<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#cagarbudaya Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/cagarbudaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/cagarbudaya/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Oct 2023 03:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#cagarbudaya Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/cagarbudaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arkeolog: Indarung I Aset Penting</title>
		<link>https://prokabar.com/arkeolog-indarung-i-aset-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2023 03:13:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Arkeolog dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lutfi Yondri menilai secara arkeologi jika Pabrik Indarung I PT Semen Padang memiliki potensi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/arkeolog-indarung-i-aset-penting/">Arkeolog: Indarung I Aset Penting</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Arkeolog dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lutfi Yondri menilai secara arkeologi jika Pabrik Indarung I PT Semen Padang memiliki potensi sangat luar biasa.</p>
<p>&#8221; sangat banyak pengetahuan yang bisa diambil di balik sisa-sisa bangunan lama tersebut,&#8221; katanya saat berkunjuung ke Pabrik Indarung I dalam rangka Observasi Lapangan Penyusunan Rencana Induk Pelestarian Cagar Budaya.</p>
<p>&#8220;Namun, yang paling utama adalah tentang industri semen, terutama bagaimana semen diolah sejak 1913, kemudian berkembang sampai teknologi modern,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Di samping itu, katanya melanjutkan, jangan biarkan Pabrik Indarung I ini berdiri sendiri. Unsur penting lainnya yang ikut menunjang, seperti kelistrikan dan sumber bahan baku juga harus menjadi bagian dari pengelolaan Cagar Budaya Nasional. Apalagi, Pabrik Indarung I ini juga diusulkan menjadi warisan dunia.</p>
<p>&#8220;Indarung I ini aset penting dan Semen Padang dalam pengelolaannya tidak bisa sendiri. Harus ada keterlibatan Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi dan Nasional,&#8221; ungkap alumni Magister Humaniora Arkeologi Universitas Indonesia (UI) asal Bukittinggi itu.</p>
<p>Menurut Lutfi, keterlibatan pemerintah daerah hingga pusat sangat dibutuhkan, karena butuh dana yang besar, terutama dalam hal revitalisasi dan merekontruksi pengetahuannya atau militerasi tentang sejarah dari Pabrik Indarung I yang nantinya bisa menjadi sumber pengetahuan. Karena, rekontruksi pengetahuan itu sejalan dengan bukti fisiknya.</p>
<p>&#8220;Memang revitalisasi ini butuh dana besar. Dan, walupun sulit Pabrik Indarung I ini dihidupkan kembali, minimal kita bisa membuat video atau film animasinya yang bisa menggambarkan pabrik ini beroperasi pada zamannya, sehingga mudah dicerna oleh generasi sekarang ini. Dan, dengan demikian keberadaan Pabrik Indarung I ini nantinya tidak hanya cerita,&#8221; ujar Lutfi.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan Pamong Budaya Ahli Utama Bidang Pemusiuman Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek Siswanto. Kata dia, secara pribadi dia menilai potensi Pabrik Indarung I sangat luar biasa untuk dimanfaatkan, terutama sebagai museum situs ataupun museum industri.</p>
<p>Untuk itu, siapa pun pengelolanya nanti, dia berharap keberadaan Pabrik Indarung I ini bisa menjadi tempat edukasi ilmu pengetahuan, sehingga generasi sekarang ini mengetahui bagiamana sejarah dari berdirinya Pabrik Indarung I tersebut.</p>
<p>&#8220;Indarung I ini pabrik semen pertama di Asia Tenggara dan sangat potensial dikembangkan sebagai museum industri atau museum situs, sehingga orang yang datang berkunjung ke Pabrik Indarung I ini bisa berinteraksi langsung kepada bendanya, koleksinya, dan situsnya, sehingga edukasi ilmu pengetahuan ada di situ. Apalagi, di Indonesia kan belum ada museum situs,&#8221; katanya.</p>
<p>Kemudian, terkait kunjungan lapangan ke Pabrik Indarung I, Siswanto menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk merancang rencana induk kelestarian cagar budaya nasional. Dan, dari kunjungan ini pihaknya akan mencari praktek baik dan praktek buruk, sekaligus bagaimana pengelolaan cagar budaya Nasional Pabrik Indarung I.</p>
<p>&#8220;Kemarin, kami sudah mengimpun bagaimana pengelolaan-pengelolaannya, mulai dari regulasi, tata kelola, masyarakat, dan pemerintah daerahnya, termasuk Semen Padang, bagaimana pengelolaan rencananya dan sebagainya. karena yang kami susun nanti adalah, bagaimana dalam pelestarian cagar budaya nasional itu memperhatikan rekomendasi-rekomendasi dari TACBN. Namun, yang penting adalah kelestarian dari cagar budaya itu sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, katanya melanjutkan, yang lebih penting lagi bagaimana dampak pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya tersebut, dan dampaknya terhadap masyarakat seperti apa, serta dampak terhadap cagar budaya itu sendiri juga seperti apa. &#8220;Tapi yang jelas, bagaimana Semen Padang dan pemerintah daerah memperhatikan rekomendasi dari TACBN. Karena, kami sepakat ini untuk diperhatikan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati menyampaikan bahwa Pabrik Indarung I telah ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya Nasional pada Februari 2023. Dan, di dalam kawasan Cagar Budaya Nasional ini, juga terdapat PLTA Rasak Bungo yang didirikan 1908. Pada era Pemerintahan Hindia Belanda, pabrik semen ini bernama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM).</p>
<p>Anita menyebut Pabrik Indarung I memulai sejarahnya pada tahun 1906, saat seorang perwira Belanda berkebangsaan Jerman bernama Carl Christophus Lau, mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk dapat mendirikan pabrik semen di Indarung, Padang. Begitu dibangun pada 18 Maret 1910, Pabrik Indarung I mulai beroperasi di tahun 1913 dengan kapasitas produksi sebesar 22,9 ribu ton semen per tahun.</p>
<p>Pabrik semen ini memiliki 5 Kiln. Untuk Klin pertama yang selesai dibangun pada 1911, kapasitas produksi sebesar 76,5 ton semen per hari, sama dengan Klin kedua yang dibangun pada 1912. Pada tahun 1939, Pabrik Indarung I meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 170 ribu ton semen per tahun. Peningkatan produksi semen ini pun dilakukan dengan menambah jumlah Kiln dari 2 menjadi 5.</p>
<p>Menurut Anita, Pabrik Indarung I ini merupakan satu kesatuan dengan Tambang Batubara di Sawahlunto dan Emma Haven atau Pelabuhan Teluk Bayur Padang. &#8220;Kenapa kami sebut sebagai satu kesatuan? Karena, Batubara untuk memproduksi semen berasal dari Tambang Batubara Sawahlunto dan untuk pendistribusian semennya ke berbagai negara di dunia, melalui Pelabuhan Emma Haven,&#8221; kata Anita.</p>
<p>Observasi Lapangan ke Pabrik Indarung I itu turut dihadiri Pamong Budaya Ahli Madya dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Vera Imelda, beserta Analis Budaya Muhammad Ikli, dan juga Anggota Tim Kerja Warisan Budaya yang Dilindungi. Kemudian, juga hadir Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) R. Widiati, Dosen Arkeologi Universitas Indonesia Ghilman Assilmi, dan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Padang Syamdani.<strong> (*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/arkeolog-indarung-i-aset-penting/">Arkeolog: Indarung I Aset Penting</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indarung I Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/indarung-i-ditetapkan-sebagai-cagar-budaya-peringkat-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 15:08:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#semen padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=111778</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menetapkan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Penetapan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indarung-i-ditetapkan-sebagai-cagar-budaya-peringkat-nasional/">Indarung I Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menetapkan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Penetapan itu dilakukan setelah adanya rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) pada November 2022.</p>
<p>Ditetapkan di Jakarta pada 27 Februari 2023, penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional itu ditandatangani langsung oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, melalui Surat Keputusan Mendikbudristek No 54/M/2023 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya Pabrik Semen Indarung I Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.</p>
<p>Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt. Tumangguang Basa mengaku bangga dan bersyukur atas penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Apalagi, perjuangan untuk menjadikan Cagar Budaya Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional tidaklah mudah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kami bangga dan bersyukur sekali. Karena kerja keras kami akhirnya membuahkan hasil setelah melalui jalan panjang. Mulai dari penetapan Cagar Budaya Peringkat Kota hingga Penetapan Cagar Budaya Peringkat Provinsi, dan setelah itu diusulkan ke Peringkat Nasional,&#8221; kata Asri Mukhtar, Selasa (7/3/2023).</p>
<p>Setelah penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional, sebut Asri Mukhtar, pihaknya semakin mantap mengajukan Kawasan Cagar Budaya Pabrik Semen Indarung I Semen Padang yang didalamnya juga terdapat PLTA Rasak Bungo, sebagai World Heritage dari Unesco.</p>
<p>Untuk itu, pihaknya juga berharap dukungan dari semua pihak. &#8220;Saat ini, kami telah mengajukan dokumen Tentative List sebagai awal proses pendaftaran Indarung I sebagai world heritage ke Kemendikbutristek”, Ujarnya.</p>
<p>“Kami berharap dukungan dan doa dari semua stakeholder agar semua tahapan dapat kami lalui dengan baik. Mewujudkan Indarung I menjadi Cagar Budaya Warisan Dunia sekaligus sebagai destinasi wisata edukasi persemenan terkemuka di dunia”, tutup Asri. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indarung-i-ditetapkan-sebagai-cagar-budaya-peringkat-nasional/">Indarung I Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi VI DPR-RI Dukung Kawasan Indarung I Semen Padang Menjadi World Heritage</title>
		<link>https://prokabar.com/komisi-vi-dpr-ri-dukung-kawasan-indarung-i-semen-padang-menjadi-world-heritage/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2022 13:46:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Komisi VI DPR-RI berkunjung ke PT Semen Padang dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR-RI ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/komisi-vi-dpr-ri-dukung-kawasan-indarung-i-semen-padang-menjadi-world-heritage/">Komisi VI DPR-RI Dukung Kawasan Indarung I Semen Padang Menjadi World Heritage</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Komisi VI DPR-RI berkunjung ke PT Semen Padang dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR-RI ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2022-2023, Jumat (16/12/2022) siang.</p>
<p>Disambut Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Donny Arsal dan seluruh jajaran Direksi PT Semen Padang yang terdiri dari Dirut Asri Mukhtar, Direktur Operasi, Indrieffouny Indra dan Direktur Keuangan &amp; Umum, Oktoweri, di Wisma Indarung, rombongan Komisi VI itu menyambangi Pabrik Indarung I yang merupakan situs bersejarah yang didirkan 18 Maret 1908.</p>
<p>Rombongan Komisi VI DPR-RI itu terdiri dari Ketua Komisi VI Faisol Riza, Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima dan Mohammad Hekal, Sekretaris Komisi VI, Elly Rachmat Yasin (Fraksi PPP), dan sejumlah anggota Komisi VI DPR-RI. Dua diantaranya, berasal dari Dapil Sumbar, yaitu Andre Rosiade (Fraksi Gerindra) dan Nevi Zuairina (Fraksi PKS).</p>
<p>Kemudian, anggota Komisi VI DPR-RI lainnya yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, adalah Adisatrya Suryo Sulistio (Fraksi PDIP), Rieke Diah Pitaloka (Fraksi PDIP), Dr. Evita Nursanty (Fraksi PDIP), Subardi (Fraksi Nasdem), Melani Leimena Suharli (Fraksi Demokrat), dan Eko Hendro Purnomo (Fraksi PAN).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI mengapresiasi PT Semen Padang yang saat ini tengah mengupayakan Kawasan Indarung I Semen Padang untuk dijadikan World Heritage. Karena, di dalam Kawasan Indarung I Semen Padang ini terdapat situs bersejarah, yaitu Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI, Aria Bima, selaku Pimpinan Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR-RI mengatakan, Pabrik Indarung I Semen Padang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara. Tentunya, Pabrik Indarung I ini memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia, bahkan dunia.</p>
<p>Hal itu, sebut Aria Bima, dibuktikan dengan banyaknya bangunan mahakarya di Indonesia yang dibangun menggunakan semen dari Pabrik Indarung I Semen Padang ini. “Di antaranya, Monas, Hotel Indonesia, Gedung Sate, dan berbagai bangunan mahakarya lainnya. Bangunan-bangunan mahakarya itu pun memiliki nilai-nilai historis,” kata Aria Bima.</p>
<p>Tentunya, kata Aria Bima melanjutkan, Komisi VI perlu mengapresiasi Semen Padang, karena upaya menjadikan Kawasan Indarung I sebagai World Heritage adalah bagian dari menjaga dan melestarikan budaya sejarah untuk generasi penerus yang ada di Sumbar. Apalagi, baru-baru ini Pemprov Sumbar juga telah menetapkan kawasan Indarung I Semen Padang menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi.</p>
<p>“Penetapan pabrik semen berusia 112 tahun ini harus kita dorong untuk dijadikan World Heritage. Karena, selain usia lebih satu abad, Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo mempunyai sejarah yang luar biasa, termasuk teknologinya juga luar biasa pada masanya. Semen yang diproduksi Pabrik Indarung I tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga negara-negara lainnya di dunia,” ujar Aria Bima.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Aria Bima juga menyampaikan bahwa kunjungan ke PT Semen Padang tidak terlepas dari keinginan Komisi VI agar PT Semen Padang terus meningkatkan kualitas dan kapasitasnya, supaya bisa leading dan juga leader. “Jadi, selain melihat Pabrik Indarung I, dalam kunjungan ini kami sampaikan bahwa kami ingin positioning atau branding Semen Padang tetap dipertahankan,” katanya.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi VI, Dr. Evita Nursanty. Kata dia, Pabrik Indarung I Semen Padang harus menjadi alternatif utama pariwisata bernuansa budaya dan edukasi bagi Sumbar ke depannya. Namun begitu, dia menyarankan ke Semen Padang untuk membuat grand desain yang lebih jelas. &#8220;Saya berharap grand desain dari pabrik Indarung I ini bisa terlihat dengan jelas,” ungkapnya.</p>
<p>Anggota DPR-RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar I, Andre Rosiade juga setuju Pabrik Indarung I menjadi World Heritage dan pusat wisata budaya di Sumbar. Karena, sejarah Semen Padang ini luar biasa. Peradaban beton di Indonesia bahkan Asia Tenggara itu dimulai dari Pabrik Indarung I ini.</p>
<p>&#8220;Pabrik Semen Gresik yang juga bagian dari Semen Indonesia Group, itu juga dibangun pakai semen dari Pabrik Indarung I ini. Untuk itu, saya berharapKementerian BUMN juga mendukung pengembangan Indarung I ini,” ungkap Andre Rosiade.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Anggota Komisi VI lainnya, Rieke Diah Pitaloka, mengajak untuk bersama-sama berjuang mewujudkan Kawasan Indarung I Semen Padang menjadi World Heritage. Apalagi, kata dia, informasi terbaru soal Kawasan Indarung I yang dia dapat, sudah ditetapkan sebagai Nasional Heritage atau Cagar Budaya Nasional.</p>
<p>“Alhamdulillah, kalau tidak salah sudah direkomendasikan pada 24 November kemarin, Indarung I menjadi Nasional Heritage. Selanjutnya, mari kita dukung menjadi World Heritage dan juga menjadi Memori of the World yang diawali dengan Memori Kolektif Bangsa bersama Arsip Nasional,” kata Rieke.</p>
<p>Dia juga menyampaikan ada hal penting terkait arsip-arsip tentang Pabrik Indarung I. Menurutnya, Pabrik Indarung I bukan hanya persoalan semen yang diproduksi dan digunakan untuk membangun berbagai insfrasturktur, seperti membangun Kota Amsterdam, Kota Den Haag dan beberapa kota penting lainnya di dunia, termasuk Singapura dan juga Indonesia.</p>
<p>Akan tetapi, Pabrik Indarung I Semen Padang sebagai pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara menjadi sangat penting, karena memperlihatkan sejauh mana kualitas semen bisa diproduksi dengan baik oleh Indonesia. Untuk itu, ia berharap road map Kawasan Indarung I dibuat lebih serius lagi. Karena ini bukan hanya persoalan menjadi Memori of the World.</p>
<p>“Buat apa menjadi memori kalau tidak bisa mengembalikan kejayaan dan kedualatan Indonesia atas semen nasionalnya. Oleh karena itu, kami juga membutuhkan dukungan dari Kementerian BUMN untuk berkoordinasi dengan kementerian lain menyangkut moratorium izin pembangunan semen. Ini penting Pak Aria Bima, karena saya dengar akan dibangun pabrik semen dari luar, bukan semen industri nasional,” katanya.</p>
<p>Industri semen nasional, tambahnya, harus dapat dukungan politik dan dukungan dari negara. “Saya tidak yakin Semen Indonesia atau Semen Padang bisa survive kalau tidak ada dukungan politik dan negara terhadap industri semen nasional. Karena, persoalan industri semen bukan hanya masalah produksi semen, tapi persoalan bagaimana insfrasturuktur Indonesia bisa dibangun dengan baik. Karena, pada akhirnya insfrasturktur menjadi sangat penting,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dirut PT Semen Padang, Asri Mukhtar mengucapkan terima kasih kepada Komisi VI yang sudah datang berkunjung ke PT Semen Padang, termasuk mengunjungi situs bersejarah Pabrik Indarung I yang dulunya bernama dengan nama NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij atau NIPCM.</p>
<p>Saat ini, PT Semen Padang tengah mencari dan mengumpulkan dokumen-dokumen tentang Pabrik Indarung I di Belanda. Karena, pabrik ini dibangun di masa penjajahan Belanda. &#8220;Pabrik Indarung I ini terakhir beroperasi pada tahun 1999. Beberapa waktu lalu saat acara kesenian, Rieke Diah Pitaloka datang berkunjung dan melakukan orasi di pabrik ini dan disambut antusias masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Tentunya, kami mengucapkan Terima kasih, karena ini juga bagian dari promosi Indarung I juga. Di samping itu, pada hari Sabtu dan Minggu juga banyak masyarakat yang berkunjung ke Pabrik Indarung I untuk berfoto dan itu juga promosi buat kami,&#8221; sambung Asri Mukhtar.</p>
<p>Direktur Keuangan &amp; Umum PT Semen Padang, Oktoweri, menambahkan bahwa pihaknya mengaku bangga atas adanya dukungan dari Komisi VI DPR-RI terhadap upaya PT Semen Padang untuk menjadikan Kawasan Indarung I sebagai World Heritage. Dan tentunya, Semen Padang juga dengan bangga bisa menyampaikan sejarah Semen Padang sejak 1910.</p>
<p>“Kami dengan bangga bisa menyampaikan bahwa tahun 1910, adalah awal dimulainya era industri atau manufacture di Indonesia. Dan itu dimulai dari Pabrik Indarung I ini. Dari Pabrik Indarung I inilah semen dikirim ke seluruh Nusantara ketika itu, karena belum ada Indonesia. Tahun 1999, semua Kiln Indarung I disetop karena emisinya sudah tinggi dan tidak ekonomis. Dan ketika itu juga, Semen Padang sudah ada pabrik Indarung II/III, IV dan V,” katanya.</p>
<p>Terkait penetapan Cagar Budaya Kawasan Pabrik Indarung I Semen Padang, Oktoweri menyampaikan bahwa itu baru dilakukan tahun 2022. Dalam waktu 3 bulan, Kawasan Indarung I Semen Padang telah mendapatkan Cagar Budaya Peringkat Provinsi. Dan, sekarang sudah mencapai ke tahap Cagar Budaya Nasional. “Alhamdulillah, ini juga berkat dukungan stakeholder, yaitu Pemko Padang dan Pemprov Sumbar,” ujarnya.</p>
<p>Tahun 2023, tambah Oktoweri, Semen Padang akan siapkan sarana dan prasarana untuk Kawasan Pabrik Indarung I, termasuk pendaftaran World Heritage, serta pendaftaran Memori of The World yang prosesnya diperkirakan mencapai 2 tahun. “Ini mimpi kami. Mohon dukungan untuk kami,” kata Oktoweri. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/komisi-vi-dpr-ri-dukung-kawasan-indarung-i-semen-padang-menjadi-world-heritage/">Komisi VI DPR-RI Dukung Kawasan Indarung I Semen Padang Menjadi World Heritage</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indarung I Disetujui sebagai Cagar Budaya Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/indarung-i-disetujui-sebagai-cagar-budaya-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 10:47:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#semen padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=109240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) merekomendasikan Kawasan Indarung I Semen Padang yang di dalamnya terdapat situs Pabrik Indarung I dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indarung-i-disetujui-sebagai-cagar-budaya-nasional/">Indarung I Disetujui sebagai Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) merekomendasikan Kawasan Indarung I Semen Padang yang di dalamnya terdapat situs Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo, sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.</p>
<p>Rekomendasi terhadap kawasan pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu, disampaikan oleh Ketua TACBN, Surya Helmi didampingi anggota TACBN, saat sidang rekomendasi Kawasan Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional, yang digelar secara virtual, Kamis (24/11)</p>
<p>Sidang virtual itu juga dihadiri perwakilan Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbudristek, TACB Provinsi Sumbar, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumbar, dan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.</p>
<p>Sedangkan dari Semen Padang, hadir Direktur Keuangan &amp; Umum, Oktoweri, Komisaris Khairul Jasmi, Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan, Iskandar Z. Lubis, Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan, Nur Anita Rahmawati, dan Staf Capex yang juga Tim Pendaftaran Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya, Nurita Handayani.</p>
<p>Pada sidang tersebut, Helmi menyatakan bahwa Kawasan Indarung I direkomendasikan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional, karena secara prinsip Kawasan Indarung I Semen Padang telah memenuhi 5 kriteria yang ditetapkan dalam Undang-Undang No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.</p>
<p>&#8220;Kawasan Pabrik Indarung I Semen Padang ini memenuhi semua kriteria yang ditetapkan berdasarkan UU tentang Cagar Budaya. Ini merupakan rekor tertinggi, dengan proses yang sangat cepat. Sejauh ini belum ada Cagar Budaya Peringkat Nasional yang memenuhi semua kriteria seperti yang dicapai Kawasan Indarung I, bahkan dengan pencapaian ini Kawasan Indarung I bisa masuk MURI,&#8221; katanya.</p>
<p>Helmi pun memaparkan 5 kriteria yang tercantum pada Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pada pasal 42, kata dia, disebutkan bahwa Cagar Budaya dapat ditetapkan menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional, apabila memenuhi syarat berikut : Pertama, wujud kesatuan dan persatuan bangsa. Kedua, karya adiluhung yang mencerminkan kekhasan kebudayaan bangsa Indonesia.</p>
<p>Kemudian kriteria ketiga, Cagar Budaya yang sangat langka jenisnya, unik rancangannya, dan sedikit jumlahnya di Indonesia. Keempat, bukti evolusi peradaban bangsa serta pertukaran budaya lintas negara dan lintas daerah, baik yang telah punah maupun yang masih hidup di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sedangkan untuk kriteria kelima, sebagai contoh penting kawasan permukiman tradisional, lanskap budaya, dan/atau pemanfaatan ruang bersifat khas yang terancam punah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Helmi pun berharap jika nantinya Kawasan Pabrik Indarung I sudah ditetapkan menjadi Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, maka hendaknya Semen Padang dan semua pihak terkait, bersama-sama untuk dapat melanjutkannya ke proses Heritage sebagai Warisan Dunia dari UNESCO.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Keuangan &amp; Umum PT Semen Padang, Oktoweri, mengaku senang dan bersyukur atas adanya rekomendasi dari TACBN, bahwa Kawasan Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Nasional Peringkat Nasional.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, kami tentunya bangga dengan adanya rekomendasi ini. Apalagi, Kawasan Indarung I Semen Padang telah memenuhi 5 kriteria sebagai Cagar Budaya Nasional. Bahkan, belum ada Cagar Budaya Peringkat Nasional yang memenuhi ke &#8211; 5 kriteria ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Saat ini, kata Oktoweri melanjutkan, Semen Padang akan menunggu SK penetapan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional dari Kemendikbudristek. Dan, ditargetkan awal tahun depan SK-nya sudah keluar. Mudah-mudahan bisa terwujud.</p>
<p>&#8220;Kami juga sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berjuang dalam upaya menjadikan Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional, baik tim dari Cagar Budaya Kota, Provinsi dan Nasional,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, menambahkan bahwa sidang tentang rekomendasi penetapan Kawasan Indarung I Semen Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional ini dilakukan setelah sebelumnya, TACBN turun ke Semen Padang untuk visitasi lapangan.</p>
<p>Usai visitasi lapangan ke Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo, TACBN kemudian melakukan pra-sidang terhadap pabrik semen yang didirikan pada 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij atau NIPCM tersebut.</p>
<p>Dalam pra-sidang itu, TACBN menyimpulkan sementara bahwa Kawasan Pabrik Indarung I sangat layak dijadikan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Karena, telah memenuhi 4 dari 5 kriteria untuk syarat sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.</p>
<p>&#8220;Nah, sebelumnya kan ada 4 kriteria yang telah dipenuhi dan 1 kriteria ditunda. Sekarang semuanya kriteria berhasil dipenuhi. Dan tentunya, kami sangat bangga sekali dengan capaian kriteria tersebut,&#8221; kata Iskandar. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indarung-i-disetujui-sebagai-cagar-budaya-nasional/">Indarung I Disetujui sebagai Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indarung I Sangat Layak jadi Cagar Budaya Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/indarung-i-sangat-layak-jadi-cagar-budaya-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2022 03:31:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) mengunjungi PT Semen Padang untuk melakukan visitasi lapangan dan pra-sidang terhadap Kawasan Pabrik Indarung I Semen...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indarung-i-sangat-layak-jadi-cagar-budaya-nasional/">Indarung I Sangat Layak jadi Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) mengunjungi PT Semen Padang untuk melakukan visitasi lapangan dan pra-sidang terhadap Kawasan Pabrik Indarung I Semen Padang yang di dalamnya, terdapat situs Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo.</p>
<p>Hasil visitasi lapangan dan pra-sidang terhadap pabrik semen yang didirikan pada 18 Maret 1910 itu, TACBN menyimpulkan sementara bahwa Kawasan Pabrik Indarung I sangat layak dijadikan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.</p>
<p>&#8220;Kami menyatakan sangat layak, karena memenuhi 4 dari 5 kriteria untuk syarat Cagar Budaya Nasional. Dan, ini merupakan capaian tertinggi dalam sejarah pengusulan Cagar Budaya Nasional ke TACBN,&#8221; kata Ketua TACBN, Surya Helmi saat pra-sidang Kawasan Pabrik Indarung I yang digelar di Club House PT Semen Padang.</p>
<p>Pra-sidang terhadap Kawasan Pabrik Indarung I yang kini berusia 112 tahun itu, juga dihadiri Sekretaris TACBN, Natsir Ridwan Muslim, serta anggota TACBN yang terdiri dari Harry Truman Simanjuntak, Marsis Sutopo, R. P. Ugrasena Pranidhana, Iman Soedradjat, Lilie Suratminto dan Ninny Susanti Tejowasono.</p>
<p>Kemudian dari Semen Padang, hadir Direktur Operasional Indrieffouny Indra, Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan, Iskandar Z. Lubis, Kepala Unit Humas &amp; Kesekretaritan, Nur Anita Rahmawati, dan Staf Capex yang juga Tim Pendaftaran Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya, Nurita Handayani.</p>
<p>Selain itu, juga hadir tim dari Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbudristek, Ketua TACB Provinsi Sumbar, Dr. Sri Setiawati, M.A, beserta anggota Aprimas dan Jonny Wongso, serta Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Padang, Syamdani. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaifullah dan Plt Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumbar, Unri, juga hadir pada saat makan malam penyambutan sehari sebelumnya.</p>
<p>Sebelum pra-sidang, TACBN bersama rombongan mengunjungi Pabrik Indarung I dan juga PLTA Rasak Bungo untuk melihat apakah dokumen pengusulan Cagar Budaya Peringkat Nasional yang sebelumnya diusulkan Pemprov Sumbar ke Kemendikbudristek sesuai dengan kondisinya. Meski diguyur hujan lebat, rombongan tetap semangat untuk melakukan visitasi.</p>
<p>Lebih lanjut Helmi memaparkan 5 kriteria dalam pengusulan Cagar Budaya Peringkat Nasional tersebut. Kerita pertama, kata Helmi, menjadi wujud kesatuan dan persatuan bangsa. Kriteria kedua, karya adiluhung yang mencerminkan ciri khas kebudayaan bangsa Indonesia dan memiliki nilai intangible yang menginspirasi, serta memotivasi perusahaan lain.</p>
<p>Kemudian kriteria ketiga, Pabrik Indarung I yang didalamnya terdapat PLTA Rasak Bungo, memiliki Cagar Budaya yang sangat langka jenisnya, unik rancangannya dan sedikit jumlahnya di Indonesia. Kriteria keempat, menjadi bukti evolusi peradaban bangsa serta pertukaran budaya lintas negara dan lintas daerah, baik yang telah punah maupun yang masih hidup.</p>
<p>&#8220;Sedangkan kriteria kelima, menjadi contoh penting sebagai kawasan pemukiman tradisional, lanskap budaya dan/atau pemanfaatan ruang bersifat khas yang terancam punah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, Helmi berharap jika nantinya Kawasan Pabrik Indarung I ini ditetapkan menjadi kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, maka hendaknya Semen Padang dan semua pihak terkait, bersama-sama untuk dapat melanjutkannya ke proses Heritage sebagai Warisan Dunia dari UNESCO.</p>
<p>&#8220;Langkah dan proses dalam pengusulan Cagar Budaya Nasional sudah benar. Tinggal menunggu penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional. Tapi sebelum itu, akan kami lakukan sidang penetapan secara daring yang rencananya 24 November mendatang. Jika sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional, harapan kami mari bersama-sama kita mengajukan ke UNESCO,&#8221; bebernya.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan Anggota TACBN, Prof. Dr. Truman. Kata dia, Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo sangat layak sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Karena, punya nilai sejarah yang sangat penting, dibangun tahun 1910 dan menjadi satu-satunya pabrik besar di Indonesia ketika itu, sehingga keberadaannya menginspirasi pendirian pabrik semen lainnya.</p>
<p>&#8220;Selain itu, keberadaan Pabrik Indarung I yang didukung oleh PLTA Rasak Bungo juga memberikan banyak manfaat bagi bangsa, seperti mensuplai semen untuk pembangunan gedung-gedung penting di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia, serta berperan penting pada evolusi teknologi pada masanya,&#8221; kata Truman.</p>
<p>Anggota TACBN lainnya Lilie Suratminto pada kesempatan itu juga menyampaikan Kawasan Pabrik Indarung I ke depannya dapat dijadikan sebagai tempat edukasi untuk program &#8220;Merdeka Belajar Kuliah Merdeka&#8221;, dan juga untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu yang dipelajarinya.</p>
<p>&#8220;Jika ini dilakukan, maka keberadaan Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo ini akan bermanfaat bagi mahasiswa dalam pengembangan skill. Dan, tentunya secara tidak langsung, juga akan dapat memupuk rasa memilikinya. Apalagi, Pabrik Indarung I ini merupakan pabrik semen tertua di Asia Tenggara. Ke depan, kami harap agar pihak Semen Padang terus berkoordinasi dengan BPK Wilayah III Sumbar terkait pemanfaatan Indarung I dan PLTA Rasak Bungo untuk edukasi,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang, Indrieffouny Indra mengapresiasi TACBN dalam melakukan visitasi lapangan terhadap Kawasan Pabrik Indarung I yang sebelumnya, sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar No 430-815-2022 tertanggal 10 November 2022.</p>
<p>&#8220;Walaupun dalam kondisi hujan, TACBN bersama sejumlah rombongan tetap semangat mengunjungi pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada TACBN dan rombongan yang telah melakukan visitasi lapangan ke Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo,&#8221; kata Indrieffouny Indra.</p>
<p>Indrieffouny Indra yang akrab disapa Arif itu juga menyampaikan bahwa pengusulan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional yang nantinya akan dilanjutkan ke tahap proses Warisan Dunia dari UNESCO, merupakan bagian dari upaya Semen Padang untuk tetap mempertahankan kondisi pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo apa adanya.</p>
<p>&#8220;Kami tidak mau menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kami berniat pabrik semen yang didirikan pada 1910 itu, sebagai simbol heritage yang diwariskan ke generasi penerus nantinya. Begitu juga dengan PLTA Rasak Bungo yang usianya 2 tahun lebih tua dari Pabrik Indarung I yang hingga kini masih beroperasi,&#8221; ujar Arif.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, Pemprov Sumbar telah menetapkan Kawasan Pabrik Indarung I menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi yang di dalamnya terdapat situs bersejarah, yaitu Pabrik Indarung I yang telah berusia 112 tahun dan PLTA Rasak Bungo yang usianya kini sudah 114 tahun.</p>
<p>Penetapan pabrik semen kebanggaan masyarakat Sumbar itu dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar No 430–815-2022 tertanggal 10 November 2022. Pasca-penetapan, Pemprov Sumbar langsung mengajukan pengusulan ke Kemendikbudristek untuk dijadikan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/indarung-i-sangat-layak-jadi-cagar-budaya-nasional/">Indarung I Sangat Layak jadi Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pabrik Indarung I Semen Padang Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi</title>
		<link>https://prokabar.com/pabrik-indarung-i-semen-padang-ditetapkan-sebagai-cagar-budaya-peringkat-provinsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2022 00:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Komitmen PT Semen Padang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Sumbar untuk mewujudkan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Warisan Dunia dari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pabrik-indarung-i-semen-padang-ditetapkan-sebagai-cagar-budaya-peringkat-provinsi/">Pabrik Indarung I Semen Padang Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Komitmen PT Semen Padang bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Sumbar untuk mewujudkan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Warisan Dunia dari UNESCO terus diusahakan.</p>
<p>Baru-baru ini, Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) telah menetapkan Kawasan Cagar Budaya Indarung I menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi, yang di dalamnya terdapat situs bersejarah, yaitu Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo</p>
<p>Penetapan pabrik semen yang telah berusia 112 tahun itu dilakukan, setelah sebelumnya Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Walikota Padang, Hendri Septa, menetapkan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Kota.</p>
<p>Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis mengatakan, penetapan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi itu berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar No 430–815-2022 tertanggal 10 November 2022.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, untuk Cagar Budaya Peringkat Kota dan Peringkat Provinsi sudah kami dapat, dan selanjutnya dilakukan pengusulan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional yang ditargetkan bisa terwujud secepatnya,&#8221; kata Iskandar, Selasa (15/11/2022).</p>
<p>Untuk Cagar Budaya Nasional ini, kata Iskandar melanjutkan, Pemprov Sumbar bersama PT Semen Padang dan TACB Provinsi Sumbar akan mengusulkan penetapan status kawasan Pabrik Indarung I menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional.</p>
<p>Usulan tersebut akan disampaikan ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi . &#8220;Setelah diusulkan ke kementerian, kami pun akan menunggu bagaimana tindak lanjutnya, seperti dokumen yang perlu dilengkapi, kami siap untuk melengkapinya,&#8221; ujar Iskandar.</p>
<p>Iskandar mmenyampaika bahwa salah satu yang melatarbelakangi Semen Padang mengajukan Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional adalah sebagai pengingat dan juga kebanggaan masyarakat Minang dan Sumbar, bahwa peradaban beton di Indonesia itu dimulai dari Pabrik Indarung I.</p>
<p>&#8220;Untuk itu, kami butuhkan dukungan semua pihak. Karena, setelah adanya penetapan sebagai hanya Cagar Budaya Nasional, maka prosesnya akan lanjut ke warisan dunia dari UNESCO. Target kami, Kawasan Pabrik Indarung I sebagai Warisan Dunia bisa terwujud tahun 2024,&#8221; kata Iskandar.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua TACB Provinsi Sumbar, Dr. Sri Setiawati, M.A, yang juga merupakan Antropologi dari Universitas Andalas (Unand), menyebut Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan sebagai Cagar Budaya dan warisan dunia dari Unesco.</p>
<p>Selain usianya sudah lebih dari satu abad, kedua bangunan tua di kawasan PT Semen Padang ini punya nilai sejarah yang lua biasa, termasuk teknologinya juga luar biasa pada masanya. Bahkan, semen yang diproduksi Pabrik Indarung I tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga oleh negara-negara lain.</p>
<p>“Makanya target kami itu jadi warisan dunia, tidak hanya jadi bangunan Cagar Budaya,” kata Sri Setiawati saat memimpin kunjungan TACB Sumbar dan TACB Kota Padang ke Pabrik Indarung I dalam rangka verifikasi dokumen Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo yang dilakukan pada 24-26 September 2022. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pabrik-indarung-i-semen-padang-ditetapkan-sebagai-cagar-budaya-peringkat-provinsi/">Pabrik Indarung I Semen Padang Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang TACB Padang Rekomendasikan Penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Jadi Cagar Budaya Kota</title>
		<link>https://prokabar.com/sidang-tacb-padang-rekomendasikan-penetapan-kawasan-cagar-budaya-indarung-i-jadi-cagar-budaya-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2022 13:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=108099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Padang merekomendasikan penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I yang di dalamnya ada Situs Cagar Budaya Indarung...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sidang-tacb-padang-rekomendasikan-penetapan-kawasan-cagar-budaya-indarung-i-jadi-cagar-budaya-kota/">Sidang TACB Padang Rekomendasikan Penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Jadi Cagar Budaya Kota</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Padang merekomendasikan penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I yang di dalamnya ada Situs Cagar Budaya Indarung I dan Situs Cagar Budaya PLTA Rasak Bungo sebagai Cagar Budaya Kota Padang. Persetujuan itu disampaikan TACB Kota Padang melalui sidang penetapan yang dilaksanakan Minggu (23/10/2022).</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, hasil sidang TACB menyetujui rekomendasi penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I menjadi Cagar Budaya Kota Padang,&#8221; kata Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, usai sidang TACB.</p>
<p>Sidang rekomendasi penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I itu turut dihadiri Tim Pendaftaran Kawasan Cagar Budaya Indarung I sebagai Cagar Budaya Kota dari Pemko Padang. Kemudian dari PT Semen Padang, selain dihadiri Iskandar Z. Lubis, juga hadir Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang,  Nur Anita Rahmawati, dan anggota Tim Pendaftaran Kawasan Cagar Budaya Indarung I sebagai Cagar Budaya Kota Padang dari PT Semen Padang, Nurita Handayani.</p>
<p>Iskandar menyampaikan, dengan adanya rekomendasi dari TACB, maka Walikota Padang akan menetapkan Kawasan Cagar Budaya Indarung I menjadi Cagar Budaya Kota. Dan, untuk selanjutnya akan diproses pemeringkatan di Provinsi Sumbar hingga nasional.</p>
<p>&#8220;Jadi proses Cagar Budaya dilakukan secara paralel. Setelah Kota Padang, dilanjutkan ke nasional. Insya Allah tahun ini Kawasan Cagar Budaya Indarung I ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Apalagi, juga sudah ada dukungan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek,&#8221; ujar Iskandar.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati menambahkan bahwa untuk bisa mewujudkan target tersebut, PT Semen Padang bersama Tim Pendaftaran Kawasan Cagar Budaya Indarung I sebagai Cagar Budaya Kota Padang dari Pemko Padang akan segera menyiapkan dukomen untuk pemeringkatan ke Provinsi Sumbar.</p>
<p>&#8220;Dalam 1 minggu ini akan kami siapkan seluruh dokumen-dokumen berupa surat ke Gubernur Sumbar, termasuk surat keputusan penetapan dari Walikota Padang, serta surat ke Kemendikbudristek. Mudah-mudahan target tersebut dapat terwujud,&#8221; katanya.</p>
<p>Anita juga menyampaikan setelah nantinya Kawasan Cagar Budaya Indarung I ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, maka selanjutnya akan dilakukan pengurusan sebagai warisan dunia dari UNESCO. &#8220;Target kami, tahun 2024 menjadi warisan dunia dari UNESCO. Mudah-mudahan juga terwujud,&#8221; ujar Anita.</p>
<p>Ia menyampaikan, salah satu yang melatarbelakangi Semen Padang mengajukan Kawasan Cagar Budaya Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional adalah sebagai pengingat dan juga kebanggaan masyarakat Minang dan Sumatera Barat bahwa budaya beton di Indonesia itu dimulai dari Sumatera Barat .</p>
<p>Sebelumnya, Ketua TACB Provinsi Sumbar, Dr. Sri Setiawati, M.A, yang juga merupakan Antropologi dari Universitas Andalas (Unand), menyebut Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan sebagai Cagar Budaya dan warisan dunia dari Unesco.</p>
<p>Selain usianya sudah lebih dari satu abad, kedua bangunan tua di kawasan PT Semen Padang ini punya nilai sejarah yang luar biasa, termasuk teknologinya juga luar biasa pada masanya. Bahkan, semen yang diproduksi Pabrik Indarung I tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga oleh negara-negara lain.</p>
<p>“Makanya target kami itu jadi warisan dunia, tidak hanya jadi bangunan Cagar Budaya,” kata Sri Setiawati saat memimpin kunjungan TACB Sumbar dan TACB Kota Padang ke Pabrik Indarung I dalam rangka verifikasi dokumen Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo yang dilakukan pada 24-26 September 2022. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sidang-tacb-padang-rekomendasikan-penetapan-kawasan-cagar-budaya-indarung-i-jadi-cagar-budaya-kota/">Sidang TACB Padang Rekomendasikan Penetapan Kawasan Cagar Budaya Indarung I Jadi Cagar Budaya Kota</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dirjen Kebudayaan Minta Percepat Pengajuan Indarung I Menjadi Cagar Budaya Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/dirjen-kebudayaan-minta-percepat-pengajuan-indarung-i-menjadi-cagar-budaya-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 08:16:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#dirjenkebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107644</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar- Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Hilmar Farid minta percepatan pengajuan pabrik Indarung 1 dan PLTA Rasak Bungo...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dirjen-kebudayaan-minta-percepat-pengajuan-indarung-i-menjadi-cagar-budaya-nasional/">Dirjen Kebudayaan Minta Percepat Pengajuan Indarung I Menjadi Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar-</strong> Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Hilmar Farid minta percepatan pengajuan pabrik Indarung 1 dan PLTA Rasak Bungo menjadi Cagar Budaya Nasional.</p>
<p>&#8220;Pak Dirjen menyambut baik penetapan Cagar Budaya Indarung 1 dan PLTA Rasak Bungo oleh Walikota Padang. Beliau juga minta urusannya disegerakan sehingga sampai ke Menteri untuk dikaji dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional,&#8221; ungkap Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar usai bertemu dengan Dirjen Kebudayaan di Jakarta, Senin (10/10).</p>
<p>Asri Mukhtar menemui Dirjen Kebudayaan di Jakarta bersama tim Semen Padang, antara lain, Komisaris, Khairul Jasmi, Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan, Iskandar Z Lubis, Koordinator Pendaftaran Cagar Budaya Semen Padang, Nurita, dan Staf Humas, Akhmayanda Nasution.</p>
<p>Asri Mukhtar menjelaskan, tujuan kunjungan ke Dirjen Kebudayaan tersebut adalah untuk melaporkan progres pendaftaran Cagar Budaya Pabrik Indarung 1 dan PLTA Rasak Bungo. Selain itu, juga minta dukungan Dirjen, agar pabrik Indarung 1 dan PLTA Rasak Bungo menjadi Cagar Budaya Nasional.</p>
<p>Kunjungan ini dilakukan, kata Asri, setelah Pabrik Indarung 1 dan PLTA Rasak Bungo ditetapkan Walikota Padang sebagai Situs Cagar Budaya pada 3 Oktober 2022.</p>
<p>Pabrik Indarung 1 ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya berdasarkan SK Walikota Padang Nomor 426 Tahun 2022. Sementara PLTA Rasak Bungo ditetapkan dengan SK Walikota Nomor 425 Tahun 2022.</p>
<p>&#8220;Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Walikota Padang dan tim dari Dinas Kebudayaan Padang, Tim Ahli Cagar Budaya Padang dan Tim Ahli Cagar Budaya Sumbar yang telah memproses hingga Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo ditetapkan menjadi Situs Cagar Budaya Padang,&#8221; kata Asri.</p>
<p>Proses selanjutnya, kata Asri, diperlukan percepatan mendapatkan SK dari Gubernur dan mengirimkan surat ke DirJen Kebudayaan agar pengusulan menjadi Cagar Budaya Nasional disidang pemeringkatan di Dirjen Kebudayaan di awal November 2022.</p>
<p>Pertemuan tim PT Semen Padang dengan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Hilmar Farid merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada 28 Agustus 2022 juga dilakukan pertemuan di Dharmasraya. Pada pertemuan itu, Dirjen menyatakan sangat mendukung proses penetapan Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional.</p>
<p>Pada saat itu, Dirjen meminta langsung kepada Dinas Kebudayaan Sumbar, Badan Pelestarian Cagar Budaya untuk membantu proses penetapan Indarung I sebagai Cagar Budaya Kota oleh Walikota Padang, dan secara paralel dilakukan proses pengajuan ke Kemendikbud Ristek agar segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dirjen-kebudayaan-minta-percepat-pengajuan-indarung-i-menjadi-cagar-budaya-nasional/">Dirjen Kebudayaan Minta Percepat Pengajuan Indarung I Menjadi Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Segera Jadi Cagar Budaya Kota </title>
		<link>https://prokabar.com/pabrik-indarung-i-dan-plta-rasak-bungo-segera-jadi-cagar-budaya-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2022 14:45:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=107151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Ketua Tim Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Dr. Sri Setiawati, M.A, menyebut Pabrik Indarung I dan PLTA...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pabrik-indarung-i-dan-plta-rasak-bungo-segera-jadi-cagar-budaya-kota/">Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Segera Jadi Cagar Budaya Kota </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang,</strong> <strong>Prokabar</strong> &#8211; Ketua Tim Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Dr. Sri Setiawati, M.A, menyebut Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan sebagai Cagar Budaya dan warisan dunia dari Unesco.</p>
<p>Selain usianya sudah lebih dari satu abad, kedua bangunan tua di kawasan PT Semen Padang ini punya nilai sejarah yang luar biasa, termasuk teknologinya juga luar biasa pada masanya.</p>
<p>Bahkan, semen yang diproduksi Pabrik Indarung I tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga oleh negara-negara lain.</p>
<p>&#8220;Makanya target kami itu jadi warisan dunia, tidak hanya jadi bangunan Cagar Budaya,&#8221; kata Sri saat memimpin kunjungan TACB Sumbar dan TACB Kota Padang ke Pabrik Indarung I dalam rangka verifikasi dokumen Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo yang sebelumnya, diserahkan Tim Pendaftaran Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo sebagai Cagar Budaya Kota, Sabtu (25/9).</p>
<p>Verifikasi dokumen itu berlangsung selama 3 hari, yaitu 24-26 September 2022. Selain ke Pabrik Indarung I Tim TACB juga mengunjungi PLTA Rasak Bungo untuk memverifikasi semua bangunan dan peralatannya, termasuk fasilitas penunjang di PLTA tersebut, mulai dari hulu hingga ke hilir.</p>
<p>Menurut Sri, dari verifikasi yang dilakukan, kedua peninggalan sejarah sejak era Pemerintahan Hindia Belanda, PLTA Rasak Bungo dan Pabrik Indarung 1 masih otentik dan tentunya memiliki nilai di atas 50.</p>
<p>Dan tentunya, sudah selayaknya Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo dijadikan sebagai Cagar Budaya.</p>
<p>&#8220;Meski niat (Cagar Budaya) suda lama, tapi ini harus disegerakan ke level nasional yang dilakukan secara paralel, hingga ke warisan dunia. Jika tidak, maka dikhawatirkan generasi yang akan datang tidak mengetahui bagaimana sejarah dari Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Makanya, kata Sri melanjutkan, penetapan Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo sebagai Cagar Budaya Kota harus segera dilakukan secepat mungkin, sehingga TACB Provinsi Sumbar bisa melakukan pemeringkatan untuk diusulkan ke nasional. Dan setelahnya, baru lanjut ke warisan dunia dari Unesco.</p>
<p>&#8220;Memang untuk dijadikan sebagai warisan dunia butuh proses yang panjang seperti mengumpulkan sebanyak-banyaknya dokumen tentang Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo. Makanya, dibutuhkan komitmen bersama. Dan kami pun apresiasi PT Semen Padang yang supporting dalam hal ini,&#8221; kata ahli Antropologi Universitas Andalas ini.</p>
<p>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang yang diiwakili Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Marshalleh Adzaz, yang turut ikut mendampingi TACB Provinsi Sumbar dan Kota Padang menyebut bahwa upaya menjadikan Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo sebagai Cagar Budaya Kota ini, sejalan dengan program Pemko Padang dalam pengembangan potensi cagar budaya di dearah timur Kota Padang.</p>
<p>Salah satunya, Pabrik Indarung I yang didirikan Belanda pada tahun 1910 yang dulunya bernama NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij atau NIPCM, dan PLTA Rasak Bungo pada 1908 yang menjadi satu-satunya sumber energi listrik yang digunakannya untuk membangun Pabrik Indarung I.</p>
<p>&#8220;Jadi, Padang itu dikenal tidak hanya sebagai daerah pesisir pantai, tapi banyak lagi potensi yang ada. Makanya ini perlu dikembangkan. Kalau seandainya Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo ditetapkan sebagai Cagar Budaya, maka ini menjadi pelengkap koleksi khasanah bangsa di Kota Padang dan tentunya ini bisa dijadikan sebagai pilihan untuk wisata,&#8221; katanya.</p>
<p>Jika dijadikan sebagai pilihan wisata, sebut Adzaz, pihaknya juga akan mengusulkan adanya museum kawasan di Pabrik Indarung 1 ini, supaya keberadaan museum tersebut bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan semen di pabrik Indarung 1 ini.</p>
<p>&#8220;Artinya, kita akan bisa mengungkit kembali kearifan lokal dan hasil karya tahun-tahun sebelumnya, seperti bangunan-bangunan tua di pesisir pantai yang dulunya dibangun menggunakan semen dari Pabrik Indarung I ini. Jadi, akan ada loncatan yang luar biasa nantinya,&#8221; ujar Adzaz.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan Pabrik Indarung I yang didukung PLTA Rasak Bungo adalah pabrik semen tertua di Indonesia dan Asia Tenggara.</p>
<p>&#8220;Tentunya, keberadaan Pabrik Indarung I ini merupakan tonggak sejarah perubahan bangunan beton di Indonesia, maupun Asia Tenggara,&#8221; katanya.</p>
<p>Anita menyebut jika sudah menjadi Cagar Budaya, maka PT Semen Padang bersama pihak terkait lainnya akan melakukan revitalisasi terhadap Pabrik Indarung I.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menyiapkan draft konsepnya dan juga akan bekerjasama dengan konsultan untuk revitalisasinya,&#8221; ujar Anita. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pabrik-indarung-i-dan-plta-rasak-bungo-segera-jadi-cagar-budaya-kota/">Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Segera Jadi Cagar Budaya Kota </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Percepat Proses Penetapan Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Sebagai Kawasan Cagar Budaya, Ini yang Dilakukan Semen Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/percepat-proses-penetapan-indarung-i-dan-plta-rasak-bungo-sebagai-kawasan-cagar-budaya-ini-yang-dilakukan-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2022 14:38:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Upaya PT Semen Padang bersama Tim Pemko Padang melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang dalam mewujudkan Pabrik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/percepat-proses-penetapan-indarung-i-dan-plta-rasak-bungo-sebagai-kawasan-cagar-budaya-ini-yang-dilakukan-semen-padang/">Percepat Proses Penetapan Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Sebagai Kawasan Cagar Budaya, Ini yang Dilakukan Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Upaya PT Semen Padang bersama Tim Pemko Padang melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang dalam mewujudkan Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo dijadikan sebagai cagar budaya terus dilakukan. Tim ini membantu PT Semen Padang dalam persiapan berkas dan dokumen sebelum dilakukan pendaftaran ke Tim Pendaftaran Cagar Budaya Pemko Padang.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati menyebut, pihaknya bersama Tim Pemko Padang sedang melakukan pengumpulan data dan pengukuran area yang menjadi calon cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Data dan dokumen tentang aktifitas pendirian pabrik Semen Padang hingga zaman kemerdekaan sedang dalam proses pengumpulan, baik yang ada di Arsip Semen Padang, maupun yang tersimpan di negara Belanda serta tempat lainnya. Nantinya, data dan dokumen tersebut akan diserahkan ke Tim Pemko Padang melalui Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Padang,&#8221; kata Anita, Kamis (8/9).</p>
<p>Ia mengatakan bahwa setelah Pabrik Indarung I dijadikan cagar budaya oleh Kota Padang, prosesnya akan berlanjut secara paralel. Karena, target Semen Padang adalah Cagar Budaya Nasional dan Warisan Dunia dari UNESCO.</p>
<p>&#8220;Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek juga mendukung pengusulan PT Semen Padang untuk menjadikan pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional, termasuk PLTA Rasak Bungo. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Dirjen ke Semen Padang saat beliau berkunjung ke Dharmasraya&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Padang Syamdani saat berkunjung ke Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo pada 11 Agustus 2022 mengatakan, pabrik Indarung I berdiri pada 18 Maret 1910 dengan berbagai fasilitas penunjang.</p>
<p>Salah satunya, PLTA Rasak Bungo yang dibangun pada tahun 1908, dan tentunya PLTA tersebut menjadi sumber energi untuk operasional pabrik Indarung I PT Semen Padang yang dulunya bernama NV Nederlands Indische Portland Cement.</p>
<p>Tentunya, sebagai sebuah pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, PT Semen Padang berperan sangat besar dalam modernisasi dan industrialisasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>&#8220;Makanya kenapa kami mengusulkan Pabrik Indarung I ini untuk dijadikan cagar budaya, karena pabrik Indarung I merupakan aset yang luar biasa dari sisi sejarah, ekonomi dan juga budaya,” kata Syamdani.</p>
<p>Dengan kondisi pabrik Indarung 1 yang tidak beroperasi lagi sejak tahun 1999, menurut Syamdani, tentu pabrik Indarung I harus tetap lestari sebagai pembelajaran bagi generasi sesudahnya. Sebab, pabrik Indarung I ini memiliki peran yang tidak sedikit di masa silam.</p>
<p>“Jika sudah menjadi cagar budaya, maka fungsi pabrik Indarung I yang sudah tidak lagi beroperasi, betul-betul dapat dijadikan sebagai pusat pengetahuan dan pusat budaya, setelah fungsi lamanya sebagai penghasil semen di Indonesia,” ujarnya. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/percepat-proses-penetapan-indarung-i-dan-plta-rasak-bungo-sebagai-kawasan-cagar-budaya-ini-yang-dilakukan-semen-padang/">Percepat Proses Penetapan Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Sebagai Kawasan Cagar Budaya, Ini yang Dilakukan Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dirjen Kebudayaan Dukung Indarung I Jadi Cagar Budaya Nasional</title>
		<link>https://prokabar.com/dirjen-kebudayaan-dukung-indarung-i-jadi-cagar-budaya-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2022 15:16:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#indarung1]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dharmasraya, Prokabar &#8211; Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid mendukung proses penetapan Pabrik Indarung I PT Semen Padang sebagai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dirjen-kebudayaan-dukung-indarung-i-jadi-cagar-budaya-nasional/">Dirjen Kebudayaan Dukung Indarung I Jadi Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong>Dharmasraya, Prokabar</strong> &#8211; Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid mendukung proses penetapan Pabrik Indarung I PT Semen Padang sebagai Cagar Budaya Nasional.</p>
<p>&#8220;Pak Dirjen mendukung proses penetapan Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional. Beliau meminta langsung kepada Dinas Kebudayaan Sumbar, Badan Pelestarian Cagar Budaya untuk membantu proses penetapan Indarung I sebagai Cagar Budaya Kota oleh Walikota Padang, dan secara paralel dilakukan proses pengajuan ke Kemendikbudristek agar segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional,&#8221; kata Kepala Departemen Komunikasi &amp; Hukum Perusahaan PT Semen Padang Iskandar Z Lubis, Selasa (23/08).</p>
<p>Hal itu diungkapkan Iskandar usai bertemu dengan Dirjen Kebudayaan, di rumah dinas Bupati Dharmasraya.</p>
<p>Hadir pada pertemuan itu, Komisaris PT Semen Padang, Khairul Jasmi, dan Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati. Kemudian dari Pemprov Sumbar, dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Syaifullah, Kepala BPCB, Teguh Hidayat, perwakilan Balai Plestarian Nilai Budaya Sumbar, Undri, dan Tim Ahli Cagar Budaya/TACB Aprimas.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, pejabat dari Pemprov Sumbar yang hadir dalam pertemuan tersebut, mendukung Pabrik Indarung I dijadikan sebagai Cagar Budaya Nasional. Saat ini, kami dari Semen Padang menunggu informasi lebih lanjut dari Kepala Dinas Kebudayaan, Pak Syaifullah,&#8221; ujar Iskandar.</p>
<p>Sementara itu, Tim Ahli Cagar Budaya/TACB, Aprimas menyebut bahwa Pabrik Indarung I PT Semen Padang sangat layak dan berpeluang untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, karena merupakan aset yang bernilai dari sisi sejarah, ekonomi dan juga budaya.</p>
<p>&#8220;Peluangnya sangat besar, yang penting itu melengkapi dokumen dan menjalani prosesnya. Karena, tahapan untuk menjadikan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional butuh waktu yang cukup panjang,&#8221; katanya.</p>
<p>Aprimas yang juga Kepala Bidang Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar itu menjelaskan beberapa tahapan yang harus dilalui untuk menjadikan Pabrik Indarung I sebagai Cagar Budaya Nasional.</p>
<p>Kata dia, setelah Pabrik Indarung I PT Semen Padang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Tingkat Kota oleh Walikota Padang, Tim Ahli Cagar Budaya Kota Padang kemudian mengusulkannya ke Provinsi dan diproses oleh Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi.</p>
<p>Setelah itu, Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi mengusulkan ke tingkat nasional. Kemudian, Tim Ahli Cagar Budaya Nasional akan turun ke lapangan untuk memverifikasi. &#8220;Setelah diverifikasi, disidangkan dan barulah diputuskan untuk jadi Cagar Budaya Nasional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>PT Semen Padang sebelumnya menyatakan keseriusannya untuk mewujudkan Indarung I dan PLTA Rasak Bungo untuk menjadi salah satu warisan dunia dari Unesco. Gagasan ini juga sudah mendapat dukungan dari SIG, sebagai holding PT Semen Padang.</p>
<p>Untuk tujuan itu, PT Semen Padang telah membentuk tim di internal perusahaan, dan melakukan komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.</p>
<p>Pabrik Indarung I merupakan pabrik semen pertama di Asia Tenggara berdiri pada 18 Maret 1910 dengan berbagai fasilitas penunjang. Salah satunya, PLTA Rasak Bungo yang dibangun 1908, dan menjadi sumber energi untuk pabrik yang dulu bernama NV Nederlands Indische Portland Cement. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dirjen-kebudayaan-dukung-indarung-i-jadi-cagar-budaya-nasional/">Dirjen Kebudayaan Dukung Indarung I Jadi Cagar Budaya Nasional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasca Gempa, Cagar Budaya di Padang Berkurang, Ini Jumlahnya</title>
		<link>https://prokabar.com/pasca-gempa-cagar-budaya-di-padang-berkurang-ini-jumlahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Nov 2019 13:11:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Hermen Peri, menyebut jumlah bangunan cagar budaya yang ada di Kota Padang berkurang. &#8220;74 bangunan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasca-gempa-cagar-budaya-di-padang-berkurang-ini-jumlahnya/">Pasca Gempa, Cagar Budaya di Padang Berkurang, Ini Jumlahnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Hermen Peri, menyebut jumlah bangunan cagar budaya yang ada di Kota Padang berkurang.</p>
<p>&#8220;74 bangunan cagar budaya pada 1998, saat ini berkurang pasca gempa 2009, Sekarang tinggal sekitar 50 bangunan cagar budaya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Keberadaan bangunan situs cagar budaya dan kawasan bersejarah di Kota Padang telah menjadi perhatian serius. Terlebih sejak dikukuhkan dalam Keputusan Walikotamadya (Kepala Daerah) Kota Padang Nomor 03 Tahun 1998 Tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya dan Kawasan Bersejarah.</p>
<p>Hermen Peri mengatakan, bangunan rumah-rumah gadang Padang yang berusia lebih dari 50 tahun agar lebih diperhatikan. Termasuk kawasan – kawasan bersejarah yang sudah tercatat.</p>
<p>“Bangunan-bangunan cagar budaya yang ada agar lebih diperhatikan oleh pemiliknya dan pemerintah tentu melindunginya,” ujarnya saat mengukuhkan Komunitas Pecinta Cagar Budaya di Palanta Walikota Padang, Rabu (27/11).</p>
<p>Kawasan bersejarah yang harus dilindungi adalah Batang Arau, Kawasan Pasar Gadang dan Kawasan Jalan Sudirman.</p>
<p>“Kawasan tersebut memerlukan perhatian dan penanganan agar tidak mengalami perubahan total sehingga menghilangkan bentuk aslinya, ” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian menyebut, pihaknya telah melakukan langkah – langkah bersama dalam pengelolaan bangunan cagar budaya dan kawasan bersejarah.</p>
<p>“Pengelolaan tersebut mengacu pada ketentuan normatif sebagaimana yang diatur dalam UU RI Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya,” kata Arfian. (<b>gas</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasca-gempa-cagar-budaya-di-padang-berkurang-ini-jumlahnya/">Pasca Gempa, Cagar Budaya di Padang Berkurang, Ini Jumlahnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cagar Budaya Tebangkalai, DPRD Pasaman Kirim Pansus ke Provinsi Jambi</title>
		<link>https://prokabar.com/cagar-budaya-tebangkalai-dprd-pasaman-kirim-pansus-ke-provinsi-jambi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2019 15:12:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagaralam]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=36895</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Di Pasaman teramat banyak cagar budaya dan benda-benda purbakala. Namun tidak begitu terlindungi. Cagar budaya tinggal sebatas nama. Ada namun tak terlindungi....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cagar-budaya-tebangkalai-dprd-pasaman-kirim-pansus-ke-provinsi-jambi/">Cagar Budaya Tebangkalai, DPRD Pasaman Kirim Pansus ke Provinsi Jambi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman</strong>, <strong>Prokabar — </strong>Di Pasaman teramat banyak cagar budaya dan benda-benda purbakala. Namun tidak begitu terlindungi. Cagar budaya tinggal sebatas nama. Ada namun tak terlindungi. Begitu juga dengan benda-benda purbakala lainnya yang ada di daerah itu.</p>
<p>Atas dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus). Mereka diutus ke Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Mempersiapkan sebuah peraruran daerah (Perda) tentang perlindungan cagar budaya dan kepurbakalaan.</p>
<p>&#8220;Cagar budaya di Kabupaten Pasaman belum sepenuhnya mendapat perlindungan dari pemerintah daerah. Beberapa bangunan cagar budaya kondisinya tidak terawat dan memprihatinkan. Seperti cagar budaya Candi Tanjung Medan, Kubu Sutan di Lubuak Layang, batu telapak tangan Tuanku Imam Bonjol di Bonjol dan lain lain sebagainya menjadi korban vandalisme,&#8221; kata Ketua Pansus DPRD Pasaman, Bona Lubis.</p>
<p>&#8220;Karena belum ada Perda tentang cagar budaya, maka hingga saat ini belum jelas teknis, pengelolaan, hingga klasifikasi cagar budaya di Kabupaten Pasaman,&#8221; imbuh Bona.</p>
<p>Hal senada juga dikatakan anggota DPRD Pasaman yang lain, Heri Supriadi.<br />
&#8220;Hingga saat ini, pengelolaan cagar budaya belum ada payung hukum untuk memugar, mengatur, memelihara hingga menjaga bangunan-bangunan yang punya nilai sejarah itu,&#8221; tukas Heri (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cagar-budaya-tebangkalai-dprd-pasaman-kirim-pansus-ke-provinsi-jambi/">Cagar Budaya Tebangkalai, DPRD Pasaman Kirim Pansus ke Provinsi Jambi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</title>
		<link>https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2018 02:55:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[#cagarbudaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[#rasunasaid]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=24932</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Rasuna Said (1910-1965) adalah wanita hebat yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan RI. Wanita Minang yang lahir 14 September 1910, di Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/">Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Rasuna Said (1910-1965) adalah wanita hebat yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan RI. Wanita Minang yang lahir 14 September 1910, di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.</p>
<p>Namun hampir semua generasi muda saat ini melupakan perjuangan, sejarah dan asal Bundo Kanduang ini. Termasuk rumah kebesaran dimana ia dibesarkan dan hidup dari kalangan bangsawan dan ulama.</p>
<p>Ia anak dari Muhammad Said dan Syamsiah. Memiliki rumah kayu dua tingkat dan masih berdiri kokoh di Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Rumah tersebut sudah menjadi Bangunan Cagar Budaya Pemerintah Kabupaten Agam.</p>
<p>Menurut Miftahuddin (50), tokoh masyarakat setempat mengatakan bangunan itu sudah berulangkali dimanfaatkan masyarakat, pasca kepindahan keluarga besar almarhum Rasuna Said ke Jakarta.</p>
<p>&#8220;Sejak keluarga besar Rasuna Said pergi meninggalkan kampung halaman, bangunan bersejarah pahlawan nasional itu sempat dijadikan Asrama Tsanawiyah, Sekolah Taman Kanak-kanak Rasuna Said dan kantor Koperasi BMT Nagari Maninjau,&#8221; terangnya.</p>
<p>Bangunan ini juga pernah mendapatkan rehap dari bantuan CSR PT. Garuda Indonesia. Cat Ulang, menukar papan di lantai dua serta perbaikan tonggak dan tangga.</p>
<p>Bangunan tua itu dibangun 1917 oleh Muhammad Said, salah seorang ulama dan bangsawan di sana. Beliau juga sempat berjuang dengan Haji Abdulkarim Amrullah (ayah Hamka).</p>
<p>Saat ini katanya, lantai satu bangunan itu dijadikan sarana ibadah atau Mushalla. Meski sudah dijadikan cagar budaya, pihak keluarga dan masyarakat setempat tidak mau diambil alih sebagai aset pemerintah daerah. &#8220;Kami bersama keluarga besar Rasuna Said memang merencanakan menjadikannya museum kepahlawanan Ibunda kami. Pihak keluarga sedang mengumpulkan barang-barang berharga milik Rasuna Said. Sebagai Memorial nilai-nilai kepahlawanan Ibunda Kami,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Yusna Wirson salah satu keluarga terdekat dari anak kemenakan Rasuna Said mengatakan ia adalah wanita minang pertama yang berjuang dalam ranah politik di tanah air. Sikap dan orasinya yang tegas dan keras terhadap Belanda, sempat dicebloskan dalam penjara. Akibat, 1932 ia dijatuhi hukuman pembuangan dan dimasukan ke penjara wanita &#8220;Bulu&#8221; selama 13 bulan di Semarang.</p>
<p>Rasuna Said mengecap pendidikan pertama di Sekolah Desa Maninjau. Dan berlanjut ke Diniyah School Putri Padang Panjang. Dimasa itu, kegiatan politik dikalangan guru sangat kental. Sebagai bentuk pergerakan perlawanan terhadap penjajahan. Termasuk Inyiak Rasul atau Haka (Haji Abdulkarim Amrullah), salah satu tokoh ulama dan guru pelopor Islam Pembaharuan di Ranah Minang.</p>
<p>Rasuna Said juga sering belajar mengaji kepada Haka sebagai guru terbaik di Diniyah School Padang Panjang. Dari pengajian tersebut ia memperoleh berbagai ilmu pengetahuan agama dan pergerakan Islam Modern. Ia juga mengikuti pendidikan Meisjes School atau pekerjaan rumah tangga.</p>
<p>Pada tahun 1926, Padang Panjang mengalami gempa hebat dan merusak gedung Diniayah School Putri. Ia akhirnya terpaksa pindah ke Sekolah Thawalib Padang Panjang. Di sini ia sempat menjadi sekretaris Perkumpulan Serikat Rakyat yang kemudian menjadi Partai Serikat Islam Indonesia (PSII). Suatu organisasi menghimpun kekuatan melawan Belanda.</p>
<p>1930, &#8220;Sumatra Thawalib&#8221;, merupakan organisasi tempat ia melanjutkan pendidikan berubah menjadi &#8220;Persatuan Muslimin Indonesia&#8221; atau PMI atau Permi dan sampai menjabat sebagai pengurus besar Permi. Ia terpaksa mundur dari PSII dan tetap bergabung di Permi, karena aturan tidak diperbolehkannya rangkap organisasi atau bergabung diorganisasi lain.</p>
<p>1932, Rasuna Said ditangkap dan dijebloskan ke penjara bersama tokoh-tokoh Permi lainnya. Seperti Mokhtar Lutfi, H. Jalaluddin Taib, dan Ilyas Yakob. Ketiga tokoh besar ini dibuang ke Boven Digun Irian Barat (Irian Jaya). Sedangkan Ia sendiri dijebloskan ke penjara wanita, &#8220;Bulu&#8221; di Semarang.</p>
<p>Selepas keluar dari penjara, Ibu satu anak ini bergabung ke Islam College, salah satu Akademi Islam di Padang. Dan Ia dipercaya memimpin majalah sekolah bernama “Raya”. Tidak lama kemudian, ia pindah ke Medan dan memimpin mingguan bernama “Menara Putri”, terkenal dengan semboyan “Ini dadaku, mana dadamu”. Di samping perjuangan di bidang politik, ia sempat membina perguruan putri.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Pada masa penjajahan Jepang, Ia kembali ke Padang dan berjuang bersama Khatib Sulaiman mendirikan organisasi pemuda Sumatra Barat dengan nama “Pemuda Nippon Raya” bertujuan membina bibit perjuangan kemerdekaan. Gerakan ini diketahui Jepang dan menangkap kedua pejuang ini dan akhirnya dilepas kembali.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Rasuna Said dan Khatib Sulaiman pun kembali aktif mendirikan barisan Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi binaan tentara Jepang yang membentuk Giyu Gun atau tentara sukarela. Laskar ini menjadi sejarah lahirnya Tentara Nasional Indonesia atau TNI.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Setelah Kemerdekaan RI, Rasuna Said menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatra Barat. Kemudian berturut-turut menjadi anggota KNIP, DPR-RIS dan DPRS. 1959 wanita minang ini diangkat menjadi Anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung). Akibat kangker darah yang dideritanya, Rasuna Said meninggal 2 November 1965 di Jakarta. Ia dimakamkan di Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Melalui SK Presiden Nomor 084/TK/Tahun 1974 diangkat menjadi Pahlawan Nasional. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/rumah-pahlawan-nasional-rasuna-said-saksi-bisu-sejarah-nan-terlupakan/">Rumah Pahlawan Nasional Rasuna Said, Saksi Bisu Sejarah Nan Terlupakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 39/201 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 00:55:39 by W3 Total Cache
-->