihak yang berkompeten.</p>
<p>Adapun YouTube atau rumpun media sosial lain seperti Instagram, Twitter, dan Facebook— adalah &#8220;saluran lain &#8221; informasi sesuai Pasal 1 UU Pers yang sama. Yang penting dijaga, saluran itu tidak digunakan menyalurkan informasi bohong, fitnah, ujaran kebencian, pornografi, dah mengadu domba golongan masyarakat, agama, etnis, atau SARA — aman.</p>
<p>Jika pelanggaran itu dilakukan siapapun akan berhadapan dengan jerat hukum UU ITE, UU Pornografi, dan sebagainya. Wartawan saja pun jika melanggar ketentuan itu di media sosial akan berhadapan dengan UU itu. Bukan UU Pers.</p>
<p>Media sosial sesungguhnya tidak bebas nilai, seperti dikira oleh sebagian penggiat medsos. Rumpun media sosial itu memiliki aturan ketat. Kapan mengancam perpecahan suatu bangsa, otoritas medsos itu akan take down. Presiden AS Donald Trump saja kena sanksi itu.</p>
<p>Saya mengenal Deddy seumur karirnya di televisi. Saya sering menulis dan menayangkan aksi spektakuler di tabloid maupun di program televisi C&amp;R di RCTI. Penerima Merlin Award untuk Mentalis Terbaik Dunia dua kali berturut-turut itu, juga berbakat sebagai penulis buku. Dia sudah menulis 5 buku. Semacam &#8221; pertanggungjawaban&#8221; ilmiah atas aksi &#8211; aksi spektakulernya.</p>
<p><strong>Panjat Gedung C&amp;R</strong></p>
<p>Saya diminta memberi pengantar pada buku pertamanya &#8221; Mantra&#8221; (2005.). Tahun itu juga ia menghadiahi saya atraksi illusionis pada syukuran ulang tahun saya ke 50.</p>
<p>Setahun kemudian, pada peresmian gedung Tabloid C&amp;R (2006) ia juga memberi kado berupa atraksi spektakuler. Yaitu memanjat gedung baru Tabloid C&amp;R. Bak superman, Deddy menaiki gedung baru Cek&amp;Ricek di Meruya Hilir, Jakarta Barat dengan kondisi badan tegak. Atraksi itu digelar pada Jumat(24/8/2006). Kendati terlihat tenang, Dedy mengaku sempat gugup ketika akan beraksi. Pasalnya, saat itu angin bertiup cukup kencang padahal Dedy melawan gaya gravitasi dan tanpa pengaman.</p>
<p>Ayah Azkanio Nikola Corbuzier ini juga tak mau hanya merayap seperti layaknya pemanjat tebing. Untunglah hambatan itu berhasil diatasi sehingga Dedy bisa berjalan tegak hingga atap gedung. Saya enggak mau merayap,” kata penggemar warna hitam ini.</p>
<p>Terlahir dengan nama Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo, 28 Desember 1976 di Jakarta. Ia memulai aksi spektakulernya pertama kali di panggung Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol. Stasiun RCTI kemudiannya memberi slot khusus, sehingga aksinya ditonton masyarakat luas.</p>
<p>Deddy langsung menggebrak dengan berbagai atraksi yang bikin kita takjub. Yang bikin kita mafhum, jenis atraksinya, memang berbeda &#8220;maqom&#8221; dengan sulap yang selama ini kita kenal. Pantas saja Deddy tidak mau disebut pesulap. Pemunculannya berdekatan dengan kedatangan illusionis dunia David Coverfield di Jakarta. Kita langsung mengerti, aliran Deddy memang menjadi tren dunia kala itu. Dan di Indonesia Deddy Corbuzier pelopornya.</p>
<p>Apa yang membuatnya dia tiba- tiba balik kanan tinggalkan sosial media?<br />
Satu-satunya jejak digital yang dapat dicatat sebelum mengundurkan diri, terkait kekecewaanya pada penangkapan Dinar Candy. Tidak lama setelah wanita itu melakukan aksi menolak perpanjangan PPKM dengan berjalan di pinggir jalan, ia pun ditangkap polisi. Pas di hari Deddy menjadwalkan mewawancarai dia.</p>
<p>Deddy masgul. Ia menyebut<br />
penetapan tersangka Dinar Candy hanya sekedar lucu-lucuan. Ia minta polisi menjelaskan kaitan pornografi dengan aksi bikini Dinar Candy menolak perpanjangan PPKM.</p>
<p>Adakah karena kasus itu, Deddy kecewa ? Banyak yang meragukan.</p>
<p>Ada juga yang menghubungkan perubahan alam pikiran dan suasana batin secara drastis dengan posisinya sebagai Mualaf. Sejak memeluk agama Islam, Deddy dibimbing oleh Ustaz Felix Siauw sebagai guru spritualnya. Dia banyak mengikuti kajian Sunnah Mendalami seluruh Sunnah Rasul Muhammad SAW yang berorientasi pada kehidupan Akherat. Yang memandang kehidupan duniawi dengan segala asesorisnya hanya tipuan belaka.</p>
<p>Adakah itu penyebabnya, wallahualam. Tidak ada konfirmasi. Tapi kalau itu benar, tunggu saja Deddy akan kembali dengan kejutan baru, dengan konten -konter siar agama yang memperkaya batin.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/misteri-deddy-corbuzier-tinggalkan-zona-nyaman-youtuber-rp-5-m-perbulan/">Misteri Deddy Corbuzier : Tinggalkan Zona Nyaman YouTuber Rp.5 M Perbulan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telur Ayam Kampung &#038; Garuda Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/telur-ayam-kampung-garuda-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 04:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#CatatanIlhamBintang]]></category>
		<category><![CDATA[#GarudaIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada dua produk asli Indonesia yang paling membanggakan. Belum ada tandingannya. Yaitu : telur ayam kampung &#8212; yang entah sudah berusia berapa abad &#8212;...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/telur-ayam-kampung-garuda-indonesia/">Telur Ayam Kampung &#038; Garuda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua produk asli Indonesia yang paling membanggakan. Belum ada tandingannya. Yaitu : telur ayam kampung &#8212; yang entah sudah berusia berapa abad &#8212; dan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia yang berusia 72 tahun 26 Januari lalu.</p>
<p>Paling tidak bagi saya sendiri. Subyektifnya : historis membuat saya merasa punya hubungan emosional atau hubungan batin dengan keduanya.</p>
<p>Saya hanya mau makan telur setengah matang dari telur ayam kampung. Minum madu dicampur telur, telurnya harus dari ayam kampung. Minum jamu campur madu dengan telur ayam kampung. Kuat sekali kesan yang tertanam : telur ayam kampung berkhasiat sehat dan kuat.</p>
<p><strong>Pendaratan yang smooth</strong></p>
<p>Begitu pun dengan Garuda Indonesia. Saya hanya merasa nyaman jika bepergian dengan pesawat Garuda. Perjalanan domestik maupun internasional. Kecuali kepepet, misalnya karena destinasi yang dituju tidak diterbangi Garuda. Dulu saya keliling Spanyol pun dengan penerbangan joint Garuda &#8211; KLM. Dibandingkan dengan KLM sendiri&#8211; cikal bakal Garuda &#8212; Garuda lebih dalam urusan kenyamahan di dalam kabin pesawat.</p>
<p>Dari usia bocah juga saya mengenal sejarah Garuda hingga merasakan riil pelayanan dan kenyamanan dalam penerbangan Garuda yang kelas dunia.<br />
Saya terbang pertama kali naik Garuda pada usia 12 tahun, ketika Garuda baru punya pesawat Convair dan Electra.<br />
Salah satu kelebihan Garuda yang diakui dunia yaitu &#8220;kemewahan&#8221; dalam pendaratannya.</p>
<p>Saat roda &#8211; roda belakang pesawat menyentuh pertama kali landasan, kehalusannya membekas di relung hati. Serasa kita mendaratkan tubuh di kasur. Silahkan saja cari pembanding dengan maskapai paling maju pun di dunia.</p>
<p><strong>Turbulensi</strong></p>
<p>Hingga kini, zaman now, era milenial, tidak luntur kepercayaan pada telur ayam kampung.</p>
<p>Seperti itu juga dengan Garuda Indonesia. Kita tetap memilih terbang dengan pesawat itu meski manajemennya gonjang- ganjing.<br />
Berbeda dengan telur ayam kampung yang stabil, manejemen Garuda sering hadapi turbulensi. Sering hadapi sorotan publik.</p>
<p>Saya ingat saat perubahan logonya menjadi seperti sekarang, berhari- hari menjadi polemik di tengah masyarakat.</p>
<p>Karikatur Harian Kompas menggambarkan logonya mirip ayam. Terbanglah bersama ayam, sindirnya. Mungkin karena kedekatan, merasa ada ikatan batin, maka publik punya perasaan memiliki Garuda. Itu yang menyebabkan riak sekecil apapun akan jadi sorotan masyarakat. Kelebihan lain Garuda yang tidak boleh diabaikan adalah Brandnya. Brandnya menjadi intangible asset.</p>
<p>Aset tak berwujud (aset nonmoneter) tapi teridentifikasi. Tanpac wujud fisik tetapi membawa manfaat ekonomi masa depan ke perusahaan. Sebuah manfaat di mana hak-hak istimewa, atau posisi yang menguntungkan itu untuk menghasilkan pendapatan.</p>
<p>Sudah berselang lima tahun Garuda alami problem multidimensional Problem terbesar dalam sejarah maskapai itu. Sudah sampai mengancam &#8221; jiwanya&#8221;.</p>
<p>Pemerintah berdosa besar jika membiarkan Garuda lenyap terkubur oleh masalahnya.</p>
<p>Kerugian Garuda sebesar apapun, hemat kita belum seberapa jika dibandingkan dengan banyak kasus di industri lain yang toh pernah ditolong pemerintah. Tidak seberapa beban utangnya dibandingkan dengan kasus BLBI dulu yang dengan senang hati ditalangin pemerintah. Kita berharap Pemerintah sebagai pemegang saham terbesar tidak tinggal diam.</p>
<p>Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS) akan digelar PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) 13 Agustus 2021, mudah-mudahan RPUS itu menjadi pamungkas penyelesaian masalah Garuda. Salah satu agendanya adalah perombakan Direksi dan Komisaris. Kita apresiasi langkah ini.</p>
<p>Kata orang bijak &#8220;daripada terus menerus mengutuki kegelapan lebih baik mulai nyalakan lilin&#8221;. Silahkan saja angkat direksi baru. Kabar selentingan, direktur keuangan sekarang, Prasetio, kandidat kuat untuk Jabatan Dirut Garuda. Silahkan saja merampingkan badan komisaris, menjadi tinggal dua pun tak apa&#8211;apa. Persis seperti yang pernah diutarakan Menteri BUMN Erick Tohir. Menurut kabar calon kuat untuk komisaris ini adalah Chairal Tanjung dan Elisa Lumbantoruan.</p>
<p><strong>Bawa Garuda mengangkasa</strong></p>
<p>Jangan gaduh lagi. Ayo segera terbangkan Garuda mengarungi angkasa luas. Seperti telur dan ayam kampung. Yang brandnya kuat berabad-abad.<br />
Heh! Jangan main- main dengan ayam kampung.Sebuah riset dari North Carolina Unversity menunjukkan telur ayam kampung mengandung lemak tidak jenuh (monounsaturated fats dan polyunsaturated fats) yang lebih banyak ketimbang telur ayam negeri.</p>
<p>Dikutip dari &#8220;Hello Sehat&#8221; telur ayam kampung mengandung 150 kalori, 13 gram protein, 1,5 gram karbohidrat, dan 10 gram lemak. Dengan begitu, telur ayam kampung mengandung sedikit lebih banyak protein dan karbohidrat jika dibandingkan dengan telur ayam negeri. Selain mengandung lebih banyak protein dan karbohidrat, telur ayam kampung juga mengandung vitamin E dan lemak yang lebih banyak dibandingkan telur ayam negeri. Kandungan tersebut diketahui sangat baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan meningkatkan kekebalan tubuh.</p>
<p>Telur ayam kampung dihasilkan dari ayam yang berkembang biak dan tumbuh secara liar. Dilepas saja untuk mencari makan sendiri dengan mengonsumsi makanan yang ada di sekitar mereka, seperti bijian, serangga, dan ulat. Sedangkan telur ayam negeri dihasilkan dari &#8220;fabrikasi&#8221; ayam hasil perkembangbiakan dan diberi pakan yang mengandung vitamin dan nutrisi lain yang bisa dikatakan semacam &#8220;dopping&#8221;.</p>
<p>Ayam negeri merupakan ras ayam hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi. Umumnya ayam negeri dibudidayakan memang untuk tujuan komersil.</p>
<p><strong>Convair dan Electra</strong></p>
<p>Sebagai penutup, izinkan saya lanjutkan sedikit lagi nostalgia dengan Garuda Indonesia.</p>
<p>Saya sudah menikmati semua kelas di kabin pesawat Garuda. Mulai kelas ekonomi bayar separuh, kelas bisnis, hingga firstclass yang bisa tidur dalam dalam satu kamar.</p>
<p>Ekonomi bayar separuh? Iya, waktu itu penentuan harga tiket untuk anak &#8211; anak tidak seperti sekarang. Cukup dengan anak mengenakan celana pendek, hehehe, maka tiket dikenakan 50 %. Begitu sampai di bandara cepat ganti celana panjang di kamar mandi.</p>
<p>Saya pertama kali ke Amerika Serikat juga dengan Garuda di tahun 1991. Yang rutenya : Jakarta- Denpasar- Biak- Honolulu &#8211; Los Angeles. Perjalanan sekitar 20 jam, tapi merasakan sensasi dua kali matahari terbit dan dua kali matahari terbenam. Ke Eropah pertama kali juga naik Garuda. Penerbangan langsung 12 jam dengan pesawat berbadan lebar.</p>
<p>Berkali- kali ke Tanah Suci seluruhnya dengan Garuda. Bahkan, hingga sekarang Garuda masih berhutang dua tiket bisnis return Jakarta -Jeddah/ Madinah kepada kami.</p>
<p>Ihwal itu, 27 Februari tahun lalu. Pas di hari keberangkatan ke Tanah Suci tiba- tiba Pemerintah Saudi membatalkan visa seluruh jemaah umrah. Apalagi penyebabnya kalau bukan pandemi Covid19. Karena hubungan batin dengan Garuda, saya menunggu saja sampai kapan pun refund dua tiket return kelas bisnis Jakarta &#8211; Jeddah/ Madinah mau dibayarkan. Mau cash atau voucher penerbangan senilai itu, terserah.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/telur-ayam-kampung-garuda-indonesia/">Telur Ayam Kampung &#038; Garuda Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/197 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.069 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 11:14:59 by W3 Total Cache
-->